Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. At Takaatsur (Bermegah-megahan) – surah 102 ayat 2 [QS. 102:2]

حَتّٰی زُرۡتُمُ الۡمَقَابِرَ ؕ
Hatta zurtumul maqaabir(a);
sampai kamu masuk ke dalam kubur.
―QS. At Takaatsur [102]: 2

Daftar isi

Until you visit the graveyards.
― Chapter 102. Surah At Takaatsur [verse 2]

حَتَّىٰ hingga

Until
زُرْتُمُ kamu melewati/masuk

you visit
ٱلْمَقَابِرَ kuburan-kuburan

the graves.

Tafsir Quran

Surah At Takaatsur
102:2

Tafsir QS. At-Takatsur (102) : 2. Oleh Kementrian Agama RI

Selanjutnya Allah menjelaskan keadaan bermegah-megah di antara manusia atau dengan usaha untuk memiliki lebih banyak dari orang lain akan terus berlanjut hingga mereka masuk lubang kubur.
Dengan demikian, mereka telah menyia-nyiakan umur untuk hal yang tidak berfaedah, baik dalam hidup di dunia maupun untuk kehidupan akhirat.

Para ulama berpendapat bahwa menziarahi kuburan adalah obat penawar yang paling ampuh untuk melunakkan hati, karena dengan ziarah kubur itu manusia akan ingat mati dan hari akhirat, maka dengan sendirinya akan membatasi keinginan-keinginan yang bukan-bukan.
Nabi Muhammad bersabda:

Saya pernah melarang kamu menziarahi kubur, maka sekarang ziarahilah kubur itu, karena menziarahi kubur itu akan menjadikan zuhud dari kemewahan dunia dan mengingatkan kamu kepada kehidupan akhirat.
(Riwayat Ibnu Majah dari Ibnu Mas’ud).

Tafsir QS. At Takaatsur (102) : 2. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Kalian telah disibukkan oleh anak-anak dan pendukung-pendukung kalian, oleh sikap sombong kalian terhadap harta dengan menghitung-hitungnya dan juga oleh keturunan kalian, sehingga tidak menjalankan kewajiban dan ketaatan sampai ajal kalian datang menjemput.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Kesibukan kalian dengannya terus berlanjut hingga kalian bawa ke kuburan, lalu kalian dimakamkan di dalamnya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Sampai kalian masuk ke dalam kubur) hingga kalian mati dikubur di dalam tanah, atau hingga kalian menghitung-hitung banyaknya orang yang telah mati.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, bahwasanya kalian disibukkan oleh kecintaan kalian kepada duniawi dan kesenangannya serta perhiasannya, sehingga kalian melupakan upaya kalian untuk mencari pahala akhirat dan memburunya.
Dan kalian terus-menerus sibuk dengan urusan duniawi kalian hingga maut datang menjemput kalian dan kalian dimasukkan ke dalam kubur hingga menjadi penghuninya.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Zakaria ibnu Yahya Al-Waqqad Al-Masri, telah menceritakan kepadaku Khalid ibnu Abdud Da-im, dari Ibnu Zaid ibnu Aslam, dari ayahnya yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Bermegah-megahan telah melalaikan kalian dari ketaatan, sampai kalian masuk ke dalam liang kubur (sampai maut datang menjemput kalian).

Al-Hasan Al-Basri mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
Bermegah-megahan telah melalaikan kalian.
(QS. At-Takatsur [102]: 1)
Yakni dengan harta dan anak-anak.


Di dalam kitab Sahih Bukhari dalam Bab
"Raqa’iq’ telah disebutkan hal yang sama dari Al-Hasan Al-Basri.
Dan disebutkan bahwa telah menceritakan kepada kami Abul Walid, telah menceritakan kepada kami Hammad ibnu Salamah, dari Sabit, dari Anas ibnu Malik, dari Ubay ibnu Ka’b yang mengatakan bahwa kami menganggap hal berikut termasuk dari Alquran sebelum diturunkan firman-Nya:
Bermegah-megahan telah melalaikan kalian.
(QS. At-Takatsur [102]: 1)
Yang dimaksud adalah sabda Nabi ﷺ yang menyebutkan:
Seandainya Anak Adam (manusia) mempunyai lembah emas.
dan seterusnya hingga akhir hadis.


Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ja’far, telah menceritakan kepada kami Syu’bah, bahwa ia pernah mendengar Qatadah menceritakan dari Mutarrif ibnu Abdullah ibnusy Syikhkhir, dari ayahnya yang mengatakan bahwa ia sampai kepada Rasulullah ﷺ yang saat itu beliau ﷺ sedang membaca firman-Nya:
Bermegah-megahan telah melalaikan kamu.
(QS. At-Takatsur [102]: 1)
Lalu Rasulullah ﷺ bersabda:
Ibnu Adam mengatakan,
"Hartaku, hartaku."
Tiadalah bagimu dari hartamu selain dari apa yang engkau makan, lain engkau lenyapkan;
atau yang engkau pakai, lalu engkau lapukkan;
atau engkau sedekahkan, lalu engkau lanjutkan.

Imam Muslim, Imam Turmuzi, dan Imam Nasai telah meriwayatkannya melalui jalur Syu’bah dengan sanad yang sama.


Imam Muslim mengatakan di dalam kitab sahihnya, bahwa telah menceritakan kepada kami Suwaid ibnu Sa’id, telah menceritakan kepada kami Hafs ibnu Maisarah dari Al-Ala, dari ayahnya, dari Abu Hurairah r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Seorang hamba mengatakan,
"Hartaku, hartaku!"
Padahal sesungguhnya tiada dari hartanya selain tiga hal, yaitu apa yang telah dimakannya, lalu ia lenyapkan;
atau yang ia pakai, lain ia lapukkan, atau yang ia sedekahkan, lalu ia lanjutkan.
Sedangkan yang selain dari itu akan pergi dan akan ia tinggalkan untuk orang lain.

Imam Muslim meriwayatkannya secara munfarid melalui jalur ini.

Imam Bukhari mengatakan, telah menceritakan kepada kami Al-Humaidi, telah menceritakan kepada kami Sufyan, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Abu Bakar ibnu Muhammad ibnu Amr ibnu Hazm yang telah mendengar dari Anas ibnu Malik yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda:
Ada tiga perkara yang mengiringi keberangkatan mayat;
maka yang dua perkara kembali, sedangkan yang satunya menemaninya.
Keluarganya, harta bendanya, dan amal perbuatannya mengiringinya;
maka kembalilah keluarga dan harta bendanya, dan yang tertinggal (bersamanya) adalah amal perbuatannya.

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Imam Muslim, Imam Turmuzi, dan Imam Nasai melalui hadis Sufyan ibnu Uyaynah dengan sanad yang sama.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yahya, dari Syu’bah, telah menceritakan kepada kami Qatadah, dari Anas, bahwa Nabi ﷺ pernah bersabda:
Ibnu Adam akan menua, dan akan tetap menemaninya dua perkara, yaitu keinginan dan cita-cita.

Imam Bukhari dan Imam Muslim telah mengetengahkannya di dalam kitab sahih masing-masing.


Al-Hafiz ibnu Asakir di dalam biografi Al-Ahnaf ibnu Qais yang dijuluki Ad-Dahhak menyebutkan bahwa ia meliliat seorang lelaki yang di tangannya memegang mata uang dirham, lalu ia bertanya
"Kepunyaan siapakah uang dirham ini?"
Lelaki itu menjawab,
"Milikku."
Maka Ad-Dahhak mengatakan,
"Sesungguhnya uang dirham itu adalah milikmu bilamana kamu belanjakan untuk hal yang mengandung pahala, atau sebagai rasa ungkapan syukurmu."
Kemudian Ad-Dahhak alias Al-Ahnaf mengucapkan perkataan seorang penyair:

Engkau ditunggangi oleh harta jika engkau pegang dia, maka jika engkau belanjakan dia, berarti harta itu adalah milikmu (bermanfaat bagimu).

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Sa’id Al-Asyaj, telah menceritakan kepada kami Abu Usamah yang telah mengatakan bahwa telah menceritakan kepadaku Saleh ibnu Hibban, dari Ibnu Buraidah sehubungan dengan makna firman-Nya:
bermegah-megahan telah melalaikan kalian.
(QS. At-Takatsur [102]: 1)
Bahwa surat ini diturunkan berkenaan dengan dua kabilah Ansar, yaitu Bani Harisah dan Banil Haris, mereka saling membanggakan diri dengan kepemilikan mereka yang banyak.
Salah satu pihak mengatakan bahwa apakah di kalangan kalian terdapat orang yang semisal dengan si Fulan bin Fulan dan si Fulan.
Sedangkan pihak lain mengatakan hal yang sama pula kepada lawannya.
Mereka saling berbangga diri dengan orang-orang yang masih hidup, kemudian mereka mengatakan,
"Marilah kita berangkat menuju kuburan."
Lalu salah satu pihak mengatakan,
"Apakah di kalangan kalian terdapat orang yang seperti si Fulan,"
seraya mengisyaratkan kepada kuburan seseorang.
Dan pihak lainnya mengatakan hal yang sama seraya mengisyaratkan ke kuburan lainnya.
Maka turunlah firman-Nya:
Bermegah-megahan telah melalaikan kalian, sampai kalian masuk ke dalam kubur.
(QS. At-Takatsur [102]: 1-2)
Sesungguhnya telah ada bagi kalian suatu pelajaran dari apa yang kalian lihat dan juga kesibukan.


Qatadah telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
Bermegah-megahan telah melalaikan kalian, sampai kalian masuk ke dalam kubur.
(QS. At-Takatsur [102]: 1-2)
Dahulu mereka mengatakan,
"Kami lebih banyak daripada Bani Fulan, dan kami lebih kuat daripada Bani Fulan,"
setiap hari mereka saling menjatuhkan yang lainnya tanpa henti-hentinya.
Demi Allah, mereka akan terus-menerus demikian sehingga mereka semuanya masuk ke dalam kubur dan menjadi penghuninya.

Pendapat yang sahih menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan firman-Nya:
sampai kamu masuk ke dalam kubur.
(QS. At-Takatsur [102]: 2)
Yakni hingga kalian dikubur dan menjadi penghuninya, sebagaimana yang telah disebutkan di dalam hadis sahih:


bahwa Rasulullah ﷺ mendatangi seorang lelaki Badui dalam rangka menjenguknya, lalu bersabda:
"Tidak mengapa, insya Allah disucikan."
Lelaki itu menjawab,
"Engkau katakan disucikan, tidak sebenarnya yang kurasakan adalah demam yang mengguncangkan seorang syekh (berusia lanjut) lagi sudah tua dan sudah dekat ke Liang kuburnya."
Maka Rasulullah ﷺ bersabda,
"Kalau begitu, itu yang terbaik."

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Zar’ah, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Sa’id Al-Asbahani, telah menceritakan kepada kami Hakkam ibnu Salim Ar-Razi, dari Amr ibnu Abu Qais, dari Al-Hajjaj, dari Al-Minhal, dari Zur ibnu Hubaisy, dari Ali yang mengatakan bahwa kami masih tetap meragukan tentang adanya siksa kubur sebelum diturunkan firman-Nya:
Bermegah-megahan telah melalaikan kalian, sampai kalian masuk ke dalam kubur.
(QS. At-Takatsur [102]: 1 -2)

Imam Turmuzi telah meriwayatkan hadis ini dari Abu Kurajb, dari Hakkam ibnu Salim dengan sanad yang sama, lalu Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini garib.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Salamah ibnu Daud Al-Irdi, telah menceritakan kepada kami Abul Malih Ar-Ruqiy, dari Maimun ibnu Mahran yang mengatakan bahwa ketika aku sedang duduk di hadapan Khalifah Umar ibnu Abdul Aziz, maka ia membaca firman-Nya:
Bermegah-megahan telah melalaikan kalian, sampai kalian masuk ke dalam kubur.
(QS. At-Takatsur [102]: 1-2)
Maka dia diam sebentar, lalu berkata,
"Hai Maimun, tiadalah kulihat kuburan itu melainkan dalam ziarahku, dan sudah merupakan keharusan bagi orang yang berziarah kembali ke tempat tinggalnya."
Abu Muhammad menjelaskan bahwa makna yang dimaksud dengan kembali ke tempat tinggalnya ialah ke surga atau ke neraka.

Hal yang sama telah disebutkan, bahwa pernah ada seorang lelaki Badui mendengar seorang lelaki membaca firman-Nya:
sampai kalian masuk ke dalam kubur.
(QS. At-Takatsur [102]: 2)
Lalu ia berkata,
"Demi Tuhan yang menguasai Ka’bah, ini artinya hari berbangkit."
Yakni sesungguhnya bagi orang yang menziarahi kubur pasti akan pergi dari kubur itu

Unsur Pokok Surah At Takaatsur (التكاثر‎‎)

Surat At Takaatsur terdiri atas 8 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Kautsar.

Dinamai "At Takaatsur" (bermegah-megahan) diambil dari perkataan At Takaatsur yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Keimanan:

▪ Keinginan manusia untuk bermegah-megahan dalam soal duniawi, sering melalaikan manusia dari tujuan hidupnya.
Dia baru menyadari kesalahannya itu setelah maut mendatanginya.
▪ Manusia akan ditanya di akhirat tentang nikmat yang dibangga banggakannya itu.

Ayat-ayat dalam Surah At Takaatsur (8 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8

Lihat surah lainnya

Audio Murottal

QS. At-Takaatsur (102) : 1-8 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 8 + Terjemahan Indonesia



QS. At-Takaatsur (102) : 1-8 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 8

Gambar Kutipan Ayat

Surah At Takaatsur ayat 2 - Gambar 1 Surah At Takaatsur ayat 2 - Gambar 2
Statistik QS. 102:2
  • Rating RisalahMuslim
4.5

Ayat ini terdapat dalam surah At Takaatsur.

Surah At-Takasur (bahasa Arab:التكاثر) adalah surah ke-102 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 8 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah, diturunkan sesudah surah Al-Kausar.
Dinamai At-Takasur (bermegah-megahan) diambil dari perkataan At-Takasur yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Nomor Surah 102
Nama Surah At Takaatsur
Arab التكاثر‎‎
Arti Bermegah-megahan
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 16
Juz Juz 30
Jumlah ruku’ 1 ruku’
Jumlah ayat 8
Jumlah kata 28
Jumlah huruf 123
Surah sebelumnya Surah Al-Qari’ah
Surah selanjutnya Surah Al-‘Asr
Sending
User Review
4.3 (27 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

102:2, 102 2, 102-2, Surah At Takaatsur 2, Tafsir surat AtTakaatsur 2, Quran At Takasur 2, At Takatsur 2, At-Takasur 2, Surah At Takaatsur ayat 2

Video Surah

102:2


More Videos

Ayat Pilihan

Allah haramkan bangkai, darah, daging babi & binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tapi siapa dalam keadaan terpaksa (memakan) sedang ia tak menginginkannya & tak (pula) melampaui batas, maka tak ada dosa baginya
QS. Al-Baqarah [2]: 173

Kemudian Dia akan memberitahukan kepada mereka pada hari kiamat apa yang telah mereka kerjakan.
Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala sesuatu.

QS. Al-Mujadilah [58]: 7


dan hendaklah kamu berlaku adil,
sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.
QS. Al-Hujurat [49]: 9

Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya.
Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa.
QS. Al-Hajj [22]: 40

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Surah Ad-Dhuha termasuk kategori surah ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Surah Ad-Duha (الضحى) adalah surah ke-93 dalam Alquran dan terdiri atas 11 ayat. Surah ini termasuk golongan surah Makkiyah dan diturunkan sesudah surah Al-Fajr.
Nama Adh Dhuhaa diambil dari kata yang terdapat pada ayat pertama, yang artinya 'waktu matahari sepenggalahan naik'.

وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ

Dalam surah Ad-Duha, terjemahan dari lafal di atas adalah ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ
'dan demi malam apabila telah sunyi,'
--QS. As-Duha [93] : 2

Kata berikut yang mempunyai arti orang yang meminta-minta adalah ...

Correct! Wrong!

+

Array

Dalam Alquran, surah Ad-Dhuha turun setelah surah ...

Correct! Wrong!

اَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَاٰوٰىۖ

lafal tersebut adalah surah Ad-Dhuha ayat ke- ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Alquran Surah Ad-Dhuha Ayat 6:
أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًا فَـَٔاوَىٰ

Arti:
Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu?

Pendidikan Agama Islam #17
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #17 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #17 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #14

Ketika Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam masih remaja, baginda telah bekerja mengambil upah sebagai pengembala binatang ternak. Apakah binatang tersebut? … Dalam Islam, teladan yang baik disebut juga dengan istilah … Dalam Islam, pengendalian diri atau kontrol terhadap diri, disebut juga dengan … Pengertian Mujahadah An-Nafs adalah … Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa berjihad (berjuang) yang paling utama adalah melawan …

Pendidikan Agama Islam #2

Salah satu Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al ‘Adl, yang berarti bahwa Allah … Allah memiliki sifat Yang Maha Mengumpulkan, yang artinya … Sifat adil Allah berlaku untuk … Salah satu Asmaul Husna adalah Al Akhir, yang berarti … Keberadaan Asmaul Husna, dijelaskan dalam Alquran surah …

Pendidikan Agama Islam #5

Berikut ini, yang tidak mengandung moral terpuji, adalah … Orang yang jujur akan senantiasa mengatakan … Lawan kata dari jujur ??adalah … Orang yang suka berbohong adalah orang … Bekerja tepat waktu adalah salah satu ciri orang yang …

Kamus Istilah Islam

Hamzah bin Abdul-Muththalib

Siapa itu Hamzah bin Abdul-Muththalib? Hamzah bin Abdul-Muththalib adalah sahabat, paman, sekaligus saudara sepersusuan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hamzah memiliki julukan “S...

imsak

Apa itu imsak? im.sak n saat dimulainya tidak melakukan hal-hal yang membatalkan puasa, seperti makan dan minum; v berpantang dan menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang mem-batalkan puasa...

Hakim bin Hazm

Siapa itu Hakim bin Hazm? Hakim bin Hizam adalah salah satu sahabat nabi Muhammad. Biografi Keluarga Hakim bin Hizam adalah anak dari Hizam bin Khuwailid bin Asad, jadi Hakim adalah keponakan Khadi...