Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Az Zumar (Rombongan-rombongan) – surah 39 ayat 23 [QS. 39:23]

اَللّٰہُ نَزَّلَ اَحۡسَنَ الۡحَدِیۡثِ کِتٰبًا مُّتَشَابِہًا مَّثَانِیَ ٭ۖ تَقۡشَعِرُّ مِنۡہُ جُلُوۡدُ الَّذِیۡنَ یَخۡشَوۡنَ رَبَّہُمۡ ۚ ثُمَّ تَلِیۡنُ جُلُوۡدُہُمۡ وَ قُلُوۡبُہُمۡ اِلٰی ذِکۡرِ اللّٰہِ ؕ ذٰلِکَ ہُدَی اللّٰہِ یَہۡدِیۡ بِہٖ مَنۡ یَّشَآءُ ؕ وَ مَنۡ یُّضۡلِلِ اللّٰہُ فَمَا لَہٗ مِنۡ ہَادٍ
Allahu nazzala ahsanal hadiitsi kitaaban mutasyaabihan matsaaniya taqsya’irru minhu juluudul-ladziina yakhsyauna rabbahum tsumma taliinu juluuduhum waquluubuhum ila dzikrillahi dzalika hudallahi yahdii bihi man yasyaa-u waman yudhlilillahu famaa lahu min haadin;
Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Alquran yang serupa (ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka ketika mengingat Allah.
Itulah petunjuk Allah, dengan Kitab itu Dia memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki.
Dan barangsiapa dibiarkan sesat oleh Allah, maka tidak seorang pun yang dapat memberi petunjuk.

―QS. Az Zumar [39]: 23

Daftar isi

Allah has sent down the best statement:
a consistent Book wherein is reiteration.
The skins shiver therefrom of those who fear their Lord;
then their skins and their hearts relax at the remembrance of Allah.
That is the guidance of Allah by which He guides whom He wills.
And one whom Allah leaves astray – for him there is no guide.
― Chapter 39. Surah Az Zumar [verse 23]

ٱللَّهُ Allah

Allah
نَزَّلَ Dia menurunkan

has revealed
أَحْسَنَ paling baik

(the) best
ٱلْحَدِيثِ pembicaraan/perkataan

(of) [the] statement –
كِتَٰبًا Kitab

a Book
مُّتَشَٰبِهًا serupa

(its parts) resembling each other
مَّثَانِىَ berulang-ulang

oft-repeated.
تَقْشَعِرُّ gemetar

Shiver
مِنْهُ dari padanya/karenanya

from it
جُلُودُ kulit-kulit

(the) skins
ٱلَّذِينَ orang-orang yang

(of) those who
يَخْشَوْنَ (mereka) takut

fear
رَبَّهُمْ Tuhan mereka

their Lord,
ثُمَّ kemudian

then
تَلِينُ menjadi lembut/tenang

relax
جُلُودُهُمْ kulit-kulit mereka

their skins
وَقُلُوبُهُمْ dan hati mereka

and their hearts
إِلَىٰ kepada

at
ذِكْرِ mengingat

(the) remembrance
ٱللَّهِ Allah

(of) Allah.
ذَٰلِكَ demikianlah

That
هُدَى petunjuk

(is the) guidance
ٱللَّهِ Allah

(of) Allah,
يَهْدِى Dia memberi petunjuk

He guides
بِهِۦ dengannya

with it
مَن siapa

whom
يَشَآءُ Dia kehendaki

He wills.
وَمَن dan barang siapa

And whoever
يُضْلِلِ menyesatkan

Allah lets go astray *[meaning includes next or prev. word]
ٱللَّهُ Allah

Allah lets go astray *[meaning includes next or prev. word]

Tafsir Quran

Surah Az Zumar
39:23

Tafsir QS. Az-Zumar (39) : 23. Oleh Kementrian Agama RI

Allah menerangkan bahwa Dia menurunkan perkataan yang paling baik, yaitu Alquran yang mulia, sebahagian ayat-ayatnya mempunyai kemiripan baik dalam menjelaskan hukum-hukum, kebenaran, pelajaran, mengemukakan hujah, hikmah-hikmah, dan sebagainya, sebagaimana beberapa bagian air menyerupai beberapa bagian udara, beberapa bagian suatu negeri menyerupai beberapa bagian negeri yang lain.
Karena ada suatu kisah diulang-ulang menyebutnya di beberapa tempat, demikian pula perintah-perintah, larangan-larangan, dan sebagainya.

Orang-orang yang beriman, bila mereka mendengar bacaan Alquran meremang bulu romanya, dan bergoncang hatinya karena takut kepada Allah.
Hal itu mendorong hati mereka mengikuti semua perintah-perintah Allah dan menghentikan larangan-larangan-Nya.

Jiwa mereka menjadi hidup, semangat mereka bertambah untuk melaksanakan amal-amal yang saleh dan berjihad di jalan-Nya.

Dengan Alquran, Allah memberikan petunjuk kepada hamba-hamba-Nya, membimbing orang-orang yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus serta mempertebal iman di dalam hatinya.

Tetapi orang yang disesatkan hatinya, mereka hampa dan kosong, mereka tidak akan memperoleh manfaat sedikit pun dari Alquran itu.

Tafsir QS. Az Zumar (39) : 23. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Allah menurunkan firman yang paling baik berupa kitab suci yang makna dan diksinya sama-sama mencapai puncak kemukjizatan dan kesempurnaan.
Di dalamnya banyak dikemukakan nasihat dan ketentuan hukum.


Bacaannya sering diulang.
Ketika membaca atau mendengar ancaman yang terkandung di dalamnya, orang-orang yang takut kepada Allah kulitnya akan merinding.


Setelah itu, kulit dan hatinya akan melunak untuk mengingat Allah.
Kitab suci yang mempunyai sifat-sifat seperti itu merupakan cahaya Allah yang dengannya Allah memberi petunjuk kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya lalu membimbingnya untuk beriman kepada-Nya.


Barangsiapa disesatkan oleh Allah–karena Dia Mahatahu bahwa ia akan menyimpang dari kebenaran–maka tidak seorang pun mampu menyelamatkannya dari kesesatan.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Allah menurunkan perkataan terbaik yaitu Alquran yang agung, sebagian darinya mirip dengan sebagaian yang lain dalam kebagusan, kecanggihan dan keakuratannya.
Di dalamnya terkandung kisah-kisah, hukum-hukum, hujjah-hujjah dan keterangan-keterangan diulang, tilawahnya juga diulang, namun jiwa tidak merasa bosan karena banyaknya pengulangan.


Kulit orang-orang yang takut kepada Rabb mereka bergetar dan merinding karena mendengarnya, karena mereka terpengaruh dengan ancaman siksa yang ada di dalamnya.
Kemudian kulit dan hati mereka melunak karena berbahagia dengan janji pahala Allah yang ada di dalamnya.


Pengaruh Alquran terhadap diri itu merupakan hidayah Allah kepada hamba-hamba-Nya.
Dan Allah membimbing siapa yang dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya dengan Alquran.


Barangsiapa yang disesatkan oleh Allah dari iman dengan Alquran ini karena kekufuran dan penentangannya, maka dia tidak memiliki orang yang bisa membimbing dan memberinya hidayah.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik yaitu Kitab) Alquran, lafal Kitaaban menjadi Badal lafal Ahsanal Hadiitsi


(yang serupa) satu sama lainnya sama dalam hal Nuzhum dan hal-hal lainnya


(lagi berulang-ulang) diulang-ulang di dalamnya janji dan ancaman serta hal-hal lainnya


(gemetarlah karenanya) yakni gemetar karena takut di kala disebutkan ancaman-Nya


(kulit orang-orang yang takut) yang merasa takut


(kepada Rabbnya, kemudian menjadi tenang kulit dan kalbu mereka di waktu mengingat Allah) sewaktu ingat akan janji-Nya.


(Itulah) kitab Alquran itu


(petunjuk Allah, dengan Kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya.
Dan barang siapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemberi petunjuk.)

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Ini merupakan pujian dari Allah subhanahu wa ta’ala yang ditujukan kepada kitab-Nya, yaitu Alquran yang Dia turunkan kepada rasul-Nya yang mulia.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Alquran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang.
(QS. Az-Zumar [39]: 23)

Mujahid mengatakan bahwa yang dimaksud adalah kitab Alquran, semuanya serupa mutu ayat-ayatnya lagi berulang-ulang.


Qatadah mengatakan suatu ayat serupa dengan ayat lain, dan suatu huruf sama dengan huruf lainnya.


Ad-Dahhak mengatakan bahwa yang dimaksud dengan masani ialah mengulang-ulang bacaannya agar mereka memahami apa yang diturunkan dari Tuhannya.


Ikrimah dan Al-Hasan mengatakan bahwa Allah menyebut qada secara berulang-ulang di dalam Alquran.
Al-Hasan menambahkan bahwa di dalam surat terdapat suatu ayat, dan di surat yang lain terdapat ayat yang semisal dengan ayat tersebut.

Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam mengatakan bahwa masani ialah diulang-ulang;
kisah mengenai Musa, Saleh, Hud, dan para nabi lainnya disebutkan secara berulang-ulang di dalam Alquran di berbagai tempat yang cukup banyak.

Sa’id ibnu Jubair telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a, bahwa masani ialah sebagian dari Alquran serupa dengan sebagian yang lainnya dan satu sama lainnya saling memperkuat.


Sebagian ulama mengatakan, juga menurut apa yang diriwayatkan dari Sufyan ibnu Uyaynah disebutkan bahwa makna firman-Nya:
yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang.
(QS. Az-Zumar [39]: 23)
Sesungguhnya konteks-konteks Alquran itu adakalanya berkaitan dengan satu pengertian, maka yang ini dinamakan ayat-ayat yang mutasyabih.
Adakalanya disebutkan sesuatu dan lawan katanya, seperti penyebutan tentang orang-orang mukmin dan disusul dengan sebutan tentang orang-orang kafir, sebutan tentang gambaran surga dan gambaran neraka, dan subjek-subjek lainnya, maka yang ini dinamakan masani, seperti yang terdapat pada firman-Nya:

Sesungguhnya orang-orang yang banyak berbakti benar-benar berada dalam surga yang penuh kenikmatan, dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam neraka.
(QS. Al-Infitar [82]: 13-14)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Sekali-kali jangan curang, karena sesungguhnya kitab orang-orang yang durhaka tersimpan dalam sijjin.
(QS. Al-Mutaffifin [83]: 7)

sampai dengan firman-Nya:

sekali-kali tidak, sesungguhnya kitab orang-orang yang berbakti itu (tersimpan) dalam Illiyyin.
(QS. Al-Mutaffifin [83]: 18)


Juga firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Ini adalah kehormatan (bagi mereka) dan sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa benar-benar (disediakan) tempat kembali yang baik.
(QS. Shad [38]: 49)

sampai dengan firman-Nya:

Beginilah (keadaan mereka).
Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang durhaka benar-benar (disediakan) tempat kembali yang buruk.
(QS. Shad [38]: 55)

Dan konteks-konteks semacam ini termasuk ke dalam pengertian masani yakni mengandung dua makna.

Adapun jika konteksnya mengandung pengertian yang sama, sebagian darinya serupa dengan sebagian yang lain, maka disebut dengan istilah mutasyabih, tetapi bukan mutasyabih yang disebutkan di dalam firmanNya:

Di antara (isi) nya ada ayat-ayat yang muhkamat, itulah pokok-pokok isi Alquran dan yang lain (ayat-ayat) mutasyabihat (QS. Ali ‘Imran [3]: 7)

Yang ini mengandung pengertian yang lain.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah.
(QS. Az-Zumar [39]: 23)

Yakni demikianlah sifat orang-orang yang banyak berbakti di saat mendengar Kalamullah Yang Mahakuasa, Mahaperkasa lagi Maha Pengampun, disebabkan apa yang mereka pahami darinya menyangkut janji, kecaman, dan ancaman yang membuat gemetar kulit tubuh mereka (merinding) karena takut kepada Allah subhanahu wa ta’ala

kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah.
(QS. Az-Zumar [39]: 23)

karena hati mereka penuh harap terhadap limpahan rahmat-Nya dan kasih sayang-Nya;
sikap mereka berbeda jauh dengan orang lain yang pendurhaka ditinjau dari berbagai seginya.

Pertama.
Bila mereka mendengarkan bacaan Al-Quran, maka mereka mendengarkannya sebagai Alquran yang dibacakan, sedangkan selain mereka mendengarnya bagaikan mendengar nyanyian dan kemerduan suaranya saja.

Kedua.
Apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Tuhan Yang Maha Pemurah, maka mereka menyungkur bersujud seraya menangis dengan penuh etika dan rasa takut, rasa harap dan rasa cinta, serta penuh dengan pemahaman dan pengertian.
Sebagaimana yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka, (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakal, (yaitu) orang-orang yang mendirikan salat dan menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.
Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya.
Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki (nikmat) yang mulia.
(QS. Al-Anfal [8]: 2-4)

Dan firman-Nya:

Dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat-ayat Tuhan mereka, mereka tidaklah menghadapinya sebagai orang-orang yang tuli dan buta.
(QS. Al-Furqaan [25]: 73)

Yakni apabila mereka mendengar Kalamullah dibacakan, maka mereka tidak sibuk dengan yang lainnya, bahkan mnedengarkannya dengan penuh ketaatan dan memahami semua makna yang terkandung di dalamnya, lalu meresapkannya ke dalam kalbu mereka.
Karena itulah maka mereka mengamalkannya dan bersujud padanya dengan penuh pengetahuan dan pengertian, bukan karena tidak mengerti atau membebek kepada orang lain.

Ketiga.
Mereka selalu menjaga etika dan sopan santun saat mendengarkannya, sebagaimana yangtelah dilakukan oleh para sahabat saat mereka mendengar Kalamullah yang dibacakan oleh Rasulullah ﷺ Kulit tubuh mereka bergetar, kemudian hati mereka menjadi lunak di waktu mengingat Allah.
Mereka tidak ribut dan tidak pula memaksakan diri dengan apa yang bukan pembawaan diri mereka, bahkan mereka memiliki keteguhan, ketenangan, etika, dan rasa takut kepada Allah yang tidak ada seorang pun setara dengan mereka dalam hal ini.
Karena itulah mereka beruntung mendapat pujian dari Tuhan Yang Mahatinggi di dunia ini dan di akhirat nanti.

Abdur Razzaq mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ma’mar yang mengatakan bahwa Qatadah rahimahullah membaca firman-Nya:
gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah.
(QS. Az-Zumar [39]: 23)
Qatadah mengatakan bahwa inilah sifat kekasih-kekasih Allah.
Allah menyifati mereka bahwa kulit mereka bergetar, mata mereka menangis, serta hati mereka lunak di waktu mengingat Allah.
Allah tidak menyifati mereka hilang akal dan pingsan, karena sesungguhnya hal ini merupakan ciri khas ahli bid’ah, dan perbuatan ini berasal dari setan.


As-Saddi mengatakan sehubungan dengan firman-Nya:
kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah.
(QS. Az-Zumar [39]: 23)
Yakni ingat akan janji Allah subhanahu wa ta’ala

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya dari kalangan hamba-hamba-Nya.
(QS. Az-Zumar [39]: 23)

Yaitu demikianlah sifat orang yang diberi petunjuk oleh Allah;
dan orang yang mempunyai sifat yang berbeda dengan itu, maka dia termasuk orang yang disesatkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan barang siapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada seorang pun pemberi petunjuk baginya.
(QS. Az-Zumar [39]: 23)

Unsur Pokok Surah Az Zumar (الزمر)

Surat Az Zumar terdiri atas 75 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Saba’.

Dinamakan "Az Zumar" (Rombongan-rombongan) karena perkataan "Az Zumar" yang terdapat pada ayat 71 dan 73 ini.

Dalam ayat-ayat tersebut diterangkan keadaan manusia di hari kiamat setelah mereka dihisab, di waktu itu mereka terbagi atas dua rombongan, satu rombongan dibawa ke neraka dan satu rombongan lagi dibawa ke surga.
Masing-masing rombongan memperoleh balasan dari apa yang mereka kerjakan di dunia dahulu.

Surat ini dinamakan juga "Al Ghuraf" (kamar-kamar) berhubung perkataan "ghuraf" yang terdapat pada ayat 20, di mana diterangkan keadaan kamar-kamar dalam surga yang diperoleh orang-orang yang bertakwa.

Keimanan:

▪ Dalil-dalil ke-Esaan dan kekuasaan Allah.
▪ Malaikat-malaikat berkumpul di sekeliling ‘Arsy bertasbih kepada Tuhannya.
▪ Pada hari kiamat tiap-tiap orang mempunyai catatan amalan masing-masing.

Kisah:

▪ Perintah memurnikan keta’atan kepada Allah.
▪ Larangan berputus asa terhadap rahmat Allah.

Lain-lain:

▪ Tabiat orang-orang musyrik dalam keadaan senang dan susah.
▪ Perumpamaan dalam Alquran dan faedahnya.
▪ Kedahsyatan hari kiamat.
▪ Air muka orang musyrik dan air muka orang mukmin pada hari kiamat.
▪ Janji Allah mengampuni orang-orang yang bersalah bila mereka bertaubat.

Audio Murottal

QS. Az-Zumar (39) : 1-75 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 75 + Terjemahan Indonesia



QS. Az-Zumar (39) : 1-75 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 75

Gambar Kutipan Ayat

Surah Az Zumar ayat 23 - Gambar 1 Surah Az Zumar ayat 23 - Gambar 2
Statistik QS. 39:23
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah Az Zumar.

Surah Az-Zumar (Arab: الزمر , “Rombongan-Rombongan”) adalah surah ke-39 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah, terdiri atas 75 ayat.
Dinamakan Az-Zumar yang berarti Rombongan-Rombongan karena kata Az-Zumar yang terdapat pada ayat 71 dan 73 pada surah ini.
Dalam ayat-ayat tersebut diterangkan keadaan manusia di hari kiamat setelah mereka dihisab, di waktu itu mereka terbagi atas dua rombongan; satu rombongan dibawa ke neraka dan satu rombongan lagi dibawa ke surga.
Masing- masing rombongan memperoleh balasan dari apa yang mereka kerjakan di dunia dahulu.
Surah ini dinamakan juga Al-Ghuraf yang berarti Kamar-Kamar karena kata Ghuraf yang terdapat pada ayat 20, di mana diterangkan keadaan kamar-kamar dalam surga yang diperoleh orang-orang yang bertakwa.

Nomor Surah 39
Nama Surah Az Zumar
Arab الزمر
Arti Rombongan-rombongan
Nama lain al-Guraf (Kamar-Kamar), Ghuraf, Surah Al-‘Arab
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 59
Juz Juz 23 & 24
Jumlah ruku’ 8 ruku’
Jumlah ayat 75
Jumlah kata 1180
Jumlah huruf 4871
Surah sebelumnya Surah Sad
Surah selanjutnya Surah Al-Mu’min
Sending
User Review
4.2 (14 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

39:23, 39 23, 39-23, Surah Az Zumar 23, Tafsir surat AzZumar 23, Quran Az-Zumar 23, Surah Az Zumar ayat 23

Video Surah

39:23


Load More

Kandungan Surah Az Zumar

۞ QS. 39:1 • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 39:2 • Kewajiban hamba pada Allah • Ikhlas dalam berbuat

۞ QS. 39:3 Tauhid Uluhiyyah • Mendustai Allah • Allah menggerakkan hati manusia • Wali Allah dan wali syetan • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 39:4 Tauhid Uluhiyyah • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Sifat Iradah (berkeinginan) • Al Qahhar (Maha Pemaksa)

۞ QS. 39:5 • Ampunan Allah yang luas • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Al Ghaffar (Maha Pemgampun)

۞ QS. 39:6 Tauhid Uluhiyyah • Segala sesuatu milik Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 39:7 • Allah tidak membutuhkan makhlukNya • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Al Ghaniy (Maha Kaya)

۞ QS. 39:8 Ar Rabb (Tuhan) • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 39:9 • Memohon hanya kepada Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Keadilan Allah dalam menghakimi • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya •

۞ QS. 39:10 • Pahala iman • Ar Rabb (Tuhan) • Sikap orang mukmin terhadap fitnah • Kewajiban hamba pada Allah •

۞ QS. 39:11 • Islam agama para nabi • Kewajiban hamba pada Allah • Ikhlas dalam berbuat

۞ QS. 39:12 • Islam agama yang diterima di sisi Allah • Islam agama para nabi

۞ QS. 39:13 Ar Rabb (Tuhan) • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 39:14 • Islam agama para nabi • Ikhlas dalam berbuat

۞ QS. 39:15 • Siksa orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 39:16 • Sifat neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Kewajiban hamba pada Allah • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 39:17 • Pahala iman • Keutamaan iman

۞ QS. 39:18 • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 39:19 • Kebenaran dan hakikat takdir

۞ QS. 39:20 • Pahala iman • Allah menepati janji • Ar Rabb (Tuhan) • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga

۞ QS. 39:21 • Kekuasaan Allah • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan

۞ QS. 39:22 • Pahala iman • Ar Rabb (Tuhan) • Allah menggerakkan hati manusia • Islam agama yang diterima di sisi Allah • Azab orang kafir

۞ QS. 39:23 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan) • Allah menggerakkan hati manusia • Ketentuan Allah tak dapat dihindari • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 39:24 • Azab orang kafir • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya

۞ QS. 39:25 • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 39:26 • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 39:28 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 39:29 • Keadilan Allah dalam menghakimi

۞ QS. 39:30 • Kematian pasti terjadi pada setiap makhluk hidup

۞ QS. 39:31 Ar Rabb (Tuhan) • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Sifat hari penghitungan •

۞ QS. 39:32 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 39:33 • Pahala iman

۞ QS. 39:34 • Pahala iman • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 39:35 • Pahala iman • Pelipatgandaan pahala bagi orang mukmin • Ampunan Allah terhadap pelaku maksiat • Ampunan Allah dan rahmatNya •

۞ QS. 39:36 • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 39:37 • Siksaan Allah sangat pedih • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah •

۞ QS. 39:38 • Mendustai Allah • Sifat Iradah (berkeinginan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah •

۞ QS. 39:39 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Maksiat dan dosa

۞ QS. 39:40 • Keabadian neraka • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 39:41 • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 39:42 • Pencabutan ruh saat tidur • Cara pencabutan ruh • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 39:43 • Mendustai Allah • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 39:44 • Syafaat hak Allah semata • Segala sesuatu milik Allah • Manusia dibangkitkan dari kubur • Syafaat hanya milik Allah semata •

۞ QS. 39:45 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 39:46 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 39:47 • Orang kafir menebus dirinya pada hari kiamat • Sifat hari penghitungan • Azab orang kafir • Siksa orang kafir

۞ QS. 39:48 • Sifat hari penghitungan • Azab orang kafir • Siksa orang kafir

۞ QS. 39:49 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 39:50 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 39:51 • Kekuasaan Allah • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 39:52 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir

۞ QS. 39:53 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Ampunan Allah dan rahmatNya •

۞ QS. 39:54 Ar Rabb (Tuhan) • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Azab orang kafir • Bersegera dalam melakukan kebaikan • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 39:55 Ar Rabb (Tuhan) • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Hari kiamat datang tiba-tiba • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh

۞ QS. 39:56 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan

۞ QS. 39:57 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 39:58 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan

۞ QS. 39:59 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 39:60 • Derajat para pemeluk agama • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 39:61 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Pahala iman • Keutamaan iman

۞ QS. 39:62 Al Khaliq (Maha Pencipta) • Al Wakil (Maha Penolong)

۞ QS. 39:63 • Segala sesuatu milik Allah • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 39:64 Tauhid Uluhiyyah • Islam agama para nabi

۞ QS. 39:65 • Perbuatan orang kafir sia-sia • Siksa orang kafir • Penghapus pahala kebaikan

۞ QS. 39:66 Tauhid Uluhiyyah • Kewajiban hamba pada Allah

۞ QS. 39:67 • Sifat Mukhalafah (berbeda dengan makhluk) • Mensucikan Allah dari segala sekutu • Kekuasaan Allah • Al Muta’ali (Maha Luhur) • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 39:68 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Peniupan sangkakala • Kedahsyatan hari kiamat • Manusia dibangkitkan dari kubur •

۞ QS. 39:69 Ar Rabb (Tuhan) • Lembaran catatan amal perbuatan • Sifat hari penghitungan • Keadilan Allah dalam menghakimi •

۞ QS. 39:70 • Keluasan ilmu Allah • Sifat hari penghitungan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menghitung amal kebaikan •

۞ QS. 39:71 Ar Rabb (Tuhan) • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi • Nama-nama neraka • Memasuki neraka • Penjaga neraka

۞ QS. 39:72 • Nama-nama neraka • Keabadian neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 39:73 Ar Rabb (Tuhan) • Keabadian surga • Pintu-pintu surga • Memasuki surga •

۞ QS. 39:74 • Pahala iman • Allah menepati janji • Percakapan para ahli surga

۞ QS. 39:75 Tauhid Rububiyyah • ArsyAr Rabb (Tuhan) • Tugas-tugas malaikat • Keadilan Allah dalam menghakimi

Ayat Pilihan

Ibrahim berkata:
“Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhan-nya,
kecuali orang-orang yang sesat”.
QS. Al-Hijr [15]: 56

Tuhanmu lebih mengetahui apa yang ada dalam hatimu,
jika kamu orang-orang yang baik,
maka sesungguhnya Dia Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertaubat.
QS. Al-Isra’ [17]: 25

Mereka bodoh, tapi tak tahu.
Dan bila berjumpa dengan orang beriman,
mereka berkata:
“Kami telah beriman”.
Dan bila kembali kepada syaitan,
mereka mengatakan:
“Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu,
kami hanya berolok-olok”
QS. Al-Baqarah [2]: 13-14

Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebagian umat manusia dengan sebagian yang lain,
pasti rusaklah bumi ini.
Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas semesta alam.
QS. Al-Baqarah [2]: 251

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Berikut adalah hadits yang rusak, kecuali ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Hadis Muu2019allaq adalah bila sanad sebuah hadits terputus pada penutur 5 hingga penutur 1, alias tidak ada sanadnya.
Contoh:

'Seorang pencatat hadis mengatakan, telah sampai kepadaku bahwa Rasulullah mengatakan....'

tanpa ia menjelaskan sanad antara dirinya hingga Rasulullah.

Hukum penggunaan hadis sebagai dasar hukum adalah ...

Correct! Wrong!

Undang-undang tentang penggunaan Hadits-Maudu adalah ...

Correct! Wrong!

+

Array

Orang yang menceritakan hadits disebut ...

Correct! Wrong!

Sumber kedua hukum dalam menetapkan Hukum tentang Alquran adalah ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #8
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #8 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #8 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #8

Sumber kedua hukum dalam menetapkan Hukum tentang Alquran adalah … Hukum penggunaan hadis sebagai dasar hukum adalah … Orang yang menceritakan hadits disebut … Undang-undang tentang penggunaan Hadits-Maudu adalah … Berikut adalah hadits yang rusak, kecuali …

Pendidikan Agama Islam #13

Nama pedang Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … … Apa nama peperangan pertama yang berlaku dalam sejarah Islam? … Apa makanan kegemaran Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam? … Apa warna kesukaan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam? … Sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapa yang berselawat kepadaku sekali, maka Allah akan berselawat kepadanya … kali.”

Pendidikan Agama Islam #9

Arti hadits maudhu’ adalah … Pengertian ijtihad menurut istilah adalah … Orang yang memiliki kemampuan untuk melakukan infefensi hukum-hukum syariat dari sumber-sumber yang terpercaya disebut dengan … Berdasarkan bahasa, ijma artinya adalah … Era ketidaktahuan juga disebut zaman …

Kamus Istilah Islam

Hadis Mu’allaq

Apa itu Hadis Mu’allaq? Hadis Mu’allaq adalah bila sanad sebuah hadits terputus pada penutur 5 hingga penutur 1, alias tidak ada sanadnya. Contoh: “Seorang pencatat hadis mengatakan,...

penerjemahan

Apa itu penerjemahan? pe.ner.je.mah.an proses, cara, perbuatan menerjemahkan; pengalihbahasaan; penerjemahan Pancatantra yang sempurna dilakukan pada Zaman Islam oleh Abdul Kadir Munsji … •

kadi

Apa itu kadi? ka.di hakim yang mengadili perkara yang bersangkut-paut dengan agama Islam … •