QS. Az Zumar (Rombongan-rombongan) – surah 39 ayat 4 [QS. 39:4]

لَوۡ اَرَادَ اللّٰہُ اَنۡ یَّتَّخِذَ وَلَدًا لَّاصۡطَفٰی مِمَّا یَخۡلُقُ مَا یَشَآءُ ۙ سُبۡحٰنَہٗ ؕ ہُوَ اللّٰہُ الۡوَاحِدُ الۡقَہَّارُ
Lau araadallahu an yattakhidza waladan laashthafa mimmaa yakhluqu maa yasyaa-u subhaanahu huwallahul waahidul qahhaar(u);

Kalau sekiranya Allah hendak mengambil anak, tentu Dia akan memilih apa yang dikehendaki-Nya di antara ciptaan-ciptaan yang telah diciptakan-Nya.
Maha Suci Allah.
Dialah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan.
―QS. 39:4
Topik ▪ Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka
39:4, 39 4, 39-4, Az Zumar 4, AzZumar 4, Az-Zumar 4

Tafsir surah Az Zumar (39) ayat 4

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Az Zumar (39) : 4. Oleh Kementrian Agama RI

Allah menjelaskan dengan lebih rinci perbuatan yang menyebabkan mereka terjerumus ke dalam kesesatan.
Allah mengemukakan bahwa sekiranya Dia berkeinginan untuk mengambil anak, tentulah Dia tidak akan mengambil anak seperti yang mereka katakan.
Sudah tentu Allah berkuasa memilih anak menurut kehendak-Nya, dan yang dipilih itu tentunya anak lelaki.
Akan tetapi, mengapa orang-orang kafir Mekah itu mengatakan bahwa Allah mempunyai anak perempuan, padahal mereka sendiri enggan mempunyai anak perempuan?
Allah berfirman:

Ataukah (pantas) untuk Dia anak-anak perempuan sedangkan untuk kamu anak-anak laki-laki?
(Q.S. Ath-Thuur [52]: 39)

Dan firman-Nya:

Apakah (pantas) untuk kamu yang laki-laki dan untuk-Nya yang perempuan?
Yang demikian itu tentulah suatu pembagian yang tidak adil.

(Q.S. An-Najm [53]: 21-22)

Anggapan bahwa Allah mempunyai anak bagaimana pun juga bentuknya, adalah termasuk mempersekutukan Allah dengan tuhan-tuhan yang lain.
Hal ini berarti memecah-belah kekuasaan Tuhan.
Bagaimana pun juga anak itu tentunya mewarisi kekuasaan dari ayah, dan apabila kekuasaan itu terbagi, maka hilanglah kemahakuasaan Allah.
Hal ini tidak bisa terjadi karena Allah yang menciptakan langit dan bumi serta isinya, tentu mempunyai kekuasaan tidak terbatas, sehingga kekuasaan-Nya pun tidak mungkin terbagi-bagi.
Itulah sebabnya maka Allah menandaskan bahwa Mahasuci Dia dari sifat-sifat yang dikemukakan oleh orang-orang musyrik itu.
Sebaliknya Allah menandaskan bahwa Dia Maha Esa, tidak beranak dan tidak berbapak.
Dia tidak memerlukan sesuatu apa pun, bahkan Dia Maha Mengalahkan.
Dia berkuasa menundukkan apa saja yang ada di langit dan di bumi serta seluruh isinya, dan memaksanya tunduk takluk di bawah kekuasaan-Nya dan patuh menurut kehendak-Nya.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Seandainya Allah berkehendak mempunyai anak–seperti dikatakan orang-orang Nasrani tentang ‘Isa al-Masih dan orang-orang musyrik tentang malaikat–tentu Dia mengambil siapa saja di antara makhluk ciptaan-Nya sebagai anak yang Dia kehendaki, dan bukan yang kalian kehendaki.
Allah Mahasuci untuk mempunyai anak.
Dia adalah Allah yang tidak diserupai oleh apa pun dan Dia Maha Penakluk.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Kalau sekiranya Allah hendak mengambil anak) seperti apa yang mereka katakan, yaitu sebagaimana yang disitir oleh firman-Nya, “Tuhan Yang Maha Pemurah telah mengambil
(mempunyai) anak…”
(Q.S. Al-Anbiya, 26)

(tentu Dia akan memilih apa yang dikehendaki-Nya di antara ciptaan-ciptaan yang diciptakan-Nya) untuk dijadikan-Nya anak, bukan seperti apa yang telah mereka katakan, bahwa para malaikat itu adalah anak-anak perempuan Allah, Uzair itu putra Allah dan juga Al-Masih adalah putra Allah
(Maha Suci Allah) kalimat ini memahasucikan-Nya dari mengambil anak
(Dialah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan) semua makhluk-Nya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Sekiranya Allah hendak mengangkat seorang anak, niscaya Dia memilih siapa yang Dia kehendaki dari makhluk-Nya. Mahasuci Allah lagi Mahatinggi dari kepemilikan terhadap anak, karena Dia Maha Esa, Tunggal di mana seluruh makhluk bergantung kepada-Nya, Mahaperkasa yang mengalahkan seluruh makhluk-Nya dengan kodrat-Nya. Segala sesuatu tunduk dan patuh kepada-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Yakni tentulah kejadiannya berbeda dengan apa yang diduga oleh mereka.
Hal ini semata-mata syarat yang tidak mengharuskan kejadiannya dan tidak pula membolehkannya, bahkan merupakan suatu hal yang mustahil.
Dan sesungguhnya tujuan utama dari ungkapan ini hanyalah semata-mata menggambarkan tentang kebodohan mereka dalam dakwaan dan perkiraannya, seperti yang diungkapkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Sekiranya Kami hendak membuat suatu permainan (istri dan anak), tentulah Kami membuatnya dari sisi Kami.
Jika Kami menghendaki berbuat demikian, (tentulah kami telah melakukannya).
(Q.S. Al-Anbiyaa [21]: 17)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Katakanlah, “Jika benar Tuhan Yang Maha Pemurah mempunyai anak, maka akulah (Muhammad) orang yang mula-mula memuliakan (anak itu).” (Q.S. Az-Zukhruf [43]: 81)

Semua ini termasuk ke dalam ungkapan syarat, dan diperbolehkan menggantungkan syarat dengan hal yang mustahil karena tujuan tertentu dari si pembicara.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Mahasuci Allah.
Dialah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan.
(Q.S. Az-Zumar [39]: 4)

Yakni Mahatinggi lagi Mahasuci bila dikatakan Allah mempunyai anak, karena sesungguhnya Dia Maha Esa, Tuhan Yang Satu lagi Tunggal, bergantung kepada-Nya segala sesuatu, segala sesuatu merupakan hamba­Nya dan berhajat kepada-Nya, sedangkan Dia Mahakaya dari yang lain­Nya.
Segala sesuatu kalah, tunduk, dan hina di hadapan-Nya serta patuh kepada-Nya.
Mahasuci Allah lagi Mahatinggi dari apa yang dikatakan oleh orang-orang yang zalim lagi ingkar dengan ketinggian yang setinggi-tingginya.


Kata Pilihan Dalam Surah Az Zumar (39) Ayat 4

QAHHAAR
قَهَّار

Qahhaar adalah mubalaghah ism fa’il (dalam bentuk superlatif). Artinya, yang mengalahkan yang tidak ada sesuatu yang mengalahkannya, banyak mengalahkan, salah satu nama dari nama- nama Allah yang berarti yang mengalahkan dan tidak ada sesuatu yang membatasi kekuasaannya.

Lafaz ini disebut enam kali di dalam Al Qur’an, yaitu dalam surah:
-Yusuf (12), 39;
-Ar Ra’d (13), 16;
-Ibrahim (14), 48;
-Shad (38), 65;
-Az Zumar (39) dan 4;
-Al Mu’min (40) 16.

Al Khazin berkata,
“Al Khattabi mengatakan al qahhaar bermakna yang mengalahkan orang yang perkasa lagi congkak dari makhluk Nya dengan siksaan dan berkuasa kepada keseluruhannya dengan mendatangkan kematian.

Ada yang berpendapat, al qahhaar adalah yang mengalahkan segala sesuatu dan menghinakannya sehingga menerima dan tunduk serta merendahkan diri kepadanya.”

Al Baidawi berkata,
Al qahhaar adalah al ghaalib (yang mengalahkan dan perkasa) yang tidak ada yang dapat menyerupainya dan yang lainnya tidak dapat mengalahkannya.”

Ibn Katsir mentafsirkan al qahhaar dengan yang menghinakan segala sesuatu disebabkan keagungannya dan kebesaran serta kehebatan kekuasaannya.

Asy Syawkani berkata,
Al qahhaar adalah yang tidak dapat dikalahkan oleh orang yang kuat dan tidak dapat menentangnya oleh orang yang melawan.”

Dalam tafsir ‘Ahr Al Atsir dijelaskan al qahhaar bermakna Maha Perkasa yang tidak dapat dikalahkan oleh siapa pun.

Kesimpulannya, al qahhaar adalah salah satu nama dari nama-nama Allah yang berarti Maha Perkasa yang tidak dapat dikalahkan oleh kekuasaan dan kekuatan mana pun.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:452-453

Informasi Surah Az Zumar (الزمر)
Surat Az Zumar terdiri atas 75 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Saba’.

Dinamakan “Az Zumar” (Rombongan-rombongan) karena perkataan “Az Zumar” yang ter­ dapat pada ayat 71 dan 73 ini.

Dalam ayat-ayat tersebut diterangkan keadaan manusia di hari kiamat setelah mereka di­ hisab, di waktu itu mereka terbagi atas dua rombongan satu rombongan dibawa ke neraka dan satu rombongan lagi dibawa ke surga.
Masing-masing rombongan memperoleh balasan dari apa yang mereka kerjakan di dunia dahulu.

Surat ini dinamakan juga “Al Ghuraf” (kamar-kamar) berhubung perkataan “ghuraf” yang terdapat pada ayat 20, di mana diterangkan keadaan kamar-kamar dalam surga yang diperoleh orang-orang yang bertakwa.

Keimanan:

Dalil-dalil ke-Esaan dan kekuasaan Allah
malaikat-malaikat berkumpul di sekeli­ ling ‘Arsy bertasbih kepada Tuhannya
pada hari kiamat tiap-tiap orang mempu­nyai catatan amalan masing-masing.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Perintah memumikan keta’atan kepada Allah
larangan berputus asa terhadap rahmat Allah.

Lain-lain:

Tabiat orang-orang musyrik dalam keadaan senang dan susah
perumpamaan dalam al Qur’an dan faedahnya
kedahsyatan hari kiamat
air muka orang musyrik dan air muka orang mu ‘min pada hari kiamat
janji Allah mengampuni orang-orang yang bersalah bila mereka bertaubat.

Ayat-ayat dalam Surah Az Zumar (75 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Az-Zumar (39) ayat 4 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Az-Zumar (39) ayat 4 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Az-Zumar (39) ayat 4 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. Az-Zumar (39) ayat 1-5 - Yura Yunita (Bahasa Indonesia)
Q.S. Az-Zumar (39) ayat 1-5 - Yura Yunita (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Az-Zumar - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 75 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 39:4
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Az Zumar.

Surah Az-Zumar (Arab: الزمر , "Rombongan-Rombongan") adalah surah ke-39 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Makkiyah, terdiri atas 75 ayat.
Dinamakan Az-Zumar yang berarti Rombongan-Rombongan karena kata Az-Zumar yang terdapat pada ayat 71 dan 73 pada surah ini.
Dalam ayat-ayat tersebut diterangkan keadaan manusia di hari kiamat setelah mereka dihisab, di waktu itu mereka terbagi atas dua rombongan; satu rombongan dibawa ke neraka dan satu rombongan lagi dibawa ke surga.
Masing- masing rombongan memperoleh balasan dari apa yang mereka kerjakan di dunia dahulu.
Surah ini dinamakan juga Al-Ghuraf yang berarti Kamar-Kamar karena kata Ghuraf yang terdapat pada ayat 20, di mana diterangkan keadaan kamar-kamar dalam surga yang diperoleh orang-orang yang bertakwa.

Nomor Surah 39
Nama Surah Az Zumar
Arab الزمر
Arti Rombongan-rombongan
Nama lain al-Guraf (Kamar-Kamar), Ghuraf, Surah Al-‘Arab
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 59
Juz Juz 23 & 24
Jumlah ruku' 8 ruku'
Jumlah ayat 75
Jumlah kata 1180
Jumlah huruf 4871
Surah sebelumnya Surah Sad
Surah selanjutnya Surah Al-Mu’min
4.9
Ratingmu: 4.7 (9 orang)
Sending

URL singkat: risalahmuslim.id/39-4









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim