Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. At Tahrim (Mengharamkan) – surah 66 ayat 5 [QS. 66:5]

عَسٰی رَبُّہٗۤ اِنۡ طَلَّقَکُنَّ اَنۡ یُّبۡدِلَہٗۤ اَزۡوَاجًا خَیۡرًا مِّنۡکُنَّ مُسۡلِمٰتٍ مُّؤۡمِنٰتٍ قٰنِتٰتٍ تٰٓئِبٰتٍ عٰبِدٰتٍ سٰٓئِحٰتٍ ثَیِّبٰتٍ وَّ اَبۡکَارًا
‘Asa rabbuhu in thallaqakunna an yubdilahu azwaajan khairan minkunna muslimaatin mu’minaatin qaanitaatin taa-ibaatin ‘aabidaatin saa-ihaatin tsai-yibaatin wa-abkaaran;
Jika dia (Nabi) menceraikan kamu, boleh jadi Tuhan akan memberi ganti kepadanya dengan istri-istri yang lebih baik dari kamu, perempuan-perempuan yang patuh, yang beriman, yang taat, yang bertobat, yang beribadah, yang berpuasa, yang janda dan yang perawan.

―QS. At Tahrim [66]: 5

Daftar isi

Perhaps his Lord, if he divorced you (all), would substitute for him wives better than you – submitting (to Allah), believing, devoutly obedient, repentant, worshipping, and traveling – (ones) previously married and virgins.
― Chapter 66. Surah At Tahrim [verse 5]

عَسَىٰ boleh jadi/mudah-mudahan
Perhaps
رَبُّهُۥٓ Tuhannya
his Lord,
إِن jika
if
طَلَّقَكُنَّ dia menceraikan kamu
he divorced you,
أَن bahwa
[that]
يُبْدِلَهُۥٓ Dia akan menggantikannya
He will substitute for him
أَزْوَٰجًا isteri-isteri
wives
خَيْرًا lebih baik
better
مِّنكُنَّ daripada kamu
than you
مُسْلِمَٰتٍ muslimat/patuh
submissive,
مُّؤْمِنَٰتٍ yang beriman
faithful,
قَٰنِتَٰتٍ yang taat
obedient,
تَٰٓئِبَٰتٍ yang bertaubat
repentant,
عَٰبِدَٰتٍ yang beribadat
who worship,
سَٰٓئِحَٰتٍ yang berpuasa
who fast,
ثَيِّبَٰتٍ yang janda
previously married
وَأَبْكَارًا dan perawan
and virgins.

Tafsir Al-Quran

Surah At Tahrim
66:5

Tafsir QS. At Tahrim (66) : 5. Oleh Kementrian Agama RI


Diriwayatkan oleh Anas dari ‘Umar bahwa ia berkata,
"Telah sampai kepadaku bahwa sebagian istri-istri Nabi bersikap keras kepada Nabi dan menyakiti hati beliau.
Maka saya selidiki hal itu.

Saya menasihatinya satu-persatu dan melarangnya menyakiti hati Nabi ﷺ, saya berkata, ‘Jika kalian tetap tidak mau taat maka boleh jadi Allah memberikan kepada Nabi, istri-istri baru yang lebih baik dari kalian.
Dan setelah saya menemui Zainab, ia berkata, ‘Wahai Ibnu Khaththab! Apakah tidak ada usaha Rasulullah untuk menasihati istri-istrinya?
Maka nasihatilah mereka sampai mereka itu tidak diceraikan, maka turunlah ayat ini.
"


Ayat ini berisi peringatan dari Allah terhadap istri-istri yang menyakiti hati Nabi ﷺ.
Jika Nabi menceraikan mereka, boleh jadi Allah menggantinya dengan istri-istri baru yang lebih baik dari mereka, baik keislaman maupun keimanannya, yaitu istri-istri yang tekun beribadah, bertobat kepada Allah, patuh kepada perintah-perintah Rasul.

Tafsir QS. At Tahrim (66) : 5. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Wahai para istri Nabi, jika ia menceraikan kalian, boleh jadi Tuhannya akan mengawinkannya, sebagai pengganti kalian, dengan istri-istri yang taat kepada Allah, beriman dengan tulus, khusyuk kepada Allah, bertobat kepada-Nya, tunduk mengerjakan ibadah, selalu bepergian dalam rangka taat kepada-Nya, yang janda maupun yang perawan.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Maka dari itu, jika Nabi menceraikan kalian, boleh jadi Tuhannya akan memberikan ganti kepadanya dengan istri-istri yang lebih taat kepada Allah, beriman kepada-Nya dan kepada rasul-Nya, tunduk kepada Allah, berharap semata-mata kepada yang dicintai Allah, yaitu berada dalam ketaatan, memperbanyak beribadah, berpuasa, baik janda maupun yang perawan.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Jika Nabi menceraikan kalian, boleh jadi Rabbnya) maksudnya, jika nabi menceraikan istri-istrinya


(akan memberi ganti kepadanya) dapat dibaca yubdilahu dan yubaddilahu


(dengan istri-istri yang lebih baik daripada kalian) lafal azwaajan ini menjadi khabar dari lafal ‘asaa sedangkan jumlah an yubdilahu dan seterusnya menjadi jawab syarath.
Di sini tidak ada badal karena apa yang disebutkan pada syarat tidak terjadi, yakni perceraian itu tidak pernah terjadi


(yang patuh) artinya mengakui Islam


(yang beriman) yakni ikhlas hatinya kepada Islam


(yang taat) mereka taat


(yang bertobat, rajin beribadat, rajin berpuasa) yakni gemar melakukan puasa atau yang berhijrah


(yang janda dan yang perawan)

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

yang patuh, yang beriman, yang taat, yang bertobat, yang mengerjakan ibadat.
(QS. At-Tahrim [66]: 5)

Maknanya sudah jelas dan tidak perlu diterangkan lagi.

yang berpuasa.
(QS. At-Tahrim [66]: 5)

Menurut Abu Hurairah, Aisyah, Ibnu Abbas, Ikrimah, Mujahid, Sa’id ibnu Jubair, Ata, Muhammad ibnu Ka’b Al-Qurazi, Abu Abdur Rahman As-Sulami, Abu Malik, Ibrahim An-Nakha’i, Al-Hasan, Qatadah, Ad-Dahhak, Ar-Rabi’ ibnu Anas, As-Saddi, dan lain-lainnya disebutkan ahli puasa.


Dalam pembahasan terdahulu telah disebutkan sebuah hadis marfu’ sehubungan dengan makna lafaz ini dalam tafsir firman-Nya,
"Assaihun,
"
tepatnya dalam tafsir surat At-Taubah, lafaz hadis tersebut berbunyi sebagai berikut:

Siyahah umat ini adalah puasa.

Lain pula dengan Zaid ibnu Aslam dan putranya.
Keduanya mengatakan sehubungan dengan makna ayat ini, bahwa makna yang dimaksud ialah wanita-wanita yang berhijrah.
Lalu Abdur Rahman membaca firman-Nya:
yang melawat.
(QS. At-Taubah [9]: 112)
Yakni yang berhijrah.
Akan tetapi, pendapat pertamalah yang paling utama.
Hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

yang janda dan yang perawan.
(QS. At-Tahrim [66]: 5)

Maksudnya, di antara mereka ada yang janda dan ada pula yang perawan, agar penganekaragaman ini lebih menambah dorongan selera dan lebih menyenangkan hati beliau.
Karena itulah maka disebutkan oleh firman-Nya:
yang janda dan yang perawan.
(QS. At-Tahrim [66]: 5)

Abul Qasim At-Tabrani mengatakan di dalam kitab Mu’jamul Kabir­nya, telah menceritakan kepada kami Abu Bakar ibnu Sadaqah, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Muhammad ibnu Marzuq, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Abu Umayyah, telah menceritakan kepada kami Abdul Quddus, dari Saleh ibnu Hayyan, dari Ibnu Buraidah, dari ayahnya sehubungan dengan makna firman-Nya:
yang janda dan yang perawan.
(QS. At-Tahrim [66]: 5)
Bahwa Allah telah menjanjikan kepada Nabi-Nya melalui ayat ini, Dia akan mengawinkannya dengan Asiah bekas istri Fir’aun yang janda, dan yang perawan adalah Maryam binti Imran.

Al-Hafiz Ibnu Asakir dalam biografi Maryam ‘alaihis salam telah meriwayatkan melalui jalur Suwaid ibnu Sa’id, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Saleh ibnu Umar, dari Ad-Dahhak dan Mujahid, dari Ibnu Umar yang mengatakan bahwa Jibril datang kepada Rasulullah ﷺ, lalu lewatlah Khadijah.
Maka Jibril berkata,
"Sesungguhnya Allah menitipkan salam buatnya, dan menyampaikan berita gembira kepadanya dengan sebuah gedung di dalam surga yang jauh dari keramaian, tiada kericuhan dan tiada kegaduhan padanya, gedung itu terbuat dari mutiara yang dilubangi.
Terletak di antara gedung milik Maryam binti Imran dan gedung milik Asiah binti Muzahim."


Abu Ya’la mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibrahim ibnu Ur’urah, telah menceritakan kepada kami Abdun Nur ibnu Abdullah, telah menceritakan kepada kami Yusuf ibnu Syu’aib.
dari Abu Umamah yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Aku telah diberi tahu bahwa Allah akan mengawinkanku di surga dengan Maryam binti Imran, Kalsum saudara perempuan Musa, dan Asiah bekas istri Fir’aun.
Maka aku berkata,
"Kuucapkan selamat kepada engkau, wahai Rasulullah."


Hadis ini lemah pula, dan telah diriwayatkan pula secara mursal dari Ibnu Abu Daud.

Kata Pilihan Dalam Surah At Tahrim (66) Ayat 5

ABKARA
أَبْكَارً

Lafaz ini berbentuk jamak, mufradnya adalah bikr, artinya "perawan" bentuk masdar atau kata asalnya adalah bikarah, artinya "keperawanan" Seorang gadis dinamakan bikr karena keadaannya adalah sebagaimana pada awal penciptaannya.
Bikr juga bermakna "permulaan setiap sesuatu atau setiap perbuatan yang belum pernah dibuat sebelumnya.
Ia juga bermakna seekor sapi betina atau seorang wanita yang belum mengandung.
Demikian pula kata bikr berarti seorang wanita yang melahirkan anak pertama baik itu anak lelaki maupun perempuan, dan juga berarti anak pertama dari seekor unta.
Apabila lafaz bikr dikaitkan dengan pukulan, atau dikatakan darbah al-bikr, maknanya ialah pukulan yang mematikan.

Kata ini dalam bentuk jamak (abkara) disebut dua kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah :
• Al Waaqi’ah (56), ayat 36;
At Tahrim (66), ayat 5.

Dalam bentuk mufrad (bikr) disebut sekali yaitu dalam surah Al Baqarah, ayat 68.

Ad Dahhak meriwayatkan makna abkara dalam surah Al Waaqi’ah adalah "perawan" Ummu Salamah, salah seorang isteri nabi pernah bertanya makna kata abkar dalam surah Al Waaqi’ah itu kepada Rasulullah.
Beliau berkata,
"Mereka adalah para wanita yang dimatikan di dunia dalam keadaan lemah (tua), kotor dan beruban rambutnya, lalu Allah menciptakan mereka semula menjadi perawan atau gadis setelah mereka dewasa dan tua""

Sedangkan dalam surah At Tahrim, berdasarkan riwayat At Tabrani dan Ibnu Mardawih dari Buraidah, Allah berjanji mengawinkan nabi dalam surah ini.
Yang dimaksudkan dengan ath thaib adalah Asiyah wanita Fir’aun dan al bikr adalah Maryam binti Imran.

Imam At Tabari berpendapat, makna kata bikr (dalam bentuk mufrad) yang terdapat dalam surah Al Baqarah adalah sapi yang berukuran seddang dan tidak terlalu kecil yang belum melahirkan.

Kesimpulannya, makna abkaaraa ialah wanita-wanita yang masih perawan, gadis suci lagi bersih, sebagaimana kesucian Maryam binti Imran yang belum disentuh oleh lelaki manapun, walaupun dia melahirkan Nabi ‘Isa.
a.s.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:13-14

Unsur Pokok Surah At Tahrim (التحريم)

Surat ini terdiri atas 12 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Al-Hujurat.

Dinamai surat At-Tahrim karena pada awal surat ini terdapat kata "tuharrim" yang kata asalnya adalah AtTahriim yang berarti "mengharamkan".

Keimanan:

▪ Kesempatan bertaubat itu hanyalah di dunia saja, segala amal perbuatan manusia di dunia akan dibalas di akhirat.

Hukum:

▪ Larangan mengharamkan apa yang dibolehkan Allah subhanahu wa ta’ala.
▪ Kewajiban membebaskan diri dari sumpah yang diucapkan untuk mengharamkan yang halal dengan membayar kaffarat.
▪ Kewajiban memelihara diri dan keluarga dari api neraka.
▪ Perintah memerangi orang-orang kafir dan munafiq dan berlaku keras terhadap mereka di waktu perang.

Lain-lain:

▪ Iman dan perbuatan baik atau buruk seseorang tidak tergantung kepada iman dan perbuatan orang lain walaupun antara suami isteri, seperti isteri Nabi Nuh `alaihis salam, isteri Nabi Luth `alaihis salam, isteri Fir’aun dan Maryam.

Ayat-ayat dalam Surah At Tahrim (12 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

Lihat surah lainnya

Audio Murottal

QS. At-Tahrim (66) : 1-12 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy Ayat 1 sampai 12 + Terjemahan Indonesia
QS. At-Tahrim (66) : 1-12 ⊸ Nabil ar-Rifa’i Ayat 1 sampai 12

Gambar Kutipan Ayat

Surah At Tahrim ayat 5 - Gambar 1 Surah At Tahrim ayat 5 - Gambar 2
Statistik QS. 66:5
  • Rating RisalahMuslim
4.5

Ayat ini terdapat dalam surah At Tahrim.

Surah At-Tahrim (bahasa Arab:التّحري) adalah surah ke 66 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surat Madaniyah yang terdiri atas 12 ayat.
Dinamakan At-Tahrim karena pada awal surah ini terdapat kata tuharrim yang berasal dari at-Tahrim yang berarti mengharamkan.

Nomor Surah 66
Nama Surah At Tahrim
Arab التحريم
Arti Mengharamkan
Nama lain Lima Tuharrim, Mutaharrim
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 107
Juz Juz 28
Jumlah ruku’ 2 ruku’
Jumlah ayat 12
Jumlah kata 254
Jumlah huruf 1105
Surah sebelumnya Surah At-Talaq
Surah selanjutnya Surah Al-Mulk
Sending
User Review
4.3 (29 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:
66:5, 66 5, 66-5, Surah At Tahrim 5, Tafsir surat AtTahrim 5, Quran At-Tahrim 5, Surah At Tahrim ayat 5
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video Surah 66:5

More Videos

Kandungan Surah At Tahrim

۞ QS. 66:1 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 66:2 Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Al Maula (Maha Penolong)

۞ QS. 66:3 • Keluasan ilmu Allah • Al Khabir (Maha Waspada) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 66:4 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’alaAl Maula (Maha Penolong) • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 66:5 Ar Rabb (Tuhan) • Kebaikan pada pilihan Allah

۞ QS. 66:6 • Tugas-tugas malaikat • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Penjaga neraka • Sifat neraka •

۞ QS. 66:7 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Keadilan Allah dalam menghakimi

۞ QS. 66:8 • Pahala iman • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al Qadiir (Maha Penguasa) • Derajat para pemeluk agama

۞ QS. 66:9 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Bersikap keras terhadap orang kafir • Azab orang kafir • Siksa orang munafik

۞ QS. 66:10 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 66:11 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 66:12 Ar Rabb (Tuhan)

Ayat Pilihan

Demi pena & apa yang mereka tulis.
Berkat nikmat Tuhanmu kamu (Muhammad) sekali-kali bukan orang gila.
Dan sesungguhnya bagi kamu benar-benar pahala yang besar yang tak putus-putusnya.
Dan sungguh kamu benar-benar berbudi pekerti yang luhur
QS. Al-Qalam [68]: 1-4

Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan & ucapkanlah:

“Wahai Tuhanku,
kasihilah mereka keduanya,
sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”.
QS. Al-Isra’ [17]: 24

Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri,
dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).
QS. Asy-Syura [42]: 30

Hendaknya manusia merenungkan,
bagaimana Kami mengatur & menyediakan makanan yang mereka butuhkan.
QS. ‘Abasa [80]: 24

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Surah yang menjelaskan bahwa ''Allah Subhanahu Wa Ta`ala tempat meminta'', yaitu ...

Correct! Wrong!

Berakhirnya seluruh kehidupan di dunia dinamakan ...

Correct! Wrong!

Tempat berkumpulnya manusia di akhirat di sebut padang ...

Correct! Wrong!

+

Array

Salah satu hikmah mempercayai datangnya hari akhir, yaitu ...

Correct! Wrong!

Hari kiamat di jelaskan dalam Alquran, surah ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #19
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #19 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #19 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #26

Sebab-sebab turunnya ayat Alquran disebut … Nama lain dari surah Al-Insyirah adalah … Jumlah surah-surah dalam Alquran adalah … Pesan utama dari kandungan Alquran adalah … Surah yang terpanjang dalam Alquran adalah …

Pendidikan Agama Islam #9

Arti hadits maudhu’ adalah … Pengertian ijtihad menurut istilah adalah … Orang yang memiliki kemampuan untuk melakukan infefensi hukum-hukum syariat dari sumber-sumber yang terpercaya disebut dengan … Berdasarkan bahasa, ijma artinya adalah … Era ketidaktahuan juga disebut zaman …

Pendidikan Agama Islam #5

Berikut ini, yang tidak mengandung moral terpuji, adalah … Orang yang jujur akan senantiasa mengatakan … Lawan kata dari jujur ??adalah … Orang yang suka berbohong adalah orang … Bekerja tepat waktu adalah salah satu ciri orang yang …

Kamus Istilah Islam

Ruqyah

Apa itu Ruqyah? Ruqyah atau rukyah (Arab: رقية; Inggris: exorcism) adalah metode penyembuhan dengan cara membacakan sesuatu pada orang yang sakit akibat dari ‘ain (mata hasad), sengatan hewan, b...

Ahmad bin Hanbal

Siapa itu Ahmad bin Hanbal? Ahmad bin Hanbal (bahasa Arab: أحمد بن حنبل‎, lahir 20 Rabiul awal 164 H (27 November 780) – wafat 12 Rabiul Awal 241 H (4 Agustus 855)) adalah seorang ah...

Abu Musa Al-Asy’ari

Siapa itu Abu Musa Al-Asy’ari? Abu Musa al-Asy’ari (أبو موسى الأشعري) , yang bernama asli Abdullah bin Qais bin Sulaim al-Asy’ari,adalah salah seorang sahabat Nabi Muha...