Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Asy Syu'araa (Penyair) - surah 26 ayat 226 [QS. 26:226]

وَ اَنَّہُمۡ یَقُوۡلُوۡنَ مَا لَا یَفۡعَلُوۡنَ
Wa-annahum yaquuluuna maa laa yaf’aluun(a);
dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya)?
―QS. Asy Syu’araa [26]: 226

Daftar isi

And that they say what they do not do?

― Chapter 26. Surah Asy Syu’araa [verse 226]

وَأَنَّهُمْ dan bahwasanya mereka

And that they
يَقُولُونَ mereka mengatakan

say
مَا apa

what
لَا yang tidak

not
يَفْعَلُونَ mereka mengerjakan

they do?

Tafsir Quran

Surah Asy Syu’araa
26:226

Tafsir QS. Asy-Syu’ara’ (26) : 226. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menerangkan jalan-jalan sesat yang telah ditempuh oleh para penyair dalam menyusun syairnya, yaitu:

1. Para penyair itu membuat syair tanpa tujuan yang jelas.

Kadang-kadang mereka memuji sesuatu yang pernah mereka cela, mengagungkan sesuatu yang pernah mereka hina, dan mengakui sesuatu yang pernah mereka ingkari kebenarannya.
Hal ini membuktikan bahwa tujuan mereka membuat syair bukan untuk mencari kebenaran atau menyatakan sesuatu yang benar.

Dalam menyusun syair-syair itu, mereka hanya berpegang pada khayalan.
Semakin banyak khayalan dan angan-angan mereka, semakin baik pula syair yang mereka buat.

Kesesatan ahli syair itu hanya diikuti oleh orang-orang yang sesat pula, tidak akan diikuti oleh orang-orang yang suka mencari kebenaran.

2. Para ahli syair itu sering mengatakan apa yang tidak mereka lakukan.
Mereka menganjurkan agar manusia pemurah dan suka memberi, tetapi mereka sendiri bakhil dan kikir.

Mereka sering mengarang syair untuk menyinggung kehormatan orang lain, seperti mencela, mencaci-maki, dan sebagainya, karena sesuatu sebab yang kecil saja.
Sebaliknya, mereka sering pula mengagungkan dan memuji-muji seseorang karena sebab yang kecil pula.

Demikianlah ciri-ciri penyair yang dicela oleh Allah.
Akan tetapi, ada pula penyair yang baik budi pekertinya, dan cukup luas ilmu pengetahuannya.
Syairnya mendorong semangat orang lain untuk berbuat baik, dan mengandung butir-butir hikmah, nasihat, dan pelajaran.
Di antaranya adalah syair Umayyah bin Abi as-salt, sebagaimana sebagai berikut ini:

Dari ‘Amr bin asy-Syirid, dari bapaknya, bahwa ia berkata,
"Pada suatu hari aku memboncengkan Rasulullah, maka beliau menanyakan kepadaku, ‘Apakah engkau menghafal beberapa bait syair Umayyah bin Abi as-salt?
Aku menjawab, ‘Ada.
Rasulullah berkata, ‘Bacalah segera.
Maka aku membacakan satu bait.
Rasulullah berkata, ‘Bacalah segera.
Maka aku membacakannya satu bait lagi.
Rasulullah berkata, ‘Lanjutkanlah.
Aku melanjutkannya hingga seratus bait."
(Riwayat Muslim)

Sikap Rasulullah terhadap syair Umayyah bin Abi as-salt ini menunjukkan bahwa beliau menyukai syair dan para penyair, asalkan penyair itu orang yang berakhlak, bercita-cita luhur, dan syair-syairnya banyak mengandung butir-butir hikmah.
Tidak seperti para penyair dan syair-syair yang sifat-sifatnya disebutkan pada ayat-ayat yang lalu (ayat 221-226).
Para penyair dan syair-syair seperti itulah yang dicela dan dilarang oleh Rasulullah.

Tafsir QS. Asy Syu’araa (26) : 226. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Dan sungguh mereka seringkali mengatakan sesuatu yang tidak pernah mereka lakukan.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Mereka mengatakan apa yang tidak mereka lakukan, berlebih-lebihan menyanjung para pemuja kebatilan dan merendahkan para pengusung kebenaran?

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan bahwasanya mereka suka mengatakan) kami telah mengerjakan


(apa yang mereka sendiri tidak mengerjakannya) artinya, mereka suka berdusta.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan bahwa mereka suka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakannya?
(QS. Asy-Syu’ara’ [26]: 226)

Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa ada dua orang di masa Rasulullah ﷺ yang salah seorangnya dari kalangan Ansar, sedangkan yang lain dari kaum lainnya.
Keduanya terlibat dalam adu syair saling menghina, dan masing-masing pihak mempunyai pendukungnya sendiri dari kalangan kaumnya, yaitu terdiri dari orang-orang yang lemah akalnya.
Maka Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan firman-Nya:
Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat.
Tidakkah kamu melihat bahwa mereka mengembara di tiap-tiap lembah, dan bahwa mereka suka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakannya?
(QS. Asy-Syu’ara’ [26]: 224-226)

Ali ibnu AbuTalhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa kebanyakan ucapan mereka adalah dusta.


Apa yang dikatakan oleh Ibnu Abbas ini memang suatu kenyataan, karena para penyair biasa membangga-banggakan ucapan dan perbuatan yang sama sekali tidak dilakukan oleh seorang pun dari mereka dan tidak pula diriwayatkan dari mereka, hal ini membuat mereka pandai membual.
Untuk itulah para ulama berselisih pendapat sehubungan dengan masalah seorang penyair yang dalam bait-bait syairnya mengakui melakukan sesuatu perbuatan yang mengharuskan hukuman had atas dirinya, apakah si penyair yang bersangkutan dikenai hukuman had atas pengakuannya itu ataukah tidak?
Tetapi perlu diingat bahwa mereka selalu mengatakan hal-hal yang tidak pernah mereka lakukan.

Ada dua pendapat di kalangan para ulama sehubungan dengan masalah ini.
Muhammad ibnu Ishaq dan Muhammad ibnu Sa’d di dalam kitab Tabaqat-nya dan Az-Zubair ibnu Bakkar di dalam kitab Al-Fakahah menyebutkan bahwa Amirul Mu-minin Umar ibnul Khattab r.a. pernah mengangkat An-Nu’man ibnu Adi ibnu Nadlah untuk menjadi gubernur di Misan, suatu kota yang terletak di Basrah.
Dia adalah seorang penyair yang gemar menggubah bait-bait syair.
Antara lain ia mengatakan dalam syairnya.


"Mengapa tidak datang berita kepada wanita yang cantik itu, bahwa kekasihnya diberi minum khamar dalam gelas dan kendi di Misan.
Jika aku suka, tentu dia mau.
menyanyi dan menari sambil minum-minum, dengan lenggang-lenggok yang menyambut semua senyuman yang ditujukan kepadanya.
Jika engkau menemaniku minum, maka berilah aku minuman dari wadah yang besar, dan janganlah engkau beri aku minuman dari wadah yang kecil.
Barangkali Amirul Mu-minin akan marah karena si wanita cantik itu menemaniku minum di Al-Jausaq yang telah runtuh."

Ketika berita tersebut sampai kepada Amirul Mu-minin Umar ibnul Khattab r.a., ia berkata,
"Demi Allah, sesungguhnya hal itu benar-benar membuatku marah.
Barang siapa yang bersua dengannya beritahukanlah kepadanya bahwa aku memecatnya dari jabatan gubernur."
Dan Umar berkirim surat kepadanya yang dimulai dengan firman-Nya:
Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Ha Mim.
Diturunkan Kitab ini (Al Qur’an) dari Allah Yang Mahaperkasa lagi Maha Mengetahui, Yang Mengampuni dosa dan Menerima tobat lagi keras hukuman-Nya;
Yang Mempunyai karunia.
Tiada Tuhan (Yang berhak disembah) selain Dia.
Hanya kepada-Nyalah kembali (semua makhluk).
(QS. Al-Mu’min [40]: 1-3).

Amm’a ba’du, sesungguhnya telah sampai kepadaku ucapanmu yang mengatakan,
"Agar Amirul Mu-minin tidak enak melihat kami minum-minum khamr di Al-Jausaq yang telah hancur."
Demi Allah, sesungguhnya hal itu benar-benar membuatku tidak enak, sekarang aku memecatmu.

Setelah An-Nu’man ibnu Adi datang menghadap kepada Umar, maka Umar memakinya karena dia telah mengucapkan syair tersebut.
Lalu ia beralasan,
"Demi Allah, wahai Amirul Mu-minin, saya sama sekali tidak meminumnya.
Syair tersebut tiada lain merupakan sesuatu yang biasa diucapkan oleh lisanku tanpa sengaja."
Umar menjawab,
"Saya pun menduga demikian.
Tetapi demi Allah, sekarang engkau tidak boleh lagi bekerja untukku selamanya karena ucapan yang telah kamu katakan itu."


Tidak disebutkan bahwa Umar r.a. menjatuhkan hukuman had atas syair yang telah diucapkannya itu yang di dalamnya disebutkan meminum khamr karena para penya’ir mengatakan apa yang tidak mereka kerjakan.
Hanya saja Khalifah Umar r.a. mencela dan memakinya karena hal itu dan memecatnya dari jabatannya.
Di dalam sebuah hadis disebutkan:

Sesungguhnya bila seseorang di antara kalian memenuhi rongganya dengan muntahan yang dilihatnya adalah lebih baik baginya daripada memenuhi dirinya dengan syair.

Makna yang dimaksud ayat ini ialah bahwa Rasul yang diturunkan Alquran kepadanya bukanlah seorang tukang tenung dan bukan pula seorang penyair, karena sepak terjang beliau bertentangan dengan mereka dari berbagai seginya secara jelas dan nyata.
Perihalnya sama dengan yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah layak baginya;
Alquran itu tidak lain hanyalah pelajaran dan kitab yang memberi penerangan.
(QS. Yasin [36]: 69)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Sesungguhnya Alquran itu adalah benar-benar wahyu (Allah yang diturunkan kepada) Rasul yang mulia, dan Alquran itu bukanlah perkataan seorang penyair.
Sedikit sekali kalian beriman kepadanya.
Dan bukan pula perkataan tukang tenung.
Sedikit sekali kalian mengambil pelajaran darinya.
Ia adalah wahyu yang diturunkan dari Tuhan semesta alam.
(QS. Al-Haqqah [69]: .40-43)

Hal yang sama dikatakan dalam surat Asy-Syu’ara’ ini melalui firman-Nya:

Dan sesungguhnya Alquran ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, dia dibawa turun oleh Ar-Ruhul Amin (Jibril) ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, dengan-bahasa Arab yang jelas.
(QS. Asy-Syu’ara’ [26]: 192-195)

Dan Alquran itu bukanlah dibawa turun oleh setan-setan.
Dan tidaklah patut mereka membawa turun Alquran itu, dan mereka pun tidak akan kuasa.
Sesungguhnya mereka benar-benar dijauhkan dari mendengar Alquran itu.
(QS. Asy-Syu’ara’ [26]: 210-212)

Dan firman-Nya:

Apakah akan Aku beritakan kepada kalian kepada siapa setan-setan itu turun?
Mereka turun kepada tiap-tiap pendusta lagi yang banyak dosa, mereka menghadapkan pendengaran (kepada setan) itu, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang pendusta.
Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat.
Tidakkah kamu melihat bahwa mereka mengembara di tiap-tiap lembah?
dan bahwa mereka suka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakannya.
(QS. Asy-Syu’ara’ [26]: 221-226)

Unsur Pokok Surah Asy Syu’araa (الشعراء)

Surat ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamakan "Asy Syu’araa" (kata jamak dari "Asy Syaa ‘ir" yang berarti penyair) diambil dari kata "Asy Syu­araa’ yang terdapat pada ayat 224, yaitu pada bagian terakhir surat ini, dikala Allah subhanahu wa ta’ala secara khusus menyebutkan kedudukan penyair-penyair.

Para penyair-penyair itu mempunyai sifat-sifat yang jauh berbeda dengan para rasulrasul, mereka diikuti oleh orang-orang yang sesat dan mereka suka memutar-balikkan lidah dan mereka tidak mempunyai pendirian, perbuatan mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka ucapkan.
Sifat-sifat yang demikian tidaklah sekali-kali terdapat pada rasulrasul.

Oleh karena demikian tidak patut bila Nabi Muhammad ﷺ dituduh sebagai penyair, dan Alquran dituduh sebagai syair, Alquran adalah wahyu Allah, bukan buatan manusia.

Keimanan:

▪ Jaminan Allah akan kemenangan perjuangan rasulrasul-Nya dan keselamatan mereka.
Alquran benar-benar wahyu Allah yang dibawa turun ke dunia oleh Malaikat Jibril `alaihis salam (Ruuhul amiin) hanya Allah yang wajib disembah.

Hukum:

▪ Keharusan memenuhi takaran dan timbangan.
▪ Larangan menggubah syair yang berisi cacian-cacian, khurafatkhurafat, dan kebohongan-kebohongan.

Kisah:

▪ Kisah-kisah Nabi Musa `alaihis salam dengan Fir’aun.
▪ Kisah Nabi Ibrahim `alaihis salam dengan kaumnya.
▪ Kisah Nabi Nuh `alaihis salam dengan kaumnya.
▪ Kisah Nabi Shaleh `alaihis salam dengan kaumnya (Tsamud).
▪ Kisah Nabi Hud `alaihis salam dengan kaumnya(‘Aad).
▪ Kisah Nabi Luth `alaihis salam dengan kaumnya.
▪ Kisah Nabi Syu’ai’b `alaihis salam dengan penduduk Aikah.

Lain-lain:

▪ Kebinasaan suatu bangsa atau umat disebabkan mereka meninggalkan petunjuk-petunjuk agama.
▪ Tumbuh-tumbuhan yang beraneka ragam dan perubahan-perubahannya adalah bukti adanya Tuhan Yang Maha Esa.
▪ Petunjuk-petunjuk Allah bagi pemimpin agar berlaku lemah lembut terhadap pengikut-pengikutnya.
▪ Turunnya kitab Alquran dalam bahasa Arab sudah disebut dalam kitabkitab suci dahulu.

Audio Murottal

QS. Asy-Syu'araa (26) : 1-227 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 227 + Terjemahan Indonesia



QS. Asy-Syu'araa (26) : 1-227 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 227

Gambar Kutipan Ayat

Surah Asy Syu'araa ayat 226 - Gambar 1 Surah Asy Syu'araa ayat 226 - Gambar 2
Statistik QS. 26:226
  • Rating RisalahMuslim
4.5

Ayat ini terdapat dalam surah Asy Syu’araa.

Surah Asy-Syu’ara atau Surah Asy-Syu’ara’ adalah surah ke-26 dari Alquran.
Surah ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surah-surah Makkiyyah.
Dinamakan Asy Syu’ara (kata jamak dari Asy Sya’ir yang berarti penyair) diambil dari kata Asy Syuara yang terdapat pada ayat 224.
Banyak nilai-nilai yang berharga dari bebagai kisah-kisah para Nabi yang umat mereka dipunahkan serta sebagian riwayat tiga hamba Allah yang dimuliakan Musa, Harun dan Ibrahim.

Nomor Surah 26
Nama Surah Asy Syu’araa
Arab الشعراء
Arti Penyair
Nama lain Tha Sin Mim, Al-Jami’ah
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 47
Juz Juz 19
Jumlah ruku’ 11 ruku’
Jumlah ayat 227
Jumlah kata 1223
Jumlah huruf 5630
Surah sebelumnya Surah Al-Furqan
Surah selanjutnya Surah An-Naml
Sending
User Review
4.7 (15 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

26:226, 26 226, 26-226, Surah Asy Syu'araa 226, Tafsir surat AsySyuaraa 226, Quran Asy Syuara 226, Asy Syu'ara 226, Asy-Syu'ara 226, Surah Asy Syuara ayat 226

Video Surah

26:226


More Videos

Kandungan Surah Asy Syu'araa

۞ QS. 26:4 • Kekuasaan Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 26:5 Al Rahman (Maha Pengasih) • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 26:6 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 26:7 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 26:8 • Orang mukmin kelompok minoritas • Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 26:9 Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 26:10 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 26:12 Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 26:15 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Sifat Sama’ (mendengar)

۞ QS. 26:16 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 26:21 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 26:23 Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 26:24 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Tauhid Rububiyyah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 26:26 Tauhid Rububiyyah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 26:27 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 26:28 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Tauhid Rububiyyah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 26:29 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 26:31 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 26:34 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 26:35 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 26:41 • Meminta upah dari sihir

۞ QS. 26:47 Tauhid Rububiyyah • Tauhid Uluhiyyah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 26:48 Tauhid Rububiyyah • Tauhid Uluhiyyah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 26:49 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 26:50 Ar Rabb (Tuhan) • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 26:51 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 26:52 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 26:57 • Azab orang kafir

۞ QS. 26:62 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Ar Rabb (Tuhan) • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 26:63 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 26:67 • Orang mukmin kelompok minoritas

۞ QS. 26:68 Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 26:71 • Kebodohan orang kafirSyirik adalah dosa terbesar

۞ QS. 26:72 • Kebodohan orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 26:73 • Hanya Allah yang mendatangkan manfaat dan marabahaya • Keputusan di tangan Allah • Keputusan di tangan Allah • Keputusan di tangan Allah • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 26:74 • Kebodohan orang kafirSyirik adalah dosa terbesar

۞ QS. 26:75 • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 26:76 • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 26:77 Tauhid Rububiyyah • Tauhid Uluhiyyah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 26:78 Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 26:81 • Al Muhyi – Al Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan)

۞ QS. 26:83 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 26:85 • Nama-nama surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbedaan derajat di surga

۞ QS. 26:87 • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 26:88 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat

۞ QS. 26:89 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh

۞ QS. 26:90 • Sifat hari penghitungan • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan

۞ QS. 26:91 • Kedahsyatan hari kiamat • Sifat hari penghitungan • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 26:92 • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan

۞ QS. 26:93 • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 26:94 • Memasuki neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Siksa orang kafir

۞ QS. 26:95 • Memasuki neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Siksa orang kafir

۞ QS. 26:96 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Percakapan ahli neraka

۞ QS. 26:97 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Percakapan ahli neraka • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 26:98 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Ar Rabb (Tuhan) • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Percakapan ahli neraka • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 26:99 • Sifat iblis dan pembantunya • Syetan menyesatkan dan menghinakan manusia • Menjaga diri dari syetan

۞ QS. 26:100 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Siksa orang kafir

۞ QS. 26:101 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 26:102 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Mereka yang kekal dalam neraka • Permohonan orang kafir pada hari kiamat untuk kembali ke dunia •

۞ QS. 26:103 • Orang mukmin kelompok minoritas • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 26:104 Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 26:105 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 26:109 Tauhid Rububiyyah • Ar Rabb (Tuhan) • Balasan dan pahala dari Allah • Ikhlas dalam berbuat •

۞ QS. 26:113 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 26:117 Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 26:118 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 26:119 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 26:120 • Azab orang kafir

۞ QS. 26:121 • Orang mukmin kelompok minoritas • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 26:122 Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 26:123 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 26:127 Tauhid Rububiyyah • Ar Rabb (Tuhan) • Balasan dan pahala dari Allah • Ikhlas dalam berbuat •

۞ QS. 26:130 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 26:135 • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 26:136 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 26:137 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 26:138 • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 26:139 • Orang mukmin kelompok minoritas • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 26:140 Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 26:141 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 26:145 Tauhid Rububiyyah • Ar Rabb (Tuhan) • Balasan dan pahala dari Allah • Ikhlas dalam berbuat •

۞ QS. 26:151 • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 26:152 • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 26:154 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 26:156 • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 26:157 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 26:158 • Orang mukmin kelompok minoritas • Azab orang kafir

۞ QS. 26:159 Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 26:163 • Kewajiban patuh kepada Rasul

۞ QS. 26:164 Tauhid Rububiyyah • Ar Rabb (Tuhan) • Balasan dan pahala dari Allah • Ikhlas dalam berbuat •

۞ QS. 26:166 Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 26:169 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 26:170 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 26:171 • Azab orang kafir

۞ QS. 26:172 • Azab orang kafir

۞ QS. 26:173 • Azab orang kafir

۞ QS. 26:174 • Orang mukmin kelompok minoritas • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 26:175 Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 26:176 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 26:179 • Kewajiban patuh kepada Rasul

۞ QS. 26:180 Tauhid Rububiyyah • Ar Rabb (Tuhan) • Balasan dan pahala dari Allah • Ikhlas dalam berbuat •

۞ QS. 26:184 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 26:185 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 26:186 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 26:187 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 26:188 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 26:189 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 26:190 • Orang mukmin kelompok minoritas • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 26:191 Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 26:192 Tauhid Rububiyyah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 26:193 • Sifat Jibril • Pertemuan Jibril dan Nabi pada saat awal turun wahyu

۞ QS. 26:198 • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 26:199 • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 26:200 • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 26:201 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 26:202 • Hari kiamat datang tiba-tiba • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 26:203 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 26:205 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 26:206 • Allah menepati janji • Maksiat dan dosa

۞ QS. 26:207 • Azab orang kafir

۞ QS. 26:208 • Hukum alam

۞ QS. 26:209 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 26:212 • Usaha jin untuk mencuri informasi

۞ QS. 26:213 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Azab orang kafir • Siksa orang kafir

۞ QS. 26:216 Rasul bebas dari kemusyrikan dan orang musyrik

۞ QS. 26:217 Al Rahim (Maha Penyayang) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 26:218 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Sifat Bashar (melihat)

۞ QS. 26:220 • Keluasan ilmu Allah • Sifat Sama’ (mendengar) • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui) •

۞ QS. 26:221 • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 26:222 • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 26:223 • Sifat iblis dan pembantunya • Usaha jin untuk mencuri informasi

۞ QS. 26:224 • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 26:227 • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Maksiat dan dosa

Ayat Pilihan

Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang menyombongkan diri kepada sesama,
yaitu orang yang tidak memiliki rasa belas kasih & orang yang selalu memuji diri sendiri.
QS. An-Nisa’ [4]: 36

Itulah petunjuk Allah,
yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya.
Seandainya mereka mempersekutukan Allah,
niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.
QS. Al-An’am [6]: 88

Luth berdoa:
“Ya Tuhanku,
tolonglah aku (dengan menimpakan azab) atas kaum yang berbuat kerusakan itu”.
QS. Al-‘Ankabut [29]: 30

“Tuhan kami ialah Allah”
kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, malaikat turun kepada mereka dengan mengatakan:
“Janganlah kamu takut & merasa sedih, dan gembirakanlah mereka dengan Jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu”
QS. Fussilat [41]: 30

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Salah satu Asmaul Husna adalah Al Akhir, yang berarti ...

Correct! Wrong!

Salah satu Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al 'Adl, yang berarti bahwa Allah ...

Correct! Wrong!

Keberadaan Asmaul Husna, dijelaskan dalam Alquran surah ...

Correct! Wrong!

+

Array

Sifat adil Allah berlaku untuk ...

Correct! Wrong!

Allah memiliki sifat Yang Maha Mengumpulkan, yang artinya ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #2
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #2 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #2 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Kuis Agama Islam #31

Umat Islam yang mengajarkan ilmunya dengan ikhlas akan memperoleh pahala amal jariyah. Amal jariyah artinya …Ilmu yang bermanfaat adalah …Menyampaikan ajaran Alquran dan sunnah Nabi Muhammad kepada orang lain yang belum mengetahui disebut dengan …Berikut ulama yang berasal dari Indonesia adalah …Sesuatu yang dipercaya dan diyakini kebenaranya oleh hati nurani manusia dinamakan …

Pendidikan Agama Islam #2

Salah satu Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al ‘Adl, yang berarti bahwa Allah … Allah memiliki sifat Yang Maha Mengumpulkan, yang artinya … Sifat adil Allah berlaku untuk … Salah satu Asmaul Husna adalah Al Akhir, yang berarti … Keberadaan Asmaul Husna, dijelaskan dalam Alquran surah …

Pendidikan Agama Islam #18

Turunnya surah Ad-Dhuha menunjukkan… ..kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.Surah Ad-Dhuha ayat ke-enam menunjukkan salah satu masa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … sebagai … Berikut ini yang bukan kandungan surah Ad-Dhuha adalah… .. Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.Arti al-Kaafirun adalah … Arti dari lafal لَكُمْ دِينُكُمْ yaitu …

Kamus Istilah Islam

Sa'ad bin Ubadah

Siapa itu Sa’ad bin Ubadah? Sa’ad bin ‘Ubadah bin Dulaim adalah seorang Sahabat Nabi dan tokoh pemimpin Bani Khazraj dari Madinah. Ia adalah salah satu dari kaum Anshar yang melakuk...

zakum

Apa itu zakum? za.kum pohon dalam neraka yang buahnya menjadi makanan penghuni neraka … •

tahun kamariah

Apa itu tahun kamariah? tahun Islam yang berdasarkan perjalanan bulan mengelilingi bumi, lamanya 354 atau 355 hari … •