Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. At Tahrim (Mengharamkan) – surah 66 ayat 8 [QS. 66:8]

یٰۤاَیُّہَا الَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡا تُوۡبُوۡۤا اِلَی اللّٰہِ تَوۡبَۃً نَّصُوۡحًا ؕ عَسٰی رَبُّکُمۡ اَنۡ یُّکَفِّرَ عَنۡکُمۡ سَیِّاٰتِکُمۡ وَ یُدۡخِلَکُمۡ جَنّٰتٍ تَجۡرِیۡ مِنۡ تَحۡتِہَا الۡاَنۡہٰرُ ۙ یَوۡمَ لَا یُخۡزِی اللّٰہُ النَّبِیَّ وَ الَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡا مَعَہٗ ۚ نُوۡرُہُمۡ یَسۡعٰی بَیۡنَ اَیۡدِیۡہِمۡ وَ بِاَیۡمَانِہِمۡ یَقُوۡلُوۡنَ رَبَّنَاۤ اَتۡمِمۡ لَنَا نُوۡرَنَا وَ اغۡفِرۡ لَنَا ۚ اِنَّکَ عَلٰی کُلِّ شَیۡءٍ قَدِیۡرٌ
Yaa ai-yuhaal-ladziina aamanuu tuubuu ilallahi taubatan nashuuhan ‘asa rabbukum an yukaffira ‘ankum sai-yi-aatikum wayudkhilakum jannaatin tajrii min tahtihaal anhaaru yauma laa yukhziillahunnabii-ya waal-ladziina aamanuu ma’ahu nuuruhum yas’a baina aidiihim wabiaimaanihim yaquuluuna rabbanaa atmim lanaa nuuranaa waaghfir lanaa innaka ‘ala kulli syai-in qadiirun;
Wahai orang-orang yang beriman! Bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak mengecewakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengannya;
sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka berkata,
“Ya Tuhan kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami;
Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.”

―QS. At Tahrim [66]: 8

Daftar isi

O you who have believed, repent to Allah with sincere repentance.
Perhaps your Lord will remove from you your misdeeds and admit you into gardens beneath which rivers flow (on) the Day when Allah will not disgrace the Prophet and those who believed with him.
Their light will proceed before them and on their right;
they will say,
"Our Lord, perfect for us our light and forgive us.
Indeed, You are over all things competent."
― Chapter 66. Surah At Tahrim [verse 8]

يَٰٓأَيُّهَا wahai
O
ٱلَّذِينَ orang-orang yang
(you) who believe
ءَامَنُوا۟ beriman
believe!
تُوبُوٓا۟ bertaubatlah kamu
Turn
إِلَى kepada
to
ٱللَّهِ Allah
Allah
تَوْبَةً taubat
(in) repentance
نَّصُوحًا sungguh-sungguh dan ikhlas
sincere!
عَسَىٰ boleh jadi/mudah-mudahan
Perhaps
رَبُّكُمْ Tuhan kalian
your Lord
أَن akan
will
يُكَفِّرَ menghapus/menutupi
remove
عَنكُمْ dari kalian
from you
سَيِّـَٔاتِكُمْ kesalahan-kesalahanmu
your evil deeds
وَيُدْخِلَكُمْ dan akan memasukkan kamu
and admit you
جَنَّٰتٍ surga-surga
(into) Gardens
تَجْرِى mengalir
flow
مِن dari
from
تَحْتِهَا bawahnya
underneath it
ٱلْأَنْهَٰرُ sungai-sungai
the rivers,
يَوْمَ pada hari
(on the) Day
لَا tidak
not
يُخْزِى menghinakan
will be disgraced
ٱللَّهُ Allah
(by) Allah
ٱلنَّبِىَّ Nabi
the Prophet
وَٱلَّذِينَ dan orang-orang yang
and those who
ءَامَنُوا۟ beriman
believed
مَعَهُۥ bersama dia
with him.
نُورُهُمْ cahaya mereka
Their light
يَسْعَىٰ berjalan/bersinar
will run

Tafsir Al-Quran

Surah At Tahrim
66:8

Tafsir QS. At Tahrim (66) : 8. Oleh Kementrian Agama RI


Seruan pada ayat ini ditujukan kepada orang-orang yang percaya kepada Allah dan para rasul-Nya.
Mereka diperintahkan bertobat kepada Allah dari dosa-dosa mereka dengan tobat yang sebenar-benarnya (tobat nasuha), yaitu tobat yang memenuhi tiga syarat.

Pertama, berhenti dari maksiat yang dilakukannya.
Kedua, menyesali perbuatannya, dan ketiga, berketetapan hati tidak akan mengulangi perberbuatan maksiat tersebut.



Bila syarat-syarat itu terpenuhi, Allah menghapuskan semua kesalahan dan kejahatan yang telah lalu dan memasukkan mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.
Pada saat itu, Allah tidak mengecewakan dan menghinakan Nabi ﷺ dan orang-orang yang beriman bersamanya.

Bahkan pada hari itu, kebahagiaan mereka ditonjolkan, cahaya mereka memancar menerangi mereka waktu berjalan menuju Mahsyar tempat diadakan perhitungan dan pertanggungjawaban.
Mereka itu meminta kepada Allah agar cahaya mereka disempurnakan, tetap memancar dan tidak akan padam sampai mereka itu melewati sirathal Mustaqim, tempat orang-orang munafik baik laki-laki maupun perempuan memohon dengan sangat agar dapat ditunggu untuk dapat ikut memanfaatkan cahaya mereka.



Mereka juga memohon agar dosa-dosa mereka dihapus dan diampuni.
Dengan demikian, mereka tidak merasa malu dan kecewa pada waktu diadakan hisab dan pertanggungjawaban.

Tidak ada yang patut dimintai untuk menyempurnakan cahaya dan mengampuni dosa kecuali Allah, karena Dialah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu, berbuat sesuai dengan kodrat dan iradat-Nya.

Tafsir QS. At Tahrim (66) : 8. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Wahai orang-orang yang beriman, bertobatlah dari dosa-dosa kalian dengan tulus.
Mudah-mudahan Tuhan akan menghapus dosa-dosa kalian dan memasukkan kalian ke dalam surga yang dialiri sungai- sungai di bawah istana dan pepohonannya.


Pada hari ketika Allah mengangkat derajat Nabi dan orang-orang yang beriman bersamanya, cahaya mereka memancar di muka dan di sebelah kanan mereka.
Dengan mendekatkan diri kepada Allah, mereka berkata,
"Ya Tuhan yang mengendalikan segala urusan kami, sempurnakanlah cahaya kami sehingga kami dapat menuju ke surga, dan ampunilah segala dosa kami.


Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu."

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Wahai orang-orang yang meyakini Allah dan mengikuti rasul-Nya, bertobatlah kalian kepada Allah atas dosa-dosa kalian dengan menaati-Nya dan tidak kembali melakukan kedurhakaan sesudah itu.
Mudah-mudahan Tuhan kalian akan menghapus kesalahan-kesalahan dari perbuatan kalian dan memasukkan kalian ke dalam surga yang sungai-sungainya mengalir dari bawah istana-istananya pada hari ketika Allah tidak menghinakan nabi dan orang-orang mukmin yang bersamanya dan tidak menyiksanya, bahkan meninggikan kedudukannya.


Cahaya di antara mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka.
Mereka pun mengatakan,
"Wahai Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami sehingga kami dapat melewati perjalanan ini dan kami mendapat petunjuk menuju surga.


ampunilah dosa-dosa kami.
Sesungguhnya, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Hai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya) dapat dibaca nashuuhaa dan nushuuhaa, artinya tobat yang sebenar-benarnya, bertobat tidak akan mengulangi dosa lagi, dan menyesali apa yang telah dikerjakannya


(mudah-mudahan Rabb kalian) lafal ‘asaa ini mengandung makna tarajji, yakni sesuatu yang dapat diharapkan akan terjadi


(akan menutupi kesalahan-kesalahan kalian, dan memasukkan kalian ke dalam surga-surga) yakni taman-taman surga


(yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan) Allah tidak akan memasukkan ke dalam neraka


(Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dia, sedangkan cahaya mereka memancar di hadapan mereka) maksudnya, di depan mereka terang benderang oleh cahayanya


(dan) cahaya itu pun memancar pula


(di sebelah kanan mereka.
Mereka berkata) lafal yaquuluuna merupakan jumlah isti’naf atau kalimat baru:


("Ya Rabb kami! Sempurnakanlah bagi kami cahaya kami) hingga sampai ke surga, sedangkan orang-orang munafik cahaya mereka padam


(dan ampunilah kami) wahai Rabb kami


(sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.").

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Dalam firman selanjutnya disebutkan:

Hai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya.
(QS. At-Tahrim [66]: 8)

Yakni tobat yang sebenar-benarnya lagi pasti, maka akan terhapuslah semua kesalahan yang terdahulu.
Dan tobat yang sebenarnya dapat merapikan diri pelakunya dan menyegarkannya kembali serta menjadi benteng bagi dirinya dari mengerjakan perbuatan-perbuatan yang rendah.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnul Musanna, telah menceritakan kepada kami Muhammad, telah menceritakan kepada kami Syu’bah, dari Sammak ibnu Harb, bahwa ia pernah mendengar An-Nu’man ibnu Basyir mengatakan dalam khotbahnya bahwa ia pernah mendengar Umar ibnul Khattab r.a. membaca firman-Nya Hai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya.
(QS. At-Tahrim [66]: 8)
Lalu Umar mengatakan bahwa seseorang melakukan perbuatan dosa, kemudian tidak mengulanginya lagi.


As-Sauri telah meriwayatkan dari Sammak, dari An-Nu’man, dari Umar yang mengatakan bahwa tobat nasuha ialah bila seseorang bertobat dari perbuatan dosa, kemudian tidak mengulanginya lagi, atau tidak berkeinginan mengulanginya lagi.


Abul Ahwas dan lain-lainnya telah meriwayatkan dari Sammak, dari An-Nu’man, bahwa Umar pernah ditanya tentang tobat nasuha.
Maka Umar menjawab,
"Tobat yang nasuha ialah bila seseorang bertobat dari perbuatan buruk, kemudian tidak mengulanginya lagi selama-lamanya."

Al-A’masy telah meriwayatkan dari Abu Ishaq, dari Abul Ahwas, dari Abdullah sehubungan dengan makna firman-Nya:
dengan tobat yang semurni-murninya.
(QS. At-Tahrim [66]: 8)
Bahwa seseorang bertobat (dari perbuatan dosanya), kemudian tidak mengulanginya lagi.

Hal ini telah diriwayatkan secara marfu’;


Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Asim, dari Ibrahim Al-Hijri, dari Abul Ahwas, dari Abdullah ibnu Mas’ud yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Tobat dari dosa ialah bila seseorang bertobat darinya, kemudian tidak mengulanginya lagi.

Hadis diriwayatkan secara tunggal oleh Imam Ahmad melalui jalur Ibrahim ibnu Muslim Al-Hijri, sedangkan dia orangnya daif, dan riwayat yang mauquf lebih sahih predikatnya, hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

Karena itu, para ulama mengatakan bahwa tobat yang murni ialah bila seseorang menghentikan dirinya dari perbuatan dosa di saat itu juga, kemudian ia menyesali apa yang telah dilakukannya di masa lalu, dan bertekad di masa mendatang ia tidak akan mengerjakan hal itu lagi.

Kemudian jika hak yang dilanggarnya berkaitan dengan hak Adami, maka ia diharuskan mengembalikannya dengan cara yang berlaku.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Sufyan ibnu Abdul Karim, telah menceritakan kepadaku Ziad ibnu Abu Maryam, dari Abdullah ibnu Mugaffal yang mengatakan bahwa ia masuk bersama ayahnya ke rumah Abdullah ibnu Mas’ud.
Kemudian ia bertanya,
"Apakah engkau pernah mendengar Nabi ﷺ bersabda bahwa penyesalan itu adalah tobat?"
Ibnu Mas’ud menjawab,
"Ya."
Di lain kesempatan ia mengatakan bahwa ia pernah mendengar beliau ﷺ bersabda:

Penyesalan adalah tobat.

Demikianlah menurut riwayat Imam Ibnu Majah dari Hisyam ibnu Ammar, dari Sufyan ibnu Uyainah, dari Abdul Karim alias Ibnu Malik Al-Jazari dengan sanad yang sama.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Al-Hasan ibnu Arafah, telah menceritakan kepadaku Al-Walid ibnu Bukair Abu Janab, dari Abdullah ibnu Muhammad Al-Abdi, dari Abu Sinan Al-Basri, dari Abu Qilabah, dari Zur ibnu Hubaisy, dari Ubay ibnu Ka’b yang mengatakan bahwa pernah dikatakan kepada kami (para sahabat) banyak hal yang akan terjadi di penghujung umat ini di saat kiamat telah dekat.
Antara lain lelaki menyetubuhi istrinya atau budak perempuannya pada liang anusnya.
Yang demikian itu termasuk perbuatan yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya, juga dimurkai oleh Allah dan Rasul-Nya.
Antara lain lelaki mengawini sesamajenisnya, yang demikian itu merupakan perbuatan yang diharamkan dan dimurkai oleh Allah dan Rasul-Nya.
Dan antara lain ialah perempuan mengawini sesamajenisnya, padahal yang demikian itu merupakan perbuatan yang dimurkai dan diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya.
Mereka tidak diterima salatnya selama masih tetap melakukan perbuatannya yang terkutuk itu, sampai mereka bertobat kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya.
Zur mengatakan bahwa lalu ia bertanya kepada Ubay ibnu Ka’b,
"Apakah yang dimaksud dengan tobat yang semurni-murninya?"
Maka Ubay ibnu Ka’b menjawab, bahwa ia pernah menanyakan hal itu kepada Rasulullah ﷺ, dan Rasulullah ﷺ menjawab:

Penyesalan atas perbuatan dosa manakala kamu telah mengerjakannya, lalu kamu memohon ampunan kepada Allah dengan penyesalanmu itu di waktu seketika, kemudian kamu bertekad untuk tidak mengulanginya lagi selama-lamanya.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Amr ibnu Ali, telah menceritakan kepada kami Abbad ibnu Amr, telah menceritakan kepada kami Abu Amr ibnul Ala;
ia pernah mendengar Al-Hasan mengatakan bahwa tobat yang semurni-murninya ialah bila kamu berbalik membenci dosa sebagaimana kamu menyukainya sebelum itu, lalu kamu memohon ampun kepada Allah bila kamu teringat kepadanya.
Apabila seseorang telah bertekad untuk tobat dan meneguhkan pendiriannya pada tobatnya, maka sesungguhnya tobatnya itu dapat menghapus semua dosa yang sebelumnya.
Sebagaimana yang telah disebutkan di dalam hadis sahih, yaitu:

Islam menghapuskan semua dosa yang sebelumnya, dan tobat menghapuskan dosa yang sebelumnya.

Apakah syarat tobat yang semurni-murninya itu mempunyai pengertian keberlangsungan dalam keadaan demikian sampai mati, sebagaimana yang telah disebutkan dalam hadis dan asar, kemudian tidak mengulanginya lagi untuk selama-lamanya?
Ataukah cukup hanya dengan tekad bahwa ia tidak akan memikirkan masa lalunya, hingga manakala ia terjerumus lagi ke dalam perbuatan dosa sesudah tobatnya itu, maka hal tersebut tidak mempengaruhi penghapusan dosa yang telah dilakukannya?
Sebab makna umum yang terkandung di dalam sabda Nabi ﷺ mengatakan:
Tobat dapat menghapuskan dosa yang sebelumnya.

Bagi pendapat yang pertama, dalil yang menguatkannya disebutkan di dalam kitab sahih pula, yaitu:

Barang siapa yang berbuat baik dalam Islam, maka ia tidak akan dihukum karena apa yang telah dilakukannya di masa Jahiliah.
Dan barang siapa yang berbuat buruk dalam masa Islamnya, maka ia dihukum karena perbuatan buruk di masa awal dan akhirnya.

Untuk itu apabila hal ini dalam Islam lebih kuat daripada tobat, maka terlebih lagi dalam masalah tobat;
hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.
(QS. At-Tahrim [66]: 8)

Kalau lafaz ‘asa yang artinya mudah-mudahan bila dari Allah berarti suatu kepastian.

pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengan dia.
(QS. At-Tahrim [66]: 8)

Yakni Allah tidak mengecewakan mereka yang bersama dengan Nabi di hari kiamat.

sedangkan cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka.
(QS. At-Tahrim [66]: 8)

Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam tafsir surat Al-Hadid.

sambil mereka mengatakan,
"Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami;
sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu."
(QS. At-Tahrim [66]: 8)

Mujahid, Ad-Dahhak, Al-Hasan Al-Basri, dan lain-lainnya mengatakan bahwa inilah perkataan orang-orang mukmin ketika mereka melihat di hari kiamat cahaya orang-orang munafik padam.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibrahim ibnu Ishaq At-Taliqani, telah menceritakan kepada kami Ibnul Mubarak, dari Yahya ibnu Hassan, dari seorang lelaki dari kalangan Bani Kinanah yang mengatakan bahwa ia pernah salat di belakang Rasulullah ﷺ pada hari penaklukan Mekah, lalu ia mendengar beliau ﷺ membaca doa berikut, yaitu:
Ya Allah, janganlah Engkau hinakan aku pada hari kiamat.

Muhammad ibnu Nasr Al-Marwazi mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Muqatil Al-Marwazi, telah menceritakan kepada kami Ibnul Mubarak, telah menceritakan kepadaku Ibnu Lahi’ah, telah menceritakan kepadaku Yazid ibnu Abu Habib, dari Abdur Rahman ibnu Jubair ibnu Nafir, bahwa ia pernah mendengar Abu Zar dan Abud Darda mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda:
Aku adalah orangyang mula-mula diberi izin baginya untuk bersujud di hari kiamat, dan orang yang mula-mula diberi izin untuk mengangkat kepalanya, lalu aku memandang ke arah depanku, maka aku mengenal umatku di antara umat-umat lainnya.
Dan aku melihat ke arah kananku, maka aku mengenal umatku di antara umat-umat lainnya.
Dan aku memandang ke arah kiriku, maka aku mengenal umatku di antara umat-umat lainnya.
Maka ada seorang lelaki yang bertanya,
"Wahai Rasulullah, bagaimanakah engkau mengenal umatmu di antara umat-umat lainnya?"
Rasulullah ﷺ menjawab:
Anggota tubuh mereka kelihatan bercahaya kemilauan karena bekas air wudu, dan hal itu tidak dimiliki oleh seorang pun dari kalangan umat lain yang selain mereka.
Dan aku mengenal mereka karena kitab-kitab catatan amal perbuatan mereka diberikan dari arah kanannya.
Dan aku mengenal mereka melalui tanda yang ada pada kening mereka dari bekas sujudnya.
Dan aku mengenal mereka karena nur (cahaya) nya bersinar di hadapan mereka.

Unsur Pokok Surah At Tahrim (التحريم)

Surat ini terdiri atas 12 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Al-Hujurat.

Dinamai surat At-Tahrim karena pada awal surat ini terdapat kata "tuharrim" yang kata asalnya adalah AtTahriim yang berarti "mengharamkan".

Keimanan:

▪ Kesempatan bertaubat itu hanyalah di dunia saja, segala amal perbuatan manusia di dunia akan dibalas di akhirat.

Hukum:

▪ Larangan mengharamkan apa yang dibolehkan Allah subhanahu wa ta’ala.
▪ Kewajiban membebaskan diri dari sumpah yang diucapkan untuk mengharamkan yang halal dengan membayar kaffarat.
▪ Kewajiban memelihara diri dan keluarga dari api neraka.
▪ Perintah memerangi orang-orang kafir dan munafiq dan berlaku keras terhadap mereka di waktu perang.

Lain-lain:

▪ Iman dan perbuatan baik atau buruk seseorang tidak tergantung kepada iman dan perbuatan orang lain walaupun antara suami isteri, seperti isteri Nabi Nuh `alaihis salam, isteri Nabi Luth `alaihis salam, isteri Fir’aun dan Maryam.

Ayat-ayat dalam Surah At Tahrim (12 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

Lihat surah lainnya

Audio Murottal

QS. At-Tahrim (66) : 1-12 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy Ayat 1 sampai 12 + Terjemahan Indonesia
QS. At-Tahrim (66) : 1-12 ⊸ Nabil ar-Rifa’i Ayat 1 sampai 12

Gambar Kutipan Ayat

Surah At Tahrim ayat 8 - Gambar 1 Surah At Tahrim ayat 8 - Gambar 2
Statistik QS. 66:8
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah At Tahrim.

Surah At-Tahrim (bahasa Arab:التّحري) adalah surah ke 66 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surat Madaniyah yang terdiri atas 12 ayat.
Dinamakan At-Tahrim karena pada awal surah ini terdapat kata tuharrim yang berasal dari at-Tahrim yang berarti mengharamkan.

Nomor Surah 66
Nama Surah At Tahrim
Arab التحريم
Arti Mengharamkan
Nama lain Lima Tuharrim, Mutaharrim
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 107
Juz Juz 28
Jumlah ruku’ 2 ruku’
Jumlah ayat 12
Jumlah kata 254
Jumlah huruf 1105
Surah sebelumnya Surah At-Talaq
Surah selanjutnya Surah Al-Mulk
Sending
User Review
5 (1 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:
66:8, 66 8, 66-8, Surah At Tahrim 8, Tafsir surat AtTahrim 8, Quran At-Tahrim 8, Surah At Tahrim ayat 8
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video Surah 66:8

More Videos

Kandungan Surah At Tahrim

۞ QS. 66:1 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 66:2 • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Al Maula (Maha Penolong)

۞ QS. 66:3 • Keluasan ilmu Allah • Al Khabir (Maha Waspada) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 66:4 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Al Maula (Maha Penolong) • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 66:5 • Ar Rabb (Tuhan) • Kebaikan pada pilihan Allah

۞ QS. 66:6 • Tugas-tugas malaikat • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Penjaga neraka • Sifat neraka •

۞ QS. 66:7 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Keadilan Allah dalam menghakimi

۞ QS. 66:8 • Pahala iman • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al Qadiir (Maha Penguasa) • Derajat para pemeluk agama

۞ QS. 66:9 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Bersikap keras terhadap orang kafir • Azab orang kafir • Siksa orang munafik

۞ QS. 66:10 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 66:11 • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 66:12 • Ar Rabb (Tuhan)

Ayat Pilihan

maka berkatalah orang-orang yang zalim:

“Ya Tuhan kami,
beri tangguhlah kami (kembalikanlah kami ke dunia) walaupun dalam waktu yang sedikit,
niscaya kami akan mematuhi seruan Engkau & akan mengikuti rasul-rasul”
QS. Ibrahim [14]: 44

Hai sekalian manusia,
makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi,
dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan,
karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.
QS. Al-Baqarah [2]: 168

Dan bertawakkallah kepada Allah yang hidup (kekal) Yang tidak mati,
dan bertasbihlah dengan memuji-Nya.
Dan cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa-dosa hamba-hamba-Nya.
QS. Al-Furqan [25]: 58

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Jasa khalifah Umar bin Khatab yang sampai saat ini masih dipergunakan, yaitu ...

Correct! Wrong!

Setelah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam wafat maka diganti oleh sahabat sebagai pemimpin ummat disebut ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Kekhalifahan Rasyidin adalah kekhalifahan yang berdiri setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW pada tahun 632 M, atau tahun 11 H. Kekhalifahan ini terdiri atas empat khalifah pertama dalam sejarah Islam, yang disebut sebagai Khulafaur Rasyidin.

Berikut adalah contoh bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala Maha Mendahulukan.

Correct! Wrong!

+

Array

Zakat menurut bahasa زكة , yang bermakna ...

Correct! Wrong!

Yang termasuk mustahiq (orang berhak menerima zakat) berikut yaitu ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #20
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #20 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #20 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #8

Sumber kedua hukum dalam menetapkan Hukum tentang Alquran adalah … Hukum penggunaan hadis sebagai dasar hukum adalah … Orang yang menceritakan hadits disebut … Undang-undang tentang penggunaan Hadits-Maudu adalah … Berikut adalah hadits yang rusak, kecuali …

Pendidikan Agama Islam #7

Alquran adalah keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. Penjelasan tersebut terdapat dalam surah … Hukum yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan secara lahiriah, manusia dengan sesama manusia dan orang-orang dengan lingkungannya disebut hukum … Hukum yang berkaitan dengan perilaku moral manusia dalam kehidupan disebut hukum … Sumber hukum tertinggi dalam Islam adalah ..Hadits adalah Mubayyin untuk Alquran. Arti dari Mubayyin adalah ..

Pendidikan Agama Islam #5

Berikut ini, yang tidak mengandung moral terpuji, adalah … Orang yang jujur akan senantiasa mengatakan … Lawan kata dari jujur ??adalah … Orang yang suka berbohong adalah orang … Bekerja tepat waktu adalah salah satu ciri orang yang …

Kamus Istilah Islam

Perjanjian Baru

Apa itu Perjanjian Baru? Perjanjian Baru (bahasa Yunani Koine: Ἡ Καινὴ Διαθήκη, Hē Kainḕ Diathḗkē), atau biasa disingkat PB, merupakan bagian utama kedua kanon Alkitab Kristen, ya...

Pertempuran Qadisiyyah

Apa itu Pertempuran Qadisiyyah? Pertempuran Al-Qadisiyyah (معركة القادسيّة) adalah pertempuran yang menentukan antara pasukan muslim dengan pasukan Persia pada saat periode pertama ekspa...

Al Muqtadir

Apa itu Al Muqtadir? Allah itu Al-Muqtadir . Artinya Allah itu Maha Berkuasa, Yang Maha Menguasai. Dia Maha berkuasa atas segala makhluk ciptaan-Nya. Allah menciptakan langit dan bumi serta alam bese...