QS. Asy Syu’araa (Penyair) – surah 26 ayat 92 [QS. 26:92]

وَ قِیۡلَ لَہُمۡ اَیۡنَمَا کُنۡتُمۡ تَعۡبُدُوۡنَ
Waqiila lahum aina maa kuntum ta’buduun(a);

dan dikatakan kepada mereka:
“Dimanakah berhala-berhala yang dahulu kamu selalu menyembah(nya)
―QS. 26:92
Topik ▪ Hisab ▪ Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan ▪ Kelemahan manusia
26:92, 26 92, 26-92, Asy Syu’araa 92, AsySyuaraa 92, Asy Syuara 92, Asy Syu’ara 92, Asy-Syu’ara 92

Tafsir surah Asy Syu'araa (26) ayat 92

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Asy Syu’araa (26) : 92. Oleh Kementrian Agama RI

Kemudian pada saat menghadapi neraka yang siap menerima orang-orang kafir dan musyrik, dilontarkan pertanyaan untuk mencemoohkan mereka, “Di manakah tuhan-tuhan berhala yang kamu sembah itu kini berada?
Sanggupkah mereka menyelamatkan kamu dari siksaan Allah?”
Jangankan untuk menyelamatkan orang lain, melepaskan diri mereka saja, tuhan-tuhan berhala itu tidak sanggup.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Mereka akan dibentak, “Mana tuhan-tuhan selain Allah yang kalian sembah itu?

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan dikatakan kepada mereka, “Di manakah berhala-berhala yang dahulu kalian menyembahnya).

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Dikatakan kepada mereka sebagai celaan :
Di mana tuhan-tuhan kalian yang kalian sembah

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

dan diperlihatkan dengan jelas neraka Jahim kepada orang-orang yang sesat.
(Q.S. Asy-Syu’ara’ [26]: 91)

Yakni ditampakkan dan dibukakan, lalu muncullah darinya lidah api yang bergemuruh suaranya membuat hati copot dan naik ke tenggorokan (karena ketakutan yang sangat).
Dan dikatakan kepada calon penghuninya dengan nada kecaman dan cemoohan:

Di manakah berhala-berhala yang dahulu kalian selalu menyembahnya selain Allah?
Dapatkah mereka menolong kalian atau menolong diri mereka sendiri.
(Q.S. Asy-Syu’ara’ [26]: 92-93)

Berhala-berhala yang kalian sembah-sembah selain Allah yang kalian jadikan sebagai sekutu-sekutu-Nya tidak dapat memberikan manfaat kepada kalian barang sedikit pun, tidak pula dapat menolak bahaya yang menimpa diri mereka.
Maka sesungguhnya kalian dan berhala-berhala itu pada hari ini adalah kayu bakar neraka Jahanam, dan kalian pasti akan memasukinya.


Informasi Surah Asy Syu'araa (الشعراء)
Surat ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamakan “Asy Syu’araa” (kata jamak dari “Asy Syaa ‘ir” yang berarti penyair) diambil dari kata “Asy Syu­ araa’ yang terdapat pada ayat 224, yaitu pada bagian terakhir surat ini, dikala Allah subhanahu wa ta’ala se­cara khusus menyebutkan kedudukan penyair-penyair.
Para penyair-penyair itu mempunyai sifat-sifat yang jauh berbeda dengan para rasul-rasul mereka diikuti oleh orang-orang yang sesat dan mereka suka memutar balikkan lidah dan mereka tidak mempunyai pendirian, perbuatan mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka ucapkan.
Sifat-sifat yang demikian tidaklah sekali­ kali terdapat pada rasul-rasul.
Oleh karena demikian tidak patut bila Nabi Muhammad ﷺ dituduh sebagai penyair, dan Al Qur’an dituduh sebagai syair, Al Qur’an adalah wahyu Allah, bukan buatan manusia.

Keimanan:

Jaminan Allah akan kemenangan perjuangan rasul-rasul-Nya dan keselamatan mereka
Al Qur’an benar-benar wahyu Allah yang dibawa turun ke dunia oleh Ma­laikat Jibril a.s, (Ruuhul amiin) hanya Allah yang wajib disembah.

Hukum:

Keharusan memenuhi takaran dan timbangan
larangan menggubah syair yang be­risi cacian-cacian, khurafat-khurafat, dan kebohongan-kebohongan.

Kisah:

Kisah-kisah Nabi Musa a.s. dengan Fir’aun
kisah Nabi Ibrahim a.s. dengan kaum­nya
kisah Nabi Nuh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaum­nya (Tsamud)
kisah Nabi Hud a.s. dengan kaumnya(‘Aad)
kisah Nabi Luth a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Syu’ai’b a.s. dengan penduduk Aikah.

Lain-lain:

Kebinasaan suatu bangsa atau umat disebabkan mereka meninggalkan petunjuk­ petunjuk agama
tumbuh-tumbuhan yang beraneka ragam dan perobahan-pero­bahannya adalah bukti adanya Tuhan Yang Maha Esa
petunjuk-petunjuk Allah bagi pemimpin agar berlaku lemah lembut terhadap pengikut-pengikutnya
turun­nya kitab Al Qur’an dalam bahasa Arab sudah disebut dalam kitab-kitab suci dahulu.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Asy-Syu'araa (26) ayat 92 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Asy-Syu'araa (26) ayat 92 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Asy-Syu'araa (26) ayat 92 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Asy-Syu'araa - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 227 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 26:92
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Asy Syu'araa.

Surah Asy-Syu'ara atau Surah Asy-Syu'ara' adalah surah ke-26 dari Al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surah-surah Makkiyyah.
Dinamakan Asy Syu'ara (kata jamak dari Asy Sya'ir yang berarti penyair) diambil dari kata Asy Syuara yang terdapat pada ayat 224.
Banyak nilai-nilai yang berharga dari bebagai kisah-kisah para Nabi yang umat mereka dipunahkan serta sebagian riwayat tiga hamba Allah yang dimuliakan Musa, Harun dan Ibrahim.

Nomor Surah 26
Nama Surah Asy Syu'araa
Arab الشعراء
Arti Penyair
Nama lain Tha Sin Mim, Al-Jami’ah
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 47
Juz Juz 19
Jumlah ruku' 11 ruku'
Jumlah ayat 227
Jumlah kata 1223
Jumlah huruf 5630
Surah sebelumnya Surah Al-Furqan
Surah selanjutnya Surah An-Naml
4.9
Ratingmu: 4.9 (21 orang)
Sending







Pembahasan ▪ kadzibu walghibatu

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Podcast

Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta