Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Ath Thuur (Bukit) – surah 52 ayat 3 [QS. 52:3]

فِیۡ رَقٍّ مَّنۡشُوۡرٍ ۙ
Fii raqqin mansyuurin;
pada lembaran yang terbuka,
―QS. Ath Thuur [52]: 3

In parchment spread open
― Chapter 52. Surah Ath Thuur [verse 3]

فِى pada

In
رَقٍّ lembaran

parchment
مَّنشُورٍ terbentang

unrolled,

Tafsir

Alquran

Surah Ath Thuur
52:3

Tafsir QS. Ath Thuur (52) : 3. Oleh Kementrian Agama RI


Selanjutnya Allah ﷻ menerangkan dalam ayat ini bahwa kitabkitab itu mudah bagi setiap orang mempelajari isinya.
Kitabkitab itu berisi hikmahhikmah, hukum, kebudayaan dan budi pekerti (akhlak);
karena itu ditulis pada lembaran-lembaran terbuka yang dapat dibaca.

Tafsir QS. Ath Thuur (52) : 3. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Aku bersumpah demi bukit Thur Sina’ (Sinai), tempat Nabi Musa diajak bicara oleh Tuhannya, demi kitab suci yang turun dari Allah dan tertulis di lembaran-lembaran yang mudah dibaca, demi al-Bayt al-Ma’mur dengan yang berthawaf, berdiri, rukuk dan sujud di situ, demi langit yang diangkat tanpa tiang dan demi lautan yang penuh dengan air.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Allah bersumpah demi gunung Thur, yaitu gunung tempat Allah penah bicara kepada nabi Musa alaihissalam, dan demi kitab yang ditulis.
Kitab itu adalah al Qur’an yang ada pada lembaran yang terbuka, dan demi Baitul Makmur yang ada di langit, yang para malaikat selalu mengelilinginya, dan demi atap yang ditinggikan yaitu langit dunia, dan demi laut yang airnya bergelombang.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Pada lembaran yang terbuka) yakni kitab Taurat atau kitab Alquran.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Karena itulah disebutkan dalam firman berikutnya:

pada lembaran yang terbuka, dan demi Baitul Ma’mur.
(QS. Ath-Thuur [52]: 3-4)

Di dalam kitab Sahihain disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ dalam hadis malaikat) yang tidak kembali lagi kepadanya sampai yang terakhir dari mereka.

Yakni mereka melakukan ibadah di dalamnya dan tawaf di sekelilingnya sebagaimana ahli bumi melakukan tawaf di Ka’bah mereka.
Demikian pula Baitul Ma’mur, ia adalah Ka’bah penduduk langit yang ketujuh, karena itulah Nabi ﷺ menjumpai Nabi Ibrahimalaihis salam Al-Khalil sedang menyandarkan punggungnya di Baitul Ma’mur.
Karena beliau ‘alaihis salam adalah orang yang membangun Ka’bah di bumi, maka pahala yang diterimanya adalah dari jenis amal.
Letak Baitul Ma’mur itu adalah lurus di atas Ka’bah;
dan pada tiap-tiap langit terdapat Ka’bahnya tersendiri sebagai tempat mereka melakukan ibadah dan salat dengan menghadap kepadanya.
Ka’bah yang ada di langit yang terdekat dinamakan Baitul Tzzah;
hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku telah menceritakan kepada kami Hisyam ibnu Ammar, telah menceritakan kepada kami Al-Walid ibnu Muslim, telah menceritakan kepada kami Rauh ibnu Janah, dari Az-Zuhri, dari Sa’id ibnul Musayyab, dari Abu Hurairah, dari Nabi ﷺ yang telah bersabda:
Pada langit yang ketujuh terdapat sebuah Bait yang dinamakan Al-Ma’mur lurus di atas Ka’bah.
Dan pada langit yang keempat terdapat sebuah sungai yang dikenal dengan nama Sungai Kehidupan;
Malaikat Jibril memasuki sungai itu setiap harinya dan menyelam di dalamnya sekali selam, kemudian ia keluar dan mengibaskan sayapnya, maka berhamburanlah darinya sebanyak tujuh puluh ribu tetes air.
Allah menciptakan seorang malaikat dari tiap-tiap tetesnya, dan mereka diperintahkan untuk mendatangi Baitul Ma’mur, lalu mengerjakan salat padanya.
Maka mereka mengerjakannya, setelah itu mereka keluar dan tidak kembali lagi padanya selama-lamanya.
Dan seorang malaikat dari mereka diserahi untuk memimpin mereka, kemudian ia diperintahkan untuk membawa mereka berdiri di suatu tempat di langit untuk melakukan tasbih (menyucikan) Allah subhanahu wa ta’ala padanya hingga hari kiamat tiba.

Hadis ini garib sekali, Rauh ibnu Janah meriwayatkannya secara munfarid, dia adalah seorang Quraisy Al-Umawi, maula mereka adalah Abu Sa’id Ad-Dimasyqi.
Sejumlah jamaah telah menilai hadis ini munkar, antara lain ialah Al-Juzjani, Al-Uqaili, Al-Hakim, Abu Abdullah An-Naisaburi, dan lain-lainnya.
Imam Hakim mengatakan bahwa tiada dalil asal bagi hadis ini, baik melalui hadis Abu Hurairah maupun dari Sa’id atau Az-Zuhri.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hannad ibnus Sirri, telah menceritakan kepada kami Abul Ahwas, dari Sammak ibnu Harb, dari Khalid ibnu Ur’urah, bahwa seorang lelaki bertanya kepada sahabat Ali,
"Apakah Baitul Ma’mur itu?"
Ali r.a. menjawab,
"Ia adalah suatu Bait yang ada di langit dikenal dengan nama Ad-Darrah.
letaknya tepat lurus di atas Ka’bah;
kesuciannya di langit sama dengan kesucian Baitullah yang ada di bumi.
Setiap hari terdapat tujuh puluh ribu malaikat yang mengerjakan salat padanya, kemudian mereka tidak kembali lagi kepadanya untuk selama-lamanya."
Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Syu’bah dan Sufyan As’-Sauri.
dari Sammak.
Pada riwayat keduanya disebutkan bahwa orang yang menanyakan hal itu adalah Ibnul Kawa.

Kemudian Ibnu Jarir meriwayatkannya dari Abu Kuraib, dari Talq ibnu Ganam, dari Zaidah, dari Asim, dari Ali ibnu Rabi’ah yang menceritakan bahwa Ibnul Kawa pernah bertanya kepada Ali r.a. tentang Baitul Ma’mur.
Maka Ali r.a. menjawab,
"Baitul Ma’mur adalah sebuah masjid yang ada di langit, yang dikenal dengan nama Ad-Darrah.
Setiap hari dimasuki oleh tujuh puluh ribu malaikat, kemudian mereka tidak kembali lagi kepadanya selama-lamanya."
Ibnu Jarir telah meriwayatkan­nya pula melalui hadis AbutTufail, dari Ali dengan lafaz yang semisal.

Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa Baitul Ma’mur adalah suatu Baitullah yang terletak berhadapan dengan
"Arasy, diramaikan oleh para malaikat yang melakukan salat di dalamnya setiap harinya sebanyak tujuh puluh ribu malaikat, kemudian mereka tidak kembali lagi kepadanya.
Hal yang sama dikatakan oleh Ikrimah, Mujahid, dan sejumlah ulama Salaf.

Qatadah, Ar-Rabi’ ibnu Anas, dan As-Saddi mengatakan, telah diceritakan kepada kami bahwa Rasulullah ﷺ pernah bertanya kepada sahabat-sahabatnya,

"Tahukah kalian, apakah Baitul Ma’mur itu?"
Mereka menjawab,
"Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.’"
Maka Rasulullah ﷺ bersabda:
Sesungguhnya Baitul Ma’mur itu adalah sebuah masjid di langit tepat di atas Ka ‘bah.
Seandainya terjatuh, niscaya akan menimpa Ka ‘bah;
ada tujuh puluh ribu malaikat yang mengerjakan salat di dalamnya.
Apabila mereka keluar darinya, mereka tidak kembali lagi kepadanya hingga yang paling akhir dari mereka.

Lain halnya dengan Ad-Dahhak.
ia menduga bahwa yang meramaikannya adalah sejumlah malaikat yang dikenal dengan nama jin, salah satu kabilah dari iblis;
hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

Unsur Pokok Surah Ath Thuur (الطور)

Surat Ath Thuur terdiri atas 49 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat As Sajdah.

Dinamai "Ath Thuur" (Bukit) diambil dari perkataan "Ath Thuur" yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Yang dimaksud dengan "bukit" di sini ialah bukit Thursina yang terletak di semenanjung Sinai, tempat Nabi Musaalaihis salam menerima wahyu dari Tuhannya.

Keimanan:

▪ Keadaan orang-orang kafir di dalam neraka dan keadaan orang-orang beriman di dalam syurga.
▪ Bukti kekuasaan dan ke-Esaan Allah.
▪ Setiap orang bertanggungjawab terhadap perbuatannya masing-masing, sekalipun demikian bapak dan anak akan dikumpulkan Allah dalam syurga apabila kedua-duanya sama-sama beriman.

Hukum:

▪ Kewajiban untuk tetap berdakwah dan anjuran melakukan zikir dan tasbih pada waktu siang dan malam.

Lain-lain:

▪ Orang-orang zalim pasti mendapat siksaan Allah di dunia dan akhirat.
▪ Allah tetap akan menjaga dan melindungi Nabi Muhammad ﷺ

Audio

QS. Ath-Thuur (52) : 1-49 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 49 + Terjemahan Indonesia

QS. Ath-Thuur (52) : 1-49 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 49

Gambar Kutipan Ayat

Surah Ath Thuur ayat 3 - Gambar 1 Surah Ath Thuur ayat 3 - Gambar 2
Statistik QS. 52:3
  • Rating RisalahMuslim
4.7

Ayat ini terdapat dalam surah Ath Thuur.

Surah At-Tur (bahasa Arab:الطور) adalah surah ke-52 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 49 ayat.
Dinamakan at-Tur yang berarti Bukit diambil dari kata At-Tur yang terdapat pada ayat pertama surah ini.
Yang dimaksud dengan bukit disini ialah bukit Sinai yang terletak di semenanjung Sinai, tempat Nabi Musa menerima Taurat dari Allah.

Nomor Surah52
Nama SurahAth Thuur
Arabالطور
ArtiBukit
Nama lain
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu76
JuzJuz 27
Jumlah ruku’2 ruku’
Jumlah ayat49
Jumlah kata313
Jumlah huruf1324
Surah sebelumnyaSurah Az-Zariyat
Surah selanjutnyaSurah An-Najm
Sending
User Review
4.3 (13 votes)
Tags:

52:3, 52 3, 52-3, Surah Ath Thuur 3, Tafsir surat AthThuur 3, Quran Ath Thur 3, At Thur 3, At-Tur 3, Surah At Thur ayat 3

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Al A’raaf (Tempat yang tertinggi) – surah 7 ayat 134 [QS. 7:134]

Dan ketika mereka ditimpa azab yang telah diterangkan itu mereka pun bergegas mendatangi Nabi Musa dan berkata,”Wahai Musa! Mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu sesuai dengan janji-Nya kepadamu atau … 7:134, 7 134, 7-134, Surah Al A’raaf 134, Tafsir surat AlAraaf 134, Quran Al Araf 134, Al-A’raf 134, Surah Al Araf ayat 134

QS. Al Hasyr (Pengusiran) – surah 59 ayat 19 [QS. 59:19]

19. Allah mengingatkan orang berimaan dengan berfirman, “Dan janganlah kamu, wahai orang-orang beriman seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, tidak menyadari bahwa Allah senantiasa mengawasi manu … 59:19, 59 19, 59-19, Surah Al Hasyr 19, Tafsir surat AlHasyr 19, Quran Al-Hashr 19, AlHashr 19, Al Hashr19, Al-Hasyr 19, Surah Al Hasyr ayat 19

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Salah satu hikmah mempercayai datangnya hari akhir, yaitu ...

Benar! Kurang tepat!

Tempat berkumpulnya manusia di akhirat di sebut padang ...

Benar! Kurang tepat!

Berakhirnya seluruh kehidupan di dunia dinamakan ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Surah yang menjelaskan bahwa “Allah Subhanahu Wa Ta`ala tempat meminta”, yaitu ...

Benar! Kurang tepat!

Hari kiamat di jelaskan dalam Alquran, surah ....

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #19
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #19 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #19 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #7

Hukum yang berkaitan dengan perilaku moral manusia dalam kehidupan disebut hukum … amaliyah i’tiqadiyah fiqih khuluqiyah jinayah Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #8

Undang-undang tentang penggunaan Hadits-Maudu adalah … makruh sunnah boleh mubah haram Benar! Kurang tepat! Sumber kedua hukum dalam menetapkan Hukum

Pendidikan Agama Islam #15

Salah satu tokoh dalam kisah umat masa lalu yang dapat dipetik pelajaran sebagai teladan yang baik … Kisah Qarun Kisah

Instagram