Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Faathir (Pencipta) – surah 35 ayat 43 [QS. 35:43]

اسۡتِکۡـبَارًا فِی الۡاَرۡضِ وَ مَکۡرَ السَّیِّیَٔ ؕ وَ لَا یَحِیۡقُ الۡمَکۡرُ السَّیِّیُٔ اِلَّا بِاَہۡلِہٖ ؕ فَہَلۡ یَنۡظُرُوۡنَ اِلَّا سُنَّتَ الۡاَوَّلِیۡنَ ۚ فَلَنۡ تَجِدَ لِسُنَّتِ اللّٰہِ تَبۡدِیۡلًا ۬ۚ وَ لَنۡ تَجِدَ لِسُنَّتِ اللّٰہِ تَحۡوِیۡلًا
Astikbaaran fiil ardhi wamakrassai-yi-i walaa yahiiqul makrussai-yi-u ilaa biahlihi fahal yanzhuruuna ilaa sunnatal au-waliina falan tajida lisunnatillahi tabdiilaa walan tajida lisunnatillahi tahwiilaa;
karena kesombongan (mereka) di bumi dan karena rencana (mereka) yang jahat.
Rencana yang jahat itu hanya akan menimpa orang yang merencanakannya sendiri.
Mereka hanyalah menunggu (berlakunya) ketentuan kepada orang-orang yang terdahulu.
Maka kamu tidak akan mendapatkan perubahan bagi Allah, dan tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi ketentuan Allah itu.
―QS. Faathir [35]: 43

Daftar isi

(Due to) arrogance in the land and plotting of evil;
but the evil plot does not encompass except its own people.
Then do they await except the way of the former peoples?
But you will never find in the way of Allah any change, and you will never find in the way of Allah any alteration.
― Chapter 35. Surah Faathir [verse 43]

ٱسْتِكْبَارًا karena kesombongan
(Due to) arrogance
فِى pada/di
in
ٱلْأَرْضِ bumi
the land
وَمَكْرَ dan rencana
and plotting
ٱلسَّيِّئِ jelek/jahat
(of) the evil;
وَلَا dan tidak
but not
يَحِيقُ menimpa
encompasses
ٱلْمَكْرُ rencana
the plot
ٱلسَّيِّئُ jelek/jahat
(of) the evil
إِلَّا kecuali
except
بِأَهْلِهِۦ kepada ahlinya/yang empunya
its own people.
فَهَلْ maka tidakkah
Then do
يَنظُرُونَ mereka menanti-nanti
they wait
إِلَّا kecuali
except
سُنَّتَ sunnah
(the) way
ٱلْأَوَّلِينَ orang-orang terdahulu
(of) the former (people)?
فَلَن maka tidaklah
But never
تَجِدَ kamu dapati
you will find
لِسُنَّتِ bagi sunnah
in (the) way
ٱللَّهِ Allah
(of) Allah
تَبْدِيلًا berubah
any change,
وَلَن dan tidaklah
and never
تَجِدَ kamu dapati
you will find
لِسُنَّتِ bagi sunnah
in (the) way
ٱللَّهِ Allah
(of) Allah
تَحْوِيلًا menyimpang
any alteration.

Tafsir Al-Quran

Surah Faathir
35:43

Tafsir QS. Faathir (35) : 43. Oleh Kementrian Agama RI


Ayat ini masih menjelaskan sikap orang musyrik Mekah terhadap dakwah Nabi ﷺ.
Dengan segala daya dan pikiran, dengan harta dan kekayaan yang dimiliki, mereka menentang dakwah Nabi Muhammad, bahkan beliau diboikot dan dihalangi.

Tetapi, segala rencana jahat guna mematahkan dakwah Islam itu pada akhirnya menjadi bumerang bagi mereka.
Kegagalan kaum kafir Mekah mencegah tersiarnya dakwah Islam telah tertulis dengan tinta emas dalam sejarah Islam.

Setiap usaha dan rencana jahat untuk memadamkan cahaya agama Allah di bumi ini, pasti akan gagal, sebab Allah selalu akan memelihara eksistensi agama-Nya di bumi ini, sampai akhir zaman, biarpun tidak disukai oleh orang-orang musyrik, sebagaimana disebutkan dalam ayat:

يُرِيْدُوْنَ لِيُطْفِـُٔوْا نُوْرَ اللّٰهِ بِاَفْوَاهِهِمْ وَاللّٰهُ مُتِمُّ نُوْرِهٖ وَلَوْ كَرِهَ الْكٰفِرُوْنَ

Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, tetapi Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir membencinya. (ash-Shaff [61]: 8)


Dalam Aisar at-Tafasir disebutkan satu riwayat bahwa Ka’ab berkata kepada Ibnu ‘Abbas,
"Dalam Taurat diterangkan bahwa siapa yang menggali lubang untuk kawannya, dialah yang masuk ke dalamnya.
"
Ibnu ‘Abbas menjawab,
"Hal itu aku temukan dalam Alquran."
Ka’ab bertanya,
"Di mana?"
Ibnu ‘Abbas menjawab,
"Bacalah wa la yahiqul makrus-sayyi’ illa bi ahlih (Rencana yang jahat itu hanya akan menimpa orang yang merencanakannya sendiri.
)"



Seperti diuraikan di atas, kadang-kadang Allah menunda kedatangan siksa sebagai bukti kasih sayang-Nya kepada orang-orang kafir.
Tetapi, jangan dikira bahwa Allah tidak akan menyiksa mereka bila mereka tidak tobat, sebab bila mereka di dunia belum merasakan siksaan, di akhirat kelak pasti akan mereka alami juga.

Di akhirat nanti baru mereka yakini ke mana orang yang zalim itu ditempatkan Allah sesuai dengan ancaman Allah ketika mereka masih di dunia.

وَسَيَعْلَمُ الَّذِيْنَ ظَلَمُوْٓا اَيَّ مُنْقَلَبٍ يَّنْقَلِبُوْنَ

Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.
(asy-Syu’ara’ [26]: 227)


Sekalipun azab itu sudah pasti datang, orang-orang yang tidak mengimaninya masih saja menentang kedatangannya dengan tidak menghentikan segala perbuatan jahatnya.
Dalam ayat ini, Allah mengungkapkan nasib mereka kelak dengan mengatakan bahwa tidak ada yang mereka tunggu-tunggu itu melainkan siksaan seperti apa yang telah menimpa manusia dahulu kala disebabkan keingkaran mereka terhadap risalah para rasul.
Tetapi, ujung ayat ini menegaskan bahwa sunah Allah menentukan bahwa setiap orang yang mendustakan ajaran-Nya pasti akan disiksa dengan azab yang tidak akan berubah dan tidak akan dipindahkan kepada orang lain.
Allah tidak akan melimpahkan rahmat-Nya pada seseorang yang sudah tercatat sebagai pembangkang dan pendosa, serta tidak akan memikulkan dosanya kepada diri orang lain.

وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِّزْرَ اُخْرٰى

Dan seseorang tidak akan memikul beban dosa orang lain. (al-An’am [6]: 164)

Tafsir QS. Faathir (35) : 43. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Mereka menjauh dari kebenaran karena kepongahan di muka bumi dan ketidakpatuhan kepada rasul dan agama yang dibawa.
Mereka malah merencanakan suatu makar yang jahat, hasil bisikan setan yang mengajak mereka untuk berpaling dari agama dan memerangi rasul.


Kemudaratan dan makar jahat itu tidak menimpa kepada siapa pun kecuali kepada mereka yang merencanakannya.
Maka, adakah mereka masih tetap menunggu hukum Allah yang pernah diberlakukan kepada umat sebelum mereka?
Kamu tidak akan pernah dapat merubah cara Allah memperlakukan umat-umat yang ada, sebagaimana para pembuat makar berharap agar mereka dapat merubah peristiwa yang dialami oleh umat-umat sebelumnya.


Kamu pun tidak dapat mengalihkan hukum Allah dari arah yang semestinya.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Sumpah mereka bukan dengan tujuan baik dan demi mencari kebenaran, akan tetapi ia adalah kesombongan di muka bumi atas makhluk lainnya, maksud mereka dengannya adalah makar busuk dan tipuan batil, tetapi makar busuk hanya akan menimpa pembuatnya.
Bukankah yang dinanti-nantikan oleh orang-orang yang sombong pembuat makar tersebut hanyalah siksa yang telah menimpa orang-orang seperti mereka yang telah mendahului mereka.


Kamu tidak akan mendapati perubahan dan pergantian pada sunnah Allah, tidak seorang pun yang mampu mengganti atau merubah azab dari dirinya atau pada orang lain.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Karena kesombongan -mereka- di muka bumi) terhadap keimanan, mereka tidak mau beriman karena sombong.
Lafal ayat ini menjadi Maf’ul Lah


(dan karena rencana) pekerjaan mereka


(yang jahat) berupa kemusyrikan dan lain-lainnya.


(Dan tidaklah menimpa) tidak menggilas


(rencana jahat itu selain orang yang merencanakannya sendiri) yaitu orang yang mengadakan makar itu sendiri.
Lafal Al Makru diberi sifat As Sayyi-u adalah bentuk asal tetapi di-mudhaf-kan-nya lafal Al Makru kepada lafal As Sayyi-u, menurut suatu pendapat merupakan cara pemakaian yang lain tetapi dengan memperkirakan adanya Mudhaf yang lain supaya jangan langsung di-mudhaf-kan kepada sifat.


(Tiadalah yang mereka nanti-nantikan)


(melainkan, berlakunya, sunah, Allah yang telah berlaku, kepada orang-orang yang dahulu) yaitu diturunkannya azab atas mereka sebab mereka mendustakan rasulrasul-Nya.


(Maka sekali-kali kamu tidak akan menemui perubahan bagi sunah Allah dan sekali-kali tidak pula akan menemui penyimpangan bagi sunah Allah itu) azab itu tidak dapat diganti dengan yang lain dan tidak ditimpakan kepada orang-orang yang tidak berhak menerimanya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:



Kemudian dalam firman selanjutnya dijelaskan:

karena kesombongan (mereka) di muka bumi.
(QS. Faathir [35]: 43)


Yakni mereka sombong tidak mau mengikuti ayat-ayat Allah.

dan karena rencana (mereka) yang jahat.
(QS. Faathir [35]: 43)

Yaitu mereka membuat makar terhadap orang lain dengan cara menghalang-halangi mereka dari mengikuti jalan Alah.

Rencana yang jahat itu tidak akan menimpa selain orang yang merencanakannya sendiri (QS. Faathir [35]: 43)

Dengan kata lain, barang siapa yang menggali lubang, dia sendiri yang terjerumus ke dalamnya.


Ibnu Abu Hatim mengatakan bahwa Ali ibnul Husain mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Umar, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Abu Zakaria Al-Kufi, dari seorang lelaki yang menceritakan kepadanya bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Janganlah kamu membuat makar yang jahat, karena sesungguhnya makar (rencana) yang jahat itu tidak menimpa kecuali orang yang merencakannya sendiri, dan mereka akan dituntut oleh Allah.

Muhammad ibnu Ka’b Al-Qurazi pernah mengatakan bahwa ada tiga perkara yang barang siapa mengerjakannya tidak akan selamat kecuali bila meninggalkannya, yaitu rencana jahat, zalim, dan melanggar janji.
Hal yang membenarkannya dari Kitabullah ialah firman Allah subhanahu wa ta’ala:
Rencana yang jahat itu tidak akan menimpa selain orang yang merencanakannya sendiri.
(QS. Faathir [35]: 43)
sesungguhnya (bencana) kezalimanmu akan menimpa dirimu sendiri.
(QS. Yunus [10]: 23)
Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:
maka barang siapa yang melanggar janjinya, maka akibat pelanggaran janjinya itu akan menimpa dirinya sendiri.
(QS. Al-Fat-h:
10)

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Tiadalah yang mereka nanti-nantikan melainkan (berlakunya) sunnah (Allah yang telah berlaku) kepada orang-orang yang terdahulu.
(QS. Faathir [35]: 43)

Artinya, siksaan Allah yang akan menimpa diri mereka akibat mendustakan rasulrasul-Nya dan menentang mereka yang membawa perintah Allah subhanahu wa ta’ala

Maka sekali-kali kamu tidak akan menemui perubahan bagi sunnah Allah.
(QS. Faathir [35]: 43)

Sunnah Allah tidak dapat diubah dan tidak dapat pula diganti, melainkan ia akan tetap berjalan seperti apa yang telah ditetapkan-Nya di tempat mana pun orang yang mendustakan Allah berada.

dan sekali-sekali tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi sunnah Allah itu.
(QS. Faathir [35]: 43)

Dengan kata lain, semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:

Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya.
(QS. Ar-Ra’d [13]: 11)

Yakni tiada yang dapat menghilangkannya atau mengalihkannya dari mereka selain Allah subhanahu wa ta’ala Hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

Unsur Pokok Surah Faathir (فاطر)

Surat Faathir terdiri atas 45 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al-Furqaan dan merupakan surat akhir dari urutan surat-surat dalam Alquran yang dimulai dengan "Alhamdulillah".

Dinamakan "Faathir" (pencipta) ada hubungannya dengan perkataan "Faathir" yang terdapat pada ayat pertama pada surat ini.

Pada ayat tersebut diterangkan bahwa Allah adalah Pencipta langit dan bumi, Pencipta malaikatmalaikat, Pencipta semesta alam yang semuanya itu adalah sebagai bukti atas kekuasaan dan kebesaran-Nya.

Surat ini dinamai juga dengan "surat Malaikat" karena pada ayat pertama disebutkan bahwa Allah telah menjadikan malaikatmalaikat sebagai utusan-Nya yang mempunyai beberapa sayap.

Keimanan:

▪ Bukti-bukti kekuasaan Allah dan nikmat-nikmat yang telah dianugerahkan-Nya.
▪ Allah menciptakan para malaikat menurut bentuk yang dikehendaki-Nya.
▪ Bukti-bukti atas kebenaran adanya hari berbangkit.

Lain-lain:

▪ Kesenangan hidup di dunia adalah sementara.
▪ Menguatkan hati Rasulullah ﷺ dalam menyeru orang-orang kafir dengan mengingatkannya kepada Rasulrasul yang terdahulu dan orang-orang yang mendustakannya.
▪ Seruan kepada manusia supaya mengerjakan amalan yang baik dan meninggalkan pekerjaan yang buruk supaya jangan mengikuti langkah syaitan.
▪ Tiap-tiap orang memikul dosanya sendiri.
▪ Manusia adalah khalifah Allah di muka bumi.
▪ Gambaran akibat-akibat yang diterima oleh orang mukmin dan orang-orang kafir.
▪ Tingkatan orang-orang mukmin.

Audio Murottal

QS. Faathir (35) : 1-45 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy Ayat 1 sampai 45 + Terjemahan Indonesia
QS. Faathir (35) : 1-45 ⊸ Nabil ar-Rifa’i Ayat 1 sampai 45

Gambar Kutipan Ayat

Surah Faathir ayat 43 - Gambar 1 Surah Faathir ayat 43 - Gambar 2 Surah Faathir ayat 43 - Gambar 3
Statistik QS. 35:43
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah Faathir.

Surah Fatir (bahasa Arab: فاطر) adalah surah ke-35 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 45 ayat.
Fathir artinya Pencipta diambil dari ayat pertama surah ini.
Fathir menerangkan bahwa Allah adalah pencipta langit dan bumi, manusia, dan makhluk lainnya.
Surah Fatir dinamakan surat Al-Mala’ikah (Malaikat) karena pada ayat pertama Allah menerangkan bahwa Allah mengutus beberapa malaikat yang memiliki sayap.

Nomor Surah 35
Nama Surah Faathir
Arab فاطر
Arti Pencipta
Nama lain Al-Mala’ikah (Malaikat)
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 43
Juz Juz 22
Jumlah ruku’ 5 ruku’
Jumlah ayat 45
Jumlah kata 780
Jumlah huruf 3227
Surah sebelumnya Surah Saba’
Surah selanjutnya Surah Ya Sin
Sending
User Review
4.8 (14 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:
35:43, 35 43, 35-43, Surah Faathir 43, Tafsir surat Faathir 43, Quran AlFathir 43, Al-Fathir 43, Fatir 43, Surah Al Fathir ayat 43
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video Surah 35:43

More Videos

Kandungan Surah Faathir

۞ QS. 35:1 • Kekuasaan Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Qadiir (Maha Penguasa) • Sifat-sifat malaikat • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 35:2 Sifat Iradah (berkeinginan) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 35:3 Dalil-dalil adanya Allah Ta’alaTauhid UluhiyyahAl Razzaq (Maha Pemberi rezeki) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 35:4 • Maksiat dan dosa

۞ QS. 35:5 • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 35:6 • Sifat iblis dan pembantunya • Menjaga diri dari syetan

۞ QS. 35:7 • Pahala iman • Ampunan Allah yang luas • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Azab orang kafir • Iman adalah ucapan dan perbuatan

۞ QS. 35:8 • Keluasan ilmu Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 35:9 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 35:10 • Siksa orang munafik • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh • Menghitung amal kebaikan •

۞ QS. 35:11 • Keluasan ilmu Allah • Kekuasaan Allah • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir

۞ QS. 35:12 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 35:13 Dalil-dalil adanya Allah Ta’alaTauhid Rububiyyah • Segala sesuatu milik Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 35:14 • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 35:15 • Allah tidak membutuhkan makhlukNya • Al Hamid (Maha Terpuji) • Al Ghaniy (Maha Kaya)

۞ QS. 35:16 • Kekuasaan Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Maksiat dan dosa

۞ QS. 35:17 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 35:18 Ar Rabb (Tuhan) • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat • Kebenaran hari penghimpunan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh

۞ QS. 35:22 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 35:24 Hukum alam

۞ QS. 35:25 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 35:26 • Azab orang kafir

۞ QS. 35:27 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 35:28 • Ampunan Allah yang luas • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 35:29 • Berjual beli dengan Allah

۞ QS. 35:30 Al Syakur (Maha Penerima syukur) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Pelipatgandaan pahala bagi orang mukmin • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan •

۞ QS. 35:31 Al Bashir (Maha Melihat) • Al Khabir (Maha Waspada) • Pengakuan antara satu kitab dengan lainnya

۞ QS. 35:32 • Keutamaan umat nabi Muhammad • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya • Perbedaan tingkat amal saleh

۞ QS. 35:33 • Pahala iman • Nama-nama surga • Sifat ahli surga • Pakaian ahli surga • Keutamaan iman

۞ QS. 35:34 • Pahala iman • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Al Syakur (Maha Penerima syukur) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 35:35 • Pahala iman • Nama-nama surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Memasuki surga •

۞ QS. 35:36 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 35:37 Ar Rabb (Tuhan) • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Percakapan ahli neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 35:38 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 35:39 Ar Rabb (Tuhan) • Azab orang kafir • Menanggung dosa orang lain • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 35:40 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Mendustai Allah • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 35:41 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Sifat Mukhalafah (berbeda dengan makhluk) • Ampunan Allah yang luas • Kekuasaan Allah • Al Halim (Maha Penyabar)

۞ QS. 35:42 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 35:43 Hukum alam • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 35:44 • Kekuasaan Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Al Qadiir (Maha Penguasa)

۞ QS. 35:45 Al Bashir (Maha Melihat) • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

Ayat Pilihan

bulan Ramadhan,
bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Alquran sebagai petunjuk bagi manusia & penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu & pembeda (antara yang hak & yang bathil).
QS. Al-Baqarah [2]: 185

Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat & menyukai orang-orang yang mensucikan diri.
QS. Al-Baqarah [2]: 222

Sungguh orang-orang yang beriman & mengerjakan amal saleh,
mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.
Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga A’adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai,
mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.
QS. Al-Bayyinah [98]: 7-8

Hai orang beriman,
jangan kamu hilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya & menyakiti (perasaan si penerima),
seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia & dia tidak beriman pada Allah & hari kemudian
QS. Al-Baqarah [2]: 264

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Tata cara membaca Alquran dimulai dengan ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Isti'adzah atau juga biasa dikenal dengan istilah ta'awwudz secara bahasa adalah memohon perlindungan, pemeliharaan dan penjagaaan.

Basmalah berarti mengucapkan kalimat 'Bismillahirrahmanirrahim', terjemahannya yaitu 'Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang'.

Dalam surah Alquran, At-Tin artinya ...

Correct! Wrong!

Allah Subhanahu Wa Ta`ala Melihat semua apa yang di lakukan oleh hambanya, karena Allah bersifat ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
البصير

Allah itu Al-Bashir, artinya adalah Allah itu Maha Melihat segala sesuatu. Kita sebagai manusia hanya memiliki penglihatan yang terbatas. Namun Allah bisa melihat segala sesuatu baik dimasa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang.

Allah selalu mengawasi kita semua, sehingga jangan pernah kita berfikir jika kita melakukan kejahatan yang tidak orang lain lihat maka tidak ada yang bisa mengetahui kejahatan itu. Karena Allah itu Maha Melihat.

+

Array

Salah satu cara mengagungkan tanda-tanda kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta`ala yaitu dengan ...

Correct! Wrong!

Dalam memutuskan suatu perkara, Dinda sangat adil karena Dinda meneladani sifat Allah ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
العدل

Allah itu Al-Adl, artinya adalah Allah itu Maha Adil kepada seluruh makhluk-makhluk-Nya. Keadilan Allah bersifat sempurna dan berlaku untuk semua ciptaan-Nya.

Jangan pernah sedikit pun terbesit dalam hati kita untuk berfikir bahwa 'hidup ini tidak adil.' Karena semua telah ditentukan Allah dengan keadilan-Nya. Siapa pun manusia yang murka dengan ketentuan Allah maka Allah pun akan murka kepadanya, dan siapa pun manusia yang ridho maka Allah pun akan ridho kepadanya. Dan siapa pun manusia yang telah diridhoi Allah, maka senantiasa dibukakan jalan keluar yang tidak pernah terduga dalam pikiran manusia.

Pendidikan Agama Islam #24
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #24 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #24 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #28

Siapa nama ayah Nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam? … Siapa nama Nabi setelah Nabi Isa ‘Alaihissalam? … Setiap umat Islam wajib menuntut ilmu. Bagaimana hukum mempelajari Ilmu Agama? … Kewajiban menuntut ilmu terdapat pada Alquran surah … Ada berapa syarat dalam menuntut ilmu? …

Pendidikan Agama Islam #19

Berakhirnya seluruh kehidupan di dunia dinamakan … Hari kiamat di jelaskan dalam Alquran, surah … .Tempat berkumpulnya manusia di akhirat di sebut padang … Salah satu hikmah mempercayai datangnya hari akhir, yaitu … … Surah yang menjelaskan bahwa ‘Allah Subhanahu Wa Ta`ala tempat meminta’, yaitu … …

Pendidikan Agama Islam #13

Nama pedang Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … … Apa nama peperangan pertama yang berlaku dalam sejarah Islam? … Apa makanan kegemaran Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam? … Apa warna kesukaan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam? … Sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapa yang berselawat kepadaku sekali, maka Allah akan berselawat kepadanya … kali.”

Kamus Istilah Islam

subuh

Apa itu subuh? su.buh (1) waktu antara terbit fajar dan menjelang terbit matahari; waktu subuh; (2) waktu salat wajib setelah terbit fajar sampai menjelang matahari terbit; (3) (huruf awal ditulis k...

berhala

Apa itu berhala? ber.ha.la patung dewa atau sesuatu yang didewakan yang disembah dan dipuja; di daerah itu masih terdapat suku bangsa penyembah berhala menuju; mengarah; dikayuhnya perahu itu berhal...