QS. Az Zumar (Rombongan-rombongan) – surah 39 ayat 46 [QS. 39:46]

قُلِ اللّٰہُمَّ فَاطِرَ السَّمٰوٰتِ وَ الۡاَرۡضِ عٰلِمَ الۡغَیۡبِ وَ الشَّہَادَۃِ اَنۡتَ تَحۡکُمُ بَیۡنَ عِبَادِکَ فِیۡ مَا کَانُوۡا فِیۡہِ یَخۡتَلِفُوۡنَ
Qulillahumma faathiras-samaawaati wal ardhi ‘aalimal ghaibi wasy-syahaadati anta tahkumu baina ‘ibaadika fii maa kaanuu fiihi yakhtalifuun(a);

Katakanlah:
“Wahai Allah, Pencipta langit dan bumi, Yang mengetahui barang ghaib dan yang nyata, Engkaulah Yang memutuskan antara hamba-hamba-Mu tentang apa yang selalu mereka memperselisihkannya”.
―QS. 39:46
Topik ▪ Ayat yang berhubungan dengan Abu Bakar As Siddiq
39:46, 39 46, 39-46, Az Zumar 46, AzZumar 46, Az-Zumar 46

Tafsir surah Az Zumar (39) ayat 46

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Az Zumar (39) : 46. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini, Allah mengajarkan kepada nabi-Nya supaya mengucapkan kalimat-kalimat berikut ini untuk mempertebal keimanan dan memohon tambahan taufik dan hidayah-Nya, “Wahai Allah, Pencipta langit dan bumi, Yang mengetahui hal-hal yang gaib dan nyata, Engkau memutuskan segala pertikaian antara hamba-Mu tentang apa yang selalu mereka perselisihkan.
Engkaulah yang nanti akan memberi keputusan pada hari Kiamat siapa di antara kami yang benar dan yang salah, siapa yang dapat petunjuk dan siapa yang sesat.
Melalui hadisnya, Rasulullah mengajarkan doa yang dibaca ketika bangun tidur untuk salat malam: “Wahai Allah, Tuhan Jibril, Mikail, dan Israfil, Pencipta langit dan bumi, Yang Maha Mengetahui segala hal yang gaib dan nyata.
Engkau memutuskan perkara di antara hamba-hamba-Mu dalam hal yang mereka perselisihkan.
Tunjukilah aku pada kebenaran yang diperselisihkan dengan (dasar) izin-Mu.
Sungguh Engkau menunjuki siapa yang Engkau kehendaki ke jalan yang lurus.
(Riwayat Muslim, Abu Dawud, dan (Baihaqi)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Katakanlah, wahai Muhammad, dengan menghadapkan diri kepada Allah, “Ya Allah, Pencipta langit dan bumi tanpa contoh sebelumnya, Sang Mahatahu segala hal yang tampak dan yang tak tampak.
Hanya Engkaulah yang dapat menentukan hukum di antara hamba-hamba-Mu mengenai persoalan-persoalan dunia dan akhirat yang dulu mereka perselisihkan.
Maka tentukanlah hukum di antara aku dan orang-orang musyrik.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Katakanlah, “Wahai Allah) lafal Allaahumma maknanya sama dengan Yaa Allah (Pencipta langit dan bumi) yakni yang mengadakan keduanya (Yang mengetahui barang yang gaib dan yang nyata) yakni apa-apa yang gaib dan apa-apa yang nyata dapat disaksikan (Engkaulah Yang memutuskan antara hamba-hamba-Mu tentang apa yang selalu mereka perselisihkan”) mengenai masalah agama, berilah aku petunjuk kepada yang benar dari apa yang mereka perselisihkan.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Katakanlah : Ya Allah, Pencipta lanit dan bumi dan Pembuat keduanya tanpa contoh sebelumnya, yang mengetahui yang rahasia dan yang terbuka. Engkau menetapkan keputusan di antara hamba-hamba-Mu di Hari Kiamat dalam perkara-perkara yang mereka perselisihkan tentang perkataan terhadap-Mu, keagungan-Mu, kekuasaan-Mu, iman kepada-Mu dan kepada utusan-Mu. Bimbinglah aku kepada kebenaran dalam apa yang diperselisihkan, sesungguhnya Engkau membimbing siapa yang Engkau kehendaki ke jalan yang lurus. Ini termasuk doa Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam dan ia mengandung pengajaran kepada para hamba agar bersandar hanya kepada Allah dan berdoa kepada-Nya dengan nama-nama-Nya yang sangat baik dan sifat-sifat-Nya yang Mahatinggi.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala dalam firman berikutnya—setelah menyebutkan perihal orang-orang musyrik yang melakukan perbuatan tercela karena mereka suka mempersekutukan Allah dan lari dari tauhid— menyebutkan:

Katakanlah, “Ya Allah, Pencipta langit dan bumi, Yang mengetahui hal yang gaib dan yang nyata.
(Q.S. Az-Zumar [39]: 46)

Yakni serulah olehmu hanya Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, Yang menciptakan langit dan bumi, dan Yang menjadikannya tanpa contoh terlebih dahulu.

Yang mengetahui hal yang gaib dan yang nyata.
(Q.S. Az-Zumar [39]: 46)

Yaitu yang tersembunyi dan yang terang-terangan.

Engkaulah Yang memutuskan antara hamba-hamba-Mu tentang apa yang selalu mereka memperselisihkannya.
(Q.S. Az-Zumar [39]: 46)

Yakni dalam kehidupan dunia mereka, maka Engkau akan memutuskan perkara di antara mereka pada hari mereka dikembalikan dan dibangunkan dari kuburnya.

Imam Muslim di dalam kitab sahihnya mengatakan:

telah menceritakan kepada kami Abdu ibnu Humaid, telah menceritakan kepada kami Umar ibnu Yunus, telah menceritakan kepada kami Ikrimah ibnu Amar, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Abu Kasir, telah menceritakan kepadaku Abu Salamah ibnu Abdur Rahman yang mengatakan bahwa ia pernah bertanya kepada Siti Aisyah r.a.
tentang doa pembukaan yang selalu dibaca oleh Rasulullah ﷺ dalam salatnya di malam hari.
Maka Siti Aisyah r.a.
menjawab bahwa Rasulullah ﷺ apabila bangkit di malam harinya mengerjakan salat, beliau membukanya dengan bacaan berikut: Ya Allah, Tuhan Jibril, Mikail, dan Israfil, Pencipta langit dan bumi, Yang mengetahui hal yang gaib dan yang nyata, Engkaulah Yang memutuskan antara hamba-hamba-Mu tentang apa yang selalu mereka memperselisihkannya.
Tunjukilah aku kepada kebenaran dari apa yang diperselisihkan itu, dengan seizin-Mu, sesungguhnya Engkau memberi petunjuk kepada siapa yang Engkau kehendaki ke jalan yang lurus.

Imam Ahmad mengatakan:

telah menceritakan kepada kami Affan, telah menceritakan kepada kami Hammad ibnu Salamah, telah menceritakan kepada kami Suhail, dari Abu Saleh dan Abdullah ibnu Usman ibnu Khaisam, dari Aun ibnu Abdullah ibnu Atabah ibnu Mas’ud, dari Abdullah ibnu Mas’ud r.a.
yang mengatakan bahwa sesungguhnya Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Barang siapa yang mengucapkan, “Ya Allah, Pencipta langit dan bumi, Yang mengetahui hal yang gaib dan yang nyata, sesungguhnya aku berjanji kepada-Mu di dunia ini bahwa sesungguhnya aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang wajib disembah selain Engkau semata, tiada sekutu bagi-Mu, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Mu.
Dan sesungguhnya jika Engkau serahkan diriku kepada hawa nafsuku, niscaya hawa nafsuku mendekatkan diriku kepada keburukan dan menjauhkannya dari kebaikan.
Dan sesungguhnya aku tidak percaya selain kepada rahmat-Mu, maka jadikanlah bagiku di sisi-Mu suatu janji yang kelak Engkau akan memenuhinya kepadaku di hari kiamat, sesungguhnya Engkau tidak akan menyalahi janji,” kecuali Allah berfirman kepada para malaikat-Nya pada hari kiamat nanti, “Sesungguhnya hamba-Ku ini telah membuat suatu perjanjian dengan-Ku, maka penuhilah janji itu kepadanya, ” lalu Allah memasukkannya ke dalam surga.

Suhail mengatakan bahwa setelah itu ia menanyakannya kepada Al-Qasim ibnu Abdur Rahman, bahwa Aun pernah menceritakan hadis yang bunyinya demikian.
Maka Al-Qasim ibnu Abdur Rahman menjawab, bahwa tiada seorang anak perempuan pun di kalangan kami melainkan membaca doa ini di dalam kemahnya masing-masing.

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad secara tunggal.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hasan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Lahi’ah, telah menceritakan kepada kami Huyay ibnu Abdullah; Abu Abdur Rahman pernah bercerita kepadanya bahwa Abdullah ibnu Amr r.a.
mengeluarkan secarik kertas untuk kami, lalu berkata bahwa Rasulullah ﷺ pernah mengajari kami doa berikut: Ya Allah, Pencipta langit dan bumi, Yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, Engkau adalah Pemilik segala sesuatu dan Tuhannya, aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang wajib disembah melainkan Engkau semata, tiada sekutu bagi-Mu, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Mu, dan para malaikat bersaksi (demikian pula).
Aku berlindung kepada Engkau dari setan dan godaannya.
Dan aku berlindung kepada Engkau agar aku tidak melakukan perbuatan dosa terhadap diriku, atau menyeret seorang muslim untuk melakukannya.

Abu Abdur Rahman r.a.
mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ menganjurkan kepada Abdullah ibnu Amr untuk mengucapkan doa tersebut di kala ia hendak tidur.

Hadis diriwayatkan oleh Imam Ahmad dengan secara tunggal pula.

Imam Ahmad mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami Khalaf ibnul Walid, telah menceritakan kepada kami Ibnu Iyasy, dari Muhammad ibnu Ziad Al-Alhani, dari Abu Rasyid Al-Hibrani yang menceritakan bahwa ia datang kepada Abdullah ibnu Amr r.a., lalu berkata kepadanya, “Ceritakanlah kepada kami apa yang pernah engkau dengar dari Rasulullah ﷺ” Maka Abdullah ibnu Amr r.a.
membuka sebuah lembaran, lalu berkata, “Inilah yang telah dituliskan untukku dari Rasulullah ﷺ” Maka Aku melihatnya, dan ternyata di dalamnya disebutkan bahwa Abu Bakar As-Siddiq r.a.
pernah bertanya kepada Rasulullah ﷺ”Wahai Rasulullah, ajarkanlah kepadaku suatu doa yang kuucapkan di pagi hari dan di petang hari.” Maka Rasulullah ﷺ bersabda kepadanya: Hai Abu Bakar, ucapkanlah, “Ya Allah, Pencipta langit dan bumi, Yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, tidak ada Tuhan melainkan Engkau, Tuhan segala sesuatu dan Yang memilikinya.
Dan aku berlindung kepada Engkau dari kejahatan hawa nafsuku dan dari kejahatan setan dan godaannya, atau melaku­kan suatu perbuatan buruk yang berakibat memudaratkan diriku, atau menjerumuskan seorang muslim karenanya.

Imam Turmuzi meriwayatkan hadis ini dari Al-Hasan ibnu Arafah, dari Ismail ibnu Iyasy, dan Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini garib, bila ditinjau dari segi jalurnya.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hasyim, telah menceritakan kepada kami Sayyar, dari Lai’s, dari Mujahid yang mengatakan bahwa Abu Bakar As-Siddiq pernah mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ telah memerintahkan kepadanya untuk mengucapkan doa berikut di pagi hari, di petang hari, dan bila telah berada di peraduan di malam hari, yaitu: “Ya Allah, Pencipta langit dan bumi,” hingga akhir hadis.


Informasi Surah Az Zumar (الزمر)
Surat Az Zumar terdiri atas 75 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Saba’.

Dinamakan “Az Zumar” (Rombongan-rombongan) karena perkataan “Az Zumar” yang ter­ dapat pada ayat 71 dan 73 ini.

Dalam ayat-ayat tersebut diterangkan keadaan manusia di hari kiamat setelah mereka di­ hisab, di waktu itu mereka terbagi atas dua rombongan satu rombongan dibawa ke neraka dan satu rombongan lagi dibawa ke surga.
Masing-masing rombongan memperoleh balasan dari apa yang mereka kerjakan di dunia dahulu.

Surat ini dinamakan juga “Al Ghuraf” (kamar-kamar) berhubung perkataan “ghuraf” yang terdapat pada ayat 20, di mana diterangkan keadaan kamar-kamar dalam surga yang diperoleh orang-orang yang bertakwa.

Keimanan:

Dalil-dalil ke-Esaan dan kekuasaan Allah
malaikat-malaikat berkumpul di sekeli­ ling ‘Arsy bertasbih kepada Tuhannya
pada hari kiamat tiap-tiap orang mempu­nyai catatan amalan masing-masing.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Perintah memumikan keta’atan kepada Allah
larangan berputus asa terhadap rahmat Allah.

Lain-lain:

Tabiat orang-orang musyrik dalam keadaan senang dan susah
perumpamaan dalam al Qur’an dan faedahnya
kedahsyatan hari kiamat
air muka orang musyrik dan air muka orang mu ‘min pada hari kiamat
janji Allah mengampuni orang-orang yang bersalah bila mereka bertaubat.

Ayat-ayat dalam Surah Az Zumar (75 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Az-Zumar (39) ayat 46 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Az-Zumar (39) ayat 46 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Az-Zumar (39) ayat 46 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Az-Zumar - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 75 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 39:46
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Az Zumar.

Surah Az-Zumar (Arab: الزمر , "Rombongan-Rombongan") adalah surah ke-39 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Makkiyah, terdiri atas 75 ayat.
Dinamakan Az-Zumar yang berarti Rombongan-Rombongan karena kata Az-Zumar yang terdapat pada ayat 71 dan 73 pada surah ini.
Dalam ayat-ayat tersebut diterangkan keadaan manusia di hari kiamat setelah mereka dihisab, di waktu itu mereka terbagi atas dua rombongan; satu rombongan dibawa ke neraka dan satu rombongan lagi dibawa ke surga.
Masing- masing rombongan memperoleh balasan dari apa yang mereka kerjakan di dunia dahulu.
Surah ini dinamakan juga Al-Ghuraf yang berarti Kamar-Kamar karena kata Ghuraf yang terdapat pada ayat 20, di mana diterangkan keadaan kamar-kamar dalam surga yang diperoleh orang-orang yang bertakwa.

Nomor Surah 39
Nama Surah Az Zumar
Arab الزمر
Arti Rombongan-rombongan
Nama lain al-Guraf (Kamar-Kamar), Ghuraf, Surah Al-‘Arab
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 59
Juz Juz 23 & 24
Jumlah ruku' 8 ruku'
Jumlah ayat 75
Jumlah kata 1180
Jumlah huruf 4871
Surah sebelumnya Surah Sad
Surah selanjutnya Surah Al-Mu’min
4.9
Ratingmu: 4.9 (9 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta