QS. Az Zukhruf (Perhiasan) – surah 43 ayat 42 [QS. 43:42]

اَوۡ نُرِیَنَّکَ الَّذِیۡ وَعَدۡنٰہُمۡ فَاِنَّا عَلَیۡہِمۡ مُّقۡتَدِرُوۡنَ
Au nuriyannakal-ladzii wa’adnaahum fa-innaa ‘alaihim muqtadiruun(a);

Atau Kami memperlihatkan kepadamu (azab) yang telah Kami ancamkan kepada mereka.
Maka sesungguhnya Kami berkuasa atas mereka.
―QS. 43:42
Topik ▪ Maksiat dan dosa ▪ Menyiksa pelaku maksiat ▪ Segala sesuatu milik Allah
43:42, 43 42, 43-42, Az Zukhruf 42, AzZukhruf 42, Az-Zukhruf 42

Tafsir surah Az Zukhruf (43) ayat 42

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Az Zukhruf (43) : 42. Oleh Kementrian Agama RI

Di dalam dua ayat ini dijelaskan bahwa Nabi ﷺ tidak perlu terlalu merisaukan penentangan orang-orang musyrikin Mekah.
Mereka pasti akan dihukum oleh Allah pada saat yang dikehendaki-Nya.
Kemungkinan hukuman itu dalam dua cara.
Pertama, Allah akan menghukum mereka setelah Nabi ﷺ meninggal; dengan demikian hukuman itu tidak sempat beliau saksikan sendiri di dunia.
Kedua, hukuman terhadap orang-orang yang kafir itu dilaksanakan Allah sekarang juga yaitu pada saat Nabi ﷺ masih hidup.
Bukti hukuman seperti itu adalah, menurut sebagian ulama, terbunuhnya banyak pemimpin kaum kafir Mekah pada Perang Badar.
Demikianlah ancaman Allah terhadap kaum kafir itu.
Pernyataan itu kembali menguatkan hati Nabi ﷺ bahwa mereka yang menentang itu memang betul-betul membutakan mata hatinya karena itu perlu didakwahi lebih intensif lagi.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Atau, jika kamu ingin agar Kami memperlihatkan siksaan yang telah Kami janjikan untuk mereka sebelum matimu, Kami pasti akan memperlihatkannya kepadamu, karena Kami memang berkuasa atas mereka dengan kekuasaan dan keperkasaan Kami.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Atau kami memperlihatkan kepadamu) sewaktu kamu masih hidup (apa yang telah Kami ancamkan kepada mereka) yakni azab yang Kami ancamkan itu (maka sesungguhnya Kami atas mereka) maksudnya, untuk mengazab mereka (berkuasa) sangat berkuasa atau sangat mampu.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Atau Kami memperlihatkan kepadamu (azab) yang telah kami (Allah) ancamkan kepada mereka.
Maka sesungguhnya Kami berkuasa atas mereka.
(Q.S. Az-Zukhruf [43]: 42)

Yakni Kami berkuasa untuk melakukan yang itu dan yang ini.
Dan Allah subhanahu wa ta’ala tidak mewafatkan Nabi-Nya sebelum Dia menyenangkan hatinya dari musuh-musuhnya.
Allah telah menjadikannya berkuasa atas nyawa mereka dan menjadikannya memiliki semua yang dimilki oleh perbendaharaan mereka.
Demikianlah kesimpulan dari pendapat As-Saddi dan dipilih oleh Ibnu Jarir.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abdul A’la, telah menceritakan kepada kami Abu Saur, dari Ma’mar yang mengatakan bahwa Qatadah membaca firman-Nya: Sungguh, jika Kami mewafatkan kamu (sebelum kamu mencapai kemenangan), maka sesungguhnya Kami akan menyiksa mereka (di akhirat).
(Q.S. Az-Zukhruf [43]: 41) Lalu ia mengatakan bahwa Nabi ﷺ.
telah tiada, dan yang tertinggal adalah hukuman Allah.
Tidak sekali-kali Allah subhanahu wa ta’ala memperlihatkan kepada Nabi-Nya sesuatu yang tidak disukainya terjadi pada umatnya sebelum beliau wafat.
Dan tidak sekali-kali ada seorang nabi pun melainkan ia telah melihat azab Allah yang menimpa umatnya, kecuali Nabi kalian.

Qatadah melanjutkan, telah diriwayatkan kepada kami bahwa Rasulullah ﷺ telah diperlihatkan kepadanya sebagian dari musibah yang menimpa umatnya yang terjadi kemudian melalui mimpinya.
Maka sejak itu beliau belum pernah kelihatan tertawa ceria hingga Allah subhanahu wa ta’ala mewafatkannya.

Telah disebutkan pula hal yang semisal melalui riwayat Sa’id ibnu Abu Arubah yang juga dari Qatadah.

Kemudian ibnu Jarir meriwayatkan dari Al-Hasan hal yang semisal.

Dan di dalam sebuah hadis disebutkan:

Bintang-bintang itu adalah amanat (penjaga) bagi langit; dan apabila bintang-bintang itu telah lenyap, maka datanglah kepada langit apa yang di ancamkan baginya.
Dan aku adalah amanat bagi para sahabatku; apabila aku telah tiada, maka datanglah kepada sahabat-sahabatku apa yang diancamkan kepada mereka.


Informasi Surah Az Zukhruf (الزخرف)
Surat Az Zukhruf terdiri atas 89 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Asy Syuura.

Dinamai “Az Zukhruf” (Perhiasan) diambil dari perkataan “Az Zukhruf” yang terdapat pada ayat 35 surat ini.

Orang-orang musyrik mengukur tinggi rendahnya derajat seseorang tergantung kepada perhiasan dan harta benda yang ia punyai, karena Muhammad ﷺ adalah seorang anak yatim lagi miskin, ia tidak pantas diangkat Allah sebagai seorang rasul dan nabi.
Pangkat rasul dan nabi itu harus diberikan kepada orang yang kaya.

Ayat ini menegaskan bahwa harta tidak da­ pat dijadikan dasar untuk mengukur tinggi rendahnya derajat seseorang, karena harta itu merupakan hiasan kehidupan duniawi, bukan berarti kesenangan akhirat.

Keimanan:

Al Qur’an berasal dari Lauh Mahfuzh
Nabi Isa a.s. itu tidak lain hanyalah seorang hamba Allah
pengakuan Nabi Isa a.s. bahwa Allah-lah Tuhan yang sebenarnya
mensifatkan bagaimana kesenangan di dalam syurga dan hebatnya penderitaan orang kafir di dalam neraka sehingga mereka ingin mati saja agar terlepas dari siksa itu
Tuhan tidak mempunyai anak.

Hukum:

Perintah Tuhan kepada Nabi Muhammad ﷺ supaya menjauhi orang-orang yang tidak beriman.

Kisah:

Kisah Nabi Ibrahim a.s., Musa a.s. dan Isa a.s. sebagai perbandingan bagi Nabi dan sebagai penawar sewaktu menghadapi kesulitan dalam melakukan da’wah.

Lain-lain:

Pengakuan orang musyrik Mekah bahwa Allah-lah Yang menciptakan langit dan bumi, tetapi mereka tetap menyembah berhala
kepercayaan mereka bahwa malaikat adalah anak Allah dan penolakan atas kepercayaan yang salah itu
Muhammad ﷺ sebagai rasul mendapat ejekan dan celaan-celaan dari kaumnya dan hal ini adalah biasa, karena rasul-rasul yang dahulupun demikian pula halnya
orang­ orang musyrik sangat kuat berpegang kepada tradisi dan adat istiadat nenek moyang mereka dalam beragama, sehingga tertutup hati mereka untuk menerima kebenaran.

Ayat-ayat dalam Surah Az Zukhruf (89 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Az-Zukhruf (43) ayat 42 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Az-Zukhruf (43) ayat 42 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Az-Zukhruf (43) ayat 42 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Az-Zukhruf - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 89 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 43:42
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Az Zukhruf.

Surah Az-Zukhruf (Arab: الزخرف , "Perhiasan") adalah surah ke-43 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah makkiyah, terdiri atas 89 ayat.
Dinamakan Az-Zukhruf yang berarti Perhiasan karena kata Az-Zukhruf yang terdapat pada ayat 35 pada surah ini.
Ayat ini menegaskan bahwa harta tidak dapat dijadikan dasar untuk mengukur tinggi rendahnya derajat seseorang, karena harta itu merupakan hiasan kehidupan duniawi, bukan berarti kesenangan akhirat.

Nomor Surah 43
Nama Surah Az Zukhruf
Arab الزخرف
Arti Perhiasan
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 63
Juz Juz 25
Jumlah ruku' 7 ruku'
Jumlah ayat 89
Jumlah kata 838
Jumlah huruf 3609
Surah sebelumnya Surah Asy-Syura
Surah selanjutnya Surah Ad-Dukhan
4.8
Ratingmu: 4.8 (20 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim