Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Search in posts
Search in pages
Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Search in posts
Search in pages

QS. Asy Syu’araa (Penyair) – surah 26 ayat 29 [QS. 26:29]

قَالَ لَئِنِ اتَّخَذۡتَ اِلٰـہًا غَیۡرِیۡ لَاَجۡعَلَنَّکَ مِنَ الۡمَسۡجُوۡنِیۡنَ
Qaala la-iniittakhadzta ilahan ghairii aj’alannaka minal masjuuniin(a);
Dia (Fir‘aun) berkata,
“Sungguh, jika engkau menyembah Tuhan selain aku, pasti aku masukkan engkau ke dalam penjara.”
―QS. 26:29
Topik ▪ Al Qur’an benar-benar dari Allah
English Translation - Sahih International
(Pharaoh) said,
“If you take a god other than me, I will surely place you among those imprisoned.”
―QS. 26:29

Alquran Arti Perkata (Indonesia & English)
قَالَ (Fir’aun) berkata

He said,
لَئِنِ sungguh jika

“If
ٱتَّخَذْتَ kamu menjadikan

you take
إِلَٰهًا Tuhan

a god
غَيْرِى selain aku

other than me,
لَأَجْعَلَنَّكَ pasti aku akan menjadikan kamu

I will surely make you
مِنَ dari

among
ٱلْمَسْجُونِينَ orang-orang yang terpenjara

those imprisoned.”

 

Tafsir surah Asy Syu'araa (26) ayat 29

Tafsir

Alquran

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Fir’aun berkata kepada Musa,
“Sungguh jika kamu menjadikan Tuhan selain diriku, aku akan menjadikan kamu salah seorang yang buruk keadaannya di dalam penjaraku.”
Begitulah, Fir’aun terpaksa menggunakan ancaman setelah ia merasa tidak mampu menolak bukti-bukti ciptaan Tuhan.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Berkatalah) Firaun kepada Nabi Musa,

(“Sungguh jika kamu menyembah Tuhan selain aku, benar-benar aku akan menjadikan kamu salah seorang yang dipenjarakan”) penjara di masa Firaun sangat mengerikan keadaannya, karena seseorang ditahan di suatu tempat di bawah tanah dalam keadaan menyendiri, sehingga tidak dapat melihat apa-apa dan tidak dapat mendengar suara seorang manusia pun.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Fir’aun pun mengancam Musa dengan keras:
Bila kamu masih mengangkat sembahan selain aku, maka aku pasti akan memenjarakanmu bersama orang-orang yang telah aku penjarakan.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Fir’aun berkata,
“Sungguh jika kamu menyembah Tuhan selain aku, benar-benar aku akan menjadikan kamu salah seorang yang dipenjarakan.”
Musa berkata,
“Dan apakah (kamu akan melakukan itu) kendatipun aku tunjukkan kepadamu sesuatu (keterangan) yang nyata?”
Fir’aun berkata,
“Datangkanlah sesuatu (keterangan) yang nyata itu, jika kamu termasuk orang-orang yang benar?”
Maka Musa melemparkan tongkatnya, yang tiba-tiba tongkat itu (menjadi) ular yang nyata.
Dan ia menarik tangannya (dari dalam bajunya), maka tiba-tiba tangan itu jadi putih (bersinar) bagi orang-orang yang melihatnya.
Fir’aun berkata kepada pembesar-pembesar yang berada di sekelilingnya,
“Sesungguhnya Musa ini benar-benar seorang ahli sihir yang pandai, ia hendak mengusir kalian dari negeri kalian sendiri dengan sihirnya;
maka karena itu apakah yang kalian anjurkan?”
Mereka menjawab,
“Tundalah (urusan) dia dan saudaranya dan kirimkanlah ke seluruh negeri orang-orang yang akan mengumpulkan (ahli sihir), niscaya mereka akan mendatangkan semua ahli sihir yang pandai kepadamu.

Setelah hujah ditegakkan terhadap Fir’aun dengan keterangan yang jelas dan rasional, Fir’aun memakai sarana lain untuk mengalahkan Musa, yaitu dengan kekuasaan dan kekuatannya.
Fir’aun merasa yakin bahwa dia tidak dapat melanjutkan perdebatannya dan kalah dari Musa, maka tiada cara lain kecuali hanya dengan menggunakan kekuasaannya.
Untuk itu ia berkata, seperti yang disebutkan oleh firman-Nya:

Sungguh jika kamu menyembah Tuhan selain aku, benar-benar aku akan menjadikan kamu salah seorang yang dipenjarakan.
(QS. Asy-Syu’ara’ [26]: 29)

Unsur Pokok Surah Asy Syu’araa (الشعراء)
Surat ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamakan “Asy Syu’araa” (kata jamak dari “Asy Syaa ‘ir” yang berarti penyair) diambil dari kata “Asy Syu­araa’ yang terdapat pada ayat 224, yaitu pada bagian terakhir surat ini, dikala Allah subhanahu wa ta’ala secara khusus menyebutkan kedudukan penyair-penyair.

Para penyair-penyair itu mempunyai sifat-sifat yang jauh berbeda dengan para rasulrasul, mereka diikuti oleh orang-orang yang sesat dan mereka suka memutar-balikkan lidah dan mereka tidak mempunyai pendirian, perbuatan mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka ucapkan.
Sifat-sifat yang demikian tidaklah sekali-kali terdapat pada rasulrasul.

Oleh karena demikian tidak patut bila Nabi Muhammad ﷺ dituduh sebagai penyair, dan Alquran dituduh sebagai syair, Alquran adalah wahyu Allah, bukan buatan manusia.

Keimanan:

▪ Jaminan Allah akan kemenangan perjuangan rasulrasul-Nya dan keselamatan mereka.
Alquran benar-benar wahyu Allah yang dibawa turun ke dunia oleh Malaikat Jibril `alaihis salam (Ruuhul amiin) hanya Allah yang wajib disembah.

Hukum:

▪ Keharusan memenuhi takaran dan timbangan.
▪ Larangan menggubah syair yang berisi cacian-cacian, khurafatkhurafat, dan kebohongan-kebohongan.

Kisah:

▪ Kisah-kisah Nabi Musa `alaihis salam dengan Fir’aun.
▪ Kisah Nabi Ibrahim `alaihis salam dengan kaumnya.
▪ Kisah Nabi Nuh `alaihis salam dengan kaumnya.
▪ Kisah Nabi Shaleh `alaihis salam dengan kaumnya (Tsamud).
▪ Kisah Nabi Hud `alaihis salam dengan kaumnya(‘Aad).
▪ Kisah Nabi Luth `alaihis salam dengan kaumnya.
▪ Kisah Nabi Syu’ai’b `alaihis salam dengan penduduk Aikah.

Lain-lain:

▪ Kebinasaan suatu bangsa atau umat disebabkan mereka meninggalkan petunjuk-petunjuk agama.
▪ Tumbuh-tumbuhan yang beraneka ragam dan perubahan-perubahannya adalah bukti adanya Tuhan Yang Maha Esa.
▪ Petunjuk-petunjuk Allah bagi pemimpin agar berlaku lemah lembut terhadap pengikut-pengikutnya.
▪ Turunnya kitab Alquran dalam bahasa Arab sudah disebut dalam kitabkitab suci dahulu.

Qari Internasional

QS. Asy-Syu’araa (26) : 29 ⊸ Syekh Mishari Alafasy

QS. Asy-Syu’araa (26) : 29 ⊸ Syekh Sa’ad Al-Ghamidi

QS. Asy-Syu’araa (26) : 29 ⊸ Syekh Muhammad Ayyub

Murottal Alquran & Terjemahan Indonesia
QS. Asy-Syu’araa (26) : 1-227 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 227 + Terjemahan

Ayat 1 sampai 227 + Terjemahan

Gambar Ayat

Surah Asy Syu'araa ayat 29 - Gambar 1 Surah Asy Syu'araa ayat 29 - Gambar 2
Statistik QS. 26:29
  • Rating RisalahMuslim
4.6

Ayat ini terdapat dalam surah Asy Syu’araa.

Surah Asy-Syu’ara atau Surah Asy-Syu’ara’ adalah surah ke-26 dari Alquran.
Surah ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surah-surah Makkiyyah.
Dinamakan Asy Syu’ara (kata jamak dari Asy Sya’ir yang berarti penyair) diambil dari kata Asy Syuara yang terdapat pada ayat 224.
Banyak nilai-nilai yang berharga dari bebagai kisah-kisah para Nabi yang umat mereka dipunahkan serta sebagian riwayat tiga hamba Allah yang dimuliakan Musa, Harun dan Ibrahim.

Nomor Surah 26
Nama Surah Asy Syu’araa
Arab الشعراء
Arti Penyair
Nama lain Tha Sin Mim, Al-Jami’ah
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 47
Juz Juz 19
Jumlah ruku’ 11 ruku’
Jumlah ayat 227
Jumlah kata 1223
Jumlah huruf 5630
Surah sebelumnya Surah Al-Furqan
Surah selanjutnya Surah An-Naml
Sending
User Review
4.2 (14 votes)
Tags:
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Video

×

QORI’ Q.S. ASY – SYU’ARA’ AYAT 29 – 41 | AHMAD FAIRUZ NADHIF


Sebelumnya


Selanjutnya


Panggil Video Lainnya