QS. Az Zumar (Rombongan-rombongan) – surah 39 ayat 74 [QS. 39:74]

وَ قَالُوا الۡحَمۡدُ لِلّٰہِ الَّذِیۡ صَدَقَنَا وَعۡدَہٗ وَ اَوۡرَثَنَا الۡاَرۡضَ نَتَبَوَّاُ مِنَ الۡجَنَّۃِ حَیۡثُ نَشَآءُ ۚ فَنِعۡمَ اَجۡرُ الۡعٰمِلِیۡنَ
Waqaaluuul hamdu lillahil-ladzii shadaqanaa wa’dahu wa-auratsanaal ardha natabau-wau minal jannati haitsu nasyaa-u fani’ma ajrul ‘aamiliin(a);

Dan mereka mengucapkan:
“Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya kepada kami dan telah (memberi) kepada kami tempat ini sedang kami (diperkenankan) menempati tempat dalam surga di mana saja yang kami kehendaki, maka surga itulah sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal”.
―QS. 39:74
Topik ▪ Surga ▪ Percakapan para ahli surga ▪ Sikap manusia terhadap kitab samawi
39:74, 39 74, 39-74, Az Zumar 74, AzZumar 74, Az-Zumar 74

Tafsir surah Az Zumar (39) ayat 74

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Az Zumar (39) : 74. Oleh Kementrian Agama RI

Para Mukminin yang amat berbahagia dan bergembira melihat nikmat dan kesenangan yang akan mereka nikmati di dalam surga itu mengucapkan, “Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya kepada kami, sebagaimana telah disampaikan oleh rasul-Nya dan doa yang selalu kami panjatkan.” Firman Allah:

Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya, dan (mendapat) tempat yang baik di surga ‘Adn.
Dan keridaan Allah lebih besar.
Itulah kemenangan yang agung.

(Q.S. At-Taubah [9]: 72)

Dan firman Allah:

Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami melalui rasul-rasul-Mu.
Dan janganlah Engkau hinakan kami pada hari Kiamat.
Sungguh, Engkau tidak pernah mengingkari janji.

(Q.S. Ali ‘Imran [3]: 194)

Ahli surga melanjutkan ucapan puji syukurnya, “Segala puji bagi Allah yang telah mewariskan kepada kami tanda surga ini sehingga kami boleh menempatinya, di mana saja kami senangi dan nikmati berbagai macam karunia yang disediakan-Nya di dalamnya.” Di antara kenikmatan surga itu adalah sebagaimana dijelaskan firman Allah berikut ini:

Dan naungan (pepohonan)nya dekat di atas mereka dan dimudahkan semudah-mudahnya untuk memetik (buah)nya.
Dan kepada mereka diedarkan bejana-bejana dari perak dan piala-piala yang bening laksana kristal.

(Q.S. Al-Insan [76]: 14-15)

Dan di sana mereka diberi segelas minuman bercampur jahe.
(Yang didatangkan dari) sebuah mata air (di surga) yang dinamakan Salsabil.
(Q.S. Al-Insan [76]: 17-18) Dan mereka dikelilingi oleh para pemuda yang tetap muda.
Apabila kamu melihatnya, akan kamu kira mereka, mutiara yang bertaburan.
Dan apabila engkau melihat (keadaan) di sana (surga), niscaya engkau akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar.

(Q.S. Al-Insan [76]: 19-20)

ada ayat ini, Allah menerangkan kepada Nabi Muhammad bagaimana suasana di akhirat nanti serta pemandangan yang indah dan menakjubkan di mana para malaikat mengelilingi ‘Arasy bertasbih memuji Allah, siap melaksanakan perintah yang akan diturunkan kepada mereka.
Dengungan tasbih mereka terdengar di sekeliling ‘Arasy.
Di antara mereka itu ada yang bertugas memikul ‘Arasy sebagaimana tersebut pada ayat:

Dan para malaikat berada di berbagai penjuru langit.
Pada hari itu delapan malaikat menjunjung ‘Arasy (singgasana) Tuhanmu di atas (kepala) mereka.

(Q.S. Al-Haqqah [69]: 17)

Mereka berdiri dalam barisan-barisan yang teratur seperti dijelaskan pada ayat:

Pada hari, ketika roh dan para malaikat berdiri bersaf-saf, mereka tidak berkata-kata, kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pengasih dan dia hanya mengatakan yang benar.
(Q.S. An-Naba’ [78]: 38)

Pada hari itu Allah memberi keputusan terhadap hamba-Nya dengan adil dan benar.
Terdengarlah dengan serentak ucapan tasbih, “Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.” Tuhan yang menciptakan langit dan bumi, yang menciptakan manusia untuk dijadikan khalifah di muka bumi, memberinya petunjuk dan hidayah.
Dia yang menjadikan siksa dan azab neraka bagi yang mendurhakai-Nya, dan menjanjikan karunia dan nikmat kepada yang menjalankan perintah-Nya dengan patuh dan taat.
Dia juga yang mematikan semua makhluk-Nya pada hari Kiamat dan menghidupkannya kembali untuk menerima balasan amal perbuatannya lalu mengadakan pengadilan untuk memperhitungkan semua amal hamba-Nya dengan adil, benar, dan bijaksana kemudian memberikan balasan bagi semua makhluk-Nya.
Yang durhaka dimasukkan ke dalam neraka dan yang mukmin dan bertakwa dimasukkan ke dalam surga sesuai dengan janji-Nya.
Segala puji dipanjatkan kepada Allah atas segala perbuatan-Nya, keadilan-Nya dan rahmat-Nya.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Orang-orang yang bertakwa itu berkata, “Segala puji hanya bagi Allah semata, yang menepati janji yang telah diucapkan kepada kami melalui rasul-rasul-Nya, yang mewariskan tanah surga kepada kami untuk kami diami sesuka kami.
Surga, sungguh, merupakan balasan terbaik bagi orang-orang yang telah berbuat baik.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan mereka mengucapkan) sewaktu mereka memasukinya, lafal ayat ini diathafkan kepada lafal Dukhuuluhaa yang diperkirakan keberadaannya tadi pada ayat sebelumnya, (“Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya kepada kami) yakni memasukkan kami ke dalam surga (dan telah memberikan kepada kami tempat ini) surga ini (sedangkan kami diperkenankan menempati) menghuni (tempat dalam surga di mana saja kami kehendaki) karena surga itu semuanya bukanlah tempat yang dipilih antara yang satu dengan yang lainnya, karena semuanya indah (maka sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal) adalah surga.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Orang-orang Mukmin berkata : Segala puji bagi Allah yang telah mewujudkan janji-NYa kepada kami melalui lisan para Rasul-Nya dan memberikan surga-Nya kepada kami, di mana kami bisa tinggal di bagian mana pun darinya. Itu adalah sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang bersungguh-sungguh dalam menaati Rabb mereka.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan mereka mengucapkan, “Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya kepada kami.” (Q.S. Az-Zumar [39]: 74)

Maksudnya, orang-orang mukmin itu apabila telah menyaksikan pahala mereka yang berlimpah di dalam surga dan pemberian yang besar, nikmat yang abadi, dan kerajaan yang besar, maka pada saat itu mereka mengatakan: Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya kepada kami.
(Q.S. Az-Zumar [39]: 74)

Yaitu apa yang telah dijanjikan-Nya melalui lisan rasul-rasul-Nya yang mulia, sebagaimana mereka pun mengatakannya dalam doa mereka semasa di dunia:

Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau.
Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat.
Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji.
(Q.S. Ali ‘Imran [3]: 194)

Dan mereka mengatakan pula dalam doanya:

dan mereka berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami ke (surga) ini.
Dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk.
Sesungguhnya telah datang rasul-rasul Tuhan kami, membawa kebenaran” (Q.S. Al-A’raf [7]: 43)

Dan mereka berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan duka cita dari kami.
Sesungguhnya Tuhan kami benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.
Yang menempatkan kami dalam tempat yang kekal (surga) dari karunia­-Nya; di dalamnya kami tiada merasa lelah dan tiada pula merasa lesu.”(Q.S. Faathir [35]: 34-35)

Dan ucapan mereka yang disitir oleh firman-Nya:

dan telah memberi kepada kami tempat ini, sedangkan kami (diperkenankan) menempati tempat dalam surga di mana saja yang telah kami kehendaki.” Maka surga itulah sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal.
(Q.S. Az-Zumar [39]: 74)

Abul Aliyah, Abu Saleh, Qatadah, As-Saddi, serta Ibnu Zaid mengatakan bahwa yang dimaksud dengan tanah dalam ayat ini ialah surga.

Ayat ini semakna dengan firman-Nya:

Dan sungguh telah Kami tulis di dalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) Lauh Mahfuz, bahwa bumi ini dipusakai hamba-hamba-Ku yang saleh.
(Q.S. Al-Anbiyaa [21]: 105)

Karena itulah disebutkan dalam surat ini oleh firman-Nya:

sedangkan kami (diperkenankan) menempati tempat dalam surga di mana saja kami kehendaki.
(Q.S. Az-Zumar [39]: 74)

Yakni di bagian mana pun kami ingin menempatinya diperkenankan, maka sebaik-baik pahala adalah yang telah kami terima sebagai balasan dari amal perbuatan kami.

Di dalam kitab Sahihain disebutkan melalui hadis Az-Zuhri, dari Anas r.a.
tentang kisah Mi’raj, bahwa Nabi ﷺ bersabda:

Aku dibawa masuk ke dalam surga, tiba-tiba di dalamnya terdapat bukit-bukit dari mutiara dan tanahnya adalah minyak kesturi.

Abdu ibnu Humaid mengatakan, telah menceritakan kepada kami Rauh ibnu Ubadah, telah menceritakan kepada kami Hammad ibnu Salamah, dari Al-Jariri, dari Abu Nadrah, dari Abu Sa’id r.a.
yang mengatakan bahwa sesungguhnya Rasulullah ﷺ pernah bertanya kepada Ibnu Sa’id tentang tanah surga, maka Ibnu Sa’id menjawab, “Tanahnya putih, baunya sangat harum seperti minyak kesturi yang murni.” Maka Rasulullah ﷺ bersabda, “Benar.”

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Imam Muslim melalui hadis Abu Salamah, dari Abu Nadrah, dari Abu Sa’id r.a.

Imam Muslim telah meriwayatkan pula dari Abu Bakar ibnu Abu Syaibah, dari Abu Usamah, dari Al-Jariri, dari Abu Nadrah, dari Abu Sa’id r.a.
yang menceritakan bahwa sesungguhnya Ibnu Sa’id pernah bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang tanah surga, maka beliau ﷺ menjawab: Pasir putih terdiri dari minyak kesturi yang murni.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Abu Gassan ibnu Ismail, telah menceritakan kepada kami Israil, dari Abu Ishaq, dari Asim Ibnu Damrah, dari Ali ibnu AbuTalib r.a.
sehubungan dengan makna firman-Nya: Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya dibawa ke dalam surga berombong-rombongan (pula).
(Q.S. Az-Zumar [39]: 73) Mereka digiring hingga sampai di pintu surga, mereka menemukan padanya sebuah pohon yang dari bagian bawah pohon itu memancar dua mata air.
Lalu mereka pergi ke salah satu mata air itu dan bersucilah mereka dari airnya.
Maka memancarlah dari tubuh mereka sinar kebahagiaan, dan kulit mereka tidak berubah lagi sesudahnya untuk selama-lamanya; dan rambut mereka tidak awut-awutan lagi selama-lamanya sesudah itu, seakan-akan rambut mereka diminyaki.
Kemudian mereka pergi ke mata air yang lainnya seakan-akan mereka mendapat perintah, lalu minumlah mereka dari airnya.
Maka lenyaplah semua kotoran dan penyakit yang ada pada perut mereka sebelumnya.
Para malaikat menyambut kedatangan mereka di depan pintu surga: Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu, berbahagialah kamu! Maka masukilah surga ini, sedangkan kamu kekal di dalamnya.
(Q.S. Az-Zumar [39]: 73) Semua pelayan surga menyambut kedatangan tuannya masing-masing seraya mengelilinginya —sebagaimana menyambut kedatangan tuannya yang lama pergi dari pengembaraannya— seraya berkata, “Bergembiralah, Allah telah menyediakan anu dan anu sebagai penghormatan buatmu.” Kemudian salah seorang dari pelayannya pergi menemui istri-istrinya dari kalangan bidadari, lalu mengatakan kepada mereka, “Si anu telah datang,” seraya menyebut namanya saat di dunia.
Maka mereka bertanya, “Apakah kamu benar-benar melihat kedatangannya?”
Pelayan itu menjawab, “Ya.” Maka kegembiraan mereka meledak sehingga tidak sabar lagi mereka keluar menuju pintu.
Lalu datanglah suami mereka, tiba-tiba menjumpai tempatnya telah dilengkapi dengan bantal-bantal yang bersusun, gelas-gelas yang terletak di dalamnya, dan permadani-permadani yang terhampar.
Kemudian ia melihat ke arah fondasi bangunan gedungnya; ternyata ia menjumpainya dibangun di atas fondasi mutiara, ada yang merah, ada yang hijau, ada yang kuning, ada yang putih, dan semua warna lainnya.
Kemudian ia arahkan pandangannya ke bagian atas gedung; seandainya Allah subhanahu wa ta’ala tidak memberinya kekuasaan, niscayalah matanya akan buta karena bagian atasnya berkilauan seperti kilat.
Kemudian ia memandang ke arah istri-istrinya dari kalangan bidadari, setelah itu ia bersandar pada dipan dipan pelaminannya seraya berkata: Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada (surga) ini.
Dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk.
(Q.S. Al-A’raf [7]: 43)


Informasi Surah Az Zumar (الزمر)
Surat Az Zumar terdiri atas 75 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Saba’.

Dinamakan “Az Zumar” (Rombongan-rombongan) karena perkataan “Az Zumar” yang ter­ dapat pada ayat 71 dan 73 ini.

Dalam ayat-ayat tersebut diterangkan keadaan manusia di hari kiamat setelah mereka di­ hisab, di waktu itu mereka terbagi atas dua rombongan satu rombongan dibawa ke neraka dan satu rombongan lagi dibawa ke surga.
Masing-masing rombongan memperoleh balasan dari apa yang mereka kerjakan di dunia dahulu.

Surat ini dinamakan juga “Al Ghuraf” (kamar-kamar) berhubung perkataan “ghuraf” yang terdapat pada ayat 20, di mana diterangkan keadaan kamar-kamar dalam surga yang diperoleh orang-orang yang bertakwa.

Keimanan:

Dalil-dalil ke-Esaan dan kekuasaan Allah
malaikat-malaikat berkumpul di sekeli­ ling ‘Arsy bertasbih kepada Tuhannya
pada hari kiamat tiap-tiap orang mempu­nyai catatan amalan masing-masing.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Perintah memumikan keta’atan kepada Allah
larangan berputus asa terhadap rahmat Allah.

Lain-lain:

Tabiat orang-orang musyrik dalam keadaan senang dan susah
perumpamaan dalam al Qur’an dan faedahnya
kedahsyatan hari kiamat
air muka orang musyrik dan air muka orang mu ‘min pada hari kiamat
janji Allah mengampuni orang-orang yang bersalah bila mereka bertaubat.

Ayat-ayat dalam Surah Az Zumar (75 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Az-Zumar (39) ayat 74 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Az-Zumar (39) ayat 74 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Az-Zumar (39) ayat 74 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Az-Zumar - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 75 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 39:74
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Az Zumar.

Surah Az-Zumar (Arab: الزمر , "Rombongan-Rombongan") adalah surah ke-39 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Makkiyah, terdiri atas 75 ayat.
Dinamakan Az-Zumar yang berarti Rombongan-Rombongan karena kata Az-Zumar yang terdapat pada ayat 71 dan 73 pada surah ini.
Dalam ayat-ayat tersebut diterangkan keadaan manusia di hari kiamat setelah mereka dihisab, di waktu itu mereka terbagi atas dua rombongan; satu rombongan dibawa ke neraka dan satu rombongan lagi dibawa ke surga.
Masing- masing rombongan memperoleh balasan dari apa yang mereka kerjakan di dunia dahulu.
Surah ini dinamakan juga Al-Ghuraf yang berarti Kamar-Kamar karena kata Ghuraf yang terdapat pada ayat 20, di mana diterangkan keadaan kamar-kamar dalam surga yang diperoleh orang-orang yang bertakwa.

Nomor Surah 39
Nama Surah Az Zumar
Arab الزمر
Arti Rombongan-rombongan
Nama lain al-Guraf (Kamar-Kamar), Ghuraf, Surah Al-‘Arab
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 59
Juz Juz 23 & 24
Jumlah ruku' 8 ruku'
Jumlah ayat 75
Jumlah kata 1180
Jumlah huruf 4871
Surah sebelumnya Surah Sad
Surah selanjutnya Surah Al-Mu’min
4.7
Ratingmu: 4.5 (9 orang)
Sending







Pembahasan ▪ video murotal qs az zumar maka surga itulah sebaik baik balasan

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim