Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Faathir (Pencipta) – surah 35 ayat 22 [QS. 35:22]

وَ مَا یَسۡتَوِی الۡاَحۡیَآءُ وَ لَا الۡاَمۡوَاتُ ؕ اِنَّ اللّٰہَ یُسۡمِعُ مَنۡ یَّشَآءُ ۚ وَ مَاۤ اَنۡتَ بِمُسۡمِعٍ مَّنۡ فِی الۡقُبُوۡرِ
Wamaa yastawiil ahyaa-u walaal amwaatu innallaha yusmi’u man yasyaa-u wamaa anta bimusmi’in man fiil qubuur(i);
dan tidak (pula) sama orang yang hi-dup dengan orang yang mati.
Sungguh, Allah memberikan pendengaran kepada siapa yang Dia kehendaki dan engkau (Muhammad) tidak akan sanggup menjadikan orang yang di dalam kubur dapat mendengar.
―QS. Faathir [35]: 22

Daftar isi

And not equal are the living and the dead.
Indeed, Allah causes to hear whom He wills, but you cannot make hear those in the graves.
― Chapter 35. Surah Faathir [verse 22]

وَمَا dan tidak

And not
يَسْتَوِى sama

equal
ٱلْأَحْيَآءُ orang-orang yang hidup

(are) the living
وَلَا dan tidak

and not
ٱلْأَمْوَٰتُ orang-orang yang mati

the dead.
إِنَّ sesungguhnya

Indeed,
ٱللَّهَ Allah

Allah
يُسْمِعُ menjadikan mendengar

causes to hear
مَن orang/siapa

whom
يَشَآءُ Dia kehendaki

He wills,
وَمَآ dan tidaklah

and not
أَنتَ kamu

you
بِمُسْمِعٍ dengan menjadikan mendengar

can make hear
مَّن orang/siapa

(those) who
فِى dalam

(are) in
ٱلْقُبُورِ kubur

the graves.

Tafsir Quran

Surah Faathir
35:22

Tafsir QS. Faathir (35) : 22. Oleh Kementrian Agama RI

Pada awal ayat ini, Allah menerangkan bahwa orang-orang yang hatinya hidup karena beriman kepada Allah dan rasul-Nya, serta mengetahui Alquran dan isinya, tidak sama dengan orang yang mati hatinya akibat ditutupi kekafiran.
Mereka yang terakhir ini tidak mau mengetahui perintah dan larangan Allah, tidak dapat membedakan antara petunjuk dan kesesatan.

Ini adalah perumpamaan bagi orang-orang yang mukmin dan bagi orang-orang kafir.
Firman Allah:

اَوَمَنْ كَانَ مَيْتًا فَاَحْيَيْنٰهُ وَجَعَلْنَا لَهٗ نُوْرًا يَّمْشِيْ بِهٖ فِى النَّاسِ كَمَنْ مَّثَلُهٗ فِى الظُّلُمٰتِ لَيْسَ بِخَارِجٍ مِّنْهَا كَذٰلِكَ زُيِّنَ لِلْكٰفِرِيْنَ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ

Dan apakah orang yang sudah mati lalu Kami hidupkan dan Kami beri dia cahaya yang membuatnya dapat berjalan di tengah-tengah orang banyak, sama dengan orang yang berada dalam kegelapan, sehingga dia tidak dapat keluar dari sana?
Demikianlah dijadikan terasa indah bagi orang-orang kafir terhadap apa yang mereka kerjakan.
(Al-An’am [6]: 122)

Dan firman-Nya:

مَثَلُ الْفَرِيْقَيْنِ كَالْاَعْمٰى وَالْاَصَمِّ وَالْبَصِيْرِ وَالسَّمِيْعِ هَلْ يَسْتَوِيٰنِ مَثَلًاۗ اَفَلَا تَذَكَّرُوْنَ

Perumpamaan kedua golongan (orang kafir dan mukmin), seperti orang buta dan tuli dengan orang yang dapat melihat dan dapat mendengar.
Samakah kedua golongan itu?
Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran?
(Hud [11]: 24)

Orang mukmin itu melihat, mendengar, dan bermandikan cahaya terang-benderang ketika melintasi shirathal mustaqim sampai ke surga yang sejuk, mempunyai naungan, dan mata air yang banyak.

Sedangkan orang kafir buta dan tuli berjalan di dalam gelap gulita tidak dapat keluar daripadanya, bahkan selalu bersikap sombong di dalam kesesatannya di dunia dan akhirat sampai diberi keputusan masuk neraka yang sangat panas, penuh api menyala-nyala.
Allah memberi petunjuk kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya, mau mendengar hujjah atas kebenaran rasul, dan menerima agama yang dibawanya yaitu Islam dengan baik.

Sebagaimana halnya orang yang telah mati dimasukkan dalam kubur, tidak dapat mendengar nasihat-nasihat dan saran-saran yang akan membimbingnya ke jalan yang benar, begitu pula orang yang mati hatinya.
Tidak akan bermanfaat baginya peringatan-peringatan Allah.

Mereka tidak dapat memahami isi Alquran dan ajaran-ajaran agama.

Tafsir QS. Faathir (35) : 22. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Tidaklah dapat disamakan antara orang yang hidup karena keimanan dengan orang yang mati karena inderanya rusak dan hatinya tertutup untuk mendengarkan kebenaran.
Sesungguhnya Allah akan memberi petunjuk siapa saja yang dikehendaki-Nya untuk mendengar dan menerima bukti-bukti kekuasaan-Nya.


Karena itu, kamu, wahai Nabi, tidak dapat memperdengarkan hati yang telah mati karena pembangkangan dan kekufuran, sebagaimana kamu tidak dapat memperdengarkan orang yang telah mati di dalam kubur.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Tidak sama orang-orang yang hatinya hidup dengan iman dengan orang-orang yang hatinya mati karena kekufuran.
Sesungguhnya Allah mampu memperdengarkan dengan pendengaran kepahaman dan menerima bagi siapa yang Dia kehendaki.


Engkau (wahai Rasul) tidak bisa memperdengarkan siapa yang ada dalam kubur.
Sebagaimana engkau tidak kuasa memperdengarkan orang-orang mati dalam kubur mereka, engkau juga tidak kuasa untuk memperdengarkan orang-orang kafir tersebut karena hati mereka telah mati.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan tidak pula sama orang-orang yang hidup dan orang-orang yang mati) orang-orang beriman dengan orang-orang kafir, ditambahkannya lafal Laa pada ketiga ayat di atas untuk mengukuhkan makna tidak sama.


(Sesungguhnya Allah memberikan pendengaran kepada siapa yang dikehendaki-Nya) untuk mendapat hidayah, karena itu tidak beriman


(dan kamu sekali-kali tiada sanggup menjadikan orang yang di dalam kubur dapat mendengar) yakni orang-orang kafir, mereka diserupakan dengan orang-orang yang telah mati, maksudnya kamu tidak akan sanggup menjadikan mereka mendengar, kemudian mereka mau menerima seruanmu.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Tafsir ayat ini tidak diterangkan secara terpisah pada kitab aslinya.

Kata Pilihan Dalam Surah Faathir (35) Ayat 22

AHYAA
أَحْيَآء

Lafaz ini berbentuk jamak, mufradnya adalah al hayy yang berarti "yang hidup," lawan yang mati.
Ia juga bermakna setiap yang berbicara.

Apabila ia disandarkan kepada tumbuh-tumbuhan seperti al hayy minan nabat berarti yang segar lagi basah dan bergerak.

Ungkapan laa ya’riful hayyi minal layy bermakna dia adalah orarig yang bodoh yaitu kiasan kepada orang yang tidak tahu yang hak (benar) dan yang batil.

Al hayaah berarti kehidupan yaitu ungkapan tentang kekuatan yang bercampur mengisyaratkan perasaan dan gerakan.

Apabila disandarkan kepada Allah bermakna al baqa’ yaitu berkekalan.

Al Fayruz Abadi mengatakan, al haya (kehidupan) digunakan pada beberapa keadaan dan perkara yaitu :

• Untuk kekuatan yang terdapat dalam tumbuh-tumbuhan dan hewan.

• Untuk kekuatan yang sensitif dan karenanya binatang dinamakan hewan.
Allah menyatakan, inna ladzii ahyaahaa adalah isyarat kepada adanya kekuatan yang tumbuh (al quwwah an namiyah), dan Allah rnenyatakan, adalah isyarat kepada adanya kekuatan sensitif (al-quwwah al hassasah).
• Untuk kekuatan yang berilmu dan berakal.

• Ungkapan berkenaan dengan menghapuskan kesamaran.
Dalam hal ini, penyair ‘Udai bin Ar Ra’la’ berkata,
"Bukanlah orang yang mati itu akan beristirahat dengan kematiannya, tetapi kematian adalah kehidupan bagi yang mati."

• Kehidupan akhirat yang kekal sebagaimana Allah berfirman,

yaa laitanii qaddamtu li hayatii
(Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu beramal untuk kehidupanku ini), berarti kehidupan akhirat yang kekal.

• Kehidupan yang bermaksud sifat bagi Allah yang berarti dia tidak akan mati dan hal itu tidak berlaku kecuali hanya Allah saja,

Lafaz ahyaa disebut lima kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
• Al Baqarah (2), ayat 154;
Ali Imran (3), ayat 169;
An Nahl (16), ayat 21;
Faathir (35), ayat 22;
• Al Mursalat (77), ayat 26.
Menurut Ibnu Katsir, pengertian ayat 154 dalam surah Al Baqarah adalah Allah mengabarkan, para syuhada di alam barzakh tetap hidup dan diberi karunia.

Al Qurtubi berkata tentang pentafsiran ayat 169 dalam surah Ali Imran, para syuhada tetap hidup di dalam syurga sebagai kurniaan.
Jasad mereka mati, namun hati mereka hidup sebagaimana roh-roh mukmin.
Mereka diberi rezeki di dalam syurga semenjak mereka syahid sehingga seakan-akan kehidupan dunia kekal buat mereka.

Dalam surah An Nahl, lafaz ahyaa digabungkan dengan kata ghair untuk menerangkan sifat berhala yang memiliki maksud yang tidak hidup atau mati.
Jadi mengapa (kamu) menyembah berhala yang mati, padahal kamu lebih mulia daripadanya karena ada kehidupan pada diri kamu.

Berkenaan ayat dalam surah Faathir, Ats Tsa’labi berkata,
al hayy adalah muslim dan al mayyit adalah orang kafir.

Az Zujjaj berpendapat, al ahyaa’ ialah orang mukmin dan al amwaat adalah orang kafir.
Dalilnya adalah sebagaimana Allah menyatakan pada surah An• Nahl.

Lafaz ahyaa’ dalam Al Qur’an mengandung dua makna.

Pertama, ia bermaksud yang hidup, sebagaimana pada surah An Nahl dan Al Mursalat.

Kedua, ia bermaksud kiasan bagi para syuhada dan lain-lain sebagaimana dalam surah Al Baqarah, Ali Imran dan Faathir.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:34-35

Unsur Pokok Surah Faathir (فاطر)

Surat Faathir terdiri atas 45 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al-Furqaan dan merupakan surat akhir dari urutan surat-surat dalam Alquran yang dimulai dengan "Alhamdulillah".

Dinamakan "Faathir" (pencipta) ada hubungannya dengan perkataan "Faathir" yang terdapat pada ayat pertama pada surat ini.

Pada ayat tersebut diterangkan bahwa Allah adalah Pencipta langit dan bumi, Pencipta malaikat-malaikat, Pencipta semesta alam yang semuanya itu adalah sebagai bukti atas kekuasaan dan kebesaran-Nya.

Surat ini dinamai juga dengan "surat Malaikat" karena pada ayat pertama disebutkan bahwa Allah telah menjadikan malaikat-malaikat sebagai utusan-Nya yang mempunyai beberapa sayap.

Keimanan:

▪ Bukti-bukti kekuasaan Allah dan nikmat-nikmat yang telah dianugerahkan-Nya.
▪ Allah menciptakan para malaikat menurut bentuk yang dikehendaki-Nya.
▪ Bukti-bukti atas kebenaran adanya hari berbangkit.

Lain-lain:

▪ Kesenangan hidup di dunia adalah sementara.
▪ Menguatkan hati Rasulullah ﷺ dalam menyeru orang-orang kafir dengan mengingatkannya kepada Rasul-rasul yang terdahulu dan orang-orang yang mendustakannya.
▪ Seruan kepada manusia supaya mengerjakan amalan yang baik dan meninggalkan pekerjaan yang buruk supaya jangan mengikuti langkah syaitan.
▪ Tiap-tiap orang memikul dosanya sendiri.
▪ Manusia adalah khalifah Allah di muka bumi.
▪ Gambaran akibat-akibat yang diterima oleh orang mukmin dan orang-orang kafir.
▪ Tingkatan orang-orang mukmin.

Ayat-ayat dalam Surah Faathir (45 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45

Lihat surah lainnya

Audio Murottal

QS. Faathir (35) : 1-45 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 45 + Terjemahan Indonesia



QS. Faathir (35) : 1-45 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 45

Gambar Kutipan Ayat

Surah Faathir ayat 22 - Gambar 1 Surah Faathir ayat 22 - Gambar 2
Statistik QS. 35:22
  • Rating RisalahMuslim
4.7

Ayat ini terdapat dalam surah Faathir.

Surah Fatir (bahasa Arab: فاطر) adalah surah ke-35 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 45 ayat.
Fathir artinya Pencipta diambil dari ayat pertama surah ini.
Fathir menerangkan bahwa Allah adalah pencipta langit dan bumi, manusia, dan makhluk lainnya.
Surah Fatir dinamakan surat Al-Mala’ikah (Malaikat) karena pada ayat pertama Allah menerangkan bahwa Allah mengutus beberapa malaikat yang memiliki sayap.

Nomor Surah 35
Nama Surah Faathir
Arab فاطر
Arti Pencipta
Nama lain Al-Mala’ikah (Malaikat)
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 43
Juz Juz 22
Jumlah ruku’ 5 ruku’
Jumlah ayat 45
Jumlah kata 780
Jumlah huruf 3227
Surah sebelumnya Surah Saba’
Surah selanjutnya Surah Ya Sin
Sending
User Review
4.3 (21 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

35:22, 35 22, 35-22, Surah Faathir 22, Tafsir surat Faathir 22, Quran AlFathir 22, Al-Fathir 22, Fatir 22, Surah Al Fathir ayat 22

Video Surah

35:22


Load More

Kandungan Surah Faathir

۞ QS. 35:1 • Kekuasaan Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Qadiir (Maha Penguasa) • Sifat-sifat malaikat • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 35:2 Sifat Iradah (berkeinginan) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 35:3 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Tauhid Uluhiyyah • Al Razzaq (Maha Pemberi rezeki) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 35:4 • Maksiat dan dosa

۞ QS. 35:5 • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 35:6 • Sifat iblis dan pembantunya • Menjaga diri dari syetan

۞ QS. 35:7 • Pahala iman • Ampunan Allah yang luas • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Azab orang kafir • Iman adalah ucapan dan perbuatan

۞ QS. 35:8 • Keluasan ilmu Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 35:9 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 35:10 • Siksa orang munafik • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh • Menghitung amal kebaikan •

۞ QS. 35:11 • Keluasan ilmu Allah • Kekuasaan Allah • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir

۞ QS. 35:12 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 35:13 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Tauhid Rububiyyah • Segala sesuatu milik Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 35:14 • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 35:15 • Allah tidak membutuhkan makhlukNya • Al Hamid (Maha Terpuji) • Al Ghaniy (Maha Kaya)

۞ QS. 35:16 • Kekuasaan Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Maksiat dan dosa

۞ QS. 35:17 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 35:18 Ar Rabb (Tuhan) • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat • Kebenaran hari penghimpunan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh

۞ QS. 35:22 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 35:24 • Hukum alam

۞ QS. 35:25 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 35:26 • Azab orang kafir

۞ QS. 35:27 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 35:28 • Ampunan Allah yang luas • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 35:29 • Berjual beli dengan Allah

۞ QS. 35:30 • Al Syakur (Maha Penerima syukur) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Pelipatgandaan pahala bagi orang mukmin • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan •

۞ QS. 35:31 • Al Bashir (Maha Melihat) • Al Khabir (Maha Waspada) • Pengakuan antara satu kitab dengan lainnya

۞ QS. 35:32 • Keutamaan umat nabi Muhammad • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya • Perbedaan tingkat amal saleh

۞ QS. 35:33 • Pahala iman • Nama-nama surga • Sifat ahli surga • Pakaian ahli surga • Keutamaan iman

۞ QS. 35:34 • Pahala iman • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Al Syakur (Maha Penerima syukur) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 35:35 • Pahala iman • Nama-nama surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Memasuki surga •

۞ QS. 35:36 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 35:37 Ar Rabb (Tuhan) • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Percakapan ahli neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 35:38 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 35:39 Ar Rabb (Tuhan) • Azab orang kafir • Menanggung dosa orang lain • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 35:40 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Mendustai Allah • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 35:41 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Sifat Mukhalafah (berbeda dengan makhluk) • Ampunan Allah yang luas • Kekuasaan Allah • Al Halim (Maha Penyabar)

۞ QS. 35:42 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 35:43 • Hukum alam • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 35:44 • Kekuasaan Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Al Qadiir (Maha Penguasa)

۞ QS. 35:45 • Al Bashir (Maha Melihat) • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

Ayat Pilihan

Hari ini telah Ku-sempurnakan untukmu agamamu,
dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku,
dan telah Ku-ridhai Islam jadi agama bagimu.
QS. Al-Ma’idah [5]: 3

Pengetahuan tentang kiamat adalah pada sisi Tuhanku,
tak seorangpun dapat jelaskan waktu kedatangannya selain Dia.
Kiamat itu amat berat (huru haranya) yang di langit & di bumi.
Kiamat tak datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba
QS. Al-A’raf [7]: 187

Zakariya berdoa kepada Tuhan seraya berkata

رَبِّ هَبْ لِيْ مِنْ لَّدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةًۚ اِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعَاۤءِ

“Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa”
QS. Ali ‘Imran [3]: 38

Jangan kamu berlebihan (melampaui batas) dengan cara tak benar dalam agama.
Dan jangan ikuti hawa nafsu orang yang telah sesat dahulunya & mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia),
dan mereka tersesat dari jalan lurus
QS. Al-Ma’idah [5]: 77

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Nama isteri Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam selepas Khadijah ialah ...

Correct! Wrong!

Nama anak lelaki Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam yaitu ...

Correct! Wrong!

Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam lahir pada bulan ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam lahir pada Senin, 12 Rabiul Awal, di Tahun Gajah. Lalu pada tanggal 17 Rabiul Awal ini merupakan hari ketika Rasulullah hijrah atau meninggalkan Mekkah menuju Madinah.

+

Array

Masyarakat Mekkah pada awal nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam berdakwah waktu itu sedang dilanda berbagai krisis, dan yang paling menonjol adalah krisis ...

Correct! Wrong!

Nama Ibu susuan Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam yaitu ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #12
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #12 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #12 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #8

Sumber kedua hukum dalam menetapkan Hukum tentang Alquran adalah … Hukum penggunaan hadis sebagai dasar hukum adalah … Orang yang menceritakan hadits disebut … Undang-undang tentang penggunaan Hadits-Maudu adalah … Berikut adalah hadits yang rusak, kecuali …

Pendidikan Agama Islam #20

Berikut adalah contoh bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala Maha Mendahulukan. Zakat menurut bahasa زكة , yang bermakna …Yang termasuk mustahiq (orang berhak menerima zakat) berikut yaitu … Setelah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat maka diganti oleh sahabat sebagai pemimpin ummat disebut … Jasa khalifah Umar bin Khatab yang sampai saat ini masih dipergunakan, yaitu …

Pendidikan Agama Islam #14

Ketika Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam masih remaja, baginda telah bekerja mengambil upah sebagai pengembala binatang ternak. Apakah binatang tersebut? … Dalam Islam, teladan yang baik disebut juga dengan istilah … Dalam Islam, pengendalian diri atau kontrol terhadap diri, disebut juga dengan … Pengertian Mujahadah An-Nafs adalah … Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa berjihad (berjuang) yang paling utama adalah melawan …

Kamus Istilah Islam

mubayyin

Apa itu mubayyin? Hadits merupakan mubayyin bagi Alquran, arti mubayyin adalah: Mubayyin: Ism fa’il akar katanya dari ba-yâ-n yang bermakna dan . Pengunaan nama ini bagi Allah Subhanahu Wa Ta`ala artinya bahwa Dia menjelaskan tauhid dan bahwa Dia adalah Tuhan dengan argumen dan dalil-dalil definitif bagi para hamba-Nya. … • mubayin

kiblat

Apa itu kiblat? Kiblat adalah kata Arab yang merujuk arah yang dituju saat seorang Muslim mendirikan salat. Arah kiblat adalah arah dari suatu tempat ke Ka’bah di Masjidil Haram, Mekkah dengan jarak yang terdekat. Maksud “jarak yang terdekat” disini karena bumi ini bulat, sehingga arah kiblat suatu tempat itu sebenarnya lebih dari satu. Misalnya, arah ki … •

Hawa

Siapa itu Hawa? Hawa * bahasa Ibrani: חַוָּה, Ḥawwāh; * bahasa Arab: حواء‎ Hawwāʾ; * bahasa Inggris: Eve atau Eva, Chava, Hava. Adalah nama perempuan pertama dan manusia kedua yang diciptakan Allah di dunia menurut catatan Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Menurut Kitab Kejadian pasal 1 dan 2, perempuan itu diciptakan setelah Allah m … •