Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. At Tahrim (Mengharamkan) – surah 66 ayat 10 [QS. 66:10]

ضَرَبَ اللّٰہُ مَثَلًا لِّلَّذِیۡنَ کَفَرُوا امۡرَاَتَ نُوۡحٍ وَّ امۡرَاَتَ لُوۡطٍ ؕ کَانَتَا تَحۡتَ عَبۡدَیۡنِ مِنۡ عِبَادِنَا صَالِحَیۡنِ فَخَانَتٰہُمَا فَلَمۡ یُغۡنِیَا عَنۡہُمَا مِنَ اللّٰہِ شَیۡئًا وَّ قِیۡلَ ادۡخُلَا النَّارَ مَعَ الدّٰخِلِیۡنَ
Dharaballahu matsalaa lil-ladziina kafaruu imraata nuuhin waamraata luuthin kaanataa tahta ‘abdaini min ‘ibaadinaa shaalihaini fakhaanataahumaa falam yughniyaa ‘anhumaa minallahi syai-an waqiilaad-khulaannaara ma’addaakhiliin(a);
Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang kafir, istri Nuh dan istri Lut.
Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami;
lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya, tetapi kedua suaminya itu tidak dapat membantu mereka sedikit pun dari (siksaan) Allah;
dan dikatakan (kepada kedua istri itu),
“Masuklah kamu berdua ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka).”

―QS. At Tahrim [66]: 10

Daftar isi

Allah presents an example of those who disbelieved:
the wife of Noah and the wife of Lot.
They were under two of Our righteous servants but betrayed them, so those prophets did not avail them from Allah at all, and it was said,
"Enter the Fire with those who enter."
― Chapter 66. Surah At Tahrim [verse 10]

ضَرَبَ telah membuat
Presents
ٱللَّهُ Allah
Allah
مَثَلًا perumpamaan
an example
لِّلَّذِينَ bagi orang-orang yang
for those who
كَفَرُوا۟ kafir/ingkar
disbelieved –
ٱمْرَأَتَ isteri
(the) wife
نُوحٍ Nuh
(of) Nuh
وَٱمْرَأَتَ dan isteri
(and the) wife
لُوطٍ Luth
(of) Lut.
كَانَتَا keduanya adalah
They were
تَحْتَ di bawah
under
عَبْدَيْنِ dua orang hamba
two [slaves]
مِنْ dari
of
عِبَادِنَا hamba Kami
Our slaves
صَٰلِحَيْنِ dua orang saleh
righteous,
فَخَانَتَاهُمَا lalu keduanya berkhianat kepada keduanya
but they both betrayed them,
فَلَمْ maka tidak
so not
يُغْنِيَا keduanya mampu
they availed,
عَنْهُمَا dari keduanya
both of them,
مِنَ dari
from
ٱللَّهِ Allah
Allah
شَيْـًٔا sesuatu/sedikitpun
(in) anything,
وَقِيلَ dan dikatakan
and it was said,
ٱدْخُلَا masuklah kamu berdua
"Enter
ٱلنَّارَ api/neraka
the Fire
مَعَ bersama
with
ٱلدَّٰخِلِينَ orang-orang yang masuk
those who enter."

Tafsir Al-Quran

Surah At Tahrim
66:10

Tafsir QS. At Tahrim (66) : 10. Oleh Kementrian Agama RI


Dalam ayat ini, Allah membuat satu perumpamaan yang menjelaskan keadaan orang-orang kafir yang tidak bermanfaat lagi baginya pelajaran dan nasihat dari orang-orang mukmin yang jujur, antara lain para nabi dan rasul karena kerasnya hati mereka.
Tidak ada kesediaan mereka untuk beriman dan fitrah mereka sudah menyimpang dari kebenaran, seperti istri Nabi Nuh dan istri Nabi Luth.

Keduanya di dalam asuhan dan pengawasan dua orang nabi, yang mestinya dapat memberikan petunjuk sehingga memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat.
Akan tetapi, keduanya tidak mau, bahkan mereka berbuat khianat dan kekafiran.

Istri Nabi Nuh menuduh suaminya gila, sedang istri Nabi Luth menuntun kaum suaminya untuk berbuat yang tidak wajar dan tidak sopan terhadap tamu-tamu suaminya yaitu para malaikat.



Keakraban kedua istri-istri itu dengan para suami yaitu Nabi Nuh dan Nabi Luth, dua hamba Allah yang saleh, tidak dapat membendung dan mencegah keduanya dari berbuat khianat dan kufur.

Oleh karena itu, kedua istri itu pantas mendapat azab Allah dan akan dimasukkan ke dalam neraka bersama rombongan penghuni neraka, sebagai balasan yang setimpal dari perbuatan keduanya yang jahat, yang merupakan dosa besar.

Tafsir QS. At Tahrim (66) : 10. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Allah menyebutkan suatu keadaan menakjubkan yang dapat menunjukkan kedaan serupa orang-orang kafir, yaitu istri Nabi Nuh dan istri Nabi Luth.
Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba pilihan Kami yang saleh.


Keduanya berkhianat dengan melakukan konspirasi untuk menjatuhkan suami mereka dan menyebarkan rahasianya.
Kedua hamba yang saleh itu tidak mampu menolak sedikit pun azab Allah yang dijatuhkan kepada istri mereka.


Saat kehancuran, dikatakan kepada kedua istri tersebut,
"Masuklah kalian berdua ke dalam neraka bersama yang lain."

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Allah menjadikan perumpamaan bagi keadaan orang-orang kafir itu (ketika mereka bergaul dan berkumpul dengan orang-orang muslim, dan itu tidak berguna karena kekufuran mereka kepada Allah) seperti keadaan istri Nabi Nuh dan istri Nabi Lut.
Ketika keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami, mereka berdua berkhianat dalam agama kepada kedua suami mereka.


Keduanya adalah kafir sehingga kedua rasul itu tidak akan dapat membantu istri-istri itu dari siksa Allah sedikit pun.
Kemudian dikatakan kepada kedua istri itu,
"Masuklah ke neraka bersama orang-orang yang masuk ke dalamnya.
” Dalam ini ditunjukkan bahwa sesungguhnya kedekatan dengan nabi dan orang-orang saleh tidak akan bermanfaat sedikit pun jika tetap berbuat dosa.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Allah membuat istri Nuh dan istri Luth perumpamaan bagi orang-orang kafir.
Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami, lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya) dalam masalah agama, karena ternyata keduanya kafir dan adalah istri Nabi Nuh yang dikenal dengan nama Wahilah telah berkata kepada kaumnya,
"Sesungguhnya Nuh ini adalah orang gila."
Sedangkan istri Nabi Luth yang dikenal dengan nama Wailah, memberikan petunjuk kepada kaumnya tentang tamu-tamunya, yaitu bahwa jika tamu-tamu itu tinggal di rumahnya, maka ia akan memberi tanda kepada mereka dengan api di waktu malam dan kalau siang hari dengan memakai asap


(maka kedua suaminya itu tiada dapat membantu) yaitu Nabi Nuh dan Nabi Luth tidak bisa menolong


(mereka berdua dari Allah) dari azab-Nya


(barang sedikit pun, dan dikatakan) kepada kedua istri itu


("Masuklah kamu berdua ke dalam neraka bersama orang-orang yang memasukinya") yaitu bersama orang-orang kafir dari kalangan kaum Nabi Nuh dan kaum Nabi Luth.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang kafir.
(QS. At-Tahrim [66]: 10)

Yakni dalam pergaulan mereka dengan kaum muslim —begitu pula sebaliknya— bahwa hal tersebut tidak membawa manfaat apa pun bagi mereka dan tidak dapat membela mereka di hadapan Allah, jika iman tidak meresap ke dalam hati mereka.
Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala menyebutkan perumpamaan itu melalui firman berikutnya:

seperti istri Nuh dan istri Lut.
Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami.
(QS. At-Tahrim [66]: 10)

Yaitu dua orang nabi lagi rasul yang selalu menemani keduanya dan menjadi teman hidup keduanya di siang dan malam hari.
Keduanya teman semakan, teman seketiduran, dan teman sepergaulan, sebagaimana layaknya pergaulan antara suami dan istri.

lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya.
(QS. At-Tahrim [66]: 10)

Maksudnya, dalam hal keimanan;
keduanya tidak seiman dengan suaminya masing-masing, dan tidak membenarkan pula kerasulan keduanya.
Maka semuanya itu tidak dapat memberi manfaat apa pun bagi keduanya dan tidak dapat pula menyelamatkan keduanya dari hal-hal yang harus dihindari.
Karena itu, maka disebutkan dalam firman berikutnya:

maka kedua suaminya itu tidak dapat membantu mereka sedikit pun dari (siksa) Allah.
(QS. At-Tahrim [66]: 10)

karena keduanya kafir.

dan dikatakan.
(QS. At-Tahrim [66]: 10)


kepada kedua wanita itu.

Masuklah ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka).
(QS. At-Tahrim [66]: 10)

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya.
(QS. At-Tahrim [66]: 10)

Makna yang dimaksud bukanlah keduanya berbuat serong, melainkan berkhianat dalam masalah agama dan iman;
karena sesungguhnya semua istri nabi di-ma’sum dari perbuatan yang keji (zina), mengingat kehormatan para nabi yang menjadi suami mereka, sebagaimana yang telah dijelaskan dalam tafsir surat An-Nur.

Sufyan As-Sauri telah meriwayatkan dari Musa ibnu Abu Aisyah, dari Sulaiman ibnu Qarm, bahwa ia pernah mendengar Ibnu Abbas mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya.
(QS. At-Tahrim [66]: 10)
Bahwa keduanya tidak berbuat serong (zina).
Adapun pengkhianatan yang dilakukan oleh istri Nuh ialah karena dia memberitahukan (kepada kaumnya) bahwa Nuh gila.
Sedangkan pengkhianatan yang dilakukan oleh istri Lut ialah karena dia memberi tahu kaumnya akan tamu-tamu lelaki suaminya.

Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas yang telah mengatakan bahwa pengkhianatan yang dilakukan oleh kedua istri tersebut karena keduanya tidak seagama dengan suaminya masing-masing.
Istrinya Nuh selalu mengintip rahasia Nuh;
apabila ada seseorang dari kaumnya yang beriman, maka istrinya memberitahukan hal itu kepada orang-orang yang bertindak sewenang-wenang dari kalangan kaumnya.
Dan istrinya Lut, apabila Lut kedatangan seorang tamu lelaki, maka ia memberitahukan kepada penduduk kota yang senang dengan perbuatan keji (sodomi).

Ad-Dahhak telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa tiada seorang wanita pun dari istri seorang nabi yang berbuat serong (zina), melainkan pengkhianatan yang dilakukannya hanyalah dalam masalah agama.
Hal yang sama dikatakan oleh Ikrimah, Sa’id ibnu Jubair, Ad-Dahhak, dan lain-lainnya.

Ayat yang mulia ini dijadikan dalil oleh sebagian ulama untuk men-daif-kan hadis yang ditemukan di kalangan banyak ulama yang mengatakan:

Barang siapa yang makan bersama orang yang telah diberi ampunan, maka diberikan ampunan baginya.

Hadis ini tidak ada pokok sumbernya, dan sesungguhnya hal ini hanyalah diriwayatkan dari sebagian orang-orang saleh yang menyebutkan bahwa ia pernah melihat Nabi ﷺ dalam mimpinya, lalu ia bertanya,
"Wahai Rasulullah, apakah engkau telah mengatakan bahwa barang siapa yang makan bersama-sama dengan orang yang diberi ampunan, maka diberikan ampunan baginya?"
Rasulullah ﷺ menjawab,
"Tidak, tetapi sekarang aku mengatakannya."

Unsur Pokok Surah At Tahrim (التحريم)

Surat ini terdiri atas 12 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Al-Hujurat.

Dinamai surat At-Tahrim karena pada awal surat ini terdapat kata "tuharrim" yang kata asalnya adalah AtTahriim yang berarti "mengharamkan".

Keimanan:

▪ Kesempatan bertaubat itu hanyalah di dunia saja, segala amal perbuatan manusia di dunia akan dibalas di akhirat.

Hukum:

▪ Larangan mengharamkan apa yang dibolehkan Allah subhanahu wa ta’ala.
▪ Kewajiban membebaskan diri dari sumpah yang diucapkan untuk mengharamkan yang halal dengan membayar kaffarat.
▪ Kewajiban memelihara diri dan keluarga dari api neraka.
▪ Perintah memerangi orang-orang kafir dan munafiq dan berlaku keras terhadap mereka di waktu perang.

Lain-lain:

▪ Iman dan perbuatan baik atau buruk seseorang tidak tergantung kepada iman dan perbuatan orang lain walaupun antara suami isteri, seperti isteri Nabi Nuh `alaihis salam, isteri Nabi Luth `alaihis salam, isteri Fir’aun dan Maryam.

Ayat-ayat dalam Surah At Tahrim (12 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

Lihat surah lainnya

Audio Murottal

QS. At-Tahrim (66) : 1-12 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy Ayat 1 sampai 12 + Terjemahan Indonesia
QS. At-Tahrim (66) : 1-12 ⊸ Nabil ar-Rifa’i Ayat 1 sampai 12

Gambar Kutipan Ayat

Surah At Tahrim ayat 10 - Gambar 1 Surah At Tahrim ayat 10 - Gambar 2
Statistik QS. 66:10
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah At Tahrim.

Surah At-Tahrim (bahasa Arab:التّحري) adalah surah ke 66 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surat Madaniyah yang terdiri atas 12 ayat.
Dinamakan At-Tahrim karena pada awal surah ini terdapat kata tuharrim yang berasal dari at-Tahrim yang berarti mengharamkan.

Nomor Surah 66
Nama Surah At Tahrim
Arab التحريم
Arti Mengharamkan
Nama lain Lima Tuharrim, Mutaharrim
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 107
Juz Juz 28
Jumlah ruku’ 2 ruku’
Jumlah ayat 12
Jumlah kata 254
Jumlah huruf 1105
Surah sebelumnya Surah At-Talaq
Surah selanjutnya Surah Al-Mulk
Sending
User Review
4.8 (10 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:
66:10, 66 10, 66-10, Surah At Tahrim 10, Tafsir surat AtTahrim 10, Quran At-Tahrim 10, Surah At Tahrim ayat 10
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video Surah 66:10

More Videos

Kandungan Surah At Tahrim

۞ QS. 66:1 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 66:2 Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Al Maula (Maha Penolong)

۞ QS. 66:3 • Keluasan ilmu Allah • Al Khabir (Maha Waspada) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 66:4 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’alaAl Maula (Maha Penolong) • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 66:5 Ar Rabb (Tuhan) • Kebaikan pada pilihan Allah

۞ QS. 66:6 • Tugas-tugas malaikat • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Penjaga neraka • Sifat neraka •

۞ QS. 66:7 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Keadilan Allah dalam menghakimi

۞ QS. 66:8 • Pahala iman • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al Qadiir (Maha Penguasa) • Derajat para pemeluk agama

۞ QS. 66:9 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Bersikap keras terhadap orang kafir • Azab orang kafir • Siksa orang munafik

۞ QS. 66:10 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 66:11 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 66:12 Ar Rabb (Tuhan)

Ayat Pilihan

Orang-orang yang menyimpang dari jalan yang lurus & mendustakan tanda-tanda kebesaran Kami,
urusan & maksud mereka tidak akan tersembunyi dari Kami.
Mereka akan Kami balas dengan yang semestinya mereka terima.
QS. Fussilat [41]: 40

Dan bertakwalah kepada Allah,
sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
QS. Al-Ma’idah [5]: 8

Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.
QS. Qaf [50]: 18

Hai orang-orang yang beriman,
makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu & bersyukurlah kepada Allah,
jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah.
QS. Al-Baqarah [2]: 172

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Berikut ulama yang berasal dari Indonesia adalah ...

Correct! Wrong!

Umat Islam yang mengajarkan ilmunya dengan ikhlas akan memperoleh pahala amal jariyah. Amal jariyah artinya ...

Correct! Wrong!

Menyampaikan ajaran Alquran dan sunnah Nabi Muhammad kepada orang lain yang belum mengetahui disebut dengan ...

Correct! Wrong!

+

Ilmu yang bermanfaat adalah ...

Correct! Wrong!

Sesuatu yang dipercaya dan diyakini kebenaranya oleh hati nurani manusia dinamakan ...

Correct! Wrong!

Kuis Agama Islam #31
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Kuis Agama Islam #31 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Kuis Agama Islam #31 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #23

Qada dan qadar termasuk rukun iman yang ke … Al Falaq artinya … Ayat ke 5 dari surah al-Falaq yaitu … … Percaya kepada Allah dan Rasulnya termasuk rukun … Meja, kursi, manusia, hewan dan tumbuhan adalah merupakan salah satu cara mengenal Allah Subhanahu Wa Ta`ala melalui …

Pendidikan Agama Islam #29

Sebagai perumpamaan orang yang mengajak berbuat baik, tetapi dirinya sendiri tidak melakukan adalah … Berikut kedudukan orang yang menuntut ilmu, kecuali … potongan ayat di atas terdapat pada Alquran surah … Ilmuan muslim yang dalam bidang kedokteran yang berasal dari Persia yaitu … Siapakah nabi yang lebih memilih ilmu daripada harta?

Pendidikan Agama Islam #11

Masyarakat Arab sebelum Islam memiliki kebiasaan buruk, juga memiliki kebiasaan baik. Di bawah ini yang tidak termasuk kebiasaan baik masyarakat Arab sebelum Islam adalah … Berikut ini yang bukan merupakan substansi dakwah Rasulullah di Mekkah adalah … Dalam QS. Al-Muddassir ayat 1-7 adalah menjadi dasar bagi Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk melakukan dakwah di Mekkah secara … Dari proses dakwah secara diam-diam yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melakukan dakwah di Mekkah, maka terdapat beberapa sahabat yang masuk Islam pertama kali. Mereka dikenal dengan sebutan … Cara yang pertama kali ditempuh oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melakukan dakwah di Mekkah secara terang- terangan adalah …

Kamus Istilah Islam

mubalig

Apa itu mubalig? mu.ba.lig (1) orang yang menyiarkan (menyampaikan) ajaran agama Islam; mendengarkan ceramah agama oleh para mubalig; juru dakwah; (2) orang yang mengumandangkan takbir dan tahmid (da...

Qiyas

Apa itu Qiyas? Qiyas adalah menggabungkan atau menyamakan artinya menetapkan suatu hukum atau suatu perkara yang baru yang belum ada pada masa sebelumnya namun memiliki kesamaan dalam sebab, manfaat, ...

jaiz

Apa itu jaiz? ja.iz diizinkan menurut agama (boleh dilakukan, tetapi boleh juga tidak); mubah … •