Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Ath Thaariq (Yang datang di malam hari) – surah 86 ayat 6 [QS. 86:6]

خُلِقَ مِنۡ مَّآءٍ دَافِقٍ ۙ
Khuliqa min maa-in daafiqin;
Dia diciptakan dari air (mani) yang terpancar,
―QS. Ath Thaariq [86]: 6

He was created from a fluid, ejected,
― Chapter 86. Surah Ath Thaariq [verse 6]

خُلِقَ ia diciptakan

He is created
مِن dari

from
مَّآءٍ air

a water,
دَافِقٍ terpancar

ejected,

Tafsir

Alquran

Surah Ath Thaariq
86:6

Tafsir QS. Ath Thaariq (86) : 6. Oleh Kementrian Agama RI


Dalam ayat-ayat ini, Allah menerangkan bahwa manusia dijadikan-Nya dari air yang terpancar, yang keluar dari antara tulang punggung (as-sulb) dan tulang dada laki-laki.
Pernyataan Allah ini adalah sebagai jawaban atas pertanyaan pada ayat terdahulu.

Tafsir QS. Ath Thaariq (86) : 6. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Manusia diciptakan dari air yang memancar.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Maka hendaklah manusia yang mengingkari hari kebangkitan itu memperhatikan dari apak dia diciptakan?
Agar dia mengetahui bahwa mengembalikan penciptaan manusia tidaklah lebih sulit dibandingkan dengan penciptaan pertama kali.
Ia diciptakan dari air mani yang dipancarkan dengan cepat ke dalam rahim, yang keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan.


Sesungguhnya Dzat yang menciptakan manusia ini dari air mani benar-benar kuasa untuk mengembalikannya kepada kehidupan sesudah kematian.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dia diciptakan dari air yang terpancar) yakni yang dipancarkan oleh laki-laki ke dalam rahim wanita.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Allah subhanahu wa ta’ala bersumpah dengan menyebut nama langit dan semua bintang yang bersinar terang yang menghiasinya.
Untuk itu, maka disebutkan oleh firman-Nya:


{وَالسَّمَاءِ وَالطَّارِقِ}

Demi langit dan yang datang pada malam hari.
(QS. At-Tariq [86]: 1)


Kemudian dalam firman berikutnya disebutkan:

{وَمَا أَدْرَاكَ مَا الطَّارِقُ}

tahukah kamu apakah yang datang pada malam hari itu?
(QS. At-Tariq [86]: 2)

Lalu ditafsirkan oleh firman Allah subhanahu wa ta’ala:

{النَّجْمُ الثَّاقِبُ}

(yaitu) bintang yang cahayanya menembus.
(QS. At-Tariq [86]: 3)

Qatadah dan lain-Lainnya mengatakan bahwa sesungguhnya bintang dinamakan Ath-Thariq tiada lain karena ia hanya dapat dilihat di malam hari, sedangkan siang hari tidak kelihatan.
Hal ini diperkuat dengan apa yang disebutkan di dalam hadis sahih yang mengatakan:

نَهَى أَنْ يَطْرُقَ الرَّجُلُ أَهْلَهُ طُرُوقًا

Beliau ﷺ melarang seseorang mendatangi keluarganya di malam hari yang sudah larut.

Yakni dia pulang ke rumahnya dengan mengejutkan di malam hari.
Di dalam hadis lain yang mengandung doa telah disebutkan:

"إِلَّا طَارِقًا يَطْرُقُ بِخَيْرٍ يَا رَحْمَنُ"

kecuali orang yang datang di tengah malam dengan membawa kebaikan, ya Tuhan Yang Maha Pemurah.

Mengenai firman Allah subhanahu wa ta’ala:

{الثَّاقِبُ}

yang cahayanya menembus.
(QS. At-Tariq [86]: 3)

Ibnu Abbas mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah yang cahayanya terang.
As-Saddi mengatakan, makna yang dimaksud ialah yang menembus setan-setan apabila dilemparkan kepadanya.
Ikrimah mengatakan, makna yang dimaksud ialah yang cahayanya terang lagi membakar setan-setan.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

{إِنْ كُلُّ نَفْسٍ لَمَّا عَلَيْهَا حَافِظٌ}

tidak ada suatu jiwa (diri) pun melainkan ada penjaganya.
(QS. At-Tariq [86]: 4)

Yaitu sesungguhnya pada tiap diri terdapat malaikat yang menjaganya ditugaskan oleh Allah subhanahu wa ta’ala agar melindunginya dari berbagai bencana dan penyakit.
Semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:

لَهُ مُعَقِّباتٌ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ

Bagi manusia ada malaikatmalaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah.
(QS. Ar-Ra’d [13]: 11)

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

{فَلْيَنْظُرِ الإنْسَانُ مِمَّ خُلِقَ}

Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan?
(QS. At-Tariq [86]: 5)

Ini mengingatkan manusia akan betapa lemahnya asal kejadiannya, sekaligus membimbingnya untuk mengakui adanya hari kemudian.
yaitu hari berbangkit.
Karena sesungguhnya Tuhan yang mampu menciptakannya dari semula mampu pula untuk mengembalikannya seperti keadaan semula, bahkan lebih mudah.
Sebagaimana yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman Allah subhanahu wa ta’ala:

وَهُوَ الَّذِي يَبْدَؤُا الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُ وَهُوَ أَهْوَنُ عَلَيْهِ

Dan Dialah Yang Menciptakan (manusia) dari permulaan, kemudian mengembalikan (menghidupkan)nya kembali, dan menghidupkan kembali itu adalah lebih mudah bagi-Nya.
(Ar-Rum:
27)

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

{خُلِقَ مِنْ مَاءٍ دَافِقٍ}

Dia diciptakan dari air yang terpancar.
(QS. At-Tariq [86]: 6)

Yaitu air mani yang dipancarkan oleh laki-laki dan bertemu dengan indung telur wanita, maka terjadilah anak dari percampuran keduanya dengan seizin Allah subhanahu wa ta’ala Karena itulah maka disebutkan dalam firman berikut-nya:

{يَخْرُجُ مِنْ بَيْنِ الصُّلْبِ وَالتَّرَائِبِ}

yang keluar dari antara tulang sulbi dan tulang dada.
(QS. At-Tariq [86]: 7)

Yakni dari sulbi laki-laki dan dari tulang dada wanita.


Syabib ibnu Bisyr telah meriwayatkan dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:
yang keluar dari antara tulang sulbi dan tulang dada.
(QS. At-Tariq [86]: 7)
Yaitu sulbi laki-laki dan tara-ibul mar-ah (tulang dada wanita) yang warna air maninya kuning lagi agak encer, kejadian anak dari air mani keduanya.
Hal yang sama telah dikatakan oleh Sa’id ibnu Jubair, Ikrimah, Qatadah, As-Saddi, dan lain-lainnya.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Sa’id Al-Asyaj, telah menceritakan kepada kami Abu Usamah, dari Mis’ar, bahwa ia pernah mendengar Al-Hakam menceritakan pendapat Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:
yang keluar dari antara tulang sulbi dan tulang dada.
(QS. At-Tariq [86]: 7)
Lalu Ibnu Abbas mengatakan,
"Inilah tara-ib,"
seraya meletakkan tangannya ke dadanya.
Ad-Dahhak dan Atiyyah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa taribatul mar-ah artinya tempat kalung (liontin)nya.
Hal yang sama dikatakan oleh Ikrimah dan Sa’id ibnu Jubair.

Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa tara-ib artinya di antara susunya.
Diriwayatkan dari Mujahid bahwa tara-ib ialah antara’kedua pundak sampai dada.
Diriwayatkan pula dari Mujahid bahwa tara-ib berada di bawah kerongkongan.
Diriwayatkan dari Ad-Dahhak bahwa tara-ib terletak di antara kedua susu, kedua kaki, dan kedua mata.

Al-Lais ibnu Sa’d telah meriwayatkan dari Ma’mar ibnu Abu Habibah Al-Madani, bahwa Al-Lais telah mendapat berita darinya sehubungan dengan makna firman-Nya:
yang keluar dari antara tulang sulbi dan tulang dada.
(QS. At-Tariq [86]: 7)

Bahwa yang dimaksud ialah tetesan hati, dari sanalah asal mula terjadinya anak.
Diriwayatkan pula dari Qatadah sehubungan dengan makna firman-Nya:
yang keluar dari antara tulang sulbi dan tulang dada.
(QS. At-Tariq [86]: 7)
Yakni di antara tulang sulbi dan bagian bawah kerongkongannya.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

{إِنَّهُ عَلَى رَجْعِهِ لَقَادِرٌ}

Sesungguhnya Allah benar-benar kuasa untuk mengembalikannya (hidup sesudah matinya).
(QS. At-Tariq [86]: 8)

Sehubungan dengan makna ayat ini ada dua pendapat.

Pertama, mengatakan bahwa Allah berkuasa mengembalikan air mani yang telah terpancarkan ini ke tempat asalnya keluar.
Hal ini dikatakan oleh Mujahid, Ikrimah, dan selain keduanya.

Pendapat yang kedua mengatakan, sesungguhnya Allah berkuasa menghidupkan kembali manusia yang diciptakan dari air mani ini sesudah matinya, lalu dibangkitkan untuk menuju negeri akhirat.
Karena sesungguhnya Tuhan yang menciptakan dari semula mampu mengembalikan (menghidupkan) ciptaan-Nya seperti semula.
Allah subhanahu wa ta’ala telah menyebutkan dalil yang menunjukkan hal ini di dalam Alquran di berbagai tempat.
Pendapat ini dikatakan oleh Ad-Dahhak dan dipilih oleh Ibnu Jarir.
Karena itulah maka disebutkan dalam firman berikutnya:

{يَوْمَ تُبْلَى السَّرَائِرُ}

Pada hari ditampakkan segala rahasia.
(QS. At-Tariq [86]: 9)

Pada hari kiamat semua rahasia ditampakkan sehingga menjadi jelas dan terang, dan tiada lagi rahasia karena semuanya menjadi tampak kelihatan dan semua yang tadinya tersembunyi di hari itu menjadi kelihatan.


Di dalam kitab Sahihain disebutkan melalui Ibnu Ulnar, bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

"يُرْفَعُ لِكُلِّ غَادِرٍ لِوَاءٌ عِنْدَ اسْتِهِ يُقَالُ:
هَذِهِ غَدْرَةُ فُلَانِ بْنِ فُلَانٍ"

Bagi tiap orang yang khianat dinaikkan (dipasang) bendera pada pantatnya, lalu dikatakan bahwa ini adalah pengkhianatan si Fulan bin Fulan.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

{فَمَا لَهُ}

maka sekali-kali tidak ada bagi manusia itu.
(QS. At-Tariq [86]: 10)


Yakni bagi manusia kelak di hari kiamat.

{مِنْ قُوَّةٍ}

satu kekuatan pun.
(QS. At-Tariq [86]: 10)


Maksudnya, kekuatan dalam dirinya.

{وَلا نَاصِرٍ}

dan tidak (pula) seorang penolong.
(QS. At-Tariq [86]: 10)

Yaitu dari luar dirinya.
Dengan kata lain, tiada seorang pun yang dapat menyelamatkan dirinya dari azab Allah dan tiada pula seorang pun yang dapat menolong orang lain dari azab Allah.

Kata Pilihan Dalam Surah Ath Thaariq (86) Ayat 6

DAAFIQ
دَافِق

Az Zujaj berkata,
"Ad daafiq adalah dzuu indifaaq. Oleh karena itu, Az Zamakhsyari mengatakan lafaz ini pada hakikatnya disandarkan kepada orangnya."

Al Farra’, Al Akhfasy dan Al Qurtubi berpendapat, daafiq bermakna ism maf’ul yaitu madfuq.

Berdasarkan pendapat pertama, lafaz ini bermakna orang yang memancarkan, menuangkan, menumpahkan dan sebagainya.
Sedangkan menurut pendapat kedua ia bermakna terpancar atau dipancarkan, tertuang, ditumpahkan dan sebagainya.
Ia hanya disebut sekali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah Ath Thaariq (86), ayat 6.

Al Farra dan Al Akhfasy berkata,
"Ia bermakna terpancar dan dipancarkan ke dalam rahim."

Al Baidawi berpendapat daafiq bermakna yang memancar dan bercampur yang terdiri dari dua air dalam rahim.

A Khazin berpendapat, ia bermakna terpancar ke dalam rahim yaitu dari air sperma dan ovum karena anak tercipta dari kedua-duanya.
Ia disebutkan satu karena persenyawaan keduanya."

Al Qurtubi berkata,
ad daafiq ialah terpancar dengan deras dan kuat."

Dalam Tafsir Al Azhar tafsirannya ialah dari air mani atau dalam bahasa lamanya Kama, dari puncak kelazatan bersetubuh, keluarlah mani dengan cepat seperti meloncat mendesak keluarnya.

Kesimpulannya lafaz daafiq di dalam Al Quran bermakna air mani yang terpancar dengan deras dan kuat.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal: 218-219

Unsur Pokok Surah Ath Thaariq (الطارق)

Surat Ath Thaariq terdiri atas 17 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Balad.

Dinamai "Ath Thaariq " (yang datang di malam hari) diambil dari perkataan "Ath Thaariq" yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Keimanan:

▪ Tiap-tiap jiwa selalu dipelihara dan diawasi Allah.
▪ Merenungkan asal kejadian diri sendiri yaitu dari air mani, akan menghilangkan sifat sombong dan takabur.
▪ Allah kuasa menghidupkan manusia kembali pada hari kiamat, pada waktu itu tidak ada kekuatan yang dapat menolong selain Allah.
Alquran adalah pemisah antara yang hak dan yang batil.

Ayat-ayat dalam Surah Ath Thaariq (17 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17

Lihat surah lainnya

Audio

QS. Ath-Thaariq (86) : 1-17 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 17 + Terjemahan Indonesia

QS. Ath-Thaariq (86) : 1-17 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 17

Gambar Kutipan Ayat

Surah Ath Thaariq ayat 6 - Gambar 1 Surah Ath Thaariq ayat 6 - Gambar 2
Statistik QS. 86:6
  • Rating RisalahMuslim
4.6

Ayat ini terdapat dalam surah Ath Thaariq.

Surah At-Tariq (bahasa Arab:الطّارق) adalah surah ke 86 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makiyah yang terdiri atas 17 ayat.
Dinamakan At-Tariq yang berarti Yang datang di malam hari diambil dari perkataan Ath Thaariq yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Nomor Surah86
Nama SurahAth Thaariq
Arabالطارق
ArtiYang datang di malam hari
Nama lain
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu36
JuzJuz 30
Jumlah ruku’1 ruku’
Jumlah ayat17
Jumlah kata61
Jumlah huruf254
Surah sebelumnyaSurah Al-Buruj
Surah selanjutnyaSurah Al-A’la
Sending
User Review
4.2 (8 votes)
Tags:

86:6, 86 6, 86-6, Surah Ath Thaariq 6, Tafsir surat AthThaariq 6, Quran At Tariq 6, At-Tariq 6, Surah At Tariq ayat 6

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Ash Shaff (Satu barisan) – surah 61 ayat 1 [QS. 61:1]

1. Apa yang ada di langit, bintang, bulan, matahari, dan seluruh planet; dan apa yang ada di bumi, hewan dan tetumbuhan bertasbih kepada Allah, mengakui dan menyatakan kemahasucian Allah yang berbeda … 61:1, 61 1, 61-1, Surah Ash Shaff 1, Tafsir surat AshShaff 1, Quran AshShaff 1, As-Saff 1, As Saff 1, Surah Ash Shaf ayat 1

QS. An Nabaa (Berita besar) – surah 78 ayat 35 [QS. 78:35]

35. Suasana di surga itu amat damai dan menyenangkan. Di sana mereka tidak mendengar percakapan yang sia-sia, tidak bermanfaat, maupun perkataan dusta. … 78:35, 78 35, 78-35, Surah An Nabaa 35, Tafsir surat AnNabaa 35, Quran An Naba 35, AnNaba 35, An-Naba’ 35, Surah An Naba ayat 35

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Surah yang pertama kali turun secara lengkap adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Basmalah tertulis atau disebutkan sebanyak dua kali pada surah ...

Benar! Kurang tepat!

Surah yang tidak diawali basmalah adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Surah At-Taubah adalah surah ke-9 dalam Alquran. Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 129 ayat. Dinamakan At-Taubah yang berarti 'Pengampunan' karena kata At-Taubah berulang kali disebut dalam surah ini.

+

Array

Proses turunnya wahyu berlangsung selama ... tahun.

Benar! Kurang tepat!

Surah yang terpendek dalam Alquran adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Surah Al-Kausar adalah surah ke-108 dalam Alquran. Surah ini tergolong surah Makkiyah dan terdiri dari 3 ayat yang menjadi surah terpendek dalam Alquran.

Pendidikan Agama Islam #27
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #27 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #27 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #4

Surah dalam Alquran yang mengatakan larangan untuk melakukan terlalu banyak, makan dan minum adalah … QS. Al A’raf : 33

Pendidikan Agama Islam #22

Matahari berputar mengelilingi sumbunya, termasuk contoh takdir … muannas muallaq mubram mabrur muallaf Benar! Kurang tepat! Salah satu contoh takdir

Pendidikan Agama Islam #20

Berikut adalah contoh bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala Maha Mendahulukan. Allah lebih dahulu dari alam semesta makhluk lebih dahulu dari

Instagram