QS. Faathir (Pencipta) – surah 35 ayat 39 [QS. 35:39]

ہُوَ الَّذِیۡ جَعَلَکُمۡ خَلٰٓئِفَ فِی الۡاَرۡضِ ؕ فَمَنۡ کَفَرَ فَعَلَیۡہِ کُفۡرُہٗ ؕ وَ لَا یَزِیۡدُ الۡکٰفِرِیۡنَ کُفۡرُہُمۡ عِنۡدَ رَبِّہِمۡ اِلَّا مَقۡتًا ۚ وَ لَا یَزِیۡدُ الۡکٰفِرِیۡنَ کُفۡرُہُمۡ اِلَّا خَسَارًا
Huwal-ladzii ja’alakum khalaa-ifa fiil ardhi faman kafara fa’alaihi kufruhu walaa yaziidul kaafiriina kufruhum ‘inda rabbihim ilaa maqtan walaa yaziidul kaafiriina kufruhum ilaa khasaaran;

Dialah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah di muka bumi.
Barangsiapa yang kafir, maka (akibat) kekafirannya menimpa dirinya sendiri.
Dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kemurkaan pada sisi Tuhannya dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kerugian mereka belaka.
―QS. 35:39
Topik ▪ Maksiat dan dosa ▪ Menanggung dosa orang lain ▪ Al Qur’an benar-benar dari Allah
35:39, 35 39, 35-39, Faathir 39, Faathir 39, AlFathir 39, Al-Fathir 39, Fatir 39

Tafsir surah Faathir (35) ayat 39

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Faathir (35) : 39. Oleh Kementrian Agama RI

Alasan dari kepercayaan bahwa Allah Maha mengetahui ialah ayat 39 ini, yang menegaskan bahwa manusia dijadikan sebagai khalifah di muka bumi.
Sebagai khalifah yang dapat diartikan sebagai penguasa.
Manusia diberi kemampuan untuk memanfaatkan alam ini dengan sebaik-baiknya guna kesejahteraan hidup mereka jua.
Semuanya dengan tujuan agar mereka insaf siapakan mereka itu yang sebenarnya.
Rasa keinsafan demikian insya Allah akan mendorong untuk mensyukuri segala nikmat-Nya yang tidak terhingga itu, mengesakan Nya dari segala perbuatan dan kepercayaan yang berbau syirik, Serta menaati segala perintah Nya.
Semakin bertambah rasa kekafiran itu dalam lubuk hati mereka, makin bertambah pula kemarahan dan kemurkaan Allah.
Akan tetapi tidaklah berarti bahwa hal demikian akan mengurangi kebesaran dan keagungan Allah, sebab untuk keagungan dan kemuliaan Allah, Dia tidak memerlukan puji dan syukur manusia, seperti bunyi ayat:

Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah).
maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barang siapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.

(Q.S. Luqman [31]: 12)

Sebaliknya kerugian jualah yang akan menimpa mereka di hari akhirat kelak, seandainya mereka tidak mau kembali ke jalan yang benar, dan tetap berada dalam kekafiran.
Kerugian mana antara lain kekalnya mereka dalam siksaan api neraka Jahanam seperti diuraikan di atas.
Sengaja kalimat “tidaklah menambah kekafiran itu bagi orang-orang kafir” disebutkan dua kali karena mengandung maksud, bahwa kafir yang menimbulkan kemarahan Allah dan kafir yang mendatangkan kerugian, keduanya terpisah dan mengandung makna sendiri-sendiri.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Allahlah yang menjadikan sebagian kalian mewarisi yang lain untuk membangun dan mengolah bumi.
Dari itu, Dia berhak mendapatkan rasa syukur, bukannya kekufuran.
Maka barangsiapa yang mengingkari Allah, dia akan mendapatkan dosa akibat kekufurannya.
Di sisi Allah, sikap kufur mereka itu tidak menghasilkan apa-apa kecuali semakin bertambahnya murka Allah.
Kekufuran mereka itu hanya menghasilkan kerugian yang besar.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dialah yang menjadikan kalian khalifah-khalifah di muka bumi) lafal Khalaa-if adalah bentuk jamak dari Khaliifah, yakni Dia mengganti sebagian di antara kalian dengan sebagian yang lain, yaitu generasi demi generasi.

(Barang siapa yang kafir) di antara kalian (maka kekafirannya menimpa dirinya sendiri.) (Dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kemurkaan pada sisi Rabbnya) Dia akan bertambah murka kepadanya (dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kerugian mereka belaka) di akhirat kelak.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Allah yang menejadikan kalian (wahai manusia), sebagian meneruskan sebagian yang lain di muka bumi.
Barangsiapa di antara kalian mengingkari keesaan Allah, maka kerugian dan kekufuran atas dirinya, kekufuran orang-orang kafir di sisi Rabb mereka tidak menambah kecuali kebencian dan kemarahan, kekufuran mereka kepada Allah tidak menambah mereka kecuali kesesatan dan kebinasaan.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Selanjutnya Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Dialah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah di muka bumi.
(Q.S. Faathir [35]: 39)

Yakni suatu kaum menggantikan kaum yang lain sebelum mereka dan suatu generasi datang menggantikan generasi yang sebelumnya.
Sebagaimana yang disebutkan oleh firman-Nya:

dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi (Q.S. An-Naml [27]: 62)

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Barang siapa yang kafir, maka (akibat) kekafirannya menimpa dirinya sendiri.
(Q.S. Faathir [35]: 39)

Yakni sesungguhnya akibat dari perbuatan kafirnya itu akan memudaratkan dirinya sendiri, bukan orang lain.

Dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kemurkaan pada sisi Tuhannya.
(Q.S. Faathir [35]: 39)

Yakni selama mereka berada dalam kekufurannya, maka Allah terus-menerus murka terhadap mereka, dan selama mereka masih tetapi kafir, mereka merugikan dirinya sendiri dan keluarganya kelak di hari kiamat.
Berbeda keadaannya dengan orang-orang mukmin, karena sesungguhnya manakala seseorang dari mereka diberi usia panjang dan beramal baik, maka derajatnya makin tinggi, begitu pula kedudukannya di dalam surga’ Pahala yang diterimanya bertambah dan Tuhan yang menciptakannya makin mencintai dan menyukainya.


Informasi Surah Faathir (فاطر)
Surat Faathir terdiri atas 45 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan se­ sudah surat Al Furqaan dan merupakan surat akhir dari urutan surat-surat dalam Al-Qur’an yang dimulai dengan “Alhamdulillah”.

Dinamakan “Faathir” (pencipta) ada hubungannya dengan perkataan “Faathir” yang ter­dapat pada ayat pertama pada surat ini.

Pada ayat tersebut diterangkan bahwa Allah adalah Pencipta langit dan bumi, Pencipta malai­kat-malaikat, Pencipta semesta alam yang semuanya itu adalah sebagai bukti atas kekuasaan dan kebesaran-Nya.

Surat ini dinamai juga dengan “surat Malaikat” karena pada ayat pertama disebutkan bahwa Allah telah menjadikan malaikat-malaikat sebagai utusan-Nya yang mempunyai beberapa sayap.

Keimanan:

Bukti-bukti kekuasaan Allah dan ni’mat-ni’mat yang telah dianugerahkan-Nya
Allah menciptakan para malaikat menurut bentuk yang dikehendaki-Nya
bukti­ bukti atas kebenaran adanya hari berbangkit.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Lain-lain:

Kesenangan hidup di dunia adalah sementara
menguatkan hati Rasulullah ﷺ dalam menyeru orang-orang kafir dengan mengingatkannya kepada Rasul-rasul yang terdahulu dan orang-orang yang mendustakannya
seruan kepada manusia supaya mengerjakan amalan yang baik dan meninggalkan pekerjaan yang buruk supaya jangan mengikuti langkah syaitan
tiap-tiap orang memikul dosanya sendiri
manusia adalah khalifah Allah di muka bumi
gambaran akibat-akibat yang dite­rima oleh orang mu’min dan orang-orang kafir
tingkatan orang-orang mu’min.

Ayat-ayat dalam Surah Faathir (45 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Faathir (35) ayat 39 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Faathir (35) ayat 39 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Faathir (35) ayat 39 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Faathir - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 45 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 35:39
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Faathir.

Surah Fatir (bahasa Arab: فاطر) adalah surah ke-35 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 45 ayat.
Fathir artinya Pencipta diambil dari ayat pertama surah ini.
Fathir menerangkan bahwa Allah adalah pencipta langit dan bumi, manusia, dan makhluk lainnya.
Surah Fatir dinamakan surat Al-Mala'ikah (Malaikat) karena pada ayat pertama Allah menerangkan bahwa Allah mengutus beberapa malaikat yang memiliki sayap.

Nomor Surah 35
Nama Surah Faathir
Arab فاطر
Arti Pencipta
Nama lain Al-Mala'ikah (Malaikat)
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 43
Juz Juz 22
Jumlah ruku' 5 ruku'
Jumlah ayat 45
Jumlah kata 780
Jumlah huruf 3227
Surah sebelumnya Surah Saba’
Surah selanjutnya Surah Ya Sin
4.6
Ratingmu: 4.4 (10 orang)
Sending







Pembahasan ▪ Q S Al- Fathir/35:39 ▪ qs 35 al fatir 39 ▪ qs fathur 35:39

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim