Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. At Takwir (Menggulung) – surah 81 ayat 9 [QS. 81:9]

بِاَیِّ ذَنۡۢبٍ قُتِلَتۡ ۚ
Biai-yi dzanbin qutilat;
karena dosa apa dia dibunuh?

―QS. At Takwir [81]: 9

Daftar isi

For what sin she was killed
― Chapter 81. Surah At Takwir [verse 9]

بِأَىِّ karena

For what
ذَنۢبٍ dosa

sin
قُتِلَتْ ia dibunuh

she was killed.

Tafsir Quran

Surah At Takwir
81:9

Tafsir QS. At-Takwir (81) : 9. Oleh Kementrian Agama RI

Dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, karena dosa apakah dia dibunuh?
Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa bayi-bayi yang pernah dikubur hidup-hidup akan dihidupkan kembali di hadapan orang yang menguburkannya dan ditanya karena dosa apakah dia dibunuh.
Jawaban pertanyaan ini memberikan kesan yang lebih dalam kepada si pembunuhnya karena bayi perempuan itu akan menjawab bahwa ia dikubur hidup-hidup tanpa dosa sama sekali, hanya karena orang tuanya takut dihinggapi kefakiran dan kemiskinan.

Kebiasaan orang Arab pada zaman Jahiliah ini sangat di luar peri kemanusiaan.

Di kalangan mereka ada yang tidak mengubur hidup-hidup anaknya yang perempuan, tetapi ia memberikan pekerjaan kepadanya dengan menggembalakan kambing di padang pasir dengan pakaian bulu dan membiarkan hidup dalam kesepian.

Dan ada pula yang membiarkan anak perempuannya itu hidup sampai umur enam tahun kemudian ia berkata kepada ibunya,
"Dandanilah anak ini dengan pakaian yang baik, karena akan dibawa ziarah mengunjungi bibinya."
Sebelumnya ia telah menggali sebuah sumur di padang pasir.

Setelah ia sampai dengan anak perempuannya itu di tepi sumur itu, lalu berkata,
"Tengok, apa yang ada dalam sumur itu."
Kemudian anak perempuan itu ditendang dari belakang dan setelah jatuh ke dalam sumur itu lalu ditimbun dan diratakan dengan tanah.

Dan di antara mereka ada yang berbuat lebih kejam lagi daripada ini.
Setelah datang agama Islam, maka kekejaman yang di luar peri kemanusiaan itu diganti dengan sikap yang penuh ramah dan kesayangan.

Di antara alasan pembunuhan anak perempuan di masa Jahiliah adalah karena anak perempuan dianggap tidak punya nilai ekonomis yang bisa menguntungkan keluarga.
Alasan lain adalah karena anak perempuan dianggap sangat lemah, sering menjadi korban pelecehan seksual atau karena perempuan dianggap sebagai penggoda laki-laki yang bisa membuat malu keluarga.

Dalam Surah An-Nahl [16]: 58, Allah menggambarkan seorang laki-laki yang mendapat kelahiran putrinya dengan wajah hitam karena menahan marah.

وَاِذَا بُشِّرَ اَحَدُهُمْ بِالْاُنْثٰى ظَلَّ وَجْهُهٗ مُسْوَدًّا وَّهُوَ كَظِيْمٌ

Padahal apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, wajahnya menjadi hitam (merah padam), dan dia sangat marah.
(An-Nahl [16]: 58)

Islam adalah agama yang menghormati perempuan, sama seperti menghormati laki-laki.
Oleh sebab itu, Islam melarang pembunuhan bayi laki-laki maupun perempuan, baik karena kemiskinan atau karena takut miskin.
Allah ﷻ berfirman:

وَلَا تَقْتُلُوْٓا اَوْلَادَكُمْ مِّنْ اِمْلَاقٍ نَحْنُ نَرْزُقُكُمْ وَاِيَّاهُمْ

Janganlah membunuh anak-anakmu karena miskin.
Kamilah yang memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka.
(Al-An’am [6]: 151)

Tafsir QS. At Takwir (81) : 9. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Bila anak-anak perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya–sebagai tindakan perkenan untuk diri mereka sekaligus sebagai hujatan bagi orang yang memendam mereka,
"Dosa apa yang membuat kalian dibunuh?"
Padahal, jelas anak-anak perempuan itu tidak punya kesalahan apa-apa.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Apabila matahari digulung dan hilang sinarnya.
Apabila bintang-bintang berjatuhan lalu hilang cahayanya.


Apabila gunung-gunung dihempaskan dari permukaan bumi, sehingga menjadi debu beterbangan.
Apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan dan dibiarkan.


Apabila binatang-binatang liar dikumpulkan dan dibaurkan, agar Allah membalaskan satu dengan yang lainnya.
Apabila lautan dinyalakan, kemudian menjadi api yangbesar dan berkobar.


Apabila ruh-ruh dipertemukan dengan yang tubuhnnya.
Apabila anak-anak kecil yang dikubur hidup-hidup ditanya pada Hari Kiamat dengan pertanyaan untuk menghiburnya dan membuat menangis orang yang menguburnya,
"Karena dosa apakah ia dikubur hidup-hidup?"
Apabila catatan-catatan amal disodorkan.


Apabila langit dilenyapkan dan dihilangkan dari tempatnya semula.
Apabila neraka dinyalakan lalu menyala-nyala.


Dan apabila surga didekatkan kepada para penghuninya, yaitu orang-orang yang bertakwa.
Apabila semua itu telah terjadi, maka setiap jiwa yakin dan melihat apa yang telah dikerjakannya berupa kebaikan atau keburukan.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Karena dosa apakah dia dibunuh) dibaca Qutilat karena mengisahkan suatu dialog, jawab bayi-bayi perempuan itu, kami dibunuh tanpa dosa.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

{وَإِذَا الْمَوْءُودَةُ سُئِلَتْ بِأَيِّ ذَنْبٍ قُتِلَتْ}

apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, karena dosa apakah dia dibunuh.
(QS. At-Takwir [81]: 8-9)

Demikianlah menurut qiraat jumhur ulama, yakni su’ilat dan al-mau’udah artinya bayi-bayi yang sewaktu masa Jahiliah dikubur hidup-hidup oleh orang-orang tua mereka karena malu mempunyai anak perempuan.
Maka kelak di hari kiamat bayi-bayi itu ditanya, atas dosa apakah mereka dibunuh, dimaksudkan sebagai ancaman terhadap para pelakunya.
Karena sesungguhnya apabila orang yang teraniaya ditanya, maka terlebih lagi beratnya hukuman yang dikenakan terhadap pelaku aniaya.

Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:
apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya.
(QS. At-Takwir [81]: 8)
Yakni bertanya, dengan memakai bentuk aktif, yaitu sa’alat.
Hal yang sama dikatakan oleh Abud Duha, yaitu sa’alat yang artinya menuntut balas kematiannya.
Diriwayatkan dari As-Saddi dan Qatadah hal yang semisal.
Banyak hadis yang menerangkan tentang bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ini.


Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Yazid, telah menceritakan kepada kami Sa’id ibnu Abu Ayyub, telah menceritakan kepadaku Abul Aswad alias Muhammad ibnu Abdur Rahman ibnu Naufal, dari Urwah, dari Aisyah, dari Juzamah binti Wahb saudara perempuan Ukasyah yang mengatakan bahwa ia menghadiri majelis Rasullullah ﷺ yang saat itu berada di kalangan banyak orang, dan beliau bersabda:
Sesungguhnya aku telah berniat akan melarang gilah, maka aku melihat orang-orang- Romawi dan orang-orang Persia, ternyata mereka melakukan gilah terhadap anak-anak mereka, dan hal tersebut tidak membahayakan anak-anak mereka.
– Gilah ialah menyusui di waktu mengandung (pent.).- Kemudian mereka bertanya tentang ‘azl (melakukan orgasme di luar Liang ovum untuk mencegah kehamilan).
Maka Rasulullah ﷺ bersabda:
Itu sama dengan perbuatan mengubur anak secara tersembunyi, dan kelak anak perempuan yang dikubur hidup-hidup akan ditanya.

Imam Muslim meriwayatkannya melalui Abu Abdur Rahman Al-Muqri.
dari Abdullah ibnu Yazid, dari Sa’id ibnu Abu Ayyub.
Ibnu Majah telah meriwayatkannya pula dari Abu Bakar ibnu Abu Syaibah, dari Yahya ibnu Ishaq As-Sulaihini, dari Yahya ibnu Ayyub.
Imam Muslim telah meriwayatkannya pula dan juga Abu Daud, Turmuzi, danNasai melalui hadis Malik ibnu Anas;
ketiga-tiganya dari Abul Aswad dengan sanad yang sama.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kapada kami Ibnu ‘Adiy, dari Daud ibnu Abu Hindun, dari Asy-Sya’bi, dari Alqamah, dari Salamah ibnu,Yazid Al-Ju’fi yang mengatakan bahwa aku dan saudaraku berangkat menemui Rasulullah, lalu kami bertanya,
"Wahai Rasulullah, sesungguhnya ibu kami yang bernama Mulaikah, dia adalah seorang wanita yang gemar bersilaturahmi dan menghormati tamu, juga melakukan hal-hal lainnya.
Dia telah meninggal dunia di masa Jahiliah, maka apakah amal perbuatan kebaikannya itu dapat memberikan sesuatu manfaat bagi dirinya?"
Rasulullah ﷺ menjawab,
"Tidak."
Kami bertanya,
"Sesungguhnya dia dahulu pernah mengubur hidup-hidup saudara perempuan kami yang baru lahir di masa Jahiliah, apakah hal itu dapat memberi sesuatu manfaat baginya?"
(Kalau tidak salah, si penanya dan saudaranya itu baru saja masuk Islam dan belum mengetahui Islam secara mendalam)."
Maka Rasulullah ﷺ menjawab:
Wanita yang mengubur anak perempuannya hidup-hidup dan anak perempuan yang dikuburnya hidup-hidup kedua-duanya dimasukkan ke dalam neraka, terkecuali jika perempuan yang menguburnya menemui masa Islam (lalu masuk Islam), maka Allah memaafkan perbuatannya.

Imam Nasai meriwayatkan hadis ini melalui Daud ibnu Abu Hindun dengan sanad yang sama.


Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Sinan Al-Wasiti, telah menceritakan kepada kami Abu Ahmad Az-Zubairi, telah menceritakan kepada kami Israil, dari Abu Ishaq dari Alqamah dan Abul Ahwas, dari Ibnu Mas’ud yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Wanita yang mengubur anak perempuannya hidup-hidup dan anak perempuan yang dikuburnya kedua-duanya di dalam neraka.

Imam Ahmad mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami Ishaq Al-Azraq, telah menceritakan kepada kami Auf, telah menceritakan kepadaku Khansa binti Mu’awiyah As-Sarimiyyah, dari pamannya yang telah mengatakan bahwa ia pernah bertanya kepada Rasulullah ﷺ,
"Wahai Rasulullah, siapa sajakah orang yang masuk surga itu?"
Rasulullah ﷺ menjawab:
Nabi masuk surga, orang yang mati syahid masuk surga, bayi laki-laki masuk surga, dan bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup masuk surga.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Muslim ibnu Ibrahim, telah menceritakan kepada kami Qurrah, bahwa ia pernah mendengar Al-Hasan mengatakan bahwa pernah ditanyakan kepada Rasulullah ﷺ tentang siapa saja orang yang masuk surga?
Maka beliau ﷺ menjawab:
Bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup masuk surga.

Hadis ini mursal dan termasuk di antara hadis-hadis mursal Al-Hasan di antara ahli hadis ada yang mau menerimanya.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepadaku Abu Abdullah Az-Zahrani, telah menceritakan kepada kami Hafs ibnu Umar Al-Adani, telah menceritakan kepada kami Al-Hakam ibnu Aban, dari Ikrimah yang mengatakan bahwa Ibnu Abbas pernah mengatakan, anak-anak kaum musyrik berada di dalam surga;
maka barang siapa yang mengira bahwa mereka di dalam neraka, sesungguhnya dia dusta.
Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman:
apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, karena dosa apakah dia dibunuh.
(QS. At-Takwir [81]: 8-9)

Ibnu Abbas mengatakan bahwa mau’udah ialah bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup.

Abdur Razzaq mengatakan, telah menceritakan kepada kami Israil, dari Sammak ibnu Harb, dari An-Nu’man ibnu Basyir, dari Umar ibnul Khattab sehubungan dengan makna firman-Nya:
apabila bayi-bayi perempuan yang dikiibur hidup-hidup ditanya.
(QS. At-Takwir [81]: 8)
Bahwa Qais ibnu Asim datang kepada Rasulullah ﷺ, lalu bertanya,
"Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku pernah mengubur hidup-hidup beberapa bayi perempuanku di masa Jahiliah."
Rasulullah ﷺ menjawab:
Merdekakanlah seorang budak untuk tiap anak perempuan yang engkau kubur hidup-hidup itu.
Qais ibnu Asim berkata,
"Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku adalah pemilik ternak unta."
Rasulullah ﷺ menjawab:
Sembelihlah seekor unta budnah untuk setiap orang dari mereka.

Al-Hafiz Abu Bakar Al-Bazzar mengatakan bahwa Abdur Razzaq dalam sanad hadis ini masih diperselisihkan, karena sesungguhnya dia tidak mencatat hadis ini melainkan dari Al-Husain ibnu Mahdi, lalu dari Israil.

Ibnu Abu Hatim telah meriwayatkan pula hadis ini, untuk itu ia mengatakan bahwa:


telah menceritakan kepada kami Abu Abdullah Az-Zahrani melalui surat yang ditujukannya kepadaku, bahwa telah menceritakan kepada kami Abdur Razzaq, lalu disebutkan hadis yang semisal dengan sanad yang sama, hanya saja dalam riwayat ini disebutkan bahwa Qais ibnu Asim mengatakan,
"Aku telah mengubur hidup-hidup delapan bayi perempuanku di masa Jahiliah."
Maka Rasulullah ﷺ menjawab di akhir kalimatnya:
Sembelihlah jika engkau suka seekor unta budnah untuk tiap bayi yang telah engkau kubur hidup-hidup itu.

Kemudian Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Raja’, telah menceritakan kepada kami Qais ibnur Rabi’, dari Al-Agar ibnus Sabah, dari Khalifah ibnu Husain yang mengatakan bahwa Qais ibnu Asim datang kepada Rasulullah ﷺ, lalu bertanya,
"Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku telah mengubur hidup-hidup dua belas orang bayi perempuanku di masa Jahiliah,"
atau tiga belas bayi perempuannya.
Maka Rasulullah ﷺ bersabda:
Merdekakanlah budak sebanyak bilangan mereka.
Lalu Asim ibnu Qais memerdekakan budak-budak sebanyak bilangan anak-anak perempuannya yang telah ia kubur hidup-hidup di masa Jahiliah.
Ketika tahun berikutnya, ia tiba lagi dengan membawa seratus ekor unta, lalu berkata,
"Wahai Rasulullah, inilah sedekah kaumku sebagai kompensasi dari apa yang telah aku lakukan terhadap kaum muslim."
Ali ibnu Abu Thalib mengatakan,
"Kami merasa senang dengan ternak unta itu dan kami menamainya Qaisiyyah."

Unsur Pokok Surah At Takwir (التكوير)

Surat At Takwiir terdiri atas 29 ayat dan termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Masadd.

Kata "At Takwiir" yang menjadi nama bagi surat ini adalah kata asal (mashdar) dari kata kerja "kuwwirat" (digulung) yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Keimanan:

▪ Kegoncangan-kegoncangan yang terjadi pada hari kiamat.
▪ Pada hari kiamat setiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya waktu di dunia.
▪ Alquran adalah firman Allah yang disampaikan oleh Jibril `alaihis salam.
▪ Penegasan atas kenabian Muhammad ﷺ.
▪ Alquran sumber petunjuk bagi umat manusia yang menginginkan hidup lurus.
▪ Suksesnya manusia dalam mencapai kehidupan yang lurus itu tergantung kepada taufiq dari Allah.

Ayat-ayat dalam Surah At Takwir (29 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29

Lihat surah lainnya

Audio Murottal

QS. At-Takwir (81) : 1-29 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 29 + Terjemahan Indonesia



QS. At-Takwir (81) : 1-29 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 29

Gambar Kutipan Ayat

Surah At Takwir ayat 9 - Gambar 1 Surah At Takwir ayat 9 - Gambar 2
Statistik QS. 81:9
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah At Takwir.

Surah At-Takwir (Arab: التّكوير , “Menggulung”) adalah surah ke-81 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surat Makkiyah, terdiri atas 29 ayat.
Dinamakan At Takwiir yang berarti terbelah dari kata dasar kata ‘’kuwwirat’’ yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Nomor Surah 81
Nama Surah At Takwir
Arab التكوير
Arti Menggulung
Nama lain Idzasy syamsu kuwwirat
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 7
Juz Juz 30
Jumlah ruku’ 1 ruku’
Jumlah ayat 29
Jumlah kata 104
Jumlah huruf 434
Surah sebelumnya Surah ‘Abasa
Surah selanjutnya Surah Al-Infitar
Sending
User Review
5 (1 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

81:9, 81 9, 81-9, Surah At Takwir 9, Tafsir surat AtTakwir 9, Quran At Takwir 9, Surah At Takwir ayat 9

Video Surah

81:9


Load More

Kandungan Surah At Takwir

۞ QS. 81:1 • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 81:2 • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 81:3 • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 81:4 • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 81:5 • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 81:6 • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 81:7 • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 81:8 • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 81:9 • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 81:10 • Kedahsyatan hari kiamat • Lembaran catatan amal perbuatan • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 81:11 • Kedahsyatan hari kiamat • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 81:12 • Kedahsyatan hari kiamat • Nama-nama neraka

۞ QS. 81:13 • Sifat hari penghitungan • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 81:14 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Lembaran catatan amal perbuatan • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 81:19 • Sifat-sifat malaikat • Peranan dan tugas Jibril • Sifat Jibril

۞ QS. 81:20 • Sifat Jibril

۞ QS. 81:21 • Sifat Jibril

۞ QS. 81:23 • Pertemuan Jibril dan Nabi pada saat awal turun wahyu

۞ QS. 81:26 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 81:27 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 81:28 • Manusia antara memilih dan dipaksa

۞ QS. 81:29 Tauhid Rububiyyah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan) • Kebenaran dan hakikat takdir

Ayat Pilihan

Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu,
maka berjalanlah di segala penjurunya & makanlah sebagian dari rezeki-Nya.
Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.
QS. Al-Mulk [67]: 15

maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui,
QS. An-Nahl [16]: 43

Sesungguhnya barang siapa yang bertakwa & bersabar,
maka sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.
QS. Yusuf [12]: 90

Hendaknya manusia merenungkan,
bagaimana Kami mengatur & menyediakan makanan yang mereka butuhkan.
QS. ‘Abasa [80]: 24

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Zakat menurut bahasa زكة , yang bermakna ...

Correct! Wrong!

Setelah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam wafat maka diganti oleh sahabat sebagai pemimpin ummat disebut ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Kekhalifahan Rasyidin adalah kekhalifahan yang berdiri setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW pada tahun 632 M, atau tahun 11 H. Kekhalifahan ini terdiri atas empat khalifah pertama dalam sejarah Islam, yang disebut sebagai Khulafaur Rasyidin.

Jasa khalifah Umar bin Khatab yang sampai saat ini masih dipergunakan, yaitu ...

Correct! Wrong!

+

Array

Berikut adalah contoh bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala Maha Mendahulukan.

Correct! Wrong!

Yang termasuk mustahiq (orang berhak menerima zakat) berikut yaitu ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #20
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #20 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #20 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #5

Berikut ini, yang tidak mengandung moral terpuji, adalah … Orang yang jujur akan senantiasa mengatakan … Lawan kata dari jujur ??adalah … Orang yang suka berbohong adalah orang … Bekerja tepat waktu adalah salah satu ciri orang yang …

Pendidikan Agama Islam #21

Pembukuan Alquran dilakukan pada masa khalifah … Setiap bencana dan musibah yang menimpa manusia di bumi sudah tertulis dalam kitab … Bu Nindi mempersiapkan pakaian bayi, karena bu Nindi tidak lama lagi akan melahirkan bayinya, perilaku bu Nindi termasuk meyakini … Allah Subhanahu Wa Ta`ala.Allah Subhanahu Wa Ta`ala tidak akan merubah nasib suatu kaum , sebelum kaum itu sendiri yang merubahnya, arti ayat tersebut terdapat dalam Alquran surah ar-Rad ayat … Salah satu contoh hikmah beriman kepada qada bagi siswa adalah …

Pendidikan Agama Islam #4

Surah dalam Alquran yang mengatakan larangan untuk melakukan terlalu banyak, makan dan minum adalah … Setelah Yakin, dalam surah Al-A’raf ayat 26, pakaian terbaik ada di mata Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah … Aurat dari tubuh pria adalah mulai … Fungsi pakaian adalah … Kejujuran adalah karakteristik dari seorang Muslim, sementara berbohong atau ketidakjujuran adalah fitur dari orang …

Kamus Istilah Islam

talabiah

Apa itu talabiah? ta.la.bi.ah pemenuhan panggilan ; pernyataan niat … •

Tadabur

Apa itu Tadabur? Tadabur adalah suatu gambaran penglihatan hati terhadap akibat-akibat segala urusan. Baik tafakur maupun tadabur, keduanya sama-sama dilakukan dengan menggunakan mata hati. Bedanya, tafakur dilakukan untuk meneliti dalil atau indikator segala sesuatu hal, sedangkan tadabur dilakukan untuk meneliti akibat-akibatnya. … • Tadabbur

Ibnu Taimiyah

Siapa itu Ibnu Taimiyah? Abul Abbas Taqiyuddin Ahmad bin Abdus Salam bin Abdullah bin Taimiyah al Harrani , atau yang biasa disebut dengan nama Ibnu Taimiyah saja , adalah seorang pemikir dan ulama Islam dari H … •