QS. Az Zumar (Rombongan-rombongan) – surah 39 ayat 36 [QS. 39:36]

اَلَیۡسَ اللّٰہُ بِکَافٍ عَبۡدَہٗ ؕ وَ یُخَوِّفُوۡنَکَ بِالَّذِیۡنَ مِنۡ دُوۡنِہٖ ؕ وَ مَنۡ یُّضۡلِلِ اللّٰہُ فَمَا لَہٗ مِنۡ ہَادٍ
Alaisallahu bikaafin ‘abdahu wayukhau-wifuunaka biil-ladziina min duunihi waman yudhlilillahu famaa lahu min haadin;

Bukankah Allah cukup untuk melindungi hamba-hamba-Nya.
Dan mereka mempertakuti kamu dengan (sembahan-sembahan) yang selain Allah?
Dan siapa yang disesatkan Allah maka tidak seorangpun pemberi petunjuk baginya.
―QS. 39:36
Topik ▪ Iman ▪ Hidayah (petunjuk) dari Allah ▪ Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir
39:36, 39 36, 39-36, Az Zumar 36, AzZumar 36, Az-Zumar 36

Tafsir surah Az Zumar (39) ayat 36

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Az Zumar (39) : 36. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini, Allah menjelaskan beberapa nikmat yang diberikan kepada Nabi Sulaiman, sebagai jawaban dari pada doanya.

Pertama:
Allah menganugerahkan kepada Sulaiman kekuasaan menundukkan angin.
Atas izin Allah, angin berhembus dengan kencang atau gemulai menurut kehendaknya pula.
Allah berfirman:

Dan (Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang Kami beri berkah padanya.
Dan Kami Maha Mengetahui segala sesuatu.

(Q.S. Al-Anbiyaa [21]: 81)

Kedua:
Allah menganugerahkan kepadanya kemampuan menundukkan setan-setan yang ahli bangunan dan ahli menyelam, yang melakukan tugas sesuai dengan perintah Sulaiman.
Apabila ia memerintahkan kepada mereka membangun suatu bangunan seperti gedung-gedung pertemuan istana, benteng pertahanan, atau gedung-gedung tempat menyimpan harta kekayaan Sulaiman dan lain-lain, maka tugas itu dapat mereka selesaikan dalam waktu yang sangat singkat.
Apabila Sulaiman memerintahkan mereka untuk mengumpulkan mutiara dan marjan serta kekayaan laut lainnya, tugas itu dapat diselesaikan dengan cepat pula.

Ketiga:
Allah menganugerahkan kepadanya kekuasaan menundukkan setan yang menentang perintahnya.
Tangan dan kaki mereka terikat dalam belenggu, agar tidak berbahaya kepada yang lain, dan sebagai hukuman atas pembangkangannya.
Kekuasaan yang diberikan Allah kepada Sulaiman untuk menundukkan setan maksudnya adalah kekuasaan untuk menggerakkan mereka melakukan tugas-tugas berat, yaitu tugas membangun gedung-gedung, dan menyelam mengeluarkan kekayaan laut.
Namun tidak ada keterangan secara pasti mengenai bagaimana Sulaiman membelenggu setan itu.
Sikap yang paling utama ialah kita menerima keterangan yang terdapat dalam Al-Qur’an dan untuk mengungkapkan pengertiannya, kita serahkan kepada ilmu pengetahuan.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Hanya Allahlah yang mencukupi segala kebutuhan hamba-Nya.
Orang-orang kafir Quraisy menakut- nakutimu, Muhammad, dengan tuhan-tuhan yang mereka sembah selain Allah.
Dan itu semua adalah akibat kesesatan mereka.
Barangsiapa yang disesatkan oleh Allah–karena Dia Mahatahu bahwa orang itu lebih memilih kesesatan daripada hidayah–maka ia tidak akan mendapatkan pembimbing yang menunjukkan jalan yang benar.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Bukankah Allah cukup untuk melindungi hamba-Nya) yakni Nabi ﷺ tentu saja, (Dan mereka mempertakuti kamu) khithab ini ditujukan kepada Nabi ﷺ sendiri (dengan sesembahan-sesembahan yang selain Allah) yakni, berhala-berhala, maksud mereka, bahwa berhala-berhala itu akan membunuhnya atau akan membuatnya cacat.

(Dan siapa yang disesatkan Allah maka tidak seorang pun pemberi petunjuk baginya.)

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Bukankah Allah telah menjaga hamba-Nya Muhammad sallallahu alaihi wa sallam dari tipu daya dan maker orang-orang musyrikin sehingga mereka tidak kuasa menimpakan keburukan atasnya?? Benar, sesungguhnya Allah akan mencukupkan untuknya perkara agama dan dunianya, membelanya dari siapa yang hendak bertindak buruk terhadapnya. Dan mereka (wahai Rasul) menakut-nakutimu dengan Illah-Illah mereka dimana mereka mengatakan bahwa ia akan menyakitimu. Barangsiapa yang dibiarkan oleh Allah lalu disesatkannya dari jalan kebenaran, maka dia tidak akan menemukan orang yang bias memberinya petunjuk.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Bukankan Allah cukup untuk melindungi hamba-hamba-Nya.
(Q.S. Az-Zumar [39]: 36)

Sebagian ulama membacanya ‘ibadahu dengan bentuk jamak, yakni Allah subhanahu wa ta’ala memberikan kecukupan kepada hamba-Nya yang bertawakal kepada-Nya.

Ibnu Abu Hatim sehubungan dengan ayat ini mengatakan:

telah menceritakan kepada kami Abu Ubaidillah keponakanku anak Wahb, telah menceritakan kepada kami pamanku, telah menceritakan kepada kami Abu Hani’, dari Abu Ali Amr ibnu Malik Al-Janabi, dari Fudalah ibnu Ubaid Al-Ansari r.a., bahwa ia pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: Beruntunglah orang yang mendapat petunjuk kepada Islam dan kehidupannya seadanya dan menerima dengan apa adanya.

Imam Turmuzi dan ImamNasai meriwayatkannya melalui hadis Haiwah ibnu Syuraih, dari Abu Hani’ Al-Khaulani dengan sanad yang sama; Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini sahih.

Dan mereka mempertakuti kamu dengan (sembahan-sembahan) yang selain Allah.
(Q.S. Az-Zumar [39]: 36)

Yakni orang-orang yang musyrik itu menakut-nakuti dan mengancam Rasulullah ﷺ dengan berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah karena kebodohan dan kesesatannya.


Asbabun Nuzul
Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Az Zumar (39) Ayat 36

Diriwayatkan oleh ‘Abdurrazzaq yang bersumber dari Ma’mar bahwa kaum musyrikin berkata kepada Nabi: “Hentikanlah makianmu terhadap tuhan-tuhan kami, atau kami perintahkan tuhan-tuhan kami untuk menjadikan engkau sinting.” Ayat ini (az-Zumar:36) turun sebagai penegasan kepada Nabi Muhammad ﷺ bahwa hanya Allah yang dapat memberi petunjuk.

Sumber : Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Informasi Surah Az Zumar (الزمر)
Surat Az Zumar terdiri atas 75 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Saba’.

Dinamakan “Az Zumar” (Rombongan-rombongan) karena perkataan “Az Zumar” yang ter­ dapat pada ayat 71 dan 73 ini.

Dalam ayat-ayat tersebut diterangkan keadaan manusia di hari kiamat setelah mereka di­ hisab, di waktu itu mereka terbagi atas dua rombongan satu rombongan dibawa ke neraka dan satu rombongan lagi dibawa ke surga.
Masing-masing rombongan memperoleh balasan dari apa yang mereka kerjakan di dunia dahulu.

Surat ini dinamakan juga “Al Ghuraf” (kamar-kamar) berhubung perkataan “ghuraf” yang terdapat pada ayat 20, di mana diterangkan keadaan kamar-kamar dalam surga yang diperoleh orang-orang yang bertakwa.

Keimanan:

Dalil-dalil ke-Esaan dan kekuasaan Allah
malaikat-malaikat berkumpul di sekeli­ ling ‘Arsy bertasbih kepada Tuhannya
pada hari kiamat tiap-tiap orang mempu­nyai catatan amalan masing-masing.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Perintah memumikan keta’atan kepada Allah
larangan berputus asa terhadap rahmat Allah.

Lain-lain:

Tabiat orang-orang musyrik dalam keadaan senang dan susah
perumpamaan dalam al Qur’an dan faedahnya
kedahsyatan hari kiamat
air muka orang musyrik dan air muka orang mu ‘min pada hari kiamat
janji Allah mengampuni orang-orang yang bersalah bila mereka bertaubat.

Ayat-ayat dalam Surah Az Zumar (75 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Az-Zumar (39) ayat 36 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Az-Zumar (39) ayat 36 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Az-Zumar (39) ayat 36 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Az-Zumar - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 75 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 39:36
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Az Zumar.

Surah Az-Zumar (Arab: الزمر , "Rombongan-Rombongan") adalah surah ke-39 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Makkiyah, terdiri atas 75 ayat.
Dinamakan Az-Zumar yang berarti Rombongan-Rombongan karena kata Az-Zumar yang terdapat pada ayat 71 dan 73 pada surah ini.
Dalam ayat-ayat tersebut diterangkan keadaan manusia di hari kiamat setelah mereka dihisab, di waktu itu mereka terbagi atas dua rombongan; satu rombongan dibawa ke neraka dan satu rombongan lagi dibawa ke surga.
Masing- masing rombongan memperoleh balasan dari apa yang mereka kerjakan di dunia dahulu.
Surah ini dinamakan juga Al-Ghuraf yang berarti Kamar-Kamar karena kata Ghuraf yang terdapat pada ayat 20, di mana diterangkan keadaan kamar-kamar dalam surga yang diperoleh orang-orang yang bertakwa.

Nomor Surah 39
Nama Surah Az Zumar
Arab الزمر
Arti Rombongan-rombongan
Nama lain al-Guraf (Kamar-Kamar), Ghuraf, Surah Al-‘Arab
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 59
Juz Juz 23 & 24
Jumlah ruku' 8 ruku'
Jumlah ayat 75
Jumlah kata 1180
Jumlah huruf 4871
Surah sebelumnya Surah Sad
Surah selanjutnya Surah Al-Mu’min
4.5
Ratingmu: 4.7 (13 orang)
Sending







Pembahasan ▪ Qs3936 ▪ az zumar 36 ▪ surah az zumar 36

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim