QS. Asy Syu’araa (Penyair) – surah 26 ayat 66 [QS. 26:66]

ثُمَّ اَغۡرَقۡنَا الۡاٰخَرِیۡنَ
Tsumma aghraqnaaaakhariin(a);

Dan Kami tenggelamkan golongan yang lain itu.
―QS. 26:66
Topik ▪ Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga
26:66, 26 66, 26-66, Asy Syu’araa 66, AsySyuaraa 66, Asy Syuara 66, Asy Syu’ara 66, Asy-Syu’ara 66

Tafsir surah Asy Syu'araa (26) ayat 66

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Asy Syu’araa (26) : 66. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa setelah Fir’aun melihat Bani Israil dari dekat berjalan mengarungi lautan itu, ia dan tentaranya pun mengikuti jejak mereka dan memasuki lautan.
Ketika Fir’aun dan tentaranya berada di tengah-tengah laut, sedang Musa dan Bani Israil sudah sampai di seberang lautan dan semuanya selamat sampai di darat, air laut pun bertaut kembali seperti biasa.
Dengan demikian, Fir’aun yang sedang meniti jalan yang sama terjebak air dan tenggelam bersama tentaranya, sehingga tidak ada seorang pun yang selamat.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Lalu Kami menenggelamkan Fir’aun dan orang-orang yang menyertainya–saat mereka membuntuti Musa dan Bani Israil–dengan menimpakan air ke arah mereka.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan Kami tenggelamkan golongan yang lain itu) yakni Firaun dan kaumnya, dengan menutup kembali lautan ketika mereka telah masuk ke dalamnya, sedangkan Bani Israel telah selamat keluar semuanya dari laut.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Kemudian Kami meneggelamkan Fir’aun dan bala tentaranya dengan mengembalikan laut seperti sediakala setelah mereka masuk ke dalamnya untuk mengejar Musa dan kaumnya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Yaitu Kami selamatkan Musa dan Bani Israil serta orang-orang yang mengikuti mereka, seagama dengan mereka, tiada seorang pun dari mereka yang binasa.
Fir’aun berikut bala tentaranya ditenggelamkan sehingga tidak ada seorang pun dari mereka melainkan binasa (mati tenggelam).

Ibnu Abu Hatim meriwayatkan, telah menceritakan kepada kami Ali ibnul Husain, telah menceritakan kepada kami Abu Bakar ibnu Abu Syaibah, telah menceritakan kepada kami Syababah, telah menceritakan kepada kami Yunus ibnu Abu Ishaq, dari Abu Ishaq, dari Amr ibnu Maimun, dari Abdullah ibnu Mas’ud, bahwa ketika Musa membawa serta Bani Israil pergi di malam hari, beritanya sampai kepada Fir’aun, lalu Fir’aun memerintahkan agar disembelihkan seekor kambing.
Kambing itu disembelih, dan Fir’aun berkata, Tidak, demi Tuhan, sebelum kambing ini selesai dikuliti harus dikumpulkan kepadaku enam ratus ribu orang Qibti.” Musa berangkat hingga sampailah di tepi laut, lalu Musa berkata kepada laut, “Terbelahlah kamu.!” Maka laut berkata kepadanya, “Sesungguhnya engkau, hai Musa, terlalu berlebihan.
Apakah aku pernah terbelah untuk seseorang dari anak Adam, lalu aku membelah diriku untukmu?”
Ibnu Mas’ud melanjutkan kisahnya, bahwa saat itu Musa ditemani oleh seorang lelaki yang mengendarai kuda, lalu lelaki itu berkata kepada Musa, “Ke manakah engkau diperintahkan, hai Nabi Allah?”
Musa menjawab, “Tiada lain aku diperintahkan ke arah ini (laut).” Maka ia memacu kudanya ke laut, lalu kudanya itu berenang dan menepi.
Lalu lelaki itu berkata, “Kemanakah engkau diperintahkan, hai Nabi Allah?”
Musa menjawab, “Tiada lain aku diperintahkan ke arah ini.” Lelaki itu berkata, “Demi Allah, engkau tidak berdusta dan laut pun tidak berdusta.” Kemudian lelaki itu memasukkan kudanya ke laut.
Kudanya itu berenang, lalu menepi lagi.
Lelaki itu kembali bertanya, “Ke arah manakah engkau diperintahkan, hai Nabi Allah?”
Musa menjawab, “Aku hanya diperintah­kan menuju ke arah (laut) ini.” Lelaki itu berkata, “Demi Allah, Musa tidak dusta dan laut pun tidak dusta.” Lalu ia memasukkan keduanya ke laut untuk kedua kalinya.
Kudanya itu berenang dan menepi lagi.
Lelaki itu bertanya lagi, “Ke arah manakah engkau diperintahkan, hai Nabi Allah?”
Musa menjawab, “Aku hanya diperintahkan menuju ke arah (laut) ini.” Lelaki itu berkata, “Demi Allah, Musa tidak dusta dan laut pun tidak dusta.” Ibnu Mas’ud melanjutkan kisahnya, bahwa saat itu Allah memerintah­kan kepada Musa untuk memukulkan tongkatnya ke laut, lalu Musa memukul laut itu dengan tongkatnya.
Maka terbelahlah laut tersebut membentuk dua belas jalan, masing-masing jalan buat tiap kabilah Bani Israil, mereka dapat saling berpandangan di antara sesamanya.
Setelah semua pengikut Musa keluar dari laut itu dan Fir’aun beserta bala tentaranya masuk semuanya ke dalam laut itu, maka laut tersebut menutup kembali dan menenggelamkan mereka.

Di dalam riwayat Israil, dari Abu Ishaq, dari Amr ibnu Maimun, dari Abdullah disebutkan bahwa ketika orang yang terakhir dari pengikut Musa keluar dari laut itu, dan Fir’aun beserta semua pengikutnya masuk ke laut, maka laut tersebut mengatup kembali menenggelamkan mereka.
Belum ada suatu pemandangan orang tenggelam sebanyak itu selain hari itu, Fir’aun la’natullah pun ikut tenggelam.


Informasi Surah Asy Syu'araa (الشعراء)
Surat ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamakan “Asy Syu’araa” (kata jamak dari “Asy Syaa ‘ir” yang berarti penyair) diambil dari kata “Asy Syu­ araa’ yang terdapat pada ayat 224, yaitu pada bagian terakhir surat ini, dikala Allah subhanahu wa ta’ala se­cara khusus menyebutkan kedudukan penyair-penyair.
Para penyair-penyair itu mempunyai sifat-sifat yang jauh berbeda dengan para rasul-rasul mereka diikuti oleh orang-orang yang sesat dan mereka suka memutar balikkan lidah dan mereka tidak mempunyai pendirian, perbuatan mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka ucapkan.
Sifat-sifat yang demikian tidaklah sekali­ kali terdapat pada rasul-rasul.
Oleh karena demikian tidak patut bila Nabi Muhammad ﷺ dituduh sebagai penyair, dan Al Qur’an dituduh sebagai syair, Al Qur’an adalah wahyu Allah, bukan buatan manusia.

Keimanan:

Jaminan Allah akan kemenangan perjuangan rasul-rasul-Nya dan keselamatan mereka
Al Qur’an benar-benar wahyu Allah yang dibawa turun ke dunia oleh Ma­laikat Jibril a.s, (Ruuhul amiin) hanya Allah yang wajib disembah.

Hukum:

Keharusan memenuhi takaran dan timbangan
larangan menggubah syair yang be­risi cacian-cacian, khurafat-khurafat, dan kebohongan-kebohongan.

Kisah:

Kisah-kisah Nabi Musa a.s. dengan Fir’aun
kisah Nabi Ibrahim a.s. dengan kaum­nya
kisah Nabi Nuh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaum­nya (Tsamud)
kisah Nabi Hud a.s. dengan kaumnya(‘Aad)
kisah Nabi Luth a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Syu’ai’b a.s. dengan penduduk Aikah.

Lain-lain:

Kebinasaan suatu bangsa atau umat disebabkan mereka meninggalkan petunjuk­ petunjuk agama
tumbuh-tumbuhan yang beraneka ragam dan perobahan-pero­bahannya adalah bukti adanya Tuhan Yang Maha Esa
petunjuk-petunjuk Allah bagi pemimpin agar berlaku lemah lembut terhadap pengikut-pengikutnya
turun­nya kitab Al Qur’an dalam bahasa Arab sudah disebut dalam kitab-kitab suci dahulu.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Asy-Syu'araa (26) ayat 66 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Asy-Syu'araa (26) ayat 66 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Asy-Syu'araa (26) ayat 66 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. Asy-Syu'ara (26) ayat 60-68 - Ifa Fachir (Bahasa Indonesia)
Q.S. Asy-Syu'ara (26) ayat 60-68 - Ifa Fachir (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Asy-Syu'araa - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 227 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 26:66
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Asy Syu'araa.

Surah Asy-Syu'ara atau Surah Asy-Syu'ara' adalah surah ke-26 dari Al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surah-surah Makkiyyah.
Dinamakan Asy Syu'ara (kata jamak dari Asy Sya'ir yang berarti penyair) diambil dari kata Asy Syuara yang terdapat pada ayat 224.
Banyak nilai-nilai yang berharga dari bebagai kisah-kisah para Nabi yang umat mereka dipunahkan serta sebagian riwayat tiga hamba Allah yang dimuliakan Musa, Harun dan Ibrahim.

Nomor Surah 26
Nama Surah Asy Syu'araa
Arab الشعراء
Arti Penyair
Nama lain Tha Sin Mim, Al-Jami’ah
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 47
Juz Juz 19
Jumlah ruku' 11 ruku'
Jumlah ayat 227
Jumlah kata 1223
Jumlah huruf 5630
Surah sebelumnya Surah Al-Furqan
Surah selanjutnya Surah An-Naml
4.7
Ratingmu: 4.7 (9 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta