Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

At Taubah

At Taubah (Pengampunan) surah 9 ayat 129


فَاِنۡ تَوَلَّوۡا فَقُلۡ حَسۡبِیَ اللّٰہُ ۫٭ۖ لَاۤ اِلٰہَ اِلَّا ہُوَ ؕ عَلَیۡہِ تَوَکَّلۡتُ وَ ہُوَ رَبُّ الۡعَرۡشِ الۡعَظِیۡمِ
Fa-in tawallau faqul hasbiyallahu laa ilaha ilaa huwa ‘alaihi tawakkaltu wahuwa rabbul ‘arsyil ‘azhiim(i);

Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah:
“Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain Dia.
Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy yang agung”.
―QS. 9:129
Topik ▪ Kekufuran manusia akan nikmat Allah
9:129, 9 129, 9-129, At Taubah 129, AtTaubah 129, At-Taubah 129
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. At Taubah (9) : 129. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini memerintahkan kepada Nabi Muhammad dan umatnya bahwa jika orang-orang kafir dan munafik itu tidak juga mau beriman setelah didatangkan kepada mereka petunjuk, katakanlah kepada mereka, "Cukuplah Allah bagiku, dan Dia akan menolongku, tidak ada Tuhan yang lain yang disembah, selain Dia, hanya kepada-Nya-lah aku bertawakal dan menyerahkan diri, dan hanya Dialah yang mengatur dan mengurus alam semesta, Dia memiliki 'Arsy yang Agung."

Diriwayatkan dari Zaid bin sabit yang ditugaskan oleh 'Umar ra untuk mengumpulkan Al-Qur'an yang masih belum terkumpul di masa Abu Bakar, bahwa Zaid berkata, "...Hingga aku memperoleh dua ayat terakhir dari Surah at-Taubah pada catatan Khuzaimah bin sabit al-Anshari, aku tidak memperolehnya sebelumnya dari seorang pun, sedang kedua ayat itu dihafal dan dikenal oleh orang banyak." (Riwayat al-Bukhari, at-Tirmidzi, an-Nasa'i dan perawi-perawi yang lain).

At Taubah (9) ayat 129 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy At Taubah (9) ayat 129 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi At Taubah (9) ayat 129 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Apabila mereka menolak untuk beriman kepadamu, Muhammad, maka janganlah kamu bersedih dengan keadaan mereka itu.
Berbanggalah dengan Tuhanmu dan katakan, "Cukuplah Allah bagiku, yang tidak ada Tuhan melainkan Dia.
Kepada-Nyalah aku bertawakkal.
Dan Dialah Pemilik kerajaan dan Tuhan alam semesta serta Pemilik kekuasaan yang agung."

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Jika mereka berpaling) dari iman kepadamu (maka katakanlah, "Cukuplah bagiku) maksudnya cukup untukku (Allah, tidak ada Tuhan selain Dia.
Hanya kepada-Nya aku bertawakal) percaya dan bukan kepada selain-Nya (dan Dia adalah Rabb yang memiliki Arasy) yakni Al-Kursiy (yang agung.") Arasy disebutkan secara khusus karena ia makhluk yang paling besar.
Imam Hakim di dalam kitab Al-Mustadrak meriwayatkan sebuah atsar yang bersumber dari Ubay bin Kaab, bahwasanya Ubay bin Kaab telah mengatakan, "Ayat yang diturunkan paling akhir ialah firman-Nya, 'Sesungguhnya telah datang kepada kalian seorang rasul.'" (Q.S.
At-Taubah 128-129).
Kedua ayat akhir surah At-Taubah itulah ayat yang paling terakhir diturunkan.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Apabila orang-orang musyrik dan munafik itu berpaling dari beriman kepadamu wahai Rasul, maka katakanlah :
Cukuplah Allah bagiku yang menghilangkan segala kesusahanku.
Tidak ada yang patut disembah dengan sebenarnya kecuali Dia.
Kepada-Nyalah aku bersandar dan kepada-Nyalah aku menyerahkan segala urusanku.
Sesungguhnya Dia-lah penolong dan pelindungku, dan Dialah Rabb yang memiliki Arsy yang agung, yang merupakan ciptaan Allah yang paling besar.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

Jika mereka berpaling.

Maksudnya, berpaling dari apa yang engkau sampaikan kepada mereka, yakni dari syariat yang agung, suci, sempurna lagi global yang engkau datangkan kepada mereka.

maka katakanlah, "Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain Dia.
(At Taubah:129)

Yakni Allah-lah yang memberikan kecukupan kepadaku.
Tidak ada Tuhan selain Dia, dan hanya kepada-Nya aku bertawakal.

(Dialah) Tuhan masyriq dan magrib, tidak ada Tuhan melainkan Dia, maka ambillah Dia sebagai pelindung.
(Al-Muzzammil:9)

Firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

Dan Dia adalah Tuhan yang memiliki 'Arasy yang agung.

Dialah yang memiliki segala sesuatu, dan Dia pulalah yang menciptakannya, karena Dia adalah Tuhan yang memiliki 'Arasy yang agung yang merupakan atap dari semua makhluk.
Semua makhluk —mulai dari langit, bumi, dan segala sesuatu yang ada pada keduanya serta segala sesuatu yang ada di antara keduanya— berada di bawah 'Arasy dan tunduk patuh di bawah kekuasaan Allah subhanahu wa ta'ala.
Pengetahuan (ilmu) Allah meliputi segala sesuatu, kekuasaan-Nya menjangkau segala sesuatu, dan Dialah yang melindungi segala sesuatu.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Abu Bakar, telah menceritakan kepada kami Bisyr ibnu Umar, telah menceritakan kepada kami Syu'bah, dari Ali ibnu Zaid, dari Yusuf ibnu Mahran, dari Ibnu Abbas r.a., dari Ubay ibnu Ka'b yang mengatakan bahwa ayat Al-Qur'an yang paling akhir penurunannya ialah firman Allah subhanahu wa ta'ala.: Sesungguhnya telah datang kepada kalian seorang rasul dari kaum kalian sendiri.
(At Taubah:128), hingga akhir surat.

Abdullah ibnu Imam Ahmad mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Rauh, telah menceritakan kepada kami Abdul Mu'min, telah menceritakan kepada kami Umar ibny Syaqiq, telah menceritakan kepada kami Abu Ja'far Ar-Razi, dari Ar-Rabi' ibnu Anas, dari Abul Aliyah, dari Ubay ibnu Ka'b r.a., bahwa mereka menghimpunkan Al-Qur'an di dalam mushaf-mushaf di masa pemerintahan Abu Bakar r.a.
Dan tersebutlah orang-orang menulisnya, sedangkan yang mengimlakannya kepada mereka adalah Ubay ibnu Ka'b.
Ketika tulisan mereka sampai pada ayat surat At-Taubah ini, yaitu firman-Nya: Sesudah itu mereka pun pergi, Allah telah memalingkan hati mereka (At Taubah:127), hingga akhir ayat.
Maka mereka menduga bahwa ayat ini merupakan ayat yang paling akhir penurunannya.
Maka Ubay ibnu Ka'b berkata kepada mereka, "Sesungguhnya sesudah ayat ini Rasulullah ﷺ membacakan dua ayat lainnya kepadaku," yaitu firman Allah subhanahu wa ta'ala.: Sesungguhnya telah datang kepada kalian seorang rasul dari kaum kalian sendiri.
(At Taubah:128), hingga akhir ayat berikutnya.
Lalu Ubay ibnu Ka'b berkata bahwa ayat Al-Qur'an inilah yang paling akhir penurunannya, kemudian dia mengakhirinya dengan apa yang biasa dipakai sebagai pembukaan oleh Allah subhanahu wa ta'ala., yaitu dengan firman-Nya:

Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya, "Bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Aku, maka sembahlah oleh kalian akan Aku.” (Al Anbiyaa:25)

Hadist ini berpredikat garib pula.

Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Bahr, :eiah menceritakan kepada kami Ali ibnu Muhammad ibnu Salamah, dari Muhammad ibnu Ishaq, dari Yahya ibnu Abbad, dari ayahnya (yaitu Abbad ibnu Abdullah ibnuz Zubair) yang menceritakan bahwa Al-Haris ibnu Khuzaimah datang kepada Khalifah Umar ibnul Khattab dengan membawa kedua ayat dari surat At-Taubah ini, yaitu firman-Nya: Sesungguhnya telah datang kepada kalian seorang rasul dari kaum kalian sendiri.
(At Taubah:128) Maka Umar ibnul Khattab berkata, "Siapakah yang menemanimu membawakan ayat ini?"
Al-Haris menjawab, "Saya tidak tahu.
Demi Allah, sesungguhnya aku bersaksi bahwa aku benar-benar mendengarnya dari Rasulullah, lalu aku resapi dan aku hafalkan dengan baik." Umar berkata, "Aku bersaksi, aku sendiri benar-benar mendengarnya dari Rasulullah ﷺ" Selanjutnya Umar berkata, "Seandainya semuanya ada tiga ayat, niscaya aku akan menjadikannya dalam suatu surat tersendiri.
Maka perhatikanlah oleh kalian surat Al-Qur'an mana yang pantas untuknya, lalu letakkanlah ia padanya." Dan mereka meletakkannya di akhir surat At-Taubah.

Dalam-pembahasan terdahulu telah disebutkan bahwa Umar ibnul Khattablah yang memberikan saran kepada Abu Bakar As-Siddiq r.a.
untuk menghimpun Al-Qur'an.
Lalu Khalifah Abu Bakar memerintahkan kepada Zaid ibnu Sabit untuk menghimpunnya, sedangkan Umar saat itu ikut hadir bersama mereka di saat mereka menulis hal tersebut.

Di dalam asar yang sahih disebutkan bahwa Zaid berkata, "Maka aku menjumpai akhir surat Bara’ah berada pada Khuzaimah ibnu Sabit atau Abu Khuzaimah."

Dalam pembahasan terdahulu disebutkan bahwa sejumlah sahabat ingat akan hal tersebut di saat mereka berada di hadapan Rasulullah ﷺ, yakni seperti yang dikatakan oleh Khuzaimah ibnu Sabit di saat ia mengutarakan ayat-ayat itu kepada mereka.

Abu Daud telah meriwayatkan dari Yazid ibnu Muhammad ibnu Abdur Razza ibnu Umar (salah seorang yang siqah lagi ahli ibadah), dari Mudrik ibnu Sa'd yang mengatakan bahwa Yazid seorang syekh yang siqah telah meriwayatkan dari Yunus ibnu Maisarah.
dari Ummu Darda, dari Abu Darda yang mengatakan, "Barang siapa yang mengucap­kan kalimat berikut di saat pagi dan petang hari sebanyak tujuh kali, niscaya Allah akan memberinya kecukupan dari apa yang menyusahkan­nya," yaitu: Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain Dia.
Hanya kepada-Nya aku bertawakal, dan Dia adalah Tuhan yang memiliki 'Arasy yang agung.

Hadits Shahih Yang Berhubungan Dengan Surah At Taubah (9) ayat 129
Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Bukair Telah menceritakan kepada kami Al Laits dari Uqail dari Ibnu Syihab dari Abdur Rahman bin Abdullah bin Ka'ab bin Malik dari Abdullah bin Ka'ab bin Malik -dia adalah penuntun Ka'ab bin Malik- dia berkata,
Aku mendengar Ka'ab bin Malik bercerita mengenai ketertinggalannya dari perang Tabuk. Demi Allah, setahu saya tidak ada seorang muslim yang telah di uji Allah dalam kejujuran ucapannya, yang ia lebih baik dari pada apa yang telah diujikan Allah kepada saya sejak saya ceritakan hal ini kepada Rasulullah ﷺ, saya tidak pernah bermaksud untuk berdusta kepada Rasulullah hingga sekarang ini. Allah Azza wa Jalla berfirman kepada Rasulullah-Nya shallallahu alaihi wasallam: Sesungguhnya Allah telah menerima taubat Nabi, orang-orang Muhajirin, dan orang-orang Anshar… hingga ayat: dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang jujur. (Qs. At-Taubah (9)Telah menceritakan kepada kami Abu Al Yaman Telah mengabarkan kepada kami Syu'aib dari Az Zuhri dia berkata,
Telah mengabarkan kepadaku Ibnu As Sabbaq bahwa Zaid bin Tsabit Al Anshari radliallahu anhu -salah seorang penulis wahyu- dia berkata,
Abu Bakar As shiddiq datang kepadaku pada waktu perang Yamamah, ketika itu Umar disampingnya. Abu Bakr berkata bahwasanya Umar mendatangiku dan mengatakan, Sesungguhnya perang Yamamah telah berkecamuk (menimpa) para sahabat, dan aku khawatir akan menimpa para penghafal Qur'an di negeri-negeri lainnya sehingga banyak yang gugur dari mereka kecuali engkau memerintahkan pengumpulan (pendokumentasian) Al Qur'an. Abu Bakar berkata kepada Umar, Bagaimana aku mengerjakan suatu proyek yang tidak pernah dikerjakan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam? Umar menjawab,
Demi Allah hal itu adalah sesuatu yang baik.Ia terus mengulangi hal itu sampai Allah melapangkan dadaku sebagaimana melapangkan dada Umar dan aku sependapat dengannya. Zaid berkata,
Abu Bakar berkata,
-pada waktu itu disampingnya ada Umar sedang duduk, dan dia tidak berkata apa-apa.- Sesungguhnya kamu adalah pemuda yang cerdas, kami tidak meragukanmu, dan kamu juga menulis wahyu untuk Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, karena itu kumpulkanlah Al Qur'an (dengan seksama). Zaid berkata,
Demi Allah, seandainya mereka menyuruhku untuk memindahkan gunung dari gunung-gunung yang ada, maka hal itu tidak lebih berat bagiku dari pada (pengumpulan atau pendokumentasian Al Qur'an). kenapa kalian mengerjakan sesuatu yang tidak pernah dikerjakan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam? Abu Bakar menjawab,
Demi Allah hal itu adalah baik.Aku pun terus mengulanginya, sehingga Allah melapangkan dadaku sebagaimana melapangkan dada keduanya (Abu Bakar dan Umar). Lalu aku kumpulkan Al Qur'an (yang ditulis) pada kulit, pelepah kurma, dan batu putih lunak, juga dada (hafalan) para sahabat. Hingga aku mendapatkan dua ayat dari surat Taubah berada pada Khuzaimah yang tidak aku temukan pada sahabat mana pun. Yaitu ayat: Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah: Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki Arsy yang agung. (At Taubah: 128-129). Dan mushaf yang telah aku kumpulkan itu berada pada Abu Bakr hingga dia wafat, kemudian berada pada Umar hingga dia wafat, setelah itu berada pada Hafshah putri Umar. Diriwiyatkan pula oleh Utsman bin Umar dan Al Laits dari Yunus dari Ibnu Syihab, Al Laits berkata,
Telah menceritakan kepadaku 'Abdur Rahman bin Khalid dari Ibnu Syihab, dia berkata,
ada pada Abu Huzaimah Al Anshari. Sedang Musa berkata,
Dari Ibrahim Telah menceritakan kepada kami Ibnu Syihab, 'Ada pada Abu Khuzaimah.' Juga diriwayatkan olehYa'qub bin Ibrahim dari Bapaknya. Abu Tsabit berkata,
Telah menceritakan kepada kami Ibrahim dia berkata,
'Ada pada Khuzaimah atau Abu Khuzaimah. 117-119).

Shahih Bukhari, Kitab Tafsir Al Qur'an - Nomor Hadits: 4311

Kata Pilihan Dalam Surah At Taubah (9) Ayat 129

ARSY
عَرْش

Lafaz 'arsy adalah mashdar dari kata 'arasya, jamaknya adalah 'urusy dan a'raasy, artinya singgasana raja, tahta, inti perkara, payung, kerajaan dan sebagainya."

Lafaz 'arsy disebut sebanyak 22 kali di dalam Al Qur'an, yaitu dalam surah:
-Al A'raaf (7), ayat 54;
-At Taubah (9), ayat 129;
-Yunus (10), ayat 3;
-Yusuf (12), ayat 100;
-Ar Ra'd (13), ayat 2;
-Al Israa' (17), ayat 42;
-Tha Ha (20), ayat 5;
-Al Anbiyaa' (21), ayat 22;
-Al Mu'minuun (23), ayat 86, 116;
-Al Furqaan (25), ayat 59;
-An Naml (27), ayat 23, 26;
-As Sajadah (32), ayat 4;
-Az Zumar (39), ayat 75;
-Al Mu'min (40), ayat 7, 15;
-Az Zukhruf (43), ayat 82;
-Al Hadid (57), ayat 4;
-Al Haaqqah (69), ayat 17;
-At Takwir (81), ayat 20;
-Al Buruuj (85), ayat 15.

Lafaz 'arsy mengandung dua makna berdasarkan sandarannya pada lafaz lain:

1. Jika ia disandarkan kepada Allah, maka bermakna singgahsana Allah (arsy Allah), sebagaimana terdapat dalam kebanyakkan makna lafaz arsy di dalam Al Qur'an.

Al Fayruz berkata,
"Arsy Allah tidak dapat diketahui oleh manusia pada hakikatnya kecuali hanya sekadar nama dan ia tidak sebagaimana disangka kebanyakan orang. Oleh karena itu, lafaz dzu Al ursy bermakna isyarat pada kerajaan Nya dan kekuasaan Nya dan tidak bermakna tempat Allah bersernayam."

Asy Syawkani berkata,
"Terdapat 14 pendapat mengenai 'arsy Allah dan bagaimana Allah menetap dan bersemayam. Namun, pendapat yang paling benar adalah pendapat mazhab salaf yang meyakini Allah bersemayam di atas arsy tanpa diketahui hakikatnya dan jauh dari tafsiran yang tidak patut ke atasnya, sebagaimana pendapat Abu Al Hasan Al Asy'ari dan kinayah (perumpamaan) tentang kekuasaan dan kerajaan Nya. Sedangkan Allah menyatakan, "Wa kaana 'arsyuhuu ala almaa'" (Arsy Nya di atas air) maksudnya menyatakan 'arasy tetap wujud sejak ia diciptakan lagi tinggi di atas air'"

Az Zamakhsyari berkata,
"Ayat ini bermakna kerajaan Allah wujud sebelum diciptakan langit dan bumi dan ia menunjukkan air dan singgahsananya adalah makhluk'"

Diriwayatkan oleh At Tirmidzi dan Ibn Majah dari hadis Laqit bin Amir bin Al Muntafiq Al Uqayli, katanya, "Aku berkata,
"Wahai Rasulullah! Di mana Allah berada sebelum mencipta makhluknyai" Beliau menjawab, "Dia berada di 'amaa di mana di bawahnya tidak ada udara dan juga di atasnya kemudian setelah itu Dia menciptakan arasy. "

Qatadah berkata,
"Ayat ini adalah berita awal penciptaan Nya sebelum penciptaan langit dan bumi."

Anas bin Rabi' berkata,
"Ketika langit dan bumi diciptakan, Allah membagi air itu kepada dua bahagian. Bahagian pertama dijadikan di atas arsy Nya dan ia adalah laut yang terbentang."

2. Makna kedua adalah kerajaan makhluk atau singgasana raja, sebagaimana yang terdapat dalam surah Yusuf (12), ayat 100 dan Al Naml (27), ayat 23.

Ibn 'Abbas, As Suddi, Mujahid, Qatadah mengatakan makna al 'Arsy di sini adalah al sariir (singgahsana) atau tempat duduk yang mulia bagi para pembesar.

Ibn Zayd berkata,
"Ia bermakna majlisuh (majlis Yusuf)." Maksudnya, Nabi Yusuf mendudukkan ibu bapaknya di singgahsana atau kursi kebesaran di sebelahnya"

Al Qurtubi berkata,
"Al 'Arsy bermakna singgahsana raja yang megah dan ia adalah sifat bagi kedudukan dan kerajaan yang megah.

Ada juga yang berpendapat ia bermakna kerajaan, tetapi pendapat pertama lebih tepat."

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:383-385

Informasi Surah At Taubah (التوبة‎‎)
Surat At Taubah terdiri atas 129 ayat tennasuk golongan surat-surat Madaniyyah.
Surat ini dinamakan At Taubah yang berarti Pengampunan berhubung kata At Taubah berulang kali disebut dalam surat ini.

Dinamakan juga dengan "Baraah" yang berarti berlepas diri yang di sini maksudnya peryataan pemutusan perhubungan, disebabkan kebanyakan pokok pembicaraannya tentang pernyataan pemutusan perjanjian damai dengan kaum musyrikin.
Di samping kedua nama yang masyhur itu ada lagi beberapa nama yang lain yang merupakan sifat surat ini.

Berlainan dengan surat-surat yang lain, maka pada permulaan surat ini tidak terdapat basmalah, karena surat ini adalah pernyataan perang total dengan arti bahwa segenap kaum muslimin dikerahkan untuk memerangi seluruh kaum musyrikin, sedangkan basmalah bernafaskan perdamaian dan cinta kasih Allah.

Surat ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad ﷺ kembali dari peperangan Tabuk yang terjadi pada tahun 9 H.
Pengumuman ini disampaikan oleh 'Ali r.a.
pada musim haji tahun itu juga.
Selain daripada pernyataan pembatalan perjanjian damai dengan kaum musyrikin itu, maka surat ini mengandung pula pokok-pokok isi sebagai berikut:

Keimanan:

Allah selalu menyertai hamba-hamba-Nya yang beriman
pembalasan atas amal­ amalan manusia hanya dari Allah
segala sesuatu menurut sunnatullah
perlin­dungan Allah bagi orang-orang yang beriman
kedudukan Nabi Muhammad ﷺ di sisi Allah.

Hukum:

Kewajiban menafkahkan harta
macam-macam harta dalam agama serta peng­gunaannya
jizyah
perjanjian dan perdamaian
kewajiban umat Islam terhadap Nabinya
sebab-sebab orang Islam melakukan perang total
beberapa dasar politik kenegaraan dan peperangan dalam Islam.

Kisah:

Nabi Muhammad s.aw. dengan Abu Bakar r.a. di suatu gua di bukit Tsur ketika hijrah
perang Hunain (perang Authas atau perang Hawazin)
perang Tabuk.

Lain-lain:

Sifat-sifat orang yang beriman dan tingkatan-tingkatan mereka.

QS 9 At-Taubah (128-129) - Indonesian - Febriyanti
QS 9 At-Taubah (128-129) - Arabic - Febriyanti


Gambar Kutipan Surah At Taubah Ayat 129 *beta

Surah At Taubah Ayat 129



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah At Taubah

Surah At-Taubah (Arab: التوبة , at-Tawbah, "Pengampunan"‎) adalah surah ke-9 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 129 ayat.
Dinamakan At-Taubah yang berarti "Pengampunan" karena kata At-Taubah berulang kali disebut dalam surah ini.
Dinamakan juga dengan Bara'ah yang berarti berlepas diri.Berlepas diri disini maksudnya adalah pernyataan pemutusan perhubungan, disebabkan sebagian besar pokok pembicaraannya tentang pernyataan pemutusan perjanjian damai dengan kaum musyrikin.

Berbeda dengan surah-surah yang lain maka pada permulaan surat ini tidak terdapat ucapan basmalah, karena surah ini adalah pernyataan perang dengan arti bahwa segenap kaum muslimin dikerahkan untuk memerangi seluruh kaum musyrikin, sedangkan basmalah bernapaskan perdamaian dan cinta kasih Allah.

Surah ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad S.A.W kembali dari peperangan Tabuk yang terjadi pada tahun 9 H.
Pengumuman ini disampaikan oleh Ali bin Abi Thalib pada musim haji tahun itu juga.

Nomor Surah9
Nama SurahAt Taubah
Arabالتوبة‎‎
ArtiPengampunan
Nama lainAl-Bara'ah (Berlepas Diri),
Al-Mukshziyah (Melepaskan),
Al-Fadikhah (Menyingkap),
Al-Muqasyqisyah (Melepaskan)
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu113
JuzJuz 10 (ayat 1-93), juz 11 (ayat 94-129)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat129
Jumlah kata2506
Jumlah huruf11116
Surah sebelumnyaSurah Al-Anfal
Surah selanjutnyaSurah Yunus
4.5
Rating Pembaca: 4.5 (13 votes)
Sending







✔ at taubah 129, at-taubah 129, kajian Q S At-Taubah ayat 129, quran 9 129, Surah at taubah ayat 12

[apsl-login-lite login_text='❤ Bookmark ayat ini?'] [bookmark]📖 Lihat Semua Bookmark-ku