Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. At Tin (Buah Tin) - surah 95 ayat 1 [QS. 95:1]

وَ التِّیۡنِ وَ الزَّیۡتُوۡنِ ۙ
Wattiini wazzaituun(i);
Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun,
―QS. At Tin [95]: 1

Daftar isi

By the fig and the olive
― Chapter 95. Surah At Tin [verse 1]

وَٱلتِّينِ demi tin

By the fig,
وَٱلزَّيْتُونِ dan zaitun

and the olive,

Tafsir Quran

Surah At Tin
95:1

Tafsir QS. At-Tin (95) : 1. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini, Allah bersumpah dengan tin dan zaitun.
Ada yang berpendapat bahwa tin dan zaitun adalah nama buah yang dikenal sekarang, yang menunjukkan kelebihan kandungan yang dimiliki kedua buah itu.

Ada pula yang berpendapat bahwa yang dimaksud adalah tempat banyaknya tin dan zaitun itu tumbuh, yaitu Yerusalem, tempat Nabi Isa lahir dan menerima wahyu.

Dua nama tumbuhan, ara (at-tin) dan zaitun (az-zaitun), dan dua tempat (Bukit Sinai”tempat Nabi Musa memerima wahyu;
dan kota yang aman (Mekah)”tempat Nabi Muhammad menerima wahyu), digunakan Allah untuk menjadi semacam bukti kebenaran sumpah-Nya.

Beberapa ulama menyatakan bahwa at-tin dan az-zaitun sebenarnya juga menunjuk pada dua tempat.
At-Tin adalah bukit di sekitar Damaskus, Siria.

Sementara az-zaitun adalah tempat Nabi Isa menerima wahyu.

Ada juga yang memahami at-tin dan az-zaitun sebagai jenis tumbuhan.

Buah ara (at-tin) adalah buah dari sejenis pohon yang banyak tumbuh di kawasan Timur Tengah.
Buahnya bila telah matang berwarna coklat, dan mempunyai biji seperti tomat.

Rasanya manis dan dinilai memiliki gizi yang tinggi.

Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa buah ara memiliki kandungan serat yang sangat tinggi dibandingkan buah lainnya.

Satu buah ara yang sudah dikeringkan mengandung 20% serat dari yang dianjurkan untuk dikonsumsi orang setiap harinya.
Sebagaimana diketahui, penelitian yang dilakukan dalam beberapa dekade terakhir menunjukkan bahwa serat dari tumbuhan sangat penting agar alat pencernaan dapat berfungsi dengan baik.
Serat akan membantu sistem pencernaan dan juga dapat mencegah seseorang terkena kanker usus.

Kandungan yang dimiliki oleh buah ara juga sangat menjanjikan.
Buah ini mengandung antioksidan yang dapat mencegah timbulnya beberapa penyakit.
Antioksidan berperan untuk menetralisir beberapa unsur yang merusak (free radicals), baik yang dihasilkan di dalam tubuh (karena beberapa reaksi kimia dalam pencernaan) atau masuk ke dalam tubuh dari luar.
Kandungan Phenol pada buah ara juga tinggi.
Bahan Phenol ini berfungsi sebagai antiseptik untuk membunuh mikroba.

Penelitian di Universitas Rutgers di Amerika Serikat mengungkapkan bahwa kandungan yang tinggi dari omega-3, omega-6 dan phytosterol, maka buah ara sangat potensial untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah.
Sebagaimana diketahui, omega-3 dan omega-6 tidak dapat diproduksi oleh tubuh.
Keduanya hanya dapat diperoleh dari asupan makanan.
Kedua jenis asam lemak ini juga sangat berpengaruh terhadap kinerja jantung, otak, dan sistem syaraf.
Phytosterol sendiri berfungsi untuk menghilangkan kolesterol yang diperoleh dari daging, sebelum kolesterol tersebut masuk ke dalam sistem jaringan darah.
Pohon ara mengandung mineral yang cukup lengkap dibandingkan buah lainnya.
Dari 40 gram buah ara mengandung 244 mg kalium (sebanyak 7% dari kebutuhan per hari), 53 mg kalsium (6% dari kebutuhan per hari), dan 1,2 mg besi (6% dari kebutuhan per hari).
Tingginya kadar kalsium ini hanya dikalahkan oleh jeruk.

Buah ara juga dipercaya mempercepat penyembuhan pada seseorang yang sedang sakit.
Buah ini mengandung bahan-bahan yang diperlukan agar badan si pasien cepat segar dan berenergi.
Komponen nutrisi utama yang dikandung buah ara adalah gula.
Persentasenya cukup tinggi, yaitu sebanyak 51% sampai 74% dari seluruh bagian buah.



Demikian pula halnya dengan zaitun.
Sederetan penelitian telah mengungkapkan berbagai manfaat buah zaitun untuk kesehatan manusia.
Zaitun, yang diberi pujian sebagai
"pohon yang penuh berkah"
dalam ayat 35 Surah An-Nuur [24], adalah tumbuhan perdu.
Jenis-jenisnya tersebar di kawasan sekitar Laut Tengah.
Pohonnya dapat mencapai umur ratusan tahun.
Buah zaitun dapat dipanen untuk masa yang sangat panjang.

Sebagai bahan makanan, buah zaitun mengandung beberapa unsur yang diperlukan manusia, seperti protein yang cukup tinggi, zat garam, besi dan fosfor, vitamin A dan B.
Zaitun juga dikenal sebagai penghalus kulit dan digunakan dalam industri sabun.
Minyaknya juga memiliki kelebihan-kelebihan yang tidak dimiliki minyak hewani atau minyak nabati lainnya.
Diketahui bahwa minyak zaitun menyehatkan jantung dan pembuluh darah.



Beberapa kegunaan minyak zaitun adalah untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah, pencegahan kanker, arthistis, memperlambat proses penuaan, membantu pertumbuhan pada anak-anak, menurunkan tekanan darah tinggi, serta kegunaan lain bagi berbagai organ bagian dalam.

Tafsir QS. At Tin (95) : 1. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Aku bersumpah demi buah tin dan zaitun, karena mengandung keberkahan dan manfaat yang amat besar.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Allah bersumpah demi buah tin dan buah zaitun, keduanya adalah di antara buah-buahan yang terkenal.
Allah pun bersumpah demi bukit Thursina (Sinai), di mana Dia bercakap-cakap dengan Musa secara langsung.


Dia bersumpah dengan kota yang aman dari ketakutan ini, yaitu Makkah sebagai tempat turunnya wahyu.
Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya, kemudian Kami akan memasukkannya ke neraka jika tidak ia mentaati Allah dan mengikuti para rasul.


Tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, mereka mendapatkan pahala besar yang tidak ada putus-putusnya dan tidak dikurangi.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Demi Tin dan Zaitun) keduanya adalah nama buah, atau dapat juga keduanya diartikan nama dua buah gunung yang menumbuhkan kedua buah tersebut.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

(1-8)

Ulama tafsir berbeda pendapat sehubungan dengan tafsir surat ini, ada beberapa pendapat yang cukup banyak di kalangan mereka mengenainya.
Menurut suatu pendapat, yang dimaksud dengan tin adalah sebuah masjid di kota Dimasyq.
Menurut pendapat yang lainnya adalah buah tin.
Dan menurut pendapat yang lainnya lagi adalah nama sebuah gunung penuh dengan buah tin.

Al-Qurtubi mengatakan bahwa tin adalah nama masjid As-habul Kahfi.
Dan telah diriwayatkan dari Ibnu Abbas oleh Al-Aufi, bahwa tin di sini adalah masjid Nabi Nuh yang ada di puncak Bukit Al-Judi.
Mujahid mengatakan bahwa makna yang dimaksud adalah pohon tin kalian ini.

Sedangkan mengenai zaitun —menurut Ka’bul Ahbar, Qatadah, Ibnu Zaid, dan yang lainnya— hal ini adalah nama sebuah masjid yang terletak di kota Yerussalem (Baitul Maqdis).
Mujahid dan Ikrimah mengatakan bahwa makna yang dimaksud adalah buah zaitun yang kalian peras ini.

dan demi Bukit Sinai.
(QS. At-Tin [95]: 2)

Ka’bul Ahbar dan yang lainnya yang bukan hanya seorang mengatakan bahwa ini adalah nama bukit yang di tempat itu Allah berbicara langsung kepadaMusa’alaihis salam

dan demi kota (Mekah) ini yang aman.
(QS. At-Tin [95]: 3)

Makna yang dimaksud adalah kota Mekah, menurut Ibnu Abbas, Mujahid, Ikrimah, Al-Hasan, Ibrahim An-Nakha’i, Ibnu Zaid, dan Ka’bul Ahbar;
tiada perbedaan pendapat di kalangan mereka dalam hal ini.

Sebagian para imam mengatakan bahwa ketiganya merupakan nama tiga tempat yang pada masing-masingnya Allah telah mengutus seorang nabi dari kalangan Ulul ‘Azmi para pemilik syariatsyariat yang besar.

Yang pertama ialah tempat yang dipenuhi dengan tin dan zaitun, yaitu Baitul Maqdis, Allah telah mengutus Isa putra Maryam padanya.
Yang kedua adalah Tur Sinai, yakni nama bukit yang padanya Allah berbicara langsung kepada Musa ibnu Imran.
Dan yang ketiga ialah Mekah alias kota yang aman;
yang barang siapa memasukinya, pasti dia dalam keadaan aman;
di tempat inilah Allah subhanahu wa ta’ala mengutus Nabi Muhammad ﷺ

Mereka mengatakan bahwa pada akhir kitab Taurat nama ketiga tempat ini disebutkan,
"Allah datang dari Bukit Sinai —yakni tempat yang padanya Allah berbicara langsung kepada Musa ‘alaihis salam ibnu Imran—.
Dan muncul di Sa’ir, nama sebuah bukit di Baitul Maqdis, yang padanya Allah mengutus Isa.
Dan tampak di bukit-bukit Faran, yakni bukit-bukit Mekah yang darinya Allah subhanahu wa ta’ala mengutus Nabi Muhammad ﷺ

Maka Allah subhanahu wa ta’ala menyebutkan nama-nama ketiga tempat itu seraya memberitakan tentang mereka yang diutus-Nya secara tertib dan menurut urutan zamannya.
Untuk itulah hal ini berarti Allah bersumpah dengan menyebut yang mulia, lalu yang lebih mulia darinya, kemudian yang lebih mulia dari keseluruhannya.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.
(QS. At-Tin [95]: 4)

Dan inilah subjek sumpahnya, yaitu bahwa Allah subhanahu wa ta’ala telah menciptakan manusia dalam bentuk yang paling baik dan rupa yang paling sempurna, tegak jalannya dan sempurna, lagi baik semua anggota tubuhnya.

Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya.
(QS. At-Tin [95]: 5)

Yakni neraka, menurut Mujahid, Abul Aliyah, Al-Hasan, Ibnu Zaid, dan lain-lainnya.
Yakni kemudian sesudah penciptaan yang paling baik lagi paling indah itu, tempat kembali mereka adalah ke neraka, jika mereka tidak taat kepada Allah dan tidak mengikuti rasulrasul-Nya.
Untuk itulah maka disebutkan dalam firman berikutnya:

kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh.
(QS. At-Tin [95]: 6)

Sebagian ulama ada yang mengatakan sehubungan dengan firman-Nya:
Kemudian Kami kembalikan dia ke tempatyang serendah-rendahnya.
(QS. At-Tin [95]: 5)

Yaitu kepada usia yang paling hina.
Hal ini telah diriwayatkan dari Ibnu Abbas, dan Ikrimah, sehingga Ikrimah mengatakan bahwa barang siapa yang hafal Alquran seluruhnya, maka ia tidak akan memasuki usia yang paling hina.
Pendapat ini dipilih oleh Ibnu Jarir.

Seandainya hal itulah yang dimaksud oleh makna ayat, niscaya tidaklah menjadi indah pujian bagi kaum mukmin, mengingat sebagian dari mereka adalah yang mengalami usia pikun.
Dan sesungguhnya makna yang dimaksud hanyalah sebagaimana yang telah kami sebutkan di atas, yakni ke neraka, bukan ke usia yang paling hina alias pikun.
Dan ayat ini semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Demi masa.
Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, (QS. Al-‘Asr [103]: 1-3)

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya.
(QS. At-Tin [95]: 6)

Yakni tiada habis-habisnya, sebagaimana yang sering diterangkan sebelumnya.
Kemudian disebutkan dalam firman berikutnya:

Maka apakah yang menyebabkan kamu mendustakan.
(QS. At-Tin [95]: 7)


hai anak Adam.

(hari) pembalasan sesudah (adanya keterangan-keterangan) itu?
(QS. At-Tin [95]: 7)

Maksudnya, pembalasan di hari kemudian.
Sesungguhnya kamu telah mengetahui permulaan kejadianmu dan telah mengetahui bahwa Tuhan yang mampu menciptakan dari semula berkuasa pula untuk mengembalikannya jadi hidup, bahkan itu lebih mudah bagi-Nya.
Maka apakah yang mendorongmu mendustakan adanya hari pembalasan, padahal engkau telah mengetahui hal tersebut?

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ahmad Ibnu Sinan, telah menceritakan kepada kami Abdur Rahman, dari Sufyan, dari Mansur yang mengatakan bahwa aku pernah bertanya kepada Mujahid mengenai makna firman-Nya:
Maka apakah yang menyebabkan kamu mendustakan (hari) pembalasan sesudah (adanya keterangan-keterangan) itu?
(QS. At-Tin [95]: 7)

Apakah yang dimaksud adalah Nabi ﷺ?
Maka Mujahid menjawab,
"Ma’azallah, makna yang dimaksud adalah manusia."
Hal yang sama telah dikatakan oleh Ikrimah dan lain-lainnya.


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya?
(QS. At-Tin [95]: 8)

Yakni bukankah Dia Hakim yang paling adil, yang tidak melampaui batas dan tidak aniaya terhadap seseorang pun.
Dan termasuk dari sifat adil-Nya ialah Dia mengadakan hari kiamat, lalu orang yang dianiaya di dunia dapat membalas kepada orang yang pernah berbuat aniaya kepadanya di hari itu.
Dalam pembahasan yang lalu telah kami terangkan melalui hadis Abu Hurairah secara marfu’:

Apabila seseorang di antara kamu membaca Wat Tini Waz Zaituni (surat At-Tin), lalu sampai pada ayat terakhirnya, yaitu firman Allah subhanahu wa ta’ala,
"Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya,
"
maka hendaklah ia mengucapkan,
"Benar, dan aku termasuk orang-orang yang menjadi saksi atas hal tersebut."

Demikianlah akhir tafsir surat At-Tin, dan segala puji bagi Allah atas limpahan karunia-Nya.

Kata Pilihan Dalam Surah At Tin (95) Ayat 1

TIN
لتِّينِ

Lafaz ini hanya disebut sekali dalam Al Qur’an yaitu dalam ayat pertama surah At Tiin (95). Lafaz ini mengandung beberapa makna dan pentafsiran yaitu:

1. Sesuatu yang dimakan.
Al• Hasan, Al Mujahid, Ikrimah dan lainnya berkata, "Makna At Tiin ialah buah tin yang kamu makan, sebagaimana yang diriwayakan juga oleh Ibnu Abbas"

2. la bukan bermakna buah tetapi makna lain dan ini terbahagi menjadi dua:

Ibnu Abbas berkata,
"At Tiin adalah bukit di bumi Muqaddis yang dalam bahasa Suryaaniyah di namakan Tuurtiinaa, dikhususkan untuk Nabi ‘Isa.
Ikrimah dan Qatadah" berkata,
ia adalah bukit yang berada di Syam karena di atasnya tumbuh buah Tin.

• Ia bermakna masjid.

Ibnu Zayd berkata,
"At Tiin adalah Masjid Damsyik.

Ibnu ‘Abbas berkata,
"Ia adalah Masjid Nuh yang di bina di atas kapal."

Yang lain berpendapat, ia adalah masjid Ashabul Kahfi.

Ibnu Jarir berkata,
"Yang paling benar adalah pendapat yang mengatakan at Tiin adalah buah Tin yang dimakan karena ia terkenal di kalangan orang Arab dan tidak diketahui bukit yang dinamakan Tin.

Abu Hayyan berkata "Yang zahirnya at Tiin adalah nama buah yang dikenal luas dan didalam hadits at Tiin dipuji disebabkan ia dapat menghilangkan penyakit wasir dan bermanfaat bagi penyakit tulang.

Menurut suatu riwayat, Rasulullah diberi hadiah sepiring buah Tin dan beliau memakannya, lalu beliau berkata kepada sahabat-sahabatnya, "Makanlah! Sekiranya kamu bertanya, buah apa yang turun dari syurga, pasti saya mengatakan ini.
Jadi, makanlah ia karena ia menghilangkan wasir dan obat bagi penyakit tulang."

Ali bin Musa Ar Rida berkata,
"At Tiin menghilangkan bau mulut, memanjangkan rambut dan ia aman dari penyakit lumpuh serta obat mengeluarkan sisa-sisa dan kotoran makanan dalam badan

At Tiin juga adalah nama surah yang ke-95 di dalam Al Qur’an.
la adalah surah yang diturunkan di Makkah, terdiri dari 8 ayat, 34 kata dan 150 huruf.
Kandungan surah ini mencakup sumpah atas keindahan penciptaan manusia, kembalinya orang kafir kepada api neraka, memuliakan orang Mukmin dengan ganjaran-ganjaran yang besar, penjelasan Allah Maha Bijaksana dan Maha Adil yaitu yang terdapat dalam ayat 8, "Bukankah Allah hakim yang seadil-adilnya,"

Di dalam hadis Abi Hurairah diterangkan, ”Apabila seseorang antara kamu membaca

وَٱلتِّينِ وَٱلزَّيْتُونِ

dan apabila sampai kepada ayat 8,

أَلَيْسَ ٱللَّهُ بِأَحْكَمِ ٱلْحَٰكِمِينَ

ucapkanlah balaa wa ana minasy syaahidiin artinya, "Ya, dan aku termasuk di kalangan orang yang menyaksikan"

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD,

Unsur Pokok Surah At Tin (التينِ)

Surat ini terdiri atas 8 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Buruuj.

Nama At Tiin diambil dari kata "At Tiin" yang terdapat pada ayat pertama surat ini yang artinya buah tin.

Keimanan:

▪ Manusia makhluk yang terbaik rohaniah dan jasmaniah, tetapi mereka akan dijadikan orang yang amat rendah jika tidak beriman dan beramal saleh.
▪ Allah adalah Hakim Yang Maha Adil.

Ayat-ayat dalam Surah At Tin (8 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8

Lihat surah lainnya

Audio Murottal

QS. At-Tin (95) : 1-8 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 8 + Terjemahan Indonesia



QS. At-Tin (95) : 1-8 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 8

Gambar Kutipan Ayat

Surah At Tin ayat 1 - Gambar 1 Surah At Tin ayat 1 - Gambar 2
Statistik QS. 95:1
  • Rating RisalahMuslim
4.6

Ayat ini terdapat dalam surah At Tin.

Surah At-Tin (Arab: التِّينِ , “Tin”) adalah surah ke-95 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 8 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan setelah surah Al-Buruj.
Nama At-Tin diambil dari kata At-Tin yang terdapat pada ayat pertama surah ini yang artinya buah Tin.

Nomor Surah 95
Nama Surah At Tin
Arab التينِ
Arti Buah Tin
Nama lain Al-Zaitun, Wa Al-Tin wa al-Zaitun
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 28
Juz Juz 30
Jumlah ruku’ 1 ruku’
Jumlah ayat 8
Jumlah kata 34
Jumlah huruf 162
Surah sebelumnya Surah Al-Insyirah
Surah selanjutnya Surah Al-‘Alaq
Sending
User Review
5 (1 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

95:1, 95 1, 95-1, Surah At Tin 1, Tafsir surat AtTin 1, Quran At-Tin 1, Surah At Tin ayat 1

Video Surah

95:1


More Videos

Ayat Pilihan

Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.
QS. Az-Zukhruf [43]: 67

Hai manusia,
apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah.
Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu & menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang,
QS. Al-Infitar [82]: 6-7

Hai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu & ibumu waktu Aku kuatkanmu dengan ruhul qudus.
dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian & sesudah dewasa,
ingatlah waktu Aku mengajarimu menulis, hikmah, Taurat & Injil.
QS. Al-Ma’idah [5]: 110

Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri
dan jika kamu berbuat jahat,
maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri,
QS. Al-Isra’ [17]: 7

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Pembatasan aurat wanita adalah ...

Correct! Wrong!

Bagian tubuh yang tidak ditampakkan sesuai dengan ajaran Islam disebut ...

Correct! Wrong!

Dalam Islam, pakaian harus ...

Correct! Wrong!

+

Array

Berikut ini yang bukan termasuk orang-orang pertama yang menyambut ajakan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah ...

Correct! Wrong!

Sebelum berpakaian, kita harus ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #3
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #3 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #3 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #10

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menerima wahyu pertama di … Wahyu pertama yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam terkandung dalam surah … Sejak wahyu di Surah Al Muddasir : 1-7, Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mulai berkhotbah. Awalnya nabi melakukan dakwah kepada … Khotbah Nabi Muhammad saat masih di Mekah, difokuskan langsung pada esensi-esensi utama, yaitu … … Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhotbah di kota Mekah kurang lebih selama …

Pendidikan Agama Islam #26

Sebab-sebab turunnya ayat Alquran disebut … Nama lain dari surah Al-Insyirah adalah … Jumlah surah-surah dalam Alquran adalah … Pesan utama dari kandungan Alquran adalah … Surah yang terpanjang dalam Alquran adalah …

Pendidikan Agama Islam #15

Mujahadah berasal dari bahasa Arab, yang berasal dari kata jahada, yang berarti …َبَارَكَ ٱلَّذِى نَزَّلَ ٱلْفُرْقَانَ عَلَىٰ عَبْدِهِۦ لِيَكُونَ لِلْعَٰلَمِينَ نَذِيرًا Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaitu إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا ٱلذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaituSalah satu tokoh dalam kisah umat masa lalu yang dapat dipetik pelajaran sebagai teladan yang baik … Tujuan utama diturunkannya Alquran kepada umat manusia adalah …

Kamus Istilah Islam

Ats-Tsabt

Apa itu Ats-Tsabt? Ats-Tsabt; adalah istilah untuk seorang yang tepat dan jeli dalam penyampaian riwayat . … • Tsabt, Tsabat

Fatimah az-Zahra

Siapa itu Fatimah az-Zahra? Fatimah binti Muhammad atau lebih dikenal dengan Fatimah az-Zahra putri bungsu Nabi Muhammad dari perkawinannya dengan istri pertamanya, Khadijah. Kelahiran & Kehi...

Qari

Apa itu Qari? Qari’ adalah orang yang melantunkan bacaan Al-Quran dengan mentaati aturan-aturan yang benar. Ada beberapa kesalahan umum yang menganggap qari haruslah menjadi ḥāfiż atau pen...