Asy Syu’araa (Penyair) – surah 26 ayat 83 [QS. 26:83]

رَبِّ ہَبۡ لِیۡ حُکۡمًا وَّ اَلۡحِقۡنِیۡ بِالصّٰلِحِیۡنَ
Rabbi hab lii hukman wa-alhiqnii bish-shaalihiin(a);

(Ibrahim berdoa):
“Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh,
―QS. 26:83
Topik ▪ Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan
26:83, 26 83, 26-83, Asy Syu’araa 83, AsySyuaraa 83, Asy Syuara 83, Asy Syu’ara 83, Asy-Syu’ara 83

Tafsir surah Asy Syu'araa (26) ayat 83

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Asy Syu’araa (26) : 83. Oleh Kementrian Agama RI

Ibrahim bermohon agar dianugerahi hikmah.
Hikmah berarti ilmu pengetahuan yang diamalkan dengan baik.
Dalam hubungannya dengan kepribadian orang yang saleh, hikmah diartikan sebagai petunjuk Tuhan dalam beramal, dengan taufik Allah ia terlepas dari segala perbuatan dosa besar maupun dosa kecil.
Sementara itu ahli tafsir yang lain ada yang mengartikan hikmah dengan perlakuan yang adil terhadap sesama manusia dalam memutuskan suatu perkara.
Dalam kaitannya dengan doa Ibrahim ini, hikmah ditafsirkan sebagai pengetahuan tentang sifat-sifat ketuhanan dan ilmu pengetahuan tentang kebenaran yang akan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, beliau berdoa pula agar dimasukkan ke dalam lingkungan orang-orang yang baik-baik, dan pada golongan yang senantiasa bertawakal kepada-Nya.
Permohonan tersebut dikabulkan oleh Allah, sebagaimana disebutkan dalam ayat lain:

Dan sesungguhnya di akhirat dia termasuk orang-orang saleh.
(Al-Baqarah: 130)

Diriwayatkan dalam sebuah hadis, Rasulullah berdoa seperti doa Nabi Ibrahim, yakni: “Ya Allah, matikanlah kami dalam keadaan muslim, hidupkanlah kami dalam keadaan muslim, dan masukkanlah kami ke dalam golongan orang-orang saleh, bukan golongan orang-orang yang hina dan tertimpa musibah (fitrah).” (Riwayat Ahmad dari Rifa’ah bin Rafi’)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Kemudian Ibrahim a.
s.
memanjatkan doa, “Ya Tuhanku, anugerahilah kesempurnaan ilmu dan amal kepadaku, sehingga–dari sekian banyak hamba-Mu–aku layak mengemban risalah dan hikmah.
Dan terimalah diriku untuk berada dalam golongan orang yang saleh.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Ya Rabbku! Berikanlah kepadaku hikmah) yakni ilmu (dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh) golongan para nabi.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Ibrahim berdoa kepada Rabbnya :
Ya Rabbi, berikanlah pemahaman dan ilmu kepadaku, susulkanlah aku dengan rombongan orang-orang shalih, serta kumpulkanlah aku dengan mereka di surga.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Ini mengisahkan tentang permohonan Ibrahim ‘alaihis salam agar diberi hikmah oleh Tuhannya.
Menurut Ibnu Abbas, yang dimaksud dengan hikmah ialah ilmu.
Menurut Ikrimah adalah akal.
Menurut Mujahid yaitu Al-Qur’an, dan menurut As-Saddi kenabian.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala yang menyitir doa Ibrahim ‘alaihis salam:

dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh.
(Asy-Syu’ara’: 83)

Maksudnya, jadikanlah aku ke dalam golongan orang-orang saleh di dunia dan akhirat, seperti yang dikatakan oleh Nabi ﷺ ketika menjelang kewafatannya:

Ya Allah, (masukkanlah aku) ke dalam Rafiqul A’la (golongan orang-orang yang saleh yang menempati surga yang tertinggi).
sebanyak tiga kali.

Di dalam sebuah hadis mengenai doa disebutkan:

Ya Allah, hidupkanlah aku dalam keadaan muslim, dan matikanlah aku dalam keadaan muslim, dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh, bukan orang-orang yang kecewa dan bukan pula orang-orang yang diganti.


Informasi Surah Asy Syu'araa (الشعراء)
Surat ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamakan “Asy Syu’araa” (kata jamak dari “Asy Syaa ‘ir” yang berarti penyair) diambil dari kata “Asy Syu­ araa’ yang terdapat pada ayat 224, yaitu pada bagian terakhir surat ini, dikala Allah subhanahu wa ta’ala se­cara khusus menyebutkan kedudukan penyair-penyair.
Para penyair-penyair itu mempunyai sifat-sifat yang jauh berbeda dengan para rasul-rasul mereka diikuti oleh orang-orang yang sesat dan mereka suka memutar balikkan lidah dan mereka tidak mempunyai pendirian, perbuatan mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka ucapkan.
Sifat-sifat yang demikian tidaklah sekali­ kali terdapat pada rasul-rasul.
Oleh karena demikian tidak patut bila Nabi Muhammad ﷺ dituduh sebagai penyair, dan Al Qur’an dituduh sebagai syair, Al Qur’an adalah wahyu Allah, bukan buatan manusia.

Keimanan:

Jaminan Allah akan kemenangan perjuangan rasul-rasul-Nya dan keselamatan mereka
Al Qur’an benar-benar wahyu Allah yang dibawa turun ke dunia oleh Ma­laikat Jibril a.s, (Ruuhul amiin) hanya Allah yang wajib disembah.

Hukum:

Keharusan memenuhi takaran dan timbangan
larangan menggubah syair yang be­risi cacian-cacian, khurafat-khurafat, dan kebohongan-kebohongan.

Kisah:

Kisah-kisah Nabi Musa a.s. dengan Fir’aun
kisah Nabi Ibrahim a.s. dengan kaum­nya
kisah Nabi Nuh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaum­nya (Tsamud)
kisah Nabi Hud a.s. dengan kaumnya(‘Aad)
kisah Nabi Luth a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Syu’ai’b a.s. dengan penduduk Aikah.

Lain-lain:

Kebinasaan suatu bangsa atau umat disebabkan mereka meninggalkan petunjuk­ petunjuk agama
tumbuh-tumbuhan yang beraneka ragam dan perobahan-pero­bahannya adalah bukti adanya Tuhan Yang Maha Esa
petunjuk-petunjuk Allah bagi pemimpin agar berlaku lemah lembut terhadap pengikut-pengikutnya
turun­nya kitab Al Qur’an dalam bahasa Arab sudah disebut dalam kitab-kitab suci dahulu.

Audio

Qari Internasional

Asy Syu'araa (26) ayat 83 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Asy Syu'araa (26) ayat 83 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Asy Syu'araa (26) ayat 83 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Asy Syu'araa - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full 227 Ayat & Terjemahan


Gambar



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah Asy-Syu'ara atau Surah Asy-Syu'ara' adalah surah ke-26 dari Al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surah-surah Makkiyyah.
Dinamakan Asy Syu'ara (kata jamak dari Asy Sya'ir yang berarti penyair) diambil dari kata Asy Syuara yang terdapat pada ayat 224.
Banyak nilai-nilai yang berharga dari bebagai kisah-kisah para Nabi yang umat mereka dipunahkan serta sebagian riwayat tiga hamba Allah yang dimuliakan Musa, Harun dan Ibrahim.

Nomor Surah26
Nama SurahAsy Syu'araa
Arabالشعراء
ArtiPenyair
Nama lainTha Sin Mim, Al-Jami’ah
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu47
JuzJuz 19
Jumlah ruku'11 ruku'
Jumlah ayat227
Jumlah kata1223
Jumlah huruf5630
Surah sebelumnyaSurah Al-Furqan
Surah selanjutnyaSurah An-Naml
4.6
Ratingmu: 4.8 (12 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/26-83







Pembahasan ▪ surat 26 ayat 83

Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta