Asy Syu’araa (Penyair) – surah 26 ayat 56 [QS. 26:56]

وَ اِنَّا لَجَمِیۡعٌ حٰذِرُوۡنَ
Wa-innaa lajamii’un haadziruun(a);

dan sesungguhnya kita benar-benar golongan yang selalu berjaga-jaga”.
―QS. 26:56
Topik ▪ Perintah untuk berfikir dan menghayati
26:56, 26 56, 26-56, Asy Syu’araa 56, AsySyuaraa 56, Asy Syuara 56, Asy Syu’ara 56, Asy-Syu’ara 56

Tafsir surah Asy Syu'araa (26) ayat 56

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Asy Syu’araa (26) : 56. Oleh Kementrian Agama RI

Fir’aun mencari alasan memusuhi Bani Israil dengan mengatakan bahwa mereka adalah musuh yang selalu mengacau sehingga keamanan tidak terjamin.
Bani Israil juga dikatakan senantiasa membangkitkan amarah, menganut agama baru, dan meninggalkan agama nenek moyang mereka.
Mereka berani meninggalkan Mesir tanpa lebih dahulu minta izin, membawa kabur harta benda yang mereka pinjam dari Fir’aun dan rakyatnya.
Fir’aun mengatakan kepada kaumnya untuk selalu hati-hati dan waspada menjaga agar jangan sampai perbuatan mereka berakibat jauh.
Mereka mempunyai persenjataan yang cukup dan lengkap untuk mengalahkan Bani Israil.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Sesungguhnya kita semua, seperti biasanya, senantiasa waspada dan siaga serta selalu dapat menyelesaikan masalah.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan sesungghnya kita benar-benar golongan yang selalu berjaga-jaga”) Kaum yang selalu bersiap-siap.
Menurut Suatu qiraat Haadziruuna dibaca Hadziruuna artinya selalu waspada.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Sesungguhnya kami semuanya marah kepada mereka dan bersiap-siap untuk menangkap mereka.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

dan sesungguhnya kita benar-benar golongan yang selalu berjaga-jaga.
(Asy-Syu’ara’: 56)

Yaitu kita setiap waktu bersikap waspada terhadap bahaya yang ditimbulkan oleh musuh.
Dan segolongan ulama salaf membacanya Haziruna.
Artinya selalu siap dengan senjata kita, dan sesungguhnya aku hendak membasmi mereka sampai ke akar-akarnya.
Ternyata kejadiannya justru sebaliknya, dia dan bala tentaranyalah yang binasa.


Kata Pilihan Dalam Surah Asy Syu'araa (26) Ayat 56

HAADZIRUUN
حَٰذِرُون

Lafaz haadziruun adalah jamak dari lafaz hadzir artinya orang yang bersiap diri dan berwaspada pada sesuatu yang dikuatirkan terjadi. Untuk menyebut perkara yang dikuatirkan itu digunakan lafaz mahdzuur.

Di dalam Al Qur’an, lafaz haadziruun disebut sekali saja yaitu dalam surah Asy Syu’araa (26), ayat 56. Lafaz itu digunakan Fir’aun sewaktu berpidato di hadapan rakyatnya. Diantara lafal-lafaz yang diucapkan Fir’aun adalah wa innaa lajaami’un haadziruun‘. Ini ditafsirkan oleh Imam Al Alusi sebagai berikut, “Sesungguhnya, kita adalah kaum yang selalu waspada, bersiap diri dan tegas dalam menghadapi masalah,” Lafaz- lafaz ini digunakan Fir’aun untuk memberi semangat tentaranya yang akan mengejar Nabi Musa dan kaumnya. Lafaz­ lafaz ini mengisyaratkan Fir’aun yakin tiada yang mampu menghalanginya dari mengejar Nabi Musa dan Bani Israil dan juga menunjukkan Fir’aun menginginkan kaumnya bersikap tegas dalam memusuhi Nabi Musa dan Bani Israil.

Begitu juga dengan lafaz mahdzuur disebut sekali saja di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah Al Israa (17), ayat 57. Lafaz ini dikait­ kan dengan azab Allah.

Ibnu Katsir men­afsirkan ayat ini dengan mengatakan azab Allah adalah perkara yang mesti diwaspadai dan ditakuti akan terjadi.

Imam Al Alusi juga menegaskan azab Allah adalah perkara yang berhak diwaspadai dan dikuatirkan oleh siapapun, baik malaikat, para rasul ataupun yang lainnya.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:176

Informasi Surah Asy Syu'araa (الشعراء)
Surat ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamakan “Asy Syu’araa” (kata jamak dari “Asy Syaa ‘ir” yang berarti penyair) diambil dari kata “Asy Syu­ araa’ yang terdapat pada ayat 224, yaitu pada bagian terakhir surat ini, dikala Allah subhanahu wa ta’ala se­cara khusus menyebutkan kedudukan penyair-penyair.
Para penyair-penyair itu mempunyai sifat-sifat yang jauh berbeda dengan para rasul-rasul mereka diikuti oleh orang-orang yang sesat dan mereka suka memutar balikkan lidah dan mereka tidak mempunyai pendirian, perbuatan mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka ucapkan.
Sifat-sifat yang demikian tidaklah sekali­ kali terdapat pada rasul-rasul.
Oleh karena demikian tidak patut bila Nabi Muhammad ﷺ dituduh sebagai penyair, dan Al Qur’an dituduh sebagai syair, Al Qur’an adalah wahyu Allah, bukan buatan manusia.

Keimanan:

Jaminan Allah akan kemenangan perjuangan rasul-rasul-Nya dan keselamatan mereka
Al Qur’an benar-benar wahyu Allah yang dibawa turun ke dunia oleh Ma­laikat Jibril a.s, (Ruuhul amiin) hanya Allah yang wajib disembah.

Hukum:

Keharusan memenuhi takaran dan timbangan
larangan menggubah syair yang be­risi cacian-cacian, khurafat-khurafat, dan kebohongan-kebohongan.

Kisah:

Kisah-kisah Nabi Musa a.s. dengan Fir’aun
kisah Nabi Ibrahim a.s. dengan kaum­nya
kisah Nabi Nuh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaum­nya (Tsamud)
kisah Nabi Hud a.s. dengan kaumnya(‘Aad)
kisah Nabi Luth a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Syu’ai’b a.s. dengan penduduk Aikah.

Lain-lain:

Kebinasaan suatu bangsa atau umat disebabkan mereka meninggalkan petunjuk­ petunjuk agama
tumbuh-tumbuhan yang beraneka ragam dan perobahan-pero­bahannya adalah bukti adanya Tuhan Yang Maha Esa
petunjuk-petunjuk Allah bagi pemimpin agar berlaku lemah lembut terhadap pengikut-pengikutnya
turun­nya kitab Al Qur’an dalam bahasa Arab sudah disebut dalam kitab-kitab suci dahulu.

Audio

Qari Internasional

Asy Syu'araa (26) ayat 56 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Asy Syu'araa (26) ayat 56 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Asy Syu'araa (26) ayat 56 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Asy Syu'araa - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full 227 Ayat & Terjemahan


Gambar



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah Asy-Syu'ara atau Surah Asy-Syu'ara' adalah surah ke-26 dari Al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surah-surah Makkiyyah.
Dinamakan Asy Syu'ara (kata jamak dari Asy Sya'ir yang berarti penyair) diambil dari kata Asy Syuara yang terdapat pada ayat 224.
Banyak nilai-nilai yang berharga dari bebagai kisah-kisah para Nabi yang umat mereka dipunahkan serta sebagian riwayat tiga hamba Allah yang dimuliakan Musa, Harun dan Ibrahim.

Nomor Surah26
Nama SurahAsy Syu'araa
Arabالشعراء
ArtiPenyair
Nama lainTha Sin Mim, Al-Jami’ah
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu47
JuzJuz 19
Jumlah ruku'11 ruku'
Jumlah ayat227
Jumlah kata1223
Jumlah huruf5630
Surah sebelumnyaSurah Al-Furqan
Surah selanjutnyaSurah An-Naml
4.9
Ratingmu: 4.5 (13 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/26-56









Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta