QS. Az Zukhruf (Perhiasan) – surah 43 ayat 57 [QS. 43:57]

وَ لَمَّا ضُرِبَ ابۡنُ مَرۡیَمَ مَثَلًا اِذَا قَوۡمُکَ مِنۡہُ یَصِدُّوۡنَ
Walammaa dhuribaabnu maryama matsalaa idzaa qaumuka minhu yashidduun(a);

Dan tatkala putra Maryam (Isa) dijadikan perumpamnaan tiba-tiba kaummu (Quraisy) bersorak karenanya.
―QS. 43:57
Topik ▪ Tauhid Rububiyyah
43:57, 43 57, 43-57, Az Zukhruf 57, AzZukhruf 57, Az-Zukhruf 57

Tafsir surah Az Zukhruf (43) ayat 57

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Az Zukhruf (43) : 57. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menerangkan bahwa Nabi Isa putra Maryam dijadikan contoh oleh kaum musyrikin Mekah untuk menjatuhkan dan memperolok-olokkan Nabi Muhammad ﷺ.
Hal itu terjadi ketika beliau menyampaikan ayat,”

“Sungguh, kamu (orang kafir) dan apa yang kamu sembah selain Allah, adalah bahan bakar Jahanam.,”
(Q.S. Al-Anbiyaa [21]: 98).

Mereka bersorak-sorai kegirangan, karena menyangka memperoleh alasan untuk membuktikan bahwa Nabi Muhammad bertindak salah berdasarkan ayat itu.
Hal itu karena Nabi Isa disembah oleh sebagian manusia.
Dengan begitu beliau juga akan masuk neraka bersama mereka yang menyembahnya.
Untuk membantah pandangan itu Allah menurunkan ayat, “Sungguh, sejak dahulu bagi orang-orang yang telah ada (ketetapan) yang baik dari Kami, mereka itu akan dijauhkan (dari neraka),”

(Al-Anbiya’21:101).

Dengan demikian Nabi Isa, ‘Uzair, dan pendeta-pendeta serta rahib-rahib yang taat dan hanya menyembah Allah, akan masuk surga, dan orang-orang sesat yang kemudian menjadikan mereka tuhan-tuhan selain Allah akan masuk neraka.
Mengenai Isa sendiri yang disembah mereka yang sesat itu turun ayat ini untuk membantahnya, “Dan tatkala putra Maryam dijadikan perumpamaan, tiba-tiba kaummu, ya Muhammad, bersorak karenanya,” yaitu menyoraki kamu karena firman-Nya itu.
Selanjutnya Allah menjelaskan, “Dia (Isa) tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami anugerahi nikmat dan Kami jadikan tanda untuk Bani Israil.
Dan jika Kami kehendaki, benar-benar Kami jadikan sebagian kalian malaikat-malaikat di bumi yang turun-temurun.
Dan ia (Isa) sungguh merupakan bukti tentang adanya hari Kiamat.”

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Tatkala Allah menjadikan ‘Isa putra Maryam sebagai permisalan yang diciptakan seperti Adam–yang diciptakan dari tanah, kemudian dikatakan kepadanya, “Jadilah,” lalu ia pun tercipta, dengan begitu berarti ia hanyalah seorang makhluk yang memperoleh karunia kenabian, bukan Tuhan yang harus disembah–tiba- tiba kaummu menentangnya dan tidak sadar dengan permisalan itu.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan tatkala dijadikan) dibuat
(putra Maryam sebagai perumpamaan) yaitu ketika Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan firman-Nya, “Sesungguhnya kalian dan apa yang kalian sembah selain Allah adalah makanan neraka Jahanam..”
(Q.S. Al Anbiya, 98).

Seketika itu juga orang-orang musyrik mengatakan, “Kami rela bila ternyata tuhan-tuhan sesembahan kami bersama dengan Isa, karena ia pun menjadi sesembahan selain Allah pula
(tiba-tiba kaummu) yakni mereka yang musyrik
(terhadap perumpamaan itu) terhadap misal tersebut
(menertawakannya) karena gembira mendengar perumpamaan itu.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, menceritakan tentang kebandelan orang-orang Quraisy dalam kekafirannya dan kesengajaan mereka bersikap ingkar dan mendebat Nabi ﷺ

Dan tatkala putra Maryam (Isa) dijadikan perumpamaan, tiba-tiba kaummu (Quarisy) bersorak karenanya.
(Q.S. Az-Zukhruf [43]: 57)

Bukan hanya seorang telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a.
Mujahid, Ikrimah, As-Saddi, dan Ad-Dahhak, bahwa mereka tertawa, yakni merasa heran dengan perumpamaan tersebut.
Qatadah mengatakan bahwa mereka merasa tekejut dengan perumpamaan itu, lalu tertawa.
Ibrahim An-Nakha’i mengatakan bahwa mereka berpaling darinya.

Latar belakang turunnya ayat ini seperti yang diketengahkan oleh Muhammad ibnu Ishaq di dalam kitab As-Sirah disebutkan bahwa menurut berita yang sampai kepadanya, pada suatu hari Rasulullah ﷺ duduk bersama Al-Walid ibnul Mugirah di dalam Masjidil Haram.
Lalu datanglah An-Nadr ibnul Haris yang langsung bergabung dengan mereka di majelis itu, dan di dalam majelis tersebut terdapat banyak lelaki dari kaum Quraisy.

Maka Rasulullah ﷺ membuka pembicaraan, tetapi pembicaraannya di tentang oleh An-Nadr ibnul Haris.
Maka Rasulullah ﷺ membalasnya hingga mengalahkannya, lalu beliau ﷺ membacakan kepada An-Nadr ibnul Haris dan juga kepada mereka firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah adalah umpan Jahanam, kamu pasti masuk ke dalamnya.
(Q.S. Al-Anbiyaa [21]: 98), dan beberapa ayat berikutnya.

Kemudian Rasulullah ﷺ bangkit, dan saat itu datanglah Abdullah ibnuz Zaba’ri At-Tamimi, lalu ikut bergabung ke dalam mejelis tersebut.
Maka Al-Walid ibnul Mugirah berkata kepadanya, “Demi Allah, An-Nadr ibnul Haris tidak mau berdiri untuk anak Abdul Muttalib (maksudnya Nabi ﷺ) dan tidak mau pula duduk (dengannya).
Sesungguhnya Muhammad menduga bahwa kita dan apa yang kita sembah selain Allah ini akan menjadi umpan neraka Jahanam.”

Abdullah ibnuz Zaba’ri berkata, “Ingatlah, demi Allah; seandainya aku menjumpainya, niscaya aku debat dia.
Tanyakanlah kepada Muhammad, ‘Apakah semua yang disembah selain Allah dimasukkan ke dalam Jahanam bersama para pengabdinya?’ Kita menyembah para malaikat, orang-orang Yahudi menyembah Uzair, dan orang-orang Nasrani menyembah Al-Masih Isa ibnu Maryam.”

Maka merasa heranlah Al-Walid bersama orang-orang yang ada di dalam majelis itu terhadap ucapan Abdullah ibnuz Zaba’ri, dan mereka berpandangan bahwa Abdullah ibnuz Zaba’ri telah mendebat dan mengalahkan alasan Muhammad.

Lalu hal tersebut diceritakan kepada Rasulullah ﷺ, maka beliau ﷺ bersabda:

Barang siapa yang senang dirinya disembah selain Allah, maka dia bersama dengan orang-orang yang menyembahnya.
Dan sesungguhnya yang mereka sembah itu hanyalah setan dan orang-orang yang memerintahkan kepada mereka untuk menyembahnya.

Lalu turunlah firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Sesungguhnya orang-orang yang telah ada untuk mereka ketetapan yang baik dari Kami, mereka itu dijauhkan dari neraka.
(Q.S. Al-Anbiyaa [21]: 101)

Yaitu Isa dan Uzair serta orang-orang yang disembah lainnya bersama keduanya dari kalangan para rahib dan para pendeta yang telah menjalani masa hidupnya dalam ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala Lalu oleh orang-orang yang sesudah mereka dari kalangan orang-orang yang sesat, mereka dijadikan sebagai tuhan-tuhan selain Allah.

Telah disebutkan pula di dalam Al-Qur’an yang mengisahkan bahwa mereka menyembah para malaikat yang mereka anggap sebagai anak-anak perempuan Allah, yaitu melalui firman-Nya:

Dan mereka bekata, “Tuhan Yang Maha Pemurah telah mengambil (mempunyai) anak”, Mahasuci Allah Sebenarnya (malaikat-malaikat itu) adalah hamba-hamba yang dimuliakan.
(Q.S. Al-Anbiyaa [21]: 26)

Disebutkan pula perihal Isa a.s, bahwa dia disembah selain Allah.
Maka Al-Walid dan orang-orang yang ada di dalam majelis itu merasa kagum dengan hujah dan alasan yang dikemukakan oleh Abdullah ibnuz Zaba’ri.

Dan tatkala putra Maryam (Isa) dijadikan perumpamaan, tiba-tiba kaummu (Quraisy) bersorak karenanya.
(Q.S. Az-Zukhruf [43]: 57)

Yakni mereka menyoraki ucapanmu itu.
kemudian disebutkan dalam firman selanjutnya perihal Isa ‘alaihis salam:

Ia tiada lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya nikmat (kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani Israil.
Dan kalau kami kehendaki.
benar-benar Kami jadikan sebagai gantimu di muka bumi malaikat-malaikat yang turun temurun.
Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat.
(Az-Zukhruf 59-61)

Yakni mukjizat-mukjizat yang telah diberikan kepadanya, seperti menghidupkan orang-orang yang mati dan menyembuhkan segala macam penyakit; hal itu sudah cukup sebagai bukti yang menunjukkan akan pengetahuan tentang hari kiamat.
Dalam firman berikutnya disebutkan:

Karena itu, janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku.
Inilah jalan yang lurus.
(Q.S. Az-Zukhruf [43]: 61)

Ibnu Jarir menyebutkan melalui riwayat Al-Aufi, dari Ibnu Abbas r.a.
sehubungan dengan makna firman-Nya: Dan tatkala putra Maryam (Isa) dijadikan perumpamaan, tiba-tiba kaummu (Quraisy) bersorak karenanya.
(Q.S. Az-Zukhruf [43]: 57) Yakni kaum Quraisy.
Dan tatkala disebutkan kepada mereka firman-Nya: Sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah adalah umpan Jahanam, kamu pasti masuk ke dalamnya.
(Q.S. Al-Anbiyaa [21]: 98), hingga beberapa ayat sesudahnya.
Maka orang-orang Quraisy bertanya kepada Nabi Saw, “Siapakah Ibnu Maryam itu?”
Rasulullah ﷺ menjawab: Dia adalah hamba Allah dan utusan-Nya.
Mereka berkata, “Demi Allah, tiada yang dikehendaki oleh orang ini melainkan agar kita menjadikannya sebagai tuhan, sebagaimana orang-orang Nasrani menjadikan Isa putra Maryam sebagai tuhan yang disembah mereka.” Maka Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja, sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar.
(Q.S. Az-Zukhruf [43]: 58)

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hasym ibnul Qasim, telah menceritakan kepada kami Syaiban, dari Asim ibnu Abun Nujud, dari Abu Razin, dari Abu Yahya maula Ibnu Aqil Al-Ansari yang mengatakan bahwa Ibnu Abbas r.a.
pernah mengatakan, “Sesungguhnya aku mengetahui suatu ayat dari Al-Qur’an (makna yang dimaksud olehnya) tiada seorang pun yang menanyakannya kepadaku.
Dan aku tidak mengetahui apakah orang lain telah mengetahuinya hingga mereka tidak menanyakannya, ataukah memang mereka tidak mengetahuinya yang karenanya mereka tidak menanyakannya?”
Kemudian Ibnu Abbas r.a.
melanjutkan pembicaraannya dengan kami, dan ketika ia bangkit meninggalkan kami, maka kami saling mencela di antara sesama kami, mengapa kami tidak menanyakan tentang ayat itu.
Lalu aku (Abu Yahya) berkata, “Akulah yang akan menanyakannya besok.” Dan pada keesokan harinya aku bertanya, “Hai Ibnu Abbas, kemarin engkau mengatakan bahwa ada suatu ayat Al-Qur’an yang tiada seorang pun menanyakannya kepadamu, sedangkan engkau tidak mengetahui apakah orang lain telah mengetahui (makna)nya ataukah mereka tidak mengetahuinya.” Aku melanjutkan pertanyaanku, “Maka ceritakanlah kepadaku tentang ayat tersebut dan ayat yang telah engkau baca sebelumnya.” Ibnu Abbas r.a.
bersedia, lalu ia mengatakan bahwa sesungguhnya Rasulullah ﷺ pernah bersabda kepada orang-orang Quraisy:

Hai orang-orang Quraisy, sesungguhnya tiada seorang pun yang disembah selain Allah terdapat kebaikan pada dirinya.

Dan orang-orang Quraisy telah mengetahui bahwa orang-orang Nasrani menyembah Isa putra Maryam dan pendapat mereka terhadap Muhammad ﷺ Maka mereka mengatakan, “Hai Muhammad, bukankah engkau mengira bahwa Isa putra Maryam adalah seorang nabi dan hamba Allah yang saleh?
Maka jika engkau benar, dia adalah tuhan mereka seperti apa yang dikatakan oleh mereka.” Maka Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan firman-Nya: Dan tatkala putra Maryam (Isa) dijadikan perumpamaan, tiba-tiba kaummu (Quraisy) bersorak karenanya.
(Q.S. Az-Zukhruf [43]: 57) Aku bertanya, “Apakah arti yasiduna?”
Ibnu Abbas menjawab, “Mereka tertawa karenanya.” Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat.
(Q.S. Az-Zukhruf [43]: 61) Ibnu Abbas mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah munculnya Isa putra Maryam ‘alaihis salam sebelum hari kiamat.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ya’qub Ad-Dimasyqi, telah menceritakan kepada kami Adam, telah menceritakan kepada kami Syaiban, dari Asim ibnu Abun Nujud, dari Abu Ahmad maula Al-Ansar, dari Ibnu Abbas r.a.
yang mengatakan bahwa Rasulullah pernah bersabda: Hai orang-orang Quraisy, sesungguhnya tiada seorang pun yang di sembah selain Allah pada dirinya terkandung kebaikan.
Maka mereka mengatakan kepadanya, “Bukankah engkau meyakini bahwa Isa putra Maryam adalah seorang nabi dan hamba Allah yang saleh yang juga disembah selain dari Allah?
Maka Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan firman-Nya: Dan tatkala putra Maryam (Isa) dijadikan perumpamaan, tiba-tiba kaummu (Quraisy) bersorak karenanya.
(Q.S. Az-Zukhruf [43]: 57)

Mujahid sehubungan dengan ayat ini mengatakan bahwa ketika ayat ini diturunkan, orang-orang Quraisy mengatakan, “Sesungguhnya Muhammad menginginkan agar dirinya disembah oleh kita sebagaimana Isa disembah oleh kaumnya.” Hal yang sama telah dikatakan oleh Qatadah.


Asbabun Nuzul
Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Az Zukhruf (43) Ayat 57

Diriwayatkan oleh Ahmad dengan sanad yang sahih dan ath-Thabarani, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa Rasulullah berkata kepada kaum Quraisy: “Sesuatu yang disembah selain Allah tak akan memberikan kebaikan sedikitpun.” Kaum Quraisy berkata: “Bukankah engkau menganggap bahwa ‘Isa adalah Nabi dan seorang hamba yang saleh, padahal dia pun disembah ?”

Ayat ini (az-Zukhruf: 57-59) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut, yang melukiskan kaum Quraisy yang selalu berusaha membantah ajaran Rasulullah ﷺ

Sumber : Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Informasi Surah Az Zukhruf (الزخرف)
Surat Az Zukhruf terdiri atas 89 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Asy Syuura.

Dinamai “Az Zukhruf” (Perhiasan) diambil dari perkataan “Az Zukhruf” yang terdapat pada ayat 35 surat ini.

Orang-orang musyrik mengukur tinggi rendahnya derajat seseorang tergantung kepada perhiasan dan harta benda yang ia punyai, karena Muhammad ﷺ adalah seorang anak yatim lagi miskin, ia tidak pantas diangkat Allah sebagai seorang rasul dan nabi.
Pangkat rasul dan nabi itu harus diberikan kepada orang yang kaya.

Ayat ini menegaskan bahwa harta tidak da­ pat dijadikan dasar untuk mengukur tinggi rendahnya derajat seseorang, karena harta itu merupakan hiasan kehidupan duniawi, bukan berarti kesenangan akhirat.

Keimanan:

Al Qur’an berasal dari Lauh Mahfuzh
Nabi Isa a.s. itu tidak lain hanyalah seorang hamba Allah
pengakuan Nabi Isa a.s. bahwa Allah-lah Tuhan yang sebenarnya
mensifatkan bagaimana kesenangan di dalam syurga dan hebatnya penderitaan orang kafir di dalam neraka sehingga mereka ingin mati saja agar terlepas dari siksa itu
Tuhan tidak mempunyai anak.

Hukum:

Perintah Tuhan kepada Nabi Muhammad ﷺ supaya menjauhi orang-orang yang tidak beriman.

Kisah:

Kisah Nabi Ibrahim a.s., Musa a.s. dan Isa a.s. sebagai perbandingan bagi Nabi dan sebagai penawar sewaktu menghadapi kesulitan dalam melakukan da’wah.

Lain-lain:

Pengakuan orang musyrik Mekah bahwa Allah-lah Yang menciptakan langit dan bumi, tetapi mereka tetap menyembah berhala
kepercayaan mereka bahwa malaikat adalah anak Allah dan penolakan atas kepercayaan yang salah itu
Muhammad ﷺ sebagai rasul mendapat ejekan dan celaan-celaan dari kaumnya dan hal ini adalah biasa, karena rasul-rasul yang dahulupun demikian pula halnya
orang­ orang musyrik sangat kuat berpegang kepada tradisi dan adat istiadat nenek moyang mereka dalam beragama, sehingga tertutup hati mereka untuk menerima kebenaran.

Ayat-ayat dalam Surah Az Zukhruf (89 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Az-Zukhruf (43) ayat 57 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Az-Zukhruf (43) ayat 57 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Az-Zukhruf (43) ayat 57 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Az-Zukhruf - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 89 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 43:57
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Az Zukhruf.

Surah Az-Zukhruf (Arab: الزخرف , "Perhiasan") adalah surah ke-43 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah makkiyah, terdiri atas 89 ayat.
Dinamakan Az-Zukhruf yang berarti Perhiasan karena kata Az-Zukhruf yang terdapat pada ayat 35 pada surah ini.
Ayat ini menegaskan bahwa harta tidak dapat dijadikan dasar untuk mengukur tinggi rendahnya derajat seseorang, karena harta itu merupakan hiasan kehidupan duniawi, bukan berarti kesenangan akhirat.

Nomor Surah 43
Nama Surah Az Zukhruf
Arab الزخرف
Arti Perhiasan
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 63
Juz Juz 25
Jumlah ruku' 7 ruku'
Jumlah ayat 89
Jumlah kata 838
Jumlah huruf 3609
Surah sebelumnya Surah Asy-Syura
Surah selanjutnya Surah Ad-Dukhan
4.5
Ratingmu: 4.7 (21 orang)
Sending







Pembahasan ▪ qs 43:57

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta