Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Az Zumar (Rombongan-rombongan) – surah 39 ayat 29 [QS. 39:29]

Topik ▪ Hisab ▪ Keadilan Allah dalam menghakimi ▪ Sikap manusia terhadap kitab samawi
ضَرَبَ اللّٰہُ مَثَلًا رَّجُلًا فِیۡہِ شُرَکَآءُ مُتَشٰکِسُوۡنَ وَ رَجُلًا سَلَمًا لِّرَجُلٍ ؕ ہَلۡ یَسۡتَوِیٰنِ مَثَلًا ؕ اَلۡحَمۡدُ لِلّٰہِ ۚ بَلۡ اَکۡثَرُہُمۡ لَا یَعۡلَمُوۡنَ
Dharaballahu matsalaa rajulaa fiihi syurakaa-u mutasyaakisuuna warajulaa salaman lirajulin hal yastawiyaani matsalaal hamdu lillahi bal aktsaruhum laa ya’lamuun(a);
Allah membuat perumpamaan (yaitu) seorang laki-laki (hamba sahaya) yang dimiliki oleh beberapa orang yang berserikat yang dalam perselisihan, dan seorang hamba sahaya yang menjadi milik penuh dari seorang (saja).
Adakah kedua hamba sahaya itu sama keadaannya?
Segala puji bagi Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
―QS. Az Zumar [39]: 29

Allah presents an example:
a slave owned by quarreling partners and another belonging exclusively to one man – are they equal in comparison?
Praise be to Allah! But most of them do not know.
― Chapter 39. Surah Az Zumar [verse 29]

ضَرَبَ membuat

Allah sets forth *[meaning includes next or prev. word]
ٱللَّهُ Allah

Allah sets forth *[meaning includes next or prev. word]
مَثَلًا perumpamaan

an example –
رَّجُلًا seorang laki-laki

a man
فِيهِ didalamnya/padanya

about him
شُرَكَآءُ berserikat

partners
مُتَشَٰكِسُونَ dalam perselisihan

quarreling
وَرَجُلًا dan seorang laki-laki

and a man
سَلَمًا selamat (penuh)

(belonging) exclusively
لِّرَجُلٍ kepunyaan seorang laki-laki

to one man –
هَلْ apakah

are
يَسْتَوِيَانِ keduanya sama

they both equal
مَثَلًا perumpamaan

(in) comparison?
ٱلْحَمْدُ segala puji

All praise
لِلَّهِ bagi Allah

(be) to Allah!
بَلْ bahkan/tetapi

Nay,
أَكْثَرُهُمْ kebanyakan mereka

most of them
لَا tidak

(do) not
يَعْلَمُونَ mereka mengetahui

know.

Tafsir

Alquran

Surah Az Zumar
39:29

Tafsir QS. Az Zumar (39) : 29. Oleh Kementrian Agama RI


Allah membuat suatu perumpamaan untuk menjelaskan perbedaan antara syirik dengan tauhid.
Untuk itu Allah mengumpamakan dua orang budak.

Budak yang satu dimiliki oleh beberapa orang tuan, mereka berserikat dalam kepemilikannya.
Sedang budak yang lain hanya dimiliki oleh seorang tuan saja, tidak ada orang lain yang memilikinya.

Pada suatu saat budak pertama mendapat perintah dari tuan-tuannya itu dengan perintah yang berbeda-beda, seperti tuan pertama memerintahkan membersihkan pekarangan rumahnya, tuan yang kedua menyuruh mencangkul kebunnya, tuan yang ketiga menyuruh membersihkan rumahnya dan sebagainya.
Perintah ini diberikan pada saat yang sama.

Perintah tuan yang manakah yang harus dikerjakan oleh budak tersebut?
Tidak mungkin budak itu melaksanakan tiap-tiap perintah dari tuan-tuannya itu dalam waktu yang sama.
Demikianlah seterusnya sehingga budak itu selalu kebingungan dalam menaati perintah-perintah dari masing-masing tuannya.


Adapun budak yang kedua yang hanya dimiliki oleh seorang tuan, ia dapat melaksanakan perintah tuannya dengan baik, ia tidak akan bingung dalam melaksanakan perintah itu, dan tuannya pun berlega hati karena budaknya itu dapat melaksanakan perintahnya dengan baik.
Samakah keadaan kedua budak tersebut dan sama pulakah keadaan tuan dari masing-masing budak itu?
Demikianlah halnya dengan orang yang beragama tauhid dan orang yang beragama syirik.

Orang yang beragama tauhid tidak pernah bingung dalam melaksanakan perintah dan larangan dari Tuhannya, karena perintah dan larangan itu bersumber dari Yang Maha Esa.
Seorang yang beragama syirik selalu dalam keadaan bingung, perintah tuhannya yang manakah yang akan diikutinya.

Sebaliknya orang yang beragama tauhid hanya menyembah Tuhan Yang Esa, sedang orang yang beragama syirik selalu bingung, tuhan yang manakah yang lebih patut disembah dari tuhan-tuhan yang lain.


Setelah menerangkan kesesatan syirik, Allah menegaskan bahwa segala puji hanyalah untuk-Nya, tidak untuk yang lain.
Hanya Dia sajalah yang berhak disembah, tetapi kebanyakan manusia tidak mau mengetahuinya.

Tafsir QS. Az Zumar (39) : 29. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Allah mengumpamakan orang musyrik sebagai budak yang dimiliki oleh sejumlah orang yang saling memperebutkannya, dan orang Muslim yang mengesakan-Nya sebagai budak yang hanya dimiliki oleh satu orang.
Apakah kedua orang itu sama?
Tentu tidak sama.


Alhamdu lillah (segala puji bagi Allah) yang menunjukkan bukti kebenaran kepada umat manusia.
Tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui kebenaran.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Allah membuat perumpamaan dengan seorang hamba sahaya yang dimiliki beberapa sekutu yang bertikai.
Hamba sahaya ini bingung sehingga tidak mampu membuat mereka semuanya ridha, dengan seorang hamba yang hanya dimiliki oleh seorang majikan saja, dia mengetahui keinginannya dan apa yang diridhainya.


Adakah kedua perumpamaan ini sama?
Tidaklah sama, demikian pula orang musyrik, dia dalam kebingungan dan kebimbangan, sementara orang mukmin dalam ketenangan dan ketentraman.
Pujian yang sempurna lagi lengkap hanyalah milik Allah semata.


Tetapi orang-orang musyrikin tidak mengetahui kebenaran untuk mengikutinya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Allah telah membuat) bagi orang yang musyrik dan orang yang bertauhid


(perumpamaan yaitu seorang laki-laki) lafal Rajulan ini menjadi Badal dari lafal Matsalan


(yang menjadi budak milik beberapa orang yang berserikat dalam perselisihan) yaitu mereka terlihat di dalam persengketaan dan akhlak mereka sangat buruk


(dan seorang budak laki-laki yang menjadi milik penuh) milik sepenuhnya


(dari seorang laki-laki saja, adakah kedua budak itu sama halnya?) lafal Matsalan berkedudukan menjadi Tamyiz maksudnya, tentu saja tidak sama antara seorang budak yang menjadi milik suatu kelompok dengan seorang budak yang menjadi milik penuh seorang saja.
Sesungguhnya, budak yang pertama tadi apabila disuruh oleh masing-masing dari pemilik dirinya secara sekaligus, ia bingung, siapakah yang harus ia layani di antara mereka.
Ini adalah perumpamaan orang yang musyrik sedangkan budak yang kedua adalah perumpamaan bagi orang yang bertauhid.


(Segala puji bagi Allah) semata


(tetapi kebanyakan mereka) penduduk Mekah


(tidak mengetahui) azab apakah yang akan menimpa mereka akibat kemusyrikannya, oleh karena itu mereka berbuat kemusyrikan.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Kemudian disebutkan dalam firman berikutnya:

Allah membuat perumpamaan (yaitu) seorang laki-laki (budak) yang dimiliki oleh beberapa orang yang berserikat yang dalam perselisihan.
(QS. Az-Zumar [39]: 29)

Yaitu para pemiliknya bersengketa mengenai budak tersebut yang dimiliki oleh mereka secara perseroan di antara sesama mereka.

dan seorang budak yang menjadi milik penuh dari seorang laki-laki (saja).
(QS. Az-Zumar [39]: 29)

Artinya, tiada seorang pun yang memilikinya selain pemiliknya.

Adakah kedua budak itu sama halnya?
(QS. Az-Zumar [39]: 29)

Sebagai jawabannya tentu tidak sama antara budak ini dan budak yang sebelumnya.
Sebagaimana tidak sama antara orang musyrik yang menyembah tuhan-tuhan lain beserta Allah, dan antara seorang mukmin yang ikhlas yang tidak menyembah selain hanya kepada Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya.
Maka mana mungkin bisa sama antara yang ini dan yang itu.

Ibnu Abbas r.a. Mujahid, dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang mengatakan bahwa ayat ini mengandung perumpamaan perbandingan antara orang musyrik dan orang ahli tauhid.


Setelah perumpamaan ini diutara­kan dengan jelas dan gamblang, maka disebutkan dalam firman berikutnya:

Segala puji bagi Allah.
(QS. Az-Zumar [39]: 29)

Yang telah menegakkan hujah (alasan) terhadap mereka (orang-orang musyrik).

tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
(QS. Az-Zumar [39]: 29)

karena itulah mereka mempersekutukan Allah.

Unsur Pokok Surah Az Zumar (الزمر)

Surat Az Zumar terdiri atas 75 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Saba‘.

Dinamakan "Az Zumar" (Rombongan-rombongan) karena perkataan "Az Zumar" yang terdapat pada ayat 71 dan 73 ini.

Dalam ayat-ayat tersebut diterangkan keadaan manusia di hari kiamat setelah mereka dihisab, di waktu itu mereka terbagi atas dua rombongan, satu rombongan dibawa ke neraka dan satu rombongan lagi dibawa ke surga.
Masing-masing rombongan memperoleh balasan dari apa yang mereka kerjakan di dunia dahulu.

Surat ini dinamakan juga "Al Ghuraf" (kamar-kamar) berhubung perkataan "ghuraf" yang terdapat pada ayat 20, di mana diterangkan keadaan kamar-kamar dalam surga yang diperoleh orang-orang yang bertakwa.

Keimanan:

Dalildalil ke-Esaan dan kekuasaan Allah.
Malaikatmalaikat berkumpul di sekeliling ‘Arsy bertasbih kepada Tuhannya.
▪ Pada hari kiamat tiap-tiap orang mempunyai catatan amalan masing-masing.

Kisah:

▪ Perintah memurnikan keta’atan kepada Allah.
▪ Larangan berputus asa terhadap rahmat Allah.

Lain-lain:

Tabiat orang-orang musyrik dalam keadaan senang dan susah.
▪ Perumpamaan dalam Alquran dan faedahnya.
▪ Kedahsyatan hari kiamat.
▪ Air muka orang musyrik dan air muka orang mukmin pada hari kiamat.
▪ Janji Allah mengampuni orang-orang yang bersalah bila mereka bertaubat.

Audio

QS. Az-Zumar (39) : 1-75 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 75 + Terjemahan Indonesia

QS. Az-Zumar (39) : 1-75 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 75

Gambar Kutipan Ayat

Surah Az Zumar ayat 29 - Gambar 1 Surah Az Zumar ayat 29 - Gambar 2
Statistik QS. 39:29
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah Az Zumar.

Surah Az-Zumar (Arab: الزمر , “Rombongan-Rombongan”) adalah surah ke-39 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah, terdiri atas 75 ayat.
Dinamakan Az-Zumar yang berarti Rombongan-Rombongan karena kata Az-Zumar yang terdapat pada ayat 71 dan 73 pada surah ini.
Dalam ayat-ayat tersebut diterangkan keadaan manusia di hari kiamat setelah mereka dihisab, di waktu itu mereka terbagi atas dua rombongan; satu rombongan dibawa ke neraka dan satu rombongan lagi dibawa ke surga.
Masing- masing rombongan memperoleh balasan dari apa yang mereka kerjakan di dunia dahulu.
Surah ini dinamakan juga Al-Ghuraf yang berarti Kamar-Kamar karena kata Ghuraf yang terdapat pada ayat 20, di mana diterangkan keadaan kamar-kamar dalam surga yang diperoleh orang-orang yang bertakwa.

Nomor Surah39
Nama SurahAz Zumar
Arabالزمر
ArtiRombongan-rombongan
Nama lainal-Guraf (Kamar-Kamar), Ghuraf, Surah Al-‘Arab
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu59
JuzJuz 23 & 24
Jumlah ruku’8 ruku’
Jumlah ayat75
Jumlah kata1180
Jumlah huruf4871
Surah sebelumnyaSurah Sad
Surah selanjutnyaSurah Al-Mu’min
Sending
User Review
4.8 (20 votes)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:

39:29, 39 29, 39-29, Surah Az Zumar 29, Tafsir surat AzZumar 29, Quran Az-Zumar 29, Surah Az Zumar ayat 29

▪ Az zumar 29 tafsir
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Pilihan

Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu,
dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).
QS. Az-Zumar [39]: 54

Demi pena & apa yang mereka tulis.
Berkat nikmat Tuhanmu kamu (Muhammad) sekali-kali bukan orang gila.
Dan sesungguhnya bagi kamu benar-benar pahala yang besar yang tak putus-putusnya.
Dan sungguh kamu benar-benar berbudi pekerti yang luhur
QS. Al-Qalam [68]: 1-4

Penghuni-penghuni Surga pada hari itu paling baik tempat tinggalnya & paling indah tempat istirahatnya.
QS. Al-Furqan [25]: 24

Dan bertawakkallah kepada Allah yang hidup (kekal) Yang tidak mati,
dan bertasbihlah dengan memuji-Nya.
Dan cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa-dosa hamba-hamba-Nya.

QS. Al-Furqan [25]: 58

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً
Arti dari hadist diatas adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Rasulullah Shallalhu'alaihi wa sallam bersabda:

بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً

'Sampaikanlah dariku, meskipun satu ayat.'
(HR. Bukhari no. 3461)

Di bawah ini adalah cara untuk menjadikan semangat mengamalkan ilmu dalam kehidupan kecuali ...

Benar! Kurang tepat!

Yang diajarkan oleh Rasulullah adalah jika kita melihat kemungkaran untuk mencegahnya pertama kali dengan ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Dalam hadits shahih disebutkan.

أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ

Barangsiapa di antara kalian melihat suatu kemungkaran maka hendaklah ia merubahnya dengan tangannya jika tidak bisa maka dengan lisannya, jika tidak bisa juga maka dengan hatinya, itulah selemah-lemahnya iman.'
[HR. Muslim dalam Al-Iman (49)]

+

Siapakah ilmuan muslim yang pertama menjadi penemu Al-Jabar?

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Muhammad bin Musa al-Khawarizmi adalah seorang ahli dalam bidang matematika, astronomi, astrologi, dan geografi yang berasal dari Persia. Lahir sekitar tahun 780 di Khwarizm dan wafat sekitar tahun 850 di Baghdad.

كادَ الفَقْرُ أنْ يَكُوْنَ كُفْرًا
Arti dari kalimat di atas adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Dari Anas bin Malik Radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

كادَ الفَقْرُ أنْ يَكُوْنَ كُفْرًا

'Hampir-hampir kefakiran (kemiskinan) itu menjadi kekafiran'
--HR. Imam al-Baihaqi dalam kitab 'Syu’abul Iman' (no. 6612). Hadits ini adalah hadits yang lemah.

Pendidikan Agama Islam #30
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #30 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #30 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #14

Ketika Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam masih remaja, baginda telah bekerja mengambil upah sebagai pengembala binatang ternak. Apakah binatang tersebut? … Dalam Islam, teladan yang baik disebut juga dengan istilah … Dalam Islam, pengendalian diri atau kontrol terhadap diri, disebut juga dengan … Pengertian Mujahadah An-Nafs adalah … Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa berjihad (berjuang) yang paling utama adalah melawan …

Pendidikan Agama Islam #7

Alquran adalah keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. Penjelasan tersebut terdapat dalam surah … Hukum yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan secara lahiriah, manusia dengan sesama manusia dan orang-orang dengan lingkungannya disebut hukum … Hukum yang berkaitan dengan perilaku moral manusia dalam kehidupan disebut hukum … Sumber hukum tertinggi dalam Islam adalah ..Hadits adalah Mubayyin untuk Alquran. Arti dari Mubayyin adalah ..

Pendidikan Agama Islam #11

Masyarakat Arab sebelum Islam memiliki kebiasaan buruk, juga memiliki kebiasaan baik. Di bawah ini yang tidak termasuk kebiasaan baik masyarakat Arab sebelum Islam adalah … Berikut ini yang bukan merupakan substansi dakwah Rasulullah di Mekkah adalah … Dalam QS. Al-Muddassir ayat 1-7 adalah menjadi dasar bagi Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk melakukan dakwah di Mekkah secara … Dari proses dakwah secara diam-diam yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melakukan dakwah di Mekkah, maka terdapat beberapa sahabat yang masuk Islam pertama kali. Mereka dikenal dengan sebutan … Cara yang pertama kali ditempuh oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melakukan dakwah di Mekkah secara terang- terangan adalah …

Instagram