Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. At Tahrim (Mengharamkan) – surah 66 ayat 11 [QS. 66:11]

وَ ضَرَبَ اللّٰہُ مَثَلًا لِّلَّذِیۡنَ اٰمَنُوا امۡرَاَتَ فِرۡعَوۡنَ ۘ اِذۡ قَالَتۡ رَبِّ ابۡنِ لِیۡ عِنۡدَکَ بَیۡتًا فِی الۡجَنَّۃِ وَ نَجِّنِیۡ مِنۡ فِرۡعَوۡنَ وَ عَمَلِہٖ وَ نَجِّنِیۡ مِنَ الۡقَوۡمِ الظّٰلِمِیۡنَ
Wadharaballahu matsalaa lil-ladziina aamanuu imraata fir’auna idz qaalat rabbiibni lii ‘indaka baitan fiil jannati wanajjinii min fir’auna wa’amalihi wanajjinii minal qaumizh-zhaalimiin(a);
Dan Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, istri Fir‘aun, ketika dia berkata,
“Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir‘aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim,”

―QS. At Tahrim [66]: 11

Daftar isi

And Allah presents an example of those who believed:
the wife of Pharaoh, when she said,
"My Lord, build for me near You a house in Paradise and save me from Pharaoh and his deeds and save me from the wrongdoing people."
― Chapter 66. Surah At Tahrim [verse 11]

وَضَرَبَ dan membuat
And presents
ٱللَّهُ Allah
Allah
مَثَلًا perumpamaan
an example
لِّلَّذِينَ bagi orang-orang yang
for those who
ءَامَنُوا۟ beriman
believed –
ٱمْرَأَتَ isteri
(the) wife
فِرْعَوْنَ Fir’aun
(of) Firaun,
إِذْ ketika
when
قَالَتْ ia berkata
she said,
رَبِّ ya Tuhanku
"My Lord!
ٱبْنِ bangunlah
Build
لِى untukku
for me
عِندَكَ di sisi-Mu
near You
بَيْتًا sebuah rumah
a house
فِى dalam
in
ٱلْجَنَّةِ surga
Paradise,
وَنَجِّنِى dan selamatkanlah aku
and save me
مِن dari
from
فِرْعَوْنَ Fir’aun
وَعَمَلِهِۦ dan perbuatannya
and his deeds
وَنَجِّنِى dan selamatkanlah aku
and save me
مِنَ dari
from
ٱلْقَوْمِ kaum
the people
ٱلظَّٰلِمِينَ orang-orang yang zalim
the wrongdoers."

Tafsir Al-Quran

Surah At Tahrim
66:11

Tafsir QS. At Tahrim (66) : 11. Oleh Kementrian Agama RI


Pada ayat ini, Allah membuat perumpamaan sebaliknya yaitu keadaan orang-orang yang beriman.
Perumpamaan itu ialah Asiyah binti Muzahim, istri Fir’aun.

Dalam perumpamaan itu, Allah menjelaskan bahwa hubungan orang-orang mukmin dengan orang-orang kafir tidak akan membahayakan kalau diri itu murni dan suci dari kotoran.
Sekalipun Asiyah binti Muzahim berada di bawah pengawasan suaminya, musuh Allah yang sangat berbahaya, tetapi ia tetap beriman.

Ia selalu memohon dan berdoa,
"Ya Tuhanku! Bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim."

Tafsir QS. At Tahrim (66) : 11. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Allah memberikan perumpamaan istri Fir’aun kepada orang-orang Mukmin, ketika ia berkata,
"Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah yang dekat dengan rahmat Engkau di surga.
Selamatkanlah aku dari kekuasaan dan perbuatan Fir’aun yang sangat lalim, dan selamatkanlah aku dari kaum yang melampaui batas. "

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Dan Allah membuat perumpamaan itu bagi orang yang membenarkan Allah dan rasul-Nya serta orang-orang yang mengamalkan syariat-Nya.
Sungguh mereka benar-benar tidak terpengaruh buruk meski berhubungan dengan orang-orang kafir, seperti keadaan istri Firaun yang berada dalam genggaman orang paling kufur kepada Allah, tetapi istrinya tetap beriman kepada Allah.


Ketika dia berkata, “Tuhan, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga.
Selamatkanlah aku dari kekuasaan dan fitnah Firaun dan dari segala perbuatannya yang buruk.


Selamatkanlah aku dari kaum zalim yang mengikutinya dalam kezaliman dan kesesatan."

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan Allah membuat istri Firaun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman) istri Firaun itu beriman kepada Nabi Musa, ia bernama Asiah.
Lalu Firaun menyiksanya dengan cara mengikat kedua tangan dan kedua kakinya, lalu di dadanya diletakkan kincir yang besar, kemudian dihadapkan kepada sinar matahari yang terik.
Bilamana orang yang diperintahkan oleh Firaun untuk menjaganya pergi maka, malaikat menaunginya dari sengatan sinar matahari


(ketika ia berkata) sewaktu dalam keadaan disiksa


("Ya Rabbku! Bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga) maka Allah menampakkan rumahnya yang di surga itu, hingga ia dapat melihatnya, maka siksaan yang dialaminya itu terasa ringan baginya setelah melihat pahalanya


(dan selamatkanlah aku dari Firaun dan perbuatannya) dari siksaannya terhadap diriku


(dan selamatkanlah aku dari kaum yang lalim.") yakni pemeluk agama Firaun.
Setelah itu lalu Allah mencabut rohnya.
Menurut Ibnu Kaisan, bahwa Siti Asiah diangkat ke surga dalam keadaan hidup, dan ia makan dan minum di dalam surga.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Ini merupakan perumpamaan yang dibuat oleh Allah untuk kaum mukmin bahwa tiada membahayakan mereka pergaulan mereka dengan orang-orang kafir, jika mereka mempunyai keperluan dengan orang-orang kafir, sebagaimana yang disebutkan dalam firman-Nya:

Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin.
Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka.
(QS. Ali ‘Imran [3]: 28)

Qatadah mengatakan bahwa Fir’aun adalah orangyang paling melampaui batas dari kalangan penduduk bumi dan paling kafir di antara mereka.

Tetapi demi Allah, kekafiran suaminya itu tidak membahayakan istrinya karena ia selalu taat kepada Tuhannya, agar mereka mengetahui bahwa Allah subhanahu wa ta’ala adalah Hakim Yang Mahaadil, dia tidak menghukum seseorang melainkan karena dosanya sendiri.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ismail ibnu Hafs Al-Aili, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ja’far, dari Sulaiman At-Taimi, dari Abu Usman An-Nahdi, dari Salman yang menceritakan bahwa istri Fir’aun disiksa di bawah terik matahari;
apabila Fir’aun beranjak meninggalkannya, maka para malaikat menaunginya dengan sayap mereka, dan tersebutlah bahwa dalam siksaan yang dialaminya itu ia dapat melihat rumahnya di dalam surga.
Kemudian Ibnu Jarir meriwayatkannya dari Ubaid ibnu Muhammad Al-Muharibi, dari Asbat ibnu Muhammad, dari Sulaiman At-Taimi dengan sanad yang sama.

Kemudian Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Ya’qub ibnu Ibrahim, telah menceritakan kepada kami Ibnu Aliyyah, dari Hisyam Ad-Dustuwa-i, telah menceritakan kepada kami Al-Qasim ibnu Abu Buzah yang mengatakan bahwa istri Fir’aun bertanya,
"Siapakah yang menang (dalam pertandingan itu)?"
Maka dikatakan kepadanya,
"Yang menang adalah Musa dan Harun."
Lalu ia berkata,
"Aku beriman kepada Tuhannya Musa dan Harun."
Maka Fir’aun memerintahkan agar istrinya itu ditangkap seraya berpesan kepada para prajuritnya,
"Carilah batu besar oleh kalian yang kalian jumpai.
Jika dia tetap pada pendapatnya, lemparkanlah batu besar itu kepadanya.
Dan jika dia mencabut kembali ucapannya, maka dia tetap menjadi istriku."
Ketika mereka mendatanginya, ia mengarahkan pandangannya ke langit dan dapat melihat calon tempat tinggalnya di surga, maka ia tetap teguh memegang pendapatnya.
Kemudian roh di cabut dari jasadnya dan meninggal dengan tenang, lalu batu besar itu ditimpakan di atas tubuhnya yang sudah tidak bernyawa lagi.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala yang menyitir ucapan istri Fir’aun:

Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga.
(QS. At-Tahrim [66]: 11)

Menurut para ulama, istri Fir’aun memilih tetangga sebelum memilih rumah.
Hal yang semakna telah disebutkan dalam suatu hadis yang berpredikat marfu‘.

dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya.
(QS. At-Tahrim [66]: 11)

Yakni bebaskanlah aku darinya, karena sesungguhnya aku berlepas diri kepada Engkau dari semua perbuatannya.

dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim.
(QS. At-Tahrim [66]: 11)

Wanita ini bernama Asiah binti Muzahim r.a.
Abu Ja’far Ar-Razi telah meriwayatkan dari Ar-Rabi’ ibnu Anas, dari Abul Aliyah yang mengatakan bahwa imannya istri Fir’aun melalui iman istri bendahara Fir’aun.
Kisahnya bermula ketika istri bendahara duduk menyisiri rambut anak perempuan Fir’aun, lalu sisir yang digunakannya itu terjatuh, dan ia berkata,
"Celakalah orang yang kafir kepada Allah."
Maka anak perempuan Fir’aun bertanya kepadanya,
"Apakah engkau punya Tuhan selain ayahku?"
Istri bendahara menjawab,
"Tuhanku, Tuhan ayahmu dan Tuhan segala sesuatu adalah Allah."
Maka anak perempuan Fir’aun menamparnya dan memukulnya, lalu ia melaporkan hal itu kepada ayahnya.

Fir’aun memerintahkan agar istri bendahara ditangkap, lalu ia menanyainya,
"Apakah engkau menyembah Tuhan lain selain aku?"
Istri bendahara menjawab,
"Ya.
Tuhanku, Tuhanmu, dan Tuhan segala sesuatu adalah Allah, dan hanya kepada-Nya aku menyembah."
Lalu Fir’aun menyiksanya dengan mengikat kedua tangan dan kedua"
kakinya pada pasak-pasak dan melepaskan ular-ular berbisa untuk mengerumuninya.
Istri bendahara dalam keadaan demikian hingga pada suatu hari Fir’aun datang dan berkata,
"Apakah kamu mau menghentikan keyakinanmu itu?"
Tetapi istri bendahara itu justru menjawab,
"Tuhanku, Tuhanmu, dan Tuhan segala sesuatu adalah Allah."

Fir’aun berkata kepadanya,
"Sesungguhnya aku akan menyembelih anak laki-lakimu yang terbesar di hadapanmu jika kamu tidak mau melakukan apa yang kuperintahkan."
Ia menjawab,
"Laksanakanlah apa yang ingin engkau putuskan."
Akhirnya Fir’aun menyembelih anak laki-lakinya di hadapannya;
dan sesungguhnya roh anak laki-lakinya menyampaikan berita gembira kepadanya dan mengatakan,
"Hai Ibu, bergembiralah, sesungguhnya bagimu di sisi Allah ada pahala anu dan anu."
Akhirnya ia tetap bersabar dan teguh dalam menghadapi siksaan itu.

Di hari yang lain Fir’aun datang, lalu mengatakan hal yang sama seperti sebelumnya, maka ia menjawabnya dengan kata-kata yang sama.
Kemudian Fir’aun menyembelih lagi putranya yang lain di hadapannya.
Dan roh putranya itu menyampaikan berita gembira pula kepada ibunya seraya berkata,
"Hai Ibu, bersabarlah, karena sesungguhnya bagimu di sisi Allah ada pahala yang besar sekali."

Ternyata istri Fir’aun mendengar pembicaraan roh kedua putra istri bendahara itu, akhirnya ia beriman.
Lalu Allah mencabut nyawa istri bendahara Fir’aun itu dan menampakkan pahala dan kedudukannya serta kemuliaannya di sisi Allah di mata istrinya Fir’aun, sehingga keimanan istri Fir’aun bertambah kuat dan begitu pula keyakinannya.

Lalu Allah menampakkan keimanan istri Fir’aun kepada suaminya, maka Fir’aun berkata kepada para pemimpin kaumnya,
"Bagaimanakah pengetahuan kalian tentang Asiah binti Muzahim?"
Ternyata mereka memujinya.
Maka Fir’aun berkata kepada mereka,
"Sesungguhnya dia sekarang menyembah selainku."
Mereka berkata kepada Fir’aun,
"Kalau begitu, bunuh saja dia."
Maka dibuatkanlah untuknya empat buah pasak, kemudian kedua tangan dan kaki Asiah diikatkan pada masing-masing pasak, lalu Asiah berdoa kepada Allah yang disitir oleh firman-Nya:
Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga.
(QS. At-Tahrim [66]: 11)

Unsur Pokok Surah At Tahrim (التحريم)

Surat ini terdiri atas 12 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Al-Hujurat.

Dinamai surat At-Tahrim karena pada awal surat ini terdapat kata "tuharrim" yang kata asalnya adalah AtTahriim yang berarti "mengharamkan".

Keimanan:

▪ Kesempatan bertaubat itu hanyalah di dunia saja, segala amal perbuatan manusia di dunia akan dibalas di akhirat.

Hukum:

▪ Larangan mengharamkan apa yang dibolehkan Allah subhanahu wa ta’ala.
▪ Kewajiban membebaskan diri dari sumpah yang diucapkan untuk mengharamkan yang halal dengan membayar kaffarat.
▪ Kewajiban memelihara diri dan keluarga dari api neraka.
▪ Perintah memerangi orang-orang kafir dan munafiq dan berlaku keras terhadap mereka di waktu perang.

Lain-lain:

▪ Iman dan perbuatan baik atau buruk seseorang tidak tergantung kepada iman dan perbuatan orang lain walaupun antara suami isteri, seperti isteri Nabi Nuh `alaihis salam, isteri Nabi Luth `alaihis salam, isteri Fir’aun dan Maryam.

Audio Murottal

QS. At-Tahrim (66) : 1-12 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy Ayat 1 sampai 12 + Terjemahan Indonesia
QS. At-Tahrim (66) : 1-12 ⊸ Nabil ar-Rifa’i Ayat 1 sampai 12

Gambar Kutipan Ayat

Surah At Tahrim ayat 11 - Gambar 1 Surah At Tahrim ayat 11 - Gambar 2
Statistik QS. 66:11
  • Rating RisalahMuslim
4.5

Ayat ini terdapat dalam surah At Tahrim.

Surah At-Tahrim (bahasa Arab:التّحري) adalah surah ke 66 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surat Madaniyah yang terdiri atas 12 ayat.
Dinamakan At-Tahrim karena pada awal surah ini terdapat kata tuharrim yang berasal dari at-Tahrim yang berarti mengharamkan.

Nomor Surah 66
Nama Surah At Tahrim
Arab التحريم
Arti Mengharamkan
Nama lain Lima Tuharrim, Mutaharrim
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 107
Juz Juz 28
Jumlah ruku’ 2 ruku’
Jumlah ayat 12
Jumlah kata 254
Jumlah huruf 1105
Surah sebelumnya Surah At-Talaq
Surah selanjutnya Surah Al-Mulk
Sending
User Review
4.9 (11 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:
66:11, 66 11, 66-11, Surah At Tahrim 11, Tafsir surat AtTahrim 11, Quran At-Tahrim 11, Surah At Tahrim ayat 11
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video Surah 66:11

More Videos

Kandungan Surah At Tahrim

۞ QS. 66:1 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 66:2 Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Al Maula (Maha Penolong)

۞ QS. 66:3 • Keluasan ilmu Allah • Al Khabir (Maha Waspada) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 66:4 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’alaAl Maula (Maha Penolong) • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 66:5 Ar Rabb (Tuhan) • Kebaikan pada pilihan Allah

۞ QS. 66:6 • Tugas-tugas malaikat • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Penjaga neraka • Sifat neraka •

۞ QS. 66:7 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Keadilan Allah dalam menghakimi

۞ QS. 66:8 • Pahala iman • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al Qadiir (Maha Penguasa) • Derajat para pemeluk agama

۞ QS. 66:9 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Bersikap keras terhadap orang kafir • Azab orang kafir • Siksa orang munafik

۞ QS. 66:10 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 66:11 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 66:12 Ar Rabb (Tuhan)

Ayat Pilihan

…,
dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain.
Kemudian kepada Tuhanmulah kembalimu lalu Dia memberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui apa yang tersimpan dalam (dada)mu.
QS. Az-Zumar [39]: 7

Bukankah manusia berasal dari setetes air mani yang dikokohkan untuk dibentuk di dalam rahim,
lalu menjadi ‘alaqah (segumpal darah kental)
dan akhirnya diciptakan & disempurnakan oleh Allah dalam bentuk yang sebaik-baiknya?
QS. Al-Qiyamah [75]: 37

Wahai kaumku, tetaplah pada sikap ingkar & dusta kalian itu. Aku pun akan tetap laksanakan apa yang diperintah Tuhanku. Kalian kelak akan tahu siapa di antara kita yang akan mendapatkan azab yang sangat hina & abadi yang tak ada akhirnya
QS. Az-Zumar [39]: 39

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Pembukuan Alquran dilakukan pada masa khalifah ...

Correct! Wrong!

Salah satu contoh hikmah beriman kepada qada bagi siswa adalah ...

Correct! Wrong!

Setiap bencana dan musibah yang menimpa manusia di bumi sudah tertulis dalam kitab ...

Correct! Wrong!

+

Array

Allah Subhanahu Wa Ta`ala tidak akan merubah nasib suatu kaum , sebelum kaum itu sendiri yang merubahnya, arti ayat tersebut terdapat dalam Alquran surah ar-Rad ayat ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
'Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.
Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.'
--QS. Ar Ra'd [13] : 11

Bu Nindi mempersiapkan pakaian bayi, karena bu Nindi tidak lama lagi akan melahirkan bayinya, perilaku bu Nindi termasuk meyakini ... Allah Subhanahu Wa Ta`ala.

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #21
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #21 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #21 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #4

Surah dalam Alquran yang mengatakan larangan untuk melakukan terlalu banyak, makan dan minum adalah … Setelah Yakin, dalam surah Al-A’raf ayat 26, pakaian terbaik ada di mata Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah … Aurat dari tubuh pria adalah mulai … Fungsi pakaian adalah … Kejujuran adalah karakteristik dari seorang Muslim, sementara berbohong atau ketidakjujuran adalah fitur dari orang …

Pendidikan Agama Islam #10

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menerima wahyu pertama di … Wahyu pertama yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam terkandung dalam surah … Sejak wahyu di Surah Al Muddasir : 1-7, Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mulai berkhotbah. Awalnya nabi melakukan dakwah kepada … Khotbah Nabi Muhammad saat masih di Mekah, difokuskan langsung pada esensi-esensi utama, yaitu … … Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhotbah di kota Mekah kurang lebih selama …

Pendidikan Agama Islam #30

Yang diajarkan oleh Rasulullah adalah jika kita melihat kemungkaran untuk mencegahnya pertama kali dengan … بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً Arti dari hadist diatas adalah …Di bawah ini adalah cara untuk menjadikan semangat mengamalkan ilmu dalam kehidupan kecuali …كادَ الفَقْرُ أنْ يَكُوْنَ كُفْرًا Arti dari kalimat di atas adalah …Siapakah ilmuan muslim yang pertama menjadi penemu Al-Jabar?

Kamus Istilah Islam

sanat

Apa itu sanat? sa.nat tahun; sanat Islam atau Hijriah ditentukan berdasarkan perhitungan peredaran bulan … •

Syu’aib `alaihis salam

Siapa itu Syu’aib `alaihis salam? Syu’aib (bahasa Arab: شعيب‎; Shuʕayb, Shuʕaib, Shuaib) (sekitar 1600 SM – 1500 SM) adalah seorang nabi yang diutus kepada kaum Madyan dan Aikah ...

Ar-Rum

Apa itu Ar-Rum? Surah Ar-Rum (bahasa Arab: الرّوم) adalah surah ke-30 dalam Alquran. Surah ini terdiri atas 60 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah. Surah ini diturunkan sesudah surah...