QS. At Tahrim (Mengharamkan) – surah 66 ayat 5 [QS. 66:5]

عَسٰی رَبُّہٗۤ اِنۡ طَلَّقَکُنَّ اَنۡ یُّبۡدِلَہٗۤ اَزۡوَاجًا خَیۡرًا مِّنۡکُنَّ مُسۡلِمٰتٍ مُّؤۡمِنٰتٍ قٰنِتٰتٍ تٰٓئِبٰتٍ عٰبِدٰتٍ سٰٓئِحٰتٍ ثَیِّبٰتٍ وَّ اَبۡکَارًا
‘Asa rabbuhu in thallaqakunna an yubdilahu azwaajan khairan minkunna muslimaatin mu’minaatin qaanitaatin taa-ibaatin ‘aabidaatin saa-ihaatin tsai-yibaatin wa-abkaaran;

Jika Nabi menceraikan kamu, boleh jadi Tuhannya akan memberi ganti kepadanya dengan isteri yang lebih baik daripada kamu, yang patuh, yang beriman, yang taat, yang bertaubat, yang mengerjakan ibadat, yang berpuasa, yang janda dan yang perawan.
―QS. 66:5
Topik ▪ Takdir ▪ Kebaikan pada pilihan Allah ▪ Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir
66:5, 66 5, 66-5, At Tahrim 5, AtTahrim 5, At-Tahrim 5

Tafsir surah At Tahrim (66) ayat 5

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. At Tahrim (66) : 5. Oleh Kementrian Agama RI

Diriwayatkan oleh Anas dari ‘Umar bahwa ia berkata, “Telah sampai kepadaku bahwa sebagian istri-istri Nabi bersikap keras kepada Nabi dan menyakiti hati beliau.
Maka saya selidiki hal itu.
Saya menasihatinya satu-persatu dan melarangnya menyakiti hati Nabi ﷺ, saya berkata, ‘Jika kalian tetap tidak mau taat maka boleh jadi Allah memberikan kepada Nabi, istri-istri baru yang lebih baik dari kalian.
Dan setelah saya menemui Zainab, ia berkata, ‘Wahai Ibnu Khaththab! Apakah tidak ada usaha Rasulullah untuk menasihati istri-istrinya?
Maka nasihatilah mereka sampai mereka itu tidak diceraikan, maka turunlah ayat ini.”

Ayat ini berisi peringatan dari Allah terhadap istri-istri yang menyakiti hati Nabi ﷺ.
Jika Nabi menceraikan mereka, boleh jadi Allah menggantinya dengan istri-istri baru yang lebih baik dari mereka, baik keislaman maupun keimanannya, yaitu istri-istri yang tekun beribadah, bertobat kepada Allah, patuh kepada perintah-perintah Rasul.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Wahai para istri Nabi, jika ia menceraikan kalian, boleh jadi Tuhannya akan mengawinkannya, sebagai pengganti kalian, dengan istri-istri yang taat kepada Allah, beriman dengan tulus, khusyuk kepada Allah, bertobat kepada-Nya, tunduk mengerjakan ibadah, selalu bepergian dalam rangka taat kepada-Nya, yang janda maupun yang perawan.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Jika Nabi menceraikan kalian, boleh jadi Rabbnya) maksudnya, jika nabi menceraikan istri-istrinya (akan memberi ganti kepadanya) dapat dibaca yubdilahu dan yubaddilahu (dengan istri-istri yang lebih baik daripada kalian) lafal azwaajan ini menjadi khabar dari lafal ‘asaa sedangkan jumlah an yubdilahu dan seterusnya menjadi jawab syarath.

Di sini tidak ada badal karena apa yang disebutkan pada syarat tidak terjadi, yakni perceraian itu tidak pernah terjadi (yang patuh) artinya mengakui Islam (yang beriman) yakni ikhlas hatinya kepada Islam (yang taat) mereka taat (yang bertobat, rajin beribadat, rajin berpuasa) yakni gemar melakukan puasa atau yang berhijrah (yang janda dan yang perawan)

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

yang patuh, yang beriman, yang taat, yang bertobat, yang mengerjakan ibadat.
(Q.S. At-Tahrim [66]: 5)

Maknanya sudah jelas dan tidak perlu diterangkan lagi.

yang berpuasa.
(Q.S. At-Tahrim [66]: 5)

Menurut Abu Hurairah, Aisyah, Ibnu Abbas, Ikrimah, Mujahid, Sa’id ibnu Jubair, Ata, Muhammad ibnu Ka’b Al-Qurazi, Abu Abdur Rahman As-Sulami, Abu Malik, Ibrahim An-Nakha’i, Al-Hasan, Qatadah, Ad-Dahhak, Ar-Rabi’ ibnu Anas, As-Saddi, dan lain-lainnya disebutkan ahli puasa.

Dalam pembahasan terdahulu telah disebutkan sebuah hadis marfu’ sehubungan dengan makna lafaz ini dalam tafsir firman-Nya, “Assaihun, ” tepatnya dalam tafsir surat At-Taubah, lafaz hadis tersebut berbunyi sebagai berikut:

Siyahah umat ini adalah puasa.

Lain pula dengan Zaid ibnu Aslam dan putranya.
Keduanya mengatakan sehubungan dengan makna ayat ini, bahwa makna yang dimaksud ialah wanita-wanita yang berhijrah.
Lalu Abdur Rahman membaca firman-Nya: yang melawat.
(Q.S. At-Taubah [9]: 112) Yakni yang berhijrah.
Akan tetapi, pendapat pertamalah yang paling utama.
Hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

yang janda dan yang perawan.
(Q.S. At-Tahrim [66]: 5)

Maksudnya, di antara mereka ada yang janda dan ada pula yang perawan, agar penganekaragaman ini lebih menambah dorongan selera dan lebih menyenangkan hati beliau.
Karena itulah maka disebutkan oleh firman-Nya: yang janda dan yang perawan.
(Q.S. At-Tahrim [66]: 5)

Abul Qasim At-Tabrani mengatakan di dalam kitab Mu’jamul Kabir­nya, telah menceritakan kepada kami Abu Bakar ibnu Sadaqah, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Muhammad ibnu Marzuq, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Abu Umayyah, telah menceritakan kepada kami Abdul Quddus, dari Saleh ibnu Hayyan, dari Ibnu Buraidah, dari ayahnya sehubungan dengan makna firman-Nya: yang janda dan yang perawan.
(Q.S. At-Tahrim [66]: 5) Bahwa Allah telah menjanjikan kepada Nabi-Nya melalui ayat ini, Dia akan mengawinkannya dengan Asiah bekas istri Fir’aun yang janda, dan yang perawan adalah Maryam binti Imran.

Al-Hafiz Ibnu Asakir dalam biografi Maryam ‘alaihis salam telah meriwayatkan melalui jalur Suwaid ibnu Sa’id, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Saleh ibnu Umar, dari Ad-Dahhak dan Mujahid, dari Ibnu Umar yang mengatakan bahwa Jibril datang kepada Rasulullah ﷺ, lalu lewatlah Khadijah.
Maka Jibril berkata, “Sesungguhnya Allah menitipkan salam buatnya, dan menyampaikan berita gembira kepadanya dengan sebuah gedung di dalam surga yang jauh dari keramaian, tiada kericuhan dan tiada kegaduhan padanya, gedung itu terbuat dari mutiara yang dilubangi.
Terletak di antara gedung milik Maryam binti Imran dan gedung milik Asiah binti Muzahim.”

Abu Ya’la mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibrahim ibnu Ur’urah, telah menceritakan kepada kami Abdun Nur ibnu Abdullah, telah menceritakan kepada kami Yusuf ibnu Syu’aib.
dari Abu Umamah yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Aku telah diberi tahu bahwa Allah akan mengawinkanku di surga dengan Maryam binti Imran, Kalsum saudara perempuan Musa, dan Asiah bekas istri Fir’aun.
Maka aku berkata, “Kuucapkan selamat kepada engkau, wahai Rasulullah.”

Hadis ini lemah pula, dan telah diriwayatkan pula secara mursal dari Ibnu Abu Daud.


Kata Pilihan Dalam Surah At Tahrim (66) Ayat 5

ABKARA
أَبْكَارً

Lafaz ini berbentuk jamak, mufradnya adalah bikr, artinya “perawan” bentuk masdar atau kata asalnya adalah bikarah, artinya “keperawanan” Seorang gadis dinamakan bikr karena keadaannya adalah sebagaimana pada awal penciptaannya. Bikr juga bermakna “permulaan setiap sesuatu atau setiap perbuatan yang belum pernah dibuat sebelumnya. Ia juga bermakna seekor sapi betina atau seorang wanita yang belum mengandung. Demikian pula kata bikr berarti seorang wanita yang melahirkan anak pertama baik itu anak lelaki maupun perempuan, dan juga berarti anak pertama dari seekor unta. Apabila lafaz bikr dikaitkan dengan pukulan, atau dikatakan darbah al-bikr, maknanya ialah pukulan yang mematikan.

Kata ini dalam bentuk jamak (abkara) disebut dua kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah :
-Al Waaqi’ah (56), ayat 36;
-At Tahrim (66), ayat 5.

Dalam bentuk mufrad (bikr) disebut sekali yaitu dalam surah Al Baqarah, ayat 68.

Ad Dahhak meriwayatkan makna abkara dalam surah Al Waaqi’ah adalah “perawan” Ummu Salamah, salah seorang isteri nabi pernah bertanya makna kata abkar dalam surah Al Waaqi’ah itu kepada Rasulullah. Beliau berkata,
“Mereka adalah para wanita yang dimatikan di dunia dalam keadaan lemah (tua), kotor dan beruban rambutnya, lalu Allah menciptakan mereka semula menjadi perawan atau gadis setelah mereka dewasa dan tua””

Sedangkan dalam surah At Tahrim, berdasarkan riwayat At Tabrani dan Ibn Mardawih dari Buraidah, Allah berjanji mengawinkan nabi dalam surah ini. Yang dimaksudkan dengan ath thaib adalah Asiyah wanita Fir’aun dan al bikr adalah Maryam binti Imran.

Imam At Tabari berpendapat, makna kata bikr (dalam bentuk mufrad) yang terdapat dalam surah Al Baqarah adalah sapi yang berukuran seddang dan tidak terlalu kecil yang belum melahirkan.

Kesimpulannya, makna abkaaraa ialah wanita-wanita yang masih perawan, gadis suci lagi bersih, sebagaimana kesucian Maryam binti Imran yang belum disentuh oleh lelaki manapun, walaupun dia melahirkan Nabi ‘Isa. a.s.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:13-14

Informasi Surah At Tahrim (التحريم)
Surat ini terdiri atas 12 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Al Hujuraat.

Dinamai surat At Tahriim karena pada awal surat ini terdapat kata “tuharrim” yang kata asalnya adalah AtTahriim yang berarti “mengharamkan”.

Keimanan:

Kesempatan bertaubat itu hanyalah di dunia saja, segala amal perbuatan manusia di dunia akan dibalas di akhirat.

Hukum:

Larangan mengharamkan apa yang dibolehkan Allah subhanahu wa ta’ala
kewajiban membebaskan diri dari sumpah yang diucapkan untuk mengharamkan yang halal dengan membayar kaffarat
kewajiban memelihara diri dan keluarga dari api neraka
perintah memerangi orang-orang kafir dan munafiq dan berlaku keras terhadap mereka di waktu perang.

Lain-lain:

Iman dan perbuatan baik atau buruk seseorang tidak tergantung kepada iman dan perbuatan orang lain walaupun antara suami isteri, seperti isteri Nabi Nuh a.s., isteri Nabi Luth a.s., isteri Fir’aun dan Maryam.

Ayat-ayat dalam Surah At Tahrim (12 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. At-Tahrim (66) ayat 5 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. At-Tahrim (66) ayat 5 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. At-Tahrim (66) ayat 5 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. At-Tahrim - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 12 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 66:5
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah At Tahrim.

Surah At-Tahrim (bahasa Arab:التّحري) adalah surah ke 66 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surat Madaniyah yang terdiri atas 12 ayat.
Dinamakan At-Tahrim karena pada awal surah ini terdapat kata tuharrim yang berasal dari at-Tahrim yang berarti mengharamkan.

Nomor Surah 66
Nama Surah At Tahrim
Arab التحريم
Arti Mengharamkan
Nama lain Lima Tuharrim, Mutaharrim
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 107
Juz Juz 28
Jumlah ruku' 2 ruku'
Jumlah ayat 12
Jumlah kata 254
Jumlah huruf 1105
Surah sebelumnya Surah At-Talaq
Surah selanjutnya Surah Al-Mulk
4.5
Ratingmu: 4.3 (29 orang)
Sending

URL singkat: risalahmuslim.id/66-5







Pembahasan ▪ Aurah 66:5 ▪ qs at-tahrim 66:5

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta