Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Faathir (Pencipta) – surah 35 ayat 18 [QS. 35:18]

وَ لَا تَزِرُ وَازِرَۃٌ وِّزۡرَ اُخۡرٰی ؕ وَ اِنۡ تَدۡعُ مُثۡقَلَۃٌ اِلٰی حِمۡلِہَا لَا یُحۡمَلۡ مِنۡہُ شَیۡءٌ وَّ لَوۡ کَانَ ذَا قُرۡبٰی ؕ اِنَّمَا تُنۡذِرُ الَّذِیۡنَ یَخۡشَوۡنَ رَبَّہُمۡ بِالۡغَیۡبِ وَ اَقَامُوا الصَّلٰوۃَ ؕ وَ مَنۡ تَزَکّٰی فَاِنَّمَا یَتَزَکّٰی لِنَفۡسِہٖ ؕ وَ اِلَی اللّٰہِ الۡمَصِیۡرُ
Walaa taziru waaziratun wizra ukhra wa-in tad’u mutsqalatun ila himlihaa laa yuhmal minhu syayun walau kaana dzaa qurba innamaa tundzirul-ladziina yakhsyauna rabbahum bil ghaibi wa-aqaamuush-shalaata waman tazakka fa-innamaa yatazakka linafsihi wa-ilallahil mashiir(u);
Dan orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain.
Dan jika seseorang yang dibebani berat dosanya memanggil (orang lain) untuk memikul bebannya itu tidak akan dipikulkan sedikit pun, meskipun (yang dipanggilnya itu) kaum kerabatnya.
Sesungguhnya yang dapat engkau beri peringatan hanya orang-orang yang takut kepada (azab) Tuhannya (sekalipun) mereka tidak melihat-Nya dan mereka yang melaksanakan salat.
Dan barangsiapa menyucikan dirinya, sesungguhnya dia menyucikan diri untuk kebaikan dirinya sendiri.
Dan kepada Allah-lah tempat kembali.
―QS. Faathir [35]: 18

And no bearer of burdens will bear the burden of another.
And if a heavily laden soul calls (another) to (carry some of) its load, nothing of it will be carried, even if he should be a close relative.
You can only warn those who fear their Lord unseen and have established prayer.
And whoever purifies himself only purifies himself for (the benefit of) his soul.
And to Allah is the (final) destination.
― Chapter 35. Surah Faathir [verse 18]

وَلَا dan tidak

And not
تَزِرُ memikul beban

will bear
وَازِرَةٌ orang yang memikul beban (berdosa)

bearer of burdens
وِزْرَ beban (dosa)

burden
أُخْرَىٰ orang lain

(of) another.
وَإِن dan jika

And if
تَدْعُ memanggil

calls
مُثْقَلَةٌ orang yang berat

a heavily laden
إِلَىٰ untuk

to
حِمْلِهَا memikulnya

(carry) its load,
لَا tidak

not
يُحْمَلْ dipikul

will be carried
مِنْهُ dari padanya

of it
شَىْءٌ sesuatu/sedikitpun

anything
وَلَوْ walaupun

even if
كَانَ ia adalah

he be
ذَا memiliki

near of kin. *[meaning includes next or prev. word]
قُرْبَىٰٓ kerabat

near of kin. *[meaning includes next or prev. word]
إِنَّمَا sesungguhnya hanyalah

Only
تُنذِرُ kamu beri peringatan

you can warn
ٱلَّذِينَ orang-orang yang

those who
يَخْشَوْنَ (mereka) takut

fear
رَبَّهُم Tuhan

their Lord –
بِٱلْغَيْبِ dengan yang gaib/tidak kelihatan

unseen
وَأَقَامُوا۟ dan mereka mendirikan

and establish
ٱلصَّلَوٰةَ sholat

the prayer.
وَمَن dan barang siapa

And whoever
تَزَكَّىٰ mensucikan

purifies himself,
فَإِنَّمَا maka sesungguhnya hanyalah

then only
يَتَزَكَّىٰ ia mensucikan

he purifies

Tafsir

Alquran

Surah Faathir
35:18

Tafsir QS. Faathir (35) : 18. Oleh Kementrian Agama RI


Pada ayat ini, Allah menerangkan kedahsyatan hari Kiamat.
Pada hari itu setiap orang memikul dosanya masing-masing.

Seseorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain.
Jika ada yang merasa dosanya berat sekali, lalu meminta bantuan kepada orang lain untuk memikul sebagian dosanya, maka dosa itu tidak akan dipukulkan kepada yang diminta, sekalipun itu kaum kerabatnya, seperti ayah, anak, dan lain sebagainya.

Setiap orang di hari Kiamat itu sibuk dengan urusannya masing-masing memikirkan dan merenungkan apa gerangan yang akan menimpa dirinya.
Firman Allah:

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمْ وَاخْشَوْا يَوْمًا لَّا يَجْزِيْ وَالِدٌ عَنْ وَّلَدِهٖ وَلَا مَوْلُوْدٌ هُوَ جَازٍ عَنْ وَّالِدِهٖ شَيْـًٔا اِنَّ وَعْدَ اللّٰهِ حَقٌّ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا وَلَا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللّٰهِ الْغَرُوْرُ

Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutlah pada hari yang (ketika itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya, dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikit pun.

Sungguh, janji Allah pasti benar, maka janganlah sekali-kali kamu teperdaya oleh kehidupan dunia, dan jangan sampai kamu teperdaya oleh penipu dalam (menaati) Allah. (Luqman [31]: 33)


Ayat lain menjelaskan:

يَوْمَ يَفِرُّ الْمَرْءُ مِنْ اَخِيْهِ ﴿۳۴﴾ وَاُمِّهٖ وَاَبِيْهِ ﴿۳۵﴾ وَصَاحِبَتِهٖ وَبَنِيْهِ ﴿۳۶﴾ لِكُلِّ امْرِئٍ مِّنْهُمْ يَوْمَىِٕذٍ شَأْنٌ يُّغْنِيْهِ ﴿۳۷﴾

Pada hari itu manusia lari dari saudaranya, dan dari ibu dan bapaknya, dan dari istri dan anak-anaknya.

Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang menyibukkannya. (‘Abasa [80]: 34-37)


Dalam tafsir al-Qurthubi diriwayatkan dari ‘Ikrimah bahwa seorang bapak menggantungkan harapan kepada anaknya di hari kiamat dan berkata,
"Wahai anakku! Bagaimana aku sebagai bapakmu,"
lalu anak itu memujinya dengan pujian yang baik.

Bapak itu berkata lagi kepada anaknya,
"Wahai anakku! Aku benar-benar memerlukan dari amal baikmu sekalipun hanya seberat zarrah, supaya aku selamat dari keadaanku sebagaimana yang engkau lihat."
Anaknya menjawab,
"Wahai bapakku! Alangkah sedikitnya yang engkau minta, tetapi aku sendiri khawatir terhadap diriku sebagaimana bapak khawatir terhadap diri sendiri.

Oleh karena itu, saya tidak dapat memberikan apa-apa barang sedikit pun."
Kemudian ia beralih kepada istrinya yang menggantungkan harapannya dan berkata,
"Wahai Fulanah! Bagaimanakah aku sebagai suamimu?"
Lalu dipuji-pujinya suaminya itu dengan pujian yang baik.
Berkatalah suami itu kepada istrinya,
"Aku meminta kepadamu satu saja dari amal baikmu, semoga dengan pemberianmu aku selamat dari keadaanku, sebagaimana yang kamu saksikan ini."
Istrinya menjawab,
"Alangkah sedikitnya yang engkau minta, namun aku tidak bisa memberikannya karena aku khawatir juga seperti apa yang engkau khawatirkan."



Kandungan ayat ini sebagai penghibur hati Rasulullah karena dakwahnya yang tidak mendapat sambutan baik dari kaumnya dan mereka tetap keras kepala.
Allah menjelaskan bahwa yang dapat menerima nasihat dan peringatan-Nya hanyalah orang-orang yang takut kepada Allah dan azab-Nya yang pedih di hari kemudian, sekalipun mereka tidak melihatnya.
Tidak seperti halnya orang-orang yang telah dipatri hatinya oleh Allah sehingga mereka tidak tahu apa-apa.
Mereka mengerjakan salat yang diwajibkan sesuai dengan rukun dan syaratnya, mensucikan hati mereka, dan mendekatkan diri kepada Allah.
Barang siapa menyucikan dirinya dari syirik, perbuatan dosa, dan kedurhakaan, seperti
Ayat ini ditutup dengan satu penjelasan bahwa semua urusan dikembalikan kepada Allah.
Tiap-tiap orang akan dibalas sesuai dengan
amal perbuatannya di dunia.
Kalau baik akan dibalas dengan baik, begitu pula sebaliknya, kalau amalnya jahat akan dibalas dengan balasan yang setimpal.
Firman Allah:

وَاِلَى اللّٰهِ تُرْجَعُ الْاُمُوْرُ

Hanya kepada Allah segala urusan dikembalikan. (al-Anfal [8]: 44)

Tafsir QS. Faathir (35) : 18. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Seseorang yang berdosa tidak bertanggung jawab terhadap dosa lainnya.
Seandainya pun seorang yang besar dosanya memanggil orang lain untuk memikulnya, orang tersebut tidak akan memikul dosa-dosanya sedikit pun, meskipun ia adalah kerabatnya sendiri.


Setiap orang akan sibuk dengan urusan masing-masing.
Janganlah kamu bersedih, wahai Nabi, mendapatkan pembangkangan kaummu.


Sesungguhnya peringatan yang kamu sampaikan itu hanya berguna untuk mereka yang takut kepada Allah dalam kesendirian mereka serta menegakkan salat secara sempurna.
Barangsiapa yang menyucikan diri dari kotoran dan dosa-dosa, berarti ia telah membersihkan diri.


Pada akhirnya, hanya kepada Allahlah tempat kembali, dan Dia akan memperlakukan sesuatu secara hak[1].


[1] Lihat catatan kaki tafsir Az-Zumar ayat 7.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Jiwa pelaku dosa tidak memikul dosa jiwa yang lain.
Bila sebuah jiwa yang berat memikul dosa-dosanya bertanya tentang siapa yang berkenan untuk memikul sebagian dosanya niscaya ia tidak akan menemukannya, sekalipun yang diminta adalah kerabatnya, baik ayah atau saudara atau lainnya.


dan engkau (wahai Rasul) hanya memperingatkan orang-orang yang takut kepada azab Rabb mereka di belakangnya, menunaikan shalat dengan sebaik-baiknya.
Barangsiapa yang membersihkan dirinya dari syirik dan kemaksiatan, maka dia hanya membersihkan untuk dirinya sendiri.


Hanya kepada Allah tempat kembali seluruh makhluk, lalu Dia membalas masing-masing sesuai dengan amal perbuatannya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan tidaklah menanggung) setiap diri


(Yang telah berbuat dosa) yakni ia tidak akan menanggung


(dosa) diri


(orang lain.
Dan jika memanggil) seseorang yang


(diberati) oleh dosanya


(untuk memikul dosa itu) yaitu memanggil orang lain untuk ikut memikul sebagian dari dosanya


(tiadalah akan dipikul untuknya sedikit pun) orang yang dipanggil itu tidak akan mau memikulnya walau sedikit pun


(meskipun -yang dipanggil itu- kaum kerabatnya) seperti ayah dan anaknya, tidak adanya penanggungan dosa dari kedua belah pihak ini berdasarkan keputusan dari Allah.


(Sesungguhnya yang dapat kamu beri peringatan hanya orang-orang yang takut kepada azab Rabbnya -sekalipun mereka tidak melihat-Nya) mereka tetap takut kepada-Nya sekalipun mereka tidak melihat-Nya, sebab hanya merekalah orang-orang yang dapat mengambil manfaat dari adanya peringatan itu


(dan mereka mendirikan salat) mereka melestarikannya


(Dan barang siapa yang menyucikan dirinya) dari kemusyrikan dan dosa-dosa lainnya


(sesungguhnya ia menyucikan diri untuk kebaikan dirinya) karena kemaslahatannya akan kembali kepada dirinya sendiri.


(Dan kepada Allahlah kembali kalian) kelak di alam akhirat Dia akan membalas amal perbuatan kalian.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:



Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan orang-orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain.
(QS. Faathir [35]: 18)

Yaitu kelak di hari kiamat saat dilakukan perhitungan amal perbuatan.

Dan Jika seseorang yang berat dosanya memanggil (orang lain) untuk memikul dosa itu.
(QS. Faathir [35]: 18)

Maksudnya, jika seorang yang banyak dosanya memanggil orang lain untuk sama-sama memikul dosa-dosanya yang berat agar menjadi ringan, atau untuk memikul sebagian dari dosa-dosanya,

tiadalah akan dipikulkan untuknya sedikit pun ‘meskipun (yang dipanggilnya itu) kaum kerabatnya.
(QS. Faathir [35]: 18)

Yakni sekalipun yang dimintai pertolongannya itu adalah kerabatnya sendiri, dan sekalipun dia adalah ayah atau anaknya, masing-masing orang di hari sibuk dengan urusan dan keadaannya sendiri.

Ikrimah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya Dan jika seseorang yang berat dosanya memanggil (orang lain) untuk memikul dosa itu.
(QS. Faathir [35]: 18), hingga akhir ayat.
Bahwa seseorang dipegangi tetangganya kelak di hari kiamat, lalu orang yang dipeganginya berkata,
"Ya Tuhanku, tanyakanlah kepada orang ini mengapa dia menutup pintunya di hadapanku."
Dan sesungguhnya orang kafir benar-benar bergantung kepada orang mukmin, lalu orang kafir berkata,
"Hai orang mukmin, sesungguhnya aku mempunyai jasa kepadamu, engkau telah mengetahui bagaimana jasaku terhadap dirimu sewaktu di dunia, dan sekarang pada hari ini aku memerlukan pertolonganmu."
Maka orang mukmin itu terus-menerus memohonkan syafaat bagi orang kafir itu di hadapan Tuhannya, tetapi pada akhirnya orang kafir itu dikembalikan ke tempat yang lebih rendah daripada tempat orang mukmin itu, yaitu di neraka.
Dan sesungguhnya seorang ayah benar-benar bergantung kepada anaknya kelak di hari kiamat, lalu si ayah berkata,
"Hai Anakku, siapakah diriku ini?"
Lalu si anak memujinya dengan pujian yang baik.
Si ayah berkata,
"Hai Anakku, sesungguhnya sekarang aku memerlukan kebaikanmu, walaupun hanya seberat biji sawi, agar aku dapat selamat dari azab seperti yang engkau lihat sekarang ini."
Lalu si anak menjawabnya,
"Wahai Ayahku, betapa mudahnya permintaanmu, tetapi saya merasa takut sebagaimana takut yang melanda dirimu.
Maka aku tidak dapat memberikan sesuatu kebaikan pun kepadamu."
Kemudian orang itu bergantung kepada istrinya dan mengatakan kepadanya,
"Hai Istriku, siapakah aku ini?
Lalu si wanita itu memujinya dengan pujian yang baik.
Kemudian di lelaki berkata,
"Sesungguhnya aku meminta suatu kebaikan darimu, sudilah engkau memberikannya kepadaku, barangkali saja dengan kebaikan itu aku dapat selamat dari penderitaanku seperti yang kamu lihat sendiri."
Lalu si istri menjawab,
"Betapa mudahnya permintaanmu, tetapi aku tidak mampu memberimu sesuatu apa pun, karena sesungguhnya aku pun sama merasa takut seperti ketakutan yang melanda dirimu."
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Dan jika seseorang yang berat dosanya memanggil (orang lain) untuk memikul dosa itu.
(QS. Faathir [35]: 18), hingga akhir ayat.

seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikit pun.
(QS. Luqman [31]: 33)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari istri dan anak-anaknya.
Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.
(QS. ‘Abasa [80]: 34-37)

Ibnu Abu Hatim rahimahullah telah meriwayatkan dari Abu Abdullah Az-Zahrani, dari Hafs ibnu Umar, dari Al-Hakam ibnu Aban, dari Ikrimah.


Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Sesungguhnya yang dapat kamu beri peringatan hanya orang-orang yang takut kepada azab Tuhannya (sekalipun) mereka tidak melihat-Nya dan mereka mendirikan salat.
(QS. Faathir [35]: 18)

Yakni sesungguhnya yang mau menerima apa yang disampaikan olehmu hanyalah orang-orang yang mempunyai akal dan pandangan hati lagi takut kepada Tuhannya dan mengerjakan apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka.

Dan barang siapa yang menyucikan dirinya, sesungguhnya ia menyucikan diri untuk kebaikan dirinya sendiri.
(QS. Faathir [35]: 18)

Maksudnya, barang siapa yang beramal saleh, maka sesungguhnya manfaat dari amal salehnya itu kembali kepada dirinya sendiri.

Dan kepada Allah-lah kembali(mu).
(QS. Faathir [35]: 18)

Yaitu hanya kepada-Nyalah semua makhluk dikembalikan, Dia Mahacepat perhitungan-Nya, dan setiap orang akan mendapat balasan amal perbuatannya masing-masing.
Jika amal perbuatannya baik, maka balasannya baik, dan jika amal perbuatannya buruk, maka balasannya buruk pula.

Unsur Pokok Surah Faathir (فاطر)

Surat Faathir terdiri atas 45 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al-Furqaan dan merupakan surat akhir dari urutan surat-surat dalam Alquran yang dimulai dengan "Alhamdulillah".

Dinamakan "Faathir" (pencipta) ada hubungannya dengan perkataan "Faathir" yang terdapat pada ayat pertama pada surat ini.

Pada ayat tersebut diterangkan bahwa Allah adalah Pencipta langit dan bumi, Pencipta malaikatmalaikat, Pencipta semesta alam yang semuanya itu adalah sebagai bukti atas kekuasaan dan kebesaran-Nya.

Surat ini dinamai juga dengan "surat Malaikat" karena pada ayat pertama disebutkan bahwa Allah telah menjadikan malaikatmalaikat sebagai utusan-Nya yang mempunyai beberapa sayap.

Keimanan:

▪ Bukti-bukti kekuasaan Allah dan nikmat-nikmat yang telah dianugerahkan-Nya.
▪ Allah menciptakan para malaikat menurut bentuk yang dikehendaki-Nya.
▪ Bukti-bukti atas kebenaran adanya hari berbangkit.

Lain-lain:

▪ Kesenangan hidup di dunia adalah sementara.
▪ Menguatkan hati Rasulullah ﷺ dalam menyeru orang-orang kafir dengan mengingatkannya kepada Rasulrasul yang terdahulu dan orang-orang yang mendustakannya.
▪ Seruan kepada manusia supaya mengerjakan amalan yang baik dan meninggalkan pekerjaan yang buruk supaya jangan mengikuti langkah syaitan.
▪ Tiap-tiap orang memikul dosanya sendiri.
▪ Manusia adalah khalifah Allah di muka bumi.
▪ Gambaran akibat-akibat yang diterima oleh orang mukmin dan orang-orang kafir.
▪ Tingkatan orang-orang mukmin.

Audio

QS. Faathir (35) : 1-45 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 45 + Terjemahan Indonesia

QS. Faathir (35) : 1-45 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 45

Gambar Kutipan Ayat

Surah Faathir ayat 18 - Gambar 1 Surah Faathir ayat 18 - Gambar 2
Statistik QS. 35:18
  • Rating RisalahMuslim
4.9

Ayat ini terdapat dalam surah Faathir.

Surah Fatir (bahasa Arab: فاطر) adalah surah ke-35 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 45 ayat.
Fathir artinya Pencipta diambil dari ayat pertama surah ini.
Fathir menerangkan bahwa Allah adalah pencipta langit dan bumi, manusia, dan makhluk lainnya.
Surah Fatir dinamakan surat Al-Mala’ikah (Malaikat) karena pada ayat pertama Allah menerangkan bahwa Allah mengutus beberapa malaikat yang memiliki sayap.

Nomor Surah35
Nama SurahFaathir
Arabفاطر
ArtiPencipta
Nama lainAl-Mala’ikah (Malaikat)
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu43
JuzJuz 22
Jumlah ruku’5 ruku’
Jumlah ayat45
Jumlah kata780
Jumlah huruf3227
Surah sebelumnyaSurah Saba’
Surah selanjutnyaSurah Ya Sin
Sending
User Review
4.7 (27 votes)
Tags:

35:18, 35 18, 35-18, Surah Faathir 18, Tafsir surat Faathir 18, Quran AlFathir 18, Al-Fathir 18, Fatir 18, Surah Al Fathir ayat 18

▪ Qs al fatir 18 ▪ qs fathir:18 ▪ tiga hal yang dapat menyelamatkan diri dari kehancuran khutbah jumat ▪ wala taziru waziratun wizra okhra
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Ayat Lainnya

QS. Al Israa (Perjalanan Malam) – surah 17 ayat 43 [QS. 17:43]

Mahasuci dan Mahatinggi Dia dari apa yang mereka katakan, bahwa ada tuhan-tuhan selain Dia, Pemilik ’Arasy Yang Agung. Apa yang mereka katakan adalah dusta. Sungguh, Dia Mahatinggi, dengan ketinggian … 17:43, 17 43, 17-43, Surah Al Israa 43, Tafsir surat AlIsraa 43, Quran Al Isra 43, Al-Isra’ 43, Surah Al Isra ayat 43

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Salah satu tokoh dalam kisah umat masa lalu yang dapat dipetik pelajaran sebagai teladan yang baik ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Luqman adalah orang yang disebut dalam Alquran dalam surah Luqman [31] : 12-19 yang terkenal karena nasihat-nasihatnya kepada anaknya.

َبَارَكَ ٱلَّذِى نَزَّلَ ٱلْفُرْقَانَ عَلَىٰ عَبْدِهِۦ لِيَكُونَ لِلْعَٰلَمِينَ نَذِيرًا

Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaitu

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
الفرقان, artinya 'Pembeda'.
Alquran dinamakan Al-Furqan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil.

Mujahadah berasal dari bahasa Arab, yang berasal dari kata jahada, yang berarti ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Mujahadah merupakan sebuah istilah yang terbentuk dari asal kata jihad, artinya berjuang dengan sungguh-sungguh menurut syari'at Islam.

Istilah lain yang juga berasal dari kata Jihad, yakni Mujahidin. Mujahidin adalah istilah bagi pejuang (Muslim) yang turut dalam suatu peperangan atau terlibat dalam suatu pergolakan.

+

Array

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا ٱلذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ

Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaitu

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
ٱلذِّكْرَ = Adz-Dzikr (pemberi peringatan).
Firman Allah:
'Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Adz-Dzikr (Alquran), dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.'
(QS. Al Hijr [15] : 9)

Tujuan utama diturunkannya Alquran kepada umat manusia adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #15
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #15 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #15 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #23

Ayat ke 5 dari surah al-Falaq yaitu … ومن شرّ النفّثت فى العقد ومن شرّ ا سقٍ اذا وقب النفّثت

Pendidikan Agama Islam #9

Era ketidaktahuan juga disebut zaman … sanawiyah jahiliyah makiyah abu jahal madaniyah Benar! Kurang tepat! Pengertian ijtihad menurut istilah adalah

Pendidikan Agama Islam #20

Zakat menurut bahasa زكة , yang bermakna … memanah membersihkan memberikan melepaskan mengeluarkan Benar! Kurang tepat! Jasa khalifah Umar bin

Instagram