Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Ath Thaariq (Yang datang di malam hari) – surah 86 ayat 10 [QS. 86:10]

فَمَا لَہٗ مِنۡ قُوَّۃٍ وَّ لَا نَاصِرٍ
Famaa lahu min quu-watin walaa naashirin;
maka manusia tidak lagi mempunyai suatu kekuatan dan tidak (pula) ada penolong.
―QS. Ath Thaariq [86]: 10

Daftar isi

Then man will have no power or any helper.
― Chapter 86. Surah Ath Thaariq [verse 10]

فَمَا maka tidak

Then not
لَهُۥ baginya

(is) for him
مِن dari

any
قُوَّةٍ kekuatan

power
وَلَا dan tidak

and not
نَاصِرٍ seorang penolong

any helper.

Tafsir Quran

Surah Ath Thaariq
86:10

Tafsir QS. At-Tariq (86) : 10. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat-ayat ini diterangkan bahwa Allah akan membangkitkan manusia kembali pada hari yang ditampakkan segala rahasia, yaitu hari Kiamat.
Ketika itu, tidak seorang pun dapat luput dari apa yang sudah ditentukan sebagai balasan atas perbuatannya, yaitu surga bagi yang beramal saleh dan neraka bagi yang durhaka dan melanggar perintah Allah.

Ketika di akhirat, semua manusia akan memperoleh balasan sesuai dengan perbuatan masing-masing.
Jadi, setiap orang akan memperoleh sebagaimana amal yang telah dilakukan di dunia.

Tidak ada satu kekuatan pun yang dapat mengubahnya dan tidak ada penolong yang dapat membantunya kecuali kekuasaan Allah semata, sebagaimana firman-Nya:

وَلَمْ تَكُنْ لَّهٗ فِئَةٌ يَّنْصُرُوْنَهٗ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ وَمَا كَانَ مُنْتَصِرًا

Dan tidak ada (lagi) baginya segolongan pun yang dapat menolongnya selain Allah;
dan dia pun tidak akan dapat membela dirinya.
(Al-Kahfi [18]: 43)

Tafsir QS. Ath Thaariq (86) : 10. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Pada hari itu, manusia tidak memiliki kekuatan dan penolong yang akan membela dirinya.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Pada hari ketika segala rahasia yang tersembunyi ditampakkan dan yang baik dipisahkan dari yang buruk.
Manusia tidak memiliki kekuatan dan tidak pula seorang penolong yang bisa menghalanginya dari azab Allah.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Maka sekali-kali tidak ada bagi manusia itu) yaitu bagi orang yang tidak mempercayai adanya hari berbangkit


(suatu kekuatan pun) yang dapat melindunginya dari azab


(dan tidak pula seorang penolong pun) yang dapat menolak azab Allah.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala bersumpah dengan menyebut nama langit dan semua bintang yang bersinar terang yang menghiasinya.
Untuk itu, maka disebutkan oleh firman-Nya:


{وَالسَّمَاءِ وَالطَّارِقِ}

Demi langit dan yang datang pada malam hari.
(QS. At-Tariq [86]: 1)


Kemudian dalam firman berikutnya disebutkan:

{وَمَا أَدْرَاكَ مَا الطَّارِقُ}

tahukah kamu apakah yang datang pada malam hari itu?
(QS. At-Tariq [86]: 2)

Lalu ditafsirkan oleh firman Allah subhanahu wa ta’ala:

{النَّجْمُ الثَّاقِبُ}

(yaitu) bintang yang cahayanya menembus.
(QS. At-Tariq [86]: 3)

Qatadah dan lain-Lainnya mengatakan bahwa sesungguhnya bintang dinamakan Ath-Thariq tiada lain karena ia hanya dapat dilihat di malam hari, sedangkan siang hari tidak kelihatan.
Hal ini diperkuat dengan apa yang disebutkan di dalam hadis sahih yang mengatakan:

نَهَى أَنْ يَطْرُقَ الرَّجُلُ أَهْلَهُ طُرُوقًا

Beliau ﷺ melarang seseorang mendatangi keluarganya di malam hari yang sudah larut.

Yakni dia pulang ke rumahnya dengan mengejutkan di malam hari.
Di dalam hadis lain yang mengandung doa telah disebutkan:


"إِلَّا طَارِقًا يَطْرُقُ بِخَيْرٍ يَا رَحْمَنُ"

kecuali orang yang datang di tengah malam dengan membawa kebaikan, ya Tuhan Yang Maha Pemurah.

Mengenai firman Allah subhanahu wa ta’ala:

{الثَّاقِبُ}

yang cahayanya menembus.
(QS. At-Tariq [86]: 3)

Ibnu Abbas mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah yang cahayanya terang.
As-Saddi mengatakan, makna yang dimaksud ialah yang menembus setan-setan apabila dilemparkan kepadanya.
Ikrimah mengatakan, makna yang dimaksud ialah yang cahayanya terang lagi membakar setan-setan.


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

{إِنْ كُلُّ نَفْسٍ لَمَّا عَلَيْهَا حَافِظٌ}

tidak ada suatu jiwa (diri) pun melainkan ada penjaganya.
(QS. At-Tariq [86]: 4)

Yaitu sesungguhnya pada tiap diri terdapat malaikat yang menjaganya ditugaskan oleh Allah subhanahu wa ta’ala agar melindunginya dari berbagai bencana dan penyakit.
Semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:

لَهُ مُعَقِّباتٌ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ

Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah.
(QS. Ar-Ra’d [13]: 11)

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

{فَلْيَنْظُرِ الإنْسَانُ مِمَّ خُلِقَ}

Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan?
(QS. At-Tariq [86]: 5)

Ini mengingatkan manusia akan betapa lemahnya asal kejadiannya, sekaligus membimbingnya untuk mengakui adanya hari kemudian.
yaitu hari berbangkit.
Karena sesungguhnya Tuhan yang mampu menciptakannya dari semula mampu pula untuk mengembalikannya seperti keadaan semula, bahkan lebih mudah.
Sebagaimana yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman Allah subhanahu wa ta’ala:

وَهُوَ الَّذِي يَبْدَؤُا الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُ وَهُوَ أَهْوَنُ عَلَيْهِ

Dan Dialah Yang Menciptakan (manusia) dari permulaan, kemudian mengembalikan (menghidupkan)nya kembali, dan menghidupkan kembali itu adalah lebih mudah bagi-Nya.
(QS. Ar-Rum [30]: 27)

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

{خُلِقَ مِنْ مَاءٍ دَافِقٍ}

Dia diciptakan dari air yang terpancar.
(QS. At-Tariq [86]: 6)

Yaitu air mani yang dipancarkan oleh laki-laki dan bertemu dengan indung telur wanita, maka terjadilah anak dari percampuran keduanya dengan seizin Allah subhanahu wa ta’ala Karena itulah maka disebutkan dalam firman berikut-nya:

{يَخْرُجُ مِنْ بَيْنِ الصُّلْبِ وَالتَّرَائِبِ}

yang keluar dari antara tulang sulbi dan tulang dada.
(QS. At-Tariq [86]: 7)

Yakni dari sulbi laki-laki dan dari tulang dada wanita.


Syabib ibnu Bisyr telah meriwayatkan dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:
yang keluar dari antara tulang sulbi dan tulang dada.
(QS. At-Tariq [86]: 7)
Yaitu sulbi laki-laki dan tara-ibul mar-ah (tulang dada wanita) yang warna air maninya kuning lagi agak encer, kejadian anak dari air mani keduanya.
Hal yang sama telah dikatakan oleh Sa’id ibnu Jubair, Ikrimah, Qatadah, As-Saddi, dan lain-lainnya.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Sa’id Al-Asyaj, telah menceritakan kepada kami Abu Usamah, dari Mis’ar, bahwa ia pernah mendengar Al-Hakam menceritakan pendapat Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:
yang keluar dari antara tulang sulbi dan tulang dada.
(QS. At-Tariq [86]: 7)
Lalu Ibnu Abbas mengatakan,
"Inilah tara-ib,"
seraya meletakkan tangannya ke dadanya.
Ad-Dahhak dan Atiyyah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa taribatul mar-ah artinya tempat kalung (liontin)nya.
Hal yang sama dikatakan oleh Ikrimah dan Sa’id ibnu Jubair.

Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa tara-ib artinya di antara susunya.
Diriwayatkan dari Mujahid bahwa tara-ib ialah antara’kedua pundak sampai dada.
Diriwayatkan pula dari Mujahid bahwa tara-ib berada di bawah kerongkongan.
Diriwayatkan dari Ad-Dahhak bahwa tara-ib terletak di antara kedua susu, kedua kaki, dan kedua mata.

Al-Lais ibnu Sa’d telah meriwayatkan dari Ma’mar ibnu Abu Habibah Al-Madani, bahwa Al-Lais telah mendapat berita darinya sehubungan dengan makna firman-Nya:
yang keluar dari antara tulang sulbi dan tulang dada.
(QS. At-Tariq [86]: 7)

Bahwa yang dimaksud ialah tetesan hati, dari sanalah asal mula terjadinya anak.
Diriwayatkan pula dari Qatadah sehubungan dengan makna firman-Nya:
yang keluar dari antara tulang sulbi dan tulang dada.
(QS. At-Tariq [86]: 7)
Yakni di antara tulang sulbi dan bagian bawah kerongkongannya.


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

{إِنَّهُ عَلَى رَجْعِهِ لَقَادِرٌ}

Sesungguhnya Allah benar-benar kuasa untuk mengembalikannya (hidup sesudah matinya).
(QS. At-Tariq [86]: 8)

Sehubungan dengan makna ayat ini ada dua pendapat.

Pertama, mengatakan bahwa Allah berkuasa mengembalikan air mani yang telah terpancarkan ini ke tempat asalnya keluar.
Hal ini dikatakan oleh Mujahid, Ikrimah, dan selain keduanya.

Pendapat yang kedua mengatakan, sesungguhnya Allah berkuasa menghidupkan kembali manusia yang diciptakan dari air mani ini sesudah matinya, lalu dibangkitkan untuk menuju negeri akhirat.
Karena sesungguhnya Tuhan yang menciptakan dari semula mampu mengembalikan (menghidupkan) ciptaan-Nya seperti semula.
Allah subhanahu wa ta’ala telah menyebutkan dalil yang menunjukkan hal ini di dalam Alquran di berbagai tempat.
Pendapat ini dikatakan oleh Ad-Dahhak dan dipilih oleh Ibnu Jarir.
Karena itulah maka disebutkan dalam firman berikutnya:

{يَوْمَ تُبْلَى السَّرَائِرُ}

Pada hari ditampakkan segala rahasia.
(QS. At-Tariq [86]: 9)

Pada hari kiamat semua rahasia ditampakkan sehingga menjadi jelas dan terang, dan tiada lagi rahasia karena semuanya menjadi tampak kelihatan dan semua yang tadinya tersembunyi di hari itu menjadi kelihatan.


Di dalam kitab Sahihain disebutkan melalui Ibnu Ulnar, bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:


"يُرْفَعُ لِكُلِّ غَادِرٍ لِوَاءٌ عِنْدَ اسْتِهِ يُقَالُ:
هَذِهِ غَدْرَةُ فُلَانِ بْنِ فُلَانٍ"

Bagi tiap orang yang khianat dinaikkan (dipasang) bendera pada pantatnya, lalu dikatakan bahwa ini adalah pengkhianatan si Fulan bin Fulan.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

{فَمَا لَهُ}

maka sekali-kali tidak ada bagi manusia itu.
(QS. At-Tariq [86]: 10)


Yakni bagi manusia kelak di hari kiamat.

{مِنْ قُوَّةٍ}

satu kekuatan pun.
(QS. At-Tariq [86]: 10)


Maksudnya, kekuatan dalam dirinya.

{وَلا نَاصِرٍ}

dan tidak (pula) seorang penolong.
(QS. At-Tariq [86]: 10)

Yaitu dari luar dirinya.
Dengan kata lain, tiada seorang pun yang dapat menyelamatkan dirinya dari azab Allah dan tiada pula seorang pun yang dapat menolong orang lain dari azab Allah.

Unsur Pokok Surah Ath Thaariq (الطارق)

Surat Ath Thaariq terdiri atas 17 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Balad.

Dinamai "Ath Thaariq " (yang datang di malam hari) diambil dari perkataan "Ath Thaariq" yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Keimanan:

▪ Tiap-tiap jiwa selalu dipelihara dan diawasi Allah.
▪ Merenungkan asal kejadian diri sendiri yaitu dari air mani, akan menghilangkan sifat sombong dan takabur.
▪ Allah kuasa menghidupkan manusia kembali pada hari kiamat, pada waktu itu tidak ada kekuatan yang dapat menolong selain Allah.
▪ Alquran adalah pemisah antara yang hak dan yang batil.

Ayat-ayat dalam Surah Ath Thaariq (17 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17

Lihat surah lainnya

Audio Murottal

QS. Ath-Thaariq (86) : 1-17 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 17 + Terjemahan Indonesia



QS. Ath-Thaariq (86) : 1-17 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 17

Gambar Kutipan Ayat

Surah Ath Thaariq ayat 10 - Gambar 1 Surah Ath Thaariq ayat 10 - Gambar 2
Statistik QS. 86:10
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah Ath Thaariq.

Surah At-Tariq (bahasa Arab:الطّارق) adalah surah ke 86 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makiyah yang terdiri atas 17 ayat.
Dinamakan At-Tariq yang berarti Yang datang di malam hari diambil dari perkataan Ath Thaariq yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Nomor Surah 86
Nama Surah Ath Thaariq
Arab الطارق
Arti Yang datang di malam hari
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 36
Juz Juz 30
Jumlah ruku’ 1 ruku’
Jumlah ayat 17
Jumlah kata 61
Jumlah huruf 254
Surah sebelumnya Surah Al-Buruj
Surah selanjutnya Surah Al-A’la
Sending
User Review
4.6 (12 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

86:10, 86 10, 86-10, Surah Ath Thaariq 10, Tafsir surat AthThaariq 10, Quran At Tariq 10, At-Tariq 10, Surah At Tariq ayat 10

Video Surah

86:10


Load More

Kandungan Surah Ath Thaariq

۞ QS. 86:4 • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 86:8 • Kekuasaan Allah • Al Qaadir (Maha Kuasa) • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Manusia dibangkitkan dari kubur •

۞ QS. 86:9 • Kedahsyatan hari kiamat • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 86:10 • Kedahsyatan hari kiamat • Sifat hari penghitungan • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 86:13 • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 86:14 • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 86:15 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 86:16 • Balasan dari perbuatannya • Maksiat dan dosa

۞ QS. 86:17 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

Ayat Pilihan

Orang yang lampaui batas & lebih utamakan kehidupan dunia, maka sungguh nerakalah tempat tinggalnya. Dan yang takut kepada kebesaran Tuhannya & menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggalnya
QS. An-Nazi’at [79]: 37-41

Segala puji bagi Allah Yang telah menciptakan langit & bumi & mengadakan gelap & terang,
namun orang-orang yang kafir mempersekutukan (sesuatu) dengan Tuhan mereka.
QS. Al-An’am [6]: 1

Hai orang-orang mukmin,
jika kamu menolong (agama) Allah,
niscaya Dia akan menolongmu & meneguhkan kedudukanmu.
QS. Muhammad [47]: 7

Dia jadikan bumi sebagai hamparan bagimu & langit sebagai atap,
Dia turunkan hujan dari langit, lalu hasilkan dengan hujan itu segala buah sebagai rezeki untukmu, karena itu jangan kamu adakan sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.
QS. Al-Baqarah [2]: 22

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Jasa khalifah Umar bin Khatab yang sampai saat ini masih dipergunakan, yaitu ...

Correct! Wrong!

Berikut adalah contoh bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala Maha Mendahulukan.

Correct! Wrong!

Yang termasuk mustahiq (orang berhak menerima zakat) berikut yaitu ...

Correct! Wrong!

+

Array

Zakat menurut bahasa زكة , yang bermakna ...

Correct! Wrong!

Setelah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam wafat maka diganti oleh sahabat sebagai pemimpin ummat disebut ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Kekhalifahan Rasyidin adalah kekhalifahan yang berdiri setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW pada tahun 632 M, atau tahun 11 H. Kekhalifahan ini terdiri atas empat khalifah pertama dalam sejarah Islam, yang disebut sebagai Khulafaur Rasyidin.

Pendidikan Agama Islam #20
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #20 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #20 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #12

Masyarakat Mekkah pada awal nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdakwah waktu itu sedang dilanda berbagai krisis, dan yang paling menonjol adalah krisis … Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam lahir pada bulan … Nama isteri Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam selepas Khadijah ialah … Nama anak lelaki Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … … Nama Ibu susuan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … …

Kuis Agama Islam #31

Umat Islam yang mengajarkan ilmunya dengan ikhlas akan memperoleh pahala amal jariyah. Amal jariyah artinya …Ilmu yang bermanfaat adalah …Menyampaikan ajaran Alquran dan sunnah Nabi Muhammad kepada orang lain yang belum mengetahui disebut dengan …Berikut ulama yang berasal dari Indonesia adalah …Sesuatu yang dipercaya dan diyakini kebenaranya oleh hati nurani manusia dinamakan …

Pendidikan Agama Islam #2

Salah satu Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al ‘Adl, yang berarti bahwa Allah … Allah memiliki sifat Yang Maha Mengumpulkan, yang artinya … Sifat adil Allah berlaku untuk … Salah satu Asmaul Husna adalah Al Akhir, yang berarti … Keberadaan Asmaul Husna, dijelaskan dalam Alquran surah …

Kamus Istilah Islam

barzanji

Apa itu barzanji? bar.zan.ji bacaan puji-pujian yang berisi riwayat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. … •

istianah

Apa itu istianah? is.ti.a.nah permohonan pertolongan kepada Allah; upaya mencapai kebahagiaan selain bekerja keras adalah istianah … •

Muhammad Ali Ash Shabuni

Siapa itu Muhammad Ali Ash Shabuni? Prof. DR. Muhammad Ali ash-Shabuni (محمد علي الصابوني‎, lahir di Aleppo, Suriah, 1 Januari 1930; adalah seorang mufassir dan ulama yang berasal dari Suriah, dan merupakah salah seorang Guru Besar ilmu tafsir di Umm Al-Qura University, Makkah, Saudi Arabia. … • Muhammad Ali As Sabbuni, Muhammad Ali As Shobuni