Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. At Tin (Buah Tin) - surah 95 ayat 4 [QS. 95:4]

لَقَدۡ خَلَقۡنَا الۡاِنۡسَانَ فِیۡۤ اَحۡسَنِ تَقۡوِیۡمٍ ۫
Laqad khalaqnaa-insaana fii ahsani taqwiim(in);
Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya,
―QS. At Tin [95]: 4

Daftar isi

We have certainly created man in the best of stature;
― Chapter 95. Surah At Tin [verse 4]

لَقَدْ sesungguhnya

Indeed,
خَلَقْنَا Kami telah menciptakan

We created
ٱلْإِنسَٰنَ manusia

man
فِىٓ dalam

in
أَحْسَنِ sebaik-baik

(the) best
تَقْوِيمٍ bentuk

mould.

Tafsir Quran

Surah At Tin
95:4

Tafsir QS. At-Tin (95) : 4. Oleh Kementrian Agama RI

Setelah bersumpah dengan buah-buahan yang bermanfaat atau tempat-tempat yang mulia itu, Allah menegaskan bahwa Dia telah menciptakan manusia dengan kondisi fisik dan psikis terbaik.
Dari segi fisik, misalnya, hanya manusia yang berdiri tegak sehingga otaknya bebas berpikir, yang menghasilkan ilmu, dan tangannya juga bebas bergerak untuk merealisasikan ilmunya itu, sehingga melahirkan teknologi.

Bentuk manusia adalah yang paling indah dari semua makhluk-Nya.
Dari segi psikis, hanya manusia yang memiliki pikiran dan perasaan yang sempurna.

Dan lebih-lebih lagi, hanya manusia yang beragama.
Banyak lagi keistimewaan manusia dari segi fisik dan psikis itu yang tidak mungkin diuraikan di sini.

Penegasan Allah bahwa Dia telah menciptakan manusia dengan kondisi fisik dan psikis terbaik itu mengandung arti bahwa fisik dan psikis manusia itu perlu dipelihara dan ditumbuhkembangkan.
Fisik manusia dipelihara dan ditumbuhkembangkan dengan memberinya gizi yang cukup dan menjaga kesehatannya.

Dan psikis manusia dipelihara dan ditumbuhkembangkan dengan memberinya agama dan pendidikan yang baik.
Bila fisik dan psikis manusia dipelihara dan ditumbuhkembangkan, maka manusia akan dapat memberikan kemanfaatan yang besar kepada alam ini.

Dengan demikianlah ia akan menjadi makhluk termulia.

Tafsir QS. At Tin (95) : 4. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Sungguh Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk dan sifat yang sebaik-baiknya.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Allah bersumpah demi buah tin dan buah zaitun, keduanya adalah di antara buah-buahan yang terkenal.
Allah pun bersumpah demi bukit Thursina (Sinai), di mana Dia bercakap-cakap dengan Musa secara langsung.


Dia bersumpah dengan kota yang aman dari ketakutan ini, yaitu Makkah sebagai tempat turunnya wahyu.
Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya, kemudian Kami akan memasukkannya ke neraka jika tidak ia mentaati Allah dan mengikuti para rasul.


Tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, mereka mendapatkan pahala besar yang tidak ada putus-putusnya dan tidak dikurangi.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia) artinya semua manusia


(dalam bentuk yang sebaik-baiknya) artinya baik bentuk atau pun penampilannya amatlah baik.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

(1-8)

Ulama tafsir berbeda pendapat sehubungan dengan tafsir surat ini, ada beberapa pendapat yang cukup banyak di kalangan mereka mengenainya.
Menurut suatu pendapat, yang dimaksud dengan tin adalah sebuah masjid di kota Dimasyq.
Menurut pendapat yang lainnya adalah buah tin.
Dan menurut pendapat yang lainnya lagi adalah nama sebuah gunung penuh dengan buah tin.

Al-Qurtubi mengatakan bahwa tin adalah nama masjid As-habul Kahfi.
Dan telah diriwayatkan dari Ibnu Abbas oleh Al-Aufi, bahwa tin di sini adalah masjid Nabi Nuh yang ada di puncak Bukit Al-Judi.
Mujahid mengatakan bahwa makna yang dimaksud adalah pohon tin kalian ini.

Sedangkan mengenai zaitun —menurut Ka’bul Ahbar, Qatadah, Ibnu Zaid, dan yang lainnya— hal ini adalah nama sebuah masjid yang terletak di kota Yerussalem (Baitul Maqdis).
Mujahid dan Ikrimah mengatakan bahwa makna yang dimaksud adalah buah zaitun yang kalian peras ini.

dan demi Bukit Sinai.
(QS. At-Tin [95]: 2)

Ka’bul Ahbar dan yang lainnya yang bukan hanya seorang mengatakan bahwa ini adalah nama bukit yang di tempat itu Allah berbicara langsung kepadaMusa’alaihis salam

dan demi kota (Mekah) ini yang aman.
(QS. At-Tin [95]: 3)

Makna yang dimaksud adalah kota Mekah, menurut Ibnu Abbas, Mujahid, Ikrimah, Al-Hasan, Ibrahim An-Nakha’i, Ibnu Zaid, dan Ka’bul Ahbar;
tiada perbedaan pendapat di kalangan mereka dalam hal ini.

Sebagian para imam mengatakan bahwa ketiganya merupakan nama tiga tempat yang pada masing-masingnya Allah telah mengutus seorang nabi dari kalangan Ulul ‘Azmi para pemilik syariatsyariat yang besar.

Yang pertama ialah tempat yang dipenuhi dengan tin dan zaitun, yaitu Baitul Maqdis, Allah telah mengutus Isa putra Maryam padanya.
Yang kedua adalah Tur Sinai, yakni nama bukit yang padanya Allah berbicara langsung kepada Musa ibnu Imran.
Dan yang ketiga ialah Mekah alias kota yang aman;
yang barang siapa memasukinya, pasti dia dalam keadaan aman;
di tempat inilah Allah subhanahu wa ta’ala mengutus Nabi Muhammad ﷺ

Mereka mengatakan bahwa pada akhir kitab Taurat nama ketiga tempat ini disebutkan,
"Allah datang dari Bukit Sinai —yakni tempat yang padanya Allah berbicara langsung kepada Musa ‘alaihis salam ibnu Imran—.
Dan muncul di Sa’ir, nama sebuah bukit di Baitul Maqdis, yang padanya Allah mengutus Isa.
Dan tampak di bukit-bukit Faran, yakni bukit-bukit Mekah yang darinya Allah subhanahu wa ta’ala mengutus Nabi Muhammad ﷺ

Maka Allah subhanahu wa ta’ala menyebutkan nama-nama ketiga tempat itu seraya memberitakan tentang mereka yang diutus-Nya secara tertib dan menurut urutan zamannya.
Untuk itulah hal ini berarti Allah bersumpah dengan menyebut yang mulia, lalu yang lebih mulia darinya, kemudian yang lebih mulia dari keseluruhannya.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.
(QS. At-Tin [95]: 4)

Dan inilah subjek sumpahnya, yaitu bahwa Allah subhanahu wa ta’ala telah menciptakan manusia dalam bentuk yang paling baik dan rupa yang paling sempurna, tegak jalannya dan sempurna, lagi baik semua anggota tubuhnya.

Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya.
(QS. At-Tin [95]: 5)

Yakni neraka, menurut Mujahid, Abul Aliyah, Al-Hasan, Ibnu Zaid, dan lain-lainnya.
Yakni kemudian sesudah penciptaan yang paling baik lagi paling indah itu, tempat kembali mereka adalah ke neraka, jika mereka tidak taat kepada Allah dan tidak mengikuti rasulrasul-Nya.
Untuk itulah maka disebutkan dalam firman berikutnya:

kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh.
(QS. At-Tin [95]: 6)

Sebagian ulama ada yang mengatakan sehubungan dengan firman-Nya:
Kemudian Kami kembalikan dia ke tempatyang serendah-rendahnya.
(QS. At-Tin [95]: 5)

Yaitu kepada usia yang paling hina.
Hal ini telah diriwayatkan dari Ibnu Abbas, dan Ikrimah, sehingga Ikrimah mengatakan bahwa barang siapa yang hafal Alquran seluruhnya, maka ia tidak akan memasuki usia yang paling hina.
Pendapat ini dipilih oleh Ibnu Jarir.

Seandainya hal itulah yang dimaksud oleh makna ayat, niscaya tidaklah menjadi indah pujian bagi kaum mukmin, mengingat sebagian dari mereka adalah yang mengalami usia pikun.
Dan sesungguhnya makna yang dimaksud hanyalah sebagaimana yang telah kami sebutkan di atas, yakni ke neraka, bukan ke usia yang paling hina alias pikun.
Dan ayat ini semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Demi masa.
Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, (QS. Al-‘Asr [103]: 1-3)

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya.
(QS. At-Tin [95]: 6)

Yakni tiada habis-habisnya, sebagaimana yang sering diterangkan sebelumnya.
Kemudian disebutkan dalam firman berikutnya:

Maka apakah yang menyebabkan kamu mendustakan.
(QS. At-Tin [95]: 7)


hai anak Adam.

(hari) pembalasan sesudah (adanya keterangan-keterangan) itu?
(QS. At-Tin [95]: 7)

Maksudnya, pembalasan di hari kemudian.
Sesungguhnya kamu telah mengetahui permulaan kejadianmu dan telah mengetahui bahwa Tuhan yang mampu menciptakan dari semula berkuasa pula untuk mengembalikannya jadi hidup, bahkan itu lebih mudah bagi-Nya.
Maka apakah yang mendorongmu mendustakan adanya hari pembalasan, padahal engkau telah mengetahui hal tersebut?

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ahmad Ibnu Sinan, telah menceritakan kepada kami Abdur Rahman, dari Sufyan, dari Mansur yang mengatakan bahwa aku pernah bertanya kepada Mujahid mengenai makna firman-Nya:
Maka apakah yang menyebabkan kamu mendustakan (hari) pembalasan sesudah (adanya keterangan-keterangan) itu?
(QS. At-Tin [95]: 7)

Apakah yang dimaksud adalah Nabi ﷺ?
Maka Mujahid menjawab,
"Ma’azallah, makna yang dimaksud adalah manusia."
Hal yang sama telah dikatakan oleh Ikrimah dan lain-lainnya.


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya?
(QS. At-Tin [95]: 8)

Yakni bukankah Dia Hakim yang paling adil, yang tidak melampaui batas dan tidak aniaya terhadap seseorang pun.
Dan termasuk dari sifat adil-Nya ialah Dia mengadakan hari kiamat, lalu orang yang dianiaya di dunia dapat membalas kepada orang yang pernah berbuat aniaya kepadanya di hari itu.
Dalam pembahasan yang lalu telah kami terangkan melalui hadis Abu Hurairah secara marfu’:

Apabila seseorang di antara kamu membaca Wat Tini Waz Zaituni (surat At-Tin), lalu sampai pada ayat terakhirnya, yaitu firman Allah subhanahu wa ta’ala,
"Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya,
"
maka hendaklah ia mengucapkan,
"Benar, dan aku termasuk orang-orang yang menjadi saksi atas hal tersebut."

Demikianlah akhir tafsir surat At-Tin, dan segala puji bagi Allah atas limpahan karunia-Nya.

Unsur Pokok Surah At Tin (التينِ)

Surat ini terdiri atas 8 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Buruuj.

Nama At Tiin diambil dari kata "At Tiin" yang terdapat pada ayat pertama surat ini yang artinya buah tin.

Keimanan:

▪ Manusia makhluk yang terbaik rohaniah dan jasmaniah, tetapi mereka akan dijadikan orang yang amat rendah jika tidak beriman dan beramal saleh.
▪ Allah adalah Hakim Yang Maha Adil.

Ayat-ayat dalam Surah At Tin (8 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8

Lihat surah lainnya

Audio Murottal

QS. At-Tin (95) : 1-8 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 8 + Terjemahan Indonesia



QS. At-Tin (95) : 1-8 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 8

Gambar Kutipan Ayat

Surah At Tin ayat 4 - Gambar 1 Surah At Tin ayat 4 - Gambar 2
Statistik QS. 95:4
  • Rating RisalahMuslim
4.9

Ayat ini terdapat dalam surah At Tin.

Surah At-Tin (Arab: التِّينِ , “Tin”) adalah surah ke-95 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 8 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan setelah surah Al-Buruj.
Nama At-Tin diambil dari kata At-Tin yang terdapat pada ayat pertama surah ini yang artinya buah Tin.

Nomor Surah 95
Nama Surah At Tin
Arab التينِ
Arti Buah Tin
Nama lain Al-Zaitun, Wa Al-Tin wa al-Zaitun
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 28
Juz Juz 30
Jumlah ruku’ 1 ruku’
Jumlah ayat 8
Jumlah kata 34
Jumlah huruf 162
Surah sebelumnya Surah Al-Insyirah
Surah selanjutnya Surah Al-‘Alaq
Sending
User Review
4.7 (29 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

95:4, 95 4, 95-4, Surah At Tin 4, Tafsir surat AtTin 4, Quran At-Tin 4, Surah At Tin ayat 4

Video Surah

95:4


More Videos

Ayat Pilihan

Sesungguhnya Kami telah menjelaskan kepada manusia petunjuk kebenaran,
ada yang beriman & ada pula yang ingkar.
QS. Al-Insan [76]: 3

Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan),
hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung,
Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu,
QS. Al-A’raf [7]: 57

Orang-orang yang mendapat petunjuk ke jalan yang benar,
Allah akan menambah petunjuk kepada mereka & akan memberi mereka ketakwaan yang dapat menjauhkan mereka dari api neraka.
QS. Muhammad [47]: 17

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Hukum yang berkaitan dengan perilaku moral manusia dalam kehidupan disebut hukum ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Hukum Khuluqiyah ini adalah hukum yang berkenaan dengan akhlak juga budi pekerti manusia. Hukum ini mencakup semua sifat-sifat terpuji yang wajib ada dalam diri manusia sebagai hamba Allah Subhanahu Wa Ta`ala terkait hakikat dirinya sebagai makhluk sosial.

Adapun cakupan hukuk khuluqiyah ini seperti moral, adab dan sopan santun, budi pekerti dan perilaku-perilaku yang jauh dari unsur tercela lainnya.

Hukum Khuluqiyah ini adalah salah satu jenis hukum dalam Alquran, adapun jenis hukum lainnya adalah Itiqodiyah dan Amaliyah.

Hadits adalah Mubayyin untuk Alquran. Arti dari Mubayyin adalah ..

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Arti mubayyin itu menjelaskan, mencerahkan, menerangkan, menjernihkan.

Hukum yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan secara lahiriah, manusia dengan sesama manusia dan orang-orang dengan lingkungannya disebut hukum ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Hukum Amaliah, yakni hukum yang mengatur secara lahiriah hubungan manusia dengan Allah Subhanahu Wa Ta`ala, antara sesama manusia, serta manusia dengan lingkungannya. Ilmu yang mempelajarinya disebut ilmu fiqih.

+

Array

Sumber hukum tertinggi dalam Islam adalah ..

Correct! Wrong!

Alquran adalah keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. Penjelasan tersebut terdapat dalam surah ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
u06c1u0670u0630u064eu0627 u0628u064eu06ccu064eu0627u0646u064c u0644u0651u0650u0644u0646u0651u064eu0627u0633u0650 u0648u064e u06c1u064fu062fu064bu06cc u0648u0651u064e u0645u064eu0648u06e1u0639u0650u0638u064eu06c3u064c u0644u0651u0650u0644u06e1u0645u064fu062au0651u064eu0642u0650u06ccu06e1u0646u064e

Inilah (Alquran) suatu keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.
--QS. 3:138

Pendidikan Agama Islam #7
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #7 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #7 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #30

Yang diajarkan oleh Rasulullah adalah jika kita melihat kemungkaran untuk mencegahnya pertama kali dengan … بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً Arti dari hadist diatas adalah …Di bawah ini adalah cara untuk menjadikan semangat mengamalkan ilmu dalam kehidupan kecuali …كادَ الفَقْرُ أنْ يَكُوْنَ كُفْرًا Arti dari kalimat di atas adalah …Siapakah ilmuan muslim yang pertama menjadi penemu Al-Jabar?

Kuis Agama Islam #31

Umat Islam yang mengajarkan ilmunya dengan ikhlas akan memperoleh pahala amal jariyah. Amal jariyah artinya …Ilmu yang bermanfaat adalah …Menyampaikan ajaran Alquran dan sunnah Nabi Muhammad kepada orang lain yang belum mengetahui disebut dengan …Berikut ulama yang berasal dari Indonesia adalah …Sesuatu yang dipercaya dan diyakini kebenaranya oleh hati nurani manusia dinamakan …

Pendidikan Agama Islam #1

Arti fana adalah … Tuhan memiliki sifat Al Karim, yang berarti bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala merupakan zat Yang ..Allah memiliki sifat Al Kariim yang tercantum dalam Alquran surah … Tuhan memiliki sifat Al Matiin, yang berarti bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah zat Yang … Dalam Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al Matiin yang tercantum dalam Alquran surah …

Kamus Istilah Islam

Ammar bin Yasir

Siapa itu Ammar bin Yasir? Ammar bin Yasir adalah Sahabat Nabi Muhammad. Biografi Ammar bin Yasir adalah anak dari Sumayyah binti Khayyat dan Yasir bin Amir yang merupakan salah satu dari orang yan...

At-Tur

Apa itu At-Tur? Surah At-Tur adalah surah ke-52 dalam Alquran. Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 49 ayat. Dinamakan at-Tur yang berarti Bukit diambil dari kata At-Tur yang terdapat...

istianah

Apa itu istianah? is.ti.a.nah permohonan pertolongan kepada Allah; upaya mencapai kebahagiaan selain bekerja keras adalah istianah … •