QS. Az Zumar (Rombongan-rombongan) – surah 39 ayat 30 [QS. 39:30]

اِنَّکَ مَیِّتٌ وَّ اِنَّہُمۡ مَّیِّتُوۡنَ
Innaka mai-yitun wa-innahum mai-yituun(a);

Sesungguhnya kamu akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati (pula).
―QS. 39:30
Topik ▪ Mengingat kematian ▪ Kematian pasti terjadi pada setiap makhluk hidup ▪ Tauhid Rububiyyah
39:30, 39 30, 39-30, Az Zumar 30, AzZumar 30, Az-Zumar 30

Tafsir surah Az Zumar (39) ayat 30

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Az Zumar (39) : 30. Oleh Kementrian Agama RI

Allah menerangkan bahwa semua manusia akan kembali kepada Tuhan dan di hari Kiamat nanti manusia antara yang satu dengan yang lain akan saling berbantah-bantahan dan saling tuduh-menuduh.
Pada hari Kiamat orang-orang musyrik berusaha membela diri mereka masing-masing, tetapi Nabi Muhammad ﷺ dapat menolak alasan mereka itu, dengan menyatakan bahwa dakwah telah disampaikan kepada mereka, tetapi mereka mengingkari dan mendustakannya.
Oleh karena itu, mereka mohon ampunan kepada Allah, tetapi permohonan mereka tidak dapat diterima, karena pada hari itu tobat tidak dapat diterima lagi.
Di antara perbantahan antara orang-orang musyrik dengan sembahan-sembahan mereka itu disebutkan dalam ayat ini.
Mereka berkata kepada pemimpin-pemimpin mereka, “Kami ikuti kamu, tetapi kamu menyesatkan kami.” Para pemimpin menjawab, “Kami juga telah ditipu oleh setan-setan dan nenek moyang kita dahulu.”

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Wahai Muhammad, sesungguhnya kamu dan mereka semua akan mati.
Kemudian, setelah mati dan setelah dibangkitkan kembali, kalian akan saling bermusuhan di hadapan Allah.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Sesungguhnya kamu) khithab ini ditujukan kepada Nabi ﷺ (akan mati dan mereka akan mati pula) kelak kamu akan mati dan mereka kelak akan mati pula, maka tidak usah ditunggu-tunggu datangnya mati itu.

Ayat ini diturunkan sewaktu mereka merasa lambat akan kematian Nabi ﷺ

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Sesungguhnya engkau (wahai Rasul) akan mati dan mereka juga akan mati.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Sesungguhnya kamu akam mati dan sesungguhnya mereka akan mati (pula).
(Q.S. Az-Zumar [39]: 30)

Ayat ini merupakan salah satu ayat yang dijadikan pegangan dalil oleh Abu Bakar As-Siddiq r.a.
di saat Rasulullah ﷺ wafat, hingga manusia sadar bahwa beliau ﷺ benar-benar telah wafat.
Ayat lainnya ialah firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul.
Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)?
Barang siapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudarat kepada Allah sedikit pun; dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.
(Q.S. Ali ‘Imran [3]: 144)

Makna ayat ini (Az-Zumar, ayat 30) ialah kelak kalian akan pindah dari dunia ini sebagai suatu kepastian yang tidak dapat dihindari, lalu kalian dihimpunkan di hadapan Allah di negeri akhirat.
Kemudian kalian akan berbantah-bantah sehubungan dengan apa yang telah kalian kerjakan selama di dunia menyangkut masalah tauhid dan syirik di hadapan Allah subhanahu wa ta’ala nanti.
Lalu Allah akan memutuskan perkara di antara kalian, dan memenangkan perkara yang hak, Dia adalah Yang Maha Pemberi Keputusan lagi Maha Mengetahui.

Selanjutnya Allah akan menyelamatkan orang-orang mukmin yang mukhlis lagi selalu mengesakan Allah, dan mengazab orang-orang kafir yang ingkar, musyrik, lagi mendustakan kebenaran.

Kemudian perlu diketahui bahwa sekalipun konteks ayat ini mengenai orang-orang mukmin dan orang-orang kafir serta perihal perdebatan di antara mereka di negeri akhirat, sesungguhnya makna ayat ini pun mencakup setiap dua belah pihak yang bersengketa di dunia.
Maka sesungguhnya persengketaan ini akan diulangi lagi di negeri akhirat nanti, lalu dilakukan peradilan oleh Allah subhanahu wa ta’ala Yang Maha Pemberi Keputusan.

Ibnu Abu Hatim rahimahullah mengatakan, telah menceritakan kebenaran kepada kami Muhammad ibnu Abdullah ibnu Yazid Al-Muqri, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Muhammad ibnu Amr, dari Abu Hatib alias Yahya ibnu Abdur Rahman, dari Ibnuz Zubair r.a.
yang mengatakan, bahwa ketika ayat ini diturunkan, yaitu firman-Nya: Kemudian sesungguhnya kamu pada hari kiamat akan berbantah-bantahan di hadapan Tuhanmu.
(Q.S. Az-Zumar [39]: 31) Az-Zubair r.a.
(ayah perawi) bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah perdebatan akan diulangi lagi bagi kita nanti?”
Rasulullah ﷺ menjawab, “Ya.” Az-Zubair berkata, “Kalau begitu, perkaranya sangatlah keras.”

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Sufyan, yang dalam riwayat ini ada tambahannya.
Yaitu ketika ayat berikut diturunkan: kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia).
(At-Takasur: 8) Az-Zubair r.a.
bertanya, “Wahai Rasulullah, nikmat apakah yang akan dipertanyakan kepada kita tentangnya, padahal sesungguhnya makanan kita hanyalah buah kurma dan air (zam-zam).” Rasulullah ﷺ menjawab:

Ingatlah, sesungguhnya pertanyaan itu pasti akan terjadi.

Tambahan ini diriwayatkan pula oleh Imam Turmuzi dan Ibnu Majah melalui hadis Sufyan dengan sanad yang sama.
Imam Turmuzi mengatakan bahwa ayat ini hasan.

Imam Ahmad mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami Ibnu Namir, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Amr, dari Yahya ibnu Abdur Rahman ibnu Akhtab, dari Abdullah ibnuz Zubair, dari Az Zubair ibnul Awwam r.a.
yang telah mengatakan bahwa ketika diturunkan kepada Rasulullah ﷺ ayat berikut yaitu firman-Nya: Sesungguhnya kamu akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati (pula).
Kemudian sesungguhnya kamu pada hari kiamat akan berbantah-bantahan di hadapan Tuhanmu.
(Q.S. Az-Zumar [39]: 30-31) Az-Zubair r.a.
bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah akan diulang terhadap kita apa yang terjadi di antara sesama kita ketika di dunia disertai dengan dosa-dosa yang khususnya?”
Rasulullah ﷺ menjawab: Benar, sungguh akan diulang terhadap kalian (persengketaan itu) hingga Allah menunaikan kepada orang yang berhak akan haknya.
Az-Zubair r.a.
berkata, “Demi Allah, sesungguhnya urusannya benar-benar sangat keras.”

Imam Turmuzi meriwayatkan hadis ini melalui hadis Muhammad ibnu Amr dengan sanad yang sama.
Dan ia mengatakan bahwa hadis ini sahih.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Qutaibah ibnu Sa’id, telah menceritakan kepada kami Ibnu Lahi’ah, dari Abu Iyasy.
dari Uqbah ibnu Amir r.a.
yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Mula-mula orang yang berbantah-bantahan kelak di hari kiamat adalah dua orang yang bertetangga.

Imam Ahmad meriwayatkannya secara tunggal.

Imam Ahmad mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami Hasan ibnu Musa, telah menceritakan kepada kami Ibnu Lahi’ah, telah menceritakan kepada kami Darij, dari Abul Haisam, dari Abu Sa’id r.a.
yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Demi Tuhan yang jiwaku berada di dalam genggaman kekuasan-Nya, sesungguhnya benar-benar akan terjadi bantah-bantahan sehingga dua ekor domba yang pernah saling menanduk.

Imam Ahmad meriwayatkan hadis ini secara munfarid (tunggal).

Di dalam kitab musnad (Imam Ahmad) disebutkan melalui Abu Zar r.a.
yang menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ melihat dua ekor domba yang saling menanduk, lalu beliau ﷺ bersabda:

“Hai Abu Zar, tahukah kamu mengapa keduanya saling beradu tanduk?”
Aku menjawab, “Tidak.” Rasulullah ﷺ bersabda, “Tetapi Allah mengetahui dan kelak Dia akan memutuskan perkara di antara keduanya.”

Al-Hafiz Abu Bakar Al-Bazzar mengatakan, telah menceritakan kepada kami Sahi ibnu Muhammad, telah menceritakan kepada kami Hayyan ibnu Aglab, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Sabit, dari Anas r.a.
yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Didatangkan seorang pemimpin yang melampaui batas lagi curang di hari kiamat nanti, lalu rakyatnya mengadukan perkaranya (kehadapan Allah), dan akhirnya mereka menang atasnya.
Lalu dikatakan kepada pemimpin itu, “Ambillah salah satu tempat di antara tempat-tempat yang ada di neraka Jahanam!”

Kemudian Abu Bakar Al-Bazzar mengatakan bahwa Al-Aglab ibnu Tamim orangnya tidak hafiz.

Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a.
sehubungan dengan makna firman-Nya: Kemudian sesungguhnya pada hari kiamat kamu akan berbantah-bantahan di hadapan Tuhanmu.
(Q.S. Az-Zumar [39]: 31) Ibnu Abbas mengatakan bahwa orang yang berkata jujur menuntut orang yang berkata dusta, orang yang teraniaya menuntut orang yang berbuat aniaya terhadap dirinya, orang yang mendapat petunjuk menuntut orang yang sesat, dan orang yang lemah menuntut orang yang kuat.

Ibnu Mundah di dalam Kitabur Ruh telah meriwayatkan melalui Ibnu Abbas r.a.
yang mengatakan bahwa kelak di hari kiamat semua manusia berbantah-bantahan, sehingga roh berbantahan dengan jasadnya.
Roh berkata kepada jasad, “Engkaulah pelakunya.” Dan jasad berkata kepadanya, “Engkaulah yang memerintahkan dan engkau pulalah yang mendorongku untuk melakukannya.” Kemudian Allah mengirimkan malaikat untuk memutuskan perkara di antara keduanya.

Malaikat berkata kepada keduanya, “Sesungguhnya perumpamaan kamu berdua sama dengan seorang yang lumpuh, tetapi melihat; dan seorang lagi yang tuna netra, tetapi berjalan.
Keduanya memasuki sebuah kebun, maka si lumpuh berkata kepada si buta, ‘Sesungguhnya di sini aku melihat banyak buah-buahan, tetapi aku tidak dapat mencapainya.’ Lalu si buta berkata kepada si lumpuh, ‘Marilah kugendong dan ambillah buah itu.’ Kemudian si lumpuh digendong oleh si buta dan memetik buah tersebut.
Maka manakah di antara keduanya yang melanggar?
Roh dan jasad menjawab, “Keduanya melakukan pelanggaran.” Maka malaikat itu berkata kepada keduanya, “Dengan demikian, berarti kamu berdua telah memutuskan perkara terhadap diri kalian sendiri.” Yakni jasad bagi roh seperti tunggangan, sedangkan penunggangnya adalah roh.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ja’far ibnu Ahmad ibnu Ausajah, telah menceritakan kepada kami Darrar, telah menceritakan kepada kami Abu Salamah Al-Khuza’i, telah menceritakan kepada kami Mansur ibnu Salamah, telah menceritakan kepada kami Al-Qummi (yakni Ya’qub ibnu Abdullah), dari Ja’far ibnul Mugirah, dari Sa’id ibnu Jubair, dari Ibnu Umar r.a.
yang mengatakan bahwa ayat berikut telah diturunkan, tetapi kami tidak mengetahui latar belakangnya, yaitu firman-Nya: Kemudian sesungguhnya pada hari kiamat kamu akan berbantah-bantahan di hadapan Tuhanmu.
(Q.S. Az-Zumar [39]: 31) Kami bertanya-tanya, “Dengan siapakah kami berbantah-bantahan, sedangkan di antara kami dan Ahli Kitab tidak ada bantah-bantahan, lalu siapakah lawannya?”
Hingga meletuslah fitnah (perang saudara), maka berkatalah Umar r.a, “Inilah yang telah dijanjikan oleh Tuhan kita dan bantah-bantahan yang akan kita alami nanti karenanya.”

Abu Aliyah telah mengatakan sehubungan dengan makna firman Allah subhanahu wa ta’ala: Kemudian sesungguhnya pada hari kiamat kamu akan berbantah-bantahan di hadapan Tuhanmu.
(Q.S. Az-Zumar [39]: 31) Abul Aliyah mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah di antara sesama ahli kiblat.

Ibnu Zaid mengatakan antara ahli Islam dan ahli kafir, yakni orang-orang muslim dan orang-orang kafir.

Dalam keterangan di atas telah kami sebutkan bahwa makna yang benar sehubungan dengan makna ayat ini ialah yang mengandung pengertian umum; hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.


Informasi Surah Az Zumar (الزمر)
Surat Az Zumar terdiri atas 75 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Saba’.

Dinamakan “Az Zumar” (Rombongan-rombongan) karena perkataan “Az Zumar” yang ter­ dapat pada ayat 71 dan 73 ini.

Dalam ayat-ayat tersebut diterangkan keadaan manusia di hari kiamat setelah mereka di­ hisab, di waktu itu mereka terbagi atas dua rombongan satu rombongan dibawa ke neraka dan satu rombongan lagi dibawa ke surga.
Masing-masing rombongan memperoleh balasan dari apa yang mereka kerjakan di dunia dahulu.

Surat ini dinamakan juga “Al Ghuraf” (kamar-kamar) berhubung perkataan “ghuraf” yang terdapat pada ayat 20, di mana diterangkan keadaan kamar-kamar dalam surga yang diperoleh orang-orang yang bertakwa.

Keimanan:

Dalil-dalil ke-Esaan dan kekuasaan Allah
malaikat-malaikat berkumpul di sekeli­ ling ‘Arsy bertasbih kepada Tuhannya
pada hari kiamat tiap-tiap orang mempu­nyai catatan amalan masing-masing.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Perintah memumikan keta’atan kepada Allah
larangan berputus asa terhadap rahmat Allah.

Lain-lain:

Tabiat orang-orang musyrik dalam keadaan senang dan susah
perumpamaan dalam al Qur’an dan faedahnya
kedahsyatan hari kiamat
air muka orang musyrik dan air muka orang mu ‘min pada hari kiamat
janji Allah mengampuni orang-orang yang bersalah bila mereka bertaubat.

Ayat-ayat dalam Surah Az Zumar (75 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Az-Zumar (39) ayat 30 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Az-Zumar (39) ayat 30 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Az-Zumar (39) ayat 30 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Az-Zumar - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 75 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 39:30
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Az Zumar.

Surah Az-Zumar (Arab: الزمر , "Rombongan-Rombongan") adalah surah ke-39 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Makkiyah, terdiri atas 75 ayat.
Dinamakan Az-Zumar yang berarti Rombongan-Rombongan karena kata Az-Zumar yang terdapat pada ayat 71 dan 73 pada surah ini.
Dalam ayat-ayat tersebut diterangkan keadaan manusia di hari kiamat setelah mereka dihisab, di waktu itu mereka terbagi atas dua rombongan; satu rombongan dibawa ke neraka dan satu rombongan lagi dibawa ke surga.
Masing- masing rombongan memperoleh balasan dari apa yang mereka kerjakan di dunia dahulu.
Surah ini dinamakan juga Al-Ghuraf yang berarti Kamar-Kamar karena kata Ghuraf yang terdapat pada ayat 20, di mana diterangkan keadaan kamar-kamar dalam surga yang diperoleh orang-orang yang bertakwa.

Nomor Surah 39
Nama Surah Az Zumar
Arab الزمر
Arti Rombongan-rombongan
Nama lain al-Guraf (Kamar-Kamar), Ghuraf, Surah Al-‘Arab
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 59
Juz Juz 23 & 24
Jumlah ruku' 8 ruku'
Jumlah ayat 75
Jumlah kata 1180
Jumlah huruf 4871
Surah sebelumnya Surah Sad
Surah selanjutnya Surah Al-Mu’min
4.5
Ratingmu: 4.9 (21 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Podcast

Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta