Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Ath Thuur (Bukit) – surah 52 ayat 4 [QS. 52:4]

وَّ الۡبَیۡتِ الۡمَعۡمُوۡرِ ۙ
Wal baitil ma’muur(i);
demi Baitulma‘mur (Ka‘bah),
―QS. Ath Thuur [52]: 4

And (by) the frequented House
― Chapter 52. Surah Ath Thuur [verse 4]

وَٱلْبَيْتِ dan rumah

By the House
ٱلْمَعْمُورِ dimakmurkan

frequented

Tafsir

Alquran

Surah Ath Thuur
52:4

Tafsir QS. Ath Thuur (52) : 4. Oleh Kementrian Agama RI


Dalam ayat ini Allah ﷻ bersumpah dengan al-Baitul-Ma’mur yaitu sebuah rumah di langit yang ketujuh yang setiap harinya dimasuki oleh 70 ribu malaikat untuk tawaf atau salat.
Mereka telah masuk ke sana tidak akan kembali untuk selamanya.

Hal ini ditegaskan dalam hadis Sahih Bukhari dan Sahih Muslim bahwa Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadis tentang malaikat masuk setiap hari dan mereka tidak akan kembali lagi setelah itu.

(Riwayat Bukhari dan Muslim)


Maksud hadis di atas bahwa para malaikat itu beribadat dan melakukan tawaf di sana (Baitulma’mur) seperti halnya manusia di bumi, melakukan tawaf di Ka’bah Mekah.
Begitulah keadaan para malaikat itu.

Kemudian Qatadah, Rabi’ bin Anas dan as-Suddi berkata, bahwa Rasulullah ﷺ pada suatu hari berkata kepada para sahabat:



"Tahukah kamu apakah Baitulma’mur itu?
Mereka menjawab,
"Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui"
Rasulullah berkata,
"Baitulma’mur ialah sebuah masjid di langit yang searah dengan Ka’bah dan apabila (seseorang dari sana) jatuh, maka akan jatuh di atas Ka’bah, di sana salat 70.000 malaikat setiap hari;
apabila mereka keluar dari sana, tidak akan kembali lagi.
"
(Riwayat Ibnu Jarir)

Tafsir QS. Ath Thuur (52) : 4. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Aku bersumpah demi bukit Thur Sina’ (Sinai), tempat Nabi Musa diajak bicara oleh Tuhannya, demi kitab suci yang turun dari Allah dan tertulis di lembaran-lembaran yang mudah dibaca, demi al-Bayt al-Ma’mur dengan yang berthawaf, berdiri, rukuk dan sujud di situ, demi langit yang diangkat tanpa tiang dan demi lautan yang penuh dengan air.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Allah bersumpah demi gunung Thur, yaitu gunung tempat Allah penah bicara kepada nabi Musa alaihissalam, dan demi kitab yang ditulis.
Kitab itu adalah al Qur’an yang ada pada lembaran yang terbuka, dan demi Baitul Makmur yang ada di langit, yang para malaikat selalu mengelilinginya, dan demi atap yang ditinggikan yaitu langit dunia, dan demi laut yang airnya bergelombang.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan demi Baitulmakmur) yang berada di langit ketiga, atau keenam atau yang ketujuh, letaknya persis berada di atas Kakbah, setiap hari diziarahi oleh tujuh puluh ribu malaikat yang melakukan tawaf dan salat di situ dan mereka tidak kembali lagi kepadanya untuk selama-lamanya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Karena itulah disebutkan dalam firman berikutnya:

pada lembaran yang terbuka, dan demi Baitul Ma’mur.
(QS. Ath-Thuur [52]: 3-4)

Di dalam kitab Sahihain disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ dalam hadis malaikat) yang tidak kembali lagi kepadanya sampai yang terakhir dari mereka.

Yakni mereka melakukan ibadah di dalamnya dan tawaf di sekelilingnya sebagaimana ahli bumi melakukan tawaf di Ka’bah mereka.
Demikian pula Baitul Ma’mur, ia adalah Ka’bah penduduk langit yang ketujuh, karena itulah Nabi ﷺ menjumpai Nabi Ibrahimalaihis salam Al-Khalil sedang menyandarkan punggungnya di Baitul Ma’mur.
Karena beliau ‘alaihis salam adalah orang yang membangun Ka’bah di bumi, maka pahala yang diterimanya adalah dari jenis amal.
Letak Baitul Ma’mur itu adalah lurus di atas Ka’bah;
dan pada tiap-tiap langit terdapat Ka’bahnya tersendiri sebagai tempat mereka melakukan ibadah dan salat dengan menghadap kepadanya.
Ka’bah yang ada di langit yang terdekat dinamakan Baitul Tzzah;
hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku telah menceritakan kepada kami Hisyam ibnu Ammar, telah menceritakan kepada kami Al-Walid ibnu Muslim, telah menceritakan kepada kami Rauh ibnu Janah, dari Az-Zuhri, dari Sa’id ibnul Musayyab, dari Abu Hurairah, dari Nabi ﷺ yang telah bersabda:
Pada langit yang ketujuh terdapat sebuah Bait yang dinamakan Al-Ma’mur lurus di atas Ka’bah.
Dan pada langit yang keempat terdapat sebuah sungai yang dikenal dengan nama Sungai Kehidupan;
Malaikat Jibril memasuki sungai itu setiap harinya dan menyelam di dalamnya sekali selam, kemudian ia keluar dan mengibaskan sayapnya, maka berhamburanlah darinya sebanyak tujuh puluh ribu tetes air.
Allah menciptakan seorang malaikat dari tiap-tiap tetesnya, dan mereka diperintahkan untuk mendatangi Baitul Ma’mur, lalu mengerjakan salat padanya.
Maka mereka mengerjakannya, setelah itu mereka keluar dan tidak kembali lagi padanya selama-lamanya.
Dan seorang malaikat dari mereka diserahi untuk memimpin mereka, kemudian ia diperintahkan untuk membawa mereka berdiri di suatu tempat di langit untuk melakukan tasbih (menyucikan) Allah subhanahu wa ta’ala padanya hingga hari kiamat tiba.

Hadis ini garib sekali, Rauh ibnu Janah meriwayatkannya secara munfarid, dia adalah seorang Quraisy Al-Umawi, maula mereka adalah Abu Sa’id Ad-Dimasyqi.
Sejumlah jamaah telah menilai hadis ini munkar, antara lain ialah Al-Juzjani, Al-Uqaili, Al-Hakim, Abu Abdullah An-Naisaburi, dan lain-lainnya.
Imam Hakim mengatakan bahwa tiada dalil asal bagi hadis ini, baik melalui hadis Abu Hurairah maupun dari Sa’id atau Az-Zuhri.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hannad ibnus Sirri, telah menceritakan kepada kami Abul Ahwas, dari Sammak ibnu Harb, dari Khalid ibnu Ur’urah, bahwa seorang lelaki bertanya kepada sahabat Ali,
"Apakah Baitul Ma’mur itu?"
Ali r.a. menjawab,
"Ia adalah suatu Bait yang ada di langit dikenal dengan nama Ad-Darrah.
letaknya tepat lurus di atas Ka’bah;
kesuciannya di langit sama dengan kesucian Baitullah yang ada di bumi.
Setiap hari terdapat tujuh puluh ribu malaikat yang mengerjakan salat padanya, kemudian mereka tidak kembali lagi kepadanya untuk selama-lamanya."
Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Syu’bah dan Sufyan As’-Sauri.
dari Sammak.
Pada riwayat keduanya disebutkan bahwa orang yang menanyakan hal itu adalah Ibnul Kawa.

Kemudian Ibnu Jarir meriwayatkannya dari Abu Kuraib, dari Talq ibnu Ganam, dari Zaidah, dari Asim, dari Ali ibnu Rabi’ah yang menceritakan bahwa Ibnul Kawa pernah bertanya kepada Ali r.a. tentang Baitul Ma’mur.
Maka Ali r.a. menjawab,
"Baitul Ma’mur adalah sebuah masjid yang ada di langit, yang dikenal dengan nama Ad-Darrah.
Setiap hari dimasuki oleh tujuh puluh ribu malaikat, kemudian mereka tidak kembali lagi kepadanya selama-lamanya."
Ibnu Jarir telah meriwayatkan­nya pula melalui hadis AbutTufail, dari Ali dengan lafaz yang semisal.

Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa Baitul Ma’mur adalah suatu Baitullah yang terletak berhadapan dengan
"Arasy, diramaikan oleh para malaikat yang melakukan salat di dalamnya setiap harinya sebanyak tujuh puluh ribu malaikat, kemudian mereka tidak kembali lagi kepadanya.
Hal yang sama dikatakan oleh Ikrimah, Mujahid, dan sejumlah ulama Salaf.

Qatadah, Ar-Rabi’ ibnu Anas, dan As-Saddi mengatakan, telah diceritakan kepada kami bahwa Rasulullah ﷺ pernah bertanya kepada sahabat-sahabatnya,

"Tahukah kalian, apakah Baitul Ma’mur itu?"
Mereka menjawab,
"Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.’"
Maka Rasulullah ﷺ bersabda:
Sesungguhnya Baitul Ma’mur itu adalah sebuah masjid di langit tepat di atas Ka ‘bah.
Seandainya terjatuh, niscaya akan menimpa Ka ‘bah;
ada tujuh puluh ribu malaikat yang mengerjakan salat di dalamnya.
Apabila mereka keluar darinya, mereka tidak kembali lagi kepadanya hingga yang paling akhir dari mereka.

Lain halnya dengan Ad-Dahhak.
ia menduga bahwa yang meramaikannya adalah sejumlah malaikat yang dikenal dengan nama jin, salah satu kabilah dari iblis;
hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

Unsur Pokok Surah Ath Thuur (الطور)

Surat Ath Thuur terdiri atas 49 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat As Sajdah.

Dinamai "Ath Thuur" (Bukit) diambil dari perkataan "Ath Thuur" yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Yang dimaksud dengan "bukit" di sini ialah bukit Thursina yang terletak di semenanjung Sinai, tempat Nabi Musaalaihis salam menerima wahyu dari Tuhannya.

Keimanan:

▪ Keadaan orang-orang kafir di dalam neraka dan keadaan orang-orang beriman di dalam syurga.
▪ Bukti kekuasaan dan ke-Esaan Allah.
▪ Setiap orang bertanggungjawab terhadap perbuatannya masing-masing, sekalipun demikian bapak dan anak akan dikumpulkan Allah dalam syurga apabila kedua-duanya sama-sama beriman.

Hukum:

▪ Kewajiban untuk tetap berdakwah dan anjuran melakukan zikir dan tasbih pada waktu siang dan malam.

Lain-lain:

▪ Orang-orang zalim pasti mendapat siksaan Allah di dunia dan akhirat.
▪ Allah tetap akan menjaga dan melindungi Nabi Muhammad ﷺ

Audio

QS. Ath-Thuur (52) : 1-49 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 49 + Terjemahan Indonesia

QS. Ath-Thuur (52) : 1-49 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 49

Gambar Kutipan Ayat

Surah Ath Thuur ayat 4 - Gambar 1 Surah Ath Thuur ayat 4 - Gambar 2
Statistik QS. 52:4
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah Ath Thuur.

Surah At-Tur (bahasa Arab:الطور) adalah surah ke-52 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 49 ayat.
Dinamakan at-Tur yang berarti Bukit diambil dari kata At-Tur yang terdapat pada ayat pertama surah ini.
Yang dimaksud dengan bukit disini ialah bukit Sinai yang terletak di semenanjung Sinai, tempat Nabi Musa menerima Taurat dari Allah.

Nomor Surah52
Nama SurahAth Thuur
Arabالطور
ArtiBukit
Nama lain
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu76
JuzJuz 27
Jumlah ruku’2 ruku’
Jumlah ayat49
Jumlah kata313
Jumlah huruf1324
Surah sebelumnyaSurah Az-Zariyat
Surah selanjutnyaSurah An-Najm
Sending
User Review
4.4 (14 votes)
Tags:

52:4, 52 4, 52-4, Surah Ath Thuur 4, Tafsir surat AthThuur 4, Quran Ath Thur 4, At Thur 4, At-Tur 4, Surah At Thur ayat 4

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Al Baqarah (Sapi Betina) – surah 2 ayat 253 [QS. 2:253]

Setelah pada ayat yang lalu dijelaskan bahwa Nabi Muhammad adalah salah seorang rasul yang diutus Allah, di sini dijelaskan kedudukan para rasul di sisi-Nya dan keadaan umat mereka setelah kepergian p … 2:253, 2 253, 2-253, Surah Al Baqarah 253, Tafsir surat AlBaqarah 253, Quran Al-Baqarah 253, Surah Al Baqarah ayat 253

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Hukum yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan secara lahiriah, manusia dengan sesama manusia dan orang-orang dengan lingkungannya disebut hukum ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Hukum Amaliah, yakni hukum yang mengatur secara lahiriah hubungan manusia dengan Allah Subhanahu Wa Ta`ala, antara sesama manusia, serta manusia dengan lingkungannya. Ilmu yang mempelajarinya disebut ilmu fiqih.

Sumber hukum tertinggi dalam Islam adalah ..

Benar! Kurang tepat!

Hukum yang berkaitan dengan perilaku moral manusia dalam kehidupan disebut hukum ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Hukum Khuluqiyah ini adalah hukum yang berkenaan dengan akhlak juga budi pekerti manusia. Hukum ini mencakup semua sifat-sifat terpuji yang wajib ada dalam diri manusia sebagai hamba Allah Subhanahu Wa Ta`ala terkait hakikat dirinya sebagai makhluk sosial.

Adapun cakupan hukuk khuluqiyah ini seperti moral, adab dan sopan santun, budi pekerti dan perilaku-perilaku yang jauh dari unsur tercela lainnya.

Hukum Khuluqiyah ini adalah salah satu jenis hukum dalam Alquran, adapun jenis hukum lainnya adalah Itiqodiyah dan Amaliyah.

+

Array

Alquran adalah keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. Penjelasan tersebut terdapat dalam surah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
ہٰذَا بَیَانٌ لِّلنَّاسِ وَ ہُدًی وَّ مَوۡعِظَۃٌ لِّلۡمُتَّقِیۡنَ

Inilah (Alquran) suatu keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.
--QS. 3:138

Hadits adalah Mubayyin untuk Alquran. Arti dari Mubayyin adalah ..

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Arti mubayyin itu menjelaskan, mencerahkan, menerangkan, menjernihkan.

Pendidikan Agama Islam #7
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #7 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #7 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #16

Fungsi utama kandungan Alquran yang menjelaskan kisah umat terdahulu adalah sebagai … pelengkap informasi yang tertulis di dalamnya ibrah dan

Pendidikan Agama Islam #25

Surah Al-Insyirah turun sesudah surah … Ali Imron An Nasr Al Asr Ad Duha Al lahab Benar! Kurang tepat! Penjelasan:Surah

Pendidikan Agama Islam #21

Salah satu contoh hikmah beriman kepada qada bagi siswa adalah … datang ke sekolah tepat waktu menjadi anak yang berbakti

Instagram