Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. At Tahrim (Mengharamkan) – surah 66 ayat 6 [QS. 66:6]

یٰۤاَیُّہَا الَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡا قُوۡۤا اَنۡفُسَکُمۡ وَ اَہۡلِیۡکُمۡ نَارًا وَّ قُوۡدُہَا النَّاسُ وَ الۡحِجَارَۃُ عَلَیۡہَا مَلٰٓئِکَۃٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا یَعۡصُوۡنَ اللّٰہَ مَاۤ اَمَرَہُمۡ وَ یَفۡعَلُوۡنَ مَا یُؤۡمَرُوۡنَ
Yaa ai-yuhaal-ladziina aamanuu quu anfusakum wa-ahliikum naaran waquuduhaannaasu wal hijaaratu ‘alaihaa malaa-ikatun ghilaazhun syidaadun laa ya’shuunallaha maa amarahum wayaf’aluuna maa yu’maruun(a);
Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu;
penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.

―QS. At Tahrim [66]: 6

O you who have believed, protect yourselves and your families from a Fire whose fuel is people and stones, over which are (appointed) angels, harsh and severe;
they do not disobey Allah in what He commands them but do what they are commanded.
― Chapter 66. Surah At Tahrim [verse 6]

يَٰٓأَيُّهَا wahai

O
ٱلَّذِينَ orang-orang yang

(you) who
ءَامَنُوا۟ beriman

believe!
قُوٓا۟ peliharalah

Protect
أَنفُسَكُمْ diri kalian sendiri

yourselves
وَأَهْلِيكُمْ dan keluargamu

and your families
نَارًا api/neraka

(from) a Fire
وَقُودُهَا dan bahan bakarnya

whose fuel
ٱلنَّاسُ manusia

(is) people
وَٱلْحِجَارَةُ dan batu-batu

and stones,
عَلَيْهَا atasnya

over it
مَلَٰٓئِكَةٌ malaikat

(are) Angels
غِلَاظٌ yang kasar

stern,
شِدَادٌ yang keras

severe;
لَّا tidak

not
يَعْصُونَ mereka mendurhakai

they disobey
ٱللَّهَ Allah

Allah
مَآ apa

(in) what
أَمَرَهُمْ diperintahkanNya kepada mereka

He Commands them
وَيَفْعَلُونَ dan mereka mengerjakan

but they do
مَا apa

what
يُؤْمَرُونَ mereka diperintahkan

they are commanded.

Tafsir

Alquran

Surah At Tahrim
66:6

Tafsir QS. At Tahrim (66) : 6. Oleh Kementrian Agama RI


Dalam ayat ini, Allah memerintahkan orang-orang yang beriman agar menjaga dirinya dari api neraka yang bahan bakarnya terdiri dari manusia dan batu, dengan taat dan patuh melaksanakan perintah Allah.
Mereka juga diperintahkan untuk mengajarkan kepada keluarganya agar taat dan patuh kepada perintah Allah untuk menyelamatkan mereka dari api neraka.

Keluarga merupakan amanat yang harus dipelihara kesejahteraannya baik jasmani maupun rohani.


Di antara cara menyelamatkan diri dari api neraka itu ialah mendirikan salat dan bersabar, sebagaimana firman Allah:

وَأْمُرْ اَهْلَكَ بِالصَّلٰوةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا

Dan perintahkanlah keluargamu melaksanakan salat dan sabar dalam mengerjakannya.
(Tha Ha [20]: 132)

وَاَنْذِرْ عَشِيْرَتَكَ الْاَقْرَبِيْنَ

Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu (Muhammad) yang terdekat. (asy-Syu’ara’ [26]: 214)


Diriwayatkan bahwa ketika ayat ke-6 ini turun, ‘Umar berkata,
"Wahai Rasulullah, kami sudah menjaga diri kami, dan bagaimana menjaga keluarga kami?"
Rasulullah ﷺ menjawab,
"Larang mereka mengerjakan apa yang kamu dilarang mengerjakannya dan perintahkan mereka melakukan apa yang diperintahkan Allah kepadamu.

Begitulah caranya menyelamatkan mereka dari api neraka.
Neraka itu dijaga oleh malaikat yang kasar dan keras yang pemimpinnya berjumlah sembilan belas malaikat.

Mereka diberi kewenangan mengadakan penyiksaan di dalam neraka.
Mereka adalah para malaikat yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan-Nya.

Tafsir QS. At Tahrim (66) : 6. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah diri dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya terdiri atas manusia dan bebatuan.
Yang menangani neraka itu dan yang menyiksa penghuninya adalah para malaikat yang kuat dan keras dalam menghadapi mereka.


Para malaikat itu selalu menerima perintah Allah dan melaksankannya tanpa lalai sedikit pun.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Wahai orang-orang yang meyakini Allah dan mengikuti rasul-Nya, peliharalah diri kalian dengan melaksanakan yang diperintahkan oleh Allah dan meninggalkan yang dilarang.
jagalah keluarga kalian, sebagaimana kalian menjaga diri dari api neraka yang bahan bakarnya terdiri atas manusia dan bebatuan.


Para malaikat akan melaksanakan perintah siksaan itu dengan keras.
Mereka tidak menyimpang dari yang diperintahkan Allah dan melaksanakan yang diperintahkan.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Hai orang-orang yang beriman! Peliharalah diri kalian dan keluarga kalian) dengan mengarahkan mereka kepada jalan ketaatan kepada Allah


(dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia) orang-orang kafir


(dan batu) seperti berhalaberhala yang mereka sembah adalah sebagian dari bahan bakar neraka itu.
Atau dengan kata lain api neraka itu sangat panas, sehingga hal-hal tersebut dapat terbakar.
Berbeda halnya dengan api di dunia, karena api di dunia dinyalakan dengan kayu dan lain-lainnya


(penjaganya malaikatmalaikat) yakni, juru kunci neraka itu adalah malaikatmalaikat yang jumlahnya ada sembilan belas malaikat, sebagaimana yang akan diterangkan nanti dalam surat Al-Muddatstsir


(yang kasar) lafal ghilaazhun ini diambil dari asal kata ghilazhul qalbi, yakni kasar hatinya


(yang keras) sangat keras hantamannya


(mereka tidak pernah mendurhakai Allah terhadap apa yang telah diperintahkan-Nya kepada mereka) lafal maa amarahum berkedudukan sebagai badal dari lafal Allah.
Atau dengan kata lain, malaikatmalaikat penjaga neraka itu tidak pernah mendurhakai perintah Allah


(dan mereka selalu mengerjakan apa yang diperintahkan) lafaz ayat ini berkedudukan menjadi badal dari lafal yang sebelumnya.
Dalam ayat ini terkandung ancaman bagi orang-orang mukmin supaya jangan murtad, dan juga ayat ini merupakan ancaman pula bagi orang-orang munafik yaitu, mereka yang mengaku beriman dengan lisannya tetapi hati mereka masih tetap kafir.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:
peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.
(QS. At-Tahrim [66]: 6)
Yakni amalkanlah ketaatan kepada Allah dan hindarilah perbuatan-perbuatan durhaka kepada Allah, serta perintahkanlah kepada keluargamu untuk berzikir, niscaya Allah akan menyelamatkan kamu dari api neraka.

Mujahid mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.
(QS. At-Tahrim [66]: 6)
Yaitu bertakwalah kamu kepada Allah dan perintahkanlah kepada keluargamu untuk bertakwa kepada Allah.

Qatadah mengatakan bahwa engkau perintahkan mereka untuk taat kepada Allah dan engkau cegah mereka dari perbuatan durhaka terhadap­Nya.
Dan hendaklah engkau tegakkan terhadap mereka perintah Allah dan engkau anjurkan mereka untuk mengerjakannya serta engkau bantu mereka untuk mengamalkannya.
Dan apabila engkau melihat di kalangan mereka terdapat suatu perbuatan maksiat terhadap Allah, maka engkau harus cegah mereka darinya dan engkau larang mereka melakukannya.
Hal yang sama telah dikatakan oleh Ad-Dahhak dan Muqatil, bahwa sudah merupakan suatu kewajiban bagi seorang muslim mengajarkan kepada keluarganya—baik dari kalangan kerabatnya ataupun budak-budaknya — hal-hal yang difardukan oleh Allah dan mengajarkan kepada mereka hal-hal yang dilarang oleh Allah yang harus mereka jauhi.

Semakna dengan ayat ini adalah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Imam Abu Daud, dan Imam Turmuzi melalui hadis Abdul Malik ibnur Rabi’ ibnu Sabrah, dari ayahnya, dari kakeknya yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

Perintahkanlah kepada anak untuk mengerjakan salat bila usianya mencapai tujuh tahun;
dan apabila usianya mencapai sepuluh tahun, maka pukullah dia karena meninggalkannya.

Ini menurut lafaz Abu Daud.
Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini hasan.
Imam Abu Daud telah meriwayatkan pula melalui hadis Amr ibnu Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, dari Rasulullah ﷺ hal yang semisal.
Ulama fiqih mengatakan bahwa hal yang sama diberlakukan terhadap anak dalam masalah puasa, agar hal tersebut menjadi latihan baginya dalam ibadah, dan bila ia sampai pada usia balig sudah terbiasa untuk mengerjakan ibadah, ketaatan, dan menjauhi maksiat serta meninggalkan perkara yang mungkar.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.
(QS. At-Tahrim [66]: 6)

Waqud artinya bahan bakarnya yang dimasukkan ke dalamnya, yaitu tubuh-tubuh anak Adam.

dan batu.
(QS. At-Tahrim [66]: 6)

Menurut suatu pendapat, yang dimaksud dengan batu adalah berhalaberhala yang dahulunya dijadikan sesembahan, karena ada firman Allah subhanahu wa ta’ala yang mengatakan:

Sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah adalah umpan Jahanam.
(QS. Al-Anbiyaa [21]: 98)

Ibnu Mas’ud, Mujahid, Abu Ja’far Al-Baqir, dan As-Saddi mengatakan bahwa batu yang dimaksud adalah batu kibrit (fosfor).

Mujahid mengatakan bahwa batu itu lebih busuk baunya daripada bangkai.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

penjaganya malaikatmalaikat yang kasar, yang keras.
(QS. At-Tahrim [66]: 6)

Yakni watak mereka kasar dan telah dicabut dari hati mereka rasa belas kasihan terhadap orang-orang yang kafir kepada Allah.
Merekajuga keras, yakni bentuk rupa mereka sangat keras, bengis, dan berpenampilan sangat mengerikan.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Salamah ibnu Syabib, telah menceritakan kepada kami Ibrahim ibnul Hakam ibnu Aban, telah menceritakan kepada kami ayahku, dari Ikrimah yang mengatakan bahwa apabila permulaan ahli neraka sampai ke neraka, maka mereka menjumpai pada pintunya empat ratus ribu malaikat penjaganya, yang muka mereka tampak hitam dan taring mereka kelihatan hitam legam.
Allah telah mencabut dari hati mereka rasa kasih sayang;
tiada kasih sayang dalam hati seorang pun dari mereka barang sebesar zarrah pun.
Seandainya diterbangkan seekor burung dari pundak seseorang dari mereka selama dua bulan terus-menerus, maka masih belum mencapai pundak yang lainnya.
Kemudian di pintu itu mereka menjumpai sembilan belas malaikat lainnya, yang lebar dada seseorang dari mereka sama dengan perjalanan tujuh puluh musim gugur.
Kemudian mereka dijerumuskan dari satu pintu ke pintu lainnya selama lima ratus tahun, dan pada tiap-tiap pintu neraka Jahanam mereka menjumpai hal yang semisal dengan apa yang telah mereka jumpai pada pintu pertama, hingga akhirnya sampailah mereka ke dasar neraka.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan­Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
(QS. At-Tahrim [66]: 6)

Maksudnya, apa pun yang diperintahkan oleh Allah kepada mereka, maka mereka segera mengerjakannya tanpa terlambat barang sekejap pun, dan mereka memiliki kemampuan untuk mengerjakannya:
tugas apa pun yang dibebankan kepada mereka, mereka tidak mempunyai kelemahan.
Itulah Malaikat Zabaniyah atau juru siksa, semoga Allah melindungi kita dari mereka.

Unsur Pokok Surah At Tahrim (التحريم)

Surat ini terdiri atas 12 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Al-Hujurat.

Dinamai surat At-Tahrim karena pada awal surat ini terdapat kata "tuharrim" yang kata asalnya adalah AtTahriim yang berarti "mengharamkan".

Keimanan:

▪ Kesempatan bertaubat itu hanyalah di dunia saja, segala amal perbuatan manusia di dunia akan dibalas di akhirat.

Hukum:

▪ Larangan mengharamkan apa yang dibolehkan Allah subhanahu wa ta’ala.
▪ Kewajiban membebaskan diri dari sumpah yang diucapkan untuk mengharamkan yang halal dengan membayar kaffarat.
▪ Kewajiban memelihara diri dan keluarga dari api neraka.
▪ Perintah memerangi orang-orang kafir dan munafiq dan berlaku keras terhadap mereka di waktu perang.

Lain-lain:

▪ Iman dan perbuatan baik atau buruk seseorang tidak tergantung kepada iman dan perbuatan orang lain walaupun antara suami isteri, seperti isteri Nabi Nuh `alaihis salam, isteri Nabi Luth `alaihis salam, isteri Fir’aun dan Maryam.

Audio

QS. At-Tahrim (66) : 1-12 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 12 + Terjemahan Indonesia

QS. At-Tahrim (66) : 1-12 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 12

Gambar Kutipan Ayat

Surah At Tahrim ayat 6 - Gambar 1 Surah At Tahrim ayat 6 - Gambar 2 Surah At Tahrim ayat 6 - Gambar 3
Statistik QS. 66:6
  • Rating RisalahMuslim
4.6

Ayat ini terdapat dalam surah At Tahrim.

Surah At-Tahrim (bahasa Arab:التّحري) adalah surah ke 66 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surat Madaniyah yang terdiri atas 12 ayat.
Dinamakan At-Tahrim karena pada awal surah ini terdapat kata tuharrim yang berasal dari at-Tahrim yang berarti mengharamkan.

Nomor Surah66
Nama SurahAt Tahrim
Arabالتحريم
ArtiMengharamkan
Nama lainLima Tuharrim, Mutaharrim
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu107
JuzJuz 28
Jumlah ruku’2 ruku’
Jumlah ayat12
Jumlah kata254
Jumlah huruf1105
Surah sebelumnyaSurah At-Talaq
Surah selanjutnyaSurah Al-Mulk
Sending
User Review
4.4 (20 votes)
Tags:

66:6, 66 6, 66-6, Surah At Tahrim 6, Tafsir surat AtTahrim 6, Quran At-Tahrim 6, Surah At Tahrim ayat 6

▪ QS at-Taḥrı̄m [66]: 6
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Ayat Lainnya

QS. At Taubah (Pengampunan) – surah 9 ayat 61 [QS. 9:61]

Ayat sebelumnya menjelaskan tuduhan orang-orang munafik kepada Rasulullah yang dianggapnya telah berbuat curang atau tidak adil berkenaan dengan pembagian zakat atau ganimah, berikut ini diuraikan kem … 9:61, 9 61, 9-61, Surah At Taubah 61, Tafsir surat AtTaubah 61, Quran At-Taubah 61, Surah At Taubah ayat 61

QS. Hud (Nabi Hud) – surah 11 ayat 92 [QS. 11:92]

Mendengar hinaan mereka, dia”Nabi Syuaib”menjawab, “Wahai kaumku! Apakah keluargaku lebih terhormat menurut pandanganmu daripada Allah, padahal Dia lebih berhak untuk ditakuti dan diagungkan, bahkan D … 11:92, 11 92, 11-92, Surah Hud 92, Tafsir surat Hud 92, Quran Hud 92, Surah Hud ayat 92

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Wahyu pertama yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam terkandung dalam surah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
'Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,
Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,
Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam,
Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.'
--QS. al-Alaq [96] ayat 1-5.

Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam berkhotbah di kota Mekah kurang lebih selama ...

Benar! Kurang tepat!

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menerima wahyu pertama di ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Sejak wahyu di Surah Al Muddasir [74]: 1-7, Rasullullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mulai berkhotbah. Awalnya nabi melakukan dakwah kepada ...

Benar! Kurang tepat!

Khotbah Nabi Muhammad saat masih di Mekah, difokuskan langsung pada esensi-esensi utama, yaitu ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #10
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #10 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #10 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #14

Dalam Islam, pengendalian diri atau kontrol terhadap diri, disebut juga dengan … Mujahadah An-Nafs Muhahadah fi sabilillah Fastabiqul khoirot Mujahada

Pendidikan Agama Islam #9

Pengertian ijtihad menurut istilah adalah … berkorban demi bangsa dan negara berusaha untuk mencukupi kebutuhan hidup membela kebenaran meskipun itu

Pendidikan Agama Islam #6

Alquran bertindak sebagai Hudan, yang artinya adalah … sebuah petunjuk penyinar di alam kubur pewaris pelindung penyemangat Benar! Kurang tepat!

Instagram