QS. Asy Syu’araa (Penyair) – surah 26 ayat 23 [QS. 26:23]

قَالَ فِرۡعَوۡنُ وَ مَا رَبُّ الۡعٰلَمِیۡنَ
Qaala fir’aunu wamaa rabbul ‘aalamiin(a);

Fir’aun bertanya:
“Siapa Tuhan semesta alam itu?”
―QS. 26:23
Topik ▪ Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir
26:23, 26 23, 26-23, Asy Syu’araa 23, AsySyuaraa 23, Asy Syuara 23, Asy Syu’ara 23, Asy-Syu’ara 23

Tafsir surah Asy Syu'araa (26) ayat 23

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Asy Syu’araa (26) : 23. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa setelah Fir’aun mendengar kata-kata Musa dan melihat sikapnya yang meyakinkan serta kesungguhannya menyampaikan dakwah terutama yang berhubungan dengan ketauhidan, yaitu supaya Fir’aun dan kaumnya menyembah Tuhan Yang Maha Esa yang menciptakan mereka, maka Fir’aun bangkit menentang.
Ia bertanya dengan nada marah, “Wahai Musa, engkau mengaku sebagai rasul Tuhan semesta alam.
Apakah Tuhan semesta alam itu?”
Fir’aun sangat heran dan merasa tersinggung atas pengakuan Musa tentang kekuasaan dan keesaan Allah karena ia telah memproklamirkan kepada kaumnya bahwa dia satu-satunya tuhan, tiada tuhan selain dia, sebagaimana yang dijelaskan Allah di dalam firman-Nya:

Dan Fir’aun berkata, “Wahai para pembesar kaumku! Aku tidak mengetahui ada Tuhan bagimu selain aku.
(Al-Qasas/28: 38)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Fir’aun berkata, “Lalu, bagaimana sebenarnya sifat Tuhan semesta alam yang selalu kamu sebut-sebut dan kamu katakan telah mengutusmu itu?
Cobalah jelaskan, karena kami tidak mengenalnya sama sekali!”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Berkata Firaun) kepada Nabi Musa, (“Siapakah Rabb semesta alam itu?”) sebagaimana yang telah kamu katakan itu, bahwa kamu adalah Rasul-Nya?
Maksudnya, siapakah Dia itu?
Karena mengingat bahwa tiada jalan bagi makhluk untuk mengetahui hakikat Allah subhanahu wa ta’ala melainkan hanya melalui sifat-sifat-Nya.

Nabi Musa a.s.

mengemukakan jawabannya kepada Firaun dengan ungkapan berikut.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Fir’aun bertanya kepada Musa :
Siapa Rabb semesta alam di mana kamu mengaku bahwa dirimu adalah utusan-Nya??

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

kedurhakaan, keingkaran, dan keterlewatbatasannya, yang hal ini tergambarkan melalui ucapannya yang disitir oleh firman-Nya:

Siapakah Tuhan semesta alam itu?
(Q.S. Asy-Syu’ara’ [26]: 23)

Demikian itu karena ia mengatakan kepada kaumnya, sebagaimana yang disebutkan oleh firman-Nya:

aku tidak mengetahui tuhan bagi kalian selain aku.
(Q.S. Al-Qasas: 38)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Maka Fir’aun mempengaruhi kaumnya (dengan perkataan itu), lalu mereka patuh kepadanya.
(Q.S. Az-Zukhruf [43]: 54)

Mereka mengingkari adanya Tuhan Yang Maha Pencipta, dan meyakini bahwa tiada tuhan bagi mereka selain Fir’aun.
Setelah Musa berkata kepadanya, “Sesungguhnya aku adalah utusan Tuhanku, Tuhan semesta alam.” Maka Fir’aun bertanya kepada Musa, “Siapakah Tuhan yang kamu duga bahwa Dia adalah Tuhan semesta alam selainku?”
Demikianlah menurut penafsiran ulama Salaf dan para imam Khalaf.
Sehingga As-Saddi mengatakan bahwa ayat ini sama maknanya dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya dalam ayat yang lain, yaitu:

Berkata Fir’aun, “Maka siapakah Tuhanmu berdua, hai Musa?” Musa berkata, “Tuhan kami ialah (Tuhan) yang telah memberikan kepada tiap-tiap sesuatu bentuk kejadiannya, kemudian memberinya petunjuk.” (Q.S. Thaa haa [20]: 49-50)

Orang dari kalangan ahli logika dan lain-lainnya menduga bahwa pertanyaan, ini menyangkut jati diri.
Sesungguhnya dia keliru.
Karena sesungguhnya Fir’aun tidaklah mengakui keberadaan Tuhan Yang Maha Pencipta, yang karenanya dia menanyakan tentang jati diri-Nya.
Bahkan Fir’aun adalah orang yang sama sekali ingkar terhadap keberadaan-Nya, menurut pengertian lahiriah ayat, sekalipun semua hujah dan bukti telah ditegakkan terhadap dirinya.


Informasi Surah Asy Syu'araa (الشعراء)
Surat ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamakan “Asy Syu’araa” (kata jamak dari “Asy Syaa ‘ir” yang berarti penyair) diambil dari kata “Asy Syu­ araa’ yang terdapat pada ayat 224, yaitu pada bagian terakhir surat ini, dikala Allah subhanahu wa ta’ala se­cara khusus menyebutkan kedudukan penyair-penyair.
Para penyair-penyair itu mempunyai sifat-sifat yang jauh berbeda dengan para rasul-rasul mereka diikuti oleh orang-orang yang sesat dan mereka suka memutar balikkan lidah dan mereka tidak mempunyai pendirian, perbuatan mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka ucapkan.
Sifat-sifat yang demikian tidaklah sekali­ kali terdapat pada rasul-rasul.
Oleh karena demikian tidak patut bila Nabi Muhammad ﷺ dituduh sebagai penyair, dan Al Qur’an dituduh sebagai syair, Al Qur’an adalah wahyu Allah, bukan buatan manusia.

Keimanan:

Jaminan Allah akan kemenangan perjuangan rasul-rasul-Nya dan keselamatan mereka
Al Qur’an benar-benar wahyu Allah yang dibawa turun ke dunia oleh Ma­laikat Jibril a.s, (Ruuhul amiin) hanya Allah yang wajib disembah.

Hukum:

Keharusan memenuhi takaran dan timbangan
larangan menggubah syair yang be­risi cacian-cacian, khurafat-khurafat, dan kebohongan-kebohongan.

Kisah:

Kisah-kisah Nabi Musa a.s. dengan Fir’aun
kisah Nabi Ibrahim a.s. dengan kaum­nya
kisah Nabi Nuh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaum­nya (Tsamud)
kisah Nabi Hud a.s. dengan kaumnya(‘Aad)
kisah Nabi Luth a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Syu’ai’b a.s. dengan penduduk Aikah.

Lain-lain:

Kebinasaan suatu bangsa atau umat disebabkan mereka meninggalkan petunjuk­ petunjuk agama
tumbuh-tumbuhan yang beraneka ragam dan perobahan-pero­bahannya adalah bukti adanya Tuhan Yang Maha Esa
petunjuk-petunjuk Allah bagi pemimpin agar berlaku lemah lembut terhadap pengikut-pengikutnya
turun­nya kitab Al Qur’an dalam bahasa Arab sudah disebut dalam kitab-kitab suci dahulu.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Asy-Syu'araa (26) ayat 23 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Asy-Syu'araa (26) ayat 23 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Asy-Syu'araa (26) ayat 23 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Asy-Syu'araa - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 227 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 26:23
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Asy Syu'araa.

Surah Asy-Syu'ara atau Surah Asy-Syu'ara' adalah surah ke-26 dari Al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surah-surah Makkiyyah.
Dinamakan Asy Syu'ara (kata jamak dari Asy Sya'ir yang berarti penyair) diambil dari kata Asy Syuara yang terdapat pada ayat 224.
Banyak nilai-nilai yang berharga dari bebagai kisah-kisah para Nabi yang umat mereka dipunahkan serta sebagian riwayat tiga hamba Allah yang dimuliakan Musa, Harun dan Ibrahim.

Nomor Surah 26
Nama Surah Asy Syu'araa
Arab الشعراء
Arti Penyair
Nama lain Tha Sin Mim, Al-Jami’ah
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 47
Juz Juz 19
Jumlah ruku' 11 ruku'
Jumlah ayat 227
Jumlah kata 1223
Jumlah huruf 5630
Surah sebelumnya Surah Al-Furqan
Surah selanjutnya Surah An-Naml
4.6
Ratingmu: 4.4 (8 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta