Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Ath Thuur (Bukit) – surah 52 ayat 28 [QS. 52:28]

اِنَّا کُنَّا مِنۡ قَبۡلُ نَدۡعُوۡہُ ؕ اِنَّہٗ ہُوَ الۡبَرُّ الرَّحِیۡمُ
Innaa kunnaa min qablu nad’uuhu innahu huwal barrurr-ahiim(u);
Sesungguhnya kami menyembah-Nya sejak dahulu.
Dialah Yang Maha Melimpahkan Kebaikan, Maha Penyayang.”

―QS. Ath Thuur [52]: 28

Indeed, we used to supplicate Him before.
Indeed, it is He who is the Beneficent, the Merciful."
― Chapter 52. Surah Ath Thuur [verse 28]

إِنَّا sesungguhnya kami

Indeed, we
كُنَّا adalah kami

[we] used to
مِن dari

before *[meaning includes next or prev. word]
قَبْلُ sebelum

before *[meaning includes next or prev. word]
نَدْعُوهُ kami menyembah-Nya

call Him.
إِنَّهُۥ sesungguhnya Dia

Indeed, He
هُوَ Dia

[He]
ٱلْبَرُّ Yang Melimpahkan Kebaikan

(is) the Most Kind,
ٱلرَّحِيمُ Maha Penyayang

the Most Merciful."

Tafsir

Alquran

Surah Ath Thuur
52:28

Tafsir QS. Ath Thuur (52) : 28. Oleh Kementrian Agama RI


Dalam ayat ini Allah ﷻ menerangkan bahwa penghunipenghuni surga itu telah memenuhi persyaratan seruan Allah dan Rasul-Nya sehingga mereka mendapat kemuliaan itu.
Mereka berkata bahwa mereka dahulu menyembah Allah dan memohon kepada-Nya.

Maka Allah memperkenankan dan mengabulkan permintaan mereka dan menerima ibadah mereka, karena Allah yang melimpahkan kebaikan, dan pemberi karunia, lagi Maha Penyayang.
Setiap orang yang beriman dan setiap orang kafir tidak akan pernah lupa, akan apa yang telah mereka perbuat di dunia, kenikmatan orang-orang yang beriman akan bertambah bila mereka melihat bahwa mereka telah berpindah dari penjara dunia ke alam kesenangan akhirat, dan dari kesempitan kepada kelapangan.

Sebaliknya bertambahlah siksa orang kafir bilamana ia melihat bahwa dirinya telah berpindah dari kemewahan dunia ke alam penderitaan, dan kesengsaraan neraka Jahanam di akhirat.

Tafsir QS. Ath Thuur (52) : 28. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Sesungguhnya kami sebelumnya menyembah-Nya di dunia.
Dialah satu-satunya Tuhan yang melimpahkan kebaikan dan yang kasih sayang-Nya amat besar.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Penghuni surga itu berhadap-hadapan satu sama lain sambil bertanya tentang agungnya yang mereka dapatkan dan sebab-sebab mereka mendapatkannya.
Mereka berkata,
"Sesungguhnya, kami di dunia adalah orang-orang yang takut kepada Tuhan.


Kami begitu ingin dihindarkan dari siksa dan hukuman hari Kiamat sehingga Allah memberi kami karunia hidayah dan taufik.
Akhirnya, Dia menjauhkan kami dari panasnya siksa neraka Jahanam.


Sesungguhnya, kami sebelumnya hanya tunduk kepada-Nya semata, tidak menyekutukan dengan yang lain agar menjauhkan kami dari siksa neraka dan menyampaikan kami kepada surga.
Lalu, Dia mengabulkan kami dan memberi permintaan kami.


Sesungguhnya, Dia Mahabaik dan Maha Penyayang sehingga bukti dari kebaikan dan kasih sayang-Nya adalah kami memperoleh keridhaan dan surga serta menjauhkan kami dari kemurkaan dan api neraka."

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



("Sesungguhnya kami dahulu) sewaktu di dunia


(menyeru-Nya) menyembah dan mengesakan-Nya.


(Sesungguhnya Dia) kalau dibaca Innahuu dengan dikasrahkan huruf Hamzahnya, berarti merupakan jumlah Isti’naf atau kalimat permulaan, sekalipun maknanya mengandung ‘Illat.
Dan bila dibaca Annahuu dengan difatahkan huruf Hamzahnya, berarti lafalnya menunjukkan makna ‘Illat


(adalah yang melimpahkan kebaikan) Yang berbuat kebaikan dan menepati janji-Nya


(lagi Maha

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Sesungguhnya kami dahulu menyembah-Nya.
(QS. Ath-Thuur [52]: 28)

Yakni berendah diri memohon kepada-Nya.
Maka Dia memperkenankan bagi kami dan memberi kami apa yang kami minta.

Sesungguhnya Dialah yang melimpahkan kebaikan lagi Maha Penyayang.
(QS. Ath-Thuur [52]: 28)

Sehubungan dengan hal ini ada sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Al-Hafiz Abu Bakar Al-Bazzar di dalam kitab musnadnya.
Disebutkan bahwa:


telah menceritakan kepada kami Salamah ibnu Syabib, telah menceritakan kepada kami Sa’id ibnu Dinar, telah menceritakan kepada kami Ar-Rabi’ ibnu Sabih, dari Al-Hasan, dari Anas yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda:
Apabila ahli surga telah memasuki surga, mereka merasa rindu kepada teman-teman mereka, maka datanglah (kepadanya) singgasana temannya itu hingga berhadapan dengan singgasananya.
Lalu keduanya berbincang-bincang seraya bersandar di singgasananya masing-masing.
Keduanya membicarakan masa lalu mereka ketika di dunia;
salah seorangnya berkata kepada temannya,
"Hai Fulan, tahukah kamu hari apakah Allah memberikan ampunan kepada kita?
Yaitu di hari ketika berada di tempat anu, lalu kita berdoa kepada Allah (memohon ampun), maka Dia memberi ampun bagi kita."

Kemudian Al-Bazzar mengatakan bahwa kami tidak mengenal hadis ini diriwayatkan kecuali melalui sanad ini.

Menurut hemat saya (Ibnu Kasir), Sa’id ibnu Dinar Ad-Dimasyqi menurut Abu Hatim orangnya tidak dikenal, dan mengenai syekhnya (gurunya) —yaitu Ar-Rabi’ ibnu Sabih— dipertanyakan bukan hanya oleh seorang ulama ditinjau dari segi hafalannya, tetapi dia adalah seorang yang saleh lagi siqah.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Amr ibnu Abdullah Al-Audi, telah menceritakan kepada kami Waki’, dari Al-A’masy, dari Abud Aisyah, bahwa ia membaca firman-Nya:
Maka Allah memberikan karunia kepada kami dan memelihara kami dari azab neraka.
Sesungguhnya kami dahulu menyembah-Nya.
Sesungguhnya Dialah Yang melimpahkan kebaikan lagi Maha Penyayang.
(QS. Ath-Thuur [52]: 27-28)
Lalu ia berdoa, ‘"Ya Allah, berilah kami anugerah (karunia), dan peliharalah kami dari azab neraka.
Sesungguhnya Engkau Maha Pelimpah kebaikan lagi Maha Penyayang."


Ditanyakan kepada Al-A’masy,
"Apakah ia mengucapkannya dalam salat?"
Al-A’masy menjawab,
"Ya."

Unsur Pokok Surah Ath Thuur (الطور)

Surat Ath Thuur terdiri atas 49 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat As Sajdah.

Dinamai "Ath Thuur" (Bukit) diambil dari perkataan "Ath Thuur" yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Yang dimaksud dengan "bukit" di sini ialah bukit Thursina yang terletak di semenanjung Sinai, tempat Nabi Musaalaihis salam menerima wahyu dari Tuhannya.

Keimanan:

▪ Keadaan orang-orang kafir di dalam neraka dan keadaan orang-orang beriman di dalam syurga.
▪ Bukti kekuasaan dan ke-Esaan Allah.
▪ Setiap orang bertanggungjawab terhadap perbuatannya masing-masing, sekalipun demikian bapak dan anak akan dikumpulkan Allah dalam syurga apabila kedua-duanya sama-sama beriman.

Hukum:

▪ Kewajiban untuk tetap berdakwah dan anjuran melakukan zikir dan tasbih pada waktu siang dan malam.

Lain-lain:

▪ Orang-orang zalim pasti mendapat siksaan Allah di dunia dan akhirat.
▪ Allah tetap akan menjaga dan melindungi Nabi Muhammad ﷺ

Audio

QS. Ath-Thuur (52) : 1-49 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 49 + Terjemahan Indonesia

QS. Ath-Thuur (52) : 1-49 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 49

Gambar Kutipan Ayat

Surah Ath Thuur ayat 28 - Gambar 1 Surah Ath Thuur ayat 28 - Gambar 2
Statistik QS. 52:28
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah Ath Thuur.

Surah At-Tur (bahasa Arab:الطور) adalah surah ke-52 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 49 ayat.
Dinamakan at-Tur yang berarti Bukit diambil dari kata At-Tur yang terdapat pada ayat pertama surah ini.
Yang dimaksud dengan bukit disini ialah bukit Sinai yang terletak di semenanjung Sinai, tempat Nabi Musa menerima Taurat dari Allah.

Nomor Surah52
Nama SurahAth Thuur
Arabالطور
ArtiBukit
Nama lain
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu76
JuzJuz 27
Jumlah ruku’2 ruku’
Jumlah ayat49
Jumlah kata313
Jumlah huruf1324
Surah sebelumnyaSurah Az-Zariyat
Surah selanjutnyaSurah An-Najm
Sending
User Review
4.4 (10 votes)
Tags:

52:28, 52 28, 52-28, Surah Ath Thuur 28, Tafsir surat AthThuur 28, Quran Ath Thur 28, At Thur 28, At-Tur 28, Surah At Thur ayat 28

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Al Baqarah (Sapi Betina) – surah 2 ayat 197 [QS. 2:197]

Musim haji itu pada bulan-bulan yang telah dimaklumi, yakni Syawal, Zulkaidah, dan Zulhijjah. Barang siapa mengerjakan ibadah haji dalam bulan-bulan itu, maka janganlah dia berkata jorok (rafaÅ¡), yai … 2:197, 2 197, 2-197, Surah Al Baqarah 197, Tafsir surat AlBaqarah 197, Quran Al-Baqarah 197, Surah Al Baqarah ayat 197

QS. An Nisaa’ (Wanita) – surah 4 ayat 66 [QS. 4:66]

Pada ayat-ayat yang lalu diperingatkan bahwa orang-orang munafik itu sebenarnya tidak mau menerima Nabi sebagai hakim, walaupun ketentuan itu diwajibkan oleh Allah atas diri mereka. Pada ayat-ayat ber … 4:66, 4 66, 4-66, Surah An Nisaa’ 66, Tafsir surat AnNisaa 66, Quran AnNisa 66, An-Nisa’ 66, Surah An Nisa ayat 66

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Arti fana adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Dalam Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al Matiin yang tercantum dalam Alquran surah ...

Benar! Kurang tepat!

Tuhan memiliki sifat Al Karim, yang berarti bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala merupakan zat Yang ..

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Tuhan memiliki sifat Al Matiin, yang berarti bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah zat Yang ...

Benar! Kurang tepat!

Allah memiliki sifat Al Kariim yang tercantum dalam Alquran surah ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #1
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #1 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #1 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #22

Yang tidak termasuk cara beriman kepada qada dan qadar Allah adalah … bersikap sabar bersikap santai bersikap ikhlas selalu optimis

Pendidikan Agama Islam #19

Hari kiamat di jelaskan dalam Alquran, surah …. al-Ma’un al-Qari’ah al-Kautsar al-Humazah Ali Imron Benar! Kurang tepat! Salah satu hikmah

Pendidikan Agama Islam #1

Arti fana adalah … tidak ada akhir sementara fanatik selalu selamanya Benar! Kurang tepat! Dalam Asmaul Husna, Allah memiliki sifat

Instagram