Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Faathir (Pencipta) - surah 35 ayat 35 [QS. 35:35]

الَّذِیۡۤ اَحَلَّنَا دَارَ الۡمُقَامَۃِ مِنۡ فَضۡلِہٖ ۚ لَا یَمَسُّنَا فِیۡہَا نَصَبٌ وَّ لَا یَمَسُّنَا فِیۡہَا لُغُوۡبٌ
Al-ladzii ahallanaa daaral muqaamati min fadhlihi laa yamassunaa fiihaa nashabun walaa yamassunaa fiihaa lughuubun;
yang dengan karunia-Nya menempatkan kami dalam tempat yang kekal (surga);
di dalamnya kami tidak merasa lelah dan tidak pula merasa lesu.”
―QS. Faathir [35]: 35

Daftar isi

He who has settled us in the home of duration out of His bounty.
There touches us not in it any fatigue, and there touches us not in it weariness (of mind)."
― Chapter 35. Surah Faathir [verse 35]

ٱلَّذِىٓ yang

The One Who
أَحَلَّنَا menempatkan kami

has settled us
دَارَ rumah/tempat

(in) a Home
ٱلْمُقَامَةِ yang kekal

(of) Eternity
مِن dari

(out) of
فَضْلِهِۦ karunia-Nya

His Bounty.
لَا tidak

Not
يَمَسُّنَا kami tersentuh/merasa

touches us
فِيهَا di dalamnya

therein
نَصَبٌ penat/lelah

any fatigue
وَلَا dan tidak

and not
يَمَسُّنَا kami tersentuh/merasa

touches
فِيهَا di dalamnya

therein
لُغُوبٌ letih/lesu

weariness."

Tafsir Quran

Surah Faathir
35:35

Tafsir QS. Faathir (35) : 35. Oleh Kementrian Agama RI

Orang yang telah memperoleh nikmat dari Allah itu menyadari bahwa semua pemberian tersebut adalah semata-mata karena kasih sayang-Nya.
Tidaklah seimbang besarnya pemberian Allah itu dengan perbuatan baik yang mereka kerjakan.

Oleh karena itu, masuknya orang-orang mukmin ke dalam surga sama sekali bukanlah karena kebaikan yang mereka kerjakan, tetapi karena rahmat dan karunia Allah bagi orang yang mematuhi perintah-Nya.
Rasulullah ﷺ bersabda:

Tiada masuk surga seorang di antara kamu karena perbuatannya.

Mereka (para sahabat) bertanya,
"Apakah engkau juga tidak begitu wahai Rasulullah?"
Beliau menjawab,
"Aku juga tidak, melainkan karena Allah memberi rahmat dan karunia kepadaku."
(Riwayat Muslim dari Jabir bin ‘Abdullah)

Di surga itu mereka tidak menemui kesulitan atau rintangan lagi sebagaimana yang mereka rasakan dalam kehidupan di dunia ini.

Mereka juga tidak merasa lelah dan letih.
Semuanya terasa nikmat dan menggembirakan.

Ringkasnya surga itulah tempat nikmat yang kekal dan abadi, di mana penghuninya dapat menikmati kesenangan itu sebagai ganjaran kepatuhan dan ketaatan mereka di dunia ini.
Allah ﷻ berfirman:

كُلُوْا وَاشْرَبُوْا هَنِيْۤـًٔا ۢبِمَآ اَسْلَفْتُمْ فِى الْاَيَّامِ الْخَالِيَةِ

(Kepada mereka dikatakan),
"Makan dan minumlah dengan nikmat karena amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu."
(Al-Haqqah [69]: 24)

Tafsir QS. Faathir (35) : 35. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Dengan karunia-Nya, Dialah yang menempatkan kami di tempat yang penuh nikmat dan keabadian.
Kini kami tidak mengalami keletihan lagi, juga tidak merasakan kelesuan. "

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Dia-lah yang membuat kami tinggal di surga dengan karunia-Nya, di dalamnya kami tidak merasa lelah atau capek.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Yang menempatkan kami dalam tempat yang kekal) sebagai tempat tinggal kami


(dari karunia-Nya, di dalamnya kami tidak merasa lelah) yakni tiada merasa payah


(dan tiada pula merasa lesu") karena kecapekan, sebab di dalam surga tidak ada lagi yang namanya taklif.
Disebutkannya lafal yang kedua padahal maknanya sama dengan yang pertama, dimaksud untuk lebih menegaskan kenafiannya atau ketiadaannya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Yang menempatkan kami dalam tempat yang kekal (surga) dari karunia-Nya.
(QS. Faathir [35]: 35)

Mereka mengatakan bahwa Dialah yang telah menempatkan kami kedudukan dan tempat tinggal di surga ini sebagai karunia dan rahmat dari-Nya, sekalipun amal-amal kami tidak sebanding dengan karunia ini.
Di dalam sebuah hadis sahih disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

Tidaklah amal perbuatan seseorang dari kalian dapat memasukkannya ke dalam surga."
Mereka bertanya,
"Dan tidak juga Engkau, Wahai Rasulullah ?"
Rasulullah ﷺ menjawab,
"Tidak juga diriku terkecuali bila Allah subhanahu wa ta’ala mencurahkan rahmat dan karunia-Nya kepadaku."

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

di dalamnya kami tiada merasa lelah dan tidak pula merasa lesu.
(QS. Faathir [35]: 35)

Yakni di dalam surga kami tidak mengalami lagi kelelahan, kelesuan, dan kepayahan, seakan-akan makna yang dimaksud menunjukkan bahwa hal tersebut ditiadakan dari mereka, tiada kelelahan pada tubuh mereka, tiada pula pada arwah mereka, hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.
Yang antara lain ialah dahulu mereka terbiasa mengerjakan ibadah ketika di dunia secara rutin, dan setelah mereka masuk surga kewajiban itu digugurkan dari mereka, kemudian mereka berada di dalam kesenangan yang abadi dan terus-menerus.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman kepada mereka (ahli surga):

Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu."
(QS. Al-Haqah: 24)

Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Faathir (35) Ayat 35

Diriwayatkan oleh al-Baihaqi di dalam kitab al-Ba’ts dan Ibnu Abi Hatim, dari Nafi’ bin al-Harits, yang bersumber dari ‘Abdullah bin Abi Aufa, bahwa seorang laki-laki bertanya kepada Nabi ﷺ: “Yaa Rasulullah, sesungguhnya tidur merupakan kenikmatan dari Allah di dunia ini.
Apakah nanti di surga kita bisa tidur?”

Rasulullah menjawab:
“Tidak ada.
Karena tidur itu kawannya maut, sedang surga tidak ada maut.” Ia bertanya lagi: “Bagaimana istirahat mereka(ahli surga) itu ?” Pertanyaan ini menyinggung perasaan Rasulullah.
Beliau bersabda: “Tidak ada capek di surga, semuanya serba senang dan enak.” Ayat ini (Fathir: 35) turun sebagai penegasan atas ucapan Rasulullah tadi.

Sumber : Asbabun Nuzul – K.H.Q Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Kata Pilihan Dalam Surah Faathir (35) Ayat 35

HARIIR
حَرِير

Dalam bahasa Arab, lafaz hariir berarti jenis kain yang halus, yang biasaa disebut sebagai sutera.

Lafaz ini disebut tiga kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
Al Hajj (22), ayat 23;
Faathir (35), ayat 33;
• Al Insaan (76), ayat 12.

Kesemuanya merujuk pada arti sutera yang menjadi pakaian orang beriman dan beramal shaleh di syurga.
Imam Syaukani menegaskan, semua pakaian yang dipakai oleh penduduk syurga adalah sutera.
Pakaian ini berbeda dengan pakaian yang dikenakan oleh penduduk neraka yang dibuat dari api seperti yang diterangkan dalam surah Al Hajj ayat ke 19.
Dalam ayat 21, surah Al Insaan diterangkan sutera yang dipakai di syurga adalah sutera jenis sundus yang bentuknya tebal dan dipakai pada bahagian luar dan istabraq yang bentuknya tipis dipakai pada bahagian dalam.
Kedua jenis sutera ini adalah jenis sutera yang paling bagus.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:190

Unsur Pokok Surah Faathir (فاطر)

Surat Faathir terdiri atas 45 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al-Furqaan dan merupakan surat akhir dari urutan surat-surat dalam Alquran yang dimulai dengan "Alhamdulillah".

Dinamakan "Faathir" (pencipta) ada hubungannya dengan perkataan "Faathir" yang terdapat pada ayat pertama pada surat ini.

Pada ayat tersebut diterangkan bahwa Allah adalah Pencipta langit dan bumi, Pencipta malaikatmalaikat, Pencipta semesta alam yang semuanya itu adalah sebagai bukti atas kekuasaan dan kebesaran-Nya.

Surat ini dinamai juga dengan "surat Malaikat" karena pada ayat pertama disebutkan bahwa Allah telah menjadikan malaikatmalaikat sebagai utusan-Nya yang mempunyai beberapa sayap.

Keimanan:

▪ Bukti-bukti kekuasaan Allah dan nikmat-nikmat yang telah dianugerahkan-Nya.
▪ Allah menciptakan para malaikat menurut bentuk yang dikehendaki-Nya.
▪ Bukti-bukti atas kebenaran adanya hari berbangkit.

Lain-lain:

▪ Kesenangan hidup di dunia adalah sementara.
▪ Menguatkan hati Rasulullah ﷺ dalam menyeru orang-orang kafir dengan mengingatkannya kepada Rasulrasul yang terdahulu dan orang-orang yang mendustakannya.
▪ Seruan kepada manusia supaya mengerjakan amalan yang baik dan meninggalkan pekerjaan yang buruk supaya jangan mengikuti langkah syaitan.
▪ Tiap-tiap orang memikul dosanya sendiri.
▪ Manusia adalah khalifah Allah di muka bumi.
▪ Gambaran akibat-akibat yang diterima oleh orang mukmin dan orang-orang kafir.
▪ Tingkatan orang-orang mukmin.

Audio Murottal

QS. Faathir (35) : 1-45 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 45 + Terjemahan Indonesia



QS. Faathir (35) : 1-45 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 45

Gambar Kutipan Ayat

Surah Faathir ayat 35 - Gambar 1 Surah Faathir ayat 35 - Gambar 2
Statistik QS. 35:35
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah Faathir.

Surah Fatir (bahasa Arab: فاطر) adalah surah ke-35 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 45 ayat.
Fathir artinya Pencipta diambil dari ayat pertama surah ini.
Fathir menerangkan bahwa Allah adalah pencipta langit dan bumi, manusia, dan makhluk lainnya.
Surah Fatir dinamakan surat Al-Mala’ikah (Malaikat) karena pada ayat pertama Allah menerangkan bahwa Allah mengutus beberapa malaikat yang memiliki sayap.

Nomor Surah 35
Nama Surah Faathir
Arab فاطر
Arti Pencipta
Nama lain Al-Mala’ikah (Malaikat)
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 43
Juz Juz 22
Jumlah ruku’ 5 ruku’
Jumlah ayat 45
Jumlah kata 780
Jumlah huruf 3227
Surah sebelumnya Surah Saba’
Surah selanjutnya Surah Ya Sin
Sending
User Review
5 (2 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

35:35, 35 35, 35-35, Surah Faathir 35, Tafsir surat Faathir 35, Quran AlFathir 35, Al-Fathir 35, Fatir 35, Surah Al Fathir ayat 35

Video Surah

35:35


More Videos

Kandungan Surah Faathir

۞ QS. 35:1 • Kekuasaan Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Qadiir (Maha Penguasa) • Sifat-sifat malaikat • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 35:2 Sifat Iradah (berkeinginan) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 35:3 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Tauhid Uluhiyyah • Al Razzaq (Maha Pemberi rezeki) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 35:4 • Maksiat dan dosa

۞ QS. 35:5 • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 35:6 • Sifat iblis dan pembantunya • Menjaga diri dari syetan

۞ QS. 35:7 • Pahala iman • Ampunan Allah yang luas • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Azab orang kafir • Iman adalah ucapan dan perbuatan

۞ QS. 35:8 • Keluasan ilmu Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 35:9 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 35:10 • Siksa orang munafik • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh • Menghitung amal kebaikan •

۞ QS. 35:11 • Keluasan ilmu Allah • Kekuasaan Allah • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir

۞ QS. 35:12 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 35:13 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Tauhid Rububiyyah • Segala sesuatu milik Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 35:14 • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 35:15 • Allah tidak membutuhkan makhlukNya • Al Hamid (Maha Terpuji) • Al Ghaniy (Maha Kaya)

۞ QS. 35:16 • Kekuasaan Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Maksiat dan dosa

۞ QS. 35:17 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 35:18 Ar Rabb (Tuhan) • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat • Kebenaran hari penghimpunan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh

۞ QS. 35:22 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 35:24 • Hukum alam

۞ QS. 35:25 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 35:26 • Azab orang kafir

۞ QS. 35:27 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 35:28 • Ampunan Allah yang luas • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 35:29 • Berjual beli dengan Allah

۞ QS. 35:30 • Al Syakur (Maha Penerima syukur) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Pelipatgandaan pahala bagi orang mukmin • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan •

۞ QS. 35:31 • Al Bashir (Maha Melihat) • Al Khabir (Maha Waspada) • Pengakuan antara satu kitab dengan lainnya

۞ QS. 35:32 • Keutamaan umat nabi Muhammad • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya • Perbedaan tingkat amal saleh

۞ QS. 35:33 • Pahala iman • Nama-nama surga • Sifat ahli surga • Pakaian ahli surga • Keutamaan iman

۞ QS. 35:34 • Pahala iman • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Al Syakur (Maha Penerima syukur) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 35:35 • Pahala iman • Nama-nama surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Memasuki surga •

۞ QS. 35:36 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 35:37 Ar Rabb (Tuhan) • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Percakapan ahli neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 35:38 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 35:39 Ar Rabb (Tuhan) • Azab orang kafir • Menanggung dosa orang lain • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 35:40 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Mendustai Allah • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 35:41 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Sifat Mukhalafah (berbeda dengan makhluk) • Ampunan Allah yang luas • Kekuasaan Allah • Al Halim (Maha Penyabar)

۞ QS. 35:42 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 35:43 • Hukum alam • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 35:44 • Kekuasaan Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Al Qadiir (Maha Penguasa)

۞ QS. 35:45 • Al Bashir (Maha Melihat) • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

Ayat Pilihan

Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya & menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya,
dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
QS. Al-Baqarah [2]: 284

Orang yang makan (ambil) riba tak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang kemasukan setan lantaran (tekanan) gila. Disebabkan mereka berkata jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah halalkan jual beli & mengharamkan riba
QS. Al-Baqarah [2]: 275

Musa berdoa:
“Ya Tuhanku,
ampunilah aku & saudaraku & masukkanlah kami ke dalam rahmat Engkau,
dan Engkau adalah Maha Penyayang di antara para penyayang”.
QS. Al-A’raf [7]: 151

Mengapa tidak pergi sekelompok orang dari setiap golongan mereka untuk perdalam pengetahuan mereka tentang agama & untuk memberikan peringatan kepada kaumnya apabila kaumnya telah kembali kepada mereka, agar mereka dapat menjaga dirinya
QS. At-Taubah [9]: 122

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

كادَ الفَقْرُ أنْ يَكُوْنَ كُفْرًا
Arti dari kalimat di atas adalah ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Dari Anas bin Malik Radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

كادَ الفَقْرُ أنْ يَكُوْنَ كُفْرًا

'Hampir-hampir kefakiran (kemiskinan) itu menjadi kekafiran'
--HR. Imam al-Baihaqi dalam kitab 'Syu’abul Iman' (no. 6612). Hadits ini adalah hadits yang lemah.

Yang diajarkan oleh Rasulullah adalah jika kita melihat kemungkaran untuk mencegahnya pertama kali dengan ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Dalam hadits shahih disebutkan.

أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ

Barangsiapa di antara kalian melihat suatu kemungkaran maka hendaklah ia merubahnya dengan tangannya jika tidak bisa maka dengan lisannya, jika tidak bisa juga maka dengan hatinya, itulah selemah-lemahnya iman.'
[HR. Muslim dalam Al-Iman (49)]

Siapakah ilmuan muslim yang pertama menjadi penemu Al-Jabar?

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Muhammad bin Musa al-Khawarizmi adalah seorang ahli dalam bidang matematika, astronomi, astrologi, dan geografi yang berasal dari Persia. Lahir sekitar tahun 780 di Khwarizm dan wafat sekitar tahun 850 di Baghdad.

+

Di bawah ini adalah cara untuk menjadikan semangat mengamalkan ilmu dalam kehidupan kecuali ...

Correct! Wrong!

بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً
Arti dari hadist diatas adalah ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Rasulullah Shallalhu'alaihi wa sallam bersabda:

بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً

'Sampaikanlah dariku, meskipun satu ayat.'
(HR. Bukhari no. 3461)

Pendidikan Agama Islam #30
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #30 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #30 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #4

Surah dalam Alquran yang mengatakan larangan untuk melakukan terlalu banyak, makan dan minum adalah … Setelah Yakin, dalam surah Al-A’raf ayat 26, pakaian terbaik ada di mata Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah … Aurat dari tubuh pria adalah mulai … Fungsi pakaian adalah … Kejujuran adalah karakteristik dari seorang Muslim, sementara berbohong atau ketidakjujuran adalah fitur dari orang …

Pendidikan Agama Islam #7

Alquran adalah keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. Penjelasan tersebut terdapat dalam surah … Hukum yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan secara lahiriah, manusia dengan sesama manusia dan orang-orang dengan lingkungannya disebut hukum … Hukum yang berkaitan dengan perilaku moral manusia dalam kehidupan disebut hukum … Sumber hukum tertinggi dalam Islam adalah ..Hadits adalah Mubayyin untuk Alquran. Arti dari Mubayyin adalah ..

Pendidikan Agama Islam #6

Sifat dasar hukum Alquran adalah keseimbangan dalam hal aspek material dan psikologis, yang disebut sebagai … Alquran dimulai dengan surah Al Fatihah (pembukaan) dan berakhir dengan surah … Alquran adalah panduan dan pedoman manusia bagi mereka yang beriman. Ini dikonfirmasikan oleh Allah dalam surah … Alquran bertindak sebagai Hudan, yang artinya adalah … Dalam Surah Al-Baqarah ayat 2, Allah berfirman bahwa Alquran adalah pedoman untuk orang …

Kamus Istilah Islam

muslimin

Apa itu muslimin? mus.li.min para penganut agama Islam; laki-laki muslim … •

masuliah

Apa itu masuliah? ma.su.li.ah tanggung jawab; mendidik anak adalah masuliah orang tuanya … •

intelektualisasi

Apa itu intelektualisasi? in.te.lek.tu.a.li.sa.si proses, cara, per-buatan menjadikan sesuatu berdasarkan ketajaman pikiran; pencendekiaan; intelektualisasi pemikiran agama Islam … •