QS. Az Zukhruf (Perhiasan) – surah 43 ayat 15 [QS. 43:15]

وَ جَعَلُوۡا لَہٗ مِنۡ عِبَادِہٖ جُزۡءًا ؕ اِنَّ الۡاِنۡسَانَ لَکَفُوۡرٌ مُّبِیۡنٌ
Waja’aluu lahu min ‘ibaadihi juz-an inna-insaana lakafuurun mubiinun;

Dan mereka menjadikan sebahagian dari hamba-hamba-Nya sebagai bahagian daripada-Nya.
Sesungguhnya manusia itu benar-benar pengingkar yang nyata (terhadap rahmat Allah).
―QS. 43:15
Topik ▪ Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir
43:15, 43 15, 43-15, Az Zukhruf 15, AzZukhruf 15, Az-Zukhruf 15

Tafsir surah Az Zukhruf (43) ayat 15

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Az Zukhruf (43) : 15. Oleh Kementrian Agama RI

Allah menerangkan bahwa sekalipun orang musyrik mengakui bahwa Allah yang menciptakan langit dan bumi, namun di samping itu mereka pun menetapkan bahwa Allah mempunyai anak, dan malaikat merupakan anak perempuan-Nya.
Mereka mengatakan, Allah tidak azali seperti makhluk, sama-sama mempunyai anak, malah merendahkan-Nya karena Allah dikatakan mempunyai anak perempuan, sedang mereka mempunyai anak laki-laki.
Orang-orang Arab pada waktu itu menganggap orang yang mempunyai anak-anak perempuan itu hina.
Jadi, tidak heran kalau ayat itu ditutup dengan satu ketegasan bahwa manusia benar-benar pengingkar nikmat Tuhan, yang telah dikaruniakan kepada mereka.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Tetapi orang-orang musyrik malah menjadikan sebagian ciptaan-Nya itu sebagai anak Tuhan yang, menurut anggapan mereka, merupakan bagian dari diri-Nya.
Sesungguhnya, dengan pebuatannya itu, manusia benar-benar melampaui batas dalam sikap kafirnya yang sangat jelas.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan mereka menjadikan sebagian dari hamba-hamba-Nya sebagai bagian daripada-Nya) karena mereka telah mengatakan, bahwa malaikat-malaikat itu adalah anak-anak perempuan Allah.

Dikatakan Juz’an atau bagian, karena anak itu adalah bagian dari orang tuanya, padahal hakikatnya malaikat-malaikat itu adalah hamba-hamba Allah subhanahu wa ta’ala (Sesungguhnya manusia) yang telah mengatakan perkataan tadi (benar-benar pengingkar yang nyata) yang jelas dan nyata kekafirannya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, menceritakan perihal orang-orang musyrik yang telah mengada-adakan kedustaan dan kebohongan terhadap-Nya karena mereka telah menjadikan sebagian dari binatang ternak untuk berhala-berhala mereka dan sebagian lainnya dikorbankan untuk Allah subhanahu wa ta’ala Sebagaimana yang disebutkan dalam surat Al-An’am melalui firman-Nya:

Dan mereka memperuntukkan bagi Allah satu bagian dari tanaman dan ternak yang telah diciptakan Allah, lalu mereka berkata sesuai dengan prasangka mereka, “Ini untuk Allah dan ini untuk berhala-berhala kami.” Maka sajian-sajian yang diperuntukkan bagi berhala-berhala mereka tidak sampai kepada Allah; dan sajian-sajian yang diperuntukkan bagi Allah; maka sajian itu sampai kepada berhala-berhala mereka.
Amat buruklah ketetapan mereka itu.
(Q.S. Al-An’am [6]: 136)

Demikian pula mereka memperuntukkan bagi Allah di antara kedua bagian perempuan dan laki-laki bagian yang paling terendah dan paling buruk dari keduanya, yaitu anak-anak perempuan.
Seperti yang disebutkan di dalam firman-Nya:

Apakah (patut) untuk kamu (anak) laki-laki dan untuk Allah (anak) perempuan?
Yang demikian itu tentulah pembagian yang tidak adil.
(Q.S. An-Najm [53]: 21-22)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala dalam surat ini:

Dan mereka menjadikan sebagian dari hamba-hamba-Nya sebagai bagian dari-Nya.
Sesungguhnya manusia itu benar-benar pengingkar yang nyata (terhadap rahmat Allah).
(Q.S. Az-Zukhruf [43]: 15)


Kata Pilihan Dalam Surah Az Zukhruf (43) Ayat 15

JUZ
جُزْء

Arti kata juz ialah bahagian dari sesuatu. Bentuk jamaknya adalah ajzaa’ diulang tiga kali di dalam Al­ Quran yaitu dalam surah:
-Al Baqarah (2), ayat 260;
-Al Hijr (15), ayat 44;
-Az Zukhruf (43), ayat 15.

Dalam surah Al Baqarah (2), ayat 260 menceritakan bagaimana Allah memberitahu cara menghidupkan kembali orang yang sudah mati kepada Nabi Ibrahim. Nabi Ibrahim disuruh mengambil empat ekor burung, kemudian diperintahkan menyembelihnya, mencabut bulunya, memotong- motong bahagiannya, menghancurkannya dan mencampurkan bahagian-bahagian yang terpotong itu menjadi satu, kemudian memisahkannya lagi menjadi beberapa bahagian. Ada yang mengatakan menjadi empat bahagian, ada yang mengatakan menjadi tujuh bahagian, kemudian meletakkan setiap bahagian itu (juz an) ke empat atau tujuh gunung yang berjauhan. Setelah itu Allah memerintahkan Nabi Ibrahim memanggil burung-burung yang sudah terpisah itu. Akhirnya burung­ burung itu datang dengan bentuk sempurna seperti semula.

Sedangkan surah Az Zukhruf (43), ayat 15 menceritakan salah satu keyakinan kaum musyrikin yang mengatakan sebahagian hamba-hamba Allah adalah bahagian (juz an) dari Allah. Maksudnya, orang musyrikin mengatakan malaikat itu adalah anak perempuan Allah sedangkan malaikat itu bagian dari makhluk ciptaanNya. Sehingga kata “juz an” diartikan dengan “al banaat” “anak pereppuan” Ini adalah pendapat Imam Az Zajjaj dan Al Mubarrad.

Sementara Imam Qatadah berpendapat makna juz an di sini ialah ‘adla (pengganti), sehingga maksudnya ialah orang musyrik menjadikan makhluk­ makhluk Allah sebagai sembahan pengganti Allah.

Dalam surah Al Hijr (15), ayat 44 di­ sebutkan neraka Jahannam mempunyai tujuh pintu atau tujuh tingkatan, dan setiap tingkatan itu ditetapkan untuk golongan tertentu dari orang kafir.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:171-172

Informasi Surah Az Zukhruf (الزخرف)
Surat Az Zukhruf terdiri atas 89 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Asy Syuura.

Dinamai “Az Zukhruf” (Perhiasan) diambil dari perkataan “Az Zukhruf” yang terdapat pada ayat 35 surat ini.

Orang-orang musyrik mengukur tinggi rendahnya derajat seseorang tergantung kepada perhiasan dan harta benda yang ia punyai, karena Muhammad ﷺ adalah seorang anak yatim lagi miskin, ia tidak pantas diangkat Allah sebagai seorang rasul dan nabi.
Pangkat rasul dan nabi itu harus diberikan kepada orang yang kaya.

Ayat ini menegaskan bahwa harta tidak da­ pat dijadikan dasar untuk mengukur tinggi rendahnya derajat seseorang, karena harta itu merupakan hiasan kehidupan duniawi, bukan berarti kesenangan akhirat.

Keimanan:

Al Qur’an berasal dari Lauh Mahfuzh
Nabi Isa a.s. itu tidak lain hanyalah seorang hamba Allah
pengakuan Nabi Isa a.s. bahwa Allah-lah Tuhan yang sebenarnya
mensifatkan bagaimana kesenangan di dalam syurga dan hebatnya penderitaan orang kafir di dalam neraka sehingga mereka ingin mati saja agar terlepas dari siksa itu
Tuhan tidak mempunyai anak.

Hukum:

Perintah Tuhan kepada Nabi Muhammad ﷺ supaya menjauhi orang-orang yang tidak beriman.

Kisah:

Kisah Nabi Ibrahim a.s., Musa a.s. dan Isa a.s. sebagai perbandingan bagi Nabi dan sebagai penawar sewaktu menghadapi kesulitan dalam melakukan da’wah.

Lain-lain:

Pengakuan orang musyrik Mekah bahwa Allah-lah Yang menciptakan langit dan bumi, tetapi mereka tetap menyembah berhala
kepercayaan mereka bahwa malaikat adalah anak Allah dan penolakan atas kepercayaan yang salah itu
Muhammad ﷺ sebagai rasul mendapat ejekan dan celaan-celaan dari kaumnya dan hal ini adalah biasa, karena rasul-rasul yang dahulupun demikian pula halnya
orang­ orang musyrik sangat kuat berpegang kepada tradisi dan adat istiadat nenek moyang mereka dalam beragama, sehingga tertutup hati mereka untuk menerima kebenaran.

Ayat-ayat dalam Surah Az Zukhruf (89 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Az-Zukhruf (43) ayat 15 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Az-Zukhruf (43) ayat 15 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Az-Zukhruf (43) ayat 15 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Az-Zukhruf - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 89 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 43:15
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Az Zukhruf.

Surah Az-Zukhruf (Arab: الزخرف , "Perhiasan") adalah surah ke-43 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah makkiyah, terdiri atas 89 ayat.
Dinamakan Az-Zukhruf yang berarti Perhiasan karena kata Az-Zukhruf yang terdapat pada ayat 35 pada surah ini.
Ayat ini menegaskan bahwa harta tidak dapat dijadikan dasar untuk mengukur tinggi rendahnya derajat seseorang, karena harta itu merupakan hiasan kehidupan duniawi, bukan berarti kesenangan akhirat.

Nomor Surah 43
Nama Surah Az Zukhruf
Arab الزخرف
Arti Perhiasan
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 63
Juz Juz 25
Jumlah ruku' 7 ruku'
Jumlah ayat 89
Jumlah kata 838
Jumlah huruf 3609
Surah sebelumnya Surah Asy-Syura
Surah selanjutnya Surah Ad-Dukhan
4.5
Ratingmu: 4.5 (21 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta