Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Ath Thuur (Bukit) - surah 52 ayat 6 [QS. 52:6]

وَ الۡبَحۡرِ الۡمَسۡجُوۡرِ ۙ
Wal bahril masjuur(i);
demi lautan yang penuh gelombang,
―QS. Ath Thuur [52]: 6

Daftar isi

And (by) the sea filled (with fire),
― Chapter 52. Surah Ath Thuur [verse 6]

وَٱلْبَحْرِ dan laut

By the sea
ٱلْمَسْجُورِ mendidih

filled

Tafsir Quran

Surah Ath Thuur
52:6

Tafsir QS. At-Tur (52) : 6. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini Allah bersumpah, Demi Al-Bahrul-Masjur (laut yang di dalamnya ada api) yakni laut yang tertahan dari banjir karena kalau laut itu dilepaskan, ia akan menenggelamkan semua yang ada di atas bumi sehingga hewan dan tumbuh-tumbuhan semuanya akan habis musnah.
Maka rusaklah aturan alam dan tidaklah ada hikmah alam ini dijadikan.

Sebagian ulama berpendapat dan menetapkan bahwa lapisan bumi itu seluruhnya seperti semangka, dan kulitnya seperti kulit semangka, itu artinya bahwa perbandingan kulit bumi dan api yang ada di dalam kulitnya itu seperti kulit semangka dengan isinya, yang dimakan itu.
Sebab itu sekarang kita sebenarnya berada di atas api yang besar, yakni di atas laut yang dibawahnya penuh dengan api dan laut itu tertutup dengan kulit bumi dari segala penjurunya.

Dari waktu ke waktu api itu naik ke atas laut yang tampak pada waktu gempa dan pada waktu gunung berapi meletus;
seperti gunung berapi Visofius yang meletus di Italia pada tahun 1909 M yang telah menelan kota Mozaina, dan gempa ini yang telah terjadi di Jepang pada tahun 1952 M yang memusnahkan kota-kotanya sekaligus.
Menurut Jumhur bahwa yang dimaksud dalam ayat ini ialah laut bumi.

Akan tetapi mereka berbeda pendapat dalam kata
"masjur"
di antara pendapatnya ialah berarti:
dinyalakan api di hari Kiamat seperti dalam Alquran:


وَاِذَا الْبِحَارُ فُجِّرَتْ

Dan apabila lautan dijadikan meluap. (Al-Infitar [82]: 3)

Firman-Nya yang lain:


وَاِذَا الْبِحَارُ سُجِّرَتْ

Dan apabila lautan dipanaskan.
(At-Takwir [81]: 6)

Tafsir QS. Ath Thuur (52) : 6. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Aku bersumpah demi bukit Thur Sina’ (Sinai), tempat Nabi Musa diajak bicara oleh Tuhannya, demi kitab suci yang turun dari Allah dan tertulis di lembaran-lembaran yang mudah dibaca, demi al-Bayt al-Ma’mur dengan yang berthawaf, berdiri, rukuk dan sujud di situ, demi langit yang diangkat tanpa tiang dan demi lautan yang penuh dengan air.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Allah bersumpah demi gunung Thur, yaitu gunung tempat Allah penah bicara kepada nabi Musa alaihissalam, dan demi kitab yang ditulis.
Kitab itu adalah al Qur’an yang ada pada lembaran yang terbuka, dan demi Baitul Makmur yang ada di langit, yang para malaikat selalu mengelilinginya, dan demi atap yang ditinggikan yaitu langit dunia, dan demi laut yang airnya bergelombang.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan demi laut yang penuh) penuh airnya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan laut yang di dalam tanahnya ada api.
(QS. At-Tur [52]: 6)

Ar-Rabi’ ibnu Anas mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah perairan yang ada di bawah ‘Arasy, yang darinya Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan hujan yang dapat menghidupkan semua jasad di dalam kuburnya di hari semua makhluk dikembalikan (kepada-Nya).
Jumhur ulama mengatakan bahwa makna yang dimaksud adalah lautan ini.
Dan mengenai makna firman-Nya,
"Al-Masjur"
masih diperselisihkan.
Sebagian dari mereka mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah laut itu kelak di hari kiamat akan dinyalakan menjadi api, seperti pengertian yang terdapat di dalam firman-Nya:

dan apabila lautan dipanaskan.
(QS. At-Takwir [81]: 6)

Yakni dinyalakan sehingga menjadi api yang bergejolak yang meliputi semua ahlul mauqif (orang-orang yang di Padang Mahsyar).


Sa’id ibnul Musayyab telah meriwayatkan hal ini dari Ali ibnu Abu Talib.
Hal yang sama telah diriwayatkan dari Ibnu Abbas, dan pendapat yang sama dikatakan oleh Sa’id ibnu Jubair, Mujahid, Abdullah ibnu Ubaid ibnu Umair, dan lain-lainnya.

Al-Ala ibnu Badr mengatakan bahwa sesungguhnya laut itu dikatakan al-masjur karena airnya tidak dapat diminum dan tidak dapat dijadikan sebagai pengairan tetumbuhan;
hal yang sama terjadi pada semua laut kelak di hari kiamat.


Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim, dari Al-Ala ibnu Badr.


Diriwiyatkan dari Sa’id ibnu Jubair, bahwa makna masjur ialah yang dilepaskan.


Qatadah mengatakan, masjur artinya yang penuh;
pendapat inilah yang dipilih oleh Ibnu Jarir, alasannya ialah karena laut di masa sekarang bukanlah bahan bakar, melainkan makna yang dimaksud adalah penuh.
Menurut pendapat yang lainnya lagi, makna yang dimaksud ialah kosong.

Al-Asmu’i telah meriwayatkan dari Abu Amr ibnul Ala, dari Zur-Rummah, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:
dan laut yang di dalam tanahnya ada api.
(QS. At-Tur [52]: 6)
Bahwa makna yang dimaksud ialah ‘dan laut yang kosong (kering)’;
suatu umat keluar untuk mencari air minum, lalu mereka mengatakan,
"Sesungguhnya telaga itu kini telah kering."


Demikianlah menurut apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Murdawaih dalam Masanidusy Syu’ara.

Menurut pendapat yang lain, yang dimaksud dengan masjur ialah yang terhalang dan tercegah dari bumi (daratan) agar jangan memenuhinya karena akan menenggelamkan para penghuninya.


Demikianlah menurut Ali ibnu Abu Talhah, dari Ibnu Abbas.
Hal yang sama dikatakan oleh As-Saddi dan lain-lainnya, hal yang semakna ditunjukkan oleh hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad rahimahullah di dalam kitab musnadnya.
Ia mengatakan:


telah menceritakan kepada kami Yazid, telah menceritakan kepada kami Al-Awwam, telah menceritakan kepadaku seorang syekh yang berjaga-jaga di pantai, ia mengatakan bahwa ia pernah bersua dengan Abu Saleh maula Umar ibnul Khattab.
Lalu ia mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Umar ibnul Khattab, dari Rasulullah ﷺ yang telah bersabda:
Tiada suatu malam pun melainkan laut muncul padanya sebanyak tiga kali meminta izin kepada Allah subhanahu wa ta’ala untuk membanjiri mereka (manusia yang ada di daratan), tetapi Allah subhanahu wa ta’ala mencegahnya.

Al-Hafiz Abu Bakar Al-Ismaili mengatakan, telah menceritakan kepada kami Al-Hasan ibnu Sufyan, dari Ishaq ibnu Rahawaih, dari Yazid ibnu Harun, dari Al-Awam ibnu Hausyab, telah menceritakan kepadaku seorang syekh yang sedang berjaga-jaga, bahwa di suatu malam ia berjaga di posnya;
tiada seorang penjaga pun yang keluar di malam itu selain dirinya.
Lalu ia mendatangi pelabuhan dan menaiki tempat yang tinggi.
Maka diilusikan kepadanya bahwa seakan-akan laut muncul hingga ketinggiannya menyamai puncak-puncak bukit.
Hal itu terjadi selama berkali-kali, padahal aku dalam keadaan berjaga (tidak tidur).
Maka ia menemui Abu Saleh (dan menanyakan kejadian itu kepadanya), lalu Abu Saleh berkata bahwa telah menceritakan kepada kami Umar ibnul Khattab, bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Tiada suatu malam pun melainkan laut mengalami pasang sebanyak tiga kali meminta izin kepada Allah subhanahu wa ta’ala untuk membanjiri (menenggelamkan) mereka, tetapi Allah subhanahu wa ta’ala mencegahnya.

Di dalam sanad hadis ini terdapat seorang lelaki yang tidak dikenal lagi tidak disebutkan namanya.

Unsur Pokok Surah Ath Thuur (الطور)

Surat Ath Thuur terdiri atas 49 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat As Sajdah.

Dinamai "Ath Thuur" (Bukit) diambil dari perkataan "Ath Thuur" yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Yang dimaksud dengan "bukit" di sini ialah bukit Thursina yang terletak di semenanjung Sinai, tempat Nabi Musa ‘alaihis salam menerima wahyu dari Tuhannya.

Keimanan:

▪ Keadaan orang-orang kafir di dalam neraka dan keadaan orang-orang beriman di dalam syurga.
▪ Bukti kekuasaan dan ke-Esaan Allah.
▪ Setiap orang bertanggungjawab terhadap perbuatannya masing-masing, sekalipun demikian bapak dan anak akan dikumpulkan Allah dalam syurga apabila kedua-duanya sama-sama beriman.

Hukum:

▪ Kewajiban untuk tetap berdakwah dan anjuran melakukan zikir dan tasbih pada waktu siang dan malam.

Lain-lain:

▪ Orang-orang zalim pasti mendapat siksaan Allah di dunia dan akhirat.
▪ Allah tetap akan menjaga dan melindungi Nabi Muhammad ﷺ

Audio Murottal

QS. Ath-Thuur (52) : 1-49 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 49 + Terjemahan Indonesia



QS. Ath-Thuur (52) : 1-49 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 49

Gambar Kutipan Ayat

Surah Ath Thuur ayat 6 - Gambar 1 Surah Ath Thuur ayat 6 - Gambar 2
Statistik QS. 52:6
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah Ath Thuur.

Surah At-Tur (bahasa Arab:الطور) adalah surah ke-52 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 49 ayat.
Dinamakan at-Tur yang berarti Bukit diambil dari kata At-Tur yang terdapat pada ayat pertama surah ini.
Yang dimaksud dengan bukit disini ialah bukit Sinai yang terletak di semenanjung Sinai, tempat Nabi Musa menerima Taurat dari Allah.

Nomor Surah 52
Nama Surah Ath Thuur
Arab الطور
Arti Bukit
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 76
Juz Juz 27
Jumlah ruku’ 2 ruku’
Jumlah ayat 49
Jumlah kata 313
Jumlah huruf 1324
Surah sebelumnya Surah Az-Zariyat
Surah selanjutnya Surah An-Najm
Sending
User Review
4.6 (16 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

52:6, 52 6, 52-6, Surah Ath Thuur 6, Tafsir surat AthThuur 6, Quran Ath Thur 6, At Thur 6, At-Tur 6, Surah At Thur ayat 6

Video Surah

52:6


More Videos

Kandungan Surah Ath Thuur

۞ QS. 52:7 • Allah menepati janji • Ar Rabb (Tuhan) • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 52:8 • Allah menepati janji • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 52:9 • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 52:10 • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 52:11 • Kedahsyatan hari kiamat • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 52:12 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Maksiat dan dosa

۞ QS. 52:13 • Nama-nama neraka • Memasuki neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 52:14 • Mengingkari hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 52:15 • Mengingkari hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 52:16 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Memasuki neraka • Azab orang kafir • Menanggung dosa orang lain • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 52:17 • Pahala iman • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Keutamaan iman •

۞ QS. 52:18 • Pahala iman • Ar Rabb (Tuhan) • Sifat surga dan kenikmatannya • Nama-nama neraka •

۞ QS. 52:19 • Pahala iman • Makanan dan minuman ahli surga • Keutamaan iman

۞ QS. 52:20 • Pahala iman • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat wanita penghuni surga • Keutamaan iman •

۞ QS. 52:21 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Memasuki surga • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 52:22 • Pahala iman • Sifat surga dan kenikmatannya • Makanan dan minuman ahli surga • Keutamaan iman •

۞ QS. 52:23 • Pahala iman • Sifat surga dan kenikmatannya • Keutamaan iman

۞ QS. 52:24 • Pahala iman • Sifat surga dan kenikmatannya • Keutamaan iman

۞ QS. 52:25 • Percakapan para ahli surga

۞ QS. 52:26 • Percakapan para ahli surga

۞ QS. 52:27 • Pahala iman • Percakapan para ahli surga • Nama-nama neraka

۞ QS. 52:28 • Al Barr (Maha Baik) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Percakapan para ahli surga

۞ QS. 52:29 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 52:31 • Maksiat dan dosa

۞ QS. 52:32 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 52:33 • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 52:34 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 52:35 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 52:36 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 52:37 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 52:38 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 52:39 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Mendustai Allah

۞ QS. 52:41 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Para utusan Allah pun tidak mengetahui alam ghaib

۞ QS. 52:42 • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 52:43 Tauhid Uluhiyyah • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Mensucikan Allah dari segala sekutu

۞ QS. 52:44 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 52:45 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Maksiat dan dosa

۞ QS. 52:46 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 52:47 • Menyiksa pelaku maksiat • Maksiat dan dosa

۞ QS. 52:48 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Ar Rabb (Tuhan)

Ayat Pilihan

Hendaklah seseorang memperhatikan apa yang ada di masa lalu,
untuk dia bisa menentukan apa yang akan terjadi di masa depan.
QS. Al-Hasyr [59]: 18

Kami ciptakan manusia dari nutfah yang miliki berbagai unsur.
Lalu Kami uji dengan berbagai perintah & larangan.
Karena itu ia Kami jadikan memiliki pendengaran & penglihatan agar dapat mendengar ayat & menyaksikan bukti kekuasaan Kami
QS. Al-Insan [76]: 2

Dan tinggalkan orang-orang yang jadikan agama mereka sebagai main-main & senda gurau,
dan mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia.
Peringatkanlah (mereka) dengan Alquran agar tidak dijerumuskan ke dalam neraka karena perbuatannya sendiri
QS. Al-An’am [6]: 70

Saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah & Rasul-Nya,
sekalipun orang-orang itu bapak-bapak,
atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka.
QS. Al-Mujadilah [58]: 22

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Kejujuran adalah karakteristik dari seorang Muslim, sementara berbohong atau ketidakjujuran adalah fitur dari orang ...

Correct! Wrong!

Surah dalam Alquran yang mengatakan larangan untuk melakukan terlalu banyak, makan dan minum adalah ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan.
Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan
--QS. Al A'raf [7]: 31

Fungsi pakaian adalah ...

Correct! Wrong!

+

Array

Setelah Yakin, dalam surah Al-A'raf ayat 26, pakaian terbaik ada di mata Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Surah Al-A'raf [7] : 26.
Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.
--QS. Al A'raaf (Tempat yang tertinggi) - surah 7 ayat 26

Aurat dari tubuh pria adalah mulai ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #4
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #4 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #4 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #10

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menerima wahyu pertama di … Wahyu pertama yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam terkandung dalam surah … Sejak wahyu di Surah Al Muddasir : 1-7, Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mulai berkhotbah. Awalnya nabi melakukan dakwah kepada … Khotbah Nabi Muhammad saat masih di Mekah, difokuskan langsung pada esensi-esensi utama, yaitu … … Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhotbah di kota Mekah kurang lebih selama …

Pendidikan Agama Islam #8

Sumber kedua hukum dalam menetapkan Hukum tentang Alquran adalah … Hukum penggunaan hadis sebagai dasar hukum adalah … Orang yang menceritakan hadits disebut … Undang-undang tentang penggunaan Hadits-Maudu adalah … Berikut adalah hadits yang rusak, kecuali …

Pendidikan Agama Islam #17

Dalam Alquran, surah Ad-Dhuha turun setelah surah …Surah Ad-Dhuha termasuk kategori surah …اَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَاٰوٰىۖ lafal tersebut adalah surah Ad-Dhuha ayat ke- …وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ Dalam surah Ad-Duha, terjemahan dari lafal di atas adalah …Kata berikut yang mempunyai arti orang yang meminta-minta adalah …

Kamus Istilah Islam

Semit

Siapa itu Semit? Semit adalah suatu istilah yang mula-mula digunakan dalam linguistik dan etnologi untuk merujuk kepada sebuah “keluarga atau rumpun bahasa” asal Timur Tengah, yang sekara...

Muhammad bin Isa at-Tirmidzi

Siapa itu Muhammad bin Isa at-Tirmidzi? Abu Isa Muhammad bin Isa bin Saurah at-Tirmidzi adalah seorang ahli hadits. Ia pernah belajar hadits dari Imam Bukhari. Ia menyusun kitab Sunan at-Tirmidzi dan...

Uwais al-Qarny

Siapa itu Uwais al-Qarny? Uwais Al-Qarni adalah penduduk dari Qaran di Yaman. Keutamaan Uwais al-Qarny Dia, jika bersumpah demi Allah pasti terkabul. Pada hari kiamat nanti ketika semua ahli ibada...