Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Asy Syu'araa

Asy Syu’araa (Penyair) surah 26 ayat 49


قَالَ اٰمَنۡتُمۡ لَہٗ قَبۡلَ اَنۡ اٰذَنَ لَکُمۡ ۚ اِنَّہٗ لَکَبِیۡرُکُمُ الَّذِیۡ عَلَّمَکُمُ السِّحۡرَ ۚ فَلَسَوۡفَ تَعۡلَمُوۡنَ ۬ؕ لَاُقَطِّعَنَّ اَیۡدِیَکُمۡ وَ اَرۡجُلَکُمۡ مِّنۡ خِلَافٍ وَّ لَاُوصَلِّبَنَّکُمۡ اَجۡمَعِیۡنَ
Qaala aamantum lahu qabla an aadzana lakum innahu lakabiirukumul-ladzii ‘allamakumussihra falasaufa ta’lamuuna aqath-thi’anna aidiyakum wa-arjulakum min khilaafin wal-ashallibannakum ajma’iin(a);

Fir’aun berkata:
“Apakah kamu sekalian beriman kepada Musa sebelum aku memberi izin kepadamu?
Sesungguhnya dia benar-benar pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu maka kamu nanti pasti benar-benar akan mengetahui (akibat perbuatanmu), sesungguhnya aku akan memotong tanganmu dan kakimu dengan bersilangan dan aku akan menyalibmu semuanya”.
―QS. 26:49
Topik ▪ Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan
26:49, 26 49, 26-49, Asy Syu’araa 49, AsySyuaraa 49, Asy Syuara 49, Asy Syu’ara 49, Asy-Syu’ara 49
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Asy Syu'araa (26) : 49. Oleh Kementrian Agama RI

Setelah para ahli sihir itu berikrar bahwa mereka menjadi beriman kepada Tuhan semesta alam, yang berarti tidak lagi mengakui Fir'aun sebagai tuhan mereka, Fir'aun menjadi sangat marah.
Dengan sombong, ia mengancam akan menindak mereka, tetapi ancaman itu tidak diindahkan oleh mereka.
Bahkan dengan ancaman itu, iman mereka makin bertambah mantap karena tabir kekafiran telah terbuka dan telah kelihatan jelas oleh mereka cahaya kebenaran.
Ikrar yang diucapkan oleh ahli-ahli sihir itu membuat Fir'aun merasa dilecehkan haknya sebagai seorang yang berkuasa dan mengakui dirinya sebagai tuhan, karena mereka telah beriman kepada Musa tanpa minta izin lebih dahulu kepadanya.
Menurut Fir'aun, sebelum mereka memeluk agama Musa, mereka itu harus lebih dahulu minta izin padanya, karena ia adalah seorang penguasa yang harus dipatuhi.
Untuk mengelabui dan menyesatkan orang banyak, Fir'aun menuduh antara Musa dan para ahli sihir itu ada persekongkolan, karena Musa yang mengajarkan kepada mereka ilmu sihir.
Tuduhan itu tentu tidak berdasar, karena sebelum adu kekuatan, mereka tidak bertemu dengan Musa.
Puncak dari kemarahan Fir'aun, ia mengancam mereka akan merasakan siksaan, sebagai akibat dari perbuatan mereka itu.
Ia mengancam akan memotong tangan dan kaki mereka secara bersilang bahkan akan membunuh mereka.

Asy Syu'araa (26) ayat 49 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Asy Syu'araa (26) ayat 49 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Asy Syu'araa (26) ayat 49 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Fir'aun tidak menerima keimanan para ahli sihir yang dilakukan tanpa seizinnya, lalu ia mengancam mereka.
Dikatakannya bahwa Musa sebenarnya adalah guru mereka dalam soal sihir-menyihir, sehingga--karena dianggap bersekongkol--mereka berhak mendapatkan siksaan.
Fir'aun berkata, "Sungguh, akan aku potong tangan dan kaki kalian secara bersilang, tangan kanan dengan kaki kiri atau sebaliknya.
Lalu aku salib kalian semua!"

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Berkata) Firaun, ("Apakah kamu sekalian beriman) lafal A-amantum dapat pula dibaca Tas-hil sehingga bacaannya menjadi Amantum (kepadanya) yakni kepada Nabi Musa (sebelum aku memberi izin) secara langsung dariku (kepada kalian?
Sesungguhnya dia benar-benar pemimpin kalian yang mengajarkan sihir kepada kalian) berarti ilmu kalian itu adalah sebagian daripada ilmunya, dan ini berarti pertarungan dan kemenangan di antara sesama perguruan (maka kalian nanti pasti benar-benar mengetahui) akibat perbuatan kalian itu dariku.
(Sesungguhnya aku akan memotong tangan kalian dan kaki kalian dengan bersilang) yaitu tangan kanan mereka akan dipotong berikut kaki kirinya (dan aku akan menyalib kalian semuanya").

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Fir’aun pun mengingkari para tukang sihir, dia berkata :
Beraninya kalian semua beriman kepada Musa tanpa izinku.
Dan dia berkata untuk menipu mereka bahwa apa yang didatangkan oleh Musa juga sihir :
Dia adalah guru kalian sihir, kalian harus tahu siksa apakah yang akan menimpa kalian dariku.
Aku akan memotong tangan dan kaki kalian secara silang, tangan kanan dan kaki kiri atau sebaliknya, dan setelah itu aku pasti akan menyalib kalian semuanya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Tafsir ayat ini diterangkan secara ringkas pada akhir tafsir ayat 45.

Kata Pilihan Dalam Surah Asy Syu'araa (26) Ayat 49

ARJUL
أَرْجُل

Lafaz ini berbentuk jamak, mufradnya adalah ar rijl, artinya al qadam (telapak kaki), dan makna asalnya ialah mulai dari paha hingga telapak kaki. Ia juga bermakna zaman, seluar, dan sebagainya. Rijl al-bahr artinya teluk, rijl al-sahm maknanya kedua­dua uujung panah.

Lafaz ini disebut sebanyak 13 kali di dalam Al Qur'an yaitu dalam surah:
-Al Maa'idah (5), ayat 6, 33, 66;
-Al An'aam (6), ayat 65;
-Al A'raaf (7), ayat 195, 124;
-Tha Ha (20), ayat 71;
-An Nuur (24), ayat 24, 31;
-Asy Syu'araa (26), ayat 49;
-Al Ankaabut (29), ayat 55;
-Yaa Siin (36), ayat 65;
-Al Mumtahanah (60), ayat 12.

Lafaz arjul dalam surah Al Maa'idah, ayat 66 dikaitkan dengan tahta.

Ibn Qutaibah berkata,
"Ia bermakna tumbuh­tumbuhan di bumi karena ia berada di bawah kaki mereka"

Dalam surah Al A'raaf, ayat 124, Ibn Katsir menafsirkannya dengan memotong tangan kanan seorang lelaki dan kaki kirinya atau sebaliknya.

Begitu juga dalam ayat 159 beliau berkata,
''Allah mengkhabarkan pengingkarannya pada sembahan orang musyrik dari berhala, patung dan tuhan-tuhan lain, karena mereka adalah makhluk bagi Allah yang dibuat, tidak memiliki kemudaratan atau manfaat, tidak melihat dan tidak dapat menolong penyembahnya, malah tidak bergerak (karena tidak mempunyai kaki), tidak mendengar dan tidak pula melihat, sedangkan penyembahnya lebih sempurna darinya dari aspek melihat, mendengar dan berbuat."

Dalam surah Al Mumtahanah, ayat 12, lafaz arjul dikaitkan dengan bain dan mempunyai hubungan dengan buhtan, makna baina arjulihinn ialah faraj-faraj mereka. Ada yang berpendapat ia bermakna jimak. Ayat ini adalah kinayah bagi anak karena perut yang mengandungkan di dalamnya anak berada di antara kedua-dua tangannya dan farajnya yang melahirkan anak adalah di antara kedua-dua kakinya. Jumhur ulama mengatakan makna lafaz buhtan ialah anak dan makna bagi ayat adalah apa yang dilahirkannya dari perbuatan zina.

Lafaz-lafaz arjul juga dikaitkan dengan al mash (membasuh atau mencuci), tahta (dibawah), al qath' (memotong), asy syahaadah (sebagai saksi), ad darb (menghentakkan). Semua ini mengisyaratkan lafaz arjul bermakna kaki yang bermula dari paha hingga ke telapak kaki.

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:66-67

Informasi Surah Asy Syu'araa (الشعراء)
Surat ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamakan "Asy Syu'araa" (kata jamak dari "Asy Syaa 'ir" yang berarti penyair) diambil dari kata "Asy Syu­ araa' yang terdapat pada ayat 224, yaitu pada bagian terakhir surat ini, dikala Allah subhanahu wa ta'ala se­cara khusus menyebutkan kedudukan penyair-penyair.
Para penyair-penyair itu mempunyai sifat-sifat yang jauh berbeda dengan para rasul-rasul mereka diikuti oleh orang-orang yang sesat dan mereka suka memutar balikkan lidah dan mereka tidak mempunyai pendirian, perbuatan mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka ucapkan.
Sifat-sifat yang demikian tidaklah sekali­ kali terdapat pada rasul-rasul.
Oleh karena demikian tidak patut bila Nabi Muhammad ﷺ dituduh sebagai penyair, dan Al Qur'an dituduh sebagai syair, Al Qur'an adalah wahyu Allah, bukan buatan manusia.

Keimanan:

Jaminan Allah akan kemenangan perjuangan rasul-rasul-Nya dan keselamatan mereka
Al Qur'an benar-benar wahyu Allah yang dibawa turun ke dunia oleh Ma­laikat Jibril a.s, (Ruuhul amiin) hanya Allah yang wajib disembah.

Hukum:

Keharusan memenuhi takaran dan timbangan
larangan menggubah syair yang be­risi cacian-cacian, khurafat-khurafat, dan kebohongan-kebohongan.

Kisah:

Kisah-kisah Nabi Musa a.s. dengan Fir'aun
kisah Nabi Ibrahim a.s. dengan kaum­nya
kisah Nabi Nuh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaum­nya (Tsamud)
kisah Nabi Hud a.s. dengan kaumnya('Aad)
kisah Nabi Luth a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Syu'ai'b a.s. dengan penduduk Aikah.

Lain-lain:

Kebinasaan suatu bangsa atau umat disebabkan mereka meninggalkan petunjuk­ petunjuk agama
tumbuh-tumbuhan yang beraneka ragam dan perobahan-pero­bahannya adalah bukti adanya Tuhan Yang Maha Esa
petunjuk-petunjuk Allah bagi pemimpin agar berlaku lemah lembut terhadap pengikut-pengikutnya
turun­nya kitab Al Qur'an dalam bahasa Arab sudah disebut dalam kitab-kitab suci dahulu.


Gambar Kutipan Surah Asy Syu’araa Ayat 49 *beta

Surah Asy Syu'araa Ayat 49



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Asy Syu'araa

Surah Asy-Syu'ara atau Surah Asy-Syu'ara' adalah surah ke-26 dari Al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surah-surah Makkiyyah.
Dinamakan Asy Syu'ara (kata jamak dari Asy Sya'ir yang berarti penyair) diambil dari kata Asy Syuara yang terdapat pada ayat 224.
Banyak nilai-nilai yang berharga dari bebagai kisah-kisah para Nabi yang umat mereka dipunahkan serta sebagian riwayat tiga hamba Allah yang dimuliakan Musa, Harun dan Ibrahim.

Nomor Surah 26
Nama Surah Asy Syu'araa
Arab الشعراء
Arti Penyair
Nama lain Tha Sin Mim, Al-Jami’ah
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 47
Juz Juz 19
Jumlah ruku' 11 ruku'
Jumlah ayat 227
Jumlah kata 1223
Jumlah huruf 5630
Surah sebelumnya Surah Al-Furqan
Surah selanjutnya Surah An-Naml
4.8
Rating Pembaca: 4.6 (20 votes)
Sending








Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku