QS. Asy Syu’araa (Penyair) – surah 26 ayat 28 [QS. 26:28]

قَالَ رَبُّ الۡمَشۡرِقِ وَ الۡمَغۡرِبِ وَ مَا بَیۡنَہُمَا ؕ اِنۡ کُنۡتُمۡ تَعۡقِلُوۡنَ
Qaala rabbul masyriqi wal maghribi wamaa bainahumaa in kuntum ta’qiluun(a);

Musa berkata:
“Tuhan yang menguasai timur dan barat dan apa yang ada di antara keduanya:
(Itulah Tuhanmu) jika kamu mempergunakan akal”.
―QS. 26:28
Topik ▪ Hikmah penurunan kitab-kitab samawi
26:28, 26 28, 26-28, Asy Syu’araa 28, AsySyuaraa 28, Asy Syuara 28, Asy Syu’ara 28, Asy-Syu’ara 28

Tafsir surah Asy Syu'araa (26) ayat 28

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Asy Syu’araa (26) : 28. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini, Musa mengemukakan lagi sifat-sifat Tuhan seru sekalian alam yang mengutusnya.
Dia adalah Tuhan yang menguasai timur dan barat dan apa yang ada di antara keduanya.
Dia adalah Tuhan yang menjadikan timur tempat matahari terbit, dan barat tempat matahari terbenam.
Dia juga yang menjadikan perjalanan bintang-bintang itu dalam peredaran yang teratur.
Bagi orang yang mau mempergunakan akalnya tentu dapat mengerti bahwa kejadian-kejadian yang demikian itu adalah bukti nyata yang menunjukkan adanya Tuhan yang mengatur segala-galanya dengan rapi dan baik sekali.
Musa pada mulanya menghadapi dan menjawab pertanyaan Fir’aun itu dengan nada lembut dan ucapan yang mantap: “jika kamu mempergunakan akal”.
Ucapan itulah yang sesuai untuk menolak tuduhan Fir’aun kepadanya bahwa ia orang gila.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Musa berkata, “Jika memang kalian berpikir, berimanlah kepada risalahku ini.
Karena sesungguhnya terbit dan terbenamnya matahari dengan suatu ketetapan yang sangat teliti merupakan bukti yang jelas akan adanya Sang Pencipta.
Dengan demikian, kalianlah yang berhak dikatakan tidak waras.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Berkata) Musa, (“Rabb yang menguasai Timur dan Barat dan apa yang di antara keduanya -itulah Rabb kalian, jika kalian mempergunakan akal”) maka berimanlah kepada-Nya, dan esakanlah Dia.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Musa berkata :
Dia adalah Rabb timur dan barat dan apa yang ada di antara keduanya dan apa yang terjadi pada keduanya berupa cahaya dan kegelapan, hal ini semestinya sudah cukup membuat kalian beriman kepada-Nya semata bila kalian memang termasukorang-orang yang berakal dan merenungkan!!

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Musa berkata.
(Q.S. Asy-Syu’ara’ [26]: 28)

Musa berkata kepada orang-orang yang telah ditipu oleh Fir’aun melalui dakwaan palsunya itu, sebagaimana yang disebutkan oleh firman berikut:

Tuhan yang menguasai timur dan barat dan apa yang ada di antara keduanya (itulah Tuhan kalian) jika kalian mempergunakan akal.
(Q.S. Asy-Syu’ara’ [26]: 28)

Artinya Dialah yang menjadikan timur sebagai tempat terbitnya bintang-bintang, dan menjadikan barat sebagai tempat tenggelamnya bintang-bintang, baik yang tetap maupun yang beredar, sesuai dengan tatanan yang telah ditundukkan dan diatur oleh-Nya.
Dengan kata lain, jika tuhan yang kalian dakwakan sebagai tuhan kalian sebenarnya, hendaklah ia membalikkan tatanan tersebut dengan menjadikan arah timur menjadi barat dan barat menjadi timur.
Semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

orang yang mendebat Ibrahim tentang Tuhannya (Allah) karena Allah telah memberikan kepada orang itu pemerintahan (kekuasaan).
Ketika Ibrahim mengatakan, “Tuhanku ialah Yang menghidupkan dan mematikan, “orang itu berkata, “Saya dapat menghidupkan dan mematikan.” Ibrahim berkata, “Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat.” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 258), hingga akhir ayat.

Karena itulah setelah Fir’aun merasa kalah dan tidak punya alasan lagi untuk mendebat, maka ia beralih menggunakan kekuasaan dan kekuatan serta pengaruhnya.
Dia menduga bahwa cara tersebut bermanfaat bagi dirinya dan berpengaruh langsung terhadap Musa ‘alaihis salam, seperti yang disebutkan dalam firman selanjutnya.


Informasi Surah Asy Syu'araa (الشعراء)
Surat ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamakan “Asy Syu’araa” (kata jamak dari “Asy Syaa ‘ir” yang berarti penyair) diambil dari kata “Asy Syu­ araa’ yang terdapat pada ayat 224, yaitu pada bagian terakhir surat ini, dikala Allah subhanahu wa ta’ala se­cara khusus menyebutkan kedudukan penyair-penyair.
Para penyair-penyair itu mempunyai sifat-sifat yang jauh berbeda dengan para rasul-rasul mereka diikuti oleh orang-orang yang sesat dan mereka suka memutar balikkan lidah dan mereka tidak mempunyai pendirian, perbuatan mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka ucapkan.
Sifat-sifat yang demikian tidaklah sekali­ kali terdapat pada rasul-rasul.
Oleh karena demikian tidak patut bila Nabi Muhammad ﷺ dituduh sebagai penyair, dan Al Qur’an dituduh sebagai syair, Al Qur’an adalah wahyu Allah, bukan buatan manusia.

Keimanan:

Jaminan Allah akan kemenangan perjuangan rasul-rasul-Nya dan keselamatan mereka
Al Qur’an benar-benar wahyu Allah yang dibawa turun ke dunia oleh Ma­laikat Jibril a.s, (Ruuhul amiin) hanya Allah yang wajib disembah.

Hukum:

Keharusan memenuhi takaran dan timbangan
larangan menggubah syair yang be­risi cacian-cacian, khurafat-khurafat, dan kebohongan-kebohongan.

Kisah:

Kisah-kisah Nabi Musa a.s. dengan Fir’aun
kisah Nabi Ibrahim a.s. dengan kaum­nya
kisah Nabi Nuh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaum­nya (Tsamud)
kisah Nabi Hud a.s. dengan kaumnya(‘Aad)
kisah Nabi Luth a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Syu’ai’b a.s. dengan penduduk Aikah.

Lain-lain:

Kebinasaan suatu bangsa atau umat disebabkan mereka meninggalkan petunjuk­ petunjuk agama
tumbuh-tumbuhan yang beraneka ragam dan perobahan-pero­bahannya adalah bukti adanya Tuhan Yang Maha Esa
petunjuk-petunjuk Allah bagi pemimpin agar berlaku lemah lembut terhadap pengikut-pengikutnya
turun­nya kitab Al Qur’an dalam bahasa Arab sudah disebut dalam kitab-kitab suci dahulu.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Asy-Syu'araa (26) ayat 28 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Asy-Syu'araa (26) ayat 28 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Asy-Syu'araa (26) ayat 28 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Asy-Syu'araa - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 227 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 26:28
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Asy Syu'araa.

Surah Asy-Syu'ara atau Surah Asy-Syu'ara' adalah surah ke-26 dari Al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surah-surah Makkiyyah.
Dinamakan Asy Syu'ara (kata jamak dari Asy Sya'ir yang berarti penyair) diambil dari kata Asy Syuara yang terdapat pada ayat 224.
Banyak nilai-nilai yang berharga dari bebagai kisah-kisah para Nabi yang umat mereka dipunahkan serta sebagian riwayat tiga hamba Allah yang dimuliakan Musa, Harun dan Ibrahim.

Nomor Surah 26
Nama Surah Asy Syu'araa
Arab الشعراء
Arti Penyair
Nama lain Tha Sin Mim, Al-Jami’ah
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 47
Juz Juz 19
Jumlah ruku' 11 ruku'
Jumlah ayat 227
Jumlah kata 1223
Jumlah huruf 5630
Surah sebelumnya Surah Al-Furqan
Surah selanjutnya Surah An-Naml
4.5
Ratingmu: 4.9 (13 orang)
Sending







Pembahasan ▪ tafsir as syuara 28

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta