Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. At Tin (Buah Tin) – surah 95 ayat 6 [QS. 95:6]

اِلَّا الَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡا وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ فَلَہُمۡ اَجۡرٌ غَیۡرُ مَمۡنُوۡنٍ ؕ
Ilaal-ladziina aamanuu wa’amiluush-shaalihaati falahum ajrun ghairu mamnuun(in);
kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan;
maka mereka akan mendapat pahala yang tidak ada putus-putusnya.
―QS. At Tin [95]: 6

Daftar isi

Except for those who believe and do righteous deeds, for they will have a reward uninterrupted.
― Chapter 95. Surah At Tin [verse 6]

إِلَّا kecuali

Except
ٱلَّذِينَ orang-orang yang

those who
ءَامَنُوا۟ beriman

believe
وَعَمِلُوا۟ dan mereka berbuat/beramal

and do
ٱلصَّٰلِحَٰتِ kebajikan/saleh

righteous deeds,
فَلَهُمْ maka bagi mereka

then for them
أَجْرٌ pahala

(is a) reward
غَيْرُ bukan/tidak

never
مَمْنُونٍ terputus

ending.

Tafsir Quran

Surah At Tin
95:6

Tafsir QS. At-Tin (95) : 6. Oleh Kementrian Agama RI

Yang terhindar dari kehinaan itu adalah orang-orang yang beriman dan berbuat baik.
Dengan demikian, tolok ukur kemuliaan adalah iman dan perbuatan baik itu.

Hal itu karena iman berarti mengakui adanya Allah dan nilai-nilai yang diajarkan-Nya.
Pengakuan itu akan menjadi jalan hidup atau akidahnya, dan karena telah menjadi akidahnya, maka nilai-nilai itu akan dilaksanakannya dengan sepenuh hatinya.

Karena nilai-nilai yang diajarkan Allah seluruhnya baik, maka manusia yang melaksanakannya akan menjadi manusia baik pula.
Semakin tinggi akidah seseorang semakin baik perbuatannya, sehingga ia akan menjadi manusia terbaik dan termulia.

Manusia yang memiliki sikap hidup yang didasarkan atas iman dan perbuatan baik itu akan memperoleh balasan dari Allah tanpa putus-putusnya.
Iman dan perbuatan baiknya itu akan berbuah di dunia, berupa kesentosaan hidup baginya dan bagi masyarakatnya, dan kebahagiaan hidup di akhirat di dalam surga.

Tafsir QS. At Tin (95) : 6. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Tetapi, orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh akan memperoleh pahala yang tak terputus-putus.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Allah bersumpah demi buah tin dan buah zaitun, keduanya adalah di antara buah-buahan yang terkenal.
Allah pun bersumpah demi bukit Thursina (Sinai), di mana Dia bercakap-cakap dengan Musa secara langsung.


Dia bersumpah dengan kota yang aman dari ketakutan ini, yaitu Makkah sebagai tempat turunnya wahyu.
Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya, kemudian Kami akan memasukkannya ke neraka jika tidak ia mentaati Allah dan mengikuti para rasul.


Tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, mereka mendapatkan pahala besar yang tidak ada putus-putusnya dan tidak dikurangi.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Kecuali) melainkan


(orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya) atau pahala yang tak pernah terputus.
Di dalam sebuah hadis telah disebutkan, bahwa apabila orang mukmin mencapai usia tua hingga ia tidak mampu lagi untuk mengerjakan amal kebaikan, maka dituliskan baginya pahala amal kebaikan yang biasa ia kerjakan di masa mudanya dahulu.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

(1-8)

Ulama tafsir berbeda pendapat sehubungan dengan tafsir surat ini, ada beberapa pendapat yang cukup banyak di kalangan mereka mengenainya.
Menurut suatu pendapat, yang dimaksud dengan tin adalah sebuah masjid di kota Dimasyq.
Menurut pendapat yang lainnya adalah buah tin.
Dan menurut pendapat yang lainnya lagi adalah nama sebuah gunung penuh dengan buah tin.

Al-Qurtubi mengatakan bahwa tin adalah nama masjid As-habul Kahfi.
Dan telah diriwayatkan dari Ibnu Abbas oleh Al-Aufi, bahwa tin di sini adalah masjid Nabi Nuh yang ada di puncak Bukit Al-Judi.
Mujahid mengatakan bahwa makna yang dimaksud adalah pohon tin kalian ini.

Sedangkan mengenai zaitun —menurut Ka’bul Ahbar, Qatadah, Ibnu Zaid, dan yang lainnya— hal ini adalah nama sebuah masjid yang terletak di kota Yerussalem (Baitul Maqdis).
Mujahid dan Ikrimah mengatakan bahwa makna yang dimaksud adalah buah zaitun yang kalian peras ini.

dan demi Bukit Sinai.
(QS. At-Tin [95]: 2)

Ka’bul Ahbar dan yang lainnya yang bukan hanya seorang mengatakan bahwa ini adalah nama bukit yang di tempat itu Allah berbicara langsung kepadaMusa’alaihis salam

dan demi kota (Mekah) ini yang aman.
(QS. At-Tin [95]: 3)

Makna yang dimaksud adalah kota Mekah, menurut Ibnu Abbas, Mujahid, Ikrimah, Al-Hasan, Ibrahim An-Nakha’i, Ibnu Zaid, dan Ka’bul Ahbar;
tiada perbedaan pendapat di kalangan mereka dalam hal ini.

Sebagian para imam mengatakan bahwa ketiganya merupakan nama tiga tempat yang pada masing-masingnya Allah telah mengutus seorang nabi dari kalangan Ulul ‘Azmi para pemilik syariatsyariat yang besar.

Yang pertama ialah tempat yang dipenuhi dengan tin dan zaitun, yaitu Baitul Maqdis, Allah telah mengutus Isa putra Maryam padanya.
Yang kedua adalah Tur Sinai, yakni nama bukit yang padanya Allah berbicara langsung kepada Musa ibnu Imran.
Dan yang ketiga ialah Mekah alias kota yang aman;
yang barang siapa memasukinya, pasti dia dalam keadaan aman;
di tempat inilah Allah subhanahu wa ta’ala mengutus Nabi Muhammad ﷺ

Mereka mengatakan bahwa pada akhir kitab Taurat nama ketiga tempat ini disebutkan,
"Allah datang dari Bukit Sinai —yakni tempat yang padanya Allah berbicara langsung kepada Musa ‘alaihis salam ibnu Imran—.
Dan muncul di Sa’ir, nama sebuah bukit di Baitul Maqdis, yang padanya Allah mengutus Isa.
Dan tampak di bukit-bukit Faran, yakni bukit-bukit Mekah yang darinya Allah subhanahu wa ta’ala mengutus Nabi Muhammad ﷺ

Maka Allah subhanahu wa ta’ala menyebutkan nama-nama ketiga tempat itu seraya memberitakan tentang mereka yang diutus-Nya secara tertib dan menurut urutan zamannya.
Untuk itulah hal ini berarti Allah bersumpah dengan menyebut yang mulia, lalu yang lebih mulia darinya, kemudian yang lebih mulia dari keseluruhannya.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.
(QS. At-Tin [95]: 4)

Dan inilah subjek sumpahnya, yaitu bahwa Allah subhanahu wa ta’ala telah menciptakan manusia dalam bentuk yang paling baik dan rupa yang paling sempurna, tegak jalannya dan sempurna, lagi baik semua anggota tubuhnya.

Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya.
(QS. At-Tin [95]: 5)

Yakni neraka, menurut Mujahid, Abul Aliyah, Al-Hasan, Ibnu Zaid, dan lain-lainnya.
Yakni kemudian sesudah penciptaan yang paling baik lagi paling indah itu, tempat kembali mereka adalah ke neraka, jika mereka tidak taat kepada Allah dan tidak mengikuti rasulrasul-Nya.
Untuk itulah maka disebutkan dalam firman berikutnya:

kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh.
(QS. At-Tin [95]: 6)

Sebagian ulama ada yang mengatakan sehubungan dengan firman-Nya:
Kemudian Kami kembalikan dia ke tempatyang serendah-rendahnya.
(QS. At-Tin [95]: 5)

Yaitu kepada usia yang paling hina.
Hal ini telah diriwayatkan dari Ibnu Abbas, dan Ikrimah, sehingga Ikrimah mengatakan bahwa barang siapa yang hafal Alquran seluruhnya, maka ia tidak akan memasuki usia yang paling hina.
Pendapat ini dipilih oleh Ibnu Jarir.

Seandainya hal itulah yang dimaksud oleh makna ayat, niscaya tidaklah menjadi indah pujian bagi kaum mukmin, mengingat sebagian dari mereka adalah yang mengalami usia pikun.
Dan sesungguhnya makna yang dimaksud hanyalah sebagaimana yang telah kami sebutkan di atas, yakni ke neraka, bukan ke usia yang paling hina alias pikun.
Dan ayat ini semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Demi masa.
Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, (QS. Al-‘Asr [103]: 1-3)

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya.
(QS. At-Tin [95]: 6)

Yakni tiada habis-habisnya, sebagaimana yang sering diterangkan sebelumnya.
Kemudian disebutkan dalam firman berikutnya:

Maka apakah yang menyebabkan kamu mendustakan.
(QS. At-Tin [95]: 7)


hai anak Adam.

(hari) pembalasan sesudah (adanya keterangan-keterangan) itu?
(QS. At-Tin [95]: 7)

Maksudnya, pembalasan di hari kemudian.
Sesungguhnya kamu telah mengetahui permulaan kejadianmu dan telah mengetahui bahwa Tuhan yang mampu menciptakan dari semula berkuasa pula untuk mengembalikannya jadi hidup, bahkan itu lebih mudah bagi-Nya.
Maka apakah yang mendorongmu mendustakan adanya hari pembalasan, padahal engkau telah mengetahui hal tersebut?

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ahmad Ibnu Sinan, telah menceritakan kepada kami Abdur Rahman, dari Sufyan, dari Mansur yang mengatakan bahwa aku pernah bertanya kepada Mujahid mengenai makna firman-Nya:
Maka apakah yang menyebabkan kamu mendustakan (hari) pembalasan sesudah (adanya keterangan-keterangan) itu?
(QS. At-Tin [95]: 7)

Apakah yang dimaksud adalah Nabi ﷺ?
Maka Mujahid menjawab,
"Ma’azallah, makna yang dimaksud adalah manusia."
Hal yang sama telah dikatakan oleh Ikrimah dan lain-lainnya.


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya?
(QS. At-Tin [95]: 8)

Yakni bukankah Dia Hakim yang paling adil, yang tidak melampaui batas dan tidak aniaya terhadap seseorang pun.
Dan termasuk dari sifat adil-Nya ialah Dia mengadakan hari kiamat, lalu orang yang dianiaya di dunia dapat membalas kepada orang yang pernah berbuat aniaya kepadanya di hari itu.
Dalam pembahasan yang lalu telah kami terangkan melalui hadis Abu Hurairah secara marfu’:

Apabila seseorang di antara kamu membaca Wat Tini Waz Zaituni (surat At-Tin), lalu sampai pada ayat terakhirnya, yaitu firman Allah subhanahu wa ta’ala,
"Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya,
"
maka hendaklah ia mengucapkan,
"Benar, dan aku termasuk orang-orang yang menjadi saksi atas hal tersebut."

Demikianlah akhir tafsir surat At-Tin, dan segala puji bagi Allah atas limpahan karunia-Nya.

Unsur Pokok Surah At Tin (التينِ)

Surat ini terdiri atas 8 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Buruuj.

Nama At Tiin diambil dari kata "At Tiin" yang terdapat pada ayat pertama surat ini yang artinya buah tin.

Keimanan:

▪ Manusia makhluk yang terbaik rohaniah dan jasmaniah, tetapi mereka akan dijadikan orang yang amat rendah jika tidak beriman dan beramal saleh.
▪ Allah adalah Hakim Yang Maha Adil.

Ayat-ayat dalam Surah At Tin (8 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8

Lihat surah lainnya

Audio Murottal

QS. At-Tin (95) : 1-8 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 8 + Terjemahan Indonesia



QS. At-Tin (95) : 1-8 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 8

Gambar Kutipan Ayat

Surah At Tin ayat 6 - Gambar 1 Surah At Tin ayat 6 - Gambar 2
Statistik QS. 95:6
  • Rating RisalahMuslim
4.5

Ayat ini terdapat dalam surah At Tin.

Surah At-Tin (Arab: التِّينِ , “Tin”) adalah surah ke-95 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 8 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan setelah surah Al-Buruj.
Nama At-Tin diambil dari kata At-Tin yang terdapat pada ayat pertama surah ini yang artinya buah Tin.

Nomor Surah 95
Nama Surah At Tin
Arab التينِ
Arti Buah Tin
Nama lain Al-Zaitun, Wa Al-Tin wa al-Zaitun
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 28
Juz Juz 30
Jumlah ruku’ 1 ruku’
Jumlah ayat 8
Jumlah kata 34
Jumlah huruf 162
Surah sebelumnya Surah Al-Insyirah
Surah selanjutnya Surah Al-‘Alaq
Sending
User Review
4.9 (21 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

95:6, 95 6, 95-6, Surah At Tin 6, Tafsir surat AtTin 6, Quran At-Tin 6, Surah At Tin ayat 6

Video Surah

95:6


More Videos

Ayat Pilihan

Dan perumpamaan orang yang belanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah & untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat,
maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat
QS. Al-Baqarah [2]: 265

يُعَذِّبُ مَنْ يَّشَاۤءُ وَيَرْحَمُ مَنْ يَّشَاۤءُۚ وَاِلَيْهِ تُقْلَبُوْنَ

Dia (Allah) mengazab siapa yang Dia kehendaki dan memberi rahmat kepada siapa yang Dia kehendaki, dan hanya kepada-Nya kamu akan dikembalikan.
QS. Al-‘Ankabut [29]: 21

Tidakkah kau lihat bahwa Allah turunkan hujan dari langit lalu Kami hasilkan dengan hujan itu buah-buahan yang beraneka macam jenisnya.
Dan di antara gunung ada garis-garis putih & merah yang beraneka macam warnanya & ada yang hitam pekat
QS. Fatir [35]: 27

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Surah Al-Insyirah turun sesudah surah ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Surah Al-Insyirah adalah surah ke-94 dalam al-Qur'an. Surah ini terdiri atas 8 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah serta diturunkan sesudah surah Ad-Duha.

Surah Al-Insyirah terdiri dari ... ayat.

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Surah Al-Insyirah adalah surah ke-94 dalam al-Qur'an. Surah ini terdiri atas 8 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah serta diturunkan sesudah surah Ad-Duha.

Surah Al-Insyirah diawali dengan lafal ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ

a lam nasyraḥ laka ṣadrak

'Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?'
--QS. Al-Insyirah [94] : 1

+

Array

وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ

Ayat diatas terdapat dalam Alquran surah Al-Insyirah ayat ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
وَوَضَعْنَا عَنكَ وِزْرَكَ

wa wada'na 'angka wizrak

''dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu,''
--QS. Al-Insyirah [94] : 2

أَلَمْ dalam surah Al-Insyirah berarti ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ

a lam nasyrah laka sadrak

''Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?''
--QS. Al-Insyirah [94] : 1

Pendidikan Agama Islam #25
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #25 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #25 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #14

Ketika Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam masih remaja, baginda telah bekerja mengambil upah sebagai pengembala binatang ternak. Apakah binatang tersebut? … Dalam Islam, teladan yang baik disebut juga dengan istilah … Dalam Islam, pengendalian diri atau kontrol terhadap diri, disebut juga dengan … Pengertian Mujahadah An-Nafs adalah … Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa berjihad (berjuang) yang paling utama adalah melawan …

Pendidikan Agama Islam #3

Pembatasan aurat wanita adalah … Berikut ini yang bukan termasuk orang-orang pertama yang menyambut ajakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah … Dalam Islam, pakaian harus … Sebelum berpakaian, kita harus … Bagian tubuh yang tidak ditampakkan sesuai dengan ajaran Islam disebut …

Pendidikan Agama Islam #30

Yang diajarkan oleh Rasulullah adalah jika kita melihat kemungkaran untuk mencegahnya pertama kali dengan … بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً Arti dari hadist diatas adalah …Di bawah ini adalah cara untuk menjadikan semangat mengamalkan ilmu dalam kehidupan kecuali …كادَ الفَقْرُ أنْ يَكُوْنَ كُفْرًا Arti dari kalimat di atas adalah …Siapakah ilmuan muslim yang pertama menjadi penemu Al-Jabar?

Kamus Istilah Islam

madrasah

Apa itu madrasah? mad.ra.sah sekolah atau perguruan … •

muhadarah

Apa itu muhadarah? mu.ha.da.rah pencurahan pikiran dan perasaan agar selalu ingat kepada Allah; kuliah … •

Ibnu al-Jauzi

Siapa itu Ibnu al-Jauzi? Ibnul Jauzi atau Abu al-Faraj ibn al-Jauzi adalah seorang ahli fikih, sejarawan, ahli tata bahasa, ahli tafsir, pendakwah, dan syaikh yang merupakan tokoh penting dalam berdi...