Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. At Taghaabun (Hari dinampakkan kesalahan-kesalahan) - surah 64 ayat 16 [QS. 64:16]

فَاتَّقُوا اللّٰہَ مَا اسۡتَطَعۡتُمۡ وَ اسۡمَعُوۡا وَ اَطِیۡعُوۡا وَ اَنۡفِقُوۡا خَیۡرًا لِّاَنۡفُسِکُمۡ ؕ وَ مَنۡ یُّوۡقَ شُحَّ نَفۡسِہٖ فَاُولٰٓئِکَ ہُمُ الۡمُفۡلِحُوۡنَ
Faattaquullaha maaastatha’tum waasma’uu wa-athii’uu wa-anfiquu khairan anfusikum waman yuuqa syuhha nafsihi fa-uula-ika humul muflihuun(a);
Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah;
dan infakkanlah harta yang baik untuk dirimu.
Dan barang-siapa dijaga dirinya dari kekikiran, mereka itulah orang-orang yang beruntung.

―QS. At Taghaabun [64]: 16

Daftar isi

So fear Allah as much as you are able and listen and obey and spend (in the way of Allah);
it is better for your selves.
And whoever is protected from the stinginess of his soul – it is those who will be the successful.
― Chapter 64. Surah At Taghaabun [verse 16]

فَٱتَّقُوا۟ maka bertakwalah kamu

So fear
ٱللَّهَ Allah

Allah
مَا apa

what
ٱسْتَطَعْتُمْ menurut kesanggupanmu

you are able
وَٱسْمَعُوا۟ dan dengarlah

and listen
وَأَطِيعُوا۟ dan taatlah

and obey
وَأَنفِقُوا۟ dan belanjakan

and spend;
خَيْرًا baik

(it is) better
لِّأَنفُسِكُمْ bagi dirimu

for yourselves.
وَمَن dan barang siapa

And whoever
يُوقَ dipelihara

is saved
شُحَّ kekikiran

(from the) greediness
نَفْسِهِۦ dirinya

(of) his soul,
فَأُو۟لَٰٓئِكَ maka mereka itu

then those
هُمُ mereka

[they]
ٱلْمُفْلِحُونَ orang-orang yang beruntung

(are) the successful ones.

Tafsir Quran

Surah At Taghaabun
64:16

Tafsir QS. At-Taghaabun (64) : 16. Oleh Kementrian Agama RI

Allah memerintahkan agar manusia yang mempunyai harta, anak, dan istri bertakwa kepada-Nya sekuat tenaga dan kemampuannya, sebagaimana dijelaskan oleh sabda Nabi ﷺ:

Apabila saya perintahkan kamu dengan sesuatu maka laksanakanlah dengan maksimal dan apa yang saya larang melakukannya, maka jauhilah ia.
(Riwayat Bukhari dari Abu Hurairah)

Dalam firman Allah juga dijelaskan:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.
(Ali ‘Imran [3]: 102)

Selanjutnya Allah memerintahkan orang-orang beriman agar mendengar dan patuh kepada perintah Allah dan rasul-Nya.
Tidak terpengaruh oleh keadaan sekelilingnya, sehingga melanggar apa yang dilarang agama.

Harta benda agar dibelanjakan untuk meringankan penderitaan fakir miskin, menolong orang-orang yang memerlukan pertolongan, dan untuk membantu berbagai kegiatan yang berguna bagi umat dan agama, yang membawa kebahagiaan dunia dan akhirat.
Yang demikian itu jauh lebih baik daripada menumpuk harta dan memanjakan anak.



Ayat ke-16 ini ditutup dengan satu penegasan bahwa orang yang menjauhi kebakhilan dan ketamakan pada harta adalah orang yang beruntung.
Ia akan mencapai keinginannya di dunia dan akhirat, serta disenangi oleh teman-temannya.

Di akhirat nanti, ia sangat berbahagia karena dekat dengan Tuhannya, disenangi, diridai, dan dimasukkan ke dalam surga.

Tafsir QS. At Taghaabun (64) : 16. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Kerahkanlah segala usaha dan kemampuan kalian untuk bertakwa kepada Allah.
Dengarlah segala nasihat-Nya dan taatilah segala perintah-Nya.


Infakkanlah rezeki yang telah diberikan kepada kalian di jalan yang telah ditetapkan.
Lakukanlah kebaikan untuk diri kalian.


Barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya dan keserakahan terhadap harta, mereka adalah orang-orang yang beruntung mendapatkan segala kebaikan.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Maka berusahalah, wahai orang-orang mukmin, untuk bertakwa kepada Allah dengan kesungguhan dan dengan segala daya upaya.
Dengarkanlah Rasulullah saw.


dengan pendengaran yang patuh, taatilah perintah dan jauhilah larangannya, dan nafkahkanlah sebagian harta yang dianugerahkan Allah kepada kalian karena itu adalah yang terbaik bagi kalian.
Siapa saja yang terbebas dari kikir serta selamat dari berlebihan mencintai harta maka mereka itulah orang-orang yang beruntung atas segala kebaikan dan mendapatkan setiap apa yang diminta.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Maka bertakwalah kalian kepada Allah menurut kesanggupan kalian) ayat ini memansukh firman-Nya,
"Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya."
―QS. Ali ‘Imran [3]: 102―


(dan dengarlah) apa yang telah diperintahkan kepada kalian, dengan pendengaran yang dibarengi dengan rasa menerima apa yang kalian dengar


(serta taatlah) kepada Allah


(dan nafkahkanlah) di jalan ketaatan


(nafkah yang baik untuk diri kalian) lafal khairan berkedudukan menjadi khabar dari lafal yakun yang keberadaannya diperkirakan, dan sekaligus menjadi jawab dari amar, yakni niscaya pahalanya buat diri kalian sendiri.


(Dan barang siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung) orang-orang yang memperoleh keberuntungan.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu.
(QS. At-Taghaabun [64]: 16)

Yakni menurut batas maksimal kemampuanmu, sebagaimana yang disebutkan di dalam kitab Sahihain melalui Abu Hurairah r.a., bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda:

Apabila kuperintahkan kepada kalian suatu perkara, maka kerjakanlah hal itu olehmu menurut kesanggupanmu;
dan apa saja yang aku larang kalian mengerjakannya, tinggalkanlah.

Sebagian ulama tafsir mengatakan bahwa sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh Malik dari Zaid ibnu Aslam yang mengatakan bahwa ayat ini merevisi ayat yang ada di dalam surat Ali Imran, yaitu firman-Nya:

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya;
dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.
(QS. Ali ‘Imran [3]: 102)

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Zur’ah, telah menceritakan kepadaku Yahya ibnu Abdullah ibnu Bukair, telah menceritakan kepadaku Ibnu Lahi’ah, telah menceritakan kepadaku Ata alias Ibnu Dinar, dari Sa’id ibnu Jubair sehubungan dengan makna firman Allah subhanahu wa ta’ala:
bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya;
dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.
(QS. Ali ‘Imran [3]: 102)
Bahwa ketika ayat ini diturunkan, kaum muslim beramal dengan sekuat-kuatnya.
Mereka terus-menerus mengerjakan qiyam (salat sunat) hingga tumit kaki mereka bengkak dan kening mereka bernanah.
Maka Allah menurunkan ayat ini untuk meringankan mereka (kaum muslim), yaitu firman-Nya:
Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu, (QS. At-Taghaabun [64]: 16)
Maka ayat ini merevisi pengertian yang terdapat pada ayat yang di atas tadi.


Telah diriwayatkan pula hal yang semisal dari Abul Aliyah, Zaid ibnu Aslam, Qatadah, Ar-Rabi’ ibnu Anas, As-Saddi, dan Muqatil ibnu Hayyan.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan dengar serta taatlah.
(QS. At-Taghaabun [64]: 16)

Yaitu jadilah kamu orang-orang yang tunduk patuh kepada apa yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya kepadamu, dan janganlah kamu menyimpang darinya baik ke arah kanan maupun ke arah kiri.
Dan janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya, janganlah pula kamu ketinggalan dari apa yang diperintahkan oleh-Nya kepadamu.
Dan janganlah kamu mengerjakan apa yang dilarang oleh-Nya kamu mengerjakannya.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan nafkahkanlah nafkah yang baik untukmu.
(QS. At-Taghaabun [64]: 16)

Yakni berinfaklah (belanjakanlah) dari sebagian harta yang Allah rezekikan kepadamu kepada kaum kerabat, orang-orang fakir, orang-orang miskin, dan orang-orang yang memerlukan bantuan.
Dan berbuat baiklah kamu kepada sesama makhluk Allah sebagaimana Allah berbuat baik kepadamu, niscaya hal ini lebih baik bagi kalian buat kehidupan dunia dan kehidupan akhiratmu.
Jika kamu tidak melakukannya, maka menjadi keburukanlah bagimu dalam kehidupan dunia dan akhiratmu.


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan barang siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.
(QS. At-Taghaabun [64]: 16)

Tafsir ayat ini telah dikemukakan dalam tafsir surat Al-Hasyr, dan telah disebutkan pula hadishadis yang berkaitan dengan makna ayat ini, sehingga tidak perlu diulangi lagi.

Sebab-Sebab Diturunkannya Surah At Taghaabun (64) Ayat 16

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Sa’id bin Jubair bahwa ketika turun ayat….ittaqullaaha haqqa tuqaatih…(bertaqwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepadanya…) (Ali Imron: 102), kaum Muslimin melakukan berbagai amal hingga kaki mereka bengkak-bengkak dan dahi mereka luka-luka.
Maka Allah menurunkan ayat ini (At-Taghaabun: 16) yang memberi keringanan kepada kaum Muslimin.

Sumber : Asbabun Nuzul – K.H.Q Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Unsur Pokok Surah At Taghaabun (التغابن)

Surat ini terdiri atas 18 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah dan diturunkan sesudah surat At Tahrim.

Nama At Taghaabun, diambil dari kata "at taghaabun" yang terdapat pada ayat ke 9 yang artinya:
hari dinampakkan kesalahan-kesalahan.

Keimanan:

▪ Seluruh isi alam bertasbih kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
▪ Penjelasan tentang kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala serta keluasan ilmu-Nya.
▪ Penegasan bahwa semua yang terjadi dalam alam ini adalah atas izin Allah.

Hukum:

▪ Perintah ta’at kepada Allah dan Rasul.
▪ Perintah supaya bertakwa dan menafkahkan harta.

Lain-lain:

▪ Peringatan kepada orang-orang kafir tentang nasib orang-orang dahulu yang mendurhakai Rasulrasul.
▪ Di antara isteri-isteri dan anak-anak seseorang ada yang menjadi musuh baginya.
▪ Harta dan anak-anak adalah cobaan dan ujian bagi manusia.

Ayat-ayat dalam Surah At Taghaabun (18 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18

Lihat surah lainnya

Audio Murottal

QS. At-Taghaabun (64) : 1-18 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 18 + Terjemahan Indonesia



QS. At-Taghaabun (64) : 1-18 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 18

Gambar Kutipan Ayat

Surah At Taghaabun ayat 16 - Gambar 1 Surah At Taghaabun ayat 16 - Gambar 2
Statistik QS. 64:16
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah At Taghaabun.

Surah At-Tagabun (Arab: التّغابن , “Hari Ditampakkan Segala Kesalahan”) adalah surah ke-64 dalam al Qur’an.
Surah ini tergolong surah Madaniyah, terdiri atas 18 ayat.
Nama At-Tagabun diambil dari kata At-Tagabun yang terdapat pada ayat ke 9 yang artinya hari ditampakkan kesalahan-kesalahan.

Nomor Surah 64
Nama Surah At Taghaabun
Arab التغابن
Arti Hari dinampakkan kesalahan-kesalahan
Nama lain
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 108
Juz Juz 28
Jumlah ruku’ 2 ruku’
Jumlah ayat 18
Jumlah kata 242
Jumlah huruf 1091
Surah sebelumnya Surah Al-Munafiqun
Surah selanjutnya Surah At-Talaq
Sending
User Review
4.8 (14 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

64:16, 64 16, 64-16, Surah At Taghaabun 16, Tafsir surat AtTaghaabun 16, Quran At Taghabun 16, At-Tagabun 16, Surah At Tagabun ayat 16

Video Surah

64:16


More Videos

Kandungan Surah At Taghaabun

۞ QS. 64:1 • Segala sesuatu milik Allah • Kekuasaan Allah • Al Qadiir (Maha Penguasa)

۞ QS. 64:2 • Al Bashir (Maha Melihat) • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 64:3 • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 64:4 • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 64:5 • Azab orang kafir

۞ QS. 64:6 • Allah tidak membutuhkan makhlukNya • Al Hamid (Maha Terpuji) • Al Ghaniy (Maha Kaya) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 64:7 • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Mengingkari hari kebangkitan • Manusia dibangkitkan dari kubur • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 64:8 • Al Khabir (Maha Waspada) • Kewajiban dan keutamaan beriman pada kitab-kitab

۞ QS. 64:9 • Pahala iman • Nama-nama hari kiamat • Kebenaran hari penghimpunan • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 64:10 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keabadian neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Mereka yang kekal dalam neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 64:11 • Pahala iman • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Kebenaran dan hakikat takdir • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 64:13 Tauhid Uluhiyyah

۞ QS. 64:14 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Macam-macam fitnah • Toleransi Islam

۞ QS. 64:15 • Macam-macam fitnah • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 64:16 • Keistimewaan Islam • Toleransi Islam • Melenyapkan kesusahan orang muslim

۞ QS. 64:17 • Ampunan Allah yang luas • Al Halim (Maha Penyabar) • Al Syakur (Maha Penerima syukur) • Pelipatgandaan pahala bagi orang mukmin • Berjual beli dengan Allah

۞ QS. 64:18 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) •

Ayat Pilihan

Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri
dan jika kamu berbuat jahat,
maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri,
QS. Al-Isra’ [17]: 7

Setan memberi janji kepada mereka & membangkitkan angan kosong,
padahal setan tak menjanjikan kepada mereka selain tipuan belaka.
QS. An-Nisa’ [4]: 120

dan kamu telah berada di tepi jurang Neraka,
lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya.
Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu,
agar kamu mendapat petunjuk.
QS. Ali ‘Imran [3]: 103

Allah menjadikan kamu “cinta” kepada keimanan & menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran,
kefasikan,
dan kedurhakaan.
Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus,
QS. Al-Hujurat [49]: 7

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Dalam Alquran, surah Ad-Dhuha turun setelah surah ...

Correct! Wrong!

Surah Ad-Dhuha termasuk kategori surah ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Surah Ad-Duha (الضحى) adalah surah ke-93 dalam Alquran dan terdiri atas 11 ayat. Surah ini termasuk golongan surah Makkiyah dan diturunkan sesudah surah Al-Fajr.
Nama Adh Dhuhaa diambil dari kata yang terdapat pada ayat pertama, yang artinya 'waktu matahari sepenggalahan naik'.

اَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَاٰوٰىۖ

lafal tersebut adalah surah Ad-Dhuha ayat ke- ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Alquran Surah Ad-Dhuha Ayat 6:
أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًا فَـَٔاوَىٰ

Arti:
Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu?

+

Array

Kata berikut yang mempunyai arti orang yang meminta-minta adalah ...

Correct! Wrong!

وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ

Dalam surah Ad-Duha, terjemahan dari lafal di atas adalah ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ
'dan demi malam apabila telah sunyi,'
--QS. As-Duha [93] : 2

Pendidikan Agama Islam #17
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #17 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #17 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #20

Berikut adalah contoh bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala Maha Mendahulukan. Zakat menurut bahasa زكة , yang bermakna …Yang termasuk mustahiq (orang berhak menerima zakat) berikut yaitu … Setelah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat maka diganti oleh sahabat sebagai pemimpin ummat disebut … Jasa khalifah Umar bin Khatab yang sampai saat ini masih dipergunakan, yaitu …

Pendidikan Agama Islam #4

Surah dalam Alquran yang mengatakan larangan untuk melakukan terlalu banyak, makan dan minum adalah … Setelah Yakin, dalam surah Al-A’raf ayat 26, pakaian terbaik ada di mata Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah … Aurat dari tubuh pria adalah mulai … Fungsi pakaian adalah … Kejujuran adalah karakteristik dari seorang Muslim, sementara berbohong atau ketidakjujuran adalah fitur dari orang …

Pendidikan Agama Islam #26

Sebab-sebab turunnya ayat Alquran disebut … Nama lain dari surah Al-Insyirah adalah … Jumlah surah-surah dalam Alquran adalah … Pesan utama dari kandungan Alquran adalah … Surah yang terpanjang dalam Alquran adalah …

Kamus Istilah Islam

Kufur

Apa itu Kufur? Kufur adalah salah perbuatan manusia, baik secara lahiriyah maupun secara batiniyah yang bisa menyebabkan hilangnya atau gugurnya keimanan seseorang. Kufur kalau ditinjau dari segi huk...

sidratulmuntaha

Apa itu sidratulmuntaha? sid.ra.tul.mun.ta.ha tempat paling tinggi dan paling akhir di atas langit ketujuh yang dikunjungi Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika mikraj, di tempat itu N...

Gosyen

Di mana itu Gosyen? Tanah Gosyen adalah nama tempat di Mesir yang disebut dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Merupakan tanah yang dihadiahkan oleh firaun pada zaman Yusuf ke...