Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Az Zukhruf (Perhiasan) - surah 43 ayat 57 [QS. 43:57]

وَ لَمَّا ضُرِبَ ابۡنُ مَرۡیَمَ مَثَلًا اِذَا قَوۡمُکَ مِنۡہُ یَصِدُّوۡنَ
Walammaa dhuribaabnu maryama matsalaa idzaa qaumuka minhu yashidduun(a);
Dan ketika putra Maryam (Isa) dijadikan perumpamaan, tiba-tiba kaummu (Suku Quraisy) bersorak karenanya.
―QS. Az Zukhruf [43]: 57

Daftar isi

And when the son of Mary was presented as an example, immediately your people laughed aloud.
― Chapter 43. Surah Az Zukhruf [verse 57]

وَلَمَّا dan tatkala

And when
ضُرِبَ dijadikan

is presented,
ٱبْنُ anak

(the) son
مَرْيَمَ Maryam

(of) Maryam,
مَثَلًا perumpamaan

(as) an example
إِذَا tiba-tiba

behold!
قَوْمُكَ kaummu

Your people
مِنْهُ karenanya

about it
يَصِدُّونَ mereka gempar/bersorak

laughed aloud.

Tafsir Quran

Surah Az Zukhruf
43:57

Tafsir QS. Az-Zukhruf (43) : 57. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menerangkan bahwa Nabi Isa putra Maryam dijadikan contoh oleh kaum musyrikin Mekah untuk menjatuhkan dan memperolok-olokkan Nabi Muhammad ﷺ.
Hal itu terjadi ketika beliau menyampaikan ayat,"
"Sungguh, kamu (orang kafir) dan apa yang kamu sembah selain Allah, adalah bahan bakar Jahanam.
,"
(Al-Anbiyaa [21]: 98).
Mereka bersorak-sorai kegirangan, karena menyangka memperoleh alasan untuk membuktikan bahwa Nabi Muhammad bertindak salah berdasarkan ayat itu.

Hal itu karena Nabi Isa disembah oleh sebagian manusia.
Dengan begitu beliau juga akan masuk neraka bersama mereka yang menyembahnya.

Untuk membantah pandangan itu Allah menurunkan ayat,
"Sungguh, sejak dahulu bagi orang-orang yang telah ada (ketetapan) yang baik dari Kami, mereka itu akan dijauhkan (dari neraka),"
(Al-Anbiyaa [21]: 101).
Dengan demikian Nabi Isa, ‘Uzair, dan pendeta-pendeta serta rahib-rahib yang taat dan hanya menyembah Allah, akan masuk surga, dan orang-orang sesat yang kemudian menjadikan mereka tuhan-tuhan selain Allah akan masuk neraka.

Mengenai Isa sendiri yang disembah mereka yang sesat itu turun ayat ini untuk membantahnya,
"Dan tatkala putra Maryam dijadikan perumpamaan, tiba-tiba kaummu, ya Muhammad, bersorak karenanya,"
yaitu menyoraki kamu karena firman-Nya itu.
Selanjutnya Allah menjelaskan,
"Dia (Isa) tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami anugerahi nikmat dan Kami jadikan tanda untuk Bani Israil.

Dan jika Kami kehendaki, benar-benar Kami jadikan sebagian kalian malaikatmalaikat di bumi yang turun-temurun.
Dan ia (Isa) sungguh merupakan bukti tentang adanya hari Kiamat."

Tafsir QS. Az Zukhruf (43) : 57. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Tatkala Allah menjadikan ‘Isa putra Maryam sebagai permisalan yang diciptakan seperti Adam–yang diciptakan dari tanah, kemudian dikatakan kepadanya,
"Jadilah,"
lalu ia pun tercipta, dengan begitu berarti ia hanyalah seorang makhluk yang memperoleh karunia kenabian, bukan Tuhan yang harus disembah–tiba- tiba kaummu menentangnya dan tidak sadar dengan permisalan itu.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Ketika kepada orang-orang musyrik itu dibuat perumpamaan Isa bin Maryam ketika mereka menentang dan mendebat Muhammad Saw.
bahwa orang-orang Nasrani itu menyembahnya, tiba-tiba kaummu gaduh dan bersorak karena gembira dan bahagia.


Hal itu tiada lain ketika turun firman Allah,
"Sungguh, kamu (orang kafir) dan apa yang kamu sembah selain Allah, adalah bahan bakar Jahanam.
Kamu (pasti) masuk ke dalamnya."
(QS Al-Anbiya‘ [21] 98).
Orang-orang musyrik itu berkata,
"Kami rela tuhan-tuhan kami disejajarkan dengan Isa, kemudian Allah menurunkan firman-Nya, “Sungguh, sejak dahulu bagi orang-orang yang telah ada (ketetapan) yang baik dari Kami, mereka itu akan dijauhkan (dari neraka)"
(QS Al-Anbiya‘ [21] 101).


Dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa yang dilemparkan ke dalam neraka adalah tuhan-tuhan yang disembah orang-orang musyrik dengan penuh kerelaan.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan tatkala dijadikan) dibuat


(putra Maryam sebagai perumpamaan) yaitu ketika Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan firman-Nya,
"Sesungguhnya kalian dan apa yang kalian sembah selain Allah adalah makanan neraka Jahanam.."
―QS. Al-Anbiyaa [21]: 98―.
Seketika itu juga orang-orang musyrik mengatakan,
"Kami rela bila ternyata tuhan-tuhan sesembahan kami bersama dengan Isa, karena ia pun menjadi sesembahan selain Allah pula


(tiba-tiba kaummu) yakni mereka yang musyrik


(terhadap perumpamaan itu) terhadap misal tersebut


(menertawakannya) karena gembira mendengar perumpamaan itu.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, menceritakan tentang kebandelan orang-orang Quraisy dalam kekafirannya dan kesengajaan mereka bersikap ingkar dan mendebat Nabi ﷺ

Dan tatkala putra Maryam (Isa) dijadikan perumpamaan, tiba-tiba kaummu (Quarisy) bersorak karenanya.
(QS. Az-Zukhruf [43]: 57)

Bukan hanya seorang telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a. Mujahid, Ikrimah, As-Saddi, dan Ad-Dahhak, bahwa mereka tertawa, yakni merasa heran dengan perumpamaan tersebut.
Qatadah mengatakan bahwa mereka merasa tekejut dengan perumpamaan itu, lalu tertawa.
Ibrahim An-Nakha’i mengatakan bahwa mereka berpaling darinya.

Latar belakang turunnya ayat ini seperti yang diketengahkan oleh Muhammad ibnu Ishaq di dalam kitab As-Sirah disebutkan bahwa menurut berita yang sampai kepadanya, pada suatu hari Rasulullah ﷺ duduk bersama Al-Walid ibnul Mugirah di dalam Masjidil Haram.
Lalu datanglah An-Nadr ibnul Haris yang langsung bergabung dengan mereka di majelis itu, dan di dalam majelis tersebut terdapat banyak lelaki dari kaum Quraisy.

Maka Rasulullah ﷺ membuka pembicaraan, tetapi pembicaraannya di tentang oleh An-Nadr ibnul Haris.
Maka Rasulullah ﷺ membalasnya hingga mengalahkannya, lalu beliau ﷺ membacakan kepada An-Nadr ibnul Haris dan juga kepada mereka firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah adalah umpan Jahanam, kamu pasti masuk ke dalamnya.
(QS. Al-Anbiyaa [21]: 98), dan beberapa ayat berikutnya.

Kemudian Rasulullah ﷺ bangkit, dan saat itu datanglah Abdullah ibnuz Zaba’ri At-Tamimi, lalu ikut bergabung ke dalam mejelis tersebut.
Maka Al-Walid ibnul Mugirah berkata kepadanya,
"Demi Allah, An-Nadr ibnul Haris tidak mau berdiri untuk anak Abdul Muttalib (maksudnya Nabi ﷺ) dan tidak mau pula duduk (dengannya).
Sesungguhnya Muhammad menduga bahwa kita dan apa yang kita sembah selain Allah ini akan menjadi umpan neraka Jahanam."

Abdullah ibnuz Zaba’ri berkata,
"Ingatlah, demi Allah;
seandainya aku menjumpainya, niscaya aku debat dia.
Tanyakanlah kepada Muhammad, ‘Apakah semua yang disembah selain Allah dimasukkan ke dalam Jahanam bersama para pengabdinya?’ Kita menyembah para malaikat, orang-orang Yahudi menyembah Uzair, dan orang-orang Nasrani menyembah Al-Masih Isa ibnu Maryam."

Maka merasa heranlah Al-Walid bersama orang-orang yang ada di dalam majelis itu terhadap ucapan Abdullah ibnuz Zaba’ri, dan mereka berpandangan bahwa Abdullah ibnuz Zaba’ri telah mendebat dan mengalahkan alasan Muhammad.

Lalu hal tersebut diceritakan kepada Rasulullah ﷺ, maka beliau ﷺ bersabda:

Barang siapa yang senang dirinya disembah selain Allah, maka dia bersama dengan orang-orang yang menyembahnya.
Dan sesungguhnya yang mereka sembah itu hanyalah setan dan orang-orang yang memerintahkan kepada mereka untuk menyembahnya.

Lalu turunlah firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Sesungguhnya orang-orang yang telah ada untuk mereka ketetapan yang baik dari Kami, mereka itu dijauhkan dari neraka.
(QS. Al-Anbiyaa [21]: 101)

Yaitu Isa dan Uzair serta orang-orang yang disembah lainnya bersama keduanya dari kalangan para rahib dan para pendeta yang telah menjalani masa hidupnya dalam ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala Lalu oleh orang-orang yang sesudah mereka dari kalangan orang-orang yang sesat, mereka dijadikan sebagai tuhan-tuhan selain Allah.


Telah disebutkan pula di dalam Alquran yang mengisahkan bahwa mereka menyembah para malaikat yang mereka anggap sebagai anak-anak perempuan Allah, yaitu melalui firman-Nya:

Dan mereka bekata,
"Tuhan Yang Maha Pemurah telah mengambil (mempunyai) anak",
Mahasuci Allah Sebenarnya (malaikatmalaikat itu) adalah hamba-hamba yang dimuliakan.
(QS. Al-Anbiyaa [21]: 26)

Disebutkan pula perihal Isa a.s, bahwa dia disembah selain Allah.
Maka Al-Walid dan orang-orang yang ada di dalam majelis itu merasa kagum dengan hujah dan alasan yang dikemukakan oleh Abdullah ibnuz Zaba’ri.

Dan tatkala putra Maryam (Isa) dijadikan perumpamaan, tiba-tiba kaummu (Quraisy) bersorak karenanya.
(QS. Az-Zukhruf [43]: 57)

Yakni mereka menyoraki ucapanmu itu.
kemudian disebutkan dalam firman selanjutnya perihal Isaalaihis salam:

Ia tiada lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya nikmat (kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani Israil.
Dan kalau kami kehendaki.
benar-benar Kami jadikan sebagai gantimu di muka bumi malaikatmalaikat yang turun temurun.
Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat.
(Az-Zukhruf 59-61)

Yakni mukjizat-mukjizat yang telah diberikan kepadanya, seperti menghidupkan orang-orang yang mati dan menyembuhkan segala macam penyakit;
hal itu sudah cukup sebagai bukti yang menunjukkan akan pengetahuan tentang hari kiamat.
Dalam firman berikutnya disebutkan:

Karena itu, janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku.
Inilah jalan yang lurus.
(QS. Az-Zukhruf [43]: 61)

Ibnu Jarir menyebutkan melalui riwayat Al-Aufi, dari Ibnu Abbas r.a. sehubungan dengan makna firman-Nya:
Dan tatkala putra Maryam (Isa) dijadikan perumpamaan, tiba-tiba kaummu (Quraisy) bersorak karenanya.
(QS. Az-Zukhruf [43]: 57)
Yakni kaum Quraisy.
Dan tatkala disebutkan kepada mereka firman-Nya:
Sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah adalah umpan Jahanam, kamu pasti masuk ke dalamnya.
(QS. Al-Anbiyaa [21]: 98), hingga beberapa ayat sesudahnya.
Maka orang-orang Quraisy bertanya kepada Nabi Saw,
"Siapakah Ibnu Maryam itu?"
Rasulullah ﷺ menjawab:
Dia adalah hamba Allah dan utusan-Nya.
Mereka berkata,
"Demi Allah, tiada yang dikehendaki oleh orang ini melainkan agar kita menjadikannya sebagai tuhan, sebagaimana orang-orang Nasrani menjadikan Isa putra Maryam sebagai tuhan yang disembah mereka."
Maka Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja, sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar.
(QS. Az-Zukhruf [43]: 58)

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hasym ibnul Qasim, telah menceritakan kepada kami Syaiban, dari Asim ibnu Abun Nujud, dari Abu Razin, dari Abu Yahya maula Ibnu Aqil Al-Ansari yang mengatakan bahwa Ibnu Abbas r.a. pernah mengatakan,
"Sesungguhnya aku mengetahui suatu ayat dari Alquran (makna yang dimaksud olehnya) tiada seorang pun yang menanyakannya kepadaku.
Dan aku tidak mengetahui apakah orang lain telah mengetahuinya hingga mereka tidak menanyakannya, ataukah memang mereka tidak mengetahuinya yang karenanya mereka tidak menanyakannya?"
Kemudian Ibnu Abbas r.a. melanjutkan pembicaraannya dengan kami, dan ketika ia bangkit meninggalkan kami, maka kami saling mencela di antara sesama kami, mengapa kami tidak menanyakan tentang ayat itu.
Lalu aku (Abu Yahya) berkata,
"Akulah yang akan menanyakannya besok."
Dan pada keesokan harinya aku bertanya,
"Hai Ibnu Abbas, kemarin engkau mengatakan bahwa ada suatu ayat Alquran yang tiada seorang pun menanyakannya kepadamu, sedangkan engkau tidak mengetahui apakah orang lain telah mengetahui (makna)nya ataukah mereka tidak mengetahuinya."
Aku melanjutkan pertanyaanku,
"Maka ceritakanlah kepadaku tentang ayat tersebut dan ayat yang telah engkau baca sebelumnya."
Ibnu Abbas r.a. bersedia, lalu ia mengatakan bahwa sesungguhnya Rasulullah ﷺ pernah bersabda kepada orang-orang Quraisy [106]:


Hai orang-orang Quraisy, sesungguhnya tiada seorang pun yang disembah selain Allah terdapat kebaikan pada dirinya.


Dan orang-orang Quraisy telah mengetahui bahwa orang-orang Nasrani menyembah Isa putra Maryam dan pendapat mereka terhadap Muhammad ﷺ Maka mereka mengatakan,
"Hai Muhammad, bukankah engkau mengira bahwa Isa putra Maryam adalah seorang nabi dan hamba Allah yang saleh?
Maka jika engkau benar, dia adalah tuhan mereka seperti apa yang dikatakan oleh mereka."
Maka Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan firman-Nya:
Dan tatkala putra Maryam (Isa) dijadikan perumpamaan, tiba-tiba kaummu (Quraisy) bersorak karenanya.
(QS. Az-Zukhruf [43]: 57)
Aku bertanya,
"Apakah arti yasiduna?"
Ibnu Abbas menjawab,
"Mereka tertawa karenanya."
Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat.
(QS. Az-Zukhruf [43]: 61)
Ibnu Abbas mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah munculnya Isa putra Maryamalaihis salam sebelum hari kiamat.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ya’qub Ad-Dimasyqi, telah menceritakan kepada kami Adam, telah menceritakan kepada kami Syaiban, dari Asim ibnu Abun Nujud, dari Abu Ahmad maula Al-Ansar, dari Ibnu Abbas r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah pernah bersabda:
Hai orang-orang Quraisy, sesungguhnya tiada seorang pun yang di sembah selain Allah pada dirinya terkandung kebaikan.
Maka mereka mengatakan kepadanya,
"Bukankah engkau meyakini bahwa Isa putra Maryam adalah seorang nabi dan hamba Allah yang saleh yang juga disembah selain dari Allah?
Maka Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan firman-Nya:
Dan tatkala putra Maryam (Isa) dijadikan perumpamaan, tiba-tiba kaummu (Quraisy) bersorak karenanya.
(QS. Az-Zukhruf [43]: 57)

Mujahid sehubungan dengan ayat ini mengatakan bahwa ketika ayat ini diturunkan, orang-orang Quraisy mengatakan,
"Sesungguhnya Muhammad menginginkan agar dirinya disembah oleh kita sebagaimana Isa disembah oleh kaumnya."
Hal yang sama telah dikatakan oleh Qatadah.

Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Az Zukhruf (43) Ayat 57

Diriwayatkan oleh Ahmad dengan sanad yang sahih dan ath-Thabarani, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa Rasulullah berkata kepada kaum Quraisy: “Sesuatu yang disembah selain Allah tak akan memberikan kebaikan sedikitpun.” Kaum Quraisy berkata: “Bukankah engkau menganggap bahwa ‘Isa adalah Nabi dan seorang hamba yang saleh, padahal dia pun disembah ?”

Ayat ini (az-Zukhruf: 57-59) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut, yang melukiskan kaum Quraisy yang selalu berusaha membantah ajaran Rasulullah ﷺ

Sumber : Asbabun Nuzul – K.H.Q Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Unsur Pokok Surah Az Zukhruf (الزخرف)

Surat Az Zukhruf terdiri atas 89 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Asy Syuura.

Dinamai "Az Zukhruf" (Perhiasan) diambil dari perkataan "Az Zukhruf" yang terdapat pada ayat 35 surat ini.

Orang-orang musyrik mengukur tinggi rendahnya derajat seseorang tergantung kepada perhiasan dan harta benda yang ia punyai, karena Muhammad ﷺ adalah seorang anak yatim lagi miskin, ia tidak pantas diangkat Allah sebagai seorang rasul dan nabi.
Pangkat rasul dan nabi itu harus diberikan kepada orang yang kaya.

Ayat ini menegaskan bahwa harta tidak dapat dijadikan dasar untuk mengukur tinggi rendahnya derajat seseorang, karena harta itu merupakan hiasan kehidupan duniawi, bukan berarti kesenangan akhirat.

Keimanan:

Alquran berasal dari Lauh Mahfuzh.
Nabi Isa `alaihis salam itu tidak lain hanyalah seorang hamba Allah.
▪ Pengakuan Nabi Isa `alaihis salam bahwa Allah-lah Tuhan yang sebenarnya.
▪ Mensifatkan bagaimana kesenangan di dalam syurga dan hebatnya penderitaan orang kafir di dalam neraka sehingga mereka ingin mati saja agar terlepas dari siksa itu.
▪ Tuhan tidak mempunyai anak.

Hukum:

▪ Perintah Tuhan kepada Nabi Muhammad ﷺ supaya menjauhi orang-orang yang tidak beriman.

Kisah:

▪ Kisah Nabi Ibrahim `alaihis salam, Musa `alaihis salam dan Isa `alaihis salam sebagai perbandingan bagi Nabi dan sebagai penawar sewaktu menghadapi kesulitan dalam melakukan dakwah.

Lain-lain:

▪ Pengakuan orang musyrik Mekah bahwa Allah-lah Yang menciptakan langit dan bumi, tetapi mereka tetap menyembah berhala.
▪ Kepercayaan mereka bahwa malaikat adalah anak Allah dan penolakan atas kepercayaan yang salah itu.
Muhammad ﷺ sebagai rasul mendapat ejekan dan celaan-celaan dari kaumnya dan hal ini adalah biasa, karena rasulrasul yang dahulu pun demikian pula halnya.
▪ orang-orang musyrik sangat kuat berpegang kepada tradisi dan adat istiadat nenek moyang mereka dalam beragama, sehingga tertutup hati mereka untuk menerima kebenaran.

Audio Murottal

QS. Az-Zukhruf (43) : 1-89 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 89 + Terjemahan Indonesia



QS. Az-Zukhruf (43) : 1-89 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 89

Gambar Kutipan Ayat

Surah Az Zukhruf ayat 57 - Gambar 1 Surah Az Zukhruf ayat 57 - Gambar 2
Statistik QS. 43:57
  • Rating RisalahMuslim
4.5

Ayat ini terdapat dalam surah Az Zukhruf.

Surah Az-Zukhruf (Arab: الزخرف , “Perhiasan”) adalah surah ke-43 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah makkiyah, terdiri atas 89 ayat.
Dinamakan Az-Zukhruf yang berarti Perhiasan karena kata Az-Zukhruf yang terdapat pada ayat 35 pada surah ini.
Ayat ini menegaskan bahwa harta tidak dapat dijadikan dasar untuk mengukur tinggi rendahnya derajat seseorang, karena harta itu merupakan hiasan kehidupan duniawi, bukan berarti kesenangan akhirat.

Nomor Surah 43
Nama Surah Az Zukhruf
Arab الزخرف
Arti Perhiasan
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 63
Juz Juz 25
Jumlah ruku’ 7 ruku’
Jumlah ayat 89
Jumlah kata 838
Jumlah huruf 3609
Surah sebelumnya Surah Asy-Syura
Surah selanjutnya Surah Ad-Dukhan
Sending
User Review
4.7 (21 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

43:57, 43 57, 43-57, Surah Az Zukhruf 57, Tafsir surat AzZukhruf 57, Quran Az-Zukhruf 57, Surah Az Zukruf ayat 57

Video Surah

43:57


More Videos

Kandungan Surah Az Zukhruf

۞ QS. 43:3 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 43:5 • Maksiat dan dosa

۞ QS. 43:7 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 43:8 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat • Maksiat dan dosa

۞ QS. 43:9 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Tauhid Rububiyyah • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 43:10 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 43:11 • Kekuasaan Allah • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Manusia dibangkitkan dari kubur • Segala sesuatu ada takdirnya •

۞ QS. 43:12 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 43:13 • Kasih sayang Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 43:14 Ar Rabb (Tuhan) • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 43:15 • Mendustai Allah • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 43:16 • Mendustai Allah

۞ QS. 43:17 • Mendustai Allah • Al Rahman (Maha Pengasih)

۞ QS. 43:19 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Mendustai Allah • Al Rahman (Maha Pengasih) • Tugas-tugas malaikat • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan

۞ QS. 43:20 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Rahman (Maha Pengasih)

۞ QS. 43:21 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 43:22 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 43:23 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 43:24 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 43:25 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 43:27 • Islam agama para nabi • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 43:29 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 43:30 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 43:31 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 43:32 Ar Rabb (Tuhan) • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 43:33 • Kesabaran Allah terhadap kejahatan hamba • Al Rahman (Maha Pengasih) • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 43:34 • Kesabaran Allah terhadap kejahatan hamba • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 43:35 • Pahala iman • Kesabaran Allah terhadap kejahatan hamba • Ar Rabb (Tuhan) • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Kebaikan yang ada di alam akhirat

۞ QS. 43:36 • Al Rahman (Maha Pengasih) • Sifat iblis dan pembantunya • Jin yang berteman dengan manusia • Usaha jin untuk melalaikan manusia dalam beribadah • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 43:37 • Sifat iblis dan pembantunya • Syetan menyesatkan dan menghinakan manusia

۞ QS. 43:38 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Jin yang berteman dengan manusia

۞ QS. 43:39 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 43:41 Al Muntaqim (Maha Pembalas dosa) • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 43:42 • Allah menepati janji • Kekuasaan Allah • Al Muqtadir (Maha Kuasa) • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 43:44 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan

۞ QS. 43:45 Tauhid Uluhiyyah • Al Rahman (Maha Pengasih) • Islam agama para nabi

۞ QS. 43:46 Tauhid Rububiyyah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 43:47 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 43:48 • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 43:49 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 43:55 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 43:56 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 43:57 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 43:58 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 43:60 • Sifat Masyi’ah (berkehendak)

۞ QS. 43:61 • Nama-nama hari kiamat • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Turunnya nabi Isa sebelum kiamat

۞ QS. 43:62 • Nama-nama neraka • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 43:64 Tauhid Rububiyyah • Tauhid Uluhiyyah • Ar Rabb (Tuhan) • Islam agama para nabi •

۞ QS. 43:65 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat • Maksiat dan dosa

۞ QS. 43:66 • Nama-nama hari kiamat • Hari kiamat datang tiba-tiba • Maksiat dan dosa

۞ QS. 43:67 • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 43:68 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Keutamaan iman

۞ QS. 43:69 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Keutamaan iman

۞ QS. 43:70 • Pahala iman • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Keutamaan iman

۞ QS. 43:71 • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 43:72 • Pahala iman • Keutamaan iman • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan

۞ QS. 43:73 • Pahala iman • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 43:74 • Nama-nama neraka • Keabadian neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 43:75 • Sifat neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 43:76 • Keadilan Allah dalam menghakimi

۞ QS. 43:77 Ar Rabb (Tuhan) • Keabadian neraka • Penjaga neraka • Percakapan ahli neraka •

۞ QS. 43:78 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 43:79 • Balasan dari perbuatannya • Maksiat dan dosa

۞ QS. 43:80 • Keluasan ilmu Allah • Tugas-tugas malaikat • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 43:81 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Mendustai Allah • Al Rahman (Maha Pengasih)

۞ QS. 43:82 Tauhid Rububiyyah • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 43:83 • Allah menepati janji • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Maksiat dan dosa

۞ QS. 43:84 Tauhid Uluhiyyah • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 43:85 • Segala sesuatu milik Allah • Keluasan ilmu Allah • Nama-nama hari kiamat • Waktu kiamat tidak diketahui • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 43:86 • Mereka yang memperoleh syafaat • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 43:87 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 43:88 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 43:89 • Maksiat dan dosa

Ayat Pilihan

Allah tidak akan mengubah nasib suatu bangsa dari susah menjadi bahagia,
atau dari kuat menjadi lemah,
sebelum mereka sendiri mengubah apa yang ada pada diri mereka sesuai dengan keadaan yang akan mereka jalani.
QS. Ar-Ra’d [13]: 11

Tidakkah kamu perhatikan,
bahwa Allah mengetahui apa yang ada di langit & di bumi?
Tiada pembicaraan rahasia antara tiga orang,
melainkan Dialah keempatnya.
Dan tiada (pembicaraan antara) lima orang,
melainkan Dialah keenamnya.
QS. Al-Mujadilah [58]: 7

Pada hari (kiamat) segala yang dikerjakan & ditinggalkan manusia akan dibeberkan.
Bahkan manusia itu sendiri akan menjadi saksi.
Kendati saat itu manusia lontarkan berbagai alasan,
semua itu tidak akan dapat menyelamatkan dirinya.
QS. Al-Qiyamah [75]: 13-14

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Dalam Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al Matiin yang tercantum dalam Alquran surah ...

Correct! Wrong!

Tuhan memiliki sifat Al Karim, yang berarti bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala merupakan zat Yang ..

Correct! Wrong!

Tuhan memiliki sifat Al Matiin, yang berarti bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah zat Yang ...

Correct! Wrong!

+

Array

Arti fana adalah ...

Correct! Wrong!

Allah memiliki sifat Al Kariim yang tercantum dalam Alquran surah ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #1
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #1 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #1 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #6

Sifat dasar hukum Alquran adalah keseimbangan dalam hal aspek material dan psikologis, yang disebut sebagai … Alquran dimulai dengan surah Al Fatihah (pembukaan) dan berakhir dengan surah … Alquran adalah panduan dan pedoman manusia bagi mereka yang beriman. Ini dikonfirmasikan oleh Allah dalam surah … Alquran bertindak sebagai Hudan, yang artinya adalah … Dalam Surah Al-Baqarah ayat 2, Allah berfirman bahwa Alquran adalah pedoman untuk orang …

Pendidikan Agama Islam #16

Selain berisi kisah-kisah umat terdahulu, dalam Alquran juga terdapat tamsil sebagai peringatan bagi manusia. Tamsil artinya … Alquran adalah mukjizat terbesar bagi Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Di bawah ini merupakan bukti bahwa Alquran adalah mukjizat yang terbesar adalah … Fungsi utama kandungan Alquran yang menjelaskan kisah umat terdahulu adalah sebagai … Yang berarti ”menggabungkan sesuatu dengan yang lain” adalah lafaz … Al-Lihyaniy berpendapat bahwa Alquran secara etimologi memiliki arti …

Pendidikan Agama Islam #5

Berikut ini, yang tidak mengandung moral terpuji, adalah … Orang yang jujur akan senantiasa mengatakan … Lawan kata dari jujur ??adalah … Orang yang suka berbohong adalah orang … Bekerja tepat waktu adalah salah satu ciri orang yang …

Kamus Istilah Islam

Hadits Gharib

Apa itu Hadits Gharib? Hadits gharib secara kebahasaan bermakna menyendiri, atau jauh dari kerabat-kerabatnya. Secara istilah Ibnu Shalah mendefinisikan hadis gharib sebagai hadis yang menyendiri seba...

Dzu as-Suwayqatayn

Apa itu Dzu as-Suwayqatayn? Dzu as-Suwaqatayn dalam eskatologi Islam adalah seorang atau kaum dari Habasyah yang akan menghancurkan Ka’bah menjelang hari kiamat. Dalam Musnad-nya Imam Ahmad me...

Ad-Darimi

Siapa itu Ad-Darimi? Ad-Darimi ialah salah satu Imam Ahli Hadis Sunni, Nama lengkapnya Abdullah bin Abdurrahman bin al Fadhl bin Bahram bin Abdush Shamad. Ad Darimi adalah nisbah kepada Darim bin Mali...