QS. Asy Syu’araa (Penyair) – surah 26 ayat 32 [QS. 26:32]

فَاَلۡقٰی عَصَاہُ فَاِذَا ہِیَ ثُعۡبَانٌ مُّبِیۡنٌ
Fa-alqa ‘ashaahu fa-idzaa hiya tsu’baanun mubiinun;

Maka Musa melemparkan tongkatnya, lalu tiba-tiba tongkat itu (menjadi) ular yang nyata.
―QS. 26:32
Topik ▪ Para rasul diutus untuk memberi petunjuk
26:32, 26 32, 26-32, Asy Syu’araa 32, AsySyuaraa 32, Asy Syuara 32, Asy Syu’ara 32, Asy-Syu’ara 32

Tafsir surah Asy Syu'araa (26) ayat 32

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Asy Syu’araa (26) : 32. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa setelah Fir’aun mengemukakan tuntutan supaya Musa mendatangkan bukti yang nyata atas kebenaran dakwahnya, maka Musa segera melemparkan tongkatnya yang dengan tiba-tiba menjelma menjadi ular yang sesungguhnya.
Disebutkan dalam Tafsir ar-Razi bahwa setelah tongkat Musa itu berubah menjadi ular, ular itu melenting ke atas, kemudian turun kembali ke bumi langsung menuju Fir’aun.
Fir’aun berkata, “Demi yang mengutusmu Musa, ambillah ular itu, kalau tidak saya sendiri akan mengambilnya.” Musa lalu mengambilnya dan kembalilah ular itu menjadi tongkat lagi seperti biasa.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Ke hadapan Fir’aun dan kaumnya, Musa pun melemparkan tongkatnya.
Seketika itu juga, tongkat itu berubah menjadi seekor ular besar yang benar-benar hidup, bukan hasil sulapan sihir yang menyerupai ular.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Maka Musa melemparkan tongkatnya, lalu tiba-tiba tongkat itu menjadi ular yang nyata) ular raksasa.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Maka Musa pun melemparkan tongkatnya dan ia pun berubah menjadi ular dalam arti sebenarnya, bukan tipu muslihat seperti yang didatangkan oleh tukang sihir.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Tafsir ayat ini diterangkan pada ayat 31.


Kata Pilihan Dalam Surah Asy Syu'araa (26) Ayat 32

TSU’BAAN
ثُعْبَان

Lafaz tsu’baan adalah dalam bentuk mufrad. jamaknya tsaabin. Berasal dari ats tsa’b al maa’ yats’abu yang berarti pecah atau terpancar dan mengalir.

Tsu’baan mengandung makna tempat aliran air di dalam wadi. Ia juga bermakna sejenis ular secara umumnya, ular yang besar dan panjang.

Tsu’baan as samak artinya sejenis ikan yang hidup di dalam sungai atau laut yang bentuknya menyerupai ular.

Lafaz ini disebut dua kali di dalam Al­ Quran yaitu dalam surah:
-Al A’raaf (7), ayat 107;
-Asy Syu’araa (26), ayat 32.

Allah berfirman,

فَأَلْقَىٰ عَصَاهُ فَإِذَا هِىَ ثُعْبَانٌ مُّبِينٌ

Diriwayatkan dari Ibn Abbas, tsu’baan adalah ular jantan.

Di dalam Al Qur’an, yang dimaksudkan tsu’baan adalah ular.

Ibn Katsir menceritakan sebagaimana yang diriwayatkan oleh salah seorang dari ulama salaf ular itu besar dan tegap, lehernya besar dan bentuknya mengagumkan serta me­nakutkan, sehingga manusia yang ada pada masa itu segera menghindarkan diri daripada­nya dan mundur kebelakang. Lalu, ular itu mendatangi apa yang dilemparkan dari tali dan tongkat (yang berubah menjadi ular) oleh ahli sihir Fir’aun. Kemudian, ia memakan satu-persatu secepat kilat dengan gerakan yang pantas, sedangkan orang yang melihatnya merasa terkejut dan takjub.

Kesimpulannya, lafaz tsu’baan memiliki makna tongkat Nabi Musa yang dengan izin Allah menjadi ular.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:121

Informasi Surah Asy Syu'araa (الشعراء)
Surat ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamakan “Asy Syu’araa” (kata jamak dari “Asy Syaa ‘ir” yang berarti penyair) diambil dari kata “Asy Syu­ araa’ yang terdapat pada ayat 224, yaitu pada bagian terakhir surat ini, dikala Allah subhanahu wa ta’ala se­cara khusus menyebutkan kedudukan penyair-penyair.
Para penyair-penyair itu mempunyai sifat-sifat yang jauh berbeda dengan para rasul-rasul mereka diikuti oleh orang-orang yang sesat dan mereka suka memutar balikkan lidah dan mereka tidak mempunyai pendirian, perbuatan mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka ucapkan.
Sifat-sifat yang demikian tidaklah sekali­ kali terdapat pada rasul-rasul.
Oleh karena demikian tidak patut bila Nabi Muhammad ﷺ dituduh sebagai penyair, dan Al Qur’an dituduh sebagai syair, Al Qur’an adalah wahyu Allah, bukan buatan manusia.

Keimanan:

Jaminan Allah akan kemenangan perjuangan rasul-rasul-Nya dan keselamatan mereka
Al Qur’an benar-benar wahyu Allah yang dibawa turun ke dunia oleh Ma­laikat Jibril a.s, (Ruuhul amiin) hanya Allah yang wajib disembah.

Hukum:

Keharusan memenuhi takaran dan timbangan
larangan menggubah syair yang be­risi cacian-cacian, khurafat-khurafat, dan kebohongan-kebohongan.

Kisah:

Kisah-kisah Nabi Musa a.s. dengan Fir’aun
kisah Nabi Ibrahim a.s. dengan kaum­nya
kisah Nabi Nuh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaum­nya (Tsamud)
kisah Nabi Hud a.s. dengan kaumnya(‘Aad)
kisah Nabi Luth a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Syu’ai’b a.s. dengan penduduk Aikah.

Lain-lain:

Kebinasaan suatu bangsa atau umat disebabkan mereka meninggalkan petunjuk­ petunjuk agama
tumbuh-tumbuhan yang beraneka ragam dan perobahan-pero­bahannya adalah bukti adanya Tuhan Yang Maha Esa
petunjuk-petunjuk Allah bagi pemimpin agar berlaku lemah lembut terhadap pengikut-pengikutnya
turun­nya kitab Al Qur’an dalam bahasa Arab sudah disebut dalam kitab-kitab suci dahulu.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Asy-Syu'araa (26) ayat 32 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Asy-Syu'araa (26) ayat 32 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Asy-Syu'araa (26) ayat 32 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Asy-Syu'araa - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 227 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 26:32
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Asy Syu'araa.

Surah Asy-Syu'ara atau Surah Asy-Syu'ara' adalah surah ke-26 dari Al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surah-surah Makkiyyah.
Dinamakan Asy Syu'ara (kata jamak dari Asy Sya'ir yang berarti penyair) diambil dari kata Asy Syuara yang terdapat pada ayat 224.
Banyak nilai-nilai yang berharga dari bebagai kisah-kisah para Nabi yang umat mereka dipunahkan serta sebagian riwayat tiga hamba Allah yang dimuliakan Musa, Harun dan Ibrahim.

Nomor Surah 26
Nama Surah Asy Syu'araa
Arab الشعراء
Arti Penyair
Nama lain Tha Sin Mim, Al-Jami’ah
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 47
Juz Juz 19
Jumlah ruku' 11 ruku'
Jumlah ayat 227
Jumlah kata 1223
Jumlah huruf 5630
Surah sebelumnya Surah Al-Furqan
Surah selanjutnya Surah An-Naml
4.9
Ratingmu: 4.5 (27 orang)
Sending







Pembahasan ▪ asyuara 283

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta