QS. Faathir (Pencipta) – surah 35 ayat 3 [QS. 35:3]

یٰۤاَیُّہَا النَّاسُ اذۡکُرُوۡا نِعۡمَتَ اللّٰہِ عَلَیۡکُمۡ ؕ ہَلۡ مِنۡ خَالِقٍ غَیۡرُ اللّٰہِ یَرۡزُقُکُمۡ مِّنَ السَّمَآءِ وَ الۡاَرۡضِ ؕ لَاۤ اِلٰہَ اِلَّا ہُوَ ۫ۖ فَاَنّٰی تُؤۡفَکُوۡنَ
Yaa ai-yuhaannaa-suudzkuruu ni’matallahi ‘alaikum hal min khaaliqin ghairullahi yarzuqukum minassamaa-i wal ardhi laa ilaha ilaa huwa fa-anna tu’fakuun(a);

Hai manusia, ingatlah akan nikmat Allah kepadamu.
Adakah pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezeki kepada kamu dari langit dan bumi?
Tidak ada Tuhan selain Dia, maka mengapakah kamu berpaling (dari ketauhidan)?
―QS. 35:3
Topik ▪ Tauhid Uluhiyyah
35:3, 35 3, 35-3, Faathir 3, Faathir 3, AlFathir 3, Al-Fathir 3, Fatir 3

Tafsir surah Faathir (35) ayat 3

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Faathir (35) : 3. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini, Allah subhanahu wa ta’ala menganjurkan supaya manusia itu memberikan perhatian secara khusus atas nikmat yang telah diberikan kepadanya dan menjaganya jangan sampai nikmat itu lenyap dan menghilang dari padanya.
Untuk kepentingan ini, manusia selalu harus merendahkan diri mengakui bahwa semua nikmat itu dari Allah subhanahu wa ta’ala sebagai anugerah kepadanya, yang wajib disyukurinya dengan melakukan ibadat kepada-Nya tidak kepada lain Nya, taat kepada segala perintah Nya, menjauhi semua larangan-Nya.
Satu-satunya cara untuk memelihara dan menjaga kelestarian nikmat yang ada pada seseorang ialah mensyukuri nikmat itu.
Dengan demikian Allah akan selalu menambahnya.
Sebaiknya, kalau nikmat itu tidak disyukuri, maka Allah akan menimpakan azab yang keras, sebagaimana firman-Nya.

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu dan jika kamu mengingkari (nikmat Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.
(Q.S. Ibrahim [14]: 7)

Dialah pemberi rezeki satu-satunya, baik yang turun dari langit berupa hujan dan sebagainya, maupun yang tumbuh dari bumi berupa keperluan hidup seperti beras, air, pakaian, dan sebagainya.
Tidak ada Tuhan melainkan Dia.
Kalau manusia man mengerti dan menyadari semuanya itu, tentunya dia tidak akan berpaling dari pada-Nya, tetapi dia akan tetap mengesakan-Nya, menyembah hanya kepada-Nya, tidak kepada yang lain-Nya.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Wahai umat manusia, ingatlah selalu nikmat-nikmat Allah kepada kalian.
Bersyukurlah dan penuhilah hak nikmat-nikmat yang kalian peroleh itu.
Camkanlah bahwa tak ada Pencipta selain Allah yang dapat memberi rezeki, baik yang tercurah dari langit maupun yang keluar dari bumi, untuk kelangsungan hidup kalian.
Tak ada tuhan yang dapat mencurahkan rezeki kepada para hamba-Nya kecuali Dia.
Jika demikian halnya, mengapa kalian masih mengingkari keesaan Sang Pencipta dan Pemberi rezeki dan mempersekutukan-Nya?

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Hai manusia!) penduduk Mekah (Ingatlah akan nikmat Allah kepada kalian) yang telah menempatkan kalian di tanah suci dan yang mencegah serangan-serangan dari luar terhadap kalian.

(Adakah sesuatu pencipta) huruf Min di sini adalah Zaidah atau tambahan, lafal Khaaliqin sebagai Mubtada (selain Allah) kalau dibaca Ghairu berarti menjadi Na’at atau sifat secara Mahall dari lafal Khaaliqin, kalau dibaca Ghairi berarti di’athafkan kepada lafal Khaaliqin secara Lafzhan, dan Khabar Mubtadanya adalah (yang dapat memberikan rezeki kepada kalian dari langit) yakni berupa hujan (dan) dari (bumi?) berupa tumbuh-tumbuhan.

Istifham atau kata tanya di sini mengandung makna Taqrir, yakni tidak ada pencipta dan tidak ada pemberi rezeki selain Allah.

(Tidak ada Tuhan selain Dia, maka mengapakah kalian berpaling) dari mentauhidkan-Nya?
Padahal kalian telah mengakui, bahwa Dia adalah Yang Maha Pencipta dan Maha Pemberi rezeki.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Wahai manusia, ingatlah nikmat Allah kepada kalian dengan hati, lisan dan anggota badan kalian.
Tidak ada Kahlik (pencipta) bagi kalian selain Allah yang memberi rizki kepada kalian dari langit dengan hujan, dan dari bumi dengan air, barang tambang dan lainnya.
Tidak ada Illah yang haq selain Dia semata, tiada sekutu bagi-Nya.
Lantas bagaimana kalian bisa dipalingkan dari tauhid dan ibadah kepada-Nya??

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala mengingatkan hamba-hamba-Nya dan memberi mereka petunjuk kepada hal-hal yang mengarahkan mereka untuk mengakui keesaan Allah dan menyembah hanya kepada-Nya.
Sebagaimana Allah sendirilah Yang menciptakan dan Yang memberi rezeki, maka sudah sepantasnya bila Allah sematalah yang disembah dan tidak mempersekutukan-Nya dengan yang lain, seperti dengan berhala-berhala, tandingan-tandingan, dan sesembahan-sesembahan lainnya yang batil.
Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya:

Tidak ada Tuhan selain Dia, maka mengapakah kamu berpaling (dari ketauhidan)?
(Q.S. Faathir [35]: 3)

Yakni mengapa kalian berpaling dari mengesakan Allah sesudah adanya penjelasan dan bukti-bukti yang terang ini, lalu kalian menyembah sesudah itu tandingan-tandingan dan berhala-berhala, hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.


Informasi Surah Faathir (فاطر)
Surat Faathir terdiri atas 45 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan se­ sudah surat Al Furqaan dan merupakan surat akhir dari urutan surat-surat dalam Al-Qur’an yang dimulai dengan “Alhamdulillah”.

Dinamakan “Faathir” (pencipta) ada hubungannya dengan perkataan “Faathir” yang ter­dapat pada ayat pertama pada surat ini.

Pada ayat tersebut diterangkan bahwa Allah adalah Pencipta langit dan bumi, Pencipta malai­kat-malaikat, Pencipta semesta alam yang semuanya itu adalah sebagai bukti atas kekuasaan dan kebesaran-Nya.

Surat ini dinamai juga dengan “surat Malaikat” karena pada ayat pertama disebutkan bahwa Allah telah menjadikan malaikat-malaikat sebagai utusan-Nya yang mempunyai beberapa sayap.

Keimanan:

Bukti-bukti kekuasaan Allah dan ni’mat-ni’mat yang telah dianugerahkan-Nya
Allah menciptakan para malaikat menurut bentuk yang dikehendaki-Nya
bukti­ bukti atas kebenaran adanya hari berbangkit.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Lain-lain:

Kesenangan hidup di dunia adalah sementara
menguatkan hati Rasulullah ﷺ dalam menyeru orang-orang kafir dengan mengingatkannya kepada Rasul-rasul yang terdahulu dan orang-orang yang mendustakannya
seruan kepada manusia supaya mengerjakan amalan yang baik dan meninggalkan pekerjaan yang buruk supaya jangan mengikuti langkah syaitan
tiap-tiap orang memikul dosanya sendiri
manusia adalah khalifah Allah di muka bumi
gambaran akibat-akibat yang dite­rima oleh orang mu’min dan orang-orang kafir
tingkatan orang-orang mu’min.

Ayat-ayat dalam Surah Faathir (45 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Faathir (35) ayat 3 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Faathir (35) ayat 3 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Faathir (35) ayat 3 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Faathir - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 45 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 35:3
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Faathir.

Surah Fatir (bahasa Arab: فاطر) adalah surah ke-35 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 45 ayat.
Fathir artinya Pencipta diambil dari ayat pertama surah ini.
Fathir menerangkan bahwa Allah adalah pencipta langit dan bumi, manusia, dan makhluk lainnya.
Surah Fatir dinamakan surat Al-Mala'ikah (Malaikat) karena pada ayat pertama Allah menerangkan bahwa Allah mengutus beberapa malaikat yang memiliki sayap.

Nomor Surah 35
Nama Surah Faathir
Arab فاطر
Arti Pencipta
Nama lain Al-Mala'ikah (Malaikat)
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 43
Juz Juz 22
Jumlah ruku' 5 ruku'
Jumlah ayat 45
Jumlah kata 780
Jumlah huruf 3227
Surah sebelumnya Surah Saba’
Surah selanjutnya Surah Ya Sin
4.6
Ratingmu: 4.8 (16 orang)
Sending

URL singkat: risalahmuslim.id/35-3







Pembahasan ▪ Surat qs fatir 35 3 ▪ alfathir 3

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim