QS. Asy Syu’araa (Penyair) – surah 26 ayat 61 [QS. 26:61]

فَلَمَّا تَرَآءَ الۡجَمۡعٰنِ قَالَ اَصۡحٰبُ مُوۡسٰۤی اِنَّا لَمُدۡرَکُوۡنَ
Falammaa taraa-al jam’aani qaala ashhaabu muusa innaa lamudrakuun(a);

Maka setelah kedua golongan itu saling melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa:
“Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul”.
―QS. 26:61
Topik ▪ Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat
26:61, 26 61, 26-61, Asy Syu’araa 61, AsySyuaraa 61, Asy Syuara 61, Asy Syu’ara 61, Asy-Syu’ara 61

Tafsir surah Asy Syu'araa (26) ayat 61

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Asy Syu’araa (26) : 61. Oleh Kementrian Agama RI

Ketika Musa beserta Bani Israil dan Fir’aun bersama bala tentaranya berada dalam jarak yang dekat, Bani Israil merasa cemas dan khawatir kalau mereka tersusul oleh Fir’aun dan bala tentaranya.
Mereka berkata kepada Musa, “Fir’aun dan tentaranya telah menyiksa anak-anak kami sebelum kami berangkat, dan setelah tersusul, kami semua akan dibunuh oleh mereka.”

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Maka tatkala kedua kelompok itu saling melihat, para pengikut Musa berkata ketakutan, “Sesungguhnya Fir’aun dan kaumnya hampir menyusul dan kemudian membunuh kita.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Maka setelah kedua golongan itu saling melihat) masing-masing pihak telah melihat pihak yang lainnya (berkatalah pengikut-pengikut Musa, “Sesungguhnya kita benar-benar akan terkejar”) oleh pasukan Firaun, kita tidak akan mampu menghadapi mereka, karena kita tidak mempunyai kekuatan.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Manakala masing-masing kelompok melihat yang lain, orang-orang Musa berkata :
Bala tentara Fir’aun telah menyusul kita dan akan menghabisi kita.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Maka setelah kedua golongan itu saling melihat.
(Q.S. Asy-Syu’ara’ [26]: 61)

Maksudnya, masing-masing dari kedua golongan itu dapat melihat yang lainnya

berkatalah pengikut-pengikut Musa, “Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul.” (Q.S. Asy-Syu’ara’ [26]: 61)

Demikian itu karena perjalanan mereka sampai di tepi pantai laut, yaitu Laut Merah.
Di hadapan mereka terbentang laut yang luas, sedangkan di belakang mereka kelihatan Fir’aun dan bala tentaranya mengejar mereka.


Informasi Surah Asy Syu'araa (الشعراء)
Surat ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamakan “Asy Syu’araa” (kata jamak dari “Asy Syaa ‘ir” yang berarti penyair) diambil dari kata “Asy Syu­ araa’ yang terdapat pada ayat 224, yaitu pada bagian terakhir surat ini, dikala Allah subhanahu wa ta’ala se­cara khusus menyebutkan kedudukan penyair-penyair.
Para penyair-penyair itu mempunyai sifat-sifat yang jauh berbeda dengan para rasul-rasul mereka diikuti oleh orang-orang yang sesat dan mereka suka memutar balikkan lidah dan mereka tidak mempunyai pendirian, perbuatan mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka ucapkan.
Sifat-sifat yang demikian tidaklah sekali­ kali terdapat pada rasul-rasul.
Oleh karena demikian tidak patut bila Nabi Muhammad ﷺ dituduh sebagai penyair, dan Al Qur’an dituduh sebagai syair, Al Qur’an adalah wahyu Allah, bukan buatan manusia.

Keimanan:

Jaminan Allah akan kemenangan perjuangan rasul-rasul-Nya dan keselamatan mereka
Al Qur’an benar-benar wahyu Allah yang dibawa turun ke dunia oleh Ma­laikat Jibril a.s, (Ruuhul amiin) hanya Allah yang wajib disembah.

Hukum:

Keharusan memenuhi takaran dan timbangan
larangan menggubah syair yang be­risi cacian-cacian, khurafat-khurafat, dan kebohongan-kebohongan.

Kisah:

Kisah-kisah Nabi Musa a.s. dengan Fir’aun
kisah Nabi Ibrahim a.s. dengan kaum­nya
kisah Nabi Nuh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaum­nya (Tsamud)
kisah Nabi Hud a.s. dengan kaumnya(‘Aad)
kisah Nabi Luth a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Syu’ai’b a.s. dengan penduduk Aikah.

Lain-lain:

Kebinasaan suatu bangsa atau umat disebabkan mereka meninggalkan petunjuk­ petunjuk agama
tumbuh-tumbuhan yang beraneka ragam dan perobahan-pero­bahannya adalah bukti adanya Tuhan Yang Maha Esa
petunjuk-petunjuk Allah bagi pemimpin agar berlaku lemah lembut terhadap pengikut-pengikutnya
turun­nya kitab Al Qur’an dalam bahasa Arab sudah disebut dalam kitab-kitab suci dahulu.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Asy-Syu'araa (26) ayat 61 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Asy-Syu'araa (26) ayat 61 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Asy-Syu'araa (26) ayat 61 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. Asy-Syu'ara (26) ayat 60-68 - Ifa Fachir (Bahasa Indonesia)
Q.S. Asy-Syu'ara (26) ayat 60-68 - Ifa Fachir (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Asy-Syu'araa - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 227 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 26:61
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Asy Syu'araa.

Surah Asy-Syu'ara atau Surah Asy-Syu'ara' adalah surah ke-26 dari Al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surah-surah Makkiyyah.
Dinamakan Asy Syu'ara (kata jamak dari Asy Sya'ir yang berarti penyair) diambil dari kata Asy Syuara yang terdapat pada ayat 224.
Banyak nilai-nilai yang berharga dari bebagai kisah-kisah para Nabi yang umat mereka dipunahkan serta sebagian riwayat tiga hamba Allah yang dimuliakan Musa, Harun dan Ibrahim.

Nomor Surah26
Nama SurahAsy Syu'araa
Arabالشعراء
ArtiPenyair
Nama lainTha Sin Mim, Al-Jami’ah
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu47
JuzJuz 19
Jumlah ruku'11 ruku'
Jumlah ayat227
Jumlah kata1223
Jumlah huruf5630
Surah sebelumnyaSurah Al-Furqan
Surah selanjutnyaSurah An-Naml
4.8
Ratingmu: 4.2 (28 orang)
Sending









Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di




Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta