QS. Az Zumar (Rombongan-rombongan) – surah 39 ayat 29 [QS. 39:29]

ضَرَبَ اللّٰہُ مَثَلًا رَّجُلًا فِیۡہِ شُرَکَآءُ مُتَشٰکِسُوۡنَ وَ رَجُلًا سَلَمًا لِّرَجُلٍ ؕ ہَلۡ یَسۡتَوِیٰنِ مَثَلًا ؕ اَلۡحَمۡدُ لِلّٰہِ ۚ بَلۡ اَکۡثَرُہُمۡ لَا یَعۡلَمُوۡنَ
Dharaballahu matsalaa rajulaa fiihi syurakaa-u mutasyaakisuuna warajulaa salaman lirajulin hal yastawiyaani matsalaal hamdu lillahi bal aktsaruhum laa ya’lamuun(a);

Allah membuat perumpamaan (yaitu) seorang laki-laki (budak) yang dimiliki oleh beberapa orang yang berserikat yang dalam perselisihan dan seorang budak yang menjadi milik penuh dari seorang laki-laki (saja), Adakah kedua budak itu sama halnya?
Segala puji bagi Allah tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
―QS. 39:29
Topik ▪ Hisab ▪ Keadilan Allah dalam menghakimi ▪ Sikap manusia terhadap kitab samawi
39:29, 39 29, 39-29, Az Zumar 29, AzZumar 29, Az-Zumar 29

Tafsir surah Az Zumar (39) ayat 29

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Az Zumar (39) : 29. Oleh Kementrian Agama RI

Allah membuat suatu perumpamaan untuk menjelaskan perbedaan antara syirik dengan tauhid.
Untuk itu Allah mengumpamakan dua orang budak.
Budak yang satu dimiliki oleh beberapa orang tuan, mereka berserikat dalam kepemilikannya.
Sedang budak yang lain hanya dimiliki oleh seorang tuan saja, tidak ada orang lain yang memilikinya.
Pada suatu saat budak pertama mendapat perintah dari tuan-tuannya itu dengan perintah yang berbeda-beda, seperti tuan pertama memerintahkan membersihkan pekarangan rumahnya, tuan yang kedua menyuruh mencangkul kebunnya, tuan yang ketiga menyuruh membersihkan rumahnya dan sebagainya.
Perintah ini diberikan pada saat yang sama.
Perintah tuan yang manakah yang harus dikerjakan oleh budak tersebut?
Tidak mungkin budak itu melaksanakan tiap-tiap perintah dari tuan-tuannya itu dalam waktu yang sama.
Demikianlah seterusnya sehingga budak itu selalu kebingungan dalam menaati perintah-perintah dari masing-masing tuannya.
Adapun budak yang kedua yang hanya dimiliki oleh seorang tuan, ia dapat melaksanakan perintah tuannya dengan baik, ia tidak akan bingung dalam melaksanakan perintah itu, dan tuannya pun berlega hati karena budaknya itu dapat melaksanakan perintahnya dengan baik.
Samakah keadaan kedua budak tersebut dan sama pulakah keadaan tuan dari masing-masing budak itu?
Demikianlah halnya dengan orang yang beragama tauhid dan orang yang beragama syirik.
Orang yang beragama tauhid tidak pernah bingung dalam melaksanakan perintah dan larangan dari Tuhannya, karena perintah dan larangan itu bersumber dari Yang Maha Esa.
Seorang yang beragama syirik selalu dalam keadaan bingung, perintah tuhannya yang manakah yang akan diikutinya.
Sebaliknya orang yang beragama tauhid hanya menyembah Tuhan Yang Esa, sedang orang yang beragama syirik selalu bingung, tuhan yang manakah yang lebih patut disembah dari tuhan-tuhan yang lain.
Setelah menerangkan kesesatan syirik, Allah menegaskan bahwa segala puji hanyalah untuk-Nya, tidak untuk yang lain.
Hanya Dia sajalah yang berhak disembah, tetapi kebanyakan manusia tidak mau mengetahuinya.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Allah mengumpamakan orang musyrik sebagai budak yang dimiliki oleh sejumlah orang yang saling memperebutkannya, dan orang Muslim yang mengesakan-Nya sebagai budak yang hanya dimiliki oleh satu orang.
Apakah kedua orang itu sama?
Tentu tidak sama.
Alhamdu lillah (segala puji bagi Allah) yang menunjukkan bukti kebenaran kepada umat manusia.
Tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui kebenaran.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Allah telah membuat) bagi orang yang musyrik dan orang yang bertauhid (perumpamaan yaitu seorang laki-laki) lafal Rajulan ini menjadi Badal dari lafal Matsalan (yang menjadi budak milik beberapa orang yang berserikat dalam perselisihan) yaitu mereka terlihat di dalam persengketaan dan akhlak mereka sangat buruk (dan seorang budak laki-laki yang menjadi milik penuh) milik sepenuhnya (dari seorang laki-laki saja, adakah kedua budak itu sama halnya?) lafal Matsalan berkedudukan menjadi Tamyiz maksudnya, tentu saja tidak sama antara seorang budak yang menjadi milik suatu kelompok dengan seorang budak yang menjadi milik penuh seorang saja.

Sesungguhnya, budak yang pertama tadi apabila disuruh oleh masing-masing dari pemilik dirinya secara sekaligus, ia bingung, siapakah yang harus ia layani di antara mereka.

Ini adalah perumpamaan orang yang musyrik sedangkan budak yang kedua adalah perumpamaan bagi orang yang bertauhid.

(Segala puji bagi Allah) semata (tetapi kebanyakan mereka) penduduk Mekah (tidak mengetahui) azab apakah yang akan menimpa mereka akibat kemusyrikannya, oleh karena itu mereka berbuat kemusyrikan.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Allah membuat perumpamaan dengan seorang hamba sahaya yang dimiliki beberapa sekutu yang bertikai. Hamba sahaya ini bingung sehingga tidak mampu membuat mereka semuanya ridha, dengan seorang hamba yang hanya dimiliki oleh seorang majikan saja, dia mengetahui keinginannya dan apa yang diridhainya. Adakah kedua perumpamaan ini sama?? Tidaklah sama, demikian pula orang musyrik, dia dalam kebingungan dan kebimbangan, sementara orang Mukmin dalam ketenangan dan ketentraman. Pujian yang sempurna lagi lengkap hanyalah milik Allah semata. Tetapi orang-orang musyrikin tidak mengetahui kebenaran untuk mengikutinya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Kemudian disebutkan dalam firman berikutnya:

Allah membuat perumpamaan (yaitu) seorang laki-laki (budak) yang dimiliki oleh beberapa orang yang berserikat yang dalam perselisihan.
(Q.S. Az-Zumar [39]: 29)

Yaitu para pemiliknya bersengketa mengenai budak tersebut yang dimiliki oleh mereka secara perseroan di antara sesama mereka.

dan seorang budak yang menjadi milik penuh dari seorang laki-laki (saja).
(Q.S. Az-Zumar [39]: 29)

Artinya, tiada seorang pun yang memilikinya selain pemiliknya.

Adakah kedua budak itu sama halnya?
(Q.S. Az-Zumar [39]: 29)

Sebagai jawabannya tentu tidak sama antara budak ini dan budak yang sebelumnya.
Sebagaimana tidak sama antara orang musyrik yang menyembah tuhan-tuhan lain beserta Allah, dan antara seorang mukmin yang ikhlas yang tidak menyembah selain hanya kepada Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya.
Maka mana mungkin bisa sama antara yang ini dan yang itu.

Ibnu Abbas r.a.
Mujahid, dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang mengatakan bahwa ayat ini mengandung perumpamaan perbandingan antara orang musyrik dan orang ahli tauhid.

Setelah perumpamaan ini diutara­kan dengan jelas dan gamblang, maka disebutkan dalam firman berikutnya:

Segala puji bagi Allah.
(Q.S. Az-Zumar [39]: 29)

Yang telah menegakkan hujah (alasan) terhadap mereka (orang-orang musyrik).

tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
(Q.S. Az-Zumar [39]: 29)

karena itulah mereka mempersekutukan Allah.


Informasi Surah Az Zumar (الزمر)
Surat Az Zumar terdiri atas 75 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Saba’.

Dinamakan “Az Zumar” (Rombongan-rombongan) karena perkataan “Az Zumar” yang ter­ dapat pada ayat 71 dan 73 ini.

Dalam ayat-ayat tersebut diterangkan keadaan manusia di hari kiamat setelah mereka di­ hisab, di waktu itu mereka terbagi atas dua rombongan satu rombongan dibawa ke neraka dan satu rombongan lagi dibawa ke surga.
Masing-masing rombongan memperoleh balasan dari apa yang mereka kerjakan di dunia dahulu.

Surat ini dinamakan juga “Al Ghuraf” (kamar-kamar) berhubung perkataan “ghuraf” yang terdapat pada ayat 20, di mana diterangkan keadaan kamar-kamar dalam surga yang diperoleh orang-orang yang bertakwa.

Keimanan:

Dalil-dalil ke-Esaan dan kekuasaan Allah
malaikat-malaikat berkumpul di sekeli­ ling ‘Arsy bertasbih kepada Tuhannya
pada hari kiamat tiap-tiap orang mempu­nyai catatan amalan masing-masing.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Perintah memumikan keta’atan kepada Allah
larangan berputus asa terhadap rahmat Allah.

Lain-lain:

Tabiat orang-orang musyrik dalam keadaan senang dan susah
perumpamaan dalam al Qur’an dan faedahnya
kedahsyatan hari kiamat
air muka orang musyrik dan air muka orang mu ‘min pada hari kiamat
janji Allah mengampuni orang-orang yang bersalah bila mereka bertaubat.

Ayat-ayat dalam Surah Az Zumar (75 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Az-Zumar (39) ayat 29 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Az-Zumar (39) ayat 29 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Az-Zumar (39) ayat 29 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Az-Zumar - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 75 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 39:29
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Az Zumar.

Surah Az-Zumar (Arab: الزمر , "Rombongan-Rombongan") adalah surah ke-39 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Makkiyah, terdiri atas 75 ayat.
Dinamakan Az-Zumar yang berarti Rombongan-Rombongan karena kata Az-Zumar yang terdapat pada ayat 71 dan 73 pada surah ini.
Dalam ayat-ayat tersebut diterangkan keadaan manusia di hari kiamat setelah mereka dihisab, di waktu itu mereka terbagi atas dua rombongan; satu rombongan dibawa ke neraka dan satu rombongan lagi dibawa ke surga.
Masing- masing rombongan memperoleh balasan dari apa yang mereka kerjakan di dunia dahulu.
Surah ini dinamakan juga Al-Ghuraf yang berarti Kamar-Kamar karena kata Ghuraf yang terdapat pada ayat 20, di mana diterangkan keadaan kamar-kamar dalam surga yang diperoleh orang-orang yang bertakwa.

Nomor Surah 39
Nama Surah Az Zumar
Arab الزمر
Arti Rombongan-rombongan
Nama lain al-Guraf (Kamar-Kamar), Ghuraf, Surah Al-‘Arab
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 59
Juz Juz 23 & 24
Jumlah ruku' 8 ruku'
Jumlah ayat 75
Jumlah kata 1180
Jumlah huruf 4871
Surah sebelumnya Surah Sad
Surah selanjutnya Surah Al-Mu’min
4.4
Ratingmu: 4.8 (20 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim