QS. Az Zukhruf (Perhiasan) – surah 43 ayat 36 [QS. 43:36]

وَ مَنۡ یَّعۡشُ عَنۡ ذِکۡرِ الرَّحۡمٰنِ نُقَیِّضۡ لَہٗ شَیۡطٰنًا فَہُوَ لَہٗ قَرِیۡنٌ
Waman ya’syu ‘an dzikrir-rahmani nuqai-yidh lahu syaithaanan fahuwa lahu qariinun;

Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Quran), kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.
―QS. 43:36
Topik ▪ Maksiat dan dosa ▪ Balasan dari perbuatannya ▪ Segala sesuatu milik Allah
43:36, 43 36, 43-36, Az Zukhruf 36, AzZukhruf 36, Az-Zukhruf 36

Tafsir surah Az Zukhruf (43) ayat 36

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Az Zukhruf (43) : 36. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini ditegaskan bahwa siapa yang berpaling dari peringatan dan pengajaran Allah, yaitu membutakan hatinya untuk beriman dan mempercayai ajaran-ajaran-Nya yang terdapat dalam Al-Qur’an, maka setan akan selalu menemaninya dan akan selalu berupaya membawanya kepada kesesatan, sehingga Allah akhirnya akan menjadikan setan itu menjadi teman setianya.
Menurut az-Zajjaj, maksud ayat ini adalah bahwa siapa yang berpaling dari Al-Qur’an dan tidak mau mengikuti petunjuk-petunjuk yang terdapat di dalamnya, setan akan terus-menerus menggodanya sampai ia terjerumus ke jalan yang sesat, karena itu ia pasti akan mendapat siksaan Allah.

Dalam sebuah hadis Rasulullah ﷺ bersabda: Rasulullah ﷺ bersabda, “Tidaklah ada salah seorang dari kalian melainkan didampingi oleh pendamping dari golongan jin.”
(Riwayat Muslim)

Di dalam ayat lain Allah berfirman bahwa orang yang selalu mengingkari ayat-ayat Allah, maka hati dan pandangan mereka akan dibolak-balik oleh Allah sehingga mereka tidak jadi beriman dan tetap dalam kesesatan mereka:

Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti pertama kali mereka tidak beriman kepadanya (Al-Qur’an), dan Kami biarkan mereka bingung dalam kesesatan.
(Q.S. Al-An’am [6]: 110)

Manusia yang sesat akan berbuat dosa, lalu semakin ia bergelimang dosa, semakin tertutup hatinya sehingga tidak mungkin lagi beriman dan berbuat baik, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:

Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya seorang mukmin jika berbuat dosa niscaya ada titik hitam di dalam hatinya, jika ia bertobat dan meninggalkan dan memohon ampun niscaya hatinya kembali bersih.
Namun jika dosanya bertambah, niscaya bertambah titik hitam tersebut sehingga meliputi hatinya.”
(Riwayat Ahmad)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Orang yang berpura-pura buta untuk melihat Al Quran yang diturunkan oleh Sang Maha Pemurah sebagai peringatan bagi seluruh alam semesta, akan Kami berikan jalan bagi setan untuk menguasai dirinya.
Dengan demikian, setan akan selalu bersamanya:
menggoda dan menyesatkan.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Barang siapa yang berpaling) yaitu memalingkan diri (dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah) dari Alquran (Kami adakan) Kami jadikan (baginya setan, maka setan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya) yakni tidak pernah berpisah darinya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Barang siapa yang berpaling.
(Q.S. Az-Zukhruf [43]: 36)

Yakni melalaikan dan berpaling serta pura-pura tidak tahu.

dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah.
(Q.S. Az-Zukhruf [43]: 36)

Kata al-asya, bila dikaitkan dengan mata artinya lemah pandangannya alias rabun, sedangkan makna yang dimaksud dalam ayat ini ialah lemah pandangan mata hati.

Kami adakan baginya setan (yang menyesatkan), maka setan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.
(Q.S. Az-Zukhruf [43]: 36)

Semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya dalam ayat yang lain, yaitu:

Dan barang siapa yang menentang rasul sesudah jelas kebenaran baginya.
(Q.S. An-Nisa’ [4]: 115), hingga akhir ayat.

Dan semakna dengan firman-Nya:

Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran) Allah memalingkan hati mereka.
(Q.S. Ash-Shaff [61]: 5)

Dan Kami tetapkan bagi mereka teman-teman yang menjadikan mereka memandang bagus apa yang ada di hadapan dan di belakang mereka.
(Q.S. Fushshilat [41]: 25), hingga akhir ayat.


Asbabun Nuzul
Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Az Zukhruf (43) Ayat 36

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Muhammad bin ‘Utsman al-Makhzumi bahwa kaum Quraisy berkata: “Dekati setiap shahabat Muhammad oleh salah seorang dari kita.” Kemudian ditetapkanlah Thalhah untuk mendekati Abu Bakr.
Thalhah pun mendekati Abu Bakr yang sedang dikelilingi banyak orang.
Berkatalah Abu Bakr: “Kepada ajaran yang manakah akan engkau ajak aku ini ?” Ia menjawab:
“Aku mengajak untuk menyembah al-Lata dan al-‘Uzza.” Abu Bakr berkata: “Siapakah al-Lata dan al-‘Uzza itu ?” Ia menjawab:
“Al-Lata adalah tuhan kami dan al-‘Uzza adalah putri Allah.” Abu Bakr berkata: “Siapakah ibunya ?” Thalhah terdiam tidak dapat menjawab.
Ia menyuruh teman-temannya untuk menjawab pertanyaan tersebu.
Namun tak seorangpun mampu menjawabnya.
Berkatalah Thalhah: “Hai Abu Bakr, saksikanlah, aku percaya bahwa sesungguhnya tidak ada tuhan kecuali Allah, dan sesungguhnnya Muhammad adalah utusan Allah.” Maka Allah menurunkan ayat ini (az-Zukhruf: 36) yang menegaskan bahwa orang-orang yang berpaling dari Allah selamanya akan ditemani setan.

Sumber : Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Informasi Surah Az Zukhruf (الزخرف)
Surat Az Zukhruf terdiri atas 89 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Asy Syuura.

Dinamai “Az Zukhruf” (Perhiasan) diambil dari perkataan “Az Zukhruf” yang terdapat pada ayat 35 surat ini.

Orang-orang musyrik mengukur tinggi rendahnya derajat seseorang tergantung kepada perhiasan dan harta benda yang ia punyai, karena Muhammad ﷺ adalah seorang anak yatim lagi miskin, ia tidak pantas diangkat Allah sebagai seorang rasul dan nabi.
Pangkat rasul dan nabi itu harus diberikan kepada orang yang kaya.

Ayat ini menegaskan bahwa harta tidak da­ pat dijadikan dasar untuk mengukur tinggi rendahnya derajat seseorang, karena harta itu merupakan hiasan kehidupan duniawi, bukan berarti kesenangan akhirat.

Keimanan:

Al Qur’an berasal dari Lauh Mahfuzh
Nabi Isa a.s. itu tidak lain hanyalah seorang hamba Allah
pengakuan Nabi Isa a.s. bahwa Allah-lah Tuhan yang sebenarnya
mensifatkan bagaimana kesenangan di dalam syurga dan hebatnya penderitaan orang kafir di dalam neraka sehingga mereka ingin mati saja agar terlepas dari siksa itu
Tuhan tidak mempunyai anak.

Hukum:

Perintah Tuhan kepada Nabi Muhammad ﷺ supaya menjauhi orang-orang yang tidak beriman.

Kisah:

Kisah Nabi Ibrahim a.s., Musa a.s. dan Isa a.s. sebagai perbandingan bagi Nabi dan sebagai penawar sewaktu menghadapi kesulitan dalam melakukan da’wah.

Lain-lain:

Pengakuan orang musyrik Mekah bahwa Allah-lah Yang menciptakan langit dan bumi, tetapi mereka tetap menyembah berhala
kepercayaan mereka bahwa malaikat adalah anak Allah dan penolakan atas kepercayaan yang salah itu
Muhammad ﷺ sebagai rasul mendapat ejekan dan celaan-celaan dari kaumnya dan hal ini adalah biasa, karena rasul-rasul yang dahulupun demikian pula halnya
orang­ orang musyrik sangat kuat berpegang kepada tradisi dan adat istiadat nenek moyang mereka dalam beragama, sehingga tertutup hati mereka untuk menerima kebenaran.

Ayat-ayat dalam Surah Az Zukhruf (89 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Az-Zukhruf (43) ayat 36 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Az-Zukhruf (43) ayat 36 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Az-Zukhruf (43) ayat 36 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Az-Zukhruf - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 89 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 43:36
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Az Zukhruf.

Surah Az-Zukhruf (Arab: الزخرف , "Perhiasan") adalah surah ke-43 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah makkiyah, terdiri atas 89 ayat.
Dinamakan Az-Zukhruf yang berarti Perhiasan karena kata Az-Zukhruf yang terdapat pada ayat 35 pada surah ini.
Ayat ini menegaskan bahwa harta tidak dapat dijadikan dasar untuk mengukur tinggi rendahnya derajat seseorang, karena harta itu merupakan hiasan kehidupan duniawi, bukan berarti kesenangan akhirat.

Nomor Surah 43
Nama Surah Az Zukhruf
Arab الزخرف
Arti Perhiasan
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 63
Juz Juz 25
Jumlah ruku' 7 ruku'
Jumlah ayat 89
Jumlah kata 838
Jumlah huruf 3609
Surah sebelumnya Surah Asy-Syura
Surah selanjutnya Surah Ad-Dukhan
4.8
Ratingmu: 4.2 (14 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim