Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. At Takwir (Menggulung) – surah 81 ayat 9 [QS. 81:9]

بِاَیِّ ذَنۡۢبٍ قُتِلَتۡ ۚ
Biai-yi dzanbin qutilat;
karena dosa apa dia dibunuh?

―QS. At Takwir [81]: 9

Daftar isi

For what sin she was killed
― Chapter 81. Surah At Takwir [verse 9]

بِأَىِّ karena

For what
ذَنۢبٍ dosa

sin
قُتِلَتْ ia dibunuh

she was killed.

Tafsir Quran

Surah At Takwir
81:9

Tafsir QS. At-Takwir (81) : 9. Oleh Kementrian Agama RI

Dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, karena dosa apakah dia dibunuh?
Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa bayi-bayi yang pernah dikubur hidup-hidup akan dihidupkan kembali di hadapan orang yang menguburkannya dan ditanya karena dosa apakah dia dibunuh.
Jawaban pertanyaan ini memberikan kesan yang lebih dalam kepada si pembunuhnya karena bayi perempuan itu akan menjawab bahwa ia dikubur hidup-hidup tanpa dosa sama sekali, hanya karena orang tuanya takut dihinggapi kefakiran dan kemiskinan.

Kebiasaan orang Arab pada zaman Jahiliah ini sangat di luar peri kemanusiaan.

Di kalangan mereka ada yang tidak mengubur hidup-hidup anaknya yang perempuan, tetapi ia memberikan pekerjaan kepadanya dengan menggembalakan kambing di padang pasir dengan pakaian bulu dan membiarkan hidup dalam kesepian.

Dan ada pula yang membiarkan anak perempuannya itu hidup sampai umur enam tahun kemudian ia berkata kepada ibunya,
"Dandanilah anak ini dengan pakaian yang baik, karena akan dibawa ziarah mengunjungi bibinya."
Sebelumnya ia telah menggali sebuah sumur di padang pasir.

Setelah ia sampai dengan anak perempuannya itu di tepi sumur itu, lalu berkata,
"Tengok, apa yang ada dalam sumur itu."
Kemudian anak perempuan itu ditendang dari belakang dan setelah jatuh ke dalam sumur itu lalu ditimbun dan diratakan dengan tanah.

Dan di antara mereka ada yang berbuat lebih kejam lagi daripada ini.
Setelah datang agama Islam, maka kekejaman yang di luar peri kemanusiaan itu diganti dengan sikap yang penuh ramah dan kesayangan.

Di antara alasan pembunuhan anak perempuan di masa Jahiliah adalah karena anak perempuan dianggap tidak punya nilai ekonomis yang bisa menguntungkan keluarga.
Alasan lain adalah karena anak perempuan dianggap sangat lemah, sering menjadi korban pelecehan seksual atau karena perempuan dianggap sebagai penggoda laki-laki yang bisa membuat malu keluarga.

Dalam Surah An-Nahl [16]: 58, Allah menggambarkan seorang laki-laki yang mendapat kelahiran putrinya dengan wajah hitam karena menahan marah.

وَاِذَا بُشِّرَ اَحَدُهُمْ بِالْاُنْثٰى ظَلَّ وَجْهُهٗ مُسْوَدًّا وَّهُوَ كَظِيْمٌ

Padahal apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, wajahnya menjadi hitam (merah padam), dan dia sangat marah.
(An-Nahl [16]: 58)

Islam adalah agama yang menghormati perempuan, sama seperti menghormati laki-laki.
Oleh sebab itu, Islam melarang pembunuhan bayi laki-laki maupun perempuan, baik karena kemiskinan atau karena takut miskin.
Allah ﷻ berfirman:

وَلَا تَقْتُلُوْٓا اَوْلَادَكُمْ مِّنْ اِمْلَاقٍ نَحْنُ نَرْزُقُكُمْ وَاِيَّاهُمْ

Janganlah membunuh anak-anakmu karena miskin.
Kamilah yang memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka.
(Al-An’am [6]: 151)

Tafsir QS. At Takwir (81) : 9. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Bila anak-anak perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya–sebagai tindakan perkenan untuk diri mereka sekaligus sebagai hujatan bagi orang yang memendam mereka,
"Dosa apa yang membuat kalian dibunuh?"
Padahal, jelas anak-anak perempuan itu tidak punya kesalahan apa-apa.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Apabila matahari digulung dan hilang sinarnya.
Apabila bintang-bintang berjatuhan lalu hilang cahayanya.


Apabila gunung-gunung dihempaskan dari permukaan bumi, sehingga menjadi debu beterbangan.
Apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan dan dibiarkan.


Apabila binatang-binatang liar dikumpulkan dan dibaurkan, agar Allah membalaskan satu dengan yang lainnya.
Apabila lautan dinyalakan, kemudian menjadi api yangbesar dan berkobar.


Apabila ruh-ruh dipertemukan dengan yang tubuhnnya.
Apabila anak-anak kecil yang dikubur hidup-hidup ditanya pada Hari Kiamat dengan pertanyaan untuk menghiburnya dan membuat menangis orang yang menguburnya,
"Karena dosa apakah ia dikubur hidup-hidup?"
Apabila catatan-catatan amal disodorkan.


Apabila langit dilenyapkan dan dihilangkan dari tempatnya semula.
Apabila neraka dinyalakan lalu menyala-nyala.


Dan apabila surga didekatkan kepada para penghuninya, yaitu orang-orang yang bertakwa.
Apabila semua itu telah terjadi, maka setiap jiwa yakin dan melihat apa yang telah dikerjakannya berupa kebaikan atau keburukan.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Karena dosa apakah dia dibunuh) dibaca Qutilat karena mengisahkan suatu dialog, jawab bayi-bayi perempuan itu, kami dibunuh tanpa dosa.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

{وَإِذَا الْمَوْءُودَةُ سُئِلَتْ بِأَيِّ ذَنْبٍ قُتِلَتْ}

apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, karena dosa apakah dia dibunuh.
(QS. At-Takwir [81]: 8-9)

Demikianlah menurut qiraat jumhur ulama, yakni su’ilat dan al-mau’udah artinya bayi-bayi yang sewaktu masa Jahiliah dikubur hidup-hidup oleh orang-orang tua mereka karena malu mempunyai anak perempuan.
Maka kelak di hari kiamat bayi-bayi itu ditanya, atas dosa apakah mereka dibunuh, dimaksudkan sebagai ancaman terhadap para pelakunya.
Karena sesungguhnya apabila orang yang teraniaya ditanya, maka terlebih lagi beratnya hukuman yang dikenakan terhadap pelaku aniaya.

Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:
apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya.
(QS. At-Takwir [81]: 8)
Yakni bertanya, dengan memakai bentuk aktif, yaitu sa’alat.
Hal yang sama dikatakan oleh Abud Duha, yaitu sa’alat yang artinya menuntut balas kematiannya.
Diriwayatkan dari As-Saddi dan Qatadah hal yang semisal.
Banyak hadis yang menerangkan tentang bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ini.


Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Yazid, telah menceritakan kepada kami Sa’id ibnu Abu Ayyub, telah menceritakan kepadaku Abul Aswad alias Muhammad ibnu Abdur Rahman ibnu Naufal, dari Urwah, dari Aisyah, dari Juzamah binti Wahb saudara perempuan Ukasyah yang mengatakan bahwa ia menghadiri majelis Rasullullah ﷺ yang saat itu berada di kalangan banyak orang, dan beliau bersabda:
Sesungguhnya aku telah berniat akan melarang gilah, maka aku melihat orang-orang- Romawi dan orang-orang Persia, ternyata mereka melakukan gilah terhadap anak-anak mereka, dan hal tersebut tidak membahayakan anak-anak mereka.
– Gilah ialah menyusui di waktu mengandung (pent.).- Kemudian mereka bertanya tentang ‘azl (melakukan orgasme di luar Liang ovum untuk mencegah kehamilan).
Maka Rasulullah ﷺ bersabda:
Itu sama dengan perbuatan mengubur anak secara tersembunyi, dan kelak anak perempuan yang dikubur hidup-hidup akan ditanya.

Imam Muslim meriwayatkannya melalui Abu Abdur Rahman Al-Muqri.
dari Abdullah ibnu Yazid, dari Sa’id ibnu Abu Ayyub.
Ibnu Majah telah meriwayatkannya pula dari Abu Bakar ibnu Abu Syaibah, dari Yahya ibnu Ishaq As-Sulaihini, dari Yahya ibnu Ayyub.
Imam Muslim telah meriwayatkannya pula dan juga Abu Daud, Turmuzi, danNasai melalui hadis Malik ibnu Anas;
ketiga-tiganya dari Abul Aswad dengan sanad yang sama.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kapada kami Ibnu ‘Adiy, dari Daud ibnu Abu Hindun, dari Asy-Sya’bi, dari Alqamah, dari Salamah ibnu,Yazid Al-Ju’fi yang mengatakan bahwa aku dan saudaraku berangkat menemui Rasulullah, lalu kami bertanya,
"Wahai Rasulullah, sesungguhnya ibu kami yang bernama Mulaikah, dia adalah seorang wanita yang gemar bersilaturahmi dan menghormati tamu, juga melakukan hal-hal lainnya.
Dia telah meninggal dunia di masa Jahiliah, maka apakah amal perbuatan kebaikannya itu dapat memberikan sesuatu manfaat bagi dirinya?"
Rasulullah ﷺ menjawab,
"Tidak."
Kami bertanya,
"Sesungguhnya dia dahulu pernah mengubur hidup-hidup saudara perempuan kami yang baru lahir di masa Jahiliah, apakah hal itu dapat memberi sesuatu manfaat baginya?"
(Kalau tidak salah, si penanya dan saudaranya itu baru saja masuk Islam dan belum mengetahui Islam secara mendalam)."
Maka Rasulullah ﷺ menjawab:
Wanita yang mengubur anak perempuannya hidup-hidup dan anak perempuan yang dikuburnya hidup-hidup kedua-duanya dimasukkan ke dalam neraka, terkecuali jika perempuan yang menguburnya menemui masa Islam (lalu masuk Islam), maka Allah memaafkan perbuatannya.

Imam Nasai meriwayatkan hadis ini melalui Daud ibnu Abu Hindun dengan sanad yang sama.


Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Sinan Al-Wasiti, telah menceritakan kepada kami Abu Ahmad Az-Zubairi, telah menceritakan kepada kami Israil, dari Abu Ishaq dari Alqamah dan Abul Ahwas, dari Ibnu Mas’ud yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Wanita yang mengubur anak perempuannya hidup-hidup dan anak perempuan yang dikuburnya kedua-duanya di dalam neraka.

Imam Ahmad mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami Ishaq Al-Azraq, telah menceritakan kepada kami Auf, telah menceritakan kepadaku Khansa binti Mu’awiyah As-Sarimiyyah, dari pamannya yang telah mengatakan bahwa ia pernah bertanya kepada Rasulullah ﷺ,
"Wahai Rasulullah, siapa sajakah orang yang masuk surga itu?"
Rasulullah ﷺ menjawab:
Nabi masuk surga, orang yang mati syahid masuk surga, bayi laki-laki masuk surga, dan bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup masuk surga.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Muslim ibnu Ibrahim, telah menceritakan kepada kami Qurrah, bahwa ia pernah mendengar Al-Hasan mengatakan bahwa pernah ditanyakan kepada Rasulullah ﷺ tentang siapa saja orang yang masuk surga?
Maka beliau ﷺ menjawab:
Bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup masuk surga.

Hadis ini mursal dan termasuk di antara hadishadis mursal Al-Hasan di antara ahli hadis ada yang mau menerimanya.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepadaku Abu Abdullah Az-Zahrani, telah menceritakan kepada kami Hafs ibnu Umar Al-Adani, telah menceritakan kepada kami Al-Hakam ibnu Aban, dari Ikrimah yang mengatakan bahwa Ibnu Abbas pernah mengatakan, anak-anak kaum musyrik berada di dalam surga;
maka barang siapa yang mengira bahwa mereka di dalam neraka, sesungguhnya dia dusta.
Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman:
apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, karena dosa apakah dia dibunuh.
(QS. At-Takwir [81]: 8-9)

Ibnu Abbas mengatakan bahwa mau’udah ialah bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup.

Abdur Razzaq mengatakan, telah menceritakan kepada kami Israil, dari Sammak ibnu Harb, dari An-Nu’man ibnu Basyir, dari Umar ibnul Khattab sehubungan dengan makna firman-Nya:
apabila bayi-bayi perempuan yang dikiibur hidup-hidup ditanya.
(QS. At-Takwir [81]: 8)
Bahwa Qais ibnu Asim datang kepada Rasulullah ﷺ, lalu bertanya,
"Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku pernah mengubur hidup-hidup beberapa bayi perempuanku di masa Jahiliah."
Rasulullah ﷺ menjawab:
Merdekakanlah seorang budak untuk tiap anak perempuan yang engkau kubur hidup-hidup itu.
Qais ibnu Asim berkata,
"Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku adalah pemilik ternak unta."
Rasulullah ﷺ menjawab:
Sembelihlah seekor unta budnah untuk setiap orang dari mereka.

Al-Hafiz Abu Bakar Al-Bazzar mengatakan bahwa Abdur Razzaq dalam sanad hadis ini masih diperselisihkan, karena sesungguhnya dia tidak mencatat hadis ini melainkan dari Al-Husain ibnu Mahdi, lalu dari Israil.

Ibnu Abu Hatim telah meriwayatkan pula hadis ini, untuk itu ia mengatakan bahwa:


telah menceritakan kepada kami Abu Abdullah Az-Zahrani melalui surat yang ditujukannya kepadaku, bahwa telah menceritakan kepada kami Abdur Razzaq, lalu disebutkan hadis yang semisal dengan sanad yang sama, hanya saja dalam riwayat ini disebutkan bahwa Qais ibnu Asim mengatakan,
"Aku telah mengubur hidup-hidup delapan bayi perempuanku di masa Jahiliah."
Maka Rasulullah ﷺ menjawab di akhir kalimatnya:
Sembelihlah jika engkau suka seekor unta budnah untuk tiap bayi yang telah engkau kubur hidup-hidup itu.

Kemudian Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Raja’, telah menceritakan kepada kami Qais ibnur Rabi’, dari Al-Agar ibnus Sabah, dari Khalifah ibnu Husain yang mengatakan bahwa Qais ibnu Asim datang kepada Rasulullah ﷺ, lalu bertanya,
"Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku telah mengubur hidup-hidup dua belas orang bayi perempuanku di masa Jahiliah,"
atau tiga belas bayi perempuannya.
Maka Rasulullah ﷺ bersabda:
Merdekakanlah budak sebanyak bilangan mereka.
Lalu Asim ibnu Qais memerdekakan budak-budak sebanyak bilangan anak-anak perempuannya yang telah ia kubur hidup-hidup di masa Jahiliah.
Ketika tahun berikutnya, ia tiba lagi dengan membawa seratus ekor unta, lalu berkata,
"Wahai Rasulullah, inilah sedekah kaumku sebagai kompensasi dari apa yang telah aku lakukan terhadap kaum muslim."
Ali ibnu Abu Thalib mengatakan,
"Kami merasa senang dengan ternak unta itu dan kami menamainya Qaisiyyah."

Unsur Pokok Surah At Takwir (التكوير)

Surat At Takwiir terdiri atas 29 ayat dan termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Masadd.

Kata "At Takwiir" yang menjadi nama bagi surat ini adalah kata asal (mashdar) dari kata kerja "kuwwirat" (digulung) yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Keimanan:

▪ Kegoncangan-kegoncangan yang terjadi pada hari kiamat.
▪ Pada hari kiamat setiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya waktu di dunia.
Alquran adalah firman Allah yang disampaikan oleh Jibril `alaihis salam.
▪ Penegasan atas kenabian Muhammad ﷺ.
Alquran sumber petunjuk bagi umat manusia yang menginginkan hidup lurus.
▪ Suksesnya manusia dalam mencapai kehidupan yang lurus itu tergantung kepada taufiq dari Allah.

Audio Murottal

QS. At-Takwir (81) : 1-29 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 29 + Terjemahan Indonesia



QS. At-Takwir (81) : 1-29 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 29

Gambar Kutipan Ayat

Surah At Takwir ayat 9 - Gambar 1 Surah At Takwir ayat 9 - Gambar 2
Statistik QS. 81:9
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah At Takwir.

Surah At-Takwir (Arab: التّكوير , “Menggulung”) adalah surah ke-81 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surat Makkiyah, terdiri atas 29 ayat.
Dinamakan At Takwiir yang berarti terbelah dari kata dasar kata ‘’kuwwirat’’ yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Nomor Surah 81
Nama Surah At Takwir
Arab التكوير
Arti Menggulung
Nama lain Idzasy syamsu kuwwirat
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 7
Juz Juz 30
Jumlah ruku’ 1 ruku’
Jumlah ayat 29
Jumlah kata 104
Jumlah huruf 434
Surah sebelumnya Surah ‘Abasa
Surah selanjutnya Surah Al-Infitar
Sending
User Review
5 (1 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

81:9, 81 9, 81-9, Surah At Takwir 9, Tafsir surat AtTakwir 9, Quran At Takwir 9, Surah At Takwir ayat 9

Video Surah

81:9


More Videos

Kandungan Surah At Takwir

۞ QS. 81:1 • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 81:2 • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 81:3 • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 81:4 • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 81:5 • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 81:6 • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 81:7 • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 81:8 • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 81:9 • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 81:10 • Kedahsyatan hari kiamat • Lembaran catatan amal perbuatan • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 81:11 • Kedahsyatan hari kiamat • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 81:12 • Kedahsyatan hari kiamat • Nama-nama neraka

۞ QS. 81:13 • Sifat hari penghitungan • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 81:14 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Lembaran catatan amal perbuatan • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 81:19 • Sifat-sifat malaikat • Peranan dan tugas Jibril • Sifat Jibril

۞ QS. 81:20 • Sifat Jibril

۞ QS. 81:21 • Sifat Jibril

۞ QS. 81:23 • Pertemuan Jibril dan Nabi pada saat awal turun wahyu

۞ QS. 81:26 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 81:27 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 81:28 • Manusia antara memilih dan dipaksa

۞ QS. 81:29 Tauhid Rububiyyah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan) • Kebenaran dan hakikat takdir

Ayat Pilihan

“Ya Tuhan kami,
berilah kami kebaikan di dunia & kebaikan di akhirat & peliharalah kami dari siksa neraka”
[Do’a Sapu Jagad] ― QS. Al-Baqarah [2]: 201

Apa kamu kira bahwa Kami ciptakan kamu secara main-main (saja),
bahwa kamu tak akan dikembalikan kepada Kami?
Maka Maha Tinggi Allah,
Raja Yang Sebenarnya,
tiada Tuhan selain Dia,
Tuhan (Yang mempunyai) ‘Arsy yang mulia
QS. Al-Mu’minun [23]: 115-116

Allah menyukai orang yang berbuat kebajikan. Dan (juga) orang yang bila kerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa mereka & siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari Allah?
QS. Ali ‘Imran [3]: 134-135

Bersyukurlah kepada Allah.
Dan barang siapa yang bersyukur (kepada Allah),
maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri,
dan barang siapa yang tidak bersyukur,
maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji
QS. Luqman [31]: 12

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

َبَارَكَ ٱلَّذِى نَزَّلَ ٱلْفُرْقَانَ عَلَىٰ عَبْدِهِۦ لِيَكُونَ لِلْعَٰلَمِينَ نَذِيرًا

Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaitu ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
الفرقان, artinya 'Pembeda'.
Alquran dinamakan Al-Furqan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil.

Salah satu tokoh dalam kisah umat masa lalu yang dapat dipetik pelajaran sebagai teladan yang baik ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Luqman adalah orang yang disebut dalam Alquran dalam surah Luqman [31] : 12-19 yang terkenal karena nasihat-nasihatnya kepada anaknya.

Tujuan utama diturunkannya Alquran kepada umat manusia adalah ...

Correct! Wrong!

+

Array

Mujahadah berasal dari bahasa Arab, yang berasal dari kata jahada, yang berarti ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Mujahadah merupakan sebuah istilah yang terbentuk dari asal kata jihad, artinya berjuang dengan sungguh-sungguh menurut syari'at Islam.

Istilah lain yang juga berasal dari kata Jihad, yakni Mujahidin. Mujahidin adalah istilah bagi pejuang (Muslim) yang turut dalam suatu peperangan atau terlibat dalam suatu pergolakan.

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا ٱلذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ

Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaitu ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
ٱلذِّكْرَ = Adz-Dzikr (pemberi peringatan).
Firman Allah:
'Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Adz-Dzikr (Alquran), dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.'
(QS. Al Hijr [15] : 9)

Pendidikan Agama Islam #15
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #15 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #15 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #19

Berakhirnya seluruh kehidupan di dunia dinamakan … Hari kiamat di jelaskan dalam Alquran, surah … .Tempat berkumpulnya manusia di akhirat di sebut padang … Salah satu hikmah mempercayai datangnya hari akhir, yaitu … … Surah yang menjelaskan bahwa ‘Allah Subhanahu Wa Ta`ala tempat meminta’, yaitu … …

Pendidikan Agama Islam #29

Sebagai perumpamaan orang yang mengajak berbuat baik, tetapi dirinya sendiri tidak melakukan adalah … Berikut kedudukan orang yang menuntut ilmu, kecuali … potongan ayat di atas terdapat pada Alquran surah … Ilmuan muslim yang dalam bidang kedokteran yang berasal dari Persia yaitu … Siapakah nabi yang lebih memilih ilmu daripada harta?

Pendidikan Agama Islam #17

Dalam Alquran, surah Ad-Dhuha turun setelah surah …Surah Ad-Dhuha termasuk kategori surah …اَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَاٰوٰىۖ lafal tersebut adalah surah Ad-Dhuha ayat ke- …وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ Dalam surah Ad-Duha, terjemahan dari lafal di atas adalah …Kata berikut yang mempunyai arti orang yang meminta-minta adalah …

Kamus Istilah Islam

beragama

Apa itu beragama? ber.a.ga.ma menganut agama; saya beragama Islam dan dia beragama Kristen; beribadat; taat kepada agama; baik hidupnya ; ia datang dari keluarga yang beragama; cak sangat memuja-...

khawas

Apa itu khawas? kha.was ] golongan mukmin yang beramal semata-mata karena Allah Subhanahu Wa Ta`ala. … •

maqthu’

Apa itu maqthu’? Hadits Maqthu’ adalah hadits yang disandarkan kepada Murid Sahabat dan yang setelah mereka, baik perkataan,perbuatan, dll. Contohnya: Saya berkata: berkata ‘Alqomah –...