Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Faathir

Faathir (Pencipta) surah 35 ayat 18


وَ لَا تَزِرُ وَازِرَۃٌ وِّزۡرَ اُخۡرٰی ؕ وَ اِنۡ تَدۡعُ مُثۡقَلَۃٌ اِلٰی حِمۡلِہَا لَا یُحۡمَلۡ مِنۡہُ شَیۡءٌ وَّ لَوۡ کَانَ ذَا قُرۡبٰی ؕ اِنَّمَا تُنۡذِرُ الَّذِیۡنَ یَخۡشَوۡنَ رَبَّہُمۡ بِالۡغَیۡبِ وَ اَقَامُوا الصَّلٰوۃَ ؕ وَ مَنۡ تَزَکّٰی فَاِنَّمَا یَتَزَکّٰی لِنَفۡسِہٖ ؕ وَ اِلَی اللّٰہِ الۡمَصِیۡرُ
Walaa taziru waaziratun wizra ukhra wa-in tad’u mutsqalatun ila himlihaa laa yuhmal minhu syayun walau kaana dzaa qurba innamaa tundzirul-ladziina yakhsyauna rabbahum bil ghaibi wa-aqaamuush-shalaata waman tazakka fa-innamaa yatazakka linafsihi wa-ilallahil mashiir(u);

Dan orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain.
Dan jika seseorang yang berat dosanya memanggil (orang lain) untuk memikul dosanya itu tiadalah akan dipikulkan untuknya sedikitpun meskipun (yang dipanggilnya itu) kaum kerabatnya.
Sesungguhnya yang dapat kamu beri peringatan hanya orang-orang yang takut kepada azab Tuhannya (sekalipun) mereka tidak melihat-Nya dan mereka mendirikan sembahyang.
Dan barangsiapa yang mensucikan dirinya, sesungguhnya ia mensucikan diri untuk kebaikan dirinya sendiri.
Dan kepada Allahlah kembali(mu).
―QS. 35:18
Topik ▪ Hari Kebangkitan ▪ Kebenaran hari penghimpunan ▪ Pahala Iman
35:18, 35 18, 35-18, Faathir 18, Faathir 18, AlFathir 18, Al-Fathir 18, Fatir 18
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Faathir (35) : 18. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah subhanahu wa ta'ala menerangkan kedahsyatan hari Kiamat, pada hari itu tiap-tiap orang, memikul dosanya masing-masing.
Seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain.
Jika seorang yang merasa dosanya berat sekali, lalu meminta bantuan kepada orang lain untuk memikul sebagian dosanya, tak seorangpun yang mau menerimanya sekalipun yang dimintainya itu kaum kerabatnya, seperti ayahnya, anaknya, dan lain sebagainya.
Karena tiap-tiap orang di hari kiamat itu sibuk dengan urusannya masing-masing memikir dan merenungkan apa gerangan yang akan menimpa dirinya.
Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Hai manusia bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah satu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya, dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun.
Sesungguhnya janji Allah adalah benar.
Maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (setan) memperdayakan kamu dalam (menaati) Allah.

(Q.S.
Luqman: 33)

Dan ayat lain:

Pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari istri dan anak-anaknya, setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkan.
(Q.S.
Abasa: 34-37)

Diriwayatkan dari Ikrimah bahwa seorang bapak menggantungkan harapan kepada anaknya di Hari Kiamat dan berkata: "Wahai anakku! Bagaimana saya sebagai bapakmu, lalu anak itu memuji-mujinya dengan pujian yang baik.
Berkatalah bapak itu kepada anaknya.
"Wahai anakku ! Saya benar-benar memerlukan dari amal baikmu sekalipun hanya seberat zarah, supaya saya selamat dari keadaanku sebagaimana yang engkau lihat".
Anaknya menjawab: "Wahai bapakku! Alangkah sedikitnya yang engkau minta, tetapi saya sendiri khawatir terhadap diriku sebagaimana bapak khawatir terhadap dirimu maka saya tak dapat memberikan apa-apa barang sedikitpun".
Kemudian Ia beralih kepada istrinya yang menggantungkan harapannya dan berkata: "Wahai Polan! Bagaimanakah saya sebagai suamimu?
Lalu dipuji-pujinya suaminya itu dengan pujian yang baik.
Berkatalah suami kepada istrinya: "Saya meminta kepadamu satu saja dari amal baikmu, semoga dengan pemberianmu saya selamat dari keadaanku, sebagaimana yang kamu saksikan ini".
lstrinya menjawab: "Alangkah sedikitnya yang engkau minta, namun saya tidak bisa memberikannya karena saya khawatir juga seperti apa yang engkau khawatirkan.
Ayat ini sebagai penghibur hati Rasulullah ﷺ atas dasar dakwahnya yang tidak dapat sambutan dari kaumnya dan tetapnya mereka itu berkeras kepala.
Allah subhanahu wa ta'ala menjelaskan hahwa yang dapat menerima nasihat dan peringatan-Nya hanyalah orang-orang yang takut kepada Allah dan kepada azab-Nya yang keras di hari kemudian, sekalipun mereka tidak melihatnya.
Tidak seperti halnya orang-orang yang telah dipatri hatinya oleh Allah subhanahu wa ta'ala sehingga mereka tidak tahu apa-apa.
Mereka mengerjakan salat yang diwajibkan sesuai dengan kaifiat dan syariatnya, menyucikan hati mereka, mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta'ala Barang siapa menyucikan dirinya dari syirik dan perbuatan dosa dan kedurhakaan, maka kebaikannya itu kembali kepada dirinya sendiri begitu pula sebaliknya kalau ia berbuat maksiat bergelimang dosa maka mudaratnya itu kembali kepada dirinya.
Ayat ini ditutup dengan satu penjelasan bahwa semua urusan dikembalikan kepada Allah subhanahu wa ta'ala Tiap-tiap orang akan dibalas sesuai dengan amal perbuatannya di dunia.
Kalau balk akan dibalas dengan baik, begitu pula sebaliknya, kalau amalnya jahat akan dibalas dengan balasan yang setimpal.

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Dan hanya kepada Allahlah dikembalikan segala urusan.
(Q.S.
Al anfal: 44)

Faathir (35) ayat 18 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Faathir (35) ayat 18 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Faathir (35) ayat 18 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Seseorang yang berdosa tidak bertanggung jawab terhadap dosa lainnya.
Seandainya pun seorang yang besar dosanya memanggil orang lain untuk memikulnya, orang tersebut tidak akan memikul dosa-dosanya sedikit pun, meskipun ia adalah kerabatnya sendiri.
Setiap orang akan sibuk dengan urusan masing-masing.
Janganlah kamu bersedih, wahai Nabi, mendapatkan pembangkangan kaummu.
Sesungguhnya peringatan yang kamu sampaikan itu hanya berguna untuk mereka yang takut kepada Allah dalam kesendirian mereka serta menegakkan salat secara sempurna.
Barangsiapa yang menyucikan diri dari kotoran dan dosa-dosa, berarti ia telah membersihkan diri.
Pada akhirnya, hanya kepada Allahlah tempat kembali, dan Dia akan memperlakukan sesuatu secara hak[1].

[1] Lihat catatan kaki tafsir Az-Zumar ayat 7.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan tidaklah menanggung) setiap diri (Yang telah berbuat dosa) yakni ia tidak akan menanggung (dosa) diri (orang lain.
Dan jika memanggil) seseorang yang (diberati) oleh dosanya (untuk memikul dosa itu) yaitu memanggil orang lain untuk ikut memikul sebagian dari dosanya (tiadalah akan dipikul untuknya sedikit pun) orang yang dipanggil itu tidak akan mau memikulnya walau sedikit pun (meskipun -yang dipanggil itu- kaum kerabatnya) seperti ayah dan anaknya, tidak adanya penanggungan dosa dari kedua belah pihak ini berdasarkan keputusan dari Allah.
(Sesungguhnya yang dapat kamu beri peringatan hanya orang-orang yang takut kepada azab Rabbnya -sekalipun mereka tidak melihat-Nya) mereka tetap takut kepada-Nya sekalipun mereka tidak melihat-Nya, sebab hanya merekalah orang-orang yang dapat mengambil manfaat dari adanya peringatan itu (dan mereka mendirikan salat) mereka melestarikannya (Dan barang siapa yang menyucikan dirinya) dari kemusyrikan dan dosa-dosa lainnya (sesungguhnya ia menyucikan diri untuk kebaikan dirinya) karena kemaslahatannya akan kembali kepada dirinya sendiri.
(Dan kepada Allahlah kembali kalian) kelak di alam akhirat Dia akan membalas amal perbuatan kalian.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Jiwa pelaku dosa tidak memikul dosa jiwa yang lain.
Bila sebuah jiwa yang berat memikul dosa-dosanya bertanya tentang siapa yang berkenan untuk memikul sebagian dosanya niscaya ia tidak akan menemukannya, sekalipun yang diminta adalah kerabatnya, baik ayah atau saudara atau lainnya.
dan engkau (wahai Rasul) hanya memperingatkan orang-orang yang takut kepada adzab Rabb mereka di belakangnya, menunaikan shalat dengan sebaik-baiknya.
Barangsiapa yang membersihkan dirinya dari syirik dan kemaksiatan, maka dia hanya membersihkan untuk dirinya sendiri.
Hanya kepada Allah tempat kembali seluruh makhluk, lalu Dia membalas masing-masing sesuai dengan amal perbuatannya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Adapun firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Dan orang-orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain.
(Faathir':18)

Yaitu kelak di hari kiamat saat dilakukan perhitungan amal perbuatan.

Dan Jika seseorang yang berat dosanya memanggil (orang lain) untuk memikul dosa itu.
(Faathir':18)

Maksudnya, jika seorang yang banyak dosanya memanggil orang lain untuk sama-sama memikul dosa-dosanya yang berat agar menjadi ringan, atau untuk memikul sebagian dari dosa-dosanya,

tiadalah akan dipikulkan untuknya sedikit pun 'meskipun (yang dipanggilnya itu) kaum kerabatnya.
(Faathir':18)

Yakni sekalipun yang dimintai pertolongannya itu adalah kerabatnya sendiri, dan sekalipun dia adalah ayah atau anaknya, masing-masing orang di hari sibuk dengan urusan dan keadaannya sendiri.

Ikrimah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya Dan jika seseorang yang berat dosanya memanggil (orang lain) untuk memikul dosa itu.
(Faathir':18), hingga akhir ayat.
Bahwa seseorang dipegangi tetangganya kelak di hari kiamat, lalu orang yang dipeganginya berkata, "Ya Tuhanku, tanyakanlah kepada orang ini mengapa dia menutup pintunya di hadapanku." Dan sesungguhnya orang kafir benar-benar bergantung kepada orang mukmin, lalu orang kafir berkata, "Hai orang mukmin, sesungguhnya aku mempunyai jasa kepadamu, engkau telah mengetahui bagaimana jasaku terhadap dirimu sewaktu di dunia, dan sekarang pada hari ini aku memerlukan pertolonganmu." Maka orang mukmin itu terus-menerus memohonkan syafaat bagi orang kafir itu di hadapan Tuhannya, tetapi pada akhirnya orang kafir itu dikembalikan ke tempat yang lebih rendah daripada tempat orang mukmin itu, yaitu di neraka.
Dan sesungguhnya seorang ayah benar-benar bergantung kepada anaknya kelak di hari kiamat, lalu si ayah berkata, "Hai Anakku, siapakah diriku ini?"
Lalu si anak memujinya dengan pujian yang baik.
Si ayah berkata, "Hai Anakku, sesungguhnya sekarang aku memerlukan kebaikanmu, walaupun hanya seberat biji sawi, agar aku dapat selamat dari azab seperti yang engkau lihat sekarang ini." Lalu si anak menjawabnya, "Wahai Ayahku, betapa mudahnya permintaanmu, tetapi saya merasa takut sebagaimana takut yang melanda dirimu.
Maka aku tidak dapat memberikan sesuatu kebaikan pun kepadamu." Kemudian orang itu bergantung kepada istrinya dan mengatakan kepadanya, "Hai Istriku, siapakah aku ini?
Lalu si wanita itu memujinya dengan pujian yang baik.
Kemudian di lelaki berkata, "Sesungguhnya aku meminta suatu kebaikan darimu, sudilah engkau memberikannya kepadaku, barangkali saja dengan kebaikan itu aku dapat selamat dari penderitaanku seperti yang kamu lihat sendiri." Lalu si istri menjawab, "Betapa mudahnya permintaanmu, tetapi aku tidak mampu memberimu sesuatu apa pun, karena sesungguhnya aku pun sama merasa takut seperti ketakutan yang melanda dirimu." Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

Dan jika seseorang yang berat dosanya memanggil (orang lain) untuk memikul dosa itu.
(Faathir':18), hingga akhir ayat.

seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikit pun.
(Luqman:33)

Dan firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari istri dan anak-anaknya.
Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.
('Abasa: 34-37)

Ibnu Abu Hatim rahimahullah telah meriwayatkan dari Abu Abdullah Az-Zahrani, dari Hafs ibnu Umar, dari Al-Hakam ibnu Aban, dari Ikrimah.

Kemudian Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

Sesungguhnya yang dapat kamu beri peringatan hanya orang-orang yang takut kepada azab Tuhannya (sekalipun) mereka tidak melihat-Nya dan mereka mendirikan salat.
(Faathir':18)

Yakni sesungguhnya yang mau menerima apa yang disampaikan olehmu hanyalah orang-orang yang mempunyai akal dan pandangan hati lagi takut kepada Tuhannya dan mengerjakan apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka.

Dan barang siapa yang menyucikan dirinya, sesungguhnya ia menyucikan diri untuk kebaikan dirinya sendiri.
(Faathir':18)

Maksudnya, barang siapa yang beramal saleh, maka sesungguhnya manfaat dari amal salehnya itu kembali kepada dirinya sendiri.

Dan kepada Allah-lah kembali(mu).
(Faathir':18)

Yaitu hanya kepada-Nyalah semua makhluk dikembalikan, Dia Mahacepat perhitungan-Nya, dan setiap orang akan mendapat balasan amal perbuatannya masing-masing.
Jika amal perbuatannya baik, maka balasannya baik, dan jika amal perbuatannya buruk, maka balasannya buruk pula.

Informasi Surah Faathir (فاطر)
Surat Faathir terdiri atas 45 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan se­ sudah surat Al Furqaan dan merupakan surat akhir dari urutan surat-surat dalam Al-Qur'an yang dimulai dengan "Alhamdulillah".

Dinamakan "Faathir" (pencipta) ada hubungannya dengan perkataan "Faathir" yang ter­dapat pada ayat pertama pada surat ini.

Pada ayat tersebut diterangkan bahwa Allah adalah Pencipta langit dan bumi, Pencipta malai­kat-malaikat, Pencipta semesta alam yang semuanya itu adalah sebagai bukti atas kekuasaan dan kebesaran-Nya.

Surat ini dinamai juga dengan "surat Malaikat" karena pada ayat pertama disebutkan bahwa Allah telah menjadikan malaikat-malaikat sebagai utusan-Nya yang mempunyai beberapa sayap.

Keimanan:

Bukti-bukti kekuasaan Allah dan ni'mat-ni'mat yang telah dianugerahkan-Nya
Allah menciptakan para malaikat menurut bentuk yang dikehendaki-Nya
bukti­ bukti atas kebenaran adanya hari berbangkit.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Lain-lain:

Kesenangan hidup di dunia adalah sementara
menguatkan hati Rasulullah ﷺ dalam menyeru orang-orang kafir dengan mengingatkannya kepada Rasul-rasul yang terdahulu dan orang-orang yang mendustakannya
seruan kepada manusia supaya mengerjakan amalan yang baik dan meninggalkan pekerjaan yang buruk supaya jangan mengikuti langkah syaitan
tiap-tiap orang memikul dosanya sendiri
manusia adalah khalifah Allah di muka bumi
gambaran akibat-akibat yang dite­rima oleh orang mu'min dan orang-orang kafir
tingkatan orang-orang mu'min.


Gambar Kutipan Surah Faathir Ayat 18 *beta

Surah Faathir Ayat 18



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Faathir

Surah Fatir (bahasa Arab: فاطر) adalah surah ke-35 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 45 ayat.
Fathir artinya Pencipta diambil dari ayat pertama surah ini.
Fathir menerangkan bahwa Allah adalah pencipta langit dan bumi, manusia, dan makhluk lainnya.
Surah Fatir dinamakan surat Al-Mala'ikah (Malaikat) karena pada ayat pertama Allah menerangkan bahwa Allah mengutus beberapa malaikat yang memiliki sayap.

Nomor Surah 35
Nama Surah Faathir
Arab فاطر
Arti Pencipta
Nama lain Al-Mala'ikah (Malaikat)
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 43
Juz Juz 22
Jumlah ruku' 5 ruku'
Jumlah ayat 45
Jumlah kata 780
Jumlah huruf 3227
Surah sebelumnya Surah Saba’
Surah selanjutnya Surah Ya Sin
4.9
Rating Pembaca: 4.7 (27 votes)
Sending








Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku