QS. Az Zumar (Rombongan-rombongan) – surah 39 ayat 17 [QS. 39:17]

وَ الَّذِیۡنَ اجۡتَنَبُوا الطَّاغُوۡتَ اَنۡ یَّعۡبُدُوۡہَا وَ اَنَابُوۡۤا اِلَی اللّٰہِ لَہُمُ الۡبُشۡرٰی ۚ فَبَشِّرۡ عِبَادِ
Waal-ladziina-ajtanabuuth-thaaghuuta an ya’buduuhaa wa-anaabuu ilallahi lahumul busyra fabasy-syir ‘ibaadii;

Dan orang-orang yang menjauhi thaghut (yaitu) tidak menyembahnya dan kembali kepada Allah, bagi mereka berita gembira, sebab itu sampaikanlah berita itu kepada hamba-hamba-Ku,
―QS. 39:17
Topik ▪ Iman ▪ Keutamaan Iman ▪ Perintah untuk berfikir dan menghayati
39:17, 39 17, 39-17, Az Zumar 17, AzZumar 17, Az-Zumar 17

Tafsir surah Az Zumar (39) ayat 17

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Az Zumar (39) : 17. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menerangkan orang-orang yang selalu menjaga dirinya dan menghindarkan diri dari menyembah thagut, berhala, serta tabah dalam menghadapi godaan setan, menghambakan diri dan menyembah kepada Allah semata, tidak menyembah selain-Nya.
Mereka akan memperoleh kabar gembira dari para rasul bahwa mereka akan terhindar dari azab kubur sesudah mati, kesengsaraan di Padang Mahsyar.
Mereka akan mendapat kenikmatan yang abadi di dalam surga.
Oleh karena itu, Nabi Muhammad diperintahkan untuk memberi kabar gembira kepada umatnya yang selalu menyembah Allah, dan selalu mendengar perkataan yang benar, serta mengerjakan mana yang paling baik dari semua perkataan yang benar itu.
Mereka pun akan memperoleh apa yang diperoleh oleh hamba-hamba Allah yang takwa.
Mereka adalah orang-orang yang selalu mengikuti petunjuk Allah dan selalu menggunakan akal yang sehat.
Diriwayatkan oleh Ibnu Abi hatim dari Zaid bin Aslam bahwa ayat ini diturunkan berhubungan dengan tiga sahabat Rasulullah, yaitu Zaid bin ‘Amr, Abu dzarr al-Gifari, dan Salman al-Farisi, ketiga orang itu adalah orang-orang yang pernah mengucapkan kalimat “La ilaha illallah” di masa Arab Jahiliah.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Dan orang-orang yang menjauhi patung-patung dan setan-setan, lalu kembali kepada Allah dalam segala urusan mereka, akan memperoleh kabar gembira di segala tempat.
Maka, berilah kabar gembira kepada hamba-hamba-Ku yang mendengarkan omongan lalu mengikuti omongan yang terbaik dan lebih membawa ke arah kebenaran.
Merekalah, bukan yang lain, yang akan ditunjuki Allah untuk mendapat hidayah.
Dan merekalah orang-orang yang memiliki pikiran yang cemerlang.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan orang-orang yang menjauhi thaghut) yakni berhala-berhala (yaitu tidak menyembahnya dan kembali) menghadap (kepada Allah, bagi mereka berita gembira) yaitu mendapatkan surga (sebab itu sampaikanlah berita itu kepada hamba-hamba-Ku).

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Dan orang-orang yang menolak untuk taat kepada setan dan tidak menyembah selain Allah, bertaubat kepada-Nya dengan beribadah kepada-Nya seraya mengikhlaskan agama untuk-Nya, bagi mereka adalah berita gembira dalam kehidupan dunia ini dengan sanjungan yang bagus dan taufik dari Allah. Sedangkan di akhirat mereka mendapatkan ridha Allah dan kenikmatan langgeng dalam surga. Maka sampaikanlah berita gembira (wahai Nabi) kepada hamba-hamba-Ku.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam telah meriwayatkan dari ayahnya sehubungan dengan makna firman-Nya: Dan orang-orang yang menjauhi tagut (yaitu) tidak menyembahnya.
(Q.S. Az-Zumar [39]: 17) Ayat ini diturunkan berkenaan dengan Zaid ibnu Amr ibnu Nufail r.a, AbuZar r.a, dan Salman Al-Farisi r.a.

Tetapi yang benar ayat ini mencakup mereka dan orang-orang selain mereka dari kalangan orang-orang yang menjauhi penyembahan berhala dan selalu taat menyembah Tuhan Yang Maha Pemurah.
Maka merekalah orang-orang yang mendapat berita gembira dalam kehidupan dunia dan akhiratnya.
Selanjutnya Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

sebab itu sampaikanlah berita itu kepada hamba-hamba-Ku yang mendengarkan perkataan, lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya.
(Q.S. Az-Zumar [39]: 17-18)

Yakni mereka memahaminya dan mengamalkan apa yang dipesankan olehnya, semakna dengan apa yang disebutkan di dalam firman-Nya kepada Musa ‘alaihis salam ketika diberikan kitab Taurat kepadanya:

Berpegang teguhlah kepadanya dan suruhlah kaummu berpegang kepada (perintah-perintahnya) dengan sebaik-baiknya.
(Q.S. Al-A’raf [7]: 145)


Asbabun Nuzul
Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Az Zumar (39) Ayat 17

Diriwayatkan oleh Juwaibir dengan menyebutkan sanadnya yang bersumber dari Jabir bin ‘Abdillah bahwa setelah turun ayat, lahaa sab’atu abwaab… (jahanam itu mempunyai tujuh pintu…) (al-Hijr: 44), datanglah seorang laki-laki Ansar menghadap Rasulullah ﷺ dan berkata: “Ya Rasulullah, aku mempunyai tujuh hamba yang telah aku merdekakan seluruhnya untuk ketujuh pintu neraka.” Ayat ini (az-Zumar: 17-18) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut, yang menyatakan bahwa orang tersebut telah mengikuti petunjuk Allah.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Zaid bin Aslam bahwa yang dimaksud dengan, wal ladziinajtanabuth thaaghuut….
(dan orang-orang yang menjauhi taghut…) dalam ayat ini (az-Zumar: 17) ialah Zaid bin ‘Amr bin Nafil, Abu Dzarr al-Ghifari, dan Salman al-Farisi yang di zaman jahiliyah mengaku bahwa “tiada tuhan kecuali Allah”.

Sumber : Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Kata Pilihan Dalam Surah Az Zumar (39) Ayat 17

THAAGHUT
لطَّٰغُوت

Lafaz ini boleh digunakan bagi mufrad dan jamak, mudzakkar dan mu’annats. Asal lafaz ini sudah dijelaskan sebelum ini dan di dalam Al Qur’an ia mengandung dua makna yaitu Al hissi, yaitu thughyaanal ma’ yang berarti banjir; dan Al maknawi yaitu tughyaanal thughaah yang berarti orang kafir.

Ia mengandung makna setiap sembahan selain Allah, syaitan, ahli sihir atau seseorang yang menjadi kepala dalam kesesatan.

Lafaz ini disebut delapan kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
-Al Baqarah (2), ayat 256, 257;
-An Nisaa (4), ayat 51, 60, 76;
-Al Maa’idah (5), ayat 60;
-An Nahl (16), ayat 36;
-Az Zumar (39), ayat 17.

Al Jauhari berkata,
“Ia adalah seorang kahin dan syaitan.” Al Isfahani berkata,
thaaghuut ialah ungkapan bagi setiap yang disembah selain Allah.”

Mr. Lane membuat kajian dalam Layal Al ‘Arab atau Kehidupan Malam Orang Arab (Arabian Nights), nama ini digunakan untuk mengungkapkan kejahatan, terutamanya berhala dan pujaan yang terlampau disanjung.”

Dalam Ensiklopedia Islam dijelaskan thaaghuut ialah syaitan, atau apa saja yang disembah selain Allah. Perkataan ini diletakkan bersama perkataan al jibt yang berarti objek yang disembah selain Allah, atau syaitan yang menghasut manusia supaya melakukan kejahatan.

Seorang sarjana Muslim zaman moden, Abu Al A’laa Al Mawdudi, menerusi Tafsir Al Qur’an menyatakan thaaghuut merupakan makhluk yang melampaui batas dan menganggap dirinya sebagai tuan atau tuhan; makhluk begini bukan saja menentang kekuasaan Allah, tetapi juga menggunakan kekuasaan dirinya ke atas orang lain tanpa menghiraukan kekuasaan Allah.

Dalam ajaran Syi’ah, thaaghuut merujuk kepada mereka yang menentang imam yang sah, seperti Husain ‘Ali Muntaziri, dan mereka ini biasanya ditujukan kepada pihak berkuasa Sunni.

Cendekiawan Syi’ah moden, Muhammad Husain Tabataba’i misalnya, dalam tafsir Al Qur’an hasil tulisan beliau yang diberi judul Mizan Al Haqq, bersama definisi biasa bagi berhala, syaitan dan jin, beliau mentakritkan thaaghuut sebagai pemimpin yang menyesatkan manusia dan dipatuhi walaupun Allah murka pada mereka.

Di Iran, perkataan ini banyak digunakan sewaktu dan setelah Revolusi Islam Iran pada tahun 1979 yang dipimpin oleh Ayatullah Ruhullah Khomeini menentang Shah Iran. Dalam fahaman Syi’ah siapa yang merampas hak imam digelar taghut.

Kesimpulannya, lafaz thaaghuut di dalam Al Qur’an berarti berhala, syaitan dan segala sesuatu yang membawa dan mengajak kepada kejahatan serta kekufuran.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:336-337

Informasi Surah Az Zumar (الزمر)
Surat Az Zumar terdiri atas 75 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Saba’.

Dinamakan “Az Zumar” (Rombongan-rombongan) karena perkataan “Az Zumar” yang ter­ dapat pada ayat 71 dan 73 ini.

Dalam ayat-ayat tersebut diterangkan keadaan manusia di hari kiamat setelah mereka di­ hisab, di waktu itu mereka terbagi atas dua rombongan satu rombongan dibawa ke neraka dan satu rombongan lagi dibawa ke surga.
Masing-masing rombongan memperoleh balasan dari apa yang mereka kerjakan di dunia dahulu.

Surat ini dinamakan juga “Al Ghuraf” (kamar-kamar) berhubung perkataan “ghuraf” yang terdapat pada ayat 20, di mana diterangkan keadaan kamar-kamar dalam surga yang diperoleh orang-orang yang bertakwa.

Keimanan:

Dalil-dalil ke-Esaan dan kekuasaan Allah
malaikat-malaikat berkumpul di sekeli­ ling ‘Arsy bertasbih kepada Tuhannya
pada hari kiamat tiap-tiap orang mempu­nyai catatan amalan masing-masing.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Perintah memumikan keta’atan kepada Allah
larangan berputus asa terhadap rahmat Allah.

Lain-lain:

Tabiat orang-orang musyrik dalam keadaan senang dan susah
perumpamaan dalam al Qur’an dan faedahnya
kedahsyatan hari kiamat
air muka orang musyrik dan air muka orang mu ‘min pada hari kiamat
janji Allah mengampuni orang-orang yang bersalah bila mereka bertaubat.

Ayat-ayat dalam Surah Az Zumar (75 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Az-Zumar (39) ayat 17 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Az-Zumar (39) ayat 17 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Az-Zumar (39) ayat 17 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. Az-Zumar (39) ayat 10-18 - Aya Alamsyah (Bahasa Indonesia)
Q.S. Az-Zumar (39) ayat 10-18 - Aya Alamsyah (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Az-Zumar - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 75 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 39:17
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Az Zumar.

Surah Az-Zumar (Arab: الزمر , "Rombongan-Rombongan") adalah surah ke-39 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Makkiyah, terdiri atas 75 ayat.
Dinamakan Az-Zumar yang berarti Rombongan-Rombongan karena kata Az-Zumar yang terdapat pada ayat 71 dan 73 pada surah ini.
Dalam ayat-ayat tersebut diterangkan keadaan manusia di hari kiamat setelah mereka dihisab, di waktu itu mereka terbagi atas dua rombongan; satu rombongan dibawa ke neraka dan satu rombongan lagi dibawa ke surga.
Masing- masing rombongan memperoleh balasan dari apa yang mereka kerjakan di dunia dahulu.
Surah ini dinamakan juga Al-Ghuraf yang berarti Kamar-Kamar karena kata Ghuraf yang terdapat pada ayat 20, di mana diterangkan keadaan kamar-kamar dalam surga yang diperoleh orang-orang yang bertakwa.

Nomor Surah 39
Nama Surah Az Zumar
Arab الزمر
Arti Rombongan-rombongan
Nama lain al-Guraf (Kamar-Kamar), Ghuraf, Surah Al-‘Arab
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 59
Juz Juz 23 & 24
Jumlah ruku' 8 ruku'
Jumlah ayat 75
Jumlah kata 1180
Jumlah huruf 4871
Surah sebelumnya Surah Sad
Surah selanjutnya Surah Al-Mu’min
4.4
Ratingmu: 4.4 (8 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim