QS. At Taghaabun (Hari dinampakkan kesalahan-kesalahan) – surah 64 ayat 11 [QS. 64:11]

مَاۤ اَصَابَ مِنۡ مُّصِیۡبَۃٍ اِلَّا بِاِذۡنِ اللّٰہِ ؕ وَ مَنۡ یُّؤۡمِنۡۢ بِاللّٰہِ یَہۡدِ قَلۡبَہٗ ؕ وَ اللّٰہُ بِکُلِّ شَیۡءٍ عَلِیۡمٌ
Maa ashaaba min mushiibatin ilaa biidznillahi waman yu’min billahi yahdi qalbahu wallahu bikulli syai-in ‘aliimun;

Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya.
Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
―QS. 64:11
Topik ▪ Takdir ▪ Kebenaran dan hakikat takdir ▪ Azab orang kafir
64:11, 64 11, 64-11, At Taghaabun 11, AtTaghaabun 11, At Taghabun 11, At-Tagabun 11

Tafsir surah At Taghaabun (64) ayat 11

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. At Taghaabun (64) : 11. Oleh Kementrian Agama RI

Allah menerangkan bahwa apa yang menimpa manusia, baik yang merupakan kenikmatan dunia maupun yang berupa siksa adalah qadha’ dan qadar, sesuai dengan kehendak Allah yang telah ditetapkan di muka bumi.
Dalam berusaha keras, manusia hendaknya tidak menyesal dan merasa kecewa apabila menemui hal-hal yang tidak sesuai dengan usaha dan keinginannya.
Hal itu di luar kemampuannya, karena ketentuan Allah-lah yang akan berlaku dan menjadi kenyataan.
Sebagaimana firman-Nya:

Katakanlah (Muhammad), “Tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami.”
(Q.S. At-Taubah [9]: 51)

Allah memberi petunjuk kepada orang yang beriman untuk melapangkan dadanya, menerima dengan segala senang hati apa yang terjadi pada dirinya, baik sesuai dengan yang diinginkan, maupun yang tidak, karena ia yakin bahwa kesemuanya itu dari Allah.

Ibnu Abbas menafsirkan bahwa Allah memberikan kepada orang mukmin dalam hatinya suatu keyakinan.
Begitu pula ketika seseorang ditimpa musibah, ia mengatakan inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, hal itu karena iman yang menyebabkan sabar dan akhirnya musibah itu ringan baginya.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Segala bencana yang menimpa manusia terjadi karena ketentuan Allah.
Barangsiapa beriman kepada Allah, maka kalbunya akan diberi petunjuk sehingga rela dengan apa yang telah terjadi.
Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah) atau dengan kepastian-Nya.

(Dan barang siapa yang beriman kepada Allah) melalui ucapannya, bahwa musibah itu datang atas kepastian dari-Nya (niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada kalbunya) untuk bersabar di dalam menghadapinya.

(Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu).

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala menceritakan kembali apa yang telah Dia ceritakan di dalam surat Al-Hadid, yaitu firman-Nya:

Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuz) sebelum Kami menciptakannya.
Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.
(Q.S. Al-Hadid [57]: 22)

Demikian pula hal yang sama disebutkan dalam surat ini melalui firman-Nya:

Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah.
(Q.S. At-Taghaabun [64]: 11)

Ibnu Abbas mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah dengan perintah Allah, yakni dengan kekuasaan dan kehendak-Nya.

Dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya.
Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
(Q.S. At-Taghaabun [64]: 11)

Dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya.
(Q.S. At-Taghaabun [64]: 11)

Yakni mengembalikan segala sesuatunya kepada Allah dan mengatakan:

Sesungguhnya kami adalah milik Allah, dan hanya kepada-Nyalah kami dikembalikan.
(Q.S. Al-Baqarah [2]: 156)

Di dalam hadis yang telah disepakati disebutkan sebagai berikut:

Sungguh mengagumkan orang mukmin itu, tiadalah Allah memutus­kan suatu keputusan baginya kecuali adalah kebaikan belaka baginya.
Jika ia tertimpa kedukaan, maka ia bersabar, dan bersabar itu adalah baik baginya.
Dan jika ia mendapat kesukaan, maka bersyukurlah ia dan bersyukur itu lebih baik baginya.
Dan hal itu tidak didapati pada seorang pun kecuali pada diri orang mukmin.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hasan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Lahi’ah, telah menceritakan kepada kami Al-Haris ibnu Yazid, dari Ali ibnu R’abbah; ia pernah mendengar Junadah ibnu Abu Umayyah mengatakan bahwa ia pernah mendengar Ubadah ibnus Samit mengatakan, sesungguhnya pernah ada seorang lelaki datang kepada Rasulullah ﷺ, lalu bertanya, “Amal apakah yang paling utama?”
Rasulullah ﷺ menjawab: Iman kepada Allah, membenarkan-Nya dan berjihad di jalan-Nya.
Lelaki itu bertanya lagi, “Aku bermaksud hal yang lebih ringan daripada semuanya itu, wahai Rasulullah.” Rasulullah ﷺ menjawab: Janganlah kamu berburuk prasangka kepada Allah terhadap sesuatu yang telah ditetapkan-Nya atas dirimu.

Para pemilik kitab sunan tiada yang mengetengahkannya.


Informasi Surah At Taghaabun (التغابن)
Surat ini terdiri atas 18 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah dan diturunkan sesudah surat At Tahrim.

Nama At Taghaabun, diambil dari kata “at taghaabun” yang terdapat pada ayat ke 9 yang artinya:
hari dinampakkan kesalahan-kesalahan.

Keimanan:

Seluruh isi alam bertasbih kepada Allah subhanahu wa ta’ala,
penjelasan tentang kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala serta keluasan ilmu-Nya
penegasan bahwa semua yang terjadi dalam alam ini adalah atas izin Allah.

Hukum:

Perintah ta’at kepada Allah dan Rasul
perintah supaya bertakwa dan menafkahkan harta.

Lain-lain:

Peringatan kepada orang-orang kafir tentang nasib orang-orang dahulu yang mendurhakai Rasul-rasul
di antara isteri-isteri dan anak-anak seseorang ada yang menjadi musuh baginya
harta dan anak-anak adalah cobaan dan ujian bagi manusia.

Ayat-ayat dalam Surah At Taghaabun (18 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. At-Taghaabun (64) ayat 11 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. At-Taghaabun (64) ayat 11 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. At-Taghaabun (64) ayat 11 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. At-Taghaabun - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 18 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 64:11
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah At Taghaabun.

Surah At-Tagabun (Arab: التّغابن , "Hari Ditampakkan Segala Kesalahan") adalah surah ke-64 dalam al Qur'an.
Surah ini tergolong surah Madaniyah, terdiri atas 18 ayat.
Nama At-Tagabun diambil dari kata At-Tagabun yang terdapat pada ayat ke 9 yang artinya hari ditampakkan kesalahan-kesalahan.

Nomor Surah 64
Nama Surah At Taghaabun
Arab التغابن
Arti Hari dinampakkan kesalahan-kesalahan
Nama lain -
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 108
Juz Juz 28
Jumlah ruku' 2 ruku'
Jumlah ayat 18
Jumlah kata 242
Jumlah huruf 1091
Surah sebelumnya Surah Al-Munafiqun
Surah selanjutnya Surah At-Talaq
4.5
Ratingmu: 4.3 (9 orang)
Sending







Pembahasan ▪ at tagabun 11 ▪ QS 71 10-11 ▪ Quran 64:11

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta