QS. Az Zukhruf (Perhiasan) – surah 43 ayat 17 [QS. 43:17]

وَ اِذَا بُشِّرَ اَحَدُہُمۡ بِمَا ضَرَبَ لِلرَّحۡمٰنِ مَثَلًا ظَلَّ وَجۡہُہٗ مُسۡوَدًّا وَّ ہُوَ کَظِیۡمٌ
Wa-idzaa busy-syira ahaduhum bimaa dharaba lir-rahmani matsalaa zhalla wajhuhu muswaddan wahuwa kazhiimun;

Padahal apabila salah seorang di antara mereka diberi kabar gembira dengan apa yang dijadikan sebagai misal bagi Allah Yang Maha Pemurah, jadilah mukanya hitam pekat sedang dia amat menahan sedih.
―QS. 43:17
Topik ▪ Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat
43:17, 43 17, 43-17, Az Zukhruf 17, AzZukhruf 17, Az-Zukhruf 17

Tafsir surah Az Zukhruf (43) ayat 17

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Az Zukhruf (43) : 17. Oleh Kementrian Agama RI

Allah menunjukkan kebodohan orang-orang musyrik dan kecurangan mereka.
Apabila salah seorang dari mereka dikaruniai anak perempuan, dengan serta-merta mukanya menjadi sangat muram karena sedih, menanggung malu yang amat dalam, tak kuat rasanya berhadapan muka dengan teman-temannya.
Dia menyendiri dalam kebingungan.
Apakah kiranya yang akan diperbuatnya?
Apakah anak perempuan yang diperolehnya itu akan dibiarkan begitu saja, sekalipun ia harus menanggung malu dan hina, ataukah akan menguburkannya hidup-hidup?
Suatu perbuatan yang sangat tercela, sebagaimana firman Allah:

Padahal apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, wajahnya menjadi hitam (merah padam), dan dia sangat marah.
Dia bersembunyi dari orang banyak, disebabkan kabar buruk yang disampaikan kepadanya.
Apakah dia akan memeliharanya dengan (menanggung) kehinaan atau akan membenamkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)?
Ingatlah alangkah buruknya (putusan) yang mereka tetapkan itu.

(Q.S. An-Nahl [16]: 58-59)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Mereka beranggapan demikian.
Padahal, apabila salah seorang di antara mereka mendapat kelahiran anak perempuan, wajahnya menjadi hitam pekat karena merasa sangat sedih dengan kelahiran itu.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Padahal apabila salah seorang di antara mereka diberi kabar gembira dengan apa yang dijadikan sebagai misal bagi Allah Yang Maha Pemurah) maksudnya, dijadikan baginya hal serupa dengan apa yang ia nisbatkan kepada Allah, yaitu diberi anak-anak perempuan.

Atau dengan kata lain, apabila ia diberi berita gembira tentang kelahiran anak perempuannya (jadilah) maka menjadi berubahlah (mukanya hitam) artinya, roman mukanya tampak berubah menjadi kelabu (sedangkan dia amat menahan sedih) penuh dengan kedukaan, maka mengapa mereka berani menisbatkan anak-anak perempuan kepada Allah subhanahu wa ta’ala?

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Kemudian disebutkan kelanjutannya dalam firman berikutnya, yaitu:

Padahal apabila salah seorang di antara mereka diberi kabar gembira dengan apa yang dijadikan sebagai misal bagi Allah Yang Maha Pemurah; jadilah mukanya hitam pekat, sedangkan dia amat menahan sedih.
(Q.S. Az-Zukhruf [43]: 17)

Artinya, apabila seseorang dari mereka (orang-orang musyrik) diberi kabar gembira tentang kelahiran anak perempuan yang mereka peruntukkan buat Allah subhanahu wa ta’ala, maka ia merasa tidak suka dengan hal tersebut sehingga mukanya seakan-akan ditutupi awan hitam karena berita buruk yang diterimanya, dan ia bersembunyi dari kaumnya karena malu mendapat hal tersebut.
Maka Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Bagaimana kamu sendiri menolak hal itu, lalu kamu nisbatkan hal itu (anak perempuan) kepada Allah subhanahu wa ta’ala?


Kata Pilihan Dalam Surah Az Zukhruf (43) Ayat 17

KADZHIIM
كَظِيم

Az Zamakhsyari berkata,
ia dalam wazan fa’il yang bermakna maf’ul seperti firman Allah wahuwa makdzhuum dari kadzhama, asal maknanya adalah penuh dan menutupnya dengan rapat seperti wadah yang penuh air lalu ditutup rapat agar tidak tumpah.”

Sedangkan dalam bentuk fa’il ini, ia mengandung makna tutup pin tu, yang sedih lagi berduka.

Disebut tiga kali yaitu dalam surah:
-Yusuf (12), ayat 84;
-An Nahl (16), ayat 58;
-Az Zukhruf (43), ayat 17.

Di dalam surah Yusuf, lafaz kadzhiim disandarkan kepada Nabi Ya’qub.
Allah berfirman:

وَٱبْيَضَّتْ عَيْنَاهُ مِنَ ٱلْحُزْنِ فَهُوَ كَظِيمٌ

Az Zamakhsyari menafsirkannya dengan, “di dalam dirinya penuh dengan kemarahan ke atas anak-anaknya dan tidak menampakkan apa yang menyakitkan mereka”

Mujahid berkata: ia bermakna kadzhiimal huzn (penuh kesedihan) atau al huzn (dia bersedih).

Ad Dahhak juga menyatakan, maknanya al kamiid (amat berduka).

Qatadah menafsirkan, dia menyembunyikan kesedihan di dalam dirinya dan tidak berkata-kata dengan sesuatu yang tercela atau tidak berkata-kata kecuali kebaikan.

As Suddi menyatakan, dan dia berduka karena marah.

Ibn Zaid berkata: al kadzhiim adalah yang tidak berkata-kata, amat berduka dan sedih sehingga dia tidak bercakap dengan mereka.

Sedangkan dalam surah An Nahl dan Az Zukhruf, kata ini menceritakan tentang adat orang kafir yang apabila mendapat anak perempuan, mereka bersedih dan berduka.
Allah berfirman:

وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُم بِٱلْأُنثَىٰ ظَلَّ وَجْهُهُۥ مُسْوَدًّا وَهُوَ كَظِيمٌ

Al Maraghi menafsirkan, “Apabila salah seorang dari mereka yang menjadikan bagi Allah anak-anak perempuan dianugerahkan dengan kelahiran anak perempuan, wajah mereka menjadi hitam karena bersedih hati, dipenuhi dengan kemarahan yang teramat lebih dari kedukaan.”

Kesimpulannya, kata kadzhiim bermakna amat berduka dan bersedih disebabkan kebencian atau kemarahan kepada sesuatu.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:535-536

Informasi Surah Az Zukhruf (الزخرف)
Surat Az Zukhruf terdiri atas 89 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Asy Syuura.

Dinamai “Az Zukhruf” (Perhiasan) diambil dari perkataan “Az Zukhruf” yang terdapat pada ayat 35 surat ini.

Orang-orang musyrik mengukur tinggi rendahnya derajat seseorang tergantung kepada perhiasan dan harta benda yang ia punyai, karena Muhammad ﷺ adalah seorang anak yatim lagi miskin, ia tidak pantas diangkat Allah sebagai seorang rasul dan nabi.
Pangkat rasul dan nabi itu harus diberikan kepada orang yang kaya.

Ayat ini menegaskan bahwa harta tidak da­ pat dijadikan dasar untuk mengukur tinggi rendahnya derajat seseorang, karena harta itu merupakan hiasan kehidupan duniawi, bukan berarti kesenangan akhirat.

Keimanan:

Al Qur’an berasal dari Lauh Mahfuzh
Nabi Isa a.s. itu tidak lain hanyalah seorang hamba Allah
pengakuan Nabi Isa a.s. bahwa Allah-lah Tuhan yang sebenarnya
mensifatkan bagaimana kesenangan di dalam syurga dan hebatnya penderitaan orang kafir di dalam neraka sehingga mereka ingin mati saja agar terlepas dari siksa itu
Tuhan tidak mempunyai anak.

Hukum:

Perintah Tuhan kepada Nabi Muhammad ﷺ supaya menjauhi orang-orang yang tidak beriman.

Kisah:

Kisah Nabi Ibrahim a.s., Musa a.s. dan Isa a.s. sebagai perbandingan bagi Nabi dan sebagai penawar sewaktu menghadapi kesulitan dalam melakukan da’wah.

Lain-lain:

Pengakuan orang musyrik Mekah bahwa Allah-lah Yang menciptakan langit dan bumi, tetapi mereka tetap menyembah berhala
kepercayaan mereka bahwa malaikat adalah anak Allah dan penolakan atas kepercayaan yang salah itu
Muhammad ﷺ sebagai rasul mendapat ejekan dan celaan-celaan dari kaumnya dan hal ini adalah biasa, karena rasul-rasul yang dahulupun demikian pula halnya
orang­ orang musyrik sangat kuat berpegang kepada tradisi dan adat istiadat nenek moyang mereka dalam beragama, sehingga tertutup hati mereka untuk menerima kebenaran.

Ayat-ayat dalam Surah Az Zukhruf (89 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Az-Zukhruf (43) ayat 17 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Az-Zukhruf (43) ayat 17 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Az-Zukhruf (43) ayat 17 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Az-Zukhruf - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 89 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 43:17
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Az Zukhruf.

Surah Az-Zukhruf (Arab: الزخرف , "Perhiasan") adalah surah ke-43 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah makkiyah, terdiri atas 89 ayat.
Dinamakan Az-Zukhruf yang berarti Perhiasan karena kata Az-Zukhruf yang terdapat pada ayat 35 pada surah ini.
Ayat ini menegaskan bahwa harta tidak dapat dijadikan dasar untuk mengukur tinggi rendahnya derajat seseorang, karena harta itu merupakan hiasan kehidupan duniawi, bukan berarti kesenangan akhirat.

Nomor Surah 43
Nama Surah Az Zukhruf
Arab الزخرف
Arti Perhiasan
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 63
Juz Juz 25
Jumlah ruku' 7 ruku'
Jumlah ayat 89
Jumlah kata 838
Jumlah huruf 3609
Surah sebelumnya Surah Asy-Syura
Surah selanjutnya Surah Ad-Dukhan
4.7
Ratingmu: 4.7 (9 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim