Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Az Zumar (Rombongan-rombongan) - surah 39 ayat 22 [QS. 39:22]

اَفَمَنۡ شَرَحَ اللّٰہُ صَدۡرَہٗ لِلۡاِسۡلَامِ فَہُوَ عَلٰی نُوۡرٍ مِّنۡ رَّبِّہٖ ؕ فَوَیۡلٌ لِّلۡقٰسِیَۃِ قُلُوۡبُہُمۡ مِّنۡ ذِکۡرِ اللّٰہِ ؕ اُولٰٓئِکَ فِیۡ ضَلٰلٍ مُّبِیۡنٍ
Afaman syarahallahu shadrahu lila-islaami fahuwa ‘ala nuurin min rabbihi fawailul(n)-lilqaasiyati quluubuhum min dzikrillahi uula-ika fii dhalalin mubiinin;
Maka apakah orang-orang yang dibukakan hatinya oleh Allah untuk (menerima) agama Islam lalu dia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang hatinya membatu)?
Maka celakalah mereka yang hatinya telah membatu untuk mengingat Allah.
Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.
―QS. Az Zumar [39]: 22

Daftar isi

So is one whose breast Allah has expanded to (accept) Islam and he is upon a light from his Lord (like one whose heart rejects it)?
Then woe to those whose hearts are hardened against the remembrance of Allah.
Those are in manifest error.
― Chapter 39. Surah Az Zumar [verse 22]

أَفَمَن apakah maka orang

So is (one for) whom
شَرَحَ melapangkan

Allah has expanded *[meaning includes next or prev. word]
ٱللَّهُ Allah

Allah has expanded *[meaning includes next or prev. word]
صَدْرَهُۥ dadanya

his breast
لِلْإِسْلَٰمِ untuk Islam

for Islam
فَهُوَ maka dia

so he
عَلَىٰ atas

(is) upon
نُورٍ cahaya

a light
مِّن dari

from
رَّبِّهِۦ Tuhannya

his Lord.
فَوَيْلٌ maka kecelakaanlah

So woe
لِّلْقَٰسِيَةِ bagi yang keras/membatu

to (those are) hardened
قُلُوبُهُم hati mereka

their hearts
مِّن dari

from
ذِكْرِ mengingat

(the) remembrance of Allah. *[meaning includes next or prev. word]
ٱللَّهِ Allah

(the) remembrance of Allah. *[meaning includes next or prev. word]
أُو۟لَٰٓئِكَ mereka itu

Those
فِى dalam

(are) in
ضَلَٰلٍ kesesatan

error
مُّبِينٍ nyata

clear.

Tafsir Quran

Surah Az Zumar
39:22

Tafsir QS. Az-Zumar (39) : 22. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menegaskan bahwa tidaklah sama orang yang telah dibukakan Allah hatinya sehingga menerima agama Islam, dengan orang yang sesat hatinya, sehingga ia mengingkari kebenarannya.
Hati orang tersebut telah melihat kekuasaan dan kebesaran Allah dalam keindahan dan keajaiban alam ini, lalu terbukalah hatinya menerima pancaran cahaya dari nur Ilahi.

Sebaliknya orang-orang yang sesat hatinya, tidak melihat tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Allah dalam kejadian alam ini, mereka menyangka kejadian tersebut tidak lain dari suatu proses kejadian alam itu sendiri, tanpa ada yang mengaturnya.
Mereka merasa sanggup mengubah atau memperbaiki proses kejadian tersebut.

Hal ini disebabkan karena kebodohan dan pandangan mereka yang picik sehingga hati mereka tetap tertutup, dan tidak memungkinkan masuknya pancaran nur Ilahi ke dalam hatinya.
Kedua macam orang itu tentulah tidak sama.

Pada ayat yang lain, Allah menegaskan tentang ketidaksamaan kedua macam orang itu.
Allah ﷻ berfirman:

اَوَمَنْ كَانَ مَيْتًا فَاَحْيَيْنٰهُ وَجَعَلْنَا لَهٗ نُوْرًا يَّمْشِيْ بِهٖ فِى النَّاسِ كَمَنْ مَّثَلُهٗ فِى الظُّلُمٰتِ لَيْسَ بِخَارِجٍ مِّنْهَا كَذٰلِكَ زُيِّنَ لِلْكٰفِرِيْنَ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ

Dan apakah orang yang sudah mati lalu Kami hidupkan dan Kami beri dia cahaya yang membuatnya dapat berjalan di tengah-tengah orang banyak, sama dengan orang yang berada dalam kegelapan, sehingga dia tidak dapat keluar dari sana? (Al-An’am [6]: 122)

Ibnu ‘Abbas meriwayatkan,
"Di antara orang yang telah dilapangkan Allah dadanya menerima agama Islam, ialah Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu Ibnu Mardawaih meriwayatkan dari Ibnu Mas’ud ia berkata:

Rasulullah ﷺ membaca ayat ini, lalu kami bertanya,
"Ya Nabi Allah, bagaimana hati yang terbuka itu?"
Beliau menjawab,
"Apabila cahaya menerangi hati, maka ia menjadi terbuka dan lapang."
Kami bertanya,
"Apakah tanda yang demikian itu, ya Rasulullah?"
Beliau menjawab,
"Menghadapkan diri kepada kehidupan negeri yang abadi dan menjauhkan diri dari kehidupan negeri yang penuh tipuan dan mempersiapkan diri untuk mati sebelum kematian itu datang."
(Riwayat Ibnu Mardawaih)

Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dari Ibnu ‘Umar, ia berkata:

Bahwa seseorang berkata,
"Ya Rasulullah, orang mukmin yang manakah yang paling baik?"
Rasulullah menjawab,
"Mereka yang banyak mengingat mati dan paling banyak persiapannya untuk mati itu, dan bilamana cahaya menyinari hatinya, maka hati itu terbuka dan menjadi lapang."
Para sahabat bertanya,
"Apa tandanya yang demikian itu ya Nabi Allah?"
Nabi menjawab,
"Menghadapkan diri kepada negeri yang abadi dan menjauhkan diri dari negeri yang penuh dengan tipuan dan menyiapkan diri untuk mati sebelum kematian itu datang."

Adapun orang-orang yang kasar hatinya dan membatu akan mengalami kecelakaan yang besar disebabkan sikap mereka yang keras kepala tidak mau ingat kepada-Nya.

Seharusnya hati mereka menjadi lembut bila nama Tuhan disebut di hadapan mereka, tetapi muka mereka hitam muram bila mendengar nama Allah disebut dan hati mereka bertambah keras membatu.

Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dari Ibnu ‘Umar, ia berkata:
Rasulullah ﷺ bersabda:



Janganlah kamu memperbanyak pembicaraan tanpa menyebut nama Allah, karena banyak bicara tanpa menyebut nama Allah menyebabkan hati menjadi keras.
Dan sesungguhnya orang yang paling jauh dari Allah ialah orang yang keras hatinya."



Pada akhir ayat ini diterangkan bahwa orang yang hatinya keras itu adalah orang yang buta mata hatinya, mereka benar-benar berada dalam kesesatan yang nyata.
Setiap orang dengan mudah mengetahui keburukan mereka itu.

Tafsir QS. Az Zumar (39) : 22. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Apakah semua manusia itu sama:
orang yang dadanya dilapangkan untuk menerima ajaran Islam, hingga berada dalam cahaya Tuhannya sama dengan orang yang menolak untuk mengamati tanda-tanda kekuasaan-Nya?
Oleh karena itu, siksa yang amat pedih akan diraskan oleh orang-orang yang hatinya keras dan tak mau mengingat Allah.
Mereka benar-benar menyeleweng dari kebenaran.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Apakah orang yang Allah lapangkan dadanya sehingga dia berbahagia dengan menerima Islam, tunduk kepada-Nya dan beriman kepada-Nya, sehingga dia berjalan dengan ilmu dalam kehidupannya dan hidayah dari Rabb-nya, apakah dia sama dengan orang yang tidak seperti itu?
Tentu tidak sama.
Celaka dan biasa orang yang keras hatinya dan berpaling sehingga tidak mengingat Allah.


Mereka adalah orang-orang yang berjalan di atas kesesatan yang jauh dari kebenaran.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk menerima Islam) sehingga ia mendapat petunjuk


(lalu ia mendapat cahaya dari Rabbnya) sama dengan orang yang hatinya dikunci mati, pengertian ini tersimpul dari firman selanjutnya


(Maka kecelakaan yang besarlah) artinya, azab yang besarlah


(bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah) maksudnya, untuk menerima Alquran.


(Mereka itu dalam kesesatan yang nyata) nyata sekali sesatnya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Maka apakah orang-orang yang dibukakan hatinya untuk (menerima) agama Islam, lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)?
(QS. Az-Zumar [39]: 22)
Maksudnya, apakah sama orang yang demikian dengan orang yang membatu hatinya lagi jauh dari kebenaran?
Semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:

Dan apakah orang yang sudah mati, kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar darinya?
(QS. Al-An’am [6]: 122)

Karena itulah disebutkan dalam surat ini oleh firman-Nya:

Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya umtuk mengingat Allah.
(QS. Az-Zumar [39]: 22)


Yakni hati mereka tidak lunak saat menyebut nama Allah, tidak khusyuk, tidak sadar dan tidak memahami.

Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.
(QS. Az-Zumar [39]: 22)

Unsur Pokok Surah Az Zumar (الزمر)

Surat Az Zumar terdiri atas 75 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Saba’.

Dinamakan "Az Zumar" (Rombongan-rombongan) karena perkataan "Az Zumar" yang terdapat pada ayat 71 dan 73 ini.

Dalam ayat-ayat tersebut diterangkan keadaan manusia di hari kiamat setelah mereka dihisab, di waktu itu mereka terbagi atas dua rombongan, satu rombongan dibawa ke neraka dan satu rombongan lagi dibawa ke surga.
Masing-masing rombongan memperoleh balasan dari apa yang mereka kerjakan di dunia dahulu.

Surat ini dinamakan juga "Al Ghuraf" (kamar-kamar) berhubung perkataan "ghuraf" yang terdapat pada ayat 20, di mana diterangkan keadaan kamar-kamar dalam surga yang diperoleh orang-orang yang bertakwa.

Keimanan:

Dalildalil ke-Esaan dan kekuasaan Allah.
Malaikatmalaikat berkumpul di sekeliling ‘Arsy bertasbih kepada Tuhannya.
▪ Pada hari kiamat tiap-tiap orang mempunyai catatan amalan masing-masing.

Kisah:

▪ Perintah memurnikan keta’atan kepada Allah.
▪ Larangan berputus asa terhadap rahmat Allah.

Lain-lain:

Tabiat orang-orang musyrik dalam keadaan senang dan susah.
▪ Perumpamaan dalam Alquran dan faedahnya.
▪ Kedahsyatan hari kiamat.
▪ Air muka orang musyrik dan air muka orang mukmin pada hari kiamat.
▪ Janji Allah mengampuni orang-orang yang bersalah bila mereka bertaubat.

Audio Murottal

QS. Az-Zumar (39) : 1-75 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 75 + Terjemahan Indonesia



QS. Az-Zumar (39) : 1-75 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 75

Gambar Kutipan Ayat

Surah Az Zumar ayat 22 - Gambar 1 Surah Az Zumar ayat 22 - Gambar 2 Surah Az Zumar ayat 22 - Gambar 3
Statistik QS. 39:22
  • Rating RisalahMuslim
4.9

Ayat ini terdapat dalam surah Az Zumar.

Surah Az-Zumar (Arab: الزمر , “Rombongan-Rombongan”) adalah surah ke-39 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah, terdiri atas 75 ayat.
Dinamakan Az-Zumar yang berarti Rombongan-Rombongan karena kata Az-Zumar yang terdapat pada ayat 71 dan 73 pada surah ini.
Dalam ayat-ayat tersebut diterangkan keadaan manusia di hari kiamat setelah mereka dihisab, di waktu itu mereka terbagi atas dua rombongan; satu rombongan dibawa ke neraka dan satu rombongan lagi dibawa ke surga.
Masing- masing rombongan memperoleh balasan dari apa yang mereka kerjakan di dunia dahulu.
Surah ini dinamakan juga Al-Ghuraf yang berarti Kamar-Kamar karena kata Ghuraf yang terdapat pada ayat 20, di mana diterangkan keadaan kamar-kamar dalam surga yang diperoleh orang-orang yang bertakwa.

Nomor Surah 39
Nama Surah Az Zumar
Arab الزمر
Arti Rombongan-rombongan
Nama lain al-Guraf (Kamar-Kamar), Ghuraf, Surah Al-‘Arab
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 59
Juz Juz 23 & 24
Jumlah ruku’ 8 ruku’
Jumlah ayat 75
Jumlah kata 1180
Jumlah huruf 4871
Surah sebelumnya Surah Sad
Surah selanjutnya Surah Al-Mu’min
Sending
User Review
4.9 (13 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

39:22, 39 22, 39-22, Surah Az Zumar 22, Tafsir surat AzZumar 22, Quran Az-Zumar 22, Surah Az Zumar ayat 22

Video Surah

39:22


More Videos

Kandungan Surah Az Zumar

۞ QS. 39:1 • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 39:2 • Kewajiban hamba pada Allah • Ikhlas dalam berbuat

۞ QS. 39:3 Tauhid Uluhiyyah • Mendustai Allah • Allah menggerakkan hati manusia • Wali Allah dan wali syetan • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 39:4 Tauhid Uluhiyyah • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Sifat Iradah (berkeinginan) • Al Qahhar (Maha Pemaksa)

۞ QS. 39:5 • Ampunan Allah yang luas • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Al Ghaffar (Maha Pemgampun)

۞ QS. 39:6 Tauhid Uluhiyyah • Segala sesuatu milik Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 39:7 • Allah tidak membutuhkan makhlukNya • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Al Ghaniy (Maha Kaya)

۞ QS. 39:8 Ar Rabb (Tuhan) • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 39:9 • Memohon hanya kepada Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Keadilan Allah dalam menghakimi • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya •

۞ QS. 39:10 • Pahala iman • Ar Rabb (Tuhan) • Sikap orang mukmin terhadap fitnah • Kewajiban hamba pada Allah •

۞ QS. 39:11 • Islam agama para nabi • Kewajiban hamba pada Allah • Ikhlas dalam berbuat

۞ QS. 39:12 • Islam agama yang diterima di sisi Allah • Islam agama para nabi

۞ QS. 39:13 Ar Rabb (Tuhan) • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 39:14 • Islam agama para nabi • Ikhlas dalam berbuat

۞ QS. 39:15 • Siksa orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 39:16 • Sifat neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Kewajiban hamba pada Allah • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 39:17 • Pahala iman • Keutamaan iman

۞ QS. 39:18 • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 39:19 • Kebenaran dan hakikat takdir

۞ QS. 39:20 • Pahala iman • Allah menepati janji • Ar Rabb (Tuhan) • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga

۞ QS. 39:21 • Kekuasaan Allah • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan

۞ QS. 39:22 • Pahala iman • Ar Rabb (Tuhan) • Allah menggerakkan hati manusia • Islam agama yang diterima di sisi Allah • Azab orang kafir

۞ QS. 39:23 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan) • Allah menggerakkan hati manusia • Ketentuan Allah tak dapat dihindari • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 39:24 • Azab orang kafir • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya

۞ QS. 39:25 • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 39:26 • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 39:28 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 39:29 • Keadilan Allah dalam menghakimi

۞ QS. 39:30 • Kematian pasti terjadi pada setiap makhluk hidup

۞ QS. 39:31 Ar Rabb (Tuhan) • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Sifat hari penghitungan •

۞ QS. 39:32 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 39:33 • Pahala iman

۞ QS. 39:34 • Pahala iman • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 39:35 • Pahala iman • Pelipatgandaan pahala bagi orang mukmin • Ampunan Allah terhadap pelaku maksiat • Ampunan Allah dan rahmatNya •

۞ QS. 39:36 • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 39:37 • Siksaan Allah sangat pedih • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah •

۞ QS. 39:38 • Mendustai Allah • Sifat Iradah (berkeinginan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah •

۞ QS. 39:39 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Maksiat dan dosa

۞ QS. 39:40 • Keabadian neraka • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 39:41 • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 39:42 • Pencabutan ruh saat tidur • Cara pencabutan ruh • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 39:43 • Mendustai Allah • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 39:44 • Syafaat hak Allah semata • Segala sesuatu milik Allah • Manusia dibangkitkan dari kubur • Syafaat hanya milik Allah semata •

۞ QS. 39:45 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 39:46 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 39:47 • Orang kafir menebus dirinya pada hari kiamat • Sifat hari penghitungan • Azab orang kafir • Siksa orang kafir

۞ QS. 39:48 • Sifat hari penghitungan • Azab orang kafir • Siksa orang kafir

۞ QS. 39:49 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 39:50 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 39:51 • Kekuasaan Allah • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 39:52 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir

۞ QS. 39:53 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Ampunan Allah dan rahmatNya •

۞ QS. 39:54 Ar Rabb (Tuhan) • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Azab orang kafir • Bersegera dalam melakukan kebaikan • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 39:55 Ar Rabb (Tuhan) • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Hari kiamat datang tiba-tiba • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh

۞ QS. 39:56 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan

۞ QS. 39:57 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 39:58 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan

۞ QS. 39:59 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 39:60 • Derajat para pemeluk agama • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 39:61 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Pahala iman • Keutamaan iman

۞ QS. 39:62 Al Khaliq (Maha Pencipta) • Al Wakil (Maha Penolong)

۞ QS. 39:63 • Segala sesuatu milik Allah • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 39:64 Tauhid Uluhiyyah • Islam agama para nabi

۞ QS. 39:65 • Perbuatan orang kafir sia-sia • Siksa orang kafir • Penghapus pahala kebaikan

۞ QS. 39:66 Tauhid Uluhiyyah • Kewajiban hamba pada Allah

۞ QS. 39:67 • Sifat Mukhalafah (berbeda dengan makhluk) • Mensucikan Allah dari segala sekutu • Kekuasaan Allah • Al Muta’ali (Maha Luhur) • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 39:68 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Peniupan sangkakala • Kedahsyatan hari kiamat • Manusia dibangkitkan dari kubur •

۞ QS. 39:69 Ar Rabb (Tuhan) • Lembaran catatan amal perbuatan • Sifat hari penghitungan • Keadilan Allah dalam menghakimi •

۞ QS. 39:70 • Keluasan ilmu Allah • Sifat hari penghitungan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menghitung amal kebaikan •

۞ QS. 39:71 Ar Rabb (Tuhan) • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi • Nama-nama neraka • Memasuki neraka • Penjaga neraka

۞ QS. 39:72 • Nama-nama neraka • Keabadian neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 39:73 Ar Rabb (Tuhan) • Keabadian surga • Pintu-pintu surga • Memasuki surga •

۞ QS. 39:74 • Pahala iman • Allah menepati janji • Percakapan para ahli surga

۞ QS. 39:75 Tauhid Rububiyyah • ArsyAr Rabb (Tuhan) • Tugas-tugas malaikat • Keadilan Allah dalam menghakimi

Ayat Pilihan

Dialah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian,
dan tidur untuk istirahat,
dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha.
QS. Al-Furqan [25]: 47

Bergegaslah melaksanakan amal saleh, agar kalian mendapat ampunan Allah atas dosa-dosa kalian!
Juga agar kalian mendapatkan surga yang amat luas, seluas langit & bumi, yang hanya disediakan untuk orang yang takut kepada Allah & siksa-Nya
QS. Ali ‘Imran [3]: 133

Orang yang kembali (mengambil riba),
maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka,
mereka kekal di dalamnya.
QS. Al-Baqarah [2]: 275

Kami wajibkan manusia (berbuat) baik kepada dua orang ibu-bapaknya. Dan jika keduanya memaksa untuk persekutukan Aku dengan sesuatu yang tak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu ikuti keduanya.
Hanya kepada-Ku lah kembalimu.
QS. Al-‘Ankabut [29]: 8

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Ilmu yang bermanfaat adalah ...

Correct! Wrong!

Menyampaikan ajaran Alquran dan sunnah Nabi Muhammad kepada orang lain yang belum mengetahui disebut dengan ...

Correct! Wrong!

Berikut ulama yang berasal dari Indonesia adalah ...

Correct! Wrong!

+

Umat Islam yang mengajarkan ilmunya dengan ikhlas akan memperoleh pahala amal jariyah. Amal jariyah artinya ...

Correct! Wrong!

Sesuatu yang dipercaya dan diyakini kebenaranya oleh hati nurani manusia dinamakan ...

Correct! Wrong!

Kuis Agama Islam #31
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Kuis Agama Islam #31 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Kuis Agama Islam #31 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #15

Mujahadah berasal dari bahasa Arab, yang berasal dari kata jahada, yang berarti …َبَارَكَ ٱلَّذِى نَزَّلَ ٱلْفُرْقَانَ عَلَىٰ عَبْدِهِۦ لِيَكُونَ لِلْعَٰلَمِينَ نَذِيرًا Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaitu إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا ٱلذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaituSalah satu tokoh dalam kisah umat masa lalu yang dapat dipetik pelajaran sebagai teladan yang baik … Tujuan utama diturunkannya Alquran kepada umat manusia adalah …

Pendidikan Agama Islam #28

Siapa nama ayah Nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam? … Siapa nama Nabi setelah Nabi Isa ‘Alaihissalam? … Setiap umat Islam wajib menuntut ilmu. Bagaimana hukum mempelajari Ilmu Agama? … Kewajiban menuntut ilmu terdapat pada Alquran surah … Ada berapa syarat dalam menuntut ilmu? …

Pendidikan Agama Islam #21

Pembukuan Alquran dilakukan pada masa khalifah … Setiap bencana dan musibah yang menimpa manusia di bumi sudah tertulis dalam kitab … Bu Nindi mempersiapkan pakaian bayi, karena bu Nindi tidak lama lagi akan melahirkan bayinya, perilaku bu Nindi termasuk meyakini … Allah Subhanahu Wa Ta`ala.Allah Subhanahu Wa Ta`ala tidak akan merubah nasib suatu kaum , sebelum kaum itu sendiri yang merubahnya, arti ayat tersebut terdapat dalam Alquran surah ar-Rad ayat … Salah satu contoh hikmah beriman kepada qada bagi siswa adalah …

Kamus Istilah Islam

wukuf

Apa itu wukuf? wu.kuf salah satu upacara menunaikan ibadah haji dengan berdiam di Arafah ketika mulai waktu tergelincir sampai terbenam matahari tanggal 9 Zulhijah … • wuquf

Ibnu Abi Hatim

Siapa itu Ibnu Abi Hatim? Ibnu Abi Hatim adalah seorang ahli hadits yang telah mencurahkan sebagian besar waktunya untuk mengkaji hadits Nabi; melakukan perjalanan mencari hadits ke berbagai negeri k...

Bani Tamim

Siapa itu Bani Tamim? Banu Tamim atau Bani Tamim adalah salah satu kabilah Arab terbesar dan paling luas penyebarannya di Semenanjung Arab, pantai Mediterania timur, dan Irak. Bani Tamim terbagi menj...